DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
buka dan sahur bersama anggota baru


__ADS_3

Semenjak malam itu kehidupan Mimi mulai merasa tenang, Mimi berharap kedepannya hidupnya akan selalu damai.


Syahril dan Ryan juga sudah menyelesaikan tugas nya di negara ini. Syahril dan Ryan pun akhirnya sudah tenang untuk pulang ke tanah air karena tugasnya di Jambi belum seratus persen selesai bahkan tertunda.


Ayah Brata mendengar kejadian itu merasa puas dan sudah mulai merasa tenang namun walau begitu ayah Brata tetap menmberikan penjagaan kepada Mimi dan orang-orang nya.


Bagi ayah Brata tidak ada yang namanya hidup itu selalu berjalan mulus, apa lagi dia hidup di ruang lingkup bisnis tentu pasti ada kerikil di setiap jalannya.


Mimi dan Di'ah menjadi akrab dengan Carol, Carol merasa mendapatkan kasih sayang seorang kakak dari Mimi dan Di'ah.


Carol merasa malu dengan apa yang pernah dia lakukan sebelumnya, sekarang dia baru mengerti dan tau jati diri Mimi.


Syahril dan Ryan hari ini mereka akan kembali ke tanah air, petuah-petuah selalu mereka berikan kepada kekasih mereka.


Dengan kejadian ini mereka mendapatkan hikmah yang luar biasa, terutama Ryan dia sangat bahagia terhadap Di'ah.


"Lo kenapa Yan, senyam senyum?" tanya Syahril.


"Nggak apa-apa kok." ucap Ryan tali matanya terus memandang Di'ah.


Yah saat ini Mimi, Di'ah mengantar Syahril dan Ryan ke bandara dengan Jonathan dan Carol yang juga ikut mengantar.


Mereka semua telah sampai di bandara, Syahril dan Ryan juga telah masuk ke ruang tunggu karena sebentar lagi jadwal keberangkatan mereka.


Sebelum Syahril maupun Ryan masuk mereka berdua tak hentinya memeluk serta menciumi kening sang kekasih.


"Hati-hati ya, jangan sering kelayapan." ucap Syahril pada Mimi.


"Kelayapan kemana emangnya," ucap Mimi.


"Ya mana tau mau jalan-jalan kemana gitu." ucap Syahril.


"Ckk, selama disini emang ada Mimi pergi jalan-jalan." ucap Mimi dengan mengkrucutkan bibirnya, Syahril yang sangat tergoda dengan bibir Mimi dia pun menjapit bibir itu dengan tangannya gemas.


"Ih kakak malu dengan Carol dan Jo." ucap Mimi.


"Kenapa malu, kan kakak japitnya pakek jari bukan bibir." ucap Syahril terkekeh.


"Nanti pasti akan kakak bawa adek jalan-jalan keliling Amerika kalau perlu keliling dunia, sabar ya." ucapnya, Mimi mengangguk.


"Yaudah kakak masuk dulu ya." ucap Syahril, Mimi mengangguk dan mengeratkan pelukannya.


"Jo, aku titip Mimi ya." ucap Syahril.


"Siap." jawab Jonathan.


Setelah punggung Ryan dan Syahril tak tampak Mimi, Di'ah serta Carol dan Jonathan pun meninggalkan bandara.


"Kalian mau kemana lagi?" tanya Jonathan.


"Jo, tempat menjual daging halal disini dimana?" tanya Mimi.


"Di Farmers juga ada, emm mi atau kalian mau jalan-jalan melihat pasar tradisional disini?" ucap Jonathan.


"Boleh, ayok. Oh ya Jo disini ada nggak pedagang-pedagang kaki lima gitu seperti di tempat kami banyak pedagang-pedagang kaki lima nya." ucap Mimi.


"Ada, nanti aku ajak kalian kesana." jawab Jonathan. Mereka pun langsung menuju lokasi pasar-pasar tradisional di negara ini, yah mumpung hari ini mereka libur dan santai jadi mereka akan menikmati suasana pasar tradisi sejenak.


Satu jam perjalanan mereka pun sampai di pasar tradisional yang Jonathan bilang. Miki dan Di'ah sangat takjub melihat pasar tradisional disini, pasar nya bersih dan tertata rapi.


Berbagai macam buah di jual disini. Jonathan pun menjelaskan kalau pasar ini yang mereka jual adalah hasil panen dari kebun mereka.


Mimi langsung menuju ke penjual buah dan cabai, begitu banyak ragam jenis cabe yang di jual disini.


Sehabis dari pasar Mimi mengajak Jonathan dan Carol untuk main ke apartemen nya untuk makan malam bersama.


Satu bulan berlalu bulan puasa pun telah tiba, ini puasa kedua Mimi di negara orang dan kali ini Mimi ada teman untuk berbuka dan sahur selain mbak Surti dan Di'ah.


Jonathan saat makan malam bersama di apartemen Mimi dia tertarik dengan Mbak Surti, hari-hari mereka lalui bersama sehingga ketertarikan itu membawa Jonathan ingin kelebih serius dengan mbak Surti.


Ayah Brata mengetahui hubungan mbak Surti dengan Jonathan, ayah Brata awal nya tidak menyetujui nya karena perbedaan di antara mereka. Terutama perbedaan keyakinannya.


Jonathan yang telah memilki tekad untuk menjalin hubungan lebih jauh dengan Mbak Surti dia pun akan mengikuti keyakinan yang di anut mbak Surti.


Sebelum buka puasa, Jonathan pun resmi menganut agama Islam. Mbak Surti dengan telatennya mengajari Jonathan tata cara sholat dan mengaji.


Zacky adiknya Ryan yang juga berada di LA namun dia lebih memilih memiliki apartemen sendiri dan dia berkuliah di Columbia university.


Setiap libur Zacky selalu main ke apartemen Mimi. Apa lagi kalau bukan puasa dia selalu berbuka puasa di apartemen Mimi, jika libur dia akan menginap di apartemen Syahril.


Seperti kali ini, apartemen Mimi menjadi ramai saat berbuka puasa, Zacky, Jonathan dan Carol ada di apartemen Mimi.


Jonathan mulai menyukai masakan Indonesia apa lagi saat mbak Surti memasak ikan bakar dengan lalapan serta sambal terasi.


Diam-diam Carol memperhatikan Zacky, wajah Zacky mirip dengan Ryan, Carol terkesima memandang Zacky. Sifat Zacky sama dengan sang Abang yang cuek terhadap orang baru dan cuek kepada cewek.


"Emm Carol." panggil Mimi, namun Carol yang asik dengan menatap Zacky tidak menggubrisnya


"Carol" panggil Mimi dengan menyenggol lengan nya.


"Eh iya," jawab nya dengan terkejut.


"Kenalin dia Zacky adiknya Ryan." ucap Miki mengenakkan Zacky pada Carol.


"Zack" panggil Mimi pada Zacky.


"Hemm" jawabnya dengan mata fokus ke layar ponsel.


"Ckk," ucap Mimi dan menarik ponsel Zacky.


"Hei kak." ucap Zacky.


"Kalau orang ngomong itu di tanggapi napa." ucap Mimi.


"Iya iya dengar kok." jawab Zacky.


"Aku Zacky, salam kenal." ucap Zacky dengan inisiatif sendiri tanpa Mimi mengenali Carol padanya.


"Carol." jawab Carol.

__ADS_1


"Hmm" ucap Zacky, Carol yang melihat tanggapan Zacky cuma segitu hanya mendengus.


"Sini kak, hp nya. Aku lagi ada tugas nih." ucap Zacky dan meminta ponselnya pada Mimi dan Mimi pun memberikannya.


"Kak." panggil Zacky.


"Hmm" jawab Mimi dengan fokus ke layar laptop..


"Ckk, tadi bilangin orang ndak tau nya Dio dewek pun macam itu." sungut Zacky.


"Hahaha" manja Surti dan Di'ah tertawa mendengar sungutan Zacky.


"Ada ala Zack?" tanya Mimi dengan terus mengetik.


"Tuh abang wa hp kakak kemana?" tanya Zacky.


"Hah, emm mana ya." Ucap Miki yang juga melupakan dimana dia letakkan ponselnya.


"Ya meneketehe." ucap Zacky.


"Awas Zack." ucap Miki mengusir Zacky dari sofa.


"Isa kak mana ada disini, gangguin aja." sungut Zacky dan berpindah ke kamar tamu.


"Di'ah lihat hp Mimi Ndak?" tanya Mimi pada Di'ah.


"Ndak Mi, perasaan dari tadi mimi.ndak pegang hp." ucap Di'ah.


"Haduh dimana ya, coba misscallin Di'ah." ucap Mimi.


Jonathan, Carol serta mbak Surti pun membantu miscall namun tidak ada terdengar nada dering dari ponsel Mimi.


"Hmm kok Ndak ada ya." ucap Miki sembari duduk di atas sofa dan mencoba mengingat terakhir dia pegang hp kapan.


Berulang kali Mimi menghelakan nafas, otak nya seakan buntu. Tak lama ponsel Di'ah berdering, Ryan menghubungi Di'ah dan lagi-lagi Ryan menanyakan kemana ponsel Mimi karena Syahril sedari tadi menghubunginya tidak aktif.


"Iya kak, ini Mimi lagi nyari hp nya" jawab Di'ah.


"Lah emang kemana hp nya dek?" tanya Ryan.


"Itu dia kak dia lupa dimana naruh hp nya." jawab Di'ah.


"Em Di'ah tolong kasih hp nya ke Mimi." ucap Syahril yang merebut hp Ryan.


"Ck kau ni Riil ganggu bae.' terdengar Ryan menggerutu.


"Mi, ini kak Syahril mau ngomong." ucap Di'ah dengan memberikan hp nya.


"Hmm, ya kak assalamualaikum." ucap Mimi.


"Waalaikum salam, hp kamu dimana dek." jawab Syahril dan bertanya perihal hp Mimi.


"Emm itu dia kak Mimi lupa." jawab Mimi.


"Dikamar mungkin?" tanya Syahril.


"Emm ada apa kak?" tanya Mimi.


"Gini Minggu depan kakak dan yang lain mau kesana, ayah Brata juga kayak nya." jawab Mimi.


"Kok nggak semangat." ucap Syahril.


"Emm kak, bisa ajak mamak sama bapak dan Ay Ndak. Masalah ongkos nanti Mimi ganti." ucap Mimi.


"Iya ganti double ongkosnya ya" ucap Syahril.


"Hemmm perhitungan amat." ucap Mimi.


"Riil, sudahan sini hp nya aiss." terdengar Ryan menggerutu.


"Kak Ryan kenapa kak?" tanya Mimi.


"Biasa senewen dia hahaha." ucap Syahril.


"Senewen pala mu, sini hp ku." ucap Ryan lagi yang berusaha merebut hp nya.


"Bentar kenapa sih Yan, kau libur dulu sama Di'ah.' seru Syahril.


"Enak aja, kau lah yang libur.'' ucap Ryan, Mimi yang mendengarnya terkekeh dan menaruh hp ke telinga Di'ah, Di'ah hanya menggeleng.


"Bentar Yan ah sejam Bae lah." ucap Syahril yang terdengar seperti mengelak dari Ryan.


"Sejam sejam, habis waktu istirahat." ucap Ryan.


"Udahlah kak kasih ke kak Ryan, kasihan Di'ah yang juga pengen ngomong sama kak Ryan." ucap Mimi.


"Hmm yaudah, kamu cari hp kamu dek." ucap Syahril.


"Emm iya nanti Mimi cari lagi." jawab Mimi dan memberikannya kepada Di'ah.


Mbak Surti pergi keluar di ajak Jonathan. Zacky yang berada di kamar tamu keluar untuk mengambil minuman, Di'ah telponan dengan Ryan Mimi dan Carol mengerjakan tugas, sesekali Mimi mengajari Carol belajar.


"Kak" panggil Zacky.


"Hmm" jawab Mimi.


"Ckk lihatin dulu kenapa sih kak." ucap Zacky.


"Ada apa Zack." jawab Mimi.


"Nih bantuin aku dong." ucapnya dengan menunjukkan jurnal pada laptop nya.


Mimi pun mengajari Zacky, yah Zacky saat ini di tahap semester terakhir kuliah S2nya, Zacky mengambil jurusan kedokteran dan dia mengambil spesialis syaraf.


"Yah walau temanya berbeda dengan apa yang pernah Mimi pelajari tapi Mimi mengetahui sedikit tentang syaraf.


Carol selalu mencuri pandang pada Zacky, Zacky hanya cuek.


"Emm dek, kami dah punya cewek belum?" tanya Mimi.

__ADS_1


"Hmm" jawab Zacky.


"Hmm itu jawaban iya atau belum?" tanya Mimi.


"Aisss malas mikirin cewek." ucap Zacky.


"Kok malas, jangan-jangan" ucap Miki dengan senyum mengejek.


"Jangan-jangan apa!" jawab Zacky dingin.


"Ya jangan-jangan kamu belok dek.' jawab Mimi.


"Enak aja, masih waras kaki aku kak" ucap Zacky.


"Oo masih waras." jawab Mimi.


"Seharusnya kamu dah selsai Lo dek kuliah nya kita kan cuma beda dua tahun aja." ucap Mimi.


"Yeee SMA yang beda dua tahun, kalau kuliah aku hampir lima tahun bisa lulus jadi mana ada beda nya." jawab Zacky.


"Makanya belajar," ucap Mimi.


"Aku tetap belajar kak cuma nggak main loncat." jawab Zacky.


"Coba kakak kuliah disini duku kan bisa aku nyontek hehehe."ucap Zacky.


"Hahaa mana bisa nyontek tetap beda lah.'' jawab Mimi.


Carol hanya diam melihat interaksi Mimi dengan Zacky, dia ingin nimbrung cuma dia tidak mengerti bahasa Indonesia jadi dia hanya bisa mendengar kan saja.


"Sorry Carol, pasti kamu Ndak ngerti bahasa kami." ucap Mimi dengan bahasa Inggris oada Carol.


"It oke sist." jawab Carol.


"Em dek," panggil Mimi lagi pada Zacky.


"Hmm" jawab Zacky.


"Dia itu suka sama kamu lo dek." ucap Mimi pada Zacky dengan bahasa Indonesia.


"Siapa?" tanya Zacky melihat Mimi


"Itu." ucap Mimi dengan menunjuk ke arah Carol dengan anggukan. Zacky melihat ke arah Carol dan saat dia melihat ke arah Carol mereka berdua bersitatap karena Carol sedang melihat ke arahnya.


Zacky terdiam melihat ke arah Carol, mata berwarna Spektrum membuat mata nya indah jika di pandang.


Zacky terpesona dengan warna mata Carol memiliki kesan tersendiri.


"Astaghfirullah." ucap nya ketika tersadar dan mengalihkan ke arah lain begitu juga dengan Carol yang mengalihkan pandangannya.


Mimi tersenyum simpul melihat Zacky yang terpana akan keindahan bola mata Carol.


"Kamu suka nggak dek?" tanya Mimi.


"Hmm" jawab Zacky.


"Ckk jawab itu yang jelas Napa." ucap Mimi yang jengkel dengan jawab Zacky yang irit itu.


"Perasan duku kamu paling cerewet deh dek di sekolah kenapa sekarang kamu jadi irit ngomong sih." ucap Mimi kesal.


"Ah masa.'' jawab Zacky.


"Ckk udah ah, kakak mau kebelakang." ucap Miki dan beranjak menuju dapur.


"Kakak mau kemana?" seru Zacky.


"Mau buat jus." teriak Mimi.


"Buatin Zacky juga ya" teriaknya namun tidak di balas Mimi.


Zacky kembali fokus ke laptop nya begitu pula dengan Carol, entah mengapa jantung Carol berdegub dengan kencang setelah memandang mata coklat Zacky tadi.


Dulu sewaktu dia mengejar Ryan tidak ada dia merasakan degupan pada jantungnya, bedahal nya dengan Zacky.


"Hei jantung kenapa denganmu." gumam Carol dalam hati, dirinya merasa tidak tenang.


Tak hanya Carol yang merasa tidak tenang, Zacky pun ternyata merasakan hal yang sama. Entah mengapa bola mata Carol selalu terlintas dipikirannya.


"Shittt kenapa dengan otak ku." ucap Zacky dalam hati dengan menepuk kepalanya dan menggelengkan nya.


"Kamu kenapa dek?" tanya Mimi yang telah berada di ruang keluarga dan melihat tingkah Zacky.


"Carol are you oke." tanya Mimi pada Carol yang terlihat gelisah.


"Emm ya aku baik-baik saja cuma.." jawabnya namun tidak sampai selesai.


"Cuma apa?" tanya Mimi, Zacky juga melihat ke arah Carol dan lagi-lagi mereka bersitatap, jantung Carol yang tidak bisa di ajak kompromi semakin berdetak dengan kencang, Carol dengan cepat mengalihkan pandangan nya.


"Cuma apa?" Mimi mengulangi pertanyaannya karena tidak di jawab oleh Carol.


"Emm cuma entah mengapa jantung ku berdetak dengan kencang." jawabnya.


"Hah, kamu sakit jantung" ucap Zacky dan Carol menggeleng.


Mimi dengan sigap menaruh tangannya ke dada kiri Carol, Mimi merasakan detak jantung Carol tak beraturan.


"Sejak kapan kau merasakan hal ini?" tanya Mimi pada Carol.


"Emm barusan." jawab Carol jujur.


"Emm coba kamu tarik nafas dan rilekskan pikiran kamu." ucap Mimi.


"Tarik nafas lewat hidung terus kamu keluarkan lewat mulut, lakukan perlahan." ucap Miki dan Carol pun melakukannya.


Zacky yang melihat Carol melakukan apa yang Mimi suruh dirinya pun dengan feflek mengikuti hal yang sama.


Mimi tersenyum melihat tingkah Zacky, Mimi merasa Zacky juga sudah memiliki rasa pada Carol.


tbc

__ADS_1


__ADS_2