
"Tapi kan be.." Rudi ingin menimpali tapi terpotong karena Mimi keluar dari pintu dengan membawa nampan berisi minuman kaleng dan cemilan.
Mimi menaruh bawaan di atas meja yang berada di teras dengan diam tanpa mau berkata apa pun.
Tak lama Di'ah pun muncul.
"Assalamualaikum" ucap salam Di'ah.
"Waalaikum salam." jawab kami semua.
"Oh pantasan disuruh kesini, rupanya ada Syahril vs toh." ucap Di'ah.
"Emm kok pada diam dan keliatan pada tegang, ada apa?" tanya Di'ah kembali.
"Emangnya pada kesini gak pada belajar apa? bukannya kakak UAN kan? cerocos Di'ah.
Tapi tak ada yang ngejawab segala apa yang ucapkannya Di'ah, akhirnya Di'ah melihat ke arah mereka satu persatu, dilihatnya kenarahbkak Ryan dan kak Ryan hanya menanggapi dengan senyum lalu Di'ah lihat ke arah Mimi tapi Mimi hanya diam.
"Emang ada apa ya? kok jadi horor gini." ucap Di'ah kembali.
"Mi..." panggil Di'ah dan mendekat ke arah Mimi. "Ada apa?" tanya nya lagi.
"Emm ndakmtau Di'ah" jawab Mimi.
Diah belum puas dengan jawabnya Mimi diapun berlalu mendekat ke arah Ryan.
"Kak, ada apa?" tanya Di'ah kepada Ryan.
"Emm dek, kakak boleh tanya?" tanya Ryan.
"Boleh." jawab Di'ah.
"Kemaren adek saya Mimi kemana?" tanya Ryan.
"aku?" tanya Di'ah yang belum mengerti.
"Iya adek kemana kemaren?'' tanya Ryan kembali.
"Kemaren, nemani Mimi antar barang nya ke halte sama Dewi." ucap Di'ah.
"Terus kemana lagi dek?" tanya Ryan dan yang lain hanya menyimak.
"Kok aku merasa di interogasi ya? emang ada apa sih ini?" tanya Di'ah.
"Jawab aja Di'ah." ujar Rudi.
"Hem habis itu kami pergi ke toko buku buat beli beberapa novel dan Mimi beli buku pelajaran." terang Di'ah.
"Terus semalam Mimi ngapain ke rumahmu Di'ah?" tanya Syahril.
"Oo semalam Mimi ngantar novel aku yang kemasuk ke dalam buku-bukunya." jawab Di'ah.
"Terus ngapain lagi." tanya Syahril lagi.
"Emang ada apa sih, kok kayak diintrogasi gini." tanya Di'ah yang mulai jengah.
"Jawab aja Di'ah." ucap Syahril.
"Habis itu Mimi nelpon pakek hp aku karena hp nya di kakak." jawab Di'ah.
"Nah tuh kan kalian tau sendiri kan apa yang aku duga itu benar adanya." sahut Syahril emosi dengan gaya berdiri.
"Maksudnya ada apa sih? kenapa kak Syahril marah-marah." ultahnya Di'ah saling tidak mengerti.
Ryan yang melihat gayak Syahril yang congkak itu pun hanya diam karena belum mendengar cerita keseluruhan dari Di'ah.
"Emang Mimi nelpon siapa Di'ah?'' tanya Andri.
"Mimi nelpon Dewi dan habis itu dia nelpon mamaknya." jelas Di'ah "Emang ada apa? ada yang salah apa?" tanya Di'ah lagi yang anggun tidak tau menahu.
Semua orang menatap ke arah Syahril seakan mengintimidasi dirinya.
"Sekarang Lo mau bilang apa Riil?" tanya Rudi.
"Masih mau nuduh!" ucap Andri.
"Makanya jadi cowok itu jangan egois, lebih baik bertanya yang benar dari pada membuat opini sendiri." sindir Ryan.
Di'ah masih bingung menghadapi para lelaki yang ada disana.
"Emang ada apa sih?" tanya Di'ah dan dia mengambil satu minuman fanta.
Mimi yang sedari diam akhirnya berucap juga.
"Udah puas!" ucap Mimi.
"Sekarang lebih baik kita akhiri saja." jawab Mimi ketus.
"Mi.. Ada apa?" tanya Di'ah.
"Ndak ada apa-apa Di'ah," jawab Mimi dan berlalu pergi masuk.
Di'ah masih tidak mengerti akan situasi dia terus bertanya kepada Ryan.
__ADS_1
"Kak, ada apa ini?" tanya Di'ah yang berada di samping Ryan.
"Adek kenal Adit?" Ryan bukannya menjawab malah balik nanya dan Di'ah menjawab dengan gelengan.
"Emang siapa Adit?" tanya Di'ah.
"Pas Mimi ndak pernah cerita tentang Adit?" tanya Andri dan lagi-lagi Diah menggeleng.
"Mimi tidak pernah cerita yang namanya Adit, emang siapa dia?" tanya Di'ah.
"Adek kenal sama orang yang sering Mimi naikin ojek nya dulu." tanya Ryan.
"Yang aku tau Mimi cuma langganan aja sama tu ojek, dan Mimi Ndak pernah cerita juga." ucap Di'ah.
"Emang ada apa? ada hubungan apa dengan Mimi dan Adit yang kakak bilang itu?" tanya Di'ah.
"Adit itu cowok yang suka sama Mimi dan Syahril cemburu." terang Ryan
"Apa!! hahaha, kak Syahril cemburu sama dia? sudah berapa lama kakak kenal Mimi?" cerocos Di'ah.
"Hampir dua tahun kita saling kenalkan? tapi kakak tidak mengenal siapa Mimi! Pucuk amat kak kalau kakak memiliki pikiran seperti itu." ucap Di'ah yang tidak terima akan tuduhan Syahril terhadap Mimi.
"Dan.. Oh ya tadi Kakak nanya Mimi nelpon siapa itu berarti kakak nuduh Mimi menghubungi tuh cowok pakem hp aku gitu maksudnya!!" ucap Di'ah emosi dengan geleng-geleng kepalanya yang tidak mengerti akan Syahril.
"Maaf ngomong ya kak, Mimi itu banyak yang mau kak tapi dia tetap tidak menggubrisnya karena apa kakak pasti tau lah." Di'ah terus nyerocos.
"Kalau kakak sampe begini lebih baik kakak udahan aja sama Mimi," ucap Di'ah dan berlalu pergi masuk menemui Mimi.
Syahril yang sudah skak mat hanya diam tak bisa berkomentar.
Ada rasa menyesal dan bahagia bahwa sang pujaan hati ternyata benar menjaga hatinya.
Ryan yang minat Syahril hanya diam dan menundukkan kepala hanya geleng kepala.
"Sekarang keputusan ada ditangan Lo" ucap Andri sbil menepuk bahu Syahril.
"Beberapa kali kita ingatin Lo Riil, tapi Lo nggak mau dengar. Tanyakan baik-baik dari pada Lo memfitnah gini." ucap Rudi.
"Sekarang Lo pasti menyesalkan dengan apa yang Lo tudingkan nggak benar." imbuh Rudi lagi.
"Yaudah sekarang Lo samperin Mimi dan mintaaaf saya dia." Ucap Andri, Syahril pun menatap ke arah Andri mengangguk dan berlalu masuk diikuti tiga orang sepupunya.
Disaat sampai pintu kamar mereka mendengar percakapan Mimi dan Di'ah.
"Mi, jadi gimana kedepannya hubungan Mimi sama kak syahril." tanya Di'ah.
"Hmm ndak tau Di'ah, yang pasti kesabaran Mimi ada batasnya Di'ah." ujar Mimi.
"Aku heran dan ndak menduga kenapa kak Syahril sejauh itu sampai menuduh Mimi janjian ketemuan sama si Adit di mall semalam, apa lagi sampai bilang Mimi hubungi si Adit pakek hp aku." ujar Di'ah yang rebahan di atas ranjang Mimi.
"Kalau Mimi berakhir sampai kak Syahrilaka aku pun akan mengakhiri hubunganku dengan kak Ryan." ucap Di'ah dan karena ucapan itu Ryan yang sedang berada di bilik pintu kamar Mimi menatap Syahril tajam.
"Kenapa gitu?" tanya Mimi.
"Ya harus Mi, aku ndak mau disaat Mimi terpuruk gini aku malah asik-asikkan dengan kak Ryan." jawab Di'ah.
"Jangan gitu Di'ah, kak Ryan ndak salah jangan sampe kna imbasnya." tutur Mimi.
''Mimi ndak apa-apa kok, tuh Mimi harus menata hati Mimi kembali Di'ah, karena kita tidak tau jodoh kita kelak siapa." ujar Mimi lagi.
"Tapi aku Ndak bisa Mi." ucap Di'ah keukeuh.
"Apa Emma dan yang lain tau?" tanya Di'ah.
"Ndak mereka belum tau." jawab Mimi.
"Aku yakin mi, kqlalau mereka tau terutama manda tau dia pun juga akan mengambil keputusan yang sama dengan aku." Andri yang mendengar punikutbmenatap tajam ke arah Syahril.
Dalam pemikiran Ryan dan Andri adalah?
Mimi terus mengungkapkan penat hatinya kepada Di'ah tanpa mereka sadari kalau di balik pintu ada empat orang lelaki yang ikut mendengar bahkan ada dua lelaki yang was-was akan nasibnya berdua.
Ryan dan Andri menarik tangan Syahril menjauh dari balik pintu.
"Lo dengar kan Riil, akibat ego Lo hubungan gue ma Di'ah juga ikut terseret." ucap Ryan .
"Gue gak mau tau Riil, Lo selesaiin baik-baik jangan karena ego Lo hubungan gue juga ikut-ikutan terseret gini." ucap Andri.
"Sudah sudah kenapa kalian malah ribut sih." lerai Rudi.
"Pokonya gue gak mau tau." ucap Ryan dan Andri.
Ryan kembali ke arah kamar Mimi dan mengetuk pintu kamar Mimi namun sebelum mengetuk dia mencoba mendengar percakapan Mimi dan Di'ah kembali.
"Mi, apa Mimi sudah Ndak ada rasa sama kak Syahril?'' tanya Di'ah.
saat Diah bertanya seperti itu Syharil Andri dan Rudi pun mendekat dan akhirnya mereka mendengarkan kembali.
"Ndak tau Di'ah, apa masih atau tidak rasa itu." jawab Mimi.
''Deg'' Syahril merasa runtuh segala pertahanannya.
"Kalau kak Syahril masih mencintai Mimi apa Mimi mau memaafkan nya?' tanya Di'ah kembali.
__ADS_1
"Ndak tau Di'ah, sakit hati Mimi sewaktu dia hilang tanpa kabar masih ada ini ditambah lagi rasa sakit saat dia menuduh Mimi dengan apa yang tidak Mimi lakukan."Terang Mimi. Syahril sudah ingin mendorong pintu kamar namun ditahan oleh Andri.
"Maksudnya apa Mi?" tanya Di'ah yang emang tidak tau.
"Hmm waktu awal semester lalu yang Mimi sering pulang naik ojek dia mendiamkan Mimi Di'ah." ucap Mimi dan menarik nafas.
"Jadi waktu Mimi pulang naik ojek alasan Mimi ngerjain tugas bimbel bohong!" ucap Di'ah.
"Ndak semua bohong Di'ah, Mimi hanya ingin menghindari nya dan Mimi berupaya untuk menata hati Mimi lagi agar tidak terlalu sakit bila suatu saat akan terjadi yang tidak kita inginkan, ya seperti saat ini." jelas Mimi.
"Emangnya kenapa dia mendiamkan Mimi?" tanya Di'ah.
"Mimi ndak tau Di'ah sampe saat ini pun dia belum menjelaskan nya." jawab Mimi yang tidak menyatakan sebenarnya.
"Terus kalau gitu kenapa Mimi baikan kemaren. Dan kenapa Mimi tidak cerita ke kita-kita mi." ucap Di'ah.
"Karena Mimi tau siapa kalian, makanya Mimi tidak mau ceritakan. ini aja Di'ah sudah bilang kalau Di'ah akan putus sama kak Ryan kalau Mimi akhiri hubungan Mimi dengan kak Syahril. Mimi tidak mau hanya karena Mimi kalian mengorbankan masa bahagia kalian." ujar Mimi.
"Udah ah lupain tapi Mimi minta saran Di'ah apapun yang terjadi nanti dengan hubungan Mimi, Diah jangan bilang tindakan bodoh ya." ucap Mimi dengan tatapan sayu dan mohon kepada Di'ah.
Syahril yang sudah tidak tahan akhirnya dia mengetuk pintu kamar Mimi.
Tok tok tok
Di'ah yang mendengar suara ketukan dia pun beranjak untuk membuka kan pintu kamar. Di'ah terkejut saat dilihat semua lelaki berada di balik pintu tersebut, Mimi pun melihat ke arah pintu yang di buka Di'ah dan Mimi pun kaget.
"Eh kak, ada apa?" tanya Di'ah basa-basi.
"Dek keluar dulu yok," ajak Ryan pada Di'ah.
"Tapi." jawab Di'ah dan Ryan langsungenarik tangan Di'ah.
Di'ah dan yang lain duduk di ruang tamu dan tinggallah Syahril yang berada di balik pintu dan Mimi masih berada dalam kamar nya.
"Dek." Panggil Syahril, Mimi hanya melihat dan diam.
Syahril yang melihat Mimi diam dialineberamikan diri masuk ke dalam kamar setelah dia meminta izin.
"Abang masuk ya?" ucap nya langsung masuk dan duduk di bawah Mimi.
"Maafkan Abang" ucapnya dengan memegang kedua tangan Mimi. Mimi hendak menghindari genggaman itu tapi telat.
"Maafkan kakak, kakak hanya takut dek." ucapnya, Mimi masih mendengar kan namun Mimi enggan melihatnya.
"Dek, maafkan kakak." ucapnya sbol.encoum kedua tangan Mimi yang masih dalam genggamannya.
"Kakak tau kakak salah, kakak tidak bisa melihat adek bersama lelaki lain."
"Kakak melakukan itu karena kakak sangat menyayangi dan mencintai adek."
"Kak tidak mau adek bersama dia. kakak melakukan itu karena kakak tau dia sangat menyukai adek,"
"Dia menyukai adek telah lama dek, diaenyukai adek sejak adek masih SMP."
Mimi yang mendengarnya hanyaengeritkam keningnya tidak mengerti.
"Dek, liat kakak." ucap Syahril dan berdiri berpindah duduk di samping Mimi.
"Liat kakak, apa yang kakak omongin ini benar dek. Dia sudah lama menyukai adek. Dan adek tau?" ucap Syahril dengan menatap Mimi berharap Mimi meresponnya.
"Kalau dia menyukai Mimi bukan berarti Mimi juga suka sama dia. Dan kenapa juga kakak sampe segitunya menuduh Mimi." ucap Mimi ketus.
"Kakak tau kakak salah, maafkan kakak." ucapnya.
"Darimana kakak tau, dia menyukai ini sejak lama." tanya Mimi yang mulai ingin tau.
"Kakak mendengarnya sendiri dek, kakak mendengarkannya dari mulutnya sendiri." ucap Syahril
Syahril melihat ke arah Mimi dan menatap wajah Mimi dengan intens.
"Kak tau disaat kakak makan bakso sambil melihat anak-anak bermain badminton di lapangan. Bahkan dia juga punya foto adek di hpnya." terang Syahril, Mimi masih mendengarkan.
"Waktu itu dia juga duduk bersama teman-temannya di kedai bakso itu, dia mengenalkan adek kepada teman-teman nya dan dia juga menunjukan Poto adeknya gue ada di hp nya." ucap Syahril.
"Dan kenapa Kakak marah sama dia, karena kakak tidak suka sama dia dan teman-temannya.
"Kenapa kakak tidak suka? Emang dia berbuat apa sama kakak?" tanya Mimi
"Mereka tidak berbuat apa-apa sama kakak waktu itu tapi kakak tidak suka karena mereka menjadikan adek ....?"
Ah di gantung dulu ya 😉😉 kita lanjut ke bab selanjutnya.
selamat siang selamat beristirahat selamatan baca.
Jangan lupa beri dukungannya ya, hari ini udah up 3 bab dengan 6k kata lebih Lo..
Tinggalkan jejak kalian.
vote
rate
like
__ADS_1
komen
🎆🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH 🎆🎆🎆🎆🎆