DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
-


__ADS_3

"Iya Mi, gimana apa Mimi sudah memaafkan kak Syahril?' tanya Di'ah.


Mimi hanya diam dan sesekali melihat ke arah teman-temannya dan melihat ke arah Syahril, mereka semua penuh harap akan jawaban Mimi.


"Ndak tau." jawab Mimi cuek.


"Lah kok ndak tau dek" ucap Syahril dengan memanyunkan mulutnya.


"Idih Riil, tuh bibir kenapa pakek dimanyunkan segala." sindir Ryan ketika dia memerhatikan tingkah syahril.


"Emm menurut gue ada bagusnya Mimi nggak maafin Lo Riil." ucap Andri dan di anggukin sama Rudi.


"Iya ada baiknya begitu." jawab Rudi pula.


Syahril yang mendengar dua sepupu nya bicara seperti itu sontak dia melempar buku yang ada di atas meja.


plak buku tepat mengenai kepala Andri.


"Gila Lo Riil lemparan Lo tepat amat kena kepala Andri hahaha." canda Rudi.


"Sialan Lo Rud. plak." Andri menampar punggung Rudi.


Syahril masih menatap sendu ke arah Mimi dan tatapan itu tak luput dari pandangan Ryan dan Di'ah.


"Dek" bisik Ryan dengan menyenggol tangan Di'ah dan Di'ah melihat ke arah Ryan.


"Apa kak" balas bisik Di'ah dan Ryan mengasih kode dengan menggerakkan kepalanya sedikit ke arah Mimi.


"O." jawab Di'ah.


"Emm Mi.." panggil Di'ah dan Mimi hanya melihat ke arah Di'ah dengan diam.


"Kali ini apa alasan Mimi tidak memberi maaf sama kak Syahril?" Di'ah bertanya kepada Mimi bukan berarti tak ada maksud.


"Ndak tau." jawab Mimi masih dengan cueknya.


"Dek maafin kakak ya, kalau adek maafin kakak. kakak kasih wafer coklat dua." pujuk Syahril dan Mimi hanya mengerucutkan bibirnya.


Syahril yang melihat Mimi cemberut dengan bibir yang dikerucutkan membuat dirinya tambah gemess kepada Mimi sehingga dia menggigit bibirnya sendiri seperti memberi tanda kepada Mimi.


Mimi yang melihat Syahril seperti itu melototkan matanya dan merapatkan bibirnya. Syahril yang melihat tingkah Mimi tersenyum puas.


Ryan, Andri ,Rudi dan Di'ah melihat kelakuan dua insan yang lagi beradu tatapan menjadi heran dan mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"Ada apa dengan mereka?" pemikiran Rudi.


"Kenapa Mimi begitu marah dengan kak Syahril ya?" pemikiran Di'ah.


"Pasti ada sesuatu yang dirahasiakan Syahril dan Mimi nih." pemikiran Ryan.


"Hemm pasti ada something nih, atau jangan-jangan... Syahril sudah.." pemikiran Andri.


Mereka berempat yang sibuk dengan pemikiran masing-masing dan tatapan masih fokus memperhatikan antara Syahril dan Mimi di kaget kan dengan Andri yangblangsung menggebrakkan meja.


Brakkk begitulah kira-kira bunyinya. mereka semua melihat ke arah Andri.


"Apa-apaan sih Lo Ndri." ucap Ryan melengos.


"Iya nih kak Andri bikin kaget aja." imbuh Di'ah dengan membenarkan posisi duduknya karena tadi sedikit terjingkat karena kaget.


Mimi masih diam duduk mendemplok di lantai.


"Hehehe sorry." jawab Andri cengengesan.


"Ngapain Lo gebrak gebrak meja." tanya Syahril.


"Sebenarnya sih gue baru keingat." jawab Andri dan Ryan menatap tajam ke arah Andri.


"Keingat apa?" tanya Ryan balik.


"Gue keingat kalau ada dua nyamuk saling tatapan dan gue curiga dua nyamuk ini udah saling isap." ucap Andri dengan gaya sok lugu tapi pandangan matanya penuh curiga ke arah Syahril.


Syahril melihat ke arah Andri dan Andri menyungging kan senyuman dan memainkan matanya ke arah Syahril.


Ryan yang melihat itu pun merasa apa yang ada dipikirannya ada benarnya.


"Gue juga merasa gitu Ndri, dan Lo Riil hutang penjelasan ke kita." Ryan membenarkan sindiran Andri dan menatap ke arah Syahril.


"Emang ada apa kak?" tanya Di'ah belum ngerti.


Mimi merasa malu karena Mimi tau kak Andri sedang menyindir apa yang telah terjadi sebelumnya.


"Apa kak Andri lihat ya, achhhh gara-gara Kaka Syahril nih." gumam Mimi dak hati dan Mimi menatap Syahril dengan tatapan tajam dan bibir yang dirapatkan.


Syahril yang juga merasa kalau Siberian di tujukan. ke dirinya menjadi salah tingkah di tambah minat tatapan Mimi diapun hanya tersenyum kikuk dengan menggaruk kepala belakangnya yang menjadi gatal mendadak.


Karena sebuah kesalahpahaman dan kecemburuan buta Syahril yang seharusnya niat hari ini syahril pulang dari ujian ke rumah nyai untuk belajar menjadi hari pengungkapan sebuah kebanran.


"Dek" panggil Syahril kepada Mimi. Mimi hanya menatap diam.

__ADS_1


"Jadi adek ndak maafin kakak." ucapnya lagi.


"Kakak harus berbuat apa supaya adek maaafin kakak? Syahril terus berbicara dan Mimi enggan untuk meladeninya.


"Kakak tau, kakak salah. maaf kakak sudah menuduh dan berprasangka buruk sama adek." Syahril mengulangi ucapan penyesalan nya.


"Sekarang ngomong dong, masa dari tadi kakak ngomong sendiri di antara patung-patung yang melongok ini." ucap Syahril sambil menunjuk ke arah ketiga sahabat sekaligus sepupunya itu satu persatu.


"Sialan Lo Riil bilang kita patung, sekalian aja bilang tembok gitu." Rudi menimpali dengan candaan.


"Apa bedanya Rud, patung ma tembok! ucap Andri.


Ryan menatap Mimi begitulah dengan yang lain juga melihat ke arah Mimi.


"Huhhh apa harus Mimi maafkan?" Mimi berkata dan melihat ke arah mereka semua dan mereka pun masih menunggu jawaban dari Mimi.


"Mimi Ndak mau memaafkan, karena ..." Mimi memberhentikan ucapan nya karena ada yang mengetok pintu dari luar.


Tok tok tok kami semua melihat ke arah pintu dan Mimi pun beranjak dari duduk nya dan berjalanenunu pintu.


"Maaf apa betul itu rumah atas nama Mimi Akifah." tanya seorang lelaki berpakaian orange itu.


"Iya pak saya sendiri, ada paket ya pak?" Mimi menjawab dan balik bertanya.


"Iya ini ada dua." ucap sang bapak berbaju orange dengan memberikan dua buah paket.


"O ok pak, makasih." jawab Mimi dan menerima paket itu.


"Sama-sama kalau gitu saya permisi." ucap si bapak.


"Iya pak mari." jawab Mimi dan setelah si bapak turun dan telah pergi Mimi pun masuk kembali ke dalam.


"Paket bimbel ya Mi?" tanya Di'ah.


"Iya Di'ah." Jawab Mimi sembari kembali duduk dan membuka paket tersebut.


Setalah membuka paket Mimi langsung mengambil beberapa lembar kertas pemberitahuan hasil nilai dari paket sebelumnya di setiap paket yang baru datang ini.


Dengan cermat Mimi melihat lembaran tersebut tanpa menghiraukan para manusia yang masih melihat ke arahnya.


Terbitlah senyuman bahagia dari bibir Mimi ketika selesai melihat lembaran kertas dari dua bimbel tersebut.


"Alhamdulillah." Mimi mengucapkan puji syukur karena hasik nilai bimbel sebelumnya sangat menyukai bagi Mimi.


Para manusia tersebut terheran akan perlakuan Mimi dan mereka juga penasaran ada apa gerangan yang membuat Mimi bahagia.


krik krik krik krik suasana ruang tamu mendadak sunyi seketika sejak Mimi menerima paket dan setelah mereka melihat Mimi bersyukur dan tersenyum sendiri.


"Bahagia amat mi habis terima paket." ucap Andri.


"Iya sampe lupa kau di sini ada patung bernyawa." canda Rudi.


Mimi tersenyum melihat mereka semua dan lucu mendengar candaan Rudi.


"Eh maaf kak lupa kalau ada patung bernyawa disini hehehe." Mimi membalas candaan Rudi.


"Helehhh" ucap Andri dan Ryan.


"Ada apa Mi? dan paket apa itu?" tanya Ryan penasaran.


"Ndak ada apa-apa kak, Emm ini paket bimbel jarak jauh Mimi kak." jawab Mimi.


"Sejak kapan Mimi ikut bimbel itu?" tanya Andri yang juga penasaran.


"Kalau yang Bimbel prima ini Mimi ikut sejak kelas satu SMP, nah kalau yang Undip ini baru kelas satu SMA kemaren." Mimi menerangkan.


"Keuntungannya apa Mimi ikut gituan?" tanya Rudi.


"Keuntungannya ya Mimi memiliki sahabat pena dari penjuru daerah, Mimi bisa belajar dengan cara mengisi soal-soal yang disediakan oleh pihak bimbel, dan yang paling utama jika Mimi beruntung dan memiliki nilai tinggi Mimi bisa diikuti sertakan menjadi mahasiswa undangan di kampus yang menyelenggarakan ini." terang Mimi. ( dulu authore pernah ikut bimbel ini ya guys).


"Terus apa yang buat adek kelihatan bahagia tadi?" tanya Syahril.


"Mimi bahagia karena hasil bimbel sebelumnya nilainya memuaskan walau ada salahnya juga sih tapi ndak terlalu banyak." jawab Mimi.


"Kakak boleh lihat ndak Mi? ucap Andri yang penasaran seperti apa soal yang di beri dari pihak bimbel ini.


"Boleh kak, lihat aja." jawab Mimi dan menyerahkan buku paket yang dikirim oleh pihak bimbel tersebut


Mereka semua melihat dan membuka buku-buku yang ada dan mereka juga melihat ada lembaran berupa soal-soal.


"Wah ini mah soalnya kayaknya pelajaran kelas tiga Mi?" celetuk Rudi disaat dia membaca salah satu soal dari pelajaran yang ada.


"Iya kak, soal-soalnya kebanyakan pelajaran anak kelas tiga kak. makanya kadang Mimi kalau ndak dapat jawaban Mimi berdiskusi dengan guru sesuai matapel nya." ujar Mimi.


"Nah Lo, ini soal juga seperti ada di ujian tadi, cuma bedanya di balik aja pertanyaan nya." ucap Ryan yang memegang kertas soal PPKn.


"Wah kalau gini bisa kita pelajari juga nih soal-soal paket Mimi." Ujar Andri sambil membuka soal-soal lainnya.


"Boleh kak jadi Mimi lebih gampang dong ngisinya hehehe." jawab Mimi senang, sekali dayung dua pulau terlewati.

__ADS_1


"Emm yaudah kalau gitu kita mulai belajar yok?" ajak Rudi.


"Yaudah ayok dan kebetulan besok ujian Biologi dan sekalian kita cocokan dari soal punya Mimi dengan pelajaran kita." jawab Ryan dengan memberikan usul.


"Oke ayok." jawab mereka serentak.


Mereka mulai belajar dan sekalian mencocokkan soal-soal dengan catatan mereka.


Tak terasa adzan ashar pun bergema dan mereka sejak memberhentikan kegiatanereka dulu.


"Eh sudah adzan kita sholat dulu yok setelah itu kita lanjutkan." Ajak Ryan dan kami semua pun menghentikan kegiatan sejenak dan berkualitas menuju dapur untuk berwudhu.


Mimi mengambil sajadah dan membentangkan di ruang tengah dan setalah semua sudah siap giliran Mimi yang berwudhu.


Selesai berwudhu Mimi dan yang lain pun melaksanakan sholat ashar berjamaah.


Sholat ashar telah selesai dilaksanakan semua sudah kembali ke ruang tamu sedangkan Mimi membereskan sajadah dan mukena yang dipakainya dan yang di pakai Di'ah, setelah selesai Mimi ikut bergabung kembali ke ruang tamu namun sebelumnya Mimi mengambil beberapa minuman kaleng dan camilan kembali.


Mimi dengan semangat menemani mereka belajar sebab Mimi juga ikut belajar karena buat mengisi soal-soal dari bimbelnya.


Mereka belajar sambil menghafal dengan tak lepas mulut mengunyah camilannya. Dengan belajar mereka melupakan masalah sebelumnya sejenak.


"Wah ada manfaatnya juga nih soal-soal bimbel nya Mimi karena bisa membantu kita juga." celetuk Rudi disela-sela dia membaca antara buku panduan UAN nya dengan soal yang dipegang nya.


"Iya juga Rud, soal-soal ini sedikit banyak juga ada terdapat di dalam buku panduan UAN ini." ujar Andri setelah dia teliti ternyata soal yang punya Mimi juga ada di soal yang berada di buku panduan UAN.


Semua riders pasti taukan buku panduan UAN? itu loh kalau tiap kita mendekat ke UAN pasti sudah ada terjual buku panduan untuk penunjang siswa-siswi belajar buat mengahadapi ujian akhir Nasional.


"Ah yang benar kak?" tanya Mimi.


"Iya nih liat soalnya hampir mirip cuma beda di bolak balik aja." Jawab Andri.


"Kalau gitu bisa Mimi pinjam buat liat jawabannya dong! kan di buku itu pasti tersedia jawaban dari tiap soalnya." ujar Mimi dengan senyum.


"Beuh sama aja bo'ong dek, kalau Mimi cuma mau jiplak jawabannya aja, yang ada Mimi tinggal salin jawabnya tanpa tau maksud dari soal yang ada tanpa harus mencari tau." jawab Syahril.


"Ya kan kau udah ada dan kalau sama aja nggak perlu susah-susah Mimi cari-cari buku di perpustakaan." ucap Mimi.


Di'ah membantu Ryan menghafal dengan cara Di'ah membaca soal ke hadapan Ryan dan Ryan yang menjawab.


Syahril yang awalnya ingin seperti itu namun Mimi menatapnya tajam jadi di urungkan karena Syahril tau kalau Mimi masih marah dan jadinya dia menghafal sorang diri.


"Dek." panggil Syahril.


"Hemm." jawab Mimi


"Tolong ambilkan minum dong!" Syahril meminta tolong kepada Mimi dan Mimi memberikan minuman kaleng ke arah Syahril tali Syahril hanya melihat minuman kalengnya .


"Nih" ucap Mimi.


"Dek" panggil Syahril dan Mimi hanya melihat ke arah Syahril.


"Air putih dek." ucapnya dan Mimi pun beranjak dari duduknya dan berlalu menuju dapur untuk mengambil air putih.


Mimi bawa air putih setelah dan beberapa gelas agar nantinya Mimi tidak bolak balik kebelakang lagi.


"Nih kak," ucap Mimi dan memberikan air putih yang sudah berada dalam gelas itu.


"Makasih sayang muach." jawab Syahril dengan memberi kecupan jauh kepada Mimi


Mimi melototkan matanya dan Syahril tersenyum penuh kemenangan karena dia bisa menggoda Mimi.


"Kecentiman Lo Riil" sindrom Ryan dengan. mata yang masih berhadapan dengan Di'ah tali dia sempat-sempatnya melirik ke arah Syahril.


walau kecupan itu tak terdengar namun terlihatoleh Ryan disaat Syahril memajukan mulutnya seperti sebuah Kiss.


"Cenayang Lo Yan." syahrilembalas sindiran Ryan.


Andri dan Rudi mengerutkan keningnya melihat kearah kedua makhluk yang selalu ada aja bikin gaduh.


"Iri bilang Yan." imbuh Syahril lagi.


"Kalian ini ada aja kalau mau bikin gaduh." ucap Rudi.


"ckk" jawab Syahril dan Ryan.


Mereka belajar hingga sore hari setelah Nyai Mimi pulang tak lama pun mereka izin pulang.


Assalamualaikum selamat sore


Dokter jantungku update terbaru


Jangan lupa beri dukungannya dan tinggalkan jejaknya ya..


vote


rate


like

__ADS_1


komen


🎆🎆🎆 Terimakasih🎆🎆🎆


__ADS_2