
Dengan hati yang masih di kuasai rasa emosi, Ryan turun ke bawah menuju ruang makan.
Di ruangan tersebut kekuarganya sudah duduk pada kursi masing-masing.
"Assalamualaikum" ucap Ryan ketika tiba di meja makan. Ryan langsung mengecup pipi ummi serta abi nya.
"Walaikum salam" jawab mereka serentak.
"Nih makan dulu." ucap ummi sembari memberikan sqtu piring burgo pada Ryan.
"Makasih ummi." ucap Ryan.
"Istri mu mana nak?" Tanya ummi.
"Emm dia masih di atas ummi." jawab Ryan.
Ummi hanye mengangguk dan tersenyum, namun matanya melihat ke arah tangan Ryan khusunya di bagian buku-buku tangannya.
Tanpa banyak tanya ummi beranjak dan berjalan menuju salah satu lemari yang berada dalam ruangan makan. Ummi mengambil Kotak P3K, tak lupa ummi juga mengambil baskom kecil dan di tuangnya air oanas dan di campur air dingin hingga air terasa suam dan tak lupa pula handuk kecil.
Sesampainya di meja makan, ummi duduk di samping sang anak.
"Sini biar ummi kompres dan obati dulu." ucap ummi seraya mengambil tangan Ryan yang terluka.
"Pagi-pagi latihan tinju om?" celetuk Baiq, Ryan hanya mengangguk dan tersenyum.
"Ndak usah ummi," ucap Ryan dengan memegang kedua tangan ummi yang melahirkannya.
"Nanti saja Ryan obati di rumah sakit." imbuh Ryan, ummi menggeleng dan kembali menarik tangan Ryan.
"Jangan membantah, setidaknya biarkan ummi kompres dan kasih salep luka." ucap Mimi sembari memulai mengompres luka-luka di buku tangan Ryan, setelah di kompress air hangat suam, ummi kembali mengompres dengan alkohol.
"Hissst" Desis Ryan, saat alkohol mengenail luka-lukanya.
Sakit pada lukanya tak seberapa, namun sakit hati nya pada sikap Di'ah tadi sangat menusuk bahkan mengiris hati kecilnya.
"Lain kali perbanyak istighfar nak, jangan ikuti hawa nafsu. Kontroo emosi mu dengan perbanyak istighfar agar tidak menyakiti diri sendiri." ucap ummi dengan kata nasihat.
"Iya ummi, maafkan Ryan." jawab Ryan.
"Nak" panggil Abi.
"Iya Bi." Jawab Ryan.
"Ammi, datuk, Baiq dah siap. Baiq berangkat sekolah dulu." ucap Baiq seraya beranjak dari kursi dan swgera menghampiri ummi dan abi untuk bersalaman, tak lupa kepada kedua om nya juga di salami nya.
"Ohx ya Iq, magtic ndak pakai kan?" tanya Ryan ketika Baik menyalaminya.
"Ndak om, kan Baiq pakek moge om Ryan hehehehe" Jawab Baiq dengan mengerlingkan sebelah matanya.
"Kunci matic dimana?" tanya Ryan kembali.
"Tuh di dalam bofet depan, emang om mau pakai matic pergi kerja?" ucap Baiq.
"Ndak, om kerja pakai mobil. Itu buat tante Di'ah." ucap Ryan.
"Oo giru, ya udah kunci di bofet depan, Baiq berangkat dulu. Assalamualaikum." ucap Baiq.
"Waalaikum salam," jawab ryan dan yang lain.
"Belajar yang rajin." imbuh Ryan dengan mengusap kepala keponakannya itu.
"Siiiip lah." jawab Baiq dengan mengacungkan kedua jempolnya.
Setelah Baiq berangkat ke sekolah, abi kembali berbicara pada Ryan.
"Kamu mau kemana? kenapa bukan bersama kamu saja Di'ah perginya." Tanya Abi.
"Iya nak, memangnya Di'ah mau kemana?" sahut ummi.
"Emm Ryan mau kerumah sakit Bi, kebetulan dua tiga hari ini ada banyak pasien yang sudah di jadwalkan operasi." Jawab Ryan, Abi hanya mengangguk.
"Nah kemarin Ryan ke rumah sakit dan ketemu sama umma. Umma minta tolong bantu Rendi untuk memghandle pasien-pasien yanh sudah terjadwal oleh dokter yang menangani pasien sebelumnya."
"Emang kemana dokter yang menanganinya nak?" tanya ummi disela membalut luka Ryan.
"Dua dokter sebelumnya sedang ada seminar serta penyuluhan di bali dan di jakarta. Yang satu nya sedang mengikuti ujian ummi di Singapore." jawab Ryan.
"Jadi dokter bedah cuma ada Rendi, makanya umma minta bantuan Ryan begitu juga Rendi ummi, Abi." terang Ryan.
"Oo kalau gitu laksanakan amanah umma dengan baik nak. Tanpa dia mungkin abi tidak bisa menyekolahkan kalian setinggi ini di luar negeri pula."
"Embankan tanggung jawabmu dengan baik, tidak hanya tanggung jawab pada pekerjaan tetapi tanggung jawabmu sebagai seorang anak serta suami nak." imbuh Abi.
"Iya Bi insya allah." jawab Ryan
"Kamu tau kan nak tanggung jawabmu sebagai seorang suami juga merupakan kewajiban mu sebagai suami terhadap istri mu?" tanya Abi.
"Ryan tau Bi." jawab Ryan menunduk.
"Kalau kamu lupa, Abi akan ingatkan kembali."
"Menurut Imam Al-Ghazali di dalam kitabnya yang berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail, Imam Ghazali (Kaira, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halam 442) menjelaskan mengenai adab suami terhadap istrinya, yang berbunyi sebagai berikut:
“Adab suami terhadap Istri, yakni: berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah.
Kemudian juga menjaga harta istri, tidak banyak mendebat, mengeluarkan biaya untuk kebutuhan istri secara tidak bakhil (pelit), memuliakan keluarga istri, senantiasa memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri.”
"Ada juga beberapa kewajiban suami terhadap istri menurut Agama Islam yang harus kamu penuhi, antara lain:
Memberikan Mahar
__ADS_1
Perlu kamu pahami bahwa mahar bukan hanya sekadar syarat sah menikah saja. Tapi juga sebuah bentuk pemenuhan kewajiban kamu sebagai suami terhadap istri untuk pertama kalinya, sekecil apapun nominalnya.
Memberikan Nafkah yang Halal
Nafkah merupakan hak istri yang wajib dipenuhi oleh suaminya.
Perlu kamu ingat bahwa di dalam rumah tangga, kelangsungan hidup istri dan juga anak-anak mu kelak berada di pundak mu. Kewajiban memberi nafkah yang cukup dan berilah keluargamu nafkah yang halal.
Menggauli Istri dengan Baik
Selain pemenuhan nafkah secara lahir, istri juga berhak dipenuhi kebutuhan nafkah batinnya dan juga lahiriah atau seksualnya.
Menunjukkan Kasih Sayang yang Tulus
Jalinlah komunikasi yang baik kepada istrimu, hindari berbicara dengan cara mengintimidasi yang seakan-akan memerintah satu sama lain. Jangan sekali-kali berbicara dengan nada yang tinggi kepada istri mu nak. Terlebih sampai mengeluarkan kata-kata yang kasar dan menyakiti hatinya.
Kasihlah dia kasih sayang mu setulus hati mu.
Menghormati Istri
Hormatilah istrimu sebagaimana kamu menghormati ummi, dengarkan perkataan istri mu dengan baik, menghargai setiap pendapatnya, melaksanakan perintahnya, dan juga menjaga nama baik istri di depan keluarga serta orang lain.
Menghormati Keluarga Istri
Hormati keluarga dari pihak istri, muliakanlah keluarganya terutama orang tuanya, sebagaimana kamu menghormati abi dan ummi
Menjaga Aib Istri
Ini yang terpenting nak, dirimu sebagai suami merupakan imam di dalam keluarga dan kewajiban mu terhadap istri mu yang paling utama adalah membimbing istri dan keluarga supaya selalu mematuhi perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.
Abi bangga dengan kamu mengizinkan istrimu untuk tetap menuntut ilmu saat ini. Namun imbangi juga, beri dan bantu dia untuk belajar di berbagai hal baik, dan ajarkan ilmu-ilmu agama yang baik karena itu juga sangat berguna buat dirinya yang mana kelak dia akan menjadu seorang ibu, yang mana dia adalah madrasahnya buat anak-anakmu kelak.
Memaafkan Kesalahan Istri
Hal ini juga meruoakan kewajibanmu, jika istrimu membuat kesalahan dan dia menyadari dan meminta maaf padamu maka maafkanlah.
Walaupun dia belum menyadari akan kesalahannya maka maafkanlah dia nak karena dengan memaafkan akan menjauhkan hubungan suami istri dari perasaan dendam yang dapat mengakibatkan keretakan dalam rumah tangga. Selain itu imbangi dengan komunikasi yang baik. Supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.
Tidak Pelit Terhadap Istri
Jangan perhitungan jika ingin memberikan nafkah kepada istri mu untuk kebutuhan rumah tangga. Toh semuanya juga untuk keluarga.
Menjadi Kepala Keluarga yang Baik
Allah SWT memandang laki-laki sebagai pelindung keluarga yang dinyatakan dalam Alquran surat An-Nisa, ayat 34:
Artinya:
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (Surat An-Nisa’ ayat 34).
Melayani Istri
Dalam rumah tabgga itu tak hanya istri yang harus melayani suami. Namun suami juga harus bisa melayani istri agar hubungan suami istri selaras dan selalu terjalin keharmonisan dalam rumah tangga.
Memenuhi Keinginan Istri
__ADS_1
Kewajiban suami terhadap istri selanjutnya adalah memenuhi semua keinginan istri. Selama keinginan istri tidak membebani suami atau bertentangan dengan ajaran agama, maka suami diwajibkan untuk memenuhinya dengan baik dan ikhlas.
Tidak Curiga Terhadap Istri
Terapkan rasa saling percaya karena itu merupakan sebuah pondasi yang sangat penting dalam kehidupan berumah tangga agar umah tangga kalian awet dan langgeng.
Menjaga Harta Istri
Nah hal ini juga merupakan kewajibanmi nak. Jagalah harta nya walau harta itu di dapat dari mu.
Apa lagi itu adalah harta dari dirinya sendiri. Seperti saat ini dia berkerja juga walau dirimu telah memberikan nafkah padanya dan dia menabung sebagian nafkah mu itu.
Jika suatu waktu kau memerlukan uang atau biaya apa pun namun kamu sedang tak memiliki sepeser pun, maka jika kau memerlukan itu, datanglah pada istrimu dan katakan bahwa kau sedang membutuhkan biaya dan berniat memakai hak atau tabungan istrimu.
Walau kamu sebagai seorang suami merasa memiliki hak penuh atas harta istri mu, maka wqjib bagimu memijta izin padanya.
Kedaulatan perempuan atas kepemilikan harta ini sudah tertuang dengan jelas dalam perintah Al-Quran yang ada di dalam Surat An-Nisa’ ayat 4 mengenai kewajiban pemberian mahar oleh seorang suami kepada istrinya.
Artinya:
“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (Surat An-Nisa’ ayat 4).
Bertutur Kata yang Lembut Terhadap Istri
Seperti tang abi katakan swbelumnua berkomunikasi lah dengan cara yang baik dan lembut itu akan membuat hubungan mu dan istri menjadi semakin harmonis.
Sebagaimana dijelaskan dalam ayat:
(Fa bimaa rohmatim minallahi lingta lahum, walau kunta fazhzhon gholiizhol-qolbi langfadhdhuu min haulika fa’fu ‘an-hum wastaghfir lahum wa syaawir-hum fil-amr, fa izaa ‘azamta fa tawakkal ‘alalloh, innalloha yuhibbul-mutawakkiliin.)
Artinya:
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS. Ali Imran: 159).
Memberikan Janji yang Baik
Jika kamu belum mampu saat ini maka berikanlah janji pada istrimu namun berikanlah janji yang baik untuk dirinya dan keluargamu.
Bersikap Lapang Saat Sedang Sendiri
Yang terakhir ini juga sangat penting, namun Abi percaya bahwa kamu bisa nak karena saat ini pun telah kau jalani.
Namun kelak bila kamu dan Istrimu bersatu, maksud Abi tak LDR lagi. Maka jangan pula kau tinggalkan sikap mandiri yang telah kau jalani sebelum bersama nya.
Dalam rumah tangga itu, kita perlu saling bahu membahu satu sama lain. Misalnya dalam mengurus rumah tangga.
Jika istrimu sedang memasak maja setidaknya dirimu bantu dia minimal merapikan tempat tidur atau membersihkan rumah, entah itu menyapu atau mengepel.
Nah demikianlah nak penjelasan Abi mengenai kewajiban suami terhadap istri yang harus kamu penuhi dan pahami.
Hal ini Abi ucapkan bertujuan agar hubungan rumah tangga mu selalu terjalin dengan baik dan bisa membawa mu maupun istrimu ke dalam kehidupan yang damai dan dekat dengan Allah SWT.
Jadi nak itulah beberapa kewajiban seorang suami terhadap istri, paham kan?" ucap Abi.
"Paham Bi" Jawab Ryan.
"Kalau paham maka laksankanlah nak." ucap Abi.
"Hmm Bi, bukan Ryan tidak ingin membelikan apa yang dia mau Bi, Semua sudah Ryan pikirkan." Ucap Ryan menarik nafasnya dalam.
"Bukan Ryan tak mampu membelikannya mobil, tetapi buat apa? sedangkan dia tidak tinggal di sini sementara waktu, jika ei belikan mobio sekarang gunanya apa? kan tidak dia pakai juga."
"Ryan hanya berpikir kedepannya saja, dari pada dibelikan mobil lebih baik duitnya buat biaya dia selama di LA, buat biaya hidup dan kuliahnya."
"Kalau bukam Ryan yang mengeluarkan biaya terus siapa lagi. Ryan dukung kemauan dia buat kuliah lagi karena ilmu itu penting."
"Maka dari itu Ryan tidak mau menuruti keinginannya itu karena dia bekum membutuhkannya. Kalau dua tidak kuliah dan tinggal di sini tentu Ryan akan penuhi keinginannya itu." terang Ryan.
"Hemm jadi begitu." Ryan mengangguk
"Kalau begitu, bicarakan baik-baik dam beri istrimu pengertian." ucap Abi.
"Iya Bi, makasih nasihatnya. Insya allah akan Ryan terapkan." ucap Ryan.
"Emm Bi, ini sudah siang. Ryan berangkat dulu." ucap Ryan sembari menyalami kedua orang tuanya.
"Oh ya Mi, kalau Di'ah turun kasih tau saja ketak kunci motor Baiq." imbuh
Ryan.
"Iya kamu hati-hati kerja. Kamu ndqk pamit sama Di'ah? ucap ummi.
"Tadi sudah ummi, Ryqn berangkat dulu. Assalamualaikum." ucap Ryan.
__ADS_1
"Waalaikum salam." jawab ummi dan abi serta Di'ah di balik tembok.