DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
chapter 9 Haruskah ku menjawab part2


__ADS_3

Sepanjang jalan penuh dengan keheningan, tak tau harus berkata apa lagi.


Ku terus melangkahkan kaki, seolah hanya berjalan seorang diri walau di samping ada seseorang yang menemani.


Tak terasa telah sampai di persimpangan penggilingan padi, dan teman-teman ku si gank rusuh pun berpamitan padaku dan mereka berbelok untuk pulang ke rumah masing-masing.


Bang idho dkk dan Di'ah berada di depan kami dengan obrolan- obrolan kocak yang kadang terdengar mereka ketawa-ketawa. Sedangkan aku dan kak Syahril hanya diam seribu bahasa tanpa ada yang ingin membuka obrolan.


Lama-lama jenuh juga ku rasakan, akhirnya ku beranikan membuka obrolan.


"Ehmm.. kak.. ( tak dapat jawaban dari nya, ku panggil skali lagi) .. Kaak Syahril." Aku memanggil Kak Syahril .


Dia pun menolah namun hanya menatap ku sekilas dan diam.


"Kakak marah ya sama Mimi.."


Mimi merasa bersalah dan spontan menggigit bibir bawahnya.


"Hemm." hanya deheman yang dikeluarkan Kak Syahril.


"Maaf kalo kakak marah.." ( merasa bersalah dan berjalan amat pelan hingga sedikit menjauh dari Syahril)


"Heemm." Lagi-lagi hanya di jawab dengan deheman.


Mungkin baru nyadar Syahril jika lawan bicara nya sudah tidak berada di dekatnya diapun menoleh ke samping namun tidak menemukan Mimi di sampingnya, dan akhirnya dia menoleh ke belakang dan dia melihat Mimi ada beberapa langkah di belakang dan diapun melambat langkahnya.


Setelah Mimi telah dekat dengannya dia langsung menarik tangan Mimi agar tidak menjauh lagi dan dia juga menanyakan kenapa Mimi sampai bisa ketinggalan di belakang.


"Kok bisa ketinggalan di belakang, kenapa? " tanya kak Syahril cemas.


Mimi yang kaget karna tangannya di tarik langsung mengangap dan menatap tangan yang di pegang oleh Syahril.


"Hmm ada apa?" tanyanya lagi


"Ehmm gak apa-apa kak," jawabku dan menunduk.


"Maaf" katanya


"Kenapa kakak minta maaf" tanyaku


"Bukan maksud kakak marah sama Mimi, cuma.. ( sambil melihat ke arah mimi dan melihat muka mimi) cuma kakak kecewa kenapa surat itu di baca sama teman-teman mimi." Ucapnya


Mimi hanya terdiam dan tak berani menatap ke arah Syahril.


"Apa mimi tidak membacanya sama sekali ( sambil melihat ke arah mimi dan mimi hanya menggeleng) atau mimi buang suratnya." ( dengan wajah yang sendu). tanya nya dengan kecewa.


"Maaf, Mimi memang tidak membacanya, dan kenapa teman-teman Mimi yang membacanya, sewaktu terima itu surat sudah di rampas sama Emma ( diam sejenak dan melanjutkan) surat itu masih ada kok, Mimi tak membuangnya." Mimi berusaha menjelaskan kepada Syahril.


Terlihat wajah Syahril sedikit cerah dan dia tersenyum dan mengucapkan terimakasih.


"Terima kasih Mimi tidak membuangnya."

__ADS_1


"Emang isinya apa kak" ( berharap kalau Syahril mau memberitakan secara langsung isi dari surat tersebut). tanyaku kepada kak Syahril.


Tak terasa berjalan aku baru sadar ternyata di jalan hanya tinggal kami berdua, aku celingukan mencari kemana rombongan ku tadi dan aku bertanya kepada kak Syahril.


"Loh kak kemana yang lain, kok sudah tidak ada di depan kita." tanyaku kepada kak Syahril


Kak Syahril pun celingukan dan hanya mengangkat kedua bahunya.


"Entahlah .. Mungkin sudah nyampai rumah." dia menjawab asal dengan menaikkan kedua bahunya.


"Yah...kok Mimi ditinggal." ( cemberut)


"Kan mimi yang jalannya lamban." ucapnya sambil senyum-senyum tak mengenakan.


"Yaudah lah kak, kita cepat jalannya mana tau mereka masih ada di depan sana." jawabku sambil jalan dengan langkah yang cepat.


Mimi terus berjalan tapi Mimi gak sadar kalo ternyata tangannya masih bergandengan, di saat Mimi ingin memepercepat langkahnya mendahului Syahril terasa tangannya seperti ditarik seseorang dan mimi baru tersadar.


"Eh.. Kak.." sambil menoleh ke Syahril


"Kenapa terburu-buru." katanya sambil tersenyum.


Mimi yang merasa gak enak di gandeng meminta agar tangannya di lepas.


"Kak.. Lepasin tangannya malu nanti


diliat orang." Mimi berucap dan merasa malu karena ini kali pertama tangannya di gandeng sama cowok.


"Gak ada orang juga, hanya kita berdua" jawab Kak Syahril sambil melihat kiri kanan, depan belakang


melepaskan genggaman namun tak bisa karna gengamannya terlalu kuat


Tak terasa jalan udah sampai ke lorong jalan rumah Mimi dan dari kejauhan Mimi melihat rombongan tersebut menunggu di simpang lorong dan di simpang itu ada warung tekwan. Mimi pun langsung melepaskan genggaman tangan Syahril dan Syahril hanya senyum-senyum.


Setelah sampai ternyata Rudi mengajak kami buat makan tekwan dulu, tanpa aba-aba lagi kami semua masuk ke warung tersebut dan langsung mencari meja.


Satu meja panjang hanya untuk 6 orang dan kami ada 7 orang, aku lihat mereka sudah pada ambil posisi, karena malas ber dempetan aku duduk di meja kecil di sebelahnya.


Kak Syahril melihat aku duduk di meja lain dia pun ikut duduk di meja yang sama denganku dan itu menjadi perhatian mereka di sebelah ku, sehingga mengundang mereka untuk mengusilin kami berdua.


"Ehem kayaknya ada kabar baru nih.. " sindir Bang Erwan


"Iya nih bakal ada gratisan kali ini hahah." Kak Rudi menimpali.


Duo Ridho kompak menjawab "Ayook lah kalau gratisan hahaa."


"Sudah ya Mi?.." Di'ah bertanya sambil memicing- micingkankan matanya.


"Wah selamatan kita kali ini." Kak Ryan menimpali.


Aku hanya diam dan melihat mereka dengan enggan. Sedangkan Syahril jangan di tanya lagi senyum lebar yang dia tampakkan dan menjawab ok.

__ADS_1


"Oke pesan aja yang mau di pesan." Kak Syahril menawari mereka semua


Mereka semua pun kompak menjawab "Asiik"


Pesanan pun telah sampai dan kami pun melahap nya, aku makan dalam diam tapi tidak dengan di meja sebelahnya yang masih saja heboh dengan tanggapan masing-masing.


Santapan pun habis dan kak Syahril pun membayarnya, setelah keluar dari warung kami pun langsung berpisah, Aku, Di'ah, Erwan dan duo Ridho belok ke lorong menuju rumah-rumah kami, sedangkan kak Syahril CS lurus kedepan.


Sepanjang jalan aku masih di cerca pertanyaan sama mereka apa benar kami sudah jadian.


"Mi.. jadi gimana?" Bang Erwan bertanya lagi.


"Iya Mi.. Gimana, apa kalian sudah jadian?". Ka Ridho pun ikut bertanya


Bang Ridho pun gak mau kalah dengan rasa penasarannya pun dia menanyakan apa benar atau tidak.


"Apa kalian benaran sudah jadian?"


Aku yang masih belum paham maksud mereka pun heran.


"Gimana apa nya dan jadian apa?" jawabku tidak mengerti.


Erwan yang heran dengan jawabanku langsung nyerocos


"Ya jadian dek.. Apa kalian sudah jadian, maksudnya resmi pacaran gitu, terus tadi kenapa kalian lama sekali jalan, emang apa aja yang kalian bicarakan sampai lama begitu."cerocos Erwan bertanya dengan kesal.


"Hanya jalan dan gak ada ngomong apa-apa, emang harus ngomong apaan?" aku menjawab seadanya.


"Yaaaa salaam"... sambil tepok jidat Mereka semua kompak menjawab.


"Hemm.. Emang ada apa?" jawab ku cuek


Mereka pun kompak menatap jengah, mimi hanya mengangkat bahu masa bodoh.


"Emang Syahril gak nanyain atau nembak langsung gitu." Bang Erwan menanyakan kembali.


"Hmm.. Nembak apa.? Mimi menjawab sekenanya


Mereka pun bengong tak percaya dan menatap Mimi jengah


Tak terasa arah rumahku dan Di'ah dan sampai kami pun berbelok arah, dan si cowok-cowok masih lanjut jalan menuju rumah-rumah mereka.


Hmmm kira-kira teman-teman Mimi masih kemal alias kepo maximal nggak ya, baca next ya guys


_______________TBC________________


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA


VOTE


LIKE❓

__ADS_1


RATE ⭐⭐⭐⭐⭐


KOMEN


__ADS_2