
Hari yang sangat melelahkan, Mimi dan para sahabat merebahkan tubuh yang terasa lelahnya dengan berjalan-jalan ke alun-alun kota sehabis pulang dari kampusnya.
Mereka menikmati suasana kota di alun-alun ini dengan menyantap jajanan yang dijual di alun-alun ini.
Mereka mengajak Mimi bukan tanpa alasan, mereka ingin menghibur Mimi, apa lagi mereka mendengar sendiri di kala malam Mimk bermimpi buruk bahkan mereka juga mengetahui setelah itu Mimi tidak kembali tidur.
Selfia, Muthia serta Irma menceritakan semua itu kepada sahabat mereka yang cowok, mereka juga membuat rencana akan mengajak Mimi liburan di akhir pekan ini yang mana bertepatan pula tanggal merah di hari sabtu nya.
Mereka semua sebenarnya tau jika Mimi sahabatnya ini sedang tidak baik-baik saja di akhir-akhir ini. Cuma mereka tidak bisa memaksa Mimi untuk bercerita sekedar meringankan beban yang dirasakannya.
Mereka hanya beranggapan bahwa beban Mimk adalah masalah keuangan apa lagi Mimi disini jauh dari orang tua.
"Eh guys sabtu inii tanggal merah, apa kalian nggak ingin ngajjak kita liburan gitu!!" ucap Selfia membuka suara dengan mengedipkan matanya kepada para cowok.
"Ah masa tanggal merah?" tanya Riko.
"Ckk Abang Riko, tolong deh lihat kalendernya diponsel Sabtu ini tanggal merah." ucap Selfia.
"Ah iya, emmm liburan gini enaknya kemana ya?" seru Muthia.
"Enak ke pantai, pengen lihat sunset." ujar Irma sambil membayangkan suasana pantai di sore hari.
"Mimi gimana?" tanya Saridi.
Mimi hanya melihat tanpa menanggapinya, semua sahabat kembali menghelakan nafasnya.
"Ayo Mi, ikut ya.." ajak Selfia.
"Iya Mi, sekali-kali kita jalan-jalan bersama." sahut Irma.
"Iya Mi, apapun maunya Mimi nanti AA Dimas kasih deh." ucap Dimas dengan merayu Mimi.
"Ueekk AA." ucap ketiga cewek dengan muntah mendengar Dimas menyebut dirinya AA.
"Surik aja Lo bertiga." ucap Dimas.
"Emm mungkin ayang beb Mimk datang nanti, makanya Mimi ragu untuk ngejawab." ucap Riko dengan opininya.
"Iya juga ya, biasanya ayang beb selalu datang kalau tanggal merah gitu, apa lagi ini bertepatan hari Sabtu." ucap Muthia dengan manggut-manggut.
Mimi hanya menghelakan nafasnya mendengar celotehan teman-temannya. Di dalam hatinya Mimi pun berharap begitu karena dirinya sangat merindukan sang kekasih.
Di mata sahabatnya mereka melihat Mimi dari luar Mimi baik-baik saja tetapi mereka tau jika Mimi sedang tak baik dari sorot mata Mimi yang selalu terlihat sendu walau Mimi acapmkali memberi senyumannya kepada mereka.
"Ayang beb datang ya Mi?" tanya Muthia, Mimi hanya diam tak tau mesti menjawab apa.
"Padahal kita pengen deh Mi, sekali-kali kita jalan karena di waktu liburan." ucap Selfia.
Ketiga cowok masih menatap Mimi menunggu jawaban Mimi begitupula ketiga sahabat ceweknya.
"Mimi tidak tau, apa dia datang atau tidak." jawab Mimi.
"Nanti, Mimi tanya dia dulu ya buat memastikannya." ucap Mimi, Mimi merasa tidak enak menolak jalan teman-temannya tetapi dia juga ragu untuk menjawabnya sekarang.
"Mudahan bisa ya Mi " ucap Dimas dengan senyum manisnya.
"Iya, semoga " jawab Mimi dengan senyum.
"Pulang yok, dah sore." ajak Mimi kepada sahabatnya.
"Emm, iya yok kita pulang " ucap Selfia.
"Mi, kita nginap di kosan Mimi lagi ya?" ucap Muthia.
"Iya Muth, boleh." jawab Mimi dan mereka pun pulang ke kosan Mimi.
Setelah mengantar Mimi dan ketiga sahabat ceweknya, Saridi dan yang lain juga pulang ke kosan mereka.
Sepanjang jalan Dimas maupun yang lain merasa tak tenang melihat Mimk yang gak seperti biasanya.
Dimas pulang kerumah nya, karena rumah Dimas berada di kota Semarang, sedangkan Saridi dan yang lain pulang ke kosan.
Dikamar nya Dimas memandang foto Mimi di ponselnya, Dimas mengelus foto itu seraya tersenyum. Bahkan Dimas juga menyimpan foto Mimi waktu SMA yang maana dulu tertera di buku sahabat pena Widya persada.
"Ada apa dengan mu Mi?" gumam Dimas pada foto Mimi.
"Kenapa juga dirimu sudah menjadi milik orang lain." ucapnya lagi dengan menghelakan nafas kasarnya.
"Aku berharap kau bahagia dengan kekasihmu itu Mi, huh begini rasanya rabbb mencintai dalam diam." Gumamnya dengan menggusar rambutnya.
"Aku menyukaimu disaat pertama kali melihat mu di buku ini, dan keberanian bekirim surat denganmu. Namun setelah lama kita saling berkirim surat aku mencintaimu namun ternyata kau sudah ada yang punya." Gumamnya.
"Aku hanya bisa mencintaimu dalam diam." gumam Dimas lagi dan akhirnya dia beranjak menuju kamar mandi untuk !menyegarkan tubuhnya.
Tak beda dengan Dimas, Saridi pun begitu, bahkan di dalam dompet nya ada foto Mimi hitam putih memakai baju SMP. Ya Saridi mengenal Mimi sejak kelas satu SMP dan mereka juga sering berkirim surat bahkan sartdi pernah menembak Mimk dalam suratnya.
__ADS_1
"Cinta monyetku." ucap Saridi dengan menatap foto Mimi.
"Ternyata kisah kita dulu emang bakal jadi sebuah cerita buat anak cucu kita kelak." ucapnya lagi. Ya Saridi pernah menembak Mimi dan mengajak Mimi untuk berpacaran, Mimi yang polos dan tidak tau apa itu yang namanya pacaran walau Mimi selalu melihat sahabatnya pacaran.
Saridi terkenang saat dalam suratnya dia menulis mengajak Mimi berpacaran dan walau tak pernah ketemu semoga bisa menjadi cerita untuk anak cucu mereka kelak.
Saridi tersenyum sendiri bila mengingat itu semua, tanpa disengaja ternyata mereka dipertemukan di universitas yang sama namun dengan status yang berbeda.
"Apa kau masih ingat dengan cerita kita Mi?" Gumamnya.
"Perasaanku masih sama, namun aku tak berani mengungkapkan nya lagi..hmmm fuhhhh." Gumamnya dengan menarik nafasnya.
"Aku akan menjaga mu, walau aku tak bisa memiliki hatimu." Gumamnya.
"Kau masih seperti dulu Mi, setiap aku berucap mencintaimu kau selalu menganggap nya sebuah candaan." ucap Saridi.
"Ada apa dengan mu akhir-akhir ini, dan kau terlihat kurusan." ucapnya.
"Aku masih seperti dulu, kau cinta pertamaku." ucapnya lagi dan kemudian beranjak masuk kamar mandi untuk !membersihkan diri.
Di kosan Mimi terjadi kehebohan gara-gara Selfia mengeluarkan gas dari arah belakang tubuhnya dengan suara besar.
"Bbbuuuuut" suara terdengar nyaring dari arah Selfia sehingga membuat semuanya terkejut.
"Gila suara apa itu?" ucap Irma.
"Gila Lo Fi, buang gas sembarangan, issss mana bau lagi." ucap Muthia dengan !mengibaskan tangannya serta menutup hidungnya.
"Ueeekkk." ucap Irma dan Muthia.
"Kamu makan apa sih Fi, ampe besar keh b*m bunyinya." ucap Mimi dengan menutup hidungnya.
"Iya Fi, biasanya nih ya kalau bunyi besar gitu nggak bau
lah punya kamu uekkkk bau..." ucap Irma..
"Heeeheee sorry guys, mulas perut ku.." ujar Selfia dengan cengengesan dengan memegang perutnya dan lagi-lagi dia mengeluarkan gas lagi ampe tiga kali. "Buuuutt buttt butt."
"Gile bener nih bocah, Lo mainin tu kent*t." ucap Muthia dan langsung keluar dari kamar dan diikuti Mimi serta Irma
"Kalau mau be ol gihnsana Fi, jangan buang racun disini. Mi kencangi kipas anginnya biar cepat hilang aromanya.'' Ucap Irma.
"Aduhhh Fi Fi jadi cewek kok nggak ada kalem-kalemnya." ucap Muthia.
"Hehee sorry..peace." ucap Selfia dengan menautkan dua jarinya.
"Ogah.." ucap Mimi, Irma dan Muthia serentak.
"Heeeheee bye bye" ucapnya dengan melambaikan tangannya.
"Gila tuh anak, kent*t bisa besar gitu, plong kali ya perutnya." ucap Muthia setelah Selfia tak terlihat lagi.
"Ha-ha-ha iya udah besar eh bau lagi." ujar Irma.
"Iya, bener bener tuh anak." ucap Muthia.
"Oh ya Mi, gimana dah dapat kabar dari ayang beb?" tanya Muthia, Mimi hanya menggeleng.
"Maksudnya nggak diizinin gitu!" tanya Irma.
"Hmmm huuuh, no nya nggak aktif dari kemarin." ucap Mimi.
"Mi, apa kalian baik-baik aja?" tanya Muthia.
"Iya Muth, kita baik-baik aja kok." jawab Mimi.
Tak lama Selfia sudah bergabung dengan mereka.
"Dah selesai Fi?" tanya Irma
"Udah, mules perutku." jawabnya.
"Emangnya tadi kamu makan apa?" tanya Muthia.
"Emm makan sostel, bakso telur, telur cryspi emm terus ama apa lagi ya tadi." ucaonya sambil mengingat apa aja yang dia makan.
"Pantesan bau, kebanyakan makn telur lu.." ucap Irma.
"Namanya kent*t ya bau, I.." ucap Mimi.
"Nah betul tunkata Mimi, kalau wangi namanya bukan kent*t tapi parfum." ucap Selfia.
"Ya tapi nggak Segede itu juga kaleee... Ampe kaget kita dengernya.." ucap Muthia.
"Heeeheee ya dia mau keluar ya mana bisa di tahan say..'' jawab Selfia.
__ADS_1
"Kalian tau nggak.'' ucap Selfia.
"Enggak." jawab Mimk dan kedua sahabatnya.
"Ckkk, cepet amat jawabnya. dengerin dulu napa?" ucap Selfia.
"Hmmm apa??" ucap Mimi dan yang lain.
"Kompaknya kalian, aku syukaaa aku syukaaa." ucap Selfia.
"Heleeeh." lagi-lagi Mimi dan kedua sahabatnya mengucapkan hal yang sama serentak.
"Hahhahaaa." Selfia ketawa renyah dan diikuti yang lain.
"Ehemmm, kalian tau apa itu kent*t?" tanya Selfia.
"Ya tau lah Fi." jawab Irma.
"Apa?" tanya Selfia.
"Kalau bicara mengenai kent*t biasanya agak memalukan disebabkan orang. Padahal studi menunjukkan kent*t merupakan satu siklus dalam tubuh yang harus dikeluarkan. Hebatnya, dengan kent"t kita bisa mencegah risiko penyakit kembung hingga kanker." jawab Irma
"Betul tuh Ir. Fart, atau diterjemahkan sebagai kentut, merupakan salah satu kata tertua dalam bahasa Inggris. Lantas, mengapa kita bisa kent*t?
Kent*t disebabkan oleh udara yang terjebak dari berbagai sumber. Beberapa dari udara itu masuk saat kita menelan, mengunyah atau minum. Udara ini merembes masuk ke usus dan dibawa oleh darah.
Gas kent*t terdiri dari 59 persen nitrogen, 21 persen hidrogen, 9 persen karbon dioksida, 7 persen metana dan 4 persen oksigen. Hanya sekitar satu persen dari kent*t mengandung gas hidrogen sulfida dan merkaptan, yang mengandung sulfur. Sulfur inilah yang membuat kent*t berbau busuk seperti kent*tmu Fi." ucap Muthia menjelaskan.
"Nggak hanyanitu, kent*t yang menimbulkan suara biasanya terjadi karena getaran rektum. Sedangkan kenyaringannya dapat bervariasi, tergantung pada seberapa banyak tekanan gas serta otot sfingter. Nah seperti yang Fia keluarkan tadi ha-ha-ha." imbuh Muthia.
"Si alan Lo Muth " ucap Selfia.
"Nah terus mengapa kentut bau?." tanya Selfia.
"Ya itunkarena beberapa makanan seperti kacang-kacangan, kubis, keju, soda, dan telur dapat menyebabkan bau busuk saat kent*t. Seperti kamu Fi yang tadinsore makan makanan berbahan dasar telur." ucap Irma.
"Tau nggak kalian oang kent*t rata-rata 14 kali sehari dengan durasi 10-15 detik." ucap Irma lagi dan mereka hanya menggeleng.
"Nih ya rata-rata orang memproduksi sekitar setengah liter kentut setiap hari. Dan meskipun banyak wanita tidak akan mengakuinya, wanita lebih sering kent*t ketimbang pria. Betul nggak Fi?" ucap Irma dan bertanya pada Selfia.
"Ngapain nanya ke aku!" ucap Selfia.
"Karena yang kent*t besar hanya kamu hahhaa." ucap Muthia diiringi dengan gelak tawa.
"Terus nih ya jika seseorang kent*t terus menerus selama 6 tahun dan 9 bulan, mereka akan menghasilkan gas dengan energi setara dengan b*m atom." imbuh Irma.
"Wahnkalaungitu mudah banget bahan buat b*m atom hahaa." ucap Selfia dengan canda.
"Nggak lucu Fi " ucap Muthia.
"Hmm nggak lucu ya!! yaudah." jawab Selfia.
"Ya, kecepatan gas yang keluar hanya sekitar 10-15 detik. Jadi meskipun terganggu, bau kentut akan cepat hilang." terang Irma.
"Betul Ir, dari pada dintahan malah berbahaya, taukan kalian bahaya menahan kent*t." ucap Mimi dan di angguki oleh mereka.
"Kent*t merupakan bagian alami dari sistem pencernaan kita. Jadi, hindari menahan kent*t sebisa mungkin. Menahan kent*t hanya akan menyebabkan masalah kembung, dan gejala tidak nyaman lainnya pada perut.
Dalam kasus terburuk, menahan kentut dapat menyebabkan wasir atau gangguan usus. Jadi apa yang dilakukan Fia tadinada benarnya cuma ya kalau bisa jangan sampe bjyar b*m nya hehee." ucap Mimi
"Ada beberapa budaya yang menyukai bau kent*t Lo?" ucap Selfia
"Seperti di Cina, kkta benar-benar bisa mendapatkan pekerjaan bila kent*t kita berbau busuk." ucap Selfia
"Eeeuuhhh." ucap Mimk dan yang lain.
"Menurut mereka, bau busuk ini menandakan kita profesional.
"Kalau di Roma kuno, Kaisar Claudius mengesahkan undang-undang yang menyatakan kent*t dapat diterima saat perjamuan." imbuh Selfia.
"Yeuyyy..." kalau gitu kelak pergi aja ke negara itu Fi, apa lagi aro!a kent*t lu maauk kategori." ucap Irma dengan canda.
"Boleh jga usul lu Ir." jawab Selfia dengan canda.
"Iya tapi hagi-hati juga Fi, mesti waspada karena kent*t mudah terbakar Lo?" ucap Mimi dengan senyum mengejek.
"Iya karena Kent*t mengandung sejumlah gas metana dan hidrogen sehingga mudah terbakar. Nah jadi Lo harus waspada Fi. Hahahaha." sambung Muthia.
"Eh jangan salah walau begitu orang bisa kentut setelah mati juga?" ucap Selfia.
"Ya Inilah bukti bahwa kita tidak dapat melarikan diri lewat gas, bahkan setelah nyawa melayang. Hingga tiga jam setelah tubuh mati, gas akan keluar melalui kedua ujung saluran pencernaan, sehingga jangan heran bila mayat juga bisa bersendawa atau mengeluarkan suara kent*t. Fenomena ini disebabkan karena kontraksi otot." jelas Selfia.
"Iya sih, tali kenapa kita jadi bahas kent*t ya??" ucap Mimi.
"Ya itu karena Selfia mengeluarkan b*m atomnya amoe menggelegar hahahaha." ucap Muthia.
__ADS_1
"Hahahaha" mereka pun ketawa bersama hingga melupakan penat yang mereka rasakan.
tbc