DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
158


__ADS_3

Seperti yang di diagnosa oleh dokter kalau Mimi positif typus, apa itu typus?


Tifus atau tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Tifus dapat menular dengan cepat, umumnya melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja yang mengandung bakteri Salmonella typhii.


Hampir 100.000 penduduk Indonesia terjangkit penyakit tifus tiap tahunnya. Oleh sebab itu, penyakit tifus dinyatakan sebagai penyakit endemik dan masalah kesehatan serius di dalam negeri.


Penyebab Tifus


Sanitasi yang buruk dan keterbatasan akses air bersih, diyakini merupakan penyebab utama berkembangnya penyakit tipes. Selain itu, anak-anak lebih sering terserang tifus karena belum sempurnanya sistem kekebalan tubuh.


Jika tidak segera ditangani dengan baik, diperkirakan tiap satu dari lima orang akan meninggal karena tifus. Selain itu, tifus juga berisiko menimbulkan komplikasi.


Gejala Tifus


Secara umum, berikut ini adalah gejala-gejala penyakit tipes:


Demam yang meningkat secara bertahap tiap hari hingga mencapai 39°C–40°C dan biasanya akan lebih tinggi pada malam hariNyeri otot


Sakit kepala


Merasa tidak enak badan, Sakit perut, Berat badan menurun


Pengobatan Tifus


Penanganan penyakit tifus dilakukan dengan pemberian obat antibiotik. Pengobatan bisa dilakukan di rumah atau perlu dilakukan di rumah sakit. Pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit tipes yang dialami pasien.


Vaksinasi Tifoid


Salah satu langkah untuk mencegah penyakit tipes adalah dengan vaksinasi tifoid. Di Indonesia, vaksin tifoid termasuk imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah, namun belum termasuk ke dalam kategori wajib. Vaksin tifoid diberikan kepada anak-anak berusia lebih dari 2 tahun, dan diulang tiap 3 tahun.


Seperti vaksin-vaksin lainnya, vaksin tifoid tidak menjamin perlindungan 100% terhadap infeksi tifus. Anak yang sudah diimunisasi tifoid tetap dapat terinfeksi, namun infeksinya tidak seberat pada pasien yang belum mendapat vaksin tifoid.


Vaksinasi juga sangat dianjurkan bagi orang yang ingin bekerja atau bepergian ke daerah yang banyak kasus penyebaran tifus. Tindakan pencegahan lain yang perlu dilakukan adalah menjaga kebersihan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi, serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.


Diagnosis Tifus


Diagnosis tifus dapat dilakukan dengan menganalisis sampel darah, tinja, atau urine seseorang di laboratorium. Selain pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, diagnosis tifus yang tergolong akurat juga bisa dilakukan melalui pemeriksaan aspirasi sumsum tulang, meskipun ini sangat jarang dilakukan.


Mimi sebelumnya sudah pernah di diagnosis gejala typus dan kali ini penyakit nya kambuh karena beban pikiran yang sedang di alaminya dan perut yang jarang di beri makanan bernutrisi dan bergizi, Mimi juga memakkaan jajanan pinggiran jalan yang belum tentu higienis.


Ya Mimi memulai merasa gejala-gejalanya sewaktu setelah Mimi mendaftar ke Akper dan dia membeli jajanan pinggir jalan dan memakai level yang sangat pedas dan semenjak itu Mimi juga sering membeli jajanan yang dijual pinggir jalan, walau sedang tidak berpergian tapi di kampusnya juga ada yang jual jajanan-jajanan yang menggugah seleranya.


Dengan perut yang tak diisi dengan nasi di tambah memakan jajanan pedas membuat lambung Mimi bermasalah. Dan puncaknya ketika Mimi melihat dan megambil no ujiannya Mimi mulai sering merasa sakit kepala.


Gejala-gejala penyakit typus itu kambuh yaitu bisa di lihat dari ciri-ciri yang dapat kita rasakan.


 1. Mengalami demam hingga 39-40 derajat celsius.




Sakit kepala atau pusing.




Sembelit atau diare (biasanya sembelit terjadi pada orang dewasa dan diare terjadi pada anak-anak).




Muncul ruam atau bintik-bintik berwarna merah muda kecil.




Tubuh terasa pegal-pegal dan lemas.




Otot dan perut terasa sakit.




Tidak nafsu makan.




Mengalami kebingungan seperti disoroentasi seperti tempat serta lingkungan


__ADS_1



Dari salah satu ciri-ciri di atas Mimi mengalaminya, sehingga puncak nya dimalam dimana para keluarga sedang berkumpul.


Terkadang, gejala tifus bisa tumpang tindih dengan gejala demam berdarah. Itu sebabnya, dokter biasanya merekomendasikan beberapa tes untuk menegakkan diagnosis. Tes yang umum dilakukan guna mendiagnosis tifus, yakni.



Tes Widal



Tes widal adalah tes yang paling sering dilakukan untuk mendiagnosis tifus. Pertama, dokter akan bertanya seputar riwayat penyakit. Kemudian, dilanjutkan dengan pertanyaan seputar kebersihan makanan dan tempat tinggal, serta keluhan yang dialami. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti memeriksa suhu tubuh, melihat tampilan permukaan lidah, memeriksa bagian perut mana yang nyeri, dan mendengarkan bunyi usus dengan stetoskop.


Dalam pemeriksaan widal, pengidap akan diambil darah sebagai sampel. Setelah itu, sampel darah akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Di laboratorium, sampel darah akan ditetesi dengan bakteri Salmonella yang sudah dimatikan dalam bentuk antigen O (badan bakteri) dan antigen H (ekor atau flagel bakteri). 


Kedua antigen tersebut diperlukan karena antibodi untuk badan bakteri dan flagel bakteri dapat berbeda. Selanjutnya, sampel darah diencerkan sampai puluhan atau ratusan kali. Bila setelah berulang kali diencerkan antibodi tetap terbukti positif, maka individu tersebut dianggap mengidap tipes. 



Tes Tubex



Tubex merupakan alat uji yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM anti-O9 dalam darah. Antibodi tersebut dihasilkan secara otomatis oleh sistem imun saat tubuh terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhi. Jadi, apabila tes Tubex mendeteksi antibodi IgM anti-O9 dalam sampel darah  menandakan seseorang tersebut positif mengidap tipes. 


Pengobatan Tipes


Karena penyebabnya adalah bakteri, maka pengobatannya dilakukan dengan pemberian antibiotik. Obat-obatan ini membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi. tipes. Beberapa contoh antibiotik untuk mengobati tipes yakni ampisilin, kloramfenikol, ataupun kotrimoksazol, fluoroquinolones, sefalosporin, dan azithromycin. 


Dokter biasanya akan memilih berdasarkan rekomendasi terbaru.  Selain menggunakan antibiotik, beberapa orang memerlukan terapi suportif, seperti penggantian cairan atau elektrolit, yang  tergantung pada tingkat keparahan infeksi.


Komplikasi Penyakit Tipes


Orang yang tidak mendapat pengobatan untuk infeksi tipes mungkin bisa mengalami gejala penyakit selama berbulan-bulan. Dalam kasus tersebut, komplikasi, seperti gagal ginjal atau pendarahan usus (perdarahan hebat), mungkin bisa terjadi. Sedangkan pada kasus yang parah, pengidap tipes bisa berakibat fatal jika tidak ditangani. Pengidapnya juga dapat menjadi pembawa dan menyebarkan penyakit kepada orang lain.


Hemoglobin pada penderita typus kadaenya tinggi karena


demam typoid merupakan suatu penyakit infeksi yang terjadi pada saluran pencernaan ( terutama usus halus ), yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Gejalanya demam naik turun, mual muntah, nyeri perut, tidak nafsu makan, mencret, BAB berdarah. 


Hemoglobin atau HB merupakan molekul protein atau pembawa oksigen, yang terdapat dalam sel darah merah dan hemoglobin tinggi berarti tingginya kadar protein pembawa oksigen dalam darah , hal ini terjadi karena banyaknya jumlah sel sel darah atau karena tingginya  konsentrasi HB (  hemoglobin ) di dalam sel darah merah. Nilai normal HB pada anak anak ( 11-13 g/dl ), pria ( 14-18 g/dl ), wanita ( 12-16 g/dl) dan HB tinggi  kemungkinan juga disebabkan oleh:



Dehidrasi akut atau kekurangan cairan


Fibrosis paru


Tinggal di pegunungan


Penyakit paru



Bagi kita yang awam hendaklah mengenal perbedaan antara DBD dan types karena banyak orang yang kesulitan membedakan tipes dan DBD karena keduanya sama-sama diawali dengan gejala berupa demam. Meski gejala awalnya sama, tipes dan DBD merupakan penyakit yang berbeda, baik penyebab, pengobatan, maupun pencegahannya.


Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Sedangkan demam tifoid atau tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, yang ditularkan melalui makanan.


Perbedaan Demam pada Tipes dan DBD


Demam merupakan gejala awal yang timbul pada DBD maupun tipes. Bukan hanya karena infeksi, demam atau peningkatan suhu tubuh juga bisa disebabkan oleh peradangan, penyakit autoimun, bahkan dehidrasi. Oleh karena itu, demam juga perlu dibedakan berdasarkan sifatnya.


Ada sedikit perbedaan pola demam pada penyakit tipes (demam tifoid) dengan demam berdarah (DBD). Berikut adalah penjelasannya:


Demam berdarah atau DBD ditandai dengan demam tinggi (suhu antara 39-40 derajat Celcius) yang muncul secara mendadak, demam bisa berlangsung sampai tujuh hari dan terjadi secara terus menerus.Pada tifoid, demam akan muncul secara bertahap. Saat gejala awal muncul, suhu tubuh bisa normal atau rendah, lalu akan naik secara perlahan setiap hari, dan bisa mencapai 40 derajat Celcius.


Perbedaan Gejala Khas Tipes dan DBD


Selain pola demam yang berbeda, ada gejala khas yang muncul pada masing-masing penyakit. Gejala khas pada demam berdarah dengue adalah perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, menstruasi yang lebih panjang atau lebih banyak, BAB berdarah, atau muntah darah.


Tanda perdarahan pada DBD bisa juga tidak terlihat, sehingga dokter atau perawat perlu melakukan uji bendung menggunakan alat pengukur tekanan darah (tensimeter), untuk memicu perdarahan pada kulit berupa bintik-bintik merah.


Berbeda dengan demam berdarah yang ditandai dengan perdarahan, penyakit tipes ditandai dengan gejala awal berupa gangguan saluran pencernaan, seperti sembelit atau diare, rasa tidak nyaman di perut, hingga nyeri perut.


Pemeriksaan Tambahan untuk Tipes dan DBD


Bila mengalami gejala tipes atau DBD, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menanyakan gejala yang Anda rasakan, melakukan pemeriksaan fisik, serta melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, untuk mengetahui penyebab gejala tersebut.


Pemeriksaan hitung darah lengkap pada penderita demam berdarah dilakukan untuk menilai kekentalan darah, jumlah sel pembekuan darah (trombosit atau keping darah), serta jumlah sel darah merah atau hemoglobin. Pemeriksaan darah dapat dilakukan secara berkala setiap hari.


Berbeda dengan demam berdarah, pemeriksaan darah bagi penderita tipes bertujuan untuk melihat antibodi terhadap bakteri Salmonella typhi.


Pengobatan kedua penyakit ini juga berbeda. Pengobatan utama DBD dilakukan dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sedangkan penyakit tipes memerlukan antibiotik untuk menghilangkan infeksi.


Langkah Pencegahan Tipes dan DBD


Cara pencegahan tipes dan DBD juga berbeda. Untuk mencegah DBD kita dapat memasang kelambu, menggunakan lotion anti nyamuk, rajin membersihkan lingkungan, menguras bak mandi, serta menutup tempat penampungan air.


Sementara upaya pencegahan tipes dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan asupan makanan atau minuman, yaitu dengan mencuci tangan sebelum makan, mencuci bahan makanan hingga bersih, serta mengonsumsi air matang atau air kemasan yang terjamin kebersihannya.


Dengan mengetahui perbedaan tipes dan DBD, kita diharapkan dapat lebih waspada terhadap kedua penyakit ini, serta melakukan penanganan awal dan perawatan yang tepat.

__ADS_1


Jadi dengan ilmu yang sedikit ini swmkga kita selalu menjaga kesehatan kita semua.


Sudah lima hari Mimi di rawat dan akhirnya Mimi pun sudah diperbolehkan pulang, dan dokter juga menyarankan Mimi untuk tidak memakan makanan pedas dan yang keras terlebih dahulu dan Mimi di pinta untuk beristirahat dari segala aktivitas yang membuat lelah.


Batas waktu Tempo terus berjalan, Mimi belum juga mendapatkan restu dan izin untuk melangkah ke jenjang selanjutnya.


Hingga tiga hari Mimi beristirahat dirumah, tak kunjung jua Mimi mendapatkan kabar dari keluarga nya sedangkan kak Syahril dan yang lain sudah pulang ke kota pedang.


Hari ini Di'ah mengajak Mimi untuk pergi melihat pengumuman apakah ujian kemarin mereka lulus batau tidak. Karena Mimi bosan Mimi pun ikut Di'ah untuk melihat pengumuman tersebut.


Sesampainya disana, suasana sangat ramai serta padat, lagi-lagi Mimi melihat para peserta ujian di dampingi orangtua mereka pada saat hanya melihat hasil ujian tempo hari.


Rasa iri tentu ada di hati Mimi, dia iri kepada mereka yang di beri dukungan oleh keluarga mereka padahal ini hanyalah jenjang pendidikan ditingkat akademis keperawatan, kebidanan dan setaranya.


Tapi Mimi... Seorang yang mendapatkan sebagai mahasiswa undangan serta beasiswa jurusan kedokteran disebuah universitas ternama di negeri ini tak sedikitpun dinlirik oleh kelurga nya.


Di'ah yang melihat kemana arah mata Mimi ikut memandangnya, Di'ah seolah tahu apa yang sedang Mimi pikirkan dia pun menarik tangan mimi menuju Mading yang disediakan.


Mimi dan Di'ah mencari nama mereka sesuai dengan no ujian kemarin. Tanpa sepengetahuan Mimi di belakang Mimi ada Umma serta Ummi nya kak Ryan yang kebetulan Umma dan Ummi sedang ada urusan di dekat sana.


Umma datang ke gedung Akper karena Umma mengetahui dari Syahril kalau hari ini Mimi dan Di'ah sedang berada di gedung Akper untuk melihat hasil ujian mereka.


"Mimi,." panggil Umma yang sudah berada di belakang Mimi dengan tersenyum.


"Umma, Ummi." jawab Mimi dan Di'ah dengan segera Mimi dan Di'ah mencium tangan orang tua kekasih mereka.


"Gimana?" tanya Ummi.


"Belum ketemu ummi, mungkin Di'ah nggak lulus." jawab Di'ah sedih.


"Mimi juga belum menemukan no ujian Mimi." jawab Mimi yang merasa Umma menatapnya meminta jawaban darinya juga.


"Yaudah kita cek bersamaan, no ujian Di'ah dan Mimi berapa kemarin?" tanya Ummi.


Mimi dan Di'ah pun menyerahkan kertas sebagai no urut ujian nya kemarin, Ummi dan umma pun membantu mencarinya.


Mimi terus mencari hingga di titik dimana Mimi terdiam terpaku Mimi dekatin dan lihat secara teliti ada yang ganjal di satu no urut tersebut.


Mimi terus melihat dan mencari apa yang bikin beda di no urut tersebut, Mimi cari perbedaan dimlembaran ini dengan lembaran sebelum dan sesudah nya dan lembaran sebelum dan sesudah no urut terlihat rapi dan berurutan sesuai dengan nomor urut.


Mimi menelisiknya secara teliti dan akhirnya Mimi mengerti di lembara n yang Mimi lihat ada satu coretan di no 13 dengan no urut nya di rubah dan nama peserta yang hapus pakek tipe x.


Mimi tercengang melihatnya ternyata no tersebut adalah no ujian Mimi yang mana satu huruo di ubah pakai pena angka tiga menjadi delapan dan dimnammaa yang hapus masih terlihat bahwa yang di hapus adalah nama Mimi karena mereka menghapusnya dengan tipe x tipis dan diganti nama seseorang yang juga namanya hampir sama panjang dengan Mimi hanya yang membedakan di awal nama dan ujung huruf nya M dan H.


Mimi miris melihatnya, entah demi apa para panitia melakukan hal itu yang pasti demi uang, namun mereka melakukan nya sangat jelek sehingga apa yang mereka kerjakan tak mulus dan masih meninggalkan jejak.


Umma yang melihat Mimi diam dan pandangan nanar pun melihat kemana arah mata Mimi memandang. Sepintas jika dilihat tidak ada yang salah namun bila di teliti banyak di lembaran ini di ubah no nya.


"Mi, ada no ujian Mimi?" tanya Umma.


"Ada Umma cuma.." jawab Mimi terputus.


"Cuma apa sayang, dan di no berapa no ujian Mimi?" ucap Umma penasaran.


"Itu Umma di no 13, cuma no dan nama Mimi jadi berubah." jawab Mimi.


Di'ah dannummk yang mendengar nya langsung menuju no yang


Mimi maksud.


"Ndak ada Mi." ucap Di'ah karena nama Mimi telah berubah.


"Coba lihat dan diteliti Di'ah." jawab Mimi. Umma yang mendengar nya pun ikut melihat dan memperhatikan dengan teliti.


Setelah di teliti Umma dan Mimi merasa geram dengan perbuatan oknum ini.


"Dasar manusia nggak ada akhlak." ucap Ummi.


"Hemm mau main-main mereka." ucap Umma dan Umma langsung menuju ke dalam gedung yang berada di gedung Akper ini.


"Umma, Umma mau kemana? tanya Mimi yang melihat Umma dengan rasa geramnya karena tak hanya no Mimi ternyata no Di'ah pun sama diubah.


kira-kira Umma mau kemana ya??


** tbc **


Assalamualaikum alhamdulillah DOKTER JANTUNGKU up kembali.


Jangan lupa terus beri dukungannya ya berupa


FAVORIT


RATE


VOTE


LIKE


KOMEN


...TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2