
Jam makan siang tiba, bapak pulang untuk makan siang. Tak lama adzan dzuhur pun berkumandang, bapak sholat terlebih dahulu setelah itu dia kembali ke lahan sawit.
Begitu pula Mimi dan emaknya juga menjalankan sholat terlebih dahulu, setelah siap mereka berangkat menuju dvc-dvc PT sebelah.
Mimi mengendarai roda dua yang mana di depan terdapat tumpukan barang dan di belakang ada emak dan juga Ay adiknya serta tak lupa kiri kanan emak juga terdapat tas plastik yang berisi barang dagangan emak.
Mimi mengendarai roda dua tersebut menerobos jalan-jalan kecil yang mana sisi kiri kanan terdapat tanaman sawit, Mimi mengikuti arahan dari emak sebagai penunjuk jalan menuju dvc di PT Mitra.
Dvc adalah sebuah base camp atau distrik khusus para pekerja karyawan PT disana disediakan berupa mess lajang dan mess keluarga dan disediakan satu masjid setiap dvc nya.
Setiap 2-4 hamparan sawit dengan luas berhektar-hektar diberi base camp agar para pekerja nya tidak jauh-jauh untuk menuju lahan sawit.
Khusus karyawan kantor DVC nya berada dekat disekitaran pabrik dan mess nya terbuat dari batu bata/ permanen.
Untuk karyawan lepas, harian atau karyawan khusus lapangan juga terdapat mess sebagian terbuat dari papan.
Hari ini emak mengajak Mimi mengunjungi dvc 9.8&7 kata emak dari yang jauh dahulu baru yang kedekatan agar nanti lebih dekat ke arah jalan pulang.
Sesampainya di dvc 9 kurang lebih perjalan 40 menit emak langsung menuju ke tempat orang yang biasa emak singgahi sedangkan Mimi menunggu emak di bawah pohon dan duduk di atas motor.
Disini masih sepi karena masih jam kerja, satu persatu emak masuk ke rumah karyawan yang mengambil dagangan emak.
Selesai di dvc ini Mimi dan emaknya pergi ke dvc 8 dan Mimi masih mengendarai roda dua nya menelusuri jalanan tengah hamparan sawit dari dvc 9 ke dvc 8 kata emak melewati 4 hamparan sawit jika ikut jalan besar nya kalau lewat jalan kecil makan menyingkat waktu.
Sampai juga di dvc 8 seperti sebelumnya di dvc ini memakan waktu kurang lebih 30 menit dan emak langsung menuju rumah yang biasa emak datangi kurang lebih 45 menit pula Mimi menunggu emak yang sedang melayani pelanggan-pelanggannya.
Setelah selesai di dvc ini Mimi melanjutkan ke dvc akhir yaitu dvc7 karena hari sudah sore maka di dvc ini ramai oleh karyawan harian lepas yang telah pulang dari kerjaannya.
Seperti biasa Mimi nunggu dan duduk di atas motor, banyak mata melirik dan banyak pula yang bertanya sama mama.
"Maaf Bu, itu siapa?" Tanya seorang pelanggan mamak 1 bernama bu ida.
"Iya bu, itu siapa? " Tanya pelanggan2 bu siska.
Banyaknya pertanyaan seperti di dvc-dvc sebelumnya dan emak pun menjawab seperti sebelumnya.
"Oh dia anak saya bu,"
"Wah ternyata ibu nya Ay ada anak gadis." Ucap pelanggan 3 ibu hutagalung.
"Iya aku sangka anak ibu cuma si Ay." Ucap pelanggan4 ibu manurung.
Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari ibu-ibu disana.
"Iya bu itu anak anak saya yang pertama." Jawab emak.
"Selama ini kemana bu Ay kok ndak pernah nampak to yo?" tanya bu Inem pelanggan emak.
"Selama ini di jambi bu nem, dia sekolah tempat orang tua saya." Terang emak kepada ibu-ibu yang ada disana.
Selama Mimi duduk di atas motor di bawah pohon akasia yang rindang banyak cowok-cowok yang bersuit-suit dan tak jarang pula mendekat ke Mimi dan ngajak kenalan.
"Hai dek, boleh kenalan?" Ucap cowok1.
"Iya dek kenalan dong!" Ucap cowok 2.
"Siapa namanya dek?" tanya cowok 3.
Mimi melihat mereka satu persatu dengan tersenyum tipis dan say to Hai.
"Hai juga bang."
" Siapa nama dek?" Tanya d salah satu dari mereka.
"Mimi bang."
"Adek kesini sama siapa?" Tanya cowok1.
"Sama mamak bang."
" Mamak! Mana?" Tanya cowok2.
"Itu bang." Jawab Mimi dan menunjuk ke arah mamak yang berada di salah satu rumah disana.
"Hah.. jadi adek anaknya wawak umay." tanya cowok 2 yang ternyata kenal sama bapaknya Mimi.
"Iya bang."
"Oh ya dek kenalin nama abang rendi." Ucap cowok 1.
"nama mas Yanto." Ucap cowok 2.
"Nama abang Maringan." Ucap cowok 3
"Nama abang Satria." Ucap cowok4.
Mimi hanya tersenyum dan menganggukkan kepala karena emak dan Ay sudah mendekat ke arah Mimi dan mengajak pulang karena hari sudah semakin sore.
__ADS_1
"Ayo Mi, kita balek lagi." Ajak emak.
"Ayo Mak," Jawab Mimi dan mengambil barang-barang yang ada di tangan emak dan menaruhnya ke atas motor.
Setelah semua barang sudah di atas motor, emak dan si Ay pun sudah naik, Mimi pun menjalankan motornya dan menganggukan kepala kembali kepada para cowok tadi.
Mimi mengendarai motornya dan lagi-lagi melewati padang sawit yang mana sudah gelap karena hari sudah hampir jam 6 sore.
Sambil mengendarai motor Mimi selalu membaca do'a agar mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
Tak terasa air mata pun menetes mengingat apa yang dilalui emak dan bapaknya jika tanggal muda tiba seperti ini.
"Ya Allah, mudahkanlah rezeki kedua orang tua ku, lindungilah mereka dimanapun mereka berada." Mimi berdo'a dalam hatinya.
Mimi terus mengikuti arahan emak karena Mimi tidak tau jalan mana yang harus ditempuh. Ditengah-tengah jalan Mimi pun bertanya sama emak.
"Mak apa mak sama bapak selalu begini?"
" Iyo, kadang pergi pagi untuk ngantar pesanan sekalian nagih-nagih sama orang yang belum bayar."
" Tadi banyak yang bayar mak?".
" Alhamdulillah kalau di tiga dvc ini orangnya tepat waktu, kalau orangnya kerja dan dak ada di rumah mereka titip sama tetangganya."
" Tadi kayaknya banyak lakunya baju, mak?".
"Alhamdulillah tadi ada yang melunasi terus ambil lagi."
"Alhamdulillah." jawab Mimi.
"Apa mak biasa pulang sampe malam?".
" Biasa, kadang sampe rumah sudah lewat maghrib, kadang sampe mau isya." jawab mak.
Tanoa aba-aba air mata jatuh dengan sendiri.
"Ya Allah, semoga titik keringat orang tuaku menjadi berkah buat kami semua." Gumam Mimi dan terasa sesak didada jika mendengar cerita emak kadang mereka sampai malam nyampe rumah.
"Ya Allah jadikanlah hamba anak yang selalu berbakti kepada orang tua hamba, ya Raab kabulkanlah segala cita-cita hamba agar kelak bisa membalas segalanya untuk orang tua hamba." Mimi terus berdo'a dalam hatinya.
Tepat adzan maghrib Mimi telah sampai ke desanya dan 15 menit kemudian Mimi pun nyampai rumah.
Mimi membantu emak untuk menurunkan barang-barang dan menaruhnya di ruang tengah depan TV.
Emak beranjak langsung masuk kamar mandi untuk mandi dan berwudhu begitu pula dengan Mimi.
"Mak dak makan dulu." Ucap Mimi.
"Nanti lah mi, belum lapar" Ucap emak.
" Bapak sudah makan?" Tanya Mimi melihat bapak yang lagi duduk.
" Belum." Jawab bapak.
Mimi pun menyiapkan makanan dan Mimi pun mengajak adek serta kedua orang tuanya untuk makan terlebih dahulu.
Terlihat raut wajah lelah di mata kedua orang tuanya, terenyuh di hati Mimi dan semakin Mimi menguatkan tekadnya untuk terus belajar agar tercapai cita-cita nya.
Selesai makan Mimi membereskan segalanya, dan setelah itu Mimi ikut membantu emak untuk mengecek barang dagangan nya.
Emak menghitung total uang yang ditagih nya tadi, emak juga mengecek barang dagangan yang terjual dan menotal berapa yang sudah terjual tersebut.
Emak mengambil barang tanpa modal uang namun bermodal kepercayaan kepada pihak toko. Alhamdulillah ada dua toko yang percaya sama emak untuk memberikan izin agar barang-barangnya bisa di jual emak secara kredit.
"Kang, besok masih manen?" Tanya emak sama bapak.
Mamak manggil bapak dengan akang. kadang kang kadang kakang, iya bapak Mimi berasal dari Jawa. Bapak besar di Jambi bersama pamannya. Sedangkan mamak Mimi asli Jambi melayu.
"Ndak, besok tinggal ambil buah-buah dari hamparan sebelah." Ucap bapak.
Selain petani sawit bapak juga mencoba jual beli sawit dan nanti di jual ke pabriknya.
"Emang kenapa mak?" Tanya Mimi.
" Ndak, besok rencana mak nak ketebing tadi ada yang pesan minta carikan baju seragam buat lebaran." Jawab mamak.
"Yaudah besok biar sama Mimi aja ke tebingnya." Ucap Mimi.
" iyolah." Jawab emak.
Karena asik berbincang dengan kedua orang tua dan asik menghitung hutang piutang emak kepada toko Mimi melupakan benda pipihnya.
Suara adzan isya bergema dengan sayupnya, dan mata Mimi pun sudah sangat mengantuk di tambah capek setengah hari Mimi menemani emaknya.
Mimi langsung beranjak ke belakang guna mengambil wudhu dan setelahnya langsung melaksanakan perintah Illahi yang 4 rakaat.
Sehabis sholat mata Mimi sudah tak bisa di ajak kompromi Mimi pun beranjak naik ke atas kasurnya dan rebahan.
__ADS_1
Mimi teringat di sebelahnya dia melihat benda pipih yang berada di atas kasur, diapun langsung mengambilnya dan mengecek chat di dalamnya.
Seperti biasa ada belasan panggilan tak terjawab dan puluhan chat yang masuk. Mimi membaca satu persatu chat dari seseorang yang takan adalah Syahril.
hari ini 15: 00
π²"Assalamu'alaikum dek"
π²"Dek sudah pulang?"
π²"Dek lagi dimana?"
π²"Dek lagi apa?
π²"Belum pulang ya dek?π
Hari ini 16.30
π²"Assalamu'alaikum dek."
π²"Yank...udah pulang?"
π²"Yank"
π²"Yank"
hari ini 17.45
π²"Assalamu'alaikum yank,"
π²"Yank dah pulang belum?"
π²"Yank"
π²ππππππ
Hari ini 19.00
π²Assalamu'alaikum yank.
π²"Yank. apa belum pulang juga?"
π²"Ya Allah yank, belum ada satupun yang dibalas."
π²"Yank, apa tempatnya jauh yank jam segini belum pulang juga."
π²"Yank. lama banget sih"
π²"Kangen yank"
π²"Yank kalau dah nyampe rumah balas chat kakak ya?"
π²"Yank."
π²" Yang i miss uππ"
π²"Kakak tunggu! kalau sudah sampe chat kakak ya?"
Begitu banyak chat yang masuk dari orang di seberang sana, Mimi membacanya satu persatu dan sekali-kali tersenyum dan akhirnya Mimi membalas chat tersebut.
π²"Assalamu'alaikum, kak."
π²"Maaf baru balas. baru buka HP."
π²"Mimi sampe rumah habis adzan maghrib"
π²"Kak, maaf mata Mimi ngantuk nian, badan juga capek."
π²"Maaf ya kak, Mimi mau tidur dulu."
π²"Assalamu'alaikum, miss u too."
Habis balas chat Mimi pun membaca doa hendak tidur dan akhirnya Mimi segera tidur, karena lelah Mimi pun tidur dengan nyenyak hingga pagi.
__________TBC_________
JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK KALIAN YA
VOTE
RATU
LIKE
KOMEN
MAKASIH ATAS KESETIAANNYA DI KARYA AUTHOR
__ADS_1