DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
kelulusan Syahril


__ADS_3

Hari hari terus berlalu, selama masa uan Syahril cs selalu pulang dan belajar bersama Mimi di rumah Nyai Mimi.


Seminggu sudah mereka selalu belajar bersama dilalui dengan canda tawa, hari ini pun adalah hari terakhir Syahril cs selesai menjalani ujian nasional begitu pula Mimi hari ini juga Mimi harus mengirim balik jawaban-jawaban dari soal bimbelnya.


"Assalamualaikum dek," terdengar deru mobil dan ucapan salam dari bawah.


"Waalaikum salam." jawab Mimi yang melihat mereka dari atas teras rumah.


Mereka pun naik menjajaki satu persatu anak tangga,setelah sampai atas mereka pun menyalami Mimi dan Nyai yang kebetulan juga lagi ada di teras pagi ini.


"Baru mau berangkat Riil?" tanya Nyai berbasa-basi.


"Iyo Nyai." jawab Syahril.


"Oh ya dek, mana paket yang mau dikirim biar kakak aja yang bawa ke pos nya." ujar Syahril.


"Biar Mimi aja kak nanti ke pos nya, kalau nunggu kakak pulang nanti tutup kantor pos." Mimi menjawab dengan khawatir karena pos jika di hari Sabtu buka hanya sampai jam 11.


"Kalau adek yang ngantar mau pakai apa nanti?" tanya Syahril.


"Ya kata kakak kemaren mau pakek motor dan bawa motor matic ini kenapa jadi bawa mobil." Mimi ngejawab dan mengingatkan akan ucapan Syahril kemaren sebelum dia pulang.


Flashback on


Pada saat selesai belajar mereka masih menyempatkan bersenda gurau sambil menikmati teh hangat dan kue brownies yang selalu Mimi buat atas permintaan syahril sebelum mereka pulang.


Mimi masih mengerjakan soal-soal bimbelnya karena tinggal satu mata pelajaran tiap bimbelnya.


"Gimana dek, udah selesai ngejawab soal-soal nya?" tanya Ryan yang selalu memperhatikan tiap apa yang Mimi kerjakan.


"Belum kak, tinggal satu lagi insya Allah nanti malam Mimi selesaikan dan besok hari segera Mimi kirim." Mimi menjawab tapi mata masih terus fokus ke lembaran soal dan buku paket yang ada di atas meja.


"Itu mau adek kirim kemana?" tanya Syahril.


"Ke kantor pos kak, jam sembilan lah Mimi kesana." terang Mimi.


"Pakai apa?" Rudi bertanya.


"Yah pakai apa lagi, pakai ojek lah." jawab Mimi.


"Hemm." ucap Syahril.


Mimi yang merasa ada kejanggalan atas deheman itu dia pun memberhentikan sejenak pekerjaannya dan melihat ke arah Syahril yang bersidekap dan menatap tajam ke arah Mimi.


"Ada apa kak?" Mimi bertanya sambil menahan senyum.


"Mau pakai apa besok!" Syahril mengulangi pertanyaan Rudi.


"Udah Riil, ah baru juga baikan mau buat ulah lagi." Ryan menginginkan Syahril tapi Syahril tak menghiraukan nya.


"Mau pakek apa!" Syahril mengulanginya


"Ya mau pakek apa lagi kak, selain naik ojek." jawab Mimi jujur.


"Mau dekat lagi dengan dia gitu!" Syahril langsung menuding Mimi.


"Heleh mulai lagi Lo Riil main nuduh." sindir Andri.


"Ojek kan gak cuma satu Riil, Lo bawaan curiga mulu." ucap Rudi yang mulai jengah akan kecemburuan Syahril.


"Nggak, pokoknya nggak boleh. Besok gini aja kakak pakai motor matic nah nanti motornya kakak tinggal adek bisa pergi tapi jangan sendirian harus pergi sama Di'ah." ucap Syahril.


"Ya terus kakak ke sekolah gimana?" tanya Mimi.


"Ya kakak bisa boncengan sama mereka, tapi ingat jangan pergi sendirian." ucapnya lagi.


"Iya terserah." jawab Mimi pasrah.


"Kenapa kok lesubgitu jawabnya? nggak suka? atau emang dah niat mau ketemuan!" Syahril terus memojokkan Mimi.


"Terus aja kak nuduh Mimi yang nggak-nggak," jawab Mimi jengah.


"Yaudah lah pokoknya besok kakak bawa motor matic dan adek pergi bersama Di'ah." ucap Syahril.


"Hemm." Mimi ngejawab dengan deheman dan kembali fokus ke soal-soal.


"Yaudah lah yok dah sore kita pulang lagi." ajak Rudi cepat karena suasana akan semakin mencekam pabila Syahril kelamaan membahas tentang ojek.


"Yaudah, kita pulang dulu ya Mi, makasih brownies nya." ucap andri beranjak berdiri dan mencomot sepotong brownies.


"Ayoo Riil pulang." ajak Ryan.


"Yaudah ayok, kakak pulang dulu ya." pamitnya dan Mimi pun ikut berdiri mengantar mereka ke teras rumah.


"Kakak pulang dulu assalamualaikum." pamit Syahril seraya menyalami Mimi dan Mimi pun mencium punggung tangannya.


"Waalaikum salam." jawab Mimi.


"Kita pulang dulu ya Mi, dek," pamit Ryan kepada Mimi dan Di'ah.


"Iya kak hati-hati." jawab Mimi dan Di'ah.


Flashback off


"Hemm ya kakak semalam berpikir biar kakak aja yang kirim ke pos nya dan sepulang dari ujian mau ngajak adek, Di'ah dan yang lain jalan-jalan." Syahril memberi alasan dan tujuannya.


"Tapi takutnya nanti kakak ndak keburu kak." jawab Mimi.


"Keburu kok Mi, hari ini cuma satu mata pelajaran ujiannya." terang Ryan.


"Oh yaudah pantesan kalian bawa mobil ampe tiga gitu." ucap Mimi dengan melihat ke arah bawah.


"Iya kalau satu hanya muat kita aja, mustahil kan cuma kita aja yang pergi." jawab Ryan.

__ADS_1


"Hem iya juga, bentar Mimi ambil paket nya." ucap Mimi dan berlalu pergi menuju kamarnya.


Mimi mengambil dua buah paket yang udah dioersiapkan dan sudah di cek satu persatu sesuai dengan tujuan bimbelnya dan Mimi packing rapi pakai amplop map berwarna coklat.


Setelah mengambil paket yang udah dioersiapkan Mimi berlalu keluar menuju teras kembali tak lupa dia pun mengambil sejumlah uang untuk melihat perangko kilat.


"Nih kak." Mimi menyerahkan dua buah paket ke Syahril, dan ini uangnya buat beli perangko kilatnya.


Zaman itu belum memakai sistem internet ya guys walau internet udah ada, tapi zaman sekarang bimbelnya bisa dikatakan sebagian ruang guru gitulah.


"Hem ndak usah, uangnya disimpan aja." tolak Syahril.


"Yaudah makasih." jawab Mimi dan menyimpan uang nya ke dalam saku celana.


"Oh ya kak, jangan lupa perangko kilat dan kirim sebelum jam 11." Mimi mengingat kan Syahril.


"Iya." jawab nya " yaudah kakak berangkat kesekolah dulu do'a in ujian ini lancar." jawabnya dengan menyalami Mimi.


"Iya aamiin." jawab Mimi dan mencium punggung tangannya.


"Nyai kami kesekolah dulu." pamit Syahril dan yang lain serta menyalami dan mencium tangan Nyai.


"Eh kalian sudah sarapan?" tanya nyai.


"Sudah nyai." jawab mereka.


"Tunggu bentar, Mi ambil bakwan sama teh hangat bawa sini." nyai memberi titah kepada Mimi.


"Eh Iyo Nyai." jawab Mimi langsung beranjak ke dapur untuk mengambil gorengan bakwan jagung dan teh hangat dan membawanya ke teras.


"Nih kak, dimakan dulu tadi Nyai sudah menyiapkannya."


"Oh makasih Nyai." ucap Syahril.


"Iyo makan dulu, kepunanan nanti barang sudah di siapkan." jawab Nyai dan mereka pun menikmati gorengan bakwan yang masih hangat.


a menikmati bakwan danteh hangat mereka pun segera pamit.


"Yaudah nyai kami kesekolah dulu." pamit Syahril dan kembali menyalami dan mencium punggung tangannya.


"Iyo baik-baik sekolahnya." jawab Nyai dengan mengelus pundak mereka satu persatu.


"Assalamualaikum."


"Waalaikum salam." jawab Mimi dan Nyai.


Tak lama mereka pergi Di'ah datang kerumah menanyakan jadi atau tidak pergi ke kantor pos.


"Mi.. Mimi." panggil Di'ah yang sudah masuk kedalam.


"Kebiasaan masuk bukan nya ucap salam malah teriak kayak di hutan." jawab Mimi.


"Hehe assalamualaikum." ucapnya


"Waalaikum salam." jawab Mimi


"Ndak jadi Di'ah, kak Syahril tadi sekalian yang kirim." jawab Mimi.


"Oh yaudah kau gitu, soalnya kalau Ndak jadi aku mau ngawani mamak ke pasar."


"Lama ndak kepadanya?" tanya Mimi karena mimibyriris kau Syahril akan mengajak keluar sepulang dari ujian.


"Yah tau sendiri lah kalau emak-emak belanja mi," jawab Di'ah dari duduk dan mengubah channel tv.


"Emang ada apa Mi?" tanya lagi


"Emm, kak Syahril mau ngajak kita keluar sepulang dari ujian, emang kak Ryan Ndak ada kasih tau?'' Mimi menjawab dan bertanya kembali kepada Di'ah.


"Hehe.. ada semalam dia wa." jawab Di'ah.


Nyai masuk ke ruang tengah dengan membawa gorengan bakwan.


"Nah Di'ah,dimakan dulu." Nyai menawari Diah bakwan.


"Iya De makasih." jawab Di'ah dan mencomot bakwan.


"Emm jadi gimana Di'ah?" tanya Mimi kembali.


"Emm yaudah aku antar mamak ke pasar dulu Mi, semoga ndakmbanyak keliling nya." jawab Di'ah sambil mengunyah bakwan.


"Yaudah Mi, aku Balek dulu mau ajak emaknku segera berangkat biar cepat." pamit nya.


"De makasih bakwannya." ucapnya kepada Nyai.


"Iyo, ambillah lagi nah." jawab nyai dan menyodorkan piring ke Di'ah.


"Hehe Iyo De makasih." ucap nya dan mencomot satu bakwan lagi. "Balek dulu Deh, Mi." Di'ah berpamitan dan berlalu pulang kerumahnya nya.


Sepulangnya Di'ah Mimi memulai masak walau nanti pastinya mereka makan di luar setidaknya Mimi masak untuk Nyai dan sekalian buat makan malam mereka nanti.


Satu jam berkutat di dapur Mimi pun selesai. Semua sudah beres di bersihkan Mimi rebahan di depan tv dan Mimi melihat hp di atas tv dan mengambilnya.


"Uhh lama ndak buka apk novel," gumam Mimi dan langsung membuka aplikasi tersebut.


Mimi melanjutkan membaca novel yang telah lama tak dibacanya yang tiba-tiba sudah kelewat beberapa bab namun disana terlihat bab sudah terbaca.


"Pasti nih kak Syahril ikutan baca novel." gumam Mimi.


"Yah kau gini lupa kemaren udah sampe mana aku bacanya." gumam Mimi dan terus menscrool ke bab-bab sebelumnya.


Sambil menunggu Syahril cs pulang Mimi pun membaca novel si kocak CEO SOMPLAK JATUH CINTA karya KARLINA WO, PEMBALASAN CEO karya FRESH NAZAR, BIDADARI SANG GUS karya ALIRAA ALSYFA, MASA LALU MENGUBAH HIDUPKU karya REPUBLIK SEPTY dan genre horor GUNA-GUNA, APA AKU BERBEDA dan yang lainnya.


Mimi terus membaca karena sejatinya Mimi hobi membaca, Mimi membaca semua novel dari karya-karya authore tersebut yah kadang Mimi jarang komen di kolom komentar apa lagi kalau ketinggalan bab Mimi hanya membaca dan like tiap bab yang dibacanya dan jika udah selesai baru Mimi komen ( hehe jadi maaf ya para authore jika diriku komen di akhir).

__ADS_1


Sangking asiknya membaca waktu terus bergulir dan Syahril vs pun telah tiba di rumah tanpa Mimi sadari mereka telah masuk kedalam rumah.


Syahril yang melihat Mimi senyam senyum sendiri dengan hp dia terus mendekat ke arah Mimi dan melihat apa yang sedang Mimi senyumkan.


"Ehemmm." Syahril mengode dengan deheman dan Mimi sontak terkejut.


"Eh kakak dah pulang." jawab Mimi dan langsung beranjak duduk dari rebahan nya.


"Adik benar Mi, lagi baca apaan sih." sindir Ryan yang ingin memanasi Syahril.


"Lagi Wa an ya Mi" sahut Rudi dengan cekikikan setelah melihat Syahril menatapnya tajam.


"Sabar bro, jangan suudzon Mulu." ucap Andri setelah mendekat ke arah Mimi dan Syahril dengan menepuk pundak Syahril.


"Eh hehehe dah lama ya kak pulangnya." Mimi mengalihkan suasana yang mencekam.


"Lumayan sepuluh menitan lah." ucap Ryan.


"Nih tv kayaknya yang nonton Mimi sedari tadi." sindir Rudi sholat memindahkan channel tv


"Hehe iya kak." jawab Mimi dengan cengengesan.


Syahril masih menatap Mimi dengan tajam.


"Baca apa Mi sampe asik bener gitu, ampe kita ngucapin salam gak denger dan kita masuk pun gak sadar." tanya Ryan sambil mencomot bakwan dingin.


"Biasa kak baca novel." jawab Mimi.


"Sini pinjam kakak." ucap Syahril dengan merebut hp di tangan Mimi dan Mimi mengerucutkan bibirnya


"Lo Riil masih aja curigaan." Turing Andri.


"gue bukan curiga, gue juga mau baca." ujar Syahril dan dia langsung membuka salah satu novel yang digemarinya.


"Uhh kakak, ganggu aja. Kakak kan bisa download apk nya sendiri di hp kakak." Mimi ngedumel dengan terus cemberutnya.


"Malas kakak download kan udah ada di hp adek." jawab nya dan terus membuka novel itu.


"Emang Lo baca novel apa Riil?" tanya Ryan.


"Nih" ucapnya dengan kasih lihat hotel ke Ryan.


"Wae dari judulnya keknya seru nih pasti ada 21+nya." jawab Ryan.


Cletak Syahril menjitak kepala Ryan.


"Pikiran Lo ngeres." ucap Syahril dan dlberlalu membaca novel tersebut.


"Gaya Lo Riil, pasti tuh isi novel nya ada unsur dewasanya." celetuk Ryan.


"Emang apa sih novelnya." Andri penasaran dan mendekat ke arah Syahril begitu pula dengan Rudi.


"Coba lihat." ucap Andri dan terus merebut hp yang ada di tangan Syahril.


"Busyet dah nih anak main rampas aja." ucap Syahril dan berusaha merebut kembali hp itu.


"Hahahaha gila nih novel." ucap Andri setelah membaca isi novel tersebut.


"Sini Ndri, Lo gangguin gue aja." Syahril merebut hp Mimi darintangan Andri.


"Beuh kok malah rebutan gitu, kalian kan bisa download sendiri apk nya.'' ucap Mimi sewot.


"Wah pantes Mimi anteng baca novel, novel nya seru dan kocak gitu hahaha." ucap Andri


"Iya sangking antengnya buat orang cburu buta hahaa." Rudi menimpali dengan candaan.


"Yaudah mau minum apa kak?" Mimi menawari minuman kepada mereka semua..


"Yang dingin aja mi kalau ada." seru Ryan.


"Oh ya Mi nama apk nya apa?" tanya Ryan yang ternyata juga ikut penasaran.


"Noveltoon atau mangatoon kak." jawab Mimi.


"Apk lain juga banyak cuma harus pakai koin kalau mau buka bab-bab selanjutnya." terang Mimi.


"Koin?" tanya Rudi heran."tarus bedanya apk ini dengan yang lain apa?'' lanjutnya.


"Iya kak, kalau ini kita bisa gratis hehe kalau yang lain lagi asik baca eh bab selanjutnya gak bisa kebuka kalau koin kita habis ya harus beli atau nyelesein misi dulu lama." terang Mimi.


"Apk lain ada 21+ juga Mi?" tanya Ryan.


Cletak lagi-lagi Ryan kena jitakan kembali dari Syahril.


"Pikiran Lo dari tadi kesitu mulu, Nlndak usah kasih tau dek bahaya." Syahril melarang Mimi memberitahu Ryan.


"Ada kak, malah banyak di apk sebelah." ujar Mimi dan berlalu pergi ke dapur mengambil es dan setelah itu Mimi pun mengambil sisa minuman kaleng di kamarnya.


Hari ini selesai ujian mereka asik membahas masalah isi novel.


HAI ASSALAMUALAIKUM SELAMAT PAGI


MOHON MAAF KEPADA AUTHORE YANG MANA KARYA NOVELNYA MIMI CANTUMKAN DISINI YA.


YOK MARI KITA SALING DUKUNG DAN SUPPORT DAN BAGI RIDERS DOKTER JANTUNGKU NOVEL YANG MIMI CANTUMKAN NOVEL YANG MIMI SUKAI BISA IKUTAN BACA DAN SUPPORT AUTHORE NYA.


BUAT RIDERS DOKTER JANTUNGKU TERUS DUKUNG KARYA DOKTER JANTUNGKU DENGAN CARA


VOTE


RATE


LIKE

__ADS_1


KOMEN


UNTUK TAHAP KE TAHAP PERTEMUAN DENGAN KANG SAID INSYA ALLAH DIPERCEPAT TERIMAKASIH.


__ADS_2