
"Yang mana sayang kuu.. " kak Syahril terus menggoda Mimi.
"Yaudah lah, malas Mimi." jawab Mimi merajuk.
"Hahhahaaa." kak Syahril ketawa renyah.
"Isss malah ketawa lagi." ucap Mimi manyun..
"Hmm apa ya!!!" ucapnya dengan mengedipkan matanya jahil.
"Hemmm" ucap Mimi dengan manyun
"Cie cie nungguin ya!!!" kak Syahril terus menjahili dan menggoda Mimi dan membuat Mimi semakin cemberut.
"Nggakmusah dipanjangin tuh bibir nanti di caplok nyamuk hehee." ucap kak Syahril yang terus menggoda Mimi.
"Udah ah kalau gitu Mimi matikan nih telponnya." ucap Mimi mengancam.
"Ciee ngancam niye.." ucap kak Syahril menggodanya mimindengan memainkan kedua matanya.
"Yaudah, hmmm yang pastinya adek pasti tau apa lanjutan nya." ucap Kak Syahril dan Mimi pun berusaha mencerna apa yang di maksud Kak Syahril.
"Udah tau?" yang kak Syahril karena Syahril tahunpasti Mimi mencerna apa yang dikatakan nya.
"Hmm." jawab Mimi.
"Kok hem, emang tau?" ucap kak Syahril meminta Mimi menjelaskan apa yang dimaksud nya.
''Hem, Mimi tau. Mimi akan selalu menjaga hati Mimi dimana pun berada selagi kakak juga menjaga hati kakak buat Mimi. Kecuali jika kakak berpaling dan kakak menikah dengan orang lain." jawab Mimi dengan ucapan terakhir yang di buat dengan candaan.
"Apa maksud adek !menikah dengan orang lain? sampai kapan pun kakak akan terus menunggu adek, dan perlu adek tau cintankakkamhanya buat adek seorang ndak ada yang lain." ucap kak Syahril.
"Jangan sesumbar gitu nanti siapa tau kan nasib ke depan nya." ucap Mimi yang ganti menjahili Kak Syahril.
"Ingat ya dek, hmm perlu adek ingat dan pegang ucapan kakak. Cinta kakak, hati kakak hanya buat adek, seluruh yang ada di tubuh kakak hanya buat adek sampe maut yang memisahkan kita. Atau jangan-jangan adek punya niatan berpaling dari kakak lagi." jawab kak Syahril dan akhirnya Mallah !enuding Mimi.
"Loh kok malah nuduh Mimi." ucap Mimi.
"Ya kan mana tau." jawab kak Syahril.
"Kan udah Mimi bilang, Mimi akan selalu menjaga hati dan cinta Mimi. Kalau Mimi maunkenapa nggak dari kemarin-kemarin Mimi terima cowok-cowok di luar hehhe." ucap Mimi
"Enak aja, awas aja kalau adek sampe teri!a cowok lain kakak hajar tu cowok." ucap kak Syahril dengan tampang beringas.
"Hahhaaaa, ah udah lah nggak bakal selesai kalau terus berdebat gini. Ngomong-ngomong kakkamlagi ngapain?" ucap Mimi dan !mengalihkan obrolan dengan bertanya.
"Huh, bisa aja mengalihkan omongan." jawab kak Syahril sewot dan Mimi hanya diam.
''Udah, kok nggak di jawab sih kak?" tanya Mimi lagi.
"Jawaban kakak tadi aja ndak dijawab.". ucap Kak Syahril.
"Hemm."
"Dek udah dulu ya kakak mau mandi mau siap-siap jumatan. mau ikut mandi bareng nggak." ucapnya jahil.
"Ogah." jawab Mimi.
"Hahaa, tunggu halal ya dek baru mandi bareng. udah dulu ya assalamualaikum muaach miss u." ucap kak Syahril.
"Waalaikum Salaam." jawab Mimi dengan senyum dan panggilan pun berakhir.
"Semoga kita selalu dipersatukan hingga sampai Jannah nya Allah ya kak." gumam Mimi.
Karena nggak ada kerjaan Mimi pun akhirnya membuka kembali aplikasi-aplikasi di HP nya. Karena lagi malas membaca maka Mimi membuka aplikasi game dan Mimi pun bermain game.
Malam hari rumah Nyai kembali ramai dengan kedatangan emak bapak dan Ay, pakdo beserta anak istrinya dan BI Ida beserta anak dan suaminya.
Malam ini Mimi tak banyak bicara dan tak bertanya maupun meminta izin kembali.
Suara riuh dari adik-adik sepupunya membuat rumah ramai. Mimi hanya melihat adik-adiknya bermain dan sekali-kali Mimi pun ikut bermain bersama.
Sambil melihat adik-adiknya bermain Mimi sekali-kali memandang ponselnya berharap kak Syahril menghubungi untuk menemani nya malam ini.
Yah walau rumah ramai dengan hiruk pikuk anak-anak tapi tak membuat damai bagi Mimi.Sesekali Mimi menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nya secara pelan untuk menetralkan perasaan yang tak menentu di hatinya.
Hingga hampir larut tak banyak obrolan yang dianggap penting oleh Mimi, Mimi pun beranjak masuk kamar untuk tidur dan Mimi pun tertidur pulas hingga esok pagi.
Seperti rutinitas Mimi sebelumnya di pagi hari, dia akan mencuci pakaian, mencuci piring serta menyapu dan mengepel ruang tamu dan teras karena ruang tengah masih penuh dengan adik-adiknya yang masih tertidur.
Selesai dengan rutinitasnya, Mimi duduk di teras sambil bermain game di ponselnya untuk menghilangkan rasa jenuh yang meliputi dirinya.
Di saat Mimi asik dengan game nya Di'ah datang kerumah dengan pakaian yang rapi.
"Assalamualaikum." Ucap Di'ah di balik terali penghalang antara tangga dan teras.
"Waalaikum salam, hmm tumben dah rapi mau kemana?" Mimi menjawab salam Di'ah dan bertanya kepada Di'ah.
"Hehehe Mi, kawanin aku yok." ajaknya.
"Kemana?" tanya Mimi.
"Aku mau ke baiturahma, mau daftar ulang." jawabnya.
"Emm, Di'ah daftar di baiturahma?" tanya Mimi.
__ADS_1
"Hehe iya, Ayuk Mul yang daftarin dan ternyata disana aku lulus dan hari ini daftar ulangnya." jawab Di'ah.
"Emm yaudah, bentar ya.. Mimi siap-siap dulu." jawab Mimi dan langsung berlalu masuk menuju ke kamar nya untuk berganti pakaian dan bersiap.
Tak makan waklu laama untuk Mimi bersiap-siap, karena Mimi bukan tipe cewek yang tak banyak poles dan cuek akan penampilan.
"Ya udah ayok." ajak Mimi yang sudah berada di teras.
"Dah siap?" tanya Di'ah.
"Sudah ayok, nanti panas." jawab Mimi dan mereka pun berpamitan dengan orang yang di rumah dan pergi berangkat menuju baiturahim.
Sesampainya disana suasana masih ramai, Di'ah dan Mimi langsung menuju ruangan administrasi untuk daftar ulang. Sehabis di ruangan tersebut Di'ah mengajak Mimi keruangan lain untuk mengukur buat baju seragamnya.
Akper Baiturahma Akper swasta yang berada di Kota Jambi, di Akper ini juga banyak peminat nya, ya maklum kalau swasta yang jika sudah masuk kriteria yang di tentukan dan kuat uangnya maka lulus lah semua peserta yang ingin masuk Akper atau akbid sini.
Tau sendiri yang namanya swasta pastinya biaya masuk serta biaya akomodasi lainnya sangat mahal, makanya banyak orang berbondong-bondong memilih negeri walau dengan cara kotor sekalipun.
Setelah semua urusan Di'ah selesai mereka pun tak langsung pulang, melainkan mereka pergi ke toko buku untuk membeli beberapa alat tulis yang dibutuhkan Di'ah nanti.
Terbesit rasa iri di hati Mimi melihat Di'ah, keluarganya mendukung walau tak lulus di negeri (eh bukan gak lulus melainkan diserobot orang hehe ) tapi keluarganya tetap mendukung degan cara mendaftarkan dirinya di swasta.
Sehabis membeli beberapa alat tulis mereka berdua pergi ke kedai bakso yang berjarak dua ruko dari toko buku ini. Mereka memesan makanan andalan mereka, sambil menunggu pesanan siap mereka pun mengobrol bagaimana kedepannya.
"Mi.." panggil Di'ah setelah mereka duduk.
"Eh iya Di'ah, ada apa?" tanya Mimi.
"Mimi baik-baik aja?" tanya Di'ah balik.
"Mimi baik-baik aja kok, kenapa?" jawab Mimi.
"Syukurlah kalau Mimi baik-baik aja, aku cuma takut nanti penyakit Mimi kambuh." ucap Di'ah.
"Hahaa kau ini Di'ah, emang Mimi sakit ayan yang bisa kambuh di manapun." jawab Mimi dengan tertawa.
"Terus kenapa Mimi banyak diam lagi?" tanya Di'ah.
"Ndak ada apa-apa Di'ah, tenang aja. Jangan khawatir." jawab Mimi dengan memknum air mineral cup yang tersedia di atas meja.
"Oh ya, Di'ah ambil jurusan apa? Akper atau Akbid?" tanya Mimi
"Aku ambil Akbid Mi, biar bisa buka praktek sendiri nanti di rumah." jawab nya.
"Wah akhirnya impian Di'ah tercapai ya. Mimi jadi iri."
"Alhamdulillah Mi, walaupun akhirnya ke swasta juga hehe." jawab Di'ah.
"Iya Di'ah tapi yang penting keluarga mendukung, tidak seperti Mimi." ucap Mimi lirih.
"Hmm entah lah Di'ah, sampe sekarang belum ada tampak kepastian sedangkan jatuh Tempo tinggal tiga hari lagi. Huh.. Senin terakhir jatuh temponya." jelas Mimi dengan wajah sendu.
"Tapi aku yakin pasti impian Mimi terwujud cuma mungkin waktunya yang belum kita ketahui. Percaya lah Mi, pasti Allah akan mengijabah setiap do'a-do'a Mimi." ucap Di'ah.
"Amin semoga, tapi entahlah Mimi tak berani berharap Di'ah. Kadang Mimi ingin nekat pergi sendiri walau tanpa restu." ucap Mimi.
"Emang Mimi berani?" tanya Di'ah.
"Kalau waktu terdesak keg gini berani ndak berani Di'ah hehee, cuma Mimi masih memikirkan perasaan orang tua." jawab Mimi yang berujung sendu.
Disaat akan melanjutkan obrolan pesanan mereka berdua pun tiba, bakso urat plus telur dan es oyen.
"Mi, ingat jangan banyak makan cabe." ucap Di'ah mengingatkan Mimi.
"Hehe iya iya." jawab Mimi dengan menyendok cabe.
Mimi mencoba rasa baksonya, apa rasanya pas atau kurang. Setelah mencicipi rasa bakso nya masih terasa kurang, Mimi pun kembali meracik nya. Mimi menambahkan bawang goreng, saos cabe, cuka dan cabe kembali.
"Mi.. sudah cukup jangan banyak-banyak cabe nya, ingat Mimi baru sehat." Di'ah mengomelin Mimi ketika Mimi memasukan satu sendok cabe kedalam mangkuk baksonya.
"Iya iya bawel ah Di'ah sekarang, masih kurang Di'ah jadi kurang sedap." jawab Mimi sambil mencicipi kembali.
"Sudahlah Mi, nanti kambuh lagi sakitnya." ucap Di'ah dan !melarikan !engkok berisi cabe rawit tersebut.
"Iya iya." jawab Mimi cemberut.
Mereka berdua menyantap baksonyanhingga tandas dan setelah itu mereka menyantap es oyen nya.
"Oh ya mi, kemarin lusa aku ketemu sama Abang yang jadi tukang ojeknya Mimi itu Lo." ucap Di'ah disela-sela menyantap es oyen.
"Hmm ketemu dimana?" tanya Mimi.
"Dirumah sakit polisi." jawab Di'ah.
"Tambah keren dia Mi, apa lagi pakai seragam gitu." ucap Di'ah dengan memujinya.
"Hmm, emang Di'ah ngapain mle rumah sakit polisi?" tanya Mimi.
"Kemarin itu nemanjn ayuk Mul jenguk kawan nya yang sakit. Terus ndak sengaja berpapasan dengan Abang itu." jawab Di'ah, Mimi hanya diam sambil menikmati es oyen nya.
"Kok diam Mi?" tanya Di'ah
"Lah terus Mimi harus apa?" jawab Mimi.
"Nanya keg apa keg." Ucap Di'ah.
__ADS_1
"Nggak ada bahan pertanyaan nya." jawab Mimi cuek.
"Iss ndak asik." jawab Di'ah merajuk.
"Hahaa" Mimi tertawa melihat Di'ah merajuk.
"Emang dia lihat Di'ah?" akhirnya Mimi bergaya juga.
"Ya karena kita berpapasan kita saling lihat saja, dia sama kawannya. Nah pas aku keluar dari kamar rawat kawannya Ayuk Mul aku bertemu lagi dengan dia dan kami ini dia negur dan akhirnya bertanya-tanya." jelas Di'ah.
"Oh ya dia kirim salam sama Mimi." ucap Di'ah
"Waalaikum salam." jawab Mimi.
"Dia nanyain Mimi terus, katanya ap a Mimi masih sama dia? maksudnya sa!a kak Syahril, terus dia juga nanay kabar Mimi." ucap Di'ah.
"Hem." jawab Mimi cuek.
"Yah kumat cuek nya." ucap Di'ah.
"Emm Di'ah kita pulang sekarang yok, dan setengah dua nih." ucap Mimi mengajak Di'ah untuk pulang. Di'ah pun melihat jam tangannya.
"Em yaudah ayok, bentar aku bayar dulu." ucap Di'ah.
"Yaudah, ini buat pesanan Mimi." ucap Mimi dengan menyodorkan selembar uang berwarna biru ke Di'ah.
"Ndak usah, kali ini aku traktir. Tapi ndak gratis hehee." ucap Di'ah menolak uang yang Mimi berikan.
"Lah di traktir tapi ndak gratis, maksudnya apa Di'ot." ucap Mimi sembari jalan menyusul Di'ah.
"Iya nanti kalau Mimi tercapai impian dan cita-cita Mimi harus bayar ke aku, ganti traktir aku di tempat mewah." ucapnya.
Disaat mereka berdua menuju kasir, ada pelanggan lain yang baru masuk kedalam kedai ini dan membuat Mimi bersin-bersin.
Hachim.. Hachim.. Hachim Mimi terus bersin-bersin.
"Mi.. Mimi baik-baik aja kan?" tanya Di'ah khawatir melihat Mimi bersin-bersin tanpa henti.
"Hemm buruan sana bayar ha ha hachimm." jawab Mimi dengan terus bersin.
"Iya bentar." ucap Di'ah dan langsung membayar semua pesanan kami.
Setelah selesai membayar mereka berdua pun segera keluar dari kedai bakso tersebut.
Ha ha chimm.. Hachim Mimi terus bersin-bersin sampe hidung Mimi memerah.
"Mi,." panggil Di'ah.
"Nih apa karna Mimi minum es tadi ya, kalau sakit Mimi kambuh gimana." ucap Di'ah penuh dengan ke khawatiran.
"Kita beli obat dulu ya?" ucap Di'ah dengan !menarik tangan Mimi menyebrang menuju apotek yang dekat dengan taman Rawasari yang berada tak jauh dari depan kedai bakso.
"Nih." ucap Di'ah memberikan obat dan sebotol air mineral, Mimi langsung menerimanya dan langsung menelan pil tersebut.
"Gimana?" tanya Di'ah.
"Makasih ya Di'ah." jawab Mimi.
"Iya sama-sama, ayokmkita pulang nanti Mimi tertidur pula disini, karena obatnya mengandung obat tidurnya." jawab Di'ah
tanpa menjawab Mimi dan Di'ah pun segera pulang. Sesampainya dirumah telah menunjukkan pukul dua, Mimi langsung bergegas mengambil wudhu karena waktu Dzuhur Mimi telah kelewat.
Disaat tengah sholat mata Mimi telah berat karena efek dari obat yang diminumnya tadi, Mimi berupaya menyelesaikan sholatnya. Setelah selesai sholat Mimi pun langsung tertidur dimranjangnya tanpa melepaskan mukenanya hingga jam lima sore.
Dinjam lima sore Mimi terbangun itu pun di bangunkan oleh e!ak karena selain sudah sore waktu ashar juga kelewat.
"Mi.. bangun, sholat ashar lagi." ucap emak membangunkan Mimi dengan menggoyangkan badan Mimi.
Perlahan Mimi membuka matanya yang masih berat untuk di buka.
"Hemm." jawab Mimi dengan mata yang belum terbuka sempurna.
"Buruan bangun sudah jam lima." ucap emak dengan sedikit menarik tangan Mimi.
"Iya." jawab Mimi dengan langsung bangun dan membuka mukenanya, Mimi langsung pergi ke dapur dan mengambil wudhu dan setelah itu Mimi pun menjalankan sholat ashar nya.
Setelah nya Mimi rebahan di atas kasur nya, niat hati ingin membaca pesan wa dari Syahril dan karena mata yang sangat mengantuk Mimi kembali memejamkan matanya dan melupakan WA dari Syahril.
**tbc**
Assalamualaikum alhamdulillah DOKTER JANTUNGKU up kembali, semoga selalu berkesan ya..
Dan jangan lupa terus beri dukungannya berupa
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
...TERIMAKASIH...
__ADS_1