
Hari yang dinantikan pun tiba, yah hari ini Mimi beserta emak dan adiknya Ay akan pergi ke Jambi. Sebenarnya bisa saja Mimi pulang ke Jambi sendiri dengan naik travel namun kedua orang tuanya tidak pernah mengizinkannya maka dari itu setiap libur tiba Mimi akan selalu diantar jemput oleh mereka orang tuanya.
Emak dan Ay di antar ke travel oleh bapak dan Mimi numpang dengan yuk Eka yang mana yuk Eka juga akan menemani suami nya berjualan di tebing.
Setelah sampai di loket travel Mimi langsung memberikan tiket kami bertiga kepada petugasnya dan kebetulan hari ini penumpangnya tidak terlalu banyak, jadi tidak begitu lama untuk menunggu lagi.
Mimi dan emak menggunakan tiket karyawan yang mana atas nama pamannya yang berkerja di salah satu PT di daerah ini, jadi lumayan meringankan ongkos travel.
Sebelum berangkat Mimi mengirim pesan kepada Syahril bahwa dia akan segera berangkat.
📲"Assalamu'alaikum kak, Mimi dah naik mobil dan bentar lagi berangkat."
📲"Wa'alaikumussalam iya dek hati-hati ya."
📲"ok kak, Mimi berangkat dulu."
📲"Ok dek, oh ya jangan lupa nanti kirim pesan bila sudah mau sampai ya, biar kakak jemput."
📲"Siipp kak, udah dulu ya. Assalamu'alaikum."
📲"Waalaikumsalam."
Setelah mengirim pesan Mimi pun memasukkan HP nya ke dalam tas, dan Mimi menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang.
Perjalanan tebing-jambi memakan waktu kurang lebih 3jam tergantung supirnya, jika supirnya lelet membawa mobil maka bisa memakan waktu 4jam namun bila supirnya sudah lihai dan ngebut bisa makan waktu 2jam tembus.
Sepanjang jalan supir memutar musik mp3 dari slow, pop, dangdut hingga dj seperti saat ini musik dj abang jago yang di putar.
Dentam dentuman musik yang di dengar bukannya bikin mata mengantuk tapi bikin perut Mimi mual, berulang kali Mimi tarik nafas dalam dan di hembuskan secara perlahan untuk menetralkan rasa pusing dan mual yang sedang di alaminya.
Tak terasa sudah 2 jam perjalanan di tempuh dan Mimi pun mengambil benda pipihnya untuk memberitahukan Syahril posisi dia saat ini.
setahun mendapatkan benda pipih tersebut Mimi segera mengetik pesan di aplikasi berwarna hijau walau saat ini kepala Mimi terasa keliyengan.
📲"Assalamu'alaikum kak Mimi sudah nyampe di sengeti ya."
Tak butuh lama ternyata pesan Mimi langsung di balas oleh Syahril.
📲"Waalaikumsalam dek, berarti 1jam lagi ya?"
📲"Iya kak, udah dulu ya nanti Mimi kasih kabar lagi."
📲"Lah, kok cepat nian udahannya."
📲"Iya kaka maaf kepala Mimi mayau ( keliyengan). "
📲"Oh ya udah di bawa pejam matanya."
📲"Hmm, udah dulu ya kak.
📲"Ok."
Setelah saling berkabar Mimi pun langsung memasukan benda pipihnya ke dalam tas dan Mimi menyandarkan kepalanya.
Sambil menyandarkan kepala di kursi penumpang Mimi menikmati lagi dj namun sedikit slow dan lagunya juga lagu india tere liye.
Tere Liye Hum Hain Jiyeh, Honthon Ko Siye
-Demi kamu, aku hidup dengan mulut terkunci
Tere Liye Hum Hain Jiye, Har Aansoo Piye
-Demi kamu, aku hidup dengan penuh derita
Dil Mein Magar, Jalte Rahe, Chaahat Ke Diye
-Tapi di dalam hatiku, cahaya cinta terus menyala
Tere Liye, Tere Liye
Demi kamu, demi kamu
Tere Liye Hum Hain Jiye, Har Aansoo Piye
-Aku hidup dengan air mata tertumpah
Tere Liye Hum Hain Jiye, Honthon Ko Siye
-Demi kamu, aku hidup dengan mulut terkunci
Dil Mein Magar Jalte Rahe, Chahat Ke Diye
-Tapi di dalam hatiku, cahaya cinta terus menyala
Tere Liye, Tere Liye
-Demi kamu, demi kamu
Zindagi Le Ke Aayehe Hai Beete Din Ki Kitaab (2x)
-Hidup membawa kisah yang telah lalu
Ghere Hain Ab Humein Yaadein Be-Hisab
-Kini kita dalam lingkaran kenangan tak terkira
__ADS_1
Bin Poochhe Mile Mujhe Kitne Sare Jawab
-Tanpa bertanya, kuterima banyak jawaban
Chaha Tha Kya, Paya Hai Kya, Humne Dekhiye
-Lihatlah, apa yang kuinginkan kini telah kudapatkan
Dil Mein Magar, Jalte Rahe, Chaahat Ke Diye
-Tapi di dalam hatiku, cahaya cinta terus menyala
Tere Liye, Tere Liye
-Demi kamu, demi kamu
Kya Kahoon, Duniyaa Ne Kiya, Mujh Se Kaisa Bair (2x)
-Mau bilang apa lagi, dunia ini sungguh kejam kepadaku
Hukam Tha, Main Jiyun Lekin Tere Baghair
-Aku dipaksa hidup tanpa dirimu
Naadaan Hai Woh, Kahte Hain Jo Mere Liyeh Tum Ho Ghair
-Bodohnya mereka, yang bilang kau orang asing bagiku
Kitne Sitam, Humpe Sanam, Logon Ne Kiye
-Memangnya sebesar apa dosa kita, Cintaku
Dil Mein Magar, Jalte Rahe, Chahat Ke Diye
-Tapi di dalam hatiku, cahaya cinta terus menyala
Tere Liye, Tere Liye
-Demi kamu, demi kamu
Tere Liye Hum Hain Jiyeh, Honthon Ko Siye
-Demi kamu, aku hidup dengan mulut terkunci
Tere Liye Hum Hain Jiye, Har Aansoo Piye
-Demi kamu, aku hidup dengan penuh derita
Dil Mein Magar, Jalte Rahe, Chaahat Ke Diye
-Tapi di dalam hatiku, cahaya cinta terus menyala
-Demi kamu, demi kamu
Mimi sangat suka mendengarkan lagu-lagu dari Bollywood, Mimi tak hanya menyukai lagu-lagu nya namun Mimi juga sangat menyukai film-film dari negara india tersebut.
Mimi sangat menyukai film India karena di film tersebut tidak pernah mengurangi bahkan melupakan tradisi adat istiadat negaranya.
Tak terasa waktu pun berlalu dan saat ini Mimi telah melewati gapura selamat datang dan ternyata Syahril pun sudah berada di sana menunggu Mimi dan emaknya.
Mimi turun dari travel langsung di suguhi senyuman manis dari orang yang sangat dirindukannya.
Syahril langsung menuju ke arah Mimi, tak lupa pula dia menyalami Emak Mimi dan mencium punggung tangannya.
"Assalamu'alaikum mak, apo kabar nyo?" ucap Syahril setelah Ia menyalami Emak Mimi.
"Waalaikumsalam, alhamdulillah baik Riil." Jawab Emak dan mengambil tas yang telah dituruni oleh supir travel.
Syahril yang melihat Mimi dan emak membawa tas nya segera dia mengambil nya.
"Sini mak biak Ariil yang bawa tas nya" ucap Syahril dan langsung ambil tas yang berada di tangan Emak dan dia juga ambil kardus yang berada dekat dengan Mimi untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobilnya.
Setelah memasukkan tas dan kardus Syahril mengambil tas yang masih di pegang Mimi dan di masukkan ke dalam bagasi.
"Oke semua dah masuk ayok mak, dek, Ay masuk dalam mobil." ucapnya seraya membukakan pintu mobil.
"Iya makasih yo Riil." Ucap emak.
"Samo-samo mak." jawab Syahril dan menutup kembali pintu mobil.
"Ayo dek, masuk. " Ucap nya lagi ketika melihat Mimi belum juga masuk ke dalam mobil.
"Eh iya kak." Jawab Mimi dan Syahril oun menutup pintu mobil dan dia mengitari mobilnya menuju kursi kemudi.
Setelah semua nya siap dia pun segera mengidupkan mobil dan melakukan dengan kecepatan sedang tak lupa dia mengucapkan basmalah.
"Bismillah, kita jalan ya." ucapnya.
"Siap kak." Ay menyahuti dari belakang.
Tak begitu banyak obrolan selama di dalam mobil, antara gapura menuju rumah memakan waktu kurang lebih 20menit.
"Alhamdulillah akhirnya sampe juga." Ucap Mimi.
"Alhamdulillah." Jawab Syahril.
__ADS_1
Syahril membuka bagasi mobil dan menuruni barang-barang bawaan Mimi dan Emaknya dan Syahril juga membantu membawa barang-barang tersebut naik ke atas rumah dibantu oleh Mimi.
Setelah sampai atas rumah Mimi dan emaknya pun mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam." Ucap nyai yang sedang duduk di teras.
Mimi, emak, Ay dan Syahril menyalami nyai secara bergantian tak lupa mencium punggung tangan nyai dan duduk di kursi yang kosong untuk merehat badan sejenak.
"Sano Mi, bikin aek dulu buat Syahril." Ucap nyai.
"Hmm bentar nyai rehat dulu." jawab Mimi yang masih enggan berdiri.
"Eh biakla dulu nyai Mimi masih capek." Ucap Syahril saat melihat Mimi yang kelihatan letih.
"Aeis cuma buat aek bae malas nian." Ucap nyai lagi.
"Hmm Iyo iyo Mimi buat, duduk dulu ya kak Mimi kebelakang dulu bikinkan minum dulu." Ucap Mimi dan langsung akan menuju dapur.
"Eh iya kak. mau minum apa?" Tanya Mimi sebelum dia meneruskan langkahnya.
"Kalau ada air dingin bae dek." Jawab nya
"Ok." Ucap Mimi dan berlalu ke dapur.
Mimi melihat ada sirup maka Mimi pun membuat sirup dan di campur susu serta es batu yang telah di hancurkan.
Setelah menyajikan es sirup Mimi mengambil kardus dan membawa nya kebelakang dan tak lupa pula sekalian membawa tas pakaiannya.
Setelah sampai dalam Mimi membuka kardus yang di bawa nya, Mimi ambil sebungkus keripik pisang dan kue bolu buatan emak ditaruhnya kedalam piring dan di bawanya kedapan untuk teman camilan Syahril.
"Ayo kak dimakan." Mimi mempersilahkan Syahril makan camilannya.
"Wah dek banyak nian." Jawabnya sembari mengambil keripik pisangnya.
"Iya kak, itu mamak yang buat." Ucap Mimi.
Kami semua pun menikmati es sirup susu dengan camilan kue bolu dan keripik pisang.
Tak terasa sore pun telah tiba dan Syahril izin untuk pamit.
"Oh ya dek kakak balek dulu ya dah sore" Ucapnya.
"Iya kak." jawab Mimi.
"Mak, Nyai Ariil balek dulu." Ucapnya sembari menyalami emak dan nyai bergantian.
"Oo Iyo, hati-hati mokasih yo Riil." Ucap emak.
"Oh yo mi ambek buat Syahril." ucap emak tadi.
"Oh yo lupo." jawab Mimi dan langsung Mimi masuk kedalam mengambil keripik pisang dan kue bolu buat buah tangan Syahril.
Setelah mengambil Beberapa bungkus keripik pisang dan bolu yang telah disipankan sebelumnya Mimi pun memberikan kepada Syahril.
"Ini kak buat kakak." Ucap Mimi
"Makasih yo dek, kakak balek dulu." ucapnya dan menyalami Mimi dan Mimi pun mencium punggung tangannya.
"Assalamu'alaikum." Ucapnya lagi.
"Waalaikumsalam." Jawab kami semua.
Mimi merasa bahagia bisa kenal dengan Syahril orang yang penuh pengertian dan kasih sayang, dia tak hanya menaruh kasih sayangnya kepada Mimi seorang namun dia juga memberikan kasih sayangnya kepada keluarga Mimi terutama orang tua Mimi.
Air danau airnya biru
Burung bangau memakan ikan
Assalamu'alaikum riders dokter jantungku
Dokter jantungku update untuk kalian
4x4\=16
Sempat gak sempat tinggalkan jejak kalian
_______________TBC_____________
JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
__ADS_1