
Saat malam telah berganti dini hari, para sahabat yang masih setia menemaninya. Ryan masih dengan kegelisahannya karena sang dokter belum ada yang keluar dari ruangan UGD.
Satu jam yelah berlalu, tak lama terdengar suara pintu terbuka, muncullah seorang perawat yang mencari keluarga pasien.
"Keluarga pasien?" tanya sang perawat yang mendekat ke arah mereka.
"Iya sus, saya sepupunya." jawab Ryan cepat.
"Bagaimana sus, apa sepupu saya baik-baik saja?" tanya Andri.
"Pasien belum sadarkan diri, kami memerlukan beberapa kantong darah golongan O, kebetulan di rumah sakit kamomstokmdarah golongan O sedang kosong. Apa mungkin di antara kalian ada yang bergolongan darah sama dengan pasien?'' tanya suster jaga.
"Saya sus, golongan darah saya sama." jawab Ryan.
"Saya juga sus, golongan darah saya juga sama." jawab Arfan.
"Saya juga sama." jawab Rudi.
"Baiklah, kalau begitu bapak-bapak bisa langsung ke ruangan sebelah agar rekan saya membantu memeriksa bapak-bapak sekalian. Karena pasien sangat membutuhkan nya segera." ucap suster dengan menunjuk kesebuah ruangan didalam UGD tersebut.
Tanpa kata-kata mereka langsung menuju ke ruangan tersebut dan segera di periksa oleh petugas lainnya, setelah semua dinyatakan cocok mereka pun segera di ambil sampel darah mereka.
Para istri mereka telah pulang bersama Rendi, kecuali Rani yang masih ingin di rumah sakit ini.
Setelah mendapatkan beberapa kantong darah, mereka pun keluar bersama. Lelah dan lemas itu yang mereka rasakan saat ini.
"Lebih baik kalian tidur saja dulu" ucap Rani.
"Emm iya." jawab mereka bertiga dan langsung duduk di bangku.
Mereka bertiga pun langsung memejamkan mata, tak lama dokter keluar dari ruangan UGD, Rani yang masih terjaga melihat dokter keluar langsung mendekati sang dokter.
"Maaf dok, bagaimana keadaan sepupu kami?" tanya Rani.
"Untuk saat ini dia belum sadarkan diri, besok baru kita tahu tindakan apa yang harus kita lakukan setelah pasien di rongent. Luka luar sudah kami jahit, namun untuk !menindak lanjuti kita baru mengetahuinya besok pagi." jawab dokter jaga tersebut.
"Oo gitu ya dok, baiklah dok makasih sebelumnya." ucap Rani diakhiri dengan helakan nafas.
"Sama-sama, baiklah saya permisi dulu." ucap si dokter.
"Iya, mari dok " ucap Rani dan mempersilahkan dokter
lewat.
Dipagi harinya, Syahril langsung di bawa perawat ke ruangan radiologi untuk dilakukan rongent serta cityscan. Setelah itu mereka akan menunggu satu jam lagi untuk melihat hasilnya.
Satu jam kemudian, suster memanggil salah satu dari mereka untuk menemui dokter dan Ryan lah yang menemui dokter di salah satu ruangan prakteknya.
tok tok suster mengetuk pintu seraya membuka sedikit pintu itu dan melihat kedalam sekiranyantidak ada pasien lagi maka suster membukanya dengan lebar dan mempersilahkan Ryan masuk.
"Pagi dok." ucap suster dan menyerahkan beberapa stopmap map amplop berwarna coklat kepada dokter yang bernama tag Dr.Raihan.
"Pagi." jawab dokter Raihan.
"Emm ini dok hasil rongent serta cityscan pasien kecelakaan semalam." ucap si suster dan dokter Raihan pun menerimanya.
"Dan ini adalah keluarga dari pasien tersebut dok." ucap suster kembali.
Dokter Raihan pun mengulurkan tangan bersalaman dengan Ryan.
Setelah itu Dokter Raihan melihat hasil tersebut dan diletakkan nya pada alat yang tertempel dinding di sampingnya, dihidupkan stop kontak di samping lat teraebut dan lampu alat tersebut pun hidup.
Dokter Raihan melihat secara rinci setiap hasil rongent tersebut dengan manggut-manggut.
"Bagaimana dok?" Tanya Ryan
"Pasien mengalami keretakan pada tempurung kepala di bagian belakangnya dan ada gumpalan darah di bagian otaknya akibat dari benturan keras yang diterima nya. Pasien harus segera di operasi.
Ryan terdiam saat mendengar penjelasan dari dokter, dia terus memperhatikan gerakan tangan dokter di hasil rongent serta mendengarkan seksama saat dokter memberi penjelasannya.
Tentu Ryan juga mengetahui hal itu karena dia juga seorang dokter baru baru lulus baberapa minggu lalu.
Struktur tulang yang membentuk kepala pada kerangka manusia dikenal dengan nama tulang tengkorak. Secara umum, tulang tengkorak terdiri dari 2 bagian, yaitu tulang tengkorak bagian kepala (tempurung) dan tulang tengkorak bagian wajah. Keberadaan tulang tengkorak ini berperan penting dalam melindungi otak dan mendukung terbentuknya struktur wajah.
Tulang tengkorak tersusun dari beberapa bagian tulang, yaitu tulang rahang atas dan bawah, tulang zigoma, tulang dahi, tulang parietal, tulang temporal (pelipis), tulang oksipital (belakang kepala), tulang sphenoid, dan tulang ethmoid. Kesemua bagian tulang tengkorak ini disatukan oleh sebuah jaringan ikat selayaknya jahitan yang tebal. Biasanya, jahitan ini tidak menyatu dengan erat hingga kita dewasa. Hal ini bertujuan agar otak kita dapat terus tumbuh dari masa kanak-kanak hingga remaja.
Jenis Kerusakan pada Tulang Tengkorak
Meski tulang tengkorak didesain dengan sangat kuat, namun tetap saja berpotensi untuk bisa mengalami cedera. Cedera atau trauma pada tulang tengkorak ini biasanya dapat menimbulkan keretakan. Dikarenakan struktur tulang tengkorak sangat kuat, maka dibutuhkan benturan yang keras untuk bisa membuatnya retak.
Biasanya, tulang tengkorak mengalami kerusakan ketika mengalami kecelakaan kendaraan bermotor atau terjatuh dari ketinggian. Hal lain yang juga bisa menjadi penyebab terjadinya kerusakan tulang tengkorak adalah pukulan langsung ke kepala.
Berikut adalah beberapa jenis kerusakan atau patah (fraktur) pada tulang tengkorak:
__ADS_1
Fraktur tertutup
Fraktur tertutup biasanya terjadi ketika tulang mengalami keretakan, namun tidak membuat kulit penutup tulang robek atau mengalami luka terbuka.
Fraktur terbuka
Berbeda dengan fraktur tertutup, kondisi cedera tulang tengkorak ini diikuti oleh rusaknya kulit di tempat terjadinya retakan. Kondisi ini dikenal dengan fraktur terbuka, dikarenakan tulang yang mengalami kerusakan terlihat atau muncul dari robekan kulit.
Fraktur dasar tengkorak atau basis cranii
Kerusakan jenis ini terjadi di daerah dasar tulang tengkorak. Area ini mencakup daerah tulang di sekitar mata, telinga, hidung, atau tengkorak bagian belakang yang berdekatan dengan tulang belakang. Jenis cedera tulang tengkorak ini sering diikuti robekan selaput otak, dan merupakan salah satu jenis cedera tulang tengkorak yang paling fatal.
Fraktur depresi (patah tulang tengkorak cekung)
Dinamakan fraktur depresi, karena terdapat bagian patahan tulang yang terdorong ke dalam rongga otak, membentuk cekungan.
Penanganan Kerusakan pada Tulang Tengkorak
Dalam menangani kerusakan tulang tengkorak, penentuan jenis kerusakan di atas menjadi sangat krusial. Selain jenis kerusakan yang terjadi, penanganan juga akan ditentukan berdasarkan seberapa parah kerusakan yang dialami dan keadaan pasca terjadinya kerusakan. Untuk mengantisipasi adanya komplikasi, perlu dilakukan observasi medis di rumah sakit pada kasus cedera tulang tengkorak.
Waktu yang diperlukan untuk kembali pulih, bisa sampai berbulan-bulan. Hal ini juga bergantung pada usia penderita. Makin muda usia seseorang yang mengalami kerusakan tulang, maka semakin cepat pula proses penyembuhan pada tulang tengkorak.
Faktor lain yang turut memengaruhi pemulihan cedera tulang tengkorak yakni bagian tengkorak yang mengalami patah, luas patahan tulang tengkorak, dan apakah terdapat cedera otak atau kerusakan saraf otak setelah tulang tengkorak cedera.
Ketika keretakan tulang tengkorak disertai dengan luka terbuka pada kulit, maka luka tersebut perlu dibersihkan terlebih dulu. Hal ini untuk mencegah terjadinya infeksi pada kulit yang terluka. Selain itu, dokter akan memberikan obat untuk meredakan gejala yang muncul, seperti nyeri dan mual.
Prosedur operasi mungkin juga dibutuhkan jika kerusakan pada tulang tengkorak menyebabkan adanya bagian tulang yang berpindah tempat atau pecah, atau jika terdapat bocornya cairan otak.
Cedera pada tulang tengkorak tentu saja bisa berimplikasi serius terhadap kehidupan penderita. Oleh karena itu, jangan lupa untuk meminimalkan risiko yang ada dengan cara melindungi kepala menggunakan helm saat menjalani aktivitas yang berpotensi menimbulkan cedera pada kepala.
Hal yang di alami oleh Syahril merupakan hal yang serius, dokter Raihan akan melakukan tindakan secepatnya namun sebelumnya dokter Raihan akan mengadakan pertemuan kepada beberapa tim medis ahli untuk mendiskusikannya.
Setelah menemui dokter, Ryan pun keluar dan kembali ke ruangan observasi karena Syahril sudah dipindahkan disana.
Semua sahabat kembali berkumpul dan menunggu kabar berita selanjutnya dari Ryan. Para sahabat melihat Ryan tertunduk lesu saat dia sampai di depan ruangan tersebut.
Di lihatnya Syahril dengan tatapan sendu, selang oxygen sudah terpasang.
"Gimana Yan?" tanya Andri.
"Huuuum huh, Syahril harus segera dioperasi. Dia mengalami keretakan tempurung di bagian belakang kepalanya dan kata dokter juga terdapat pembekuan darah di otaknya." jawab Ryan.
"Kalau begitu kita harus segera memberitahu Umma dan Babah." sahut Rudi.
"Baiklah kalau gitu biar aku yang beritahu Umma." ucap Rudi.
"Jangan Umma Rud, kasih tau babah saja." ucal Ryan.
"Oh oke." jawab Rudi dan langsung menghubungi babah.
"Bagaimana?" tanya Arfan.
"Babah sangat shok dan Babah akan segera terbang kesini." jawab Rudi.
"Orang gua mana yang tidak shok mendengar keadaan anaknya. Huuuh huh, ini semua karena kakek." ucap Andri yang juga geram setelah mendengar cerita dari Ryan.
"Aku juga tak nyangka Kakek begitu kerasnya," sahut Rendi.
"Sudahlah, lebih baik kita berdoa buat Syahril agar di peemudahkan operasinya." ucap Rani.
Mereka semua terdiam dengan pemikiran masing-masing dan kecemasan terhadap Syahril.
"Kak, apa kita kasih tau Mimi?" tanya Novi dan semua melihat ke arah Novi.
Mereka semua melupakan keberadaan Mimi, apa lagi pastinya Mimi akan mennungu telpon Syahril tiap paginya.
"Jangan, jangan beritahu Mimi." ucap Ryan.
"Kenapa begitu kak? pasti Mimi sanagt khawatir kalau tidak mengetahui kabar kak Syahril." ucap Novi.
"Jangan Nov, justru dengan memberitahu nya dia akan lebih khawatir, Mimi akan menghadapi ujian Minggu depan dan itundia butuh konsentrasi lebih." jawab Ryan.
"Tapi bagaimana dengan Mimi nantinya kak." tanya Novi.
"Hemmm huh, nantimurusan nanti saja Nov. Yang terpenting saat ini jangan beri tahu Mimi soal Syahril." jawab Ryan dan Novi lun memgangguk.
Beberapa jam kemudian Umma dan Babah telah sampai dirumah sakit begitu pula dengan amak Imah yang sudah datang sedari tadi.
"Yan, apa yang terjadi?" tanya Umma saat baru tiba di depan mereka semua.
"Apa yang terjadi Yan." tanya Umma sekali lagi dengan menggoncang tubuh Ryan.
"Maafkan Ryan Umma, Ryan tidak menjaga Syahril malam itu." jawab Ryan penuh penyesalan karena rasa capek dia tertidur.
__ADS_1
"Ryan kecelakaan motor Umma." jawab Andri.
"Terus bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Umma.
"Sebentar lagi dia akan dioperasi Umma, ada keretakan pada tempurung bagian belakangnya." jawab Ryan.
"Ya Allah, anakku huhuhu." ucap Umma dengan tersedu, Babah mendekap erat tubuh sang istri.
"Syahril Bah, Syahril anakku." ucap Umma.
Babah maupun Umma berangkat ke kota pedang langsung saat Umma selesai melakukan operasi tanpa memberitahu orang d rumahnya.
"Ini semua gara-gara Abah, ini semua gara-gara Abah. Syahril anak Umma." ucap Umma dengan menyalahkan sang Mertua.
"Sudah Umma, kita berdoa saja agar operasinya lancar." ucap Babah.
Tak lama para perawat keluar dari ruangan dan mendorong brankar Syahril menuju ruangan operasi. Umma tak henti-hentinya menangis dan berdoa di dalam hatinya.
Hancur hatinya itulah yang sedang dirasakan Umma ketika melihat sang anak berbaring lemah bahkan tak ada pergerakan sama sekali dari Ryan.
Mereka semua mengikuti langkah perawat-perawat tersebut hingga sampe ke ruangan operasi. Mereka semua menunggu diluar taknluoa !mereka terus memanjatkan doa buat kelancaran Syahril.
Umma selalu dalam dekapan Babah dan terus menangis, takut itu yang sedang dirasakan Umma saat ini. Siapa yang tidak takut bila mereka menghadapi operasi besar seperti Syahril saat ini. Walau mereka adalah seorang dokter sekalipun jika dihadapi dengan operasi besar dan serius maka rasa was-was dan takut itu pasti ada.
Operasi baru di jalankan setelah terlihat lampu indikator ruangan tersebut dinyalakan berwarna merah. Kecemasan selalu menyertai mereka, operasi berjalan beberapa menit namun yang mereka rasakan telah beberapa jam.
Ryan terus mondar-mandir begitu pula dengan Rudi. Mereka terus melihat ke arah lampu indikator.
"Umma harap kalian jangan beritahu Mimi ataupun keluarganya termasuk Di'ah." ucap Umma seketika.
"Iya Umma." jawab mereka.
"Umma tidak tau apa yang dirasakan Mimi saat ini, pasti dia sangat mengkhawatirkan Syahril." ucap Umma.
"Ya laah Malang betul nasib anak ku." ucapnya lagi.
Dewi, Novi ikut bersedih di tambah hormon orang hamil yang sensitif.
Sudah beberapa njam operasi berjalan namun belum ada tanda-tanda kalaunoperasi itu selesai.
"Umma lebih baik kita sholat Dzuhur dulu." ucap Rani.
"Iya Umma, kita sholat dulu dan minta pertolongan sama Allah." ucap Siska.
"Ayok, kita sholat dulu." ajak Babah dan Umma oun mengangguk seraya berdiri dengan dibantu oleh Babah.
Mereka semua pergi ke ruang musholla yang gak jauh dari ruangan operasi, mereka menjalani ibadah Dzuhur dengan khidmat dan khusuk. Umma menengadahkan kedua tangannya menghadap Kiblat.
Umma berdoa dengan deraian air mata, dia berharap Allah mengijabah setiap do'a-do'a nya. Isak tangis mengiringi setiap do'a Umma. Rani dan Siska yang berada di samping kiri kanan Umma memeluk Umma seraya menguatkan Umma.
"Sudah Umma, jangan menangis lagi. Insya Allah, Allah mengabulkan setiap do'a dari Umma." ucap Rani dengan sesekali juga menghapus air matanya.
Umma tahu operasi yang dihadapkan pada anaknya merupakan operasi besar, kemungkinan besar sedikit peluang buat bisa normal kembali. Hancur tentu akan hancur bila operasi tersebut membuat anaknya tidak bisa kembali normal.
Tak hanya tempurung kepala, namun ada cairan serta gumpalan darah pada otaknya yang sangat fatal bagi pasien.
"Ya Allah.." ucap Umma jika mengingat hal itu.
Entah apa yang dirasakan Umma kedepannya, apa dia akan membenci mertuanya itu seumur hidupnya bila sang anak tak seperti semula. Tentunya kebencian itu akan semakin besar, semakin besar kebenciannya maka semakin besar pula dia menanam dosa.
Hingga Ashar usai operasi belum juga selesai, mereka semua menunggu dengan harap cemas.Umma swdseimdatang tak berselera untuk makan sudah beberapa kali mereka yang ada disana memaksanya untuk makan termasuk Amak Imah.
Mata Umma selalu tertuju pada lampu indikator, hingga Maghrib selsai pun ruangan operasi belum ada tanda-tanda. Kecemasan semakin dalam yang mereka rasakan.
"Tenanglah Umma." jawab Babah yang melihat Umma semakin gelisah.
"Sampai kapan ruangan itu akan tertutup?" tanya Umma seolah dia tak pernah melakukan hal yang sama.
"Sabar Umma, nanti juga akan terbuka." jawab Babah.
"Apa anakku akan selamat?" tanya Umma yang sudah mulai ngelantur.
"Umma berdoa saja ya." jawab Babah yang merasa kasihan pada istrinya yang sudah mulai depresi.
"Umma yang sabar ya, Umma berdoa ya." ucap Ryan dengan berjongkok dihadapan Umma dan memegang kedua tangan Umma seraya menenangkan Umma.
"Ini semua karena Abah, ini semua karena dia." ucap Umma dengan terisak.
"Dia selalu mengatur anak-anak ku." ucap Umma lagi.
"Sudah Umma, Umma harus banyak berdoa agar Syahril lancar operasinya." ucap Andri.
Umma hanya diam dan hatinya terus berdoa namun pikirannya bercabang.
__ADS_1
tbc