
Setelah berbelanja kak Syahril mengajak kami singgah sebentar ke rcafe dan ke restonya. Kali ini personil kami bertambah dengan jadiannya kak Andri dan Dewi.
Ini kali pertama Dewi ikut kami ke cresti dan cafenya kak Syahril. Sesampainya disana kak Syahril langsung mengajak kami ke dalam ruangannya.
Karena bulan ramadhan kami hanya duduk santai sambil menonton film kesukaan masing-masing atau membaca novel di aplikasi yang berada di ponsel kami.
Sedangkan kak Syahril, kak Ryan dan kak Andri mereka mengecek keuangan serta mengecek keadaan bahan baku di resto dan cafe nya selama mereka tidak memegang kendali.
Mereka mengadakan meeting bersama rekan-rekannya yang tak lain adalah bang Erwan, bang Ridho dan bang Idho serta kak Jeni yang juga ikut terjun membantu bang Idho di sini.
Dibulan ramadhan ini resto dan cafe mulai buka di jam tiga sore hingga malam jam 11 malam.
Dua jam kami berada disini, setelah sholat dzuhur kami pun pergi lagi menuju kedai roti kak Syahri untuk melihat kinerja karyawannya di kedai ini.
Setelah semua di kira tidak ada kendala kami pun pulang dan tak lupa kak Syahril, kak Ryan membeli berbagai macam roti untuk di bawa pulang.
Kak Andri sengaja tidak membelikan Dewi karena Dewi di kosan seorang diri dan malam ini Dewi juga akan ikut Mimi menginap dirumah kak Syahril.
Di dalam perjalanan kak Syahril tak langsung mengantar Mimi pulang melainkan kami langsung menuju ke kosan Dewi untuk mengambil barang-barang yang akan di bawanya pulang esok hari.
Kosan Dewi berada tak jauh dari sekolahan Mimi, sesampainya disana kami masuk dan duduk di dal kosannya sedangkan Dewi dia segera merapikan semua barang-barangnya karena waktu sekolah tak begitu lama lagi, jadi sewaktu masuk sekolah kembali dia tidak harus membawa banyak pakaian lagi.
Setelah Dewi selesai dengan barang-barangnya dan telah dimasukkan kedalam bagasi mobil, kami pun langsung pulang kerumah Mimi.
Untuk sementara barang-barangnya Dewi di taruh di rumah Mimi, sehabis mandi dan sholat ashar kami kembali pergi ke rumah kak Syahril dan tak lupa kami membawa keperluan kami selama di sana.
Jam setengah lima semua keluarga kak Syahril telah berkumpul di rumah kak Syahril, rencananya bukber kami di sebuah resto maka kami berangkat lebih awal karena pastinya di sore hari jalanan akan macet.
Tempat yang akan kami gunakan telah dipersiapkan dan telah dipesan jauh hari jadi kami tak takut tak kebagian tempat.
Karena Babah kepingin makanan seafood maka kak Syahril memilih bukbernya di pujasera, sebenarnya di restonya kak Syahril pun ada menu seafood namun Babah ingin suasana yang berbeda dan kata Babah 'Berbagi rezeki dengan yang lain."
Di pujasera ternyata Kak Arfan dan kak Rendi beserta keluarga sudah berada disana. Bang Idho, bang Erwan, bang Ridho beserta pasangan mereka pun serentak sampai dengan rombongan kami.
Emma, Novi dan Sila serta kak Rani dan kak Jeni heran kalau Dewi juga ikut serta di bukber kami kali ini, dan bukber kami kali ini tanpa adanya Amanda namun berganti dengan Dewi.
Mimi yang melihat sahabatnya keheranan hanya senyum dan cuek. Kami semua telah duduk di meja kami masing-masing. Kak Syahril sengaja memesan di bagian lesehan.
Sahabat Mimi tak hanya heran akan adanya Dewi tapi mereka juga heran ada bang Afnan dan bang Afkar.
"Hai kak Rani, kak Siska apa kabar kak? Mimi kangen sama kakak." Mimi menyapa mereka berdua dan memeluk mereka bergantian terlebih dahulu sebelum Mimi duduk.
"Alhamdulillah seoerti yang Mimi lihat" jawab kak Rani dengan raut wajah yang masih ada sisa kesedihan.
"Alhamdulillah Mi, kabar kakak ya seperti ini." jawab kak Siska sama dengan kak Rani ada sisa raut kesedihan.
"Yang sabar ya kak." ucap Mimi yang masih memeluk mereka berdua. ya Mimi langsung berpelukan bertiga dengan mereka.
"Iya Mi, makasih." jawab mereka berdua.
Dimeja para orang tua, Babah menyapa semuanya. Iya ki tak.swja dengan para orang tua.
"Sudah lama kalian nyampe?" ucap Babah kepada papinya kak Arfan dan kepada yang lain sembari bersalan dan berpelukan.
"Ndak juga bang, baru sepuluh menitan lah." jawab Abinya kak Rendi.
"Afnan, Afkar kapan pulang ke jambinya?" tanya abinya kak Rendi.
"Sudah tiga hari yang lalu Bi." jawab Bang Afkar mewakili.
"Tumben Afnan bisa pulang cepat, biasanya malam takbir baru pulang." ucap papinya kak Arfan.
"Ck Om ini, Arfan pulang cepat di pertanyakan juga. Lagi kepingin aja om." jawab bang Afnan sedikit sewot.
"Hahaha masih saja seperti dulu nan." ucap papinya kak Arfan dengan tertawa melihat muka Afnan yang datar sedang sewot.
"Lihat Nan, Kar semua bawa pasangan tinggal kalian berdua nih yang masih betah sendiri." ucap maminya kak Arfan.
"Hemm, iya nte kami masih ingin menikmati hidup sendiri aja dulu." jawab bang Afkar asal.
Ini yang kadang membuat mereka berdua malas untuk berkumpul, setiap bertemu yang ditanya tak lain adalah pasangan.
Hingga kini Afnan maupun Afkar belum memiliki keinginan untuk memiliki pacar. Bagi mereka pacaran adalah pemborosan waktu.
Namun mereka tak menampik jika mereka juga merupakan lelaki normal punya keinginan untuk memiliki pasangan tetapi pasangan halal bukan pasangan seperti hanya sekedar pacaran.
Dimeja Mimi dan teman-temannya saling temu kangen bersama kak Rani dan kak Siska. Setau kami semua kak Rani dan kak Siska sedang hamil dan di pertemuan ini kami tak melihat perut mereka selayaknya orang hamil dan itu membuat Emma dan yang lain kecuali Mimi yang sudah mengetahui cerita mereka.
"Kak Rani, kak Siska dah lahiran ya?" tanya Emma.
"Wah iya nih, perut kak rani dannkak Siska dah langsing, kok gqk ngomong kalau dah lahiran." ucao Novi
"Cowok atau cewek kak?" tanya Di'ah dengan antusias.
"Wah oasti cantik-cantik dan tampan, secara mak bapaknya cantik dan.tampan gini." ucap Sila.
Mimi dan Dewi hanya diam, mimi nerusaha mengasih kode kepada sahabatnya aharbtqknbanyqkntanya lagi dengan menyenhgol tangan Emma dan Di'ah tapi mereka tidak peka.
__ADS_1
Sedangkan Dewi diam karena emang dia tidak mengetahui hunungan kami selama ini dan Dewi pun baru bergabung dengan kami dimalam ini.
Ya walau Dewi berteman dengan Mimi namun Mimi tidak begitu dekat dengannya dan Dewi kungiin dikarenakan kosannya Dewi dekatt di sekolahan dan jauh dari rumah-rumah kami serta Dewi juga jarang ikut serta bersama kami.
"Apaan sih Mi, nyolek-nyolek." sungut Emma.
"Iya Mi ada apa?" tanya Di'ah.
"Kalian itu tiba-tiba nanya kayak itu langsung, bukan namya kabarnya kak Rani atau kak Siska terlebih dahulu." ucap Mimi.
"Yah Mi kan mereka kelihatan baik-baik aja, dan aku kan kepingin lihat keponaan aku." jawab Emma.
"O ya kak, ponaan alu dimana?' tanya Emma kembali dan mbuat kak Rani dan kak Siska sedih.
"Loh kok kal Rani sama kak Siska leluhat sedih?" Tanya Sila.
"Ckk kalian ini, sibuk dengan urusan kalian saja. Nih kita ada keluarga baru.' ucap Mimi mengalihkan pembicaraan mereka.
"Eh iya ada Dewi," ucao geng rusuh kompak.
"Emm kok Dewi bisa ada disini." tanya Sila dan pertanyaan tersebut bisa membuat Dewi terainggung.
"Beuh Sila tu pertanyaan atau apa?" tanya Mimi.
"Hemm salah lagi, maaf ya Dew maksud aku kok Dewi bisa ikut sama mereka." ucap Sila.
"Iya tadi di ajak sama kak Syahril dan yang lain." jawab Dewi dengan senyum.
"Hah" ucap mereka."Jangan bilang ada yang kami lewatkan Mi." imbuh Emma mewakili yang lain.
"Hem apa nya yang lewat." Mimi acuh.
Sedangkan di meja para cowok juga sedang menanyakan hal yang sama tentang keberadaan Dewi bersama kami saat ini.
Yah meja kami terpisah, karena para cowom memberikan luang kepada kami untuk nyaman berbicara bersama.
Disaat sedang asik bercengkerama pesanan kami untuk berbuka pun tiba dan telah tersaji dihadapan kami.
Tak berselang lama terdengar suara sirine berbunyi dari masjid yang berada tak jauh posisinya dari tempat kami saat ini menandakan waktu berbuka telah tiba.
Karena waktu berbuka telah tiba kami pun menyegerakan berbuka puas seperti yang di anjurkan Rasullullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda, “Manusia akan selalu baik selama mereka cepat berbuka.” (HR Muttafaq alaih).
Dalam sunnah amaliyah Rasulullah SAW, seperti yang telah diriwayatkan oleh Anas RA bahwa beliau berbuka puasa dengan memakan beberapa buah kurma setengah matang. Jika tidak ada, beliau memakan beberapa buah kurma masak. Jika tidak ada, beliau hanya meneguk beberapa tegukan air sebelum melaksanakan sholat Maghrib. (HR Ahmad).
Rasul SAW tidak pernah menunaikan sholat Maghrib (pada bulan Ramadhan) sebelum berbuka puasa, meskipun beliau hanya berbuka dengan meminum air putih. (HR Abu Ya'la). Hal ini menunjukkan pentingnya menghidupkan sunnah menyegerakan buka puasa.
Pertama, untuk menghidupkan sunnah Nabi SAW. Berkata Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, telah berkata Imam Syafii, “Mempercepat berbuka puasa adalah perbuatan yang disunnahkan dan mengakhirkannya bukanlah perbuatan yang diharamkan kecuali apabila menganggap bahwa mengakhirkan berbuka puasa terdapat keutamaan di dalamnya.”
Kedua, sebagai pembeda dengan pemeluk agama lain. Rasulullah SAW bersabda, “Agama Islam akan selalu menang selama para pemeluknya mempercepat berbuka (puasa) karena orang Yahudi dan Nasrani selalu mengakhirkannya.” (HR Abu Dawud).
Ketiga, dapat menyegarkan badan. Hal ini pernah dikatakan oleh Imam Al-Muhallib, “Hikmah dari menyegerakan berbuka puasa adalah agar orang yang berpuasa itu tidak semakin berat dengan menahan lapar lebih lama. Selain itu, agar badan segar kembali sehingga lebih kuat dalam beribadah di malam hari.”
Hal ini tampak dari doa berbuka puasa yang telah diajarkan oleh Rasul SAW. “Dzahabadz dzama'u wabtalatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah” (Rasa dahaga telah hilang, urat kerongkongan telah basah, dan pahala ditetapkan, insya Allah). (HR Abu Dawud).
Agar waktu berbuka puasa semakin bertambah berkah, hendaknya orang yang berpuasa memanfaatkannya untuk berdoa. Sebab, di antara waktu yang mustajab untuk berdoa adalah waktu menjelang berbuka puasa.
Dari Abdullah bin Amar berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang berpuasa tatkala berbuka doanya tidak akan ditolak.” (HR Ibnu Majah). Dalam hadis yang lain, “Tiga golongan yang doanya tidak akan ditolak ialah doa pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doa orang yang teraniaya.” (HR Tirmidzi). Dalam riwayat yang lain, “Dan doa orang yang berpuasa sehingga ia berbuka.”
Orang yang berpuasa itu mendapatkan keberkahan di antara keberkahan itu ialah setiap amal ibadah orang yang berpuasa dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan dibalas dengan 10 hingga 700 kali lipat. Dan khusus pahala puasa, Allah SWT sendiri yang langsung membalasnya (HR Muslim).
Dalam hadis yang lain, suatu amal kebajikan (sunnah) di bulan Ramadhan nilai pahalanya seperti menunaikan amalan wajib (fardhu) di bulan yang lain dan menunaikan amalan wajib nilai pahalanya sama dengan mengerjakan 70 kali amalan wajib di bulan lain. (HR Ibnu Khuzaimah). Allahu Akbar.
Dan salah satu amalan ibadah sunnah yang hendaknya mendapatkan perhatian serius dari orang yang berpuasa adalah menyegerakan berbuka puasa.
Setelah menyantap menu berbuka kami pergi ke masjid yang berada dekat dengan tempat kami saat ini untuk menunaikan sholat maghrib terlebih dahulu.
Seaudah menunaikan tiga rakaat kami kembali ke pujasera untuk menyantap makan malam kami.
Sambil menunggu menu makan malam kami dihidangkan, kak Andri memeperkenalkan Dewi kepada kami semua terutama kepada kedua orang tuanya.
Kak Andri mengajak Dewi menuju ke meja para orang tua untuk memperkenalkan dirinya kepada kedua orang tuanya.
"Umi, Abah abang mau ngomong sebentar." ucap kak Andri yang telah mendekat ke umi dan abahnya dan memotong pembicaraan kedua orang tuanya dengan yang lain.
"Mau ngomong apa bang?" tanya Umi menatap ke arah anak sulungnya dengan senyum begitu juga dengan abahnya serta yang lain.
"Emm Umi, Abah kenalkan ini pacar abang." Ucap kak Andri dan Dewi pun menganggukkan kepla dan senyum sembari menyalami mereka berdua dan yang lain juga.
"Siapa namamu nak?" tanya Umi setelah bersalaman dengan Dewi.
"Saya Dewi buk." Jawab Dewi dan umi menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Jangan panggil ibuk, panggil Umi aja seperti Andri dan yang lain." ucap Umi
"Eh i iya Umi maaf." jawab Dewi gugup.
__ADS_1
"Sini duduk," ucap Umi dengan menggeserkan posisi duduknya dan Dewi pun mengikutinya.
"Kamu masih sekolah atau sudah kuliah?" Tanya Abi.
"Emm saya masih sekolah pak," jawab Dewi dan Abi twraejyum mendengar jawaban dewi dan Dewi memanggil dirinya pak.
"Jangan panggil pak, panggil Abi." ucap Abi.
"Eh i iya Bi." jawab Dewi dengan gugup.
"Kamu tinggal dimana nak?" Tanya Umi.
"Saya tinggal di tebing tinggi sama dengan Mimi tapi beda desa." jawab Dewi.
"Dia temannya Mimi kak." jawab Umma.
Umma memanggil uminya kak Andri dengan kak walau dibl dalam keluarga Uminya kak andri adalah adiknl iparnya karena usia uminya kak Andri lebih tua dua tahun dari dia dan uminya kak Andri adalah kakak kelas Umma sewaktu sekolah.
"Oh." jawab Umi.
Ya Umma,babah serta orang tua kak Ryan sudah mengetahuinya sewaktu di rumahnya tadi sebelum berangkat sedang kan orang tua kak Andri belum mengetahui nya karena tari kedua orangbtuankak Andri telatntiba di rumah kak Syahril.
Setelah memperkenalkan diri dewi kepada para tetua hidangan makan malam pun tiba.
Sesuai dejgan permintaan Babah menu makan malam ini adalah aneka seafood.
Setelah menyantap makan malam kami pun pulang ke rumah masing-masing.
Orang tua kak Ryan, kak Andri dan kak Rudi taknlangsung puoang kerumah mereka melainkan pulang kerumah kal Syahril.
Dan di rumah kak Syahril inilah mereka saling bercerita, saling memberi nasihat kepada kami yang muda-muda dan disini pulalah kak Andri mengungkapkan maksud hatinya.
"Umi, Abah bileh ndak seandainya abang ikut jejak Rudi." ucapnya hati-hati dan itu membuat semua orang tua tercengang.
"Maksud abang apa nak?" tanya Umi.
"Emm maksud abang emm maksudnya.." Kak Andri ragu mengungkaokanya, diq takut kalau kedua orang tuanya akan marah dan kecewa.
"Maksudnya apa Ndri?" tqnya Abah.
"Emm maksudnya abang tidaknmau berpacran lama-lama Bi, emm makaud abang. Emm abang mau nukah muda sama Dewi." ucap kak Andri dan lagi-lagi semua orang tua yang ada disana tercengang atas pengakuan dari kak Andri.
"Apa kamu yakin?" tanya Abi serius.
"Iya insya allah yakin Bi." ucap kak Andri.
"Apa kamu sudah kenal dengan Dewi lama?" tqnyq Abi lagi.
"Kalau sekedar kenal sudah lama Bi, kalau jadian baru tadi pagi." ucap kak Andri dengan menggaruk kepalanya.
"Apa kamu sudah tanya sama Dewi nya? apa dia mau kamu ajak nikah muda? dan apa orang tua Dewi tau serta menyetujuinya sedangkan kamu baru jadian pagi tadi. Jangan mengambil keputusan sepihak." Ucap Abi panjang lebar.
"Iya Bi, rencana besok Andri mau ikut Syahril ngantar Mimi besok dan sekalian datang kerumah Dewi untuk meminta izin keoada orang tuanya. Kalau sama Dewi, Amdri sudang mengutarakannya." Ucap kak Andri dengan keseriusannya.
Dewi yang mendegarkannya merasa terharu, dia tak menyangka jika kak Andri seserius itu dengan omonganya sewaktu di mall. Namun ada rasa sedikit keraguan di hati Dewi secara dia belum begitu mengenal sosok kak Andri begitu oula sebaliknya.
"Ternyata kamu serius dengan ucapanmu tadi kak! tapi apakah kau mencintaiku atau aku hanya pelarianmu saja." Gumam Dewi dalam hatinya.
Babah melihat ke arah Dewi dan Babah melihat Dewi melamun dan Babah oun bertanya keoada Dewi.
"Nak Dewi, apa ponaan Babah ini sudah mengutarakan maksud hatunya sama kamu?" tanya babah memastikannya dan Dewi tersentak kaget daei lamunannya.
"I iya Bah, kak Andri sudah mengutarakannya." jawab Dewi.
"Apa kamu bersedia menerimasegala kekurangannya." tanya Babah.
"Insya allah Bah, jika kak Andri menerima Dewi dengan segala kekurangan Dewi maka Dewi oun akam bersedia." jawab Dewi tanpa ragu namun dihatinya maaih ragu akan rasa cinta diantara mereka.
"Baiklah, kalau Dewi pun mantap dengan mu maka abah dan umi mu merestui kalian tapi Ndri kamu harus meminta izin dan mendapatkan restu dari kedua orang tua Dewi terlebih dahulu." Ucao Abah dengan memberi nasihatnya.
"Iya Bah, makasih." jawab Andri langsung mencium tangan Abah dan Umi nya.
Karena hari telah malam, restu orangbtua kak Andri telah dapatkan. Maka para orang tua pamit pulang bersama anak-anaknya kecuali Kak Ryan dan kak Andri serta pasangan kak Rudi dan kak Rani yang tinggal dan tidur di rumah kak Syahril.
...##BERSAMBUNG##...
Assalamualaikum, selamat pagi semua Alhamdulillah dokter jantungku uodate hari ini.
Jangan pernah bosan untuk menunggu kisah selanjutnya ya? dan erus beri dukungan dan jejaknya berupa
FAVORITE
RATE
VITE
LIKE
__ADS_1
KOMEN
...TERIMAKASIH...