
Emak dan neneknya Mimi sudah ada di teras untuk mengambil kardus yang telah ada di teras untuk di bawa masuk.
Mimi dan Syahril baru sampai teras dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan karena karung yang dibawa cukup berat juga jika dibawa dengan menaiki anak tangga yang terdiri dari 15 anak tangga.
"Capek juga ya dek." Ucapnya setelah sampai teras dan mengatur nafasnya Begitu pula dengan Mimi.
"Iya kak," Jawab Mimi "Tadi aja pakek sok-sokan nolak Mimi bantu." ucap Mimi yang ditanggapi dengan senyuman oleh Syahril.
"Tadikan gak terasa berat dek." Ucap nya.
"Iya, tadi kan bawanya gak begitu jauh dan gak naik ke atas tunggal lurus aja tii..." ucapan Mimi terpotong
"Iya iya sayangku." potong Syahril "yok langsung kita bawa ke dalam." sambung Syahril dengan mengangkat karung kembali menuju arah masuk dalam rumah.
Mimi mengekor Syahril dari belakang sampai arah dapur, Emak dan Nyai sudah ada di dapur.
"Mi.. Coba buka karungnya keluarin dogannya." Ucap Emak.
"Iya Mak." Jawab Mimi dan Mimi segera membuka karung dibantu oleh Syahril.
Setelah dibuka Mimi mengeluarkan semua isi yang ada dalam karung tersebut dan menyerahkannya kepada emaknya.
"Nih Mak." ucap Mimi.
Emak hanya melihat dengan sorotan mata yang dikerjakan Mimi dengan memberikan kelapa dan Dogan itu ke arahnya sedangkan Mimi hanya tersenyum.
"Dibukalah dogannya dan di kerok isi nya." Ucap Emak sambil menyerahkan baskom stainless kepada Mimi.
Mimi menerima baskom tersebut tapi dia belum mengerjakan apa yang diperintahkan oleh emaknya karena bingung. Syahril masih melihat Mimi masih menatap kelapa-kelapa tersebut dengan memilah-milah dan belum juga memilih mana yang akan di ambil.
"Hemm, nih mana yang kelapa mana yang degan." Mimi ngebatin sambil menimang dua buah kelapa di kedua tangannya.
Tak hanya Syahril emak pun tak luput pandangannya menuju ke arah anak gadisnya yang masih diam belum mengerjakan apa yang disuruhnya tadi.
"Mi.. Mi.." panggil emak sontak membuat Mimi kaget dari lamunannya.
"Eh iya Mak." Ucap Mimi dengan cengengesan.
"Kenapa tuh kelapa di timang-timang gitu." tanya emak.
"Ehmm.. Mak, yang Dogan yang mana?" Tanya Mimi dengan senyum tak enak denganenunjukkan kedua kelapa yang dia pegang, karena Mimi tidak tau membedakan yang mana kelapa yang udah tua dengan kelapa muda alias dogan.
Emak hanya menarik nafas dalam melihat anak gadisnya yang tak bisa membedakan kelapa dan dogan.
Nyai yang melihat itu pun mengambil salah satu kelapa dan menunjukkan kepada Mimi.
"Nih dogan kayak gini Bae dak tau." Ucap nyai.
"Ya kan Mimi dak tau nyai semua sama." jawab Mimi dan menerima Dogan yang diberi Nyainya.
Nyai mengambil lagi dua kelapa yang berbeda warna dan menjelaskan kepada Mimi.
"Nih bedanya bisa diilihat dari kulitnya, ketika dipukul atau diketuk memiliki tekstur yang keras berarti kelapa tersebut sudah tua." ucap Nyai dengan mempraktekkan mengetuk batok kelapa yang dipegangnya.
"Nah sementara kelapa muda jika diketok tidak keras dan masih sedikit lunak seperti ini." Lanjut nyain menerangi.
Mimi dan Syahril memperhatikan nyai yang sedang menerangi perbedaan kelapa tua dan muda alias dogan.
"Dan ndak hanya itu cara membedakannya." Sahut emak dan mendekat ke arah mimi,syahril dan Nyai.
__ADS_1
"Emang ada cara lain lagi Mak?" Tanya Mimi.
"Iya ada cara lainnya dengan melihat serabut pada kelapa ini ( terang emak dengan mengambil dua kelapa ) jika dilihat serabutnya, kalau kelapa muda serabutnya masih lebat dan banyak seperti ini ( emak menunjukkan kelapa yang muda ) dan kalau kelapa tua serabutnya sudah jarang seperti ini." Terang Emak dengan mengambil kelapa yang terlihat serabut yang lebih sedikit itu.
"Oh gitu." Jawab Mimi memahaminya dengan mengangguk kan kepalanya.
"Jangan oh bae tuh belah dogannya jangan sampe airnya keluar kemana-mana." Ucap Emak menyerahkan kelapa muda dan parang pada Mimi dan Mimi menerima nya dengan manyun.
"Sini biar kakak yang buka jangan dimanyunkan tuh mulut." Ucap Syahril dengan mengacak rambut Mimi seketika senyum merekah dari bibir Mimi karena merasa bebas dari yang namanya belah membelah.
"Nih." Ucap Mimi sambil menyodorkan parang dan kelapa mudanya kehadapan Syahril dan diterima oleh Syahril.
Sebelum membelahnya Syahril membuat lubang kecil yang berada di atas kelapa tepatnya di tempat dimana tangkai kelapa sebelumnya berada. Setelah membuat lubang kecil dengan cara mencatokkan ujung parang ke arah batok kelapa tersebut Syahril mengeluarkan air dogan tersebut kedalam baskom stainless sampai air di dalam Dogan tersebut tak menetes lagi.
Setelah itu Syahril membelah kelapa itu menjadi dua dan diserahkan kepada Mimi.
"Nih dek, kerok daging kelapanya pakek sendok." Ucap Syahril dan menyerahkan sendok yang sudah disiapkan oleh nyai sebelumnya.
Setelah menyerahkan kelapa muda yang sudah dibelah Syahril mengambil kelapa muda lagi untuk diambil air dan dagingnya dan dia melakukan hal yang sama seperti awal sampai 4 buah degan sudah selesai dia belah.
Syahril melihat belum semua di kerok sama Mimi diapun membantu Mimi untuk mengerok dagingnya, sedangkan Mimi masih bersungut-sungut kepada Ay yang selalu meminta daging kelapa muda tersebut.
"Yuk Ay minta lagi dogannya." Ucap Ay merecoki kerjaan Mimi.
"Sabar dek tunggu terkumpul dulu." Jawab Mimi dengan langsung mengerok daging kelapa itu.
"Dikit lagi yuk" Ucap Ay.
"Nih.. Sudah ini sudah ya." Ucap Mimi sambil menyerahkan cangkir yang sudah berisi daging kelapa muda tanpa air.
Ay menerimanya dan membawa cangkir tersebut menuju ke ruang tengah dan duduk di depan tv menonton film kartun kesayangan sikembar dari negeri Jiran tersebut sambil memakan Dogan.
"Yuk minta lagi." Ucap Ay sambil menyodorkan cangkir yang telah kosong itu.
Mimi melihat Ay dengan jengah dan tak menanggapi omongan Ay.
"Yuk.. Minta lagi." Ulang Ay.
"Dek.. Dari tadi adek Bae yang makan dagingnya nanti tinggal air nya Bae lagi."Sungut Mimi melihat daging kelapa yang dikeroknya sedari tadi tinggal sedikit.
"Nih dek."Ucap Syahril dengan memberikan daging kelapa yang sudah berhasil diketoknya.
"Makasih kak." Ucap Ay dengan senyum.
"Hemm dengan kak Syahril Bae ucap makasih sama Ayuk berkali-kali tadi Ndak ada ucap makasih." Ucap Mimi.
"Hehehe wleee" Ay mengejek dan cengengesan serta berlalu melanjutkan nonton film kartunnya.
"Eh ini anak." Ucap Mimi geram melihat kelakuan adeknya.
"Sudah la dek." Ucap Syahril senyum.
"Tapikan jadi dikit kak dagingnya mengambil lihat nih." Ucap Mimi sambil menyendok kan sendok sayur kedalam baskom stainless dan mengambil daging kelapa muda yang tersisa tersebut.
"Udah lah Mi, tuh masih ada kan dogannya belah Bae lagi." Ucap Emak.
"Sudah la Mak, yang ada air nya yang terus nambah tapi dagingnya dah habis duluan ." Ucap Mimi.
Setelah semua habis dikeruk Emak memasukkan air gula yang sudah diseduh emak sebelumnya untuk menambahkan rasa manis kedalam air Dogan tersebut setelah itu Emak memasukkan sirup pandan dan susu kedalam baskom yang berisi dogan dan di aduk rata.
__ADS_1
"Nah sudah jadi, masukkan kedalam gelas sana kasih ke Syahril." Ucap Mimi.
Syahril sehabis mengerok daging kelapa muda tersebut langsung beranjak menyusul Ay untuk menonton bareng Ay.
Mimi mengetok batu es menjadi bongkahan dan dimasukkan kedalam cangkir setelah itu dimasukkannya dogan tadi kedalam cangkir tersebut.
"Nih kak diminum dulu." Ucap Mimi dan menaruh es Dogan tersebut kedepannya Syahril.
"Makasih dek." ucap Syahril dan mengambil cangkir tersebut dan menyeruputnya.
"Sruupp.. Hemm segar dek." Ucapnya.
Ay yang melihatnya menekankan salivanya dan tergiur demganinuman tersebut.
"Yuk Ay mau juga." Ucapnya.
"Ya udah bentar Ayuk ambilkan." Ucap Mimi dan berlalu kebelakang lagi.
"Yuk Ay pakai mangkuk ya?" Serunya.
Tak berselang lama Mimi membawa es Dogan untuk adek nya Ay dan camilan keripik pisang.
"Nih dek." Ay yang melihat ayuknya membawakan es dogan pakai gelas cemberut.
"Kenapa cemberut." Ucap Mimi.
"Ay kan minta pakai mangkuk tadi." ucapnya sambil manyun.
"Ais sama bae." Ucap Mimi.
"Beda lah, kalau pakek mangkuk jadi banyak." Ucapnya.
"Beuh nih anak.. Kalau kurang ambil lagi." ketus Mimi.
Syahril yang melihat interaksi dua beradik tersebut hanya senyum dan geleng-geleng.
"Udah la dek sama adek sendiri kok gitu." Ucap Syahril dengan mbelai rambut Mimi.
"Hem… Nih kak keripiknya dimakan.' Ucap Mimi dan mereka pun menonton film kartun bersama-sama.
"Iya makasih." Ucap Syahril seraya mengambil keripik pisang dan memakannya dan matanya tak urung berpaling memandang wajah Mimi.
***
Hai hai assalamualaikum selat sore sobat jantungku makasih ya yang masih setia menunggu dan membaca karya receh authore.
jangan lupa selalu mendukung karya authore ya dengan cara:
Vote
rate
like
komen
Terimakasih sebelumnya atas dukungan kalian karena dukungan kalian adalah penyemangat authore untuk terus berkarya.
__ADS_1