DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
kelulusan syahril2


__ADS_3

Langit mendadak mendung, rencana mereka akan pergi keluar pun tertunda karena langit segera menurunkan rintik hujannya.


"Mi.. tolong bantu Nyai angkat kerupuk." Nyai berteriak dari luar memanggil Mimi.


Ya Nyai dan Bicik Mimi pengrajin kerupuk ikan, Mimi yang mendengar teriaknya Nyai pun terlonjak langsung lari keluar karena terdengar suara rintik hujan.


Mimi berlari melalui pintu dapur karena kalau lewat dapur tak harus turun naik anak tangga. Dengan sigap Mimi mengumpulkan dan menyusun tempat untuk jemur kerupuk tersebut.


Syahril yang tau kalau ada jemuran kerupuk di bawah diapun menyuruh sepupunya untuk membantu Mimi dan Nyai untuk mengangkat nya. ( authore lupa nama nya yang jelas tempat untuk buat jemur kerupuk ini berasal dari anyaman bambu Yeng berbentuk persegi panjang, ada juga yang terbuat dari jaring yang mana setiap sisi nya itu bambu )


Setelah diangkat semua kerupuknya hujan. pun turun dengan derasnya.


"Alhamdulillah, selamat nih kerupuk-kerupuk" Mimi bersyukur karena kerupuk yang kering itu tak tertimpa air hujan.


"Iya Alhamdulillah." sahut mereka semua.


"Makasih ya kak." ucap Mimi.


"Sama-sama." jawab mereka semua..


"Hahaaa kompak amat jawabnya." ujar Mimi sambil ketawa dan mereka pun ikut ketawa.


"Hem jadi nggak jadi kita keluar." ucap Andri yang berdiri di jendela.


"Iya gimana mo pergi hujan nya deras gini." sahut Rudi. "Hujan-hujan gini enaknya molor." sambungnya.


"Huh pikiran Lo Rud molor aja." timpal Ryan sambil melempar bantal ke arah Rudi.


"Makasih Yan, tau aja gue lagi butuh bantal." ujar Rudi yang menerima lemparan bantal dari Ryan.


"Hahahaha salah nimpuk Lo Yan." ucap Andri.


"Iya salah timpuk gua, seharusnya nya sapu yang gua timpuk ke dia." ucap Ryan sewot.


"Hehehe sorry ya Yan, babang Rudi mo molor dulu huaaaaaam." jawab Rudi dengan menguap lebar dan dia pun membaringkan tubuhnya.


"Oh ya kak, paket Mimi tadi ndak telat kan?" Mimi bertanya tentang paket yang dititpnya.


"Iya tadi habis ujian kakak langsung menuju kantor pos." jawabnya dengan terus menatap ke hp Mimi.


"Oh yaudah makasih kak, tapi sebelum jam 11 kan?" ucap Mimi khawatir.


"Iya.. kan selesai ujian tadi jam 9.30. Emang kenapa dek kalau lewat jam 11." Syahril menjawab dan kembali bertanya.


"Yah kalau lewat jam 11 berarti pengiriman di pending hari Senin kak, karena setiap jam 11 ada mobil dari pos pusat yang ambil paket-paket itu." Mimi menjelaskan kepada Syahril.


"Hemm dingin-dingin gini enak makan yang anget-anget ya." celetuk Ryan sambil membaca novel dari apk yang telah di download nya.


"Iya, tapi yang berkuah dan pedas." sahut Rudi.


"Lah nih anak kalau dengar makanan langsung melek aja matanya." celetuk Andri.


"Yaudah kalau kakak dah pada lapar kita makan aja yok." ajak Mimi.


"Tapi lagi gak kepingin makan nasi Mi!" ungkap Ryan.


"Mimi ada mie nggak?" tanya Andri.


"Ada kak, tapi mie gorengan." jawab Mimi.


"Yah, kurang sreg kalau mie goreng. Pinginnya mie kuah pakek sambal pedas." ucap Andri sambil ngebayangin nya.


"Ya buat aja mie gorengnya jadi mie kuah kak." ujar Mimi.


"Emang enak Mi?" tanya Rudi.


"Enak lah jadi keliatan seperti mie ayam gitu." jelas Mimi.


"Iya enak makan mie ayam pedas-pedas." celetuk Ryan.


"Hehe Mimi ndak belanja ayam tadi, kalau bisa Mimi buatkan." ucap Mimi.


"Yaudah Mimi buat mie nya dulu ya." imbuh Mimi dan Mimi pun langsung menuju dapur.


Mimi ambil beberapa bungkus mie goreng, daun bawang dan daun sawi serta cabe rawit merah. Mimi cuci daun bawang, sawi dan cabe nya.


Mimi didihkan air dan Mimi masukan telur nya, setelah telur matang Mimi angkat dan Mimi sisihkan ke piring lain. setelah semua telur di rebus ceplok selesai, baru Mimi masukkan mie dan direbus hingga setengah matang setelah itu Mimi masukkan daun sawi dan daun bawang masak hingga matang.


Mimi masukkan bumbu mie kedalam tiap mangkok setelah itu Mimi masukkan mie serta daun sawi ke dalam tiap mangkok tersebut. Mimi didihkan lagi air buat kuah nya. setelah didih air Mimi masukkan kedalam mangkok-mangkok yang telah berisi mie, sawi dan telor rebus ceplok.


Mimi bawa semua mangkok tersebut ke ruang tengah dan Mimi sajikan ke depan para cowok tak lupa saos sambal, kecap dan cabe rawit merah yang sudah Mimi giling halus.


Hujan-hujan dan udara dingin menyelimuti raga di hangatkan dengan semangkok mie sungguh sedap.


"Wah sedap nih kayak nya." ucap Rudi yang langsung duduk ketika mie telah berada di hadapannya.


"Iya kak, nih saos sambal ma kecapnya dan ini cabe nya." ujar Mimi dengan mendekatkan saos, kecap dan cabe ke hadapan Rudi.


Rudi pun memasukan saos kecap dan cabe kedalam mangkok mie nya begitu pula dengan yang lain.


"Dek racikin dong." pinta Syahril.


"Kebiasaan lo Riil." ucap Ryan.


"Syirik aja Lo Yan," jawab Syahril.


Mimi pun meracik mie yang berada di mangkok Mimi dan setelah itu menyerahkan mie tersebut ke Syahril.


"Nih kak." ucap Mimi dan menaruh mangkok tersebut ke aldepan Syahril.


"Makasih yang." ucap nya melihat hasil racikan Mimi tersebut.


__ADS_1


"Waww seperti mie ayam aja tampilannya." ujar Syahril.


"Emm Mi, ini mie rebus atau mie goreng?" tanya Andri.


"Mie goreng direbusin kak hehehe." jawab Mimi. "kenapa kak,nggak enak ya?" tanya Mimi.


"Emm nggak, enak kok rasanya lebih enak dari mie rebus." ujarnya.


Mereka pun menyantap mie tersebut sampai tandas.


"Eeeegh." Rudi bersendawa dengan kerasnya.


"Eeeegh." Andri ikut bersendawa juga begitu pula dengan Ryan.


"Eeegh. Alhamdulillah." ucap Ryan.


"Hahahaaa" mereka sontak ketawa bersama setelah mendengar sendawa berbarengan.


"Kenyang perut gue, huaaaam." ucap Rudi.


"Dasar ular Lo Rud, habis makan langsung nguap aja." ujar Andri.


"Biasa Ndri macam tak tau aja dikau perut kenyang matapun ikut kenyang dan berat." ucap nya yang langsung merebahkan tubuhnya lagi..


"Woyyy turunin dulu tuh mie ke lambung Lo baru molor." ucap Ryan.


"Ah udah turun mie nya," jawab Rudi dan melanjutkan aksi tidurnya.


Mimi membereskan mangkok-mangkok bekas mie tadi dan langsung mencucinya.


sehabis mencuci mangkok, Mimi masuk ke ruang tangah dan melihat para cowok telah rebahan.


Mimi masuk kedalam kamar dan mengambil beberapa bantal dan memberikan kepada Syahril dan Ryan yang belum memakai bantal.


"Nih kak bantalnya." Mimi memberikan bantal kepada Syahril dan Ryan.


"Makasih dek." jawab mereka berdua.


Nyai pun masuk kamar untuk beristirahat.


"Kalau adek capek dan ngantuk tidur aja." ujar Syahril.


"Ehmm." jawab Mimi.


"Kenapa?" tanya Syahril ketika Mimi belum juga beranjak masuk ke dalam kamar.


"Emm kakak dah selesai belum baca novelnya." ucap Mimi.


"Belum, kakak lagi baca novel yang baru nih dari ftresh nazar." jawabnya.


"Hemm gantian kak." pujuk Mimi.


"Sini kita baca berdua aja." ajaknya karena dia masih asik membaca novel tersebut.


"Riil, Lo baca novel apa?" tanya Ryan.


"Iya apa judulnya, seru nggak?" tanya Ryan.


"Seru nih ceritanya ada unsur ++ nya." jawab Syahril.


Mimi hanya mendengar kan diskusi dua manusia tersebut tentang judul novel. sungguh malang si Mimi tak dapat membaca novel kegemaran nya.


"Lo baca novel apa Ndri?" tanya Ryan karena Andri hanya diam tak berkomentar.


"Gue baca karya Ning mardianingsih." jawabnya.


"Apa judulnya?" tanya Ryan penasaran.


"Dokter Jantungku." jawab Rudi.


"Seru nggak?" tanya Syahril.


"Seru Riil, ceritanya hampir sama dengan kisah Lo ma Mimi." jelasnya.


"Ah masa?" Syahril tak percaya dan diapun langsung mengklik di pencarian dan di carinya judul dokter jantungku.


"Kak." panggil Mimi.


"Hemm, apa dek? tanya Syahril.


"Mana hp kakak?" ucap Mimi.


"Nih." jawabnya dan dirogohnya kantong celana dan di ambilnya hp lalu diserahkannya ke Mimi.


Mimi terima hp Syahril dan Mimi pun mulai membuka playstore dan Mimi klik noveltoon dan mendownload nya..


"Enak aja dia asik-asik baca di hp ku." gumam Mimi.


Setelah terdownload Mimi pun membuat akun atas nama Syahril dan Mimi pun berselancar mencari novel-novel yang digemari.


Satu jam sudah hujan mengguyur bumi Pertiwi dan belum ada tanda untuk berhenti celas celos kilat bersambar dan dentuman guruh saling bersahutan.


Suara adzan Dzuhur pun bergema pertanda muadzin mengingatkan serta menyerukan umat muslim untuk segera menunaikan kewajiban kepada sang khalik.


Syahril membangunkan Rudi dan Mimi masuk ke dalam kamar Nyai hendak membangunkan Nyai namun ternyata Nyai tak tidur.


"Nyai yok kita berjamaah." ajak Mimi dan nyai pun berhenti membaca ayat suci Alquran.


"Shodaqallah hul'adziim." Nyai mengakhiri ngajinya. "Ayok.. apa sudah siap semua." ujarnya.


"Sudah Nyai," jawab Mimi,


Nyai pun mengambil mukenanya dan diapun ikut keluar, karwna wudhu nya masih ada maka Nyai tak ambil wudhu lagi.

__ADS_1


Setelah selesai sholat berjamaah Mimi membereskan sajadah dan mukenanya.


"Mi, ajak Syahril dan yang lain makan." ucap Nyai.


"Ndak usah Nyai kami masih kenyang." jawab Syahril ketika mendengar nyai menyuruh Mimi untuk mengajak nya makan.


"Oh yaudah kalau gitu, Nyai mau tidur dulu." pamit Nyai dan diapun masuk kedalam kamar.


Udara dingin menyeruak membuat mata mengantuk, Mimi melihat Andri, Ryan telah terpejam, sedangkan Rudi setelah selesai sholat langsung melanjutkan tidurnya dan Syahril pun juga telah menguap berkali-kali dan akhirnya Syahril pun terlelap.


Mimi yang juga merasa lelah dan rasa kantuk sudah menghampiri, Mimi pun masuk kedalam kamarnya namun sebelumnya Mimi menutup pintu luar terlebih dahulu.


Sore hari hujan pun sedikit mereda tinggal rintikan kecil yang turun semua insan yang tertidur juga sudah mulai bangun.


Mimi yang sudah bangun terlebih dahulu membuat bakwan untuk camilan sore hari yang dingin. Setelah semua terbangun dan bakwan pun telah selesai di goreng.


"Huh belum juga berhenti hujannya." ucap Rudi sambil berlalu menuju teras.


"Iya awet kayaknya." sahut Ryan sambil merenggangkan otot-otot nya


Syahril masih meringkuk di bawah selimut. ya Mimi sebelum tidur dia mengeluarkan beberapa selimut untuk mereka semua dan Mimi juga menyelimuti mereka semua.


"Eh Riil, bangun dah sore." Ryan membangunkan Syahril dengan menggoyangkan badan Syahril.


"Hemm." jawab Syahril yang masih enggan buat bangun dan menarik kembali selimutnya.


"Eh malah narik selimut nih bocah, bangun Riil." Ryan pantang menyerah buat membangunkan Syahril.


"Ganggu aja sih Lo Yan." ucap Syahril dan akhirnya dia pun bangun dan langsung beranjak menuju kamar mandi untuk cuci muka dan buang hajat.


Setelah semua kumpul di teras dan kursi yang ada di teras sedikit lembab karena kena bias air hujan. Mimi membawa bakwan goreng yang masih panas dan teh hangat untuk teman ngobrol di sore hari.


Oh ya kak, kapan penentuan kelulusan?" tanya Mimi disela bacanya.


"Mungkin seminggu lagi." jawab Syahril sambil mengecek hpnya.


"Adek download apk novel ya di hp kakak?" tanya Syahril setelah mengecek layar hp nya.


"Iya." jawab Mimi singkat.


"Hemm." ucapnya dan terus mengecek email di hpnya.


"Oh ya kak jadi besok kakak lanjut ke universitas mana?" tanya Mimi lagi.


"Di universitas di kota pedang dek." jawab Syahril.


"Kak Ryan kak Andri dan kak Rudi juga?" tanya Mimi kepada mereka.


"Iya Mi? jawab mereka bertiga.


"Ambil jurusan apa kak?" tanya Mimi kepada ketiga cowok itu.


"Kedokteran." jawab mereka barengan.


"Wah jadi semua mau jadi dokter ya? terus mau jadi dokter apa kak? tanya Mimi lagi.


"Kakak kepingin jadi dokter bedah." jawab Ryan ,Mimi melihat ke arah Andri dan Rudi.


"Kakak pengen jadi dokter anak." jawab Andri.


"Kalau kakak mau jadi dokter syaraf." jawab Rudi.


"Wah lengkap dong." ujar Mimi. "Kalau kalian lulus bisa bangun rumah sakit dan dokter spesialis nya dah lengkap." imbuh Mimi.


"Mimi sendiri punya cita-cita apa?" tanya Ryan.


"Insya Allah kalau ada rezeki Mimi ingin jadi dokter spesialis jantung kak." jawab Mimi.


"Amiin semoga tercapai." Ryan mengaminkan dan mendoakan Mimi.


"Aamiin maka dari itu bantu do'a nya ya kak semoga Mimi salah satu kandidat yang bisa terima mahasiswa undangan dan beasiswa dari salah satu bimbel ini." Mimi meminta bantuan do'a kepada mereka semua.


"Aamiin ya rabbal alamin." jawab mereka semua.


"Mudah-mudahan ya Mi, kalau udah suratan takdir kelak apa yang kita citakan tercapai, dan kalau kita bangun rumah sakit semua sudah ada." imbuh Andri.


"Iya kak." jawab Mimi dengan tersenyum.


"Ya Rabb semoga kau kabulkan segala cita-cita kami." Mimi berdoa dalam hatinya untuk dirinya dan orang-orang yang selalu mensupport nya.


"Jadi kapan kakak akan melihat kampusnya?" tanya Mimi. "Apa kakak juga udah mendaftar?" tanya Mimi lagi.


"Sehabis terima penentuan kelulusan kami akan berangkat ke kota pedang." ucap Syahril. "adek mau ikut?" ajaknya.


"Ye kakak, Mimi kan dah masuk sekolah itu." jawab Mimi.


"Iya juga ya.." ucap Syahril


Disaat mereka asik mengobrol adzan ashar pun bergema. Mereka pun berhenti mengobrol dan berlalu masuk untuk berwudhu dan melaksanakan sholat ashar dengan berjamaah.


Selesai sholat mereka kembali ke teras dan melanjutkan ngobrol sambil bermain game dan baca novel.


Hai assalamualaikum selamat malam selamat beristirahat.


Jangan lupa terus dukung Dokter Jantungku dan tinggalkan jejak nya juga ya..


VOYE


RATE


LIKE


KOMEN

__ADS_1


Salam hangat selalu buat riders dari authore semoga selalu sehat selalu.


🎆🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆🎆


__ADS_2