
Cinta membuat jalan keras menjadi lunak dan membalikkan kegelapan menjadi cahaya, serta kehormatan yang berada di hadapan jiwa menggalakkan nya dari gairah dan keinginannya.
Cinta diberikan Tuhan dalam hati. Kehormatan dicurahkan oleh hukum-hukum manusia menuju pikiran. [Kahlil Gibran]
***
Syahril mempercepat mandinya ada rasa rindu yang telah berkecamuk dalam benaknya.
Jika dia memiliki sayap mungkin dia akan memilih untuk terbang dan segera menemui sangat pujaan hati yang amat dirindukannya.
Setelah semua telah bersiap Syahril dan kawan-kawan berkumpul dan akan berpamitan kepada pemilik rumah untuk. pamit pulang ke kota.
Setelah berpamitan mereka semua segera menaiki kendaraan dan segera berangkat. Perjalan yang memakan waktu 6 jam membuat Syahril uring-uringan.
Syahril yang pegang kemudi melaju dengan amat kencang sehingga membuat para penumpangnya was-was.
Ryan dan yang lain melihat tingkah Syahril hanya menggelengkan kepala, Ryan yang melihat Syahril mengemudi dengan kencang diapun ingin mengambil alih kemudi tersebut.
"Riil, stopp.. Biar aku yang nyetir, bisa mati konyol semua yang ada di dalam mobil ini." Ucap Syahril dengan penekanan.
Namun Syahril tak bergeming dia terus melakukan mobil nya dengan kecepatan di atas normal, beruntung jalanan sepi.
"Riill.. Stopp aku bilang, kalau mau mati mati sendiri aja jangan bawa-bawa kita." Ucap Jennie dengan jengkel.
"Riil.. Sini biar aku yang bawa." Kata Ryan menawarkan diri lagi untuk menyetir namun Syahril tak menggubris nya.
"Riill.. Percuma juga kau ngebut-ngebut gitu, gak bakal kita sampai sekejap mata." Ucap Rudi.
"Iya... Bukannya kita sampai dengan selamat tapi sampai dengan meninggalkan nama tau." ucap Rani dengan jengkel akan tingkah Syahril.
"Riill.. udah biar Ryan aja yang nyetir, Mimi nggak akan kemana-mana." Ucap bang Idho menyindir.
"Udah lah kalian jangan berisik, duduk diam aja sana." Syahril menjawab mereka semua dengan nada yang tinggi.
"Gila nih anak, lo mau ngebut-ngebut gini jika terjadi apa-apa kita dijalan yang ada kita gak akan cepat sampai Riill." Ucap Ryan yang berada di sampingnya dan mendorong bahu Syahril karena jengkel.
Akhirnya Syahril pun mengalah dan dia pun menepikan mobil kepinggir, diapun turun dan pindah ke bangku penumpang, Ryan yang mengambil alih.
Ryan memutar lagu "Menunggu Kamu by anji" untuk menghilangkan rasa jenuh diperjalanan.
"'Ku selalu mencoba untuk menguatkan hati
Dari kamu yang belum juga kembali
Ada satu keyakinan yang membuatku bertahan
Penantian ini 'kan terbayar pasti
Lihat aku, sayang, yang sudah berjuang
Menunggumu datang, menjemputmu pulang
Ingat selalu, sayang, hatiku kau genggam
Aku tak 'kan pergi, menunggu kamu di sini
Tetap di sini
Jika bukan kepadamu aku tidak tahu lagi
Pada siapa rindu ini 'kan kuberi
Pada siapa rindu ini 'kan kuberi, oh
Lihat aku, sayang, yang sudah berjuang
Menunggumu datang, menjemputmu pulang
Ingat selalu, sayang, hatiku kau genggam
Aku tak 'kan pergi, menunggu kamu di sini
Di sini
Lihat aku, sayang, sudah berjuang
Menunggumu datang, menjemputmu pulang
Ingat selalu, sayang, hatiku kau genggam
Aku tak 'kan pergi
__ADS_1
Aku tak 'kan pergi, menunggu kamu di sini
***
Tiga jam sudah perjalan mereka dan perut pun merasa keroncongan dan akhirnya mereka berhenti untuk makan terlebih dahulu.
Mereka berhenti di rumah makan minang yang berada tepat disisi persimpangan jalan dan mereka memesan sesuai dengan selera mereka masing-masing.
30 menit mereka habis kan untuk beristirahat dan tak lupa mereka mampir ke market khusus oleh-oleh khas daerah tersebut.
Rudi mengambil alih kemudi menggantikan Ryan. Ryan duduk di bangku belakang bersama bang Idho.
Untuk menghilangkan kejenuhan Rudi memutar lagu "Berbeda kasta'" dengan musik DJ.
*Haruskah berakhir sampai di sini?
Cinta yang dulu kita bina
Kini telah layu di dalam hati
Sudahlah cukuplah sampai di sini
Percuma saja berkasih
Kita sudah tak sehaluan lagi
Perbezaan kasta yang jauh
Aku tahu siapalah diriku
Terlalu dalam jurang pemisah
Kasih sudah berakhir di sini saja
Di depan orang tuamu kau malukan diriku
Kau bandingkan aku dengan dirinya
Kau hina diriku kau sebut tentang harta
Kasihku sedar 'ku tiada berpunya
Jikalau kau memang tak lagi cinta
**
Lagu demi lagu di putar untuk menghilang kejenuhan Rudi saat menyetir namun tidak bagi para penumpang yang berada di belakang terlelap meraih mimpi di sepanjang perjalanan.
Jam 15.30 mereka semua telah tiba di rumah mereka masing-masing, begitupula dengan Syahril.
Ingin rasanya dia terus menuju rumah mimi pada saat mengantar bang Idho namun Ryan dan Rudi ingin mereka pulang dahulu ke rumah mereka karena tubuh mereka ingin di rehat kan sejenak.
Atas usul sahabat nya Syahril pun menyetujui untuk pulang kerumahnya dahulu untuk merehat kan badan yang merasa lelah 6 jam berada di dalam mobil .
Malam ini malam minggu, Syahril Cs ingin mengapel kerumah sang kekasih satu minggu tidak berjumpa dan tak berkabar pula.
Tak sabar Syahril ingin segera berjumpa dengan Mimi dan menjelaskan segalanya pabila saat bertemu nanti Mimi tidak ingin bicara dengannya.
Syahril selalu mencari alasan tepat agar tidak salah saat menjelaskan kepada mimi nanti malam.
Rencana tinggallah rencana, disaat Ryan, Andri dan Rudi yang telah berkumpul di rumah Syahril untuk berangkat ke rumah Mimi, hujan pun mengguyur dengan derasnya.
Lama mereka menanti hujan reda namun hujan tak juga reda seakan hari ini mereka tak diizinkan tuk bertemu dan harus menunda penjelasan kepada sang kekasih.
Karena hujan tak kunjung reda Ryan, Rudi dan Andri pun menginap di rumah Syahril.
Malam minggu kelabu di terpa hujan deras, rasa rindu yang memuncak mengajari arti tentang sebuah kesabaran. Yah mereka harus bersabar hingga hari esok.
Malam yang dirasa begitu panjang oleh Syahril hingga membuat tidurnya tak nyenyak, bukan hanya rasa rindunya melainkan dia merasa harus menjelaskan segera kenapa satu minggu ini dia tak memberikan kabar bahkan tak memberitahukan sebelumnya kepada Mimi.
"Tak ada yang lebih indah daripada hari-hari yang dinaungi cinta.Dan tak ada yang lebih menyakitkan, daripada malam-malam penuh ketakutan, karena ditinggalkan kekasih. [Kahlil Gibran]."
Syahril tak sabar ingin menjelaskan segalanya bahwasanya dia benar-benar lupa untuk memberitahu Mimi bahwa dia dan kelompoknya mendapat tugas dari sekolah untuk mengadakan study tour di sekolah lain yang mana berada di luar kota.
Baru juga Syahril merasakan kantuk dan baru dia terlelap terdengar sayup suara adzan berkumandang.
َللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ
__ADS_1
Ashadualailahaillallah, Ashadualailahaillallah
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Ashaduannamuhammadarosuulullah, Ashaduannamuhammadarosuulullah
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
Hayya ngalassolah, Hayya ngalassolah
حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
Hayya ngalalfalah, Hayya ngalalfalah
ااَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ، اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
Assolatuhoiruminannaum, Assolatuhoiruminannaum
اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر لاَ إِلَهَ إِلاَّالله
Allahuakbar, Allahuakbar la ilahaillallah
Arti (Terjemahan) lafadz adzan subuh
َللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر
Allah Maha Besar , Allah Maha Besar
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
Marilah sholat, Marilah sholat
حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
Marilah menuju kemenangan, Marilah menuju kemenangan
ااَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ، اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
Sholat itu lebih baik dari pada tidur, Sholat itu lebih baik dari pada tidur
اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر لاَ إِلَهَ إِلاَّالله
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan selain Allah.
Dengan rasa kantuk yang masih bergelantungan di mata nya Syahril tetap harus bangun untuk menjalankan kewajiban kepada sang Khalik.
Setelah dua rakaat telah ia laksanakan ia pun kembali merebahkan diri nya di atas kasur dan kembali ke ranah mimpi.
Tiga sahabat nya juga mengikuti jejaknya karena mereka masih merasakan penat di tubuh mereka.
***Eratkan kursi dengan paku,
Kayunya dari pohon jati,
Dokter Jantungku update terbaru
Maafkan daku membuat kalian lama menanti
Awan gelap langit kelabu,
Langit cerah berwarna biru
Maaf jika lama menunggu
Dokter jantungku selalu menunggu dukungan darimu***
**JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK NYA
KARENA DUKUNGAN KALIAN MEMBUAT SEMANGAT UNTUK SELALU BERINSPIRASI
VOTE
RATE
__ADS_1
LIKE
KOMEN**