
Saos tomat cocolan tahu
Minumnya minum susu
Hari jum'at baca Dokter jantungku
Masukan dan dukungannya selalu ku tunggu
Sungai besar panjang terbentang
Mengarunginya pakai perahu
Salamualaikum selamat Siang
Mari kita lanjutkan Dokter Jantungku
*******ππππ*******
Lelah yang dirasakan takkan sebanding dengan kebahagian yang ditoreh oleh pasangan muda-mudi.
Seharian berjalan-jalan seakan waktu tak ingin cepat berlalu, namun tugas-tugas telah menanti untuk di sambangi.
Sehabis makan durian dan membeli durian kami langsung pulang karena haripun sudah sore, kami pulang melewati jalan yang kami lewati sewaktu pergi namun tidak melewati jembatan Aur Duri 2.
Kami melewati separuh jalan yang langsung tembus ke kampung kami, jadi tak begitu banyak makan waktu di jalan.
Jalan yang kami lewati ini jalan arah ke rumah kak Syahril cs, kak Syahril mengajak kami untuk singgah ke rumah nya namun kami tolak karena waktu yang tidak memungkinkan, dia pun mengerti dan langsung mengantar kami semua ke rumah kami masing-masing.
Hanya memakan waktu 15 menit dari rumah Kak Syahril ke kampung mimi.
Sesampainya di rumah kak Syahril turun di rumah Mimi dan kak Ryan turun di rumah Di'ah, dan yang lain langsung jalan untuk pulang dan mengantar para kekasih mereka.
Semua orang masih berkumpul di teras rumah, kami pun menaiki tangga dan seraya mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum." ucap kami berdua.
"Waalaikumsalam." di jawab sama keluarga Mimi yang sedang duduk di teras.
"Baru nyampe Mi.." ucap oom Mimi entah itu sebuah pertanyaan atau sebuah sindiran karena kami nyampe rumah sudah kesorean.
"Iya om" jawab Mimi.
"Oh ya Mak, pakdo dan yang lain ini ada durian." tawar kak Syahril buat semua dan menaruh durian di tengah-tengah mereka duduk.
"Durian.. Emang kalian tadi dari mana? " emaknya Mimi bertanya kepada kami berdua.
"Kami tadi ke muaro jambi mak." kak Syahril yang menjawabnya.
"Apa lagi musim di sana Riil?" tanya pakdo.
"Kayaknya begitu pakdo dan kebetulan tadi juga lagi ada festival buah di sana. " kak Syahril menjawab.
Kebetulan sewaktu kami ke muaro jambi memang lagi diadakan festival buah yang ada di tanam para penduduk sana.
Tak lama kak Ryan datang ke rumah Mimi.
"Assalamu'alaikum." ucap kak Ryan.
"Waalaikumsalam." jawab kami semua.
"Ayo Ryan masuk." ajak pakdo kepada Ryan.
"Iya pakdo." jawabnya sambil tersenyum ramah.
"Darimana Ryan?" tanya emaknya Mimi.
"Dari sebelah mak. " Kak Ryan menjawab dengan tersipu malu.
Karena sore hari mentarinya sudah berubah warna jingga menandakan waktu siang kan berganti malam.. Kak Syahril dan kak Ryan pamit untuk pulang..
"Mak, pakdo, semuanya kami pulang dulu sudah sore." pamit kak Syahril kepada semua orang.
"Sekalian aja sholat maghrib dulu disini Rill." pakdo mengajak kak Syahril dan kak Ryan agar sholat maghrib terlebih dahulu.
"Sholat di rumah saja pakdo, soalnya belum mandi juga." jawabnya sembari berdiri hendak bersalaman.
"Oh baiklah hati-hati di jalan dan makasih duriannya. " ucap pakdo kepada mereka sambil bersalaman.
"Assalamu'alaikum." ucap kak Syahril dan kak Ryan bersamaan.
"Waalaikumsalam." jawab kami semua.
Kak Syahril dan kak Ryan pun langsung mengendarain mobilnya dan pulang.
Mimi langsung masuk dan segera pergi untuk bersihkan dirinya, karena lantunan ayat suci Al-Quran di masjid sekitar telah melantunkan dengan merdu menjelang adzan maghrib di kumandangkan.
Selesai mandi , Adzan pun berkumandang Mimi langsung berwudhu dan akan melaksanakan sholat maghrib.
__ADS_1
Kewajiban sudah di tunaikan, dan semua keluarga makan malam bersama, sehabis makan dilanjutkan dengan makan durian sambil menunggu waktu.
Sedangkan Mimi langsung belajar karena esok ada pelajaran PPKN yang mana ada hafalan UUD beserta bab dan ayat-ayat nya.
Jam 7 pakdo, dan oom beserta keluarganya akan berangkat pulang ke tempat kerjanya lagi, emak dan adiknya mimi juga ikut pulang bersama mereka naik mobil karyawan.
"Mi.. mak balek dulu." pamit emak kepada Mimi.
Mimi pun berhenti belajar sejenak dan ikut mengantar mak walau hanya didepan rumah,
mak dan yang lain di antar pakai motor secara berangsur ke jembatan aur duri, karena mobil karyawan menunggu di gapura dekat jembatan aur duri.
Suasana rumah kembali sepi, seperti biasa sebelum emak berangkat selalu berpesan agar terus rajin belajar dan jangan tinggalkan sholat.
Waktu terus berjalan malam pun sudah larut. mimi melihat jam didinding sudah menunjukan jam 11 malam dan Mimi belum melaksanakan sholat Isya, Mimi pun segera berwudhu dan melaksanakan sholat isya sebelum dia tidur.
****
Jam 3.30 subuh Mimi terbangun berasa ingin BAK maka diapun keluar kamar dan menuju kamar mandi, setelah hajatnya selesai Mimi pun mengambil wudhu untuk menjalani sholat lail.
Sholat lail sudah dilaksanakan, Mimi mengulangi pelajaran PPKN dan menghafalkan kembali UUD.
Sangking asiknya menghafal suara adzan subuh pun berkumandang, Mimi belum beranjak dari duduknya.
Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu tok tok tok
"Mi... sudah bangun belum cepat sholat subuh lagi.." Nyai membangunkan Mimi.
"Sudah Nyai, bentar." sahut Mimi dari dalam kamar.
Akhirnya Mimi pun keluar untuk mengambil wudhu dan menjalankan sholat subuh.
Selesai sholat Mimi kembali ke kamar mandi untuk mencuci pakaian kotor dan setelah mencuci selesai dia pun langsung mandi.
Nyai membeli kue-kue buat sarapan dan tak lupa dia juga membuat teh buatku sarapan sebelum berangkat sekolah.
Semua pakaian telah terjemur, Mimi pun bersiap-siap mengganti pakaian dengan seragam, karena hari ini hari senin maka Mimi harus berangkat lebih awal.
Sehabis sarapan sepotong kue dan meminum teh Mimi langsung pamit kepada Nyai dan segera berangkat sekolah tak lupa dia mampir kerumah Di'ah untuk berangkat bersama.
Sesampai sekolah semua siswa-siswi sudah berkumpul dilapangan untuk melaksanakan upacara bendera.
Upacara telah selesai dilaksanakan dan kami suatu masuk ke kelas masing-masing, di kelas Mimi pelajaran pertamanya PPKN.
"Eh mi.. Nanti bisikin ya kalau aku gak tau ayat atau pasal sama bab nya ya." ucap Andika teman kelas Mimi.
"Makanya belajar." jawab Mimi sambil berlalu pergi ke mejanya.
Tok tok tok
"Siang semua. " ucap bu Rusmia
"Siang buk.." ucap kami semua.
Dah dig dug kecemasan menyertai kami semua, secara bu Rusmia Guru yang tegas, bagi yang tidak mengikuti apa yang diperintahkan nya maka bersiap-siaplah mendapatkan hukumannya.
"Bagaimana semua, sudah siap dengan hafalannya?" ucapnya sambil mengayun kan penggaris kayu yang panjang ke telapak tangan satunya.
Tak banyak yang menjawab dari kami karena kecemasan sudah menghantui.
Akhirnya bu Rusmia pun menunjuk salah satu temanku dan dia bertanya mengenai isi pasal 30 ayat 1 UUD 1945.
Temanku berhasil menjawabnya dan dia bebas akan hukuman dan sekarang giliran Andika yang di tunjuk dan Andika langsung melirik Mimi yang berada di sampingnya namun Mimi hanya tersenyum.
Bu Rusmia melihat gelagat dari Andika dia pun menegur Andika.
"Andika.. Kenapa kau melirik-melirik ke samping." ucap bu Rusmia dan bu Rusmia pun beralih jalan ke samping Mimi agar Andika tidak melihat ke arah Mimi lagi..
"Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. Itu terdapat di pasal berapa dan ayat berapa Andika?" tanya bu Rusmia kepada Andika.
Andika orangnya yang somplak tak ada bagi dirinya tanpa candaan dan cengengesan.
Bu Rusmia melotot kan matanya ke arah Andika dan bertanya lagi..
"Ayo Andika apa jawabnya, jangan cengengesan terus." ucap bu Rusmia sambil mengayunkan penggaris panjangnya.
"Apa bu pertanyaannya" tanya Andika balik ke bu Rusmia dan bu Rusmia pun mengulangi pertanyaannya.
Andika masih terdiam seolah dia sedang berpikir.
"Apa Andika?" tanya bu Rusmia yang mengagetkan lamunan Andika
"Pasal 28 ayat 4 bu" Andika menjawab dengan spontan.
"Apa kata mu?" tanya Bu Rusmia dengan seringai menakutkan.
"Eh apa bu.. Salah ya bu hehee." jawab Andika dengan cengengesan nya.
__ADS_1
"Kamu mau Balok, Semut, Apam, Atau Gomak." ucap bu Rusmia sambil memperagakan tangannya.
Balok hukumam berupa penggaris panjang yang akan di pukul kan ke kakinya.
Gomak hukuman berupa tinjauan ke pundak.
Apam hukuman berupa tamparan ke pundak juga.
Semut hukuman berupa cubitan halus nyelekit berputar di arahkan ke pinggang.
"Ayo kamu mau pilih apa?" ucap bu Rusmia.
"Semut aja buk.." jawab Andika dan bu Rusmia langsung melakukan aksinya dan Andika menjerit kesakitan"Auwww"
"Ini hukuman bagi yang tidak mau belajar." ucap bu Rusmia dan dia melanjutkan pertanyaan ke siswa-siswi lainnya dan lagi-lagi ada yang kena hukuman maut bu Rusmia.
Dianggap cukup dengan hafalan bu Rusmia melanjutkan dengan pelajaran inti dan kami semua mendengarnya dengan baik hingga waktu selesai..
Sebelum pelajaran selesai bu Rusmia selalu memberikan tugas-tugas hafalan itu kembali dan menginginkan kepada kami agar belajar jika tidak ingin mendapatkan hukuman lagi.
Jam istirahat tiba.. Teman-teman Mimi yang kena hukuman pada menyeringai menikmati rasa dari Balok, semut. apam dan gomak.
Andika si somplak terus saja menyalahkan Mimi.
"Ah Mimi payah bukannya bisikin jawaban malah senyum-senyum." ucapnya
"Ye salah siapa juga tak mau belajar, pacaran aja terus sana. Weee." jawab Mimi sembari langsung keluar kelas hendak bergabung bersama teman-temannya.
"Kenapa Mi?" tanya Emma.
"Gak apa-apa." jawab Mimi sambil mengangkat bahunya.
"Ayo ke kantin." ajak Di'ah kepada kami semua.
"Ayoo let's Go.." ucap kami berbarengan
Seperti biasa kami memesan makanan dan makan di bawah pohon mangga, namun kami merasa ada yang kurang di sana.
"Eh tumben Kak Syahril CS gak ada?" tanya Novi.
Emma, Manda dan Di'ah celingukan mencari kemanakah gerangan, namun tak ditemukan di sekitar.
"Iya Mi.. kamana ya?" ucap Emma sambil duduk.
"Gak tau, udahlah ayo makan nanti dingin." ucap Mimi asal dan langsung menyantap makanannya.
Jam istirahat pun berakhir kamipun masuk ke kelas masing-masing.
Hari ini Mimi tidak melihat sesosok Ahmad Syahril Al-Jufri, penuh pertanyaan di pikiran Mimi, Mimi juga tidak bertemu dengan bang Idho dan yang lainnya juga.
Selama pelajaran selanjutnya Mimi hanya diam dan hanya memperhatikan Guru yang sedang memberikan penjelasan di depan.
Waktu pun terus bergulir dan bell akhir pelajaran hari ini pun telah berbunyi, kami semua mengucapkan salam dan keluar untuk pulang.
Geng rusuh sudah menunggu di Koridor kelas, Mimi berjalan pelan menghampiri mereka, entahlah apa yang sedang Mimi rasakan saat ini.
Mimi dan geng pun berjalan keluar menuju gerbang sekolah untuk pulang dan tumben juga di gerbang tak di temukan juga Syahril CS, mimi diam-diam celingukan mencari keberadaannya, namun nihil.
"Mi.. Emang kak Syahril gak ada bilang apa?" tanya Emma.
"Bilang apa Ma?" jawab Mimi lesu.
"Ya bilang apa hari ini mereka tidak sekolah atau apa gitu!" tanya Emma lagi..
"Ndak.." jawab Mimi "terus kak Erwan ada bilang gak?" tanya Mimi balik.
"Ndak juga" jawab Emma.
Mimi dan Emma melihat ke Di'ah dan Manda, mereka hanya mengangkat kedua bahunya menandakan kalau mereka juga tidak tahu.
Mereka pun pulang tanpa ada pendamping yang menemani jalan.
Panas terik di siang hari
Jangan lupa pakai payung
Bab ini cukup disini
Assalamualaikum Selamat siang
*************TBC***************
**JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK NYA YA RIDERS.
VOTE
RATEβββββ
__ADS_1
LIKEβββββ
KOMEN**