
"Mimi..." seru nya dan mendekat ke arah rombongan Mimi
"Eh iya.." jawab Mimi dan Syahril pun mengurungkan membeli tiket dan berbalik arah ke Mimi dan merangkul pinggang Mimi.
Mimi dan yang lain kaget akan tingkah Syahril.
"Iss kakak lepas, malu diliatin orang." ucap Mimi tapi tidak dengan Syahril dia semakin mengeratkan rangkulannya.
"Hai Mi" ucap seseorang yang telah bergabung dengan rombongan Mimi.
"Hai bang, pa kabar?" Mimi berbasa basi.
"Alhamdulillah baik, Mimi pa kabar juga?" ucapnya.
"Alhamdulillah baik juga bang." jawab Mimi dan tangannya berusaha melepaskan tangan Syahril ya g makin erat di pinggang nya.
Yah orang yang mendekat ke arah Mimi adalah Adit, Adit berada di gedung bioskop ini berencana akan nonton juga bersama teman-temannya.
Adit melihat Syahril yang merangkul erat pinggang Mimi tersenyum perih. Iya Adit juga menaruh hati pada Mimi, belum sempat diutarakan secara tidak langsung telah di tolak walau belum di tolak langsung dari mulut Mimi.
Suasana canggung mencekam dikala Adit terus memandang Mimi dan terus tersenyum Syahril yang melihat Adit tersenyum pada Mimi dia menyorotkan tatapan tajamnya ke arah Adit tapi Adit cuek seolah dia tak menghiraukan.
"Abang sama siapa?" tanya Mimi membuyarkan suasana yang telah mencekam.
"Sama temen-temen abang, rencana mau ajak adek tapi nomor abang sudah adek blokir lagi kayaknya." ucap Adit dan membuat hati Syahril geram.
"Oh ya dek, itu siapa?" tanya Adit sambil menunjuk ke arah Syahril yang masih betah merangkul pinggang Mimi.
"Oh ya bang, kenalin ini kak Syahril cowok Mimi?" ujar Mimi sembari mengenalkan Syahril kepada Adit.
Nyes. .Terasa sesak di dada Adit namun bahagia di hati Syahril dan Syahril pun menyunggingkan senyumnya dan dengan PD nya dia mengulur kan tangannya dan berkenalan kepada adit.
"Syahril." Ucap Syahril seraya menjulurlan tangannya.
"Adit" jawab Adit dan menerima ukuran tangan Syahril. Mereka berdua seolah beradu tenaga saling mengeratkan genggaman.
Disaat mereka sedang saling adu tenaga dan sorot mata, teman-temannya Adit datang menghampiri.
"Hei Dit, sudah dipesan tiketnya." Ucap Arul kepada Adit. Arul melihat ada ketegangan di antara dua manusia di hadapannya dia pun menepuk pundak Adit. Puk
"Dit" panggilnya setelah menepuk pundak Adit dan Adit pun tersadar dan melepaskan genggamannya bersama Syahril.
"Eh Rul," ucap Adit.
Sofyan salah satu teman Adit pun kembali menanyakan tiket sudah di beli atau belum.
"Apa sudah di beli dit tiketnya?" tanya Sofyan.
"Sudah." jawab Adit ketus namun sorot mata masih menatap Syahril tajam.
Mimi yang merasa ketegangan yang memuncak pun mengajak Syahril dan teman-temannya untuk pergi dari sana.
"Ayo kak, kita makan aja dulu." Ajak Mimi dan menarik tangan Syahril.
Ryan dan Andri pun sama halnya dia pun menarik tangan Syahril yang mana matanya masih menatap tajam ke arah Adit.
"Ayo Riil jangan buat keributan." Bisik Andri.
Akhirnya Syahril pun mengikuti dan mereka pun pergi dari gedung bioskop. Sebelum berlalu Mimi hanya menganggukkan kepala kepada Adit dan teman-temannya tanda pamit tapi tidak dengan Syahril dia mendekat ke arah Adit dan dia mengatakan "Jangan dekati dan ganggu Mimi dia itu milik ku." ucapnya dengan menekankan tiap kata yang di ucapkan dan berlalu mengikuti Ryan dan Andri yang masih memegang tangannya.
Dengan kejadian itu kami semua kembali turun kelantai dasar dan Ryan mengajak kami semua di salah satu food court dalam mall tersebut yang berada di lantai dasar dan dia juga mengajak kami ke meja yang berada di luar.
"Kalian mau pesan apa?" tanya kak Ryan.
"Aku kwetiau aja sama minum jus mangga." ucap Rudi.
"Aku sama dengan Rudi." Jawab Andri.
"Ayang mau pesan apa?" tanya Ryan pada Di'ah.
"Emm mie goreng sama jus alpukat." jawabnya.
"Mimi mau pesan apa?" Tanya Ryan ketika melihat Mimi hanya melamun namun matanyanghadap ke Syahril.
"Mi.." Ryan memanggil Mimi.
"Eh iya kak." jawab Mimi.
"Mimi mau pesan apa?" tanyanya lagi.
"Mimi..(Sambil buka buku menu ) Emm Mimi chicken Mozarella aja sama jus alpukat." ucap Mimi.
"Dan Lo Riil?" Tanya Ryan tapi Syahril tak bergeming. "Riill.." Panggilnya sqmbil memegang pundak Syahril.
"Terserah Lo aja." jawabnya ketus.
Entah apa yang ada dipikiran Syahril membuat mood nya jelek. Rasa cemburu yang berlebihan membuat dirinya penuh dengan amarah.
"Ah bikin mood jelek aja tuh orang, ngapain pakek ada di mall ini juga." Syahril ngebatin dengan mengeraskan rahangnya dan sorot mata yang tak bisa di artikan.
"Riil, ada apa hah?" tanya Andri yang memperhatikan ke arah Syahril dan terlihat amarah Syahril belum hilang.
"Iya Riil, cerita ada apa?" tanya Rudi kembali.
"Riil, aku ndak tau ada hubungan apa Lo Ama orang tadi. kenapa Lo keliatan emosi ketemu dia?" Tanya Ryan.
"Wah udah lah jangan bikin mood gua ilang." jawab Syahril dengan emosi.
__ADS_1
"Riil, elo cemburu ma abang-abang tadi?" tebak Andri tapi Syahril diam dan memandang ke arah Mimi.
Mimi yang melihat tatapan membunuh dari Syahril hanya diam karena Mimi bingung harus berkata apa.
"Kenapa adek pakek senyum sama dia!" ucapnya dan itu membuat Ryan Andri, Rudi dan Di'ah heran.
"Maksud Lo apa sih Riil? Lo nyuruh Mimi jutek gitu sama orang yang manggil dia." Ucap Ryan dengan gelengan kepala.
"Lo gak tau Yan, kalau cowok tadi itu suka sama Mimi." Ucapnya.
"Lah terus kenapa kalau dia suka sama Mimi Riil, jangan aneh deh." Jawab Ryan ketus.
"Arrrgh.. Lo gak ngerti sih Yan." ucapnya dengan menggunakan rambutnya.
Disaat Ryan akan menjawab pesanan mereka pun tiba.
"Yaudah isi tenaga dulu ntar dilanjut emosinya." ucap Andri bercanda.
"Lo kelewatan cemburunya Riil." Ucap Ryan.
"Terserah Lo ngomong apa.! Jawab Syahril.
Mereka semua menyantap dengan nikmat dan tanpa di sadari di seberang meja ada mata yang menatap ke arah Mimi.
Selesai makan dan membayar kami semua pun langsung memilih pulang, tak lupa Mimi mengambil barang belanjaannya di penitipan barang yang berada dekat pintu keluar.
Saat hendak keluar dari food court Diah bertanya sama Mimi.
"Mi, Ndak jadi beli baju buat Ay?" Di'ah mengingatkan Mimi.
"Ndak usah lah Di'ah lain kali aja." ucap Mimi seraya menggeleng dan langsung melangkah keluar dari food court.
"Iya kak, Mimi mau ambil barang belanjaan Mimi dulu di penitipan barang." Ujar Mimi menghentikan langkah Syahril.
"Yaudah, kakakbke parkiran dulu nanti nunggu di depan situ aja." ucap syahril.
"Iya." jawab Mimi dan berlalu melangkah menuju penitipan barang yang mana berarah lawan pintunya.
Disaat Mimi berjalan menuju ke penitipan barang, Adit mengikutinya dari belakang setelah dekat adit memanggil Mimi.
"Mimi." panggilnya dan memegang tangan Mimi dan mimi pun berhenti dan melihat siapa yang memanggil dan memegang tangannya.
"Eh bang Adit." Ucap Mimi kaget dan melihat kiri kanan takut jika nanti ada Syahril Yanga dan membuat keributan.
"Ada apa bang?". tanya Mimi dan melepaskan genggaman Adit.
"Apa dia cowok adek?" tanya nya.
"Iya bang, kak Syahril cowok Mimi. Kenapa bang?" tanya Mimi kembali.
"Apa sudah tidak ada luang buat abang?" tanya nya sambil menatap Mimi penuh harap.
"Yok kita duduk dulu di situ." ajaknya sambil menunjuk ke bangku yang berada di depan arena main anak-anak dan dengan ragu Mimi pun mengikutinya.
"Abang sudah lama menyukai adek." ucapnya setelah kami berdua duduk. "Sudah lama Abang suka sama adek sebelum adek meminta Abang menjadi ojek langganan adek." terangnya.
Mimi diam dan mendengarkannya.
"Mungkin Mimi tidak sadar sebelum itu adek pernah naik ojek Abang di waktu pulang sekolah dan sewaktu pergi sekolah setahun lalu." ujarnya.
"Dan entah kenapa semenjak itu Abang ingin selalu ketemu adek dan abang berharap ketemu adek dan adek akan selalu pulang dan pergi naik ojek sama Abang." ungkapnya lagi Mimi masih diam tak tau harus berkomentar apa.
"Dan beberapa bulan lalu Abang sangat senang sewaktu adek meminta Abang menjadi ojek langganan adek walau hanya untuk menjemput adek pulang sekolah aja." ucapnya sambil tersenyum melihat ke arah Mimi.
"Dan setelah adek meminta Abang untuk tidak menjemput adek lagi, punah sudah harapan Abang untuk selalu dekat dengan adek." ucapnya sendu.
"Sampai-sampai nomor Abang pun adek blokir." imbuhnya lagi.
"Maaf bang," hanya itu yang bisa Mimi ucapkan karena Mimi sesungguhnya tidak tau mengatakan apa.
"Apa adek tidak memiliki perasaan sama Abang selama dua bulan kita dekat itu." tanyanya lagi.
"Maaf bang, Mimi hanya menganggap Abang.." belum selesai Mimi berbicara langsung dipotong oleh Adit
"Hay menganggap abang-abang sebagai tukang ojek." jawabnya.
"Bu bukan itu bang maksudnya Mimi, Mimi hanya menganggap Abang sebagai kawan. Mimi suka dengan Abang tapi sebagai kawan Ndak lebih bang, maafkan Mimi." Ucap Mimi sambil berdiri.
"Mimi berharap Abang lupakan Mimi." ucap Mimi lagi dan berlalu pergi menuju penitipan barang dan mengambil barang belanjaan Mimi.
Adit mendekat ke arah Mimi dan memegang tangan Mimi "Abang tidak bisa berjanji untuk melupakan adek, maafkan Abang bila Abang egois, karena Abang menyukai dan mencintai adek." ucap nya.
"Jangan seperti ini bang, lupakan Mimi." Ucap Mimi dan melepaskan genggaman Adit dan berlalu pergi.
Syahril yang sudah di parkiran dan telah melakukan mobil di depan pintu keluar tak kunjung jua melihat Mimi menjadi resah, dia selalu berpikiran negatif terhadap Mimi.
"Coba di telpon Riil, kita Ndak bisa parkir lama disini." ujar Andri.
Syahril pun mencoba menelpon Mimi tapi tak diangkat lama-lama terdengar suara getaran dan nada dering dari dalam tas nya.
"Eh hp siapa tuh bunyi." ucap Ryan yang mendengar suara dering hp sedangkan Syahril terus mencoba nelpon Mimi tapi masih sama tak di angkat dan lagi-lagi terdengar suara dering hp dalam mobil.
"Rill Lo punya hp dua?" tanya Ryan.
"Iya punya." jawab Syahril
"Berarti dari tadi suara dering hp yang bunyi hp Lo, tuh coba liat dalam tas Lo." ucap Andri.
__ADS_1
"Ndak gua cuma bawa satu yang satu tinggal di rumah." Jawab Syahril dan dia masih terus menelpon Mimi dan lagi-lagi sama seperti sebelumnya ada dering hp dalam mobil.
Karena tak juga di angkat Syahril memukul kemudi mobil dan mengumpat.
"Shiit, pasti dia lagi ketemu ma tuh cowok." umpat Syahril dan hendak keluar dengan raut wajah memerah.
"Riil, Lo jangan gegabah, jangan buat keributan, coba di telpon lagi." ucap Andri dan mencegah Syahril untuk turun.
"Dari tadi gua nelpon deringnya masuk tapi gak diangkat." Ucapnya.
"Yang sabar Riil coba di telpon lagi, mungkin hp Mimi Dalma tas dan dalam mood silent." ucap Ryan.
"Coba yank telpon no Mimi." ucap Ryan kepada Di'ah.
"Oke." Kata Di'ah dan Di'ah pun menelan kontak Mimi.
"Gimana yank?" tanya Ryan.
"Nyambung cuma Ndak diangkat." jawab Di'ah.
"coba sekitar lagi yank, kauasih Ndak nyambung coba kamu duduk di dalam." ucap Ryan dan Di'ah pun mengangguk dan mencoba menelpon Mimi lagi tapi seperti sebelum nya tak diangkat.
Setiap Syahril maupun Di'ah menelpon selalu tak diangkat oleh Mimi tali di dalam mobil terdengar suara dering hp.
"Perasaan gue ya, tiap kalian nelpon selalu ada dering hp di dalam mobil." sahut Rudi di kursi belakang.
"Coba kalian cek, jangan-jangan hp mimi ketinggalan lagi dalam mobil." ucap Rudi lagi.
Karena mereka kelamaan nunggu Mimi dan la parkir di area yang tidak boleh parkir lama akhirnya syahril memarkirkan kembali mobilnya di parkiran tepat di depan pintu keluar.
Mereka terus mencoba mencari keberadaan dering hp dalam mobil dan ternyata dering hp terdapat dalam tas Syahril dan ternyata yang sedari tadi berdering tiap kali mereka nelpon adalah hp Mimi yang di bawa Syahril sewaktu akan pergi Tadi.
"Yaa salam Riil gimana mau diangkat Mimi, lah hp Mimi ada di dalam tas Lo." ucap Andri kesal.
"Kok bisa hp Mimi dalam tas Lo sih Riil.?
"Eh iya hehehe." ucapnya cengengesan dan mereka semua hanya geleng kepala.
Flashback on
Sebelum pergi dan saat Mimi bersiap-siap dalam kamar honmimi berkali-kali bergetar dan selalu di rejeck oleh Syahril. dan stelah mereka akan berangkat Mimi lupa akan keberadaan hp nya dan syahril membawa hp Mimi karena teman-temannya sibuk meminta parfume dan dia mengambil parfume dalam tas nya dan tanpa sengaja hp Mimi pun masuk kedalam tas.
flashback off.
Disaat Mimi telah berlalu Adit tak pantang menyerah dia terus mengikuti Mimi.
"Dek." ucapnya sambil berjalan disampingnya Mimi dan mengambil paksa tangan Mimi
"Maaf bang, tolong jangan ikutin Mimi, Mimi tidak mau ada keributan disini.Dan tolong lupakan Mimi." Ucap Mimi dan melepaskan tangan nya.
Teman-teman Adit yang sudah memberi waktu kepada Adit agar bisa mengutarakn isi hatinya biar plong awalnya niat nya gitu. namun tanpa mereka duka Adit terlalu berharap kepada Mimi.
Karena Adit terus mengerjai Mimi teman-teman Adit pun menghampiri nya.
"Sudah Dit, betul kata Mimi jangan buat keributan disini." Ucap Sofyan dengan menahan tubuh Adit.
"Sudah Mi, kamu kembali aja sama teman-teman kamu." Ucap Arul
"Iya bang makasih." ucap Mimi dan berlalu menuju ke pintu keluar yang berada dekat food court tempat dimana Syahril akan menunggu.
Lama Mimi menunggu dan tak melihat mobil Syahril, Mimi pun berjalan menuju ke pintu keluar di sammpinya dan mencoba melihat kiri kanan mana tau mobil Syahril parkir di parkiran depan pintu keluar ini, tapi karena banyaknya kendaraan yang berhenti di pintu keluar ini jadi Mimi terhalang.
Mimi berniat buat menghubungi Syahril tapi saat merogoh tas Mimi tak menemukan hp nya dan Mimi hanya mendengus kan nafasnya kasar dan gusar akan keberadaan hp nya dan paling utama gusar hatinya takut Syahril akan menduga yang tidak-tidak.
Setelah mobil lengang di pintu keluar ini Ryan melihat Mimi yang tengah duduk di pinggiran pagar pembatas sambil menunduk diapun. memanggil menghampiri Mimi.
"Mi.." panggil Ryan dan Mimi pun mengangkat wajah nya dan manyun.
"Kirain Mimi ditinggal tadi." gumam Mimi.
"Ayo, mobil diparkir disana." ucap Ryan dan mengambil barang belanjaan Mimi dan mengajak Mimi menuju ke arah parkiran mobil.
Sesampai di mobil Syahril sudah memasang muka jutek.
"Kenapa lama?" Tanya nya.
"Maaf tadi antrian." ucap Mimi beralasan.
"Dan Mimi nunggu kakak di tempat yang kakak bilang tapi ndak keliatan mobil kakak dan Mimi jalan ke arah pintu keluar sebelah situ juga ndak keliatan malah mobil lain yang berlalu lalang, mau nelpon hp mimi tidak ada di tas." Ucap Mimi manyun dan beralasan agar tidak menimbulkan kecurigaan pada Syahril.
"Yaudah masuk kita pulang lagi," ucap Syahril cuek dan mereka pun pulang niat nonton bioskop pun batal.
Hai Assalamualaikum riders DOKTER JANTUNGKU
terimakasih yang masih setia menunggu DOKTER JANTUNGKu update, insya Allah akan di update tiap hari maka dari jangan lupa dukung terus DOKTER JANTUNGKU ya.
Untuk menunggu update kalian juga bisa membaca karya authore satu lagi berjudul FLOWERS dengan akun MIMI AKIFAH
DAN JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK KALIAN.
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆