
Disaat Mimi dan Eza menuju ke tempat pakcik dan biciknya duduk ada sepasang mata yang telah memperhatikan nya sedari tadi.
Yah itu adalah Adit, Adit dan teman-teman nya sedang berada disalah food court di mall tersebut dan mereka duduk di meja bagian luar dan otomatis meja mereka berada di belakang bangku tempat pakcik dan Bicik duduk.
Pov Adit
Malam telah menunjukkan pukul 9.00 Adit dan teman-teman nya hendak pulang, namun Adit seketika mematung dan tak bergeming dari pandangan nya.
Arul, Hadi dan sofyan heran kenapa Adit diam di tempat dan akhirnya mereka melihat kemana arah mata Adit berada, mereka juga terhenyak ketika mereka melihat sosok gadis yang disukai oleh temannya itu berada di mall tersebut malam ini.
Sofyan memeluk bahu Adit untuk menyadarkan Adit dan Adit hanya melihat sahabatnya itu dengan tatapan penuh arti dan sahabatnya pun mengerti, akhirnya mereka mengurungkan untuk pulang.
"Dit, lupakan dia." ucap Arul sambil memegang bahu Adit.
"Iya Dit aku lihat tuh cewek juga bahagia dengan cowoknya." Sofyan menimpali.
"Jika kau menyayangi dan mencintai nya maka lupakan dia Dit, cinta tak harus memiliki." ucap Hadi yang merasa prihatin kepada Adit.
Adit mendengar semua ucapan sahabatnya tapi dia hanya menarik nafasnya sebelum menjawab.
"Aku sudah berusaha melupakannya." lirih Adit.
"Semakin ingin ku lupakan semakin besar kerinduan ku hanya untuk melihatnya." lirih Adit kembali sbil mengusap rambutnya.
"Apa salah bila aku menyukai dan mencintainya?" Gumam Adit dan masih terdengar oleh ketiga sahabatnya.
Ketiga sahabat Adit tau jika Adit menyukai gadis SMA dan mereka juga tau yang disukai Adit adalah Mimi.
Ya Mimi seorang gadis berwajah manis dan bila melihatnya maka tak akan jemu untuk selalu melihatnya.
"Aku tau Dit, coba kau lihat sepertinya cowok itu pun sudah dekat dengan keluarga itu cewek." Ucap Sofyan mencoba menyadari Adit.
"Coba kau belajar melupakannya dan membuka pintu hatimu untuk orang lain. Jangan kau sakiti dirimu Dit." ujar Arul menaseti.
"Aku rasa kau hanya terobsesi sama dia Dit, jujur ku akui Mimi memang merupakan gadis idaman walau dia pendiam tapi tak mengurangi kharismanya." ujar Arul.
"Entahlah apakah itu obsesi atau bukan, yang jelas aku sudah menyukainya sejak lama.
Awal ku juga mengira kalau aku hanya sekedar menyukai gadis cilik bersikap dewasa yang mengojek dengan ku. Namun beberapa kali dia naik ojek denganku semakin membuatku penasaran, dia gadis yang tak banyak bicara. Aku tambah senang sewaktu aku mengantar Dian ke SMA ternyata gadis itu juga bersekolah disana di tambah lagi kemaren dia memintaku untuk menjadi ojek langganan nya." ucap Adit panjang lebar dengan menerawang pertama kalibmelihat Mimi.
"Emang sejak kapan kau bertemu dengannya Dit?" tanya Arul penasaran.
"Sejak dia memakai seragam putih biru." Jawab Adit.
Adit bertemu dengan Mimi sewaktu Mimi masih memakai seragam putih biru dimana waktu itu Mimi yang sudah kelas tiga meminta izin pulang dari sekolah untuk mengganti roknya karena Mimi waktu itu sedang berhalangan dan tembus sampai keluar rok nya.
Sewaktu Mimi keluar dari gerbang sekolah SMP-nya ada seorang lelaki yang menawarkan jasa ojek padanya dan Mimi pun menggunakan jasa tersebut.
Lelaki itu adalah Adit memiliki wajah tampan nan manis, di sepanjang jalan Mimi hanya diam, Mimi hanya bicara kalau ditanya saja. Tiga kali Mimi menggunakan jasa Adit dan Adit merasa kagum karena Mimi tidak seperti anak gadis lain pabila melihat cowok yang tampan akan histeris namun Mimi berbeda.
"Ayo kita pulang." ajak Hadi dengan menepuk bahu Adit.
"Kalau kalian mau pulang pulanglah, biarkan aku di sini." jawab Adit.
"Dit, jangan gegabah dan jangan buat onar di keramaian." ucap Sofyan.
"Tidak, aku tidak akan berbuat itu. Aku hanya ingin melihatnya saja." jawab Adit kukuh akan pendiriannya.
"Terserah kau, kalau sampai kau berbuat onar aku yang akan memukul mu terlebih dahulu biar kau sadar." ucap Hadi dengan mengancam.
Satu setengah jam mereka menunggu di food court tersebut dan apa yang mereka tunggu pun tampak sudah.
Iya Mimi beserta Syahril dan Eza keluar dari pintu keluar lobi mall. Adit tersenyum sendiri dia merindukan untuk memandang wajah Mimi.
Baginya kini cukup melihat Mimi dari kejauhan adalah sebuah kebahagian tersendiri baginya.
"Maafkan Abang dek, Abang tidak akan pernah melupakan mu sampai kapan pun." gumam Adit dalam hati dan terus memandang ke arah Mimi.
Adit bertambah bahagia ketika Syahril menjauh dari Mimi dan Mimi beserta Eza mendekat ke arah pakcik dan biciknya karena dengan begitu Adit dapat melihat wajah Mimi dengan lebih jelas.
Adit selalu memandangnya dengan tak jemu, ingin rasanya Adit mendekat dan memeluk Mimi erat untuk menuntaskan rasa rindunya, namun dia sadar dia tak akan gegabah.
Mimi merasa seperti ada orang yang memperhatikannya dan Mimi mencoba melihat kiri dan kanan dan tanpa sengaja Mimi bersitatap dengan mata Adit.
Mimi tersenyum dan mengangguk ketika melihat Adit tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Mimi dan setelah itu Mimi gak melihat ke arahnya.
Karena padatnya pengunjung mall dimalam hari maka mobil cukup panjang mengantri dan Syahril memarkir mobil di tempat parkir samping gedung sehingga Syahril cukup lama untuk sampai ke depan lobi.
Karena lama itu pula keberuntungan berada pada Adit, dia dapat melihat wajah Mimi lebih lama walau hanya dilihat dari samping.
Tak berselang lama terlihat juga mobil Syahril mendekat ke arah Mimi, Syahril turun dari mobil pas di depan Mimi. Pakcik yang melihat Syahril telah sampai maka diapun mendekat ke arah mobil Syahril dengan mendorong troli.
Syahril membuka bagasi mobil dan setelah itu diapun memasukan dan menyusun barang belanjaannya. Setelah semua beres Kami semua masuk ke dalam mobil. Mimi sengaja lewat memutar untuk masuk ke dalam mobil agar bisa berpamitan pada Adit walau hanya dengan senyum.
Ada rasa was-was dihatinya Mimi, takut bila Syahril melihat kalau Adit juga berada disana.
Sesampai nya di rumah telah jam 11 lewat, setelah menurunkan dan membawa barang belanjaan ke atas Syahril pun langsung pamit.
***
Syahril sampai rumah dalam keadaan telah sepi karena semua penghuni rumah telah beristirahat tapi tidak dengan kamar Syahril masih terlihat terang.
Yah Ryan,Andri dan Rudi berada dalam kamar tersebut niat hati mereka akan belajar bersama dan menginap di rumah Syahril namun Syahril pergi hingga pulang tengah malam.
Ryan mendengar suara deru mobil yang masuk perkarangan rumah dan suara pagar di buka diapun mengintip dari jendela dan ternyata itu adalah Syahril dan diapun berlari turun ke bawah untuk membukakan pintu.
Disaat Syahril akan mengetuk pintu, Ryan terlebih dahulu membukanya dengan bersidekap kedua tangannya dan Syahril hanya tersenyum kikuk.
Mereka berdua pun naik kembali ke atas dan tak lupa mengunci.
__ADS_1
Sesampainya Syahril ke dalam kamar Syahril langsung masuk ke kamar mandi yang berada dalam kamarnya untuk membersihkan diri dan berwudhu karena dia belum sholat isya.
Semua sahabat yang berada dalam kamar masih melihat ke arah Syahril ketika Syahril keluar dari kamar mandi. Syahril yang melihat itu hanya tersenyum.
"Bentar aku sholat dulu." jawab Syahril mengerti akan tatapan semuanya dan langsung dia berlalu mengambil sarung dan memakainya, diambilnya sajadah dan membentangkannya, Syahril khusyuk menjalankan ibadahnya.
Setelah selesai ternyata sepupu-sepupunya masih setia memandang ke arahnya.
"Maaf." Ucap Syahril sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Udah jam berapa Riil, apa kau tidak mau belajar, besok kita ujian Riil UJIAN AKHIR." Ucap Ryan denganenegaskan ujian akhir.
"Iya Riil kau yang meminta kami kesini tapi kau malah pergi dan kau bilang cuma sebentar tapi ini sampai tengah malam." sahut Andri.
"Iya maaf, maaf." Jawab Syahril sudah kehabisan kata-kata karena apa yang diucapkan oleh sepupunya betul adanya.
"Oh ya besok jadwal ujian nya apa?" tanya Syahril dengan terus mencari buku yang tertulis jadwal ujian.
"Besok Agama." ucap Ryan.
Syahril melihat ke arah tas yang ada di atas meja dan dia pun mengambilnya dan membukanya, setelah merogoh isi dalam tas dia memegang hp dan dikeluarkan nya ternyata itu hp Mimi.
"Astaghfirullah." ucapnya spontan saat memegang hp Mimi.
"Kenapa Riil?" tanya Ryan
"Ada apa Riil?" tanya Andri dan Rudi.
"Jangan bilang kau lupa mengembalikan hp Mimi." Ucap Ryan ketika minat Syahril memegang hp Mimi.
"Iya aku lupa, pantas ku hubungi tak pernah aktif hehehe." Jawab Syahril dengan cengengesan.
"Dan kau pasti menuduh Mimi." tebak Andri.
"Hmm" jawab Syahril " Hpnya ngedrop." ucapnya lagi dan langsung mencharger hp Mimi.
"Ah sudah lah, kita tidur yok subuh baru ngulang menghafal." Ajak Andri dengan menguap karena rasa kantuk telah menguasainya.
"Iya aku juga capek rasanya." sahut Rudi.
"Yaudah ayo tidur." ucap Syahril dan berdiri dari kursi dan sebelumnya dia membelokkan badan nya ke arah kiri dan kanan karena merasa capek dan pegal.
Karena rasa capek dan kantuk merekapun cepat terlelap berlabuh ke alam mimpi.
Syahril terbangun karena merasa haus dan ternyata Ryan pun ikut terbangun, Syahril melihat Ryan terbangun diapun melihat jam baru jam 4 subuh.
Syahril mengambil Air yang berada di atas meja dan meminumnya. Sedangkan Ryan menuju kamar mandi untuk membuang air kecil dan berwudhu.
Setelah Ryan keluar Syahril pun masuk kedalam kamar mandi untuk berwudhu Syahril dan Ryan melaksanakan sholat lail. Andri dan Rudi pun terbangun dan mereka juga akan melaksanakan sholat lail secara bergantian.
Setelah selesai sholat Syahril mengambil buku agama, disaat akan mengambil buku agama dia melihat ke arah hp Mimi dan diapun mengaktifkan hp Mimi dan setelah itu dia memulai baca bukunya dalam hati.
Awal nya dia tersenyum ketika melihat ada notif wa dan panggilan dari nomornya sendiri, dan Syahril terus menscroll layar di aplikasi hijau tersebut terlihat ada wa dari Di'ah, Dewi, Manda dan Emma syahril mengabaikannya dan dia terus menscroll ke bawah ternyata ada wa dari Adit dan dari no yang tak dikenal.
Syahril buka wa dari Adit dan dia membacanya satu persatu.
📲 "Assalamualaikum bang, ini Mimi." Mimi
📲"Waalaikum salam dek,iya ada apa?" adit.
📲"Bang, besok kalau bisa pas jam pulang sekolah Abang sudah stay ya!'' Mimi.
📲"Ok." Adit
📲"Makasih ya bang, assalamualaikum." Mimi
Wa awal Mimi meminta Adit menjemputnya dan menjadi langganan ojeknya.
📲"Assalamualaikum dek." Adit
📲"Waalaikum salam iya ada apa bang?"Mimi
📲"Besok Abang telat jemput ya?"Adit
📲"Oh kenapa bang?" Mimi.
📲"Karena abang besok ada mata kuliah sampe jam satu." Adit
📲"Oh gitu." Mimi.
📲"Iya dek, karena Abang ngojek sambil kuliah." Adit. ( "Heleh modus" gumam Syahril )
📲"Abang kuliah jurusan apa?" Mimi. ( syahril membaca ini bergumam "sok perhatian."
📲"Abang ambil jurusan hukum dek." Adit
📲"Wah bagus dong bang, kelak jadi lawyer." Mimi
📲"Iya dek, tapi Abang kalau lulus hukum ini rencana mau masuk pendidikan kepolisan dek." Adit ( "Sok cari perhatian" Syahril terus bergumam)
📲"Wah jadi abang bercita- cita jadi polisi?"Mimi
📲"Iya dek, cita-cita Abang ingin jadi polisi dari kecil, doakan Abang ya." Adit
📲"Insya Allah, amiin. Jadi kalau Abang masuk pendidikan polisi setelah lulus hukum maka kelak Abang pangkatnya lebih tinggi dong." Mimi.
📲"Iya begitulah dek," Adit.
📲"Wah semoga apa yang Abang citakan terkabul." Mimi.
__ADS_1
📲"Amin makasih ya dek." Adit
📲"Sudah dulu ya bang Mimi mau belajar assalamualaikum." Mimi
📲"Ya belajar yang rajin, waalaikum salam."
Syahril masih terus membaca wa dari Adit dan terus bergumam.
📲"Assalamualaikum dek, nanti pulang sekolah kita makan bakso yok." Adit
📲"Waalaikum salam, boleh bang." Mimi
📲"Oke kebetulan Abang ultah dan kawan Abang ada yang mau kenalan sama adek." Adit
📲"Oke bang ketemu nanti ya." Mimi.
📲"siipp belajar yang rajin. see u." Adit
Itu wa saat Adit merayakan ultah nya bersama Mimi dan pertama kali nya pula Mimi berkenalan dengan ketiga sahabat Adit.
Chat wa malam hari:
📲 Assalamualaikum dek, lagi apa? adit
📲"Waalaikum salam, lagi ngerjain tugas" Mimi
📲"Dek Abang boleh ndak kenal adek lebih dalam" Adit
📲"Hahaha maksud Abang apa? kan sudah kenal sama Mimi" Mimi
📲"Abang ingin kenal adek lebih jauh, Abang suka sama adek" Adit ( Syahril tampak marah )
📲"oh gitu," Mimi
📲"Gimana dek?" Adit
📲"Emm kalau mau kenal lebih sih boleh-boleh aja." Mimi ("dasar ganjen" Syahril.ngedume)
📲"makasih dek. " Adit ("kesenangan tu." Syahril masih berkomentar dengan bergumam)
📲"Adek mau nggak jadi pacar Abang." Adit
📲"Maaf bang, kalau untuk itu Mimi ndak bisa." Mimi ( "mampus Lo" syahril masih berkomentar sendiri )
📲"Kenapa? bukannya adek sama cowok adek sudah ndak ada hubungan lagi.'' Adit ( "aaapaa! buset nih orang." Syahril terus berkomentar sehingga ketiga sepupunya melihat ke arahnya.)
"Ada apa Riil? dari tadi ngomong ndak jelas." ucap Ryan.
"Buset berisik." jawab syahril dengan terus memandang dan membaca wa dari Adit di hp mimi.
"Lah yang berisik itu Lo dodol." sahut Andri yang merasa keganggu.
"Iya nih bocah, bukannya menghafal malah main hp." jawab Rudi ketus.
"Ah udah diam aja kalian." jawab Syahril dan masih terus membaca wa dari Adit.
📲"Maaf bang, Mimi belum putus sama cowok Mimi." Mimi ( "ah Mimi ku" komentar lebay Syahril. )
📲"Tapi kakak liat adek ndak pernah jalan sama cowok." Adit
📲"Emm sudah ya bang, Mimi mau nyelesein tugas assalamualaikum." Mimi
📲"Waalaikum salam"
Chat wa sewaktu Adit mengajak makan bakso dan ketemu Syahril.
📲 Assalamualaikum dek, maaf nanti Abang telat jemput Abang lagi ujian"
📲"Waalaikum salam, iya bang yang semangat😊." Mimi ( "ganjen banget pakek emot senyum segala" komen syahril )
📲Oke dek makasih, see u😘" Adit ( "idiih modus pakek kiss" gumam Syahril )
📲"Eh salah emot 😉" Adit
Syahril masih ngedumel ndak jelas "sialan nih orang".
"Lo kenapa sih Riil."
"Nih si Adit chat wa an sama Mimi." jawabnya
"Lo buka hp Mimi? Ndak sopan amat." ucap Andri.
"Ah berisik Lo pada, siapa lagi nih chat wa tak ada namanya." ucap Syahril dan membuka chat wa dari no yang tak dikenal.
Ayoo chat siapakah itu???
Next part ya karena udah 2000 kata.
Assalamualaikum selamat pagi, selamat beraktifitas, dan selamat membaca novel kesayangannya.📹📹
Jangan lupa dukung terus DOKTER JANTUNGKU dan jangan lupa tinggalkan jejak nya.
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆