
Ayam berkokok di pagi hari
Tanda pagi telah tiba
Assalamu'alaikum selamat pagi
Dokter jantungku menyapa kalian semua
Pagi ini pagi sabtu
Malam nanti malam minggu
Dokter jantungku update terbaru
Terimakasih telah setia menunggu
***
Sehabis makan malam si Ay tetap menagih janjinya pergi kepasar dadakan untuk membeli sate yang diinginkannya.
Bapak pun menurutinya dan mereka bertiga pun pergi. Dipasar dadakan ini mayoritas penjualnya pedagang-pedagang dari pasar tebing dan penduduk setempat.
Pasar ini menjual segala kebituhan masyarakat berupa sembako, lauk pauk, jajanan, makanan dan sayuran serta pakaian.
Para penduduk ramai berdatangan untuk berbelanja kebutuhan rumah atau sekedar membeli jajanan pasar.
Pasar dadakan pasar yang diadakan secara dadakan yang mana ada hanya disetiap gajian petani tiba, harinya tidak menentu.
Emak membeli sayuran untuk besok pagi sedangkan Ay dan bapak seperti tujuan awalnya membeli sate dan jajanan lainnya.
Sedangkan Mimi berada dirumah menengok TV sambil rebahan, Mimi lupa akan benda pipihnya.
Setengah jam kedua orang tuanya dan si bungsu pergi akhirnya sampe juga di rumah.
Ay baru sampai langsung membuka bungkus sate yang baru dia beli.
Bapak tidak hanya membeli sebungkus, namun membeli 4 bungkus. Orang tua Mimi memiliki 3 orang anak, seperti biasanya Ay selalu meminta sate 2bungkus hanya untuk dirinya sendiri, 2 bungkus lagi untuk Mimi dan adik dibawahnya.
Mimi melihat emaknya mengeluarkan tas belanjaan dan Mimi pun bertanya.
"Beli apa tadi mak?"
Emak yang mendengar Mimi bertanya pun menoleh ke arah Mimi dan menjawabnya.
"Beli sayur, cabe, bawang dan lain-lain."
Mimi membantu emaknya untuk membereskan barang belanjaannya. Setelah membereskan Mimi dan emak masuk ke dalam / Ruang tengah emak melihat anak bungsunya makan sate dengan lahapnya hanya menggelengkan kepala.
"Pelan-pelan Ay." Ucap emak memperingati Ay agar makan dengan pelan.
Mimi mengambil sate bagiannya dan Mimi hanya melihat tinggal satu bungkus dia pun bertanya.
"Bapak beli berapa tadi?"
"Beli 4 bungkus." jawab bapak sambil memakan gorengan.
"Kalau 4 bungkus kenapa tinggal sebungkus?" Tanya Mimi kembali.
"Iya dua bungkus buat Ay, 1bungkus buat ari dan 1bks buat Mimi." terang bapak.
"Bapak sama emak dak beli?" Tanya Mimi kembali.
"Ndak, buat kalian saja." Ucap Bapak.
Mimi membuka sate bagiannya dan Mimi mengajak bapak dan emaknya untuk makan.
"Bapak mau?"
"Ndak makan lah." Jawab bapak.
"Ciciplah..Nih." Ucap Mimi dan menyodorkan satenya.
Bapak pun mengambil setusuk dan memakannya.
"Emak juga nih, kita makan bersama." Ucap Mimi.
Emak pun ikut memakan, Mimi hanya mengambil 2 tusuk dan akhirnya dia memberikan satenya kepada emaknya.
"Nah mak, habiskan Mimi sudah kenyang."
"Habiskanlah" Ucap emak dan berhenti makan.
"Ndak mak, emak saja yang habiskan Mimi sudah kenyang." Tolak Mimi.
"Yasudah kalau gitu emak habiskan ya?"
"Iya mak."
Mimi melihat emaknya makan dan menghabiskan sate berkuah kacang tersebut.
Mimi melihat adik bungsunya makan dua bungkus sate hanya menggelengkan kepala.
"Ay, habis tuh 2bungkus?" Tanya Mimi.
"Habislah." Ay menjawab.
"Ay makan dua bungkus, ada nawarin emak dan bapak untuk cicip?" Tanya Mimi dan di jawab dengan gelengan Ay.
"Lain kali kalau makan tawarin orang yang ada dekat kita." Mimi menasehati adeknya.
Ay hanya diam dan menjawab.
"Kan Ay minta jatah Ay dua bungkus jadi ya buat Ay la."
"Walah itu jatah Ay dua bungkus Ay harus menawari bapak atau emak, ndak baik makan sendiri kayak itu." Mimi terus menasehati dan Ay stop makan dan merajuk.
Bapak melihat Ay merajuk langsung membujuk nya.
"Sudah Ay makan saja satenya., bapak dan emak ndak apa." Pujuk bapak.
"Iya Ay makan lah jangan merajuk gitu." sahut emak pula.
Mimi hanya menggelengkan kepala kepada kedua orang tuanya, ini yang tidak Mimi sukai dari kedua orang tuanya yang selalu memanjakan adek bungsunya.
"Mak, Pak, jangan terlalu manjakan Ay, kita harus mengajarkan sama dia untuk saling berbagi walau hanya secuil barang."
"Sudahlah Mi, biarkan Ay makan." Ucap emak.
"Iya ndak apalah, sekali-kali inipun waktu gajian saja, Ay kan masih kecil." Bela Bapak.
"Justru dari kecil kita ajarkan untuk saling berbagi walau hanya sekali-kali pak, jangan kita tanamkan keegoisan pada anak, selagi kecil kita ajarkan Ay untuk mengerti." Terang Mimi.
"Sudahlah, sudah." Jawab emak.
Mimi ndak habis pikir dengan kedua orang tuanya selalu memanjakan dan menuruti keinginan Ay.
"Ya terserah emak dan bapak, Mimi cuma mengingatkan jangan sampai besarnya Ay tumbuh dengan pribadi egois." Ucap Mimi dan beranjak dari duduk untuk menuju kamar mandi dan mengambil wudhu.
Selesai mengambil wudhu Mimi menjalankan perintah Allah SWT, Setelah sholat Mimi melihat benda pipih di atas kasurnya dan Mimi lihat benda pipih tersebut mati dan Mimi coba buka gak bisa ternyata lowbat dan Mimi cas.
Mata terasa sangat berat Mimi pun naik ke atas kasur nya untuk beristirahat.
**
Sinar mentari telah masuk di sela-sela jendela, seperti biasa sehabis sholat subuh Mimi kembali tidur dan bangun siang.
Mimi mengumpulkan seluruh nyawanya sambil menggeliatkan dan merenggangkan otot tumbuhnya, setelah nyawanya terkumpul full Mimi beranjak keluar kamar dan langsung menuju dapur.
Sesampai dapur diliatnya emak sedang memasak dan Mimi masuk kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
Setelah cuci muka Mimi mendekat ke mak dan bertanya.
"Masak apa mak?"
Mak terkejut secara tiba-tiba Mimi sudah ada di sampingnya.
"Masak sambal ikan dan sayur tumis bayam." Jawab emak dan terus mengaduk sambalnya.
"Dah masak belum mak?" Tanya Mimi.
__ADS_1
"Sambal ikan sudah nih baru masak." Jawab emak.
Mimi langsung menuju magic com dan mengambil nasi dan dimasukkan kedalam piringnya. Setelah nasi sudah berada dalam piring Mimi pun menuju dekat emaknya untuk mengambil sambal ikan.
"Sayur sudah masak juga belum mak?"
"Kalau sayur belum, bentar lagi nunggu didih," jawab Mak.
Mak yang melihat Mimi sudah membawa nasi dan ingin mengambil sambal ikan yang masih di dalam kwali/wajan akhirnya menegur Mimi.
"Belum mandi, sudah mau makan." ucap emak.
"Hehe lapar mak," jawab Mimi dengan cengiran.
"Mandi dulu sana." Ucap mak.
"Nantilah mak, makan dulu habis makan baru mandi." Jawab Mimi dengan terus mengambil sambal ikan.
Emak hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah laku anak gadisnya.
Setiap anak memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Mimi sifatnya pendiam sekali bicara langsung nyerocos, dan Mimi orangnya selalu berbagi sesama keluarga walau itu barang secuil.
Sayur tumis bayam telah masak, Mimi pun mengambil sayur tersebut dan memasukkan ke dalam piringnya.
Emak matikan kompor, dan menyalin sambal ikan ke piring dan menyimpan nya ke lemari makan.
Emak baru teringat kalau bapak hari ini memanen dilahan sawit dan tidak bisa menemaninya untuk pergi.
"Mi, nanti antar emak nagih ke karyawan-karyawan dvc-dvc Mitra ya?" Ucap emak.
Di desa ini ada dua pabrik sawit, PT. Agro dan PT. Mitra. PT Mitra dekat dengan desa Mimi, dan PT Agro berada dekat desa Tebing.
"Lah emang bapak kemana?" Tanya Mimi dengan sambil menyantap sarapan plus makan siangnya.
"Bapak hari ni manen jadi ndak bisa nemani mamak."
"Oo.. Jam berapa mak?" Tanya Mimi kembali.
"Sehabis dzuhur lah." Jawab emak.
"Ok" Jawab Mimi.
Sarapan siang Mimi pun telah selesai dan Mimi beranjak ke dapur dan mencuci piring serta peralatan yang kotor.
Setelah selesai mencuci piring mimi menyapu halaman rumahnya.
Setelah beres semua Mimi beranjak ke kamar mandi untuk mandi.
Selesai mandi Mimi masuk kamar dan melihat benda pilihnya masih dalam keadaan dicas, Mimi buru-buru mengambil benda pipih yang terlupakan tersebut dan langsung mengaktifkannya.
Setelah mengaktifkannya terdengar suara dentingan chat masuk secara beruntun, Mimi melihat ratusan chat masuk dan itu dari seseorang yang tak lain adalah Syahril.
Mimi membaca chattan tersebut satu persatu yang mana chat dari siang kemaren.
kemaren 13: 00
📲 Assalamu'alaikum dek lagi apa?
📲Dek
📲Dek
Kemaren 13: 30
📲Dek.....
📲 Hallooo
📲Halloo Mimi afifah
📲Dek kok ndak aktif-aktif
kemaren 18: 15
📲Assalamu'alaikum dek
📲Hello dah lupa ya
📲Yank kok gak Aktif-aktif HP nya
kemaren 19: 00
📲Assalamu'alaikum calis nya Syahril 😉
📲Ya Allah yank ndak aktif juga sampe jam segini
📲 Yank
📲Yank
kemaren 21: 00
📲Yank kemana dirimu
📲Yank kaka kangen yank😔
kemaren 21: 30
📲Yank dah tidur ya?
📲Yank kakak kangen
📲Yank ya Allah yank kemana sih kamu yank
📲Yaudah mungkin kamu udah tidur selamat tidur calis nya Syahril love you.
Banyak lagi chattan dari Syahril, Mimi membacanya sambil tersenyum-tersenyum sendiri.
hari ini 05: 00
📲Assalamu'alaikum yank dah bangun belum?
📲Yank bangun sholat lagi yank
hari ini 06: 15
📲Yank dah bangun?
📲Pasti belum bangun ya?☺
📲Yank sarapan yuk?
hari ini 8: 00
📲Assalamu'alaikum yank bangun dan jam 8 nih
📲 Yank
📲Yank kakak lagi disekolahan teman-teman ayank nanyain nih
📲Yank
📲Ya Tuhan yank kok belum aktif-aktif juga dari kemaren
📲Yank kalau dah aktif balas chat kakak ya yank.
Mimi terus membaca isi chatnya sehingga Mimi lupa bahwa dia belum berpakaian.
Syahril yang selalu melihat HP nya melihat chat yang dikirimnya sudah terbaca langsung melakukan panggilan video call.
tut tut tut ttut
Tanpa sengaja karena asiknya membaca isi chatt Mimi menggeserkan warna camera hijau ke atas.
📱"Astagfirullah yank, baru habis mandi ya?" Ucap Syahril diseberang sana dan langsung menutup camera dengan tangannya.
📱"Iya" jawab Mimi yang lupa kau dia belum berpakaian dan masih mengenakan handuk.
📱"Udah yank sana pakai bajunya dulu" Ucap Syahril yang masih menutup cameranya dengan tangan.
__ADS_1
Disaat Syahril mengatakan pakai baju Mimi melihat di dirinya ternyata dia belum memakai baju.
📱"Astagfirullah" Ucap Mimi kaget dengan dirinya sendiri dan segera menaruh HP nya di atas kasur dan menelungkupkan hp nya ( bagian camera ditaruh nya di bawah).
Mimi langsung mengambil baju nya dan memakainya setelah berpakaian Mimi mengambil hpnya dengan rasa malu dia melihat wajah Syahril yang memenuhi layar HPnya.
📱"Sudah berpakaiannya dek?" Tanya Syahril dan cameranya masih ditutup dengan tangannya.
📱"Su sudah kak." Jawab Mimi terbata-bata.
📱" Alhamdulillah." Jawab Syahril pula.
Mimi mengerutkan keningnya dan bergumam namun masih terdengar oleh Syahril yang berada di seberang sana.
"Kok alhamdulillah, apa kakak senang melihat Mimi tadi ya".
📱" Kakak, ngucapin alhamdulillah karena adek sudah berpakaian dan tidak merusak pandangan kakak ke adek." Jawabnya.
📱"Oo, maaf." Ucap Mimi yang tak berani menatap ke wajah Syahril.
📱"Kok adek bisa lupa gak pakai baju gitu?" tanya Syahril.
📱"Hehe Iya tadi Habis mandi langsung aktifin HP dan membaca isi chat kakak."
📱"Yah kan seharusnya pakai baju dulu dek, terus kok bisa-bisanya langsung angkat panggilan kakak dalam keadaan seperti itu."
📱"Kan Mimi lagi baca-baca chat kakak tiba-tiba ada panggilan masuk main geser aja, Mimi lupa kalau belum pakai baju." Jawab Mimi dengan menundukan kepalanya dan memamnyunkan mulutnya.
📱"Untung cuma ada no kakak yang ada di HP adek dan cuma kakak yang melihatnya coba ka.." Ucap Syahril diputus oleh Mimi.
📱"Hah..jadi kakak tadi liat dong!
📱"Ndak kok cuma dikit hehee"
📱"ISS kakaka" jawab Mimi dengan cemberut
📱"Salah adek sendiri angkat telpon gak pakai baju."
📱" Kann Mimi lupa" Jawab Mimi dengan malu dan menundukkan kepalanya
📱"Kakak hanya melihat rambut adik yang di gulung pakai handuk dan bahu serta leher adik, biasanya adek tak pernah pakai baju yang kelihatan bahu makanya kakak langsung istighfar dan menutup camera HP dengan telapak tangan kakak." Terangnya.
📱"Syukurlah, tapi tetap aja kakak melihatnya."
📱"Dikit dek, lain kali jangan gitu ya dek?"
📱"Kenapa?"
📱"Lah nih adek kok jawab kenapa, emang pengen kalau kakak melihat tubuh adek tampa pakaian.
📱"Ya ndak lah, enak aja" jawab Mimi dengan cemberut.
📱"Makanya dari itu jangan menguji iman kakak."
📱"iya iya maaf"
📱"Yaudah jangan cemberut hilang Cannis nya."
📱"Cannis? Apa itu? "
📱"Cantik dan manisnya yank"
📱"Oo"
📱"Oo cuman! yank kangen" Ucap Syahril dengan gaya manja dan hanya dapat senyuman dari Mimi.
📱"Ya dek kok cuma senyum, gak kangen apa?" tanyanya.
📱"Sama kak! kangen juga."
📱"Kapan pulang ke jambi yank?"
📱"Baru juga dua hari"
📱"Baru dua hari ya? kok berasa dah lama ya yank?
📱"hahaaa kakak ada-ada aja."
📱"Ye malah ketawa, bener yank berasa dah lama gak jumpa yank,"
📱"Oh ya kak, nanti Mimi mau nemani mamak buat nagih ke PT Mitra jadi kalau Mimi gak hubungi jangan marah ya?
📱"Pakai apa dek? jauh nggak?"
📱"Pakai motor, lumayan masuk-masuk Lebuh sawit."
📱"Lah bapak kemana?"
📱"Bapak lagi manen sawit kak"
📱"Jadi adek cuma berdua sama mamak?
📱"Iya bertiga sama Ay juga nanti."
📱"Ya Allah dek, masuk-masuk kedalam sawit, ada rumah-rumah ndak dalam sawitnya?"
📱"Ada kalau sudah sampe di camp nya."
📱"Sebelumnya?"
📱"Ya sebelum masuk ke perumahan atau campnya ya gak ada, hanya sawit-sawit aja."
📱"Ya Allah dek, sepi dong, jam berapa berangkatnya?
📱" Nanti jam 2an lah."
📱"Yaudah nanti hati-hati ya yank"
📱"Iya kak, makasih"
📱"Yaudah ya dek kakak mau liat anak-anak dulu."
📱"Oke kakak"
📱"kiss dulu dek!"
📱"Iiih kakak,apa-apaan sih."
📱"Ayolah dek, mmuuuach"
📱"Muuaaach yaudah ya kak. assalamualaikum. "
📱"Waalaikumsalam"
Setelah sambungan telpon terputus Mimi bergumam sendiri.
"Ya Tuhan apa yang sedang aku lakukan. ampuni hamba, kenapa juga tadi sampai lupa pakai baju, ampuni hamba rabb."
Mimi terus bergumam dalam penyesalannya karena kecerobohannya.
Jam makan siang tiba bapak pulang untuk makan siang. Tak lama adzan dzuhur pun berkumandang, bapak sholat terlebih dahulu setelah itu dia kembali ke lahan sawit.
Begitu pula Mimi dan emaknya juga menjalankan sholat terlebih dahulu, setelah siap mereka berangkat menuju dvc-dvc PT sebelah.
_________TBC________
JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAKNYA YA RIDERS JANTUNGKU
VOTE
RATE
LIME
KOMEN
DUKUNGAN KIAN PENYEMANGATKU MAKASIH SEBELUMNYA
💖💖💖LOVE YOU ALL💖💖💖
__ADS_1