
Hari-hari yang di lalui sangatlah padat akan kerjaannya.
Walau urusan perkuliahannya telah selesai namun itu tidak mengurangi aktivitas nya sehari-hari.
Kehadiran twins merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi Mimi.
Anak yang bukan lahir dari rahimnya, namun twins adalah anak yang di anugerah kan Allah untuknya.
Twins anugerah yang sangat istimewa dalam kehidupan Mimi, apa lagi Mimi yang hidup seorang diri di negara lain.
Twins bagaikan sumber kebahagiaan dan sumber semangat bagi Mimi untuk menjalankan hari-hari yang sangat melelahkan.
walau keseharian Mimi di buru oleh kerjaan yang tiada henti. Di saat rasa lelah bergelayutan di dirinya. Dengan melihat wajah teduh, wajah tanpa dosa si baby twins membuat rasa lelah itu menguar seketika.
Kebahagiaan Mimi di rasakan juga oleh keluarga besarnya.
Mimi sangat bersyukur keluarga nya juga menerima baby twins dengan tangan terbuka.
Kebahagiaan yang dirasanya terkadang timbul pro dan kontra.
Yah tak banyak yang menyukai apa yang Mimi lakukan.
Apa lagi Mimi yang notabenenya belum pernah melahirkan tiba-tiba suka rela memberikan ASI kepada twins yang mana bukan darah dagingnya.
Entah lah, apa yang akan orang katakan kedepannya bila dia pulang ke tanah air nya dan pulang ke kampung halamannya.
Yang pasti cemoohan pasti akan datang. Hinaan dan fitnahan pun pasti akan menghampiri nya.
Seperginya mbak Surti dari kamar twins, Mimi manfaat kan waktu yang ada untuk memompa ASI.
Waktu terus berjalan, saat nya Mimi kembali bergelut dengan alat-alat karena saat ini Mimi memiliki jadwal operasi pemasangan ring jantung dan pencangkokan jantung di rumah sakit lain.
Jam sepuluh malam, perkerjaannya pun selesai. Letih lelah tentu Mimi rasakan.
Sebelum pulang ke apartemen nya, Mimi menyempatkan diri untuk melihat twins di rumah sakit yang dia pimpin.
Yah walau dia sudah di nobatkan sebagai pimpinan namun Mimi masih menekuni pekerjaan sebagaimana biasanya.
Bukan Mimi tidak mensyukuri namun bagi Mimi jabatan sebagai pimpinan merupakan sebuah titipan, sebuah amanah yang harus dia jalani.
Sesampainya di rumah sakit Abidzar, Mimi langsung menuju ruangannya terlebih dahulu untuk membersihkan diri sebelum melihat baby twins.
Tak makan banyak waktu untuk membersihkan diri, lima belas menit kemudian dia pun telah sampai di ruangan baby twins.
Mimi mengetuk pintu kamar twins dan salah satu perawat yang berjaga membukanya.
"Malam Dokter" ucap si perawat.
"Malam, maaf ya menganggu istirahat mu." Ucap Mimi.
"Bagaimana twins tadi?" Tanya Mimi lagi dengan terus berjalan menuju ranjang twins.
"Tidak apa-apa dok, sudah tugas kami. Twins sangat baik dan tidak rewel seperti biasanya." Jawab si perawat.
"Oh ya Anne, saya mau tanya" ucap Mimi.
"Iya dok, mau tanya apa?" Jawab si perawat yang bernama Anne.
"Aku dengar, kamu tinggal seorang diri di negara ini. Apa betul?" Tanya Mimi.
"Emm iya dok, saya tinggal sendiri di negara ini." Jawab Anne.
"Kamu berasal dari mana?" Tanya Mimi.
"Sebenarnya saya berasal dari Indonesia dok." Jawab Anne.
"Benarkah?" Ucap Mimi dengan menggunakan bahasa Indonesia ( sebelumnya memakai bahasa Inggris).
"Iya dok." Jawabnya.
"Wah kalau gitu kita pakai bahasa kita saja ya." Ucap Mimi dengan tersenyum.
"Tapi.. wajah mu tidak ada rupa wajah pribumi Indonesia. Apa kamu blasteran?" Ucap Mimi yang penasaran dengan Anne.
"Iya dok, kata nenek saya dulu ibu saya nikah sama orang luar. Tapi saya tidak tau luar mana." Jawab Anne.
"Berapa umur Ann?" Tanya Mimi.
"Umur saya 25th dok." Jawabnya.
"Kok bisa kamu berkerja disini maaf maksudku kok bisa kamu berkerja di luar negara kita."
"Oh ya kamu dari daerah mana?" Tanya Mimi. Anne tersenyum.
Yah Anne tersenyum ternyata dokter Mimi yang di kenal banyak perawat cuek, ternyata tidak seperti itu kenyataan nya.
"Kenapa kamu tersenyum?" Tanya Mimi ketika melihat Anne tersenyum melihat dirinya.
"Oh ng nggak dok, saya cuma kepikiran aja." Jawabnya.
"Kepikiran apa hayo? Jangan bilang kamu kepikiran omongan orang kalau saya ini cuek, sombong dan sebagainya ya." Ucap Mimi telak, Anne kembali tersenyum.
"Huh, sudah saya duga." Jawab Mimi dengan duduk di sofa dekat Anne.
__ADS_1
"Begini lah saya Ann, orang nya ya begini. Saya orang nya nggak suka banyak omong jika saya merasa tidak perlu aja gitu."
"Tapi jika saya merasa nyaman sama orang pasti keluar aslinya jadi nyerocos hehehe." Ucap Mimi lagi.
"Hehe iya dok, ternyata apa yang kita lihat di luar belum tentu sama dengan di dalamnya." Jawab Anne.
"Hmm, terus apa jawaban pertanyaan saya tadi hmm?" Ucap Mimi.
"Saya berasal dari pulau Jawa dok, saya dari Jakarta tapi bukan ibu kota nya."
"Saya sampai sini awalnya saya ambil beasiswa kuliah disini dok, puji Tuhan saya bisa kuliah di negara ini sambil berkerja part time."
"Disaat saya ujian akhir, saya dapat kabar kalau nenek saya meninggal." Ucapnya sampai menitikkan air mata.
"Orang tuamu?" Tanya Mimi.
"Orang tua saya sudah tiada, saat saya dalam kandungan ibu lima bulan ayah saya meninggal. Sedangkan ibu meninggal saat melahirkan saya."
"Saya dibesarkan sama nenek saya. Nenek selalu mendukung segala cita-cita saya."
"Dari SMP saya sekolah dengan beasiswa dan dari SMP pula saya sekolah sambil berkerja."
"Hingga saya lulus SMA dan mendapatkan beasiswa kuliah."
"Sebenarnya saya mendapat beasiswanya di dua kampus yaitu di Indonesia dan di Amerika ini dok."
"Karena saya ingin bersekolah di luar negeri dengan harapan bisa ketemu keluarga dari ayah, nenek pun mendukung tapi hingga saat ini saya belum ketemu siapa keluarga dari pihak ayah." Jawab Anne.
"Yang sabar aja, iringi dengan do'a insyaallah pasti jika berjodoh kamu bertemu kembali dengan keluarga mu." Ucap Mimi.
"Oh ya, emm rencana saya akan bawa twins pulang ke apartemen Minggu depan. Kamu mau nggak jadi baby sister nya twins. Maaf jika kamu nggak mau juga nggak apa-apa."
"Saya mau dok." Jawabnya.
"Tapi ini jadinya ilmu keperawatan yang kamu dapat tidak bisa kamu gunakan Lo" ucap Mimi.
"Pasti bisa saya gunakan dok, setidaknya saya. Isa gunakan untuk menjaga kesehatan twins." Jawabnya.
"Kalau boleh saya tau kenapa kamu mau Nerima tawaran saya ini?" Tanya Mimi. Anne tersenyum
"Ya saya suka dengan twins dok dan mungkin kalau saya berkerja menjaga twins saya tidak berkerja lagi di cafe." Ucapnya.
"Emm, tapi saya cari satu orang lagi. Tidak mungkin kan kamu saja yang mengurus twins." Ucap Mimi
"Gimana kalau Emma saja dok," jawab Anne.
"Emma?" Ucap Mimi.
"Iya dok, Emma sama seperti saya. Cuma bedanya dia tinggal bersama adeknya. Dia juga berkerja sama kayak saya, cuma bedanya dia pagi kerja sebagai perawat dan siang hingga malam dia berkerja di cafe." Terang Anne.
"Adiknya tinggal sendiri di rumah kontrakan nya. Adiknya cowok saat ini sekolah SMA." Ucap Anne.
"Oo terus dia asli sini atau sama seperti kita?" Tanya Mimi lagi.
"Dia asli sini Dok,cuma ya dia sudah tidak punya keluarga maksud nya tidak punya orang tua lagi kau keluarga ada cuma keluarga nya tidak menganggap mereka adalah sebagian dari keluarganya." Jawab Anne.
"Emm boleh nanti coba kamu tanya dia, apa dia bersedia. Tapi ya adeknya tidak bisa ikut." Ucap Mimi.
''Baik dok." Jawab Anne.
"Emm oh ya kamu kenal dia sudah lama?" Tanya Mimi.
"Maaf saya hanya tidak mau nanti bermasalah kedepannya." Ucap Mimi lagi.
"Saya kenal dia sewaktu kuliah dok,kita sama-sama berkuliah di tempat yang sama dan satu angkatan dan sama-sama dari beasiswa." Jawab Anne.
"Oh gitu, baiklah. Nanti kamu bilang ke dia ya. Emm yah tidak terasa sudah jam 12 lewat. Saya ikut beristirahat disini saja. Yaudah kita istirahat yok Anne." Ajak Mimi.
"Emm mari dok" jawab Anne.
"Oh ya Anne kamu bertugas sendiri?" Tanya Mimi ketika menyadari jika di ruangan twins hanya ada Anne seorang.
"Iya dok, Maria tidak masuk karena anaknya sedang sakit dan dia sudah izin cuti." Jawab Anne.
"Oh gitu, yaudah kita istirahat saja. Malam Anne" ucap Mimi yang sudah merebahkan diri di atas ranjang twins.
"Malam dok." Jawab Anne dan juga sudah merebahkan diri di atas ranjang yang sudah tersedia.
Seperti biasa semalam apa pun Mimi tidur tepat jam empat dia terbangun, Mimi segera ambil wudhu dan melaksanakan sholat malam. Menunggu waktu subuh Mimi pun mengaji di samping twins.
Seakan tau jika sang mommy berada di sisi mereka, twins pun bangun namun mereka tidak menangis.
Saat Mimi mengaji mereka melihat ke arah Mimi seolah menyimak apa yang mereka dengar.
Sesekali Mimi melihat ke arah mereka, mereka pun tersenyum dan mengeluarkan suara engg.
Sehabis mengaji Mimi mengecup pipi gembul kedua anaknya, Mimi juga mencium tangan mungil itu.
Tak hanya twins yang terbangun,Anne pun ikut terbangun.
"Maaf Anne membuat mu terbangun." Ucap Mimi merasa tak enak hati telah membuat Anne terbangun.
"Tidak apa dok, saya senang mendengar dokter mengaji tadi." Jawab Anne.
__ADS_1
"Apa dokter selalu bangun dini hari?" Tanya nya.
"Iya Ann, saya selalu bangun dini hari. Udah terbiasa dari dulu." Jawab Mimi.
"Oo gitu ya dok, maaf emm apa tiap dini hari dokter sholat seperti ini? Maaf bukannya waktu subuh belum ada." Tanya Anne yang penasaran.
"Emm iya Anne tidak apa. Yah saya selalu melaksanakan sholat di dini hari setiap hari insya Allah kau saya tidak berhalangan."
"Sholat dini hari ini nama ya sholat lail sholat malam atau sholat Sunnah seperti sholat tahajud. Bisa juga kita melaksanakan sholat Sunnah lainnya. " Terang Mimi.
"Oo jadi dokter selalu melaksanakan sholat-sholat Sunnah itu?" Tanya Anne, Mimi tersenyum dan mengangguk.
"iya insyaallah akan saya sempatkan untuk menjalankan sholat Sunnah tahajud, terkadang saya juga melaksanakan sholat tasbih." Ucap Mimi.
"Hah sholat tasbih? Bukannya tasbih itu seperti gelang yang berbulir-bulir itu dok." Ucapnya heran.
"Itu namanya tasbih untuk berdzikir Anne, kalau sholat tasbih ini adalah merupakan sholat Sunnah yang di dalam bacaan ya membaca kalimat tasbih sebanyak 300 kali." Terang Mimi.
"Apa dok? 300 kali? Kok bisa! Bagaimana caranya?" Jawab Anne yang terheran.
"Iya Anne 300 kali, ya bisa lah kan di bagi-bagi di setiap gerakan sholat seperti biasa." Jawab Mimi.
"Oo pasti lama ya dok? Secara kan sebanyak 300 kali." Ucapnya. Mimi hanya tersenyum.
"Kalau kita biasanya nggak terasa kok Ann nggak nyampe berjam-jam hehehe." Ucap Mimi dengan sesekali mengajak twins berinteraksi dengan menganggukkan kepalanya.
"Emm maaf ya dok banyak tanya aku nya." Ucap Anne meminta maaf.
"Nggak apa Ann selagi saya. Isa jawab akan saya jawab." Jawab Mimi.
"Maaf dok,apa nggak bosan dokter melakukan nya?" Tanya Anne,Mimi hanya tersenyum dan menggeleng.
"Maksudnya melakukan apa Ann?" Tanya Mimi.
"Itu dok, melakukan sholat. Kan saya lihat tuh ya dok mereka yang muslim melakukan sholat itu sehari ada lima ya subuh, Dzuhur, terus sore hari, Maghrib, terus isya. Nah sedangkan dokter ada tambahannya, apa nggak merasa bosan gitu. Maaf ya dok." Ucapnya merasa tak enak hati namun keingintahuan nya begitu mendalam.
"Nggak Ann, selagi saya mampu saya akan melaksanakan nya, karena itu merupakan kewajiban kami sebagai seorang muslim. Yang lima waktu itu adalah sholat wajib nya yang harus kami jalankan. Sedangkan seperti yang Anne sebagai sholat tambahan itu adalah sholat Sunnah nya." Terang Mimi.
"Emang apa perbedaannya dan apa keuntungannya?" Tanya Anne.
"Perbedaannya ya itu kalau yang wajib merupakan kewajiban kita sebagai umat kepada sang penciptanya Allah SWT, yang mana keuntungannya jika kita menjalankan kewajiban kita maka pahala yang kita dapat jika kita meninggalkan nya apa lagi dengan sengaja maka dosa lah yang kita dapat kan." Terang Mimi.
"Nah kalau Sunnah itu hukumnya Sunnah boleh dikerjakan boleh juga tidak dikerjakan. Keuntungannya jika dikerjakan mendapat pahala,jika tidak dikerjakan ya tidak mendapatkan apa-apa." Imbuh Mimi.
"Oo gitu ya dok, oh ya dok terus dok sholat yang dikerjakan pada pagi hari itu namanya apa dok? Maksudnya bukan subuh dok, soalnya sewaktu sekolah aku sering lihat teman aku sering sholat gitu sewaktu jam istirahat. Sekitar jam sembilan lewat kadang kalau jam pelajaran lagi kosong dia malah pergi ke mushollah sekolah untuk sholat.'' ucap Anne.
"Kamu nggak tanya sama dia Ann? Tanya Mimi.
"Tanya sih dok, katanya itu sholat emm sholat apa ya lupa" ucapnya dengan posisi telunjuk di dagu dengan gaya orang be rpikir.
"Sholat Dhuha" jawab Mimi.
"Nah iya dok, sholat Dhuha itu sholat apa lagi dok?" Tanya nya.
"sholat Dhuha adalah sholat yang dilakukan waktu Dhuha yang mana waktu tersebut di waktu saat matahari naik tujuh hasta sampai menjelang Dzuhur yah sekota jam 7/8 pagi hingga jam 11 atau menjelang Dzuhur." Terang Mimi.
"Sholat Dhuha juga dikenal sebagai sholat meminta dilancarkan rezeki, juga merupakan sholat meminta pengampunan dosa." Imbuh Mimi.
"Gitu ya dok." Ucap Anne lirih.
"Kamu kenapa Ann.?" Tanya Mimi.
"Nggak apa-apa dok, berarti dengan kita sholat Dhuha dosa kita diampuni gitu ya dok?" Tanya nya, Mimi memicingkan matanya heran.
"Bagi kami tidak hanya di sholat Dhuha Ann, setiap sholat pasti kami berdoa memohon ampunan kepada sang pencipta. Pasti begitu pula di setiap agama Ann." Ucap Mimi.
"Emm," jawab Anne.
"Maaf ya Ann dah waktu subuh. Saya tinggal sholat dulu ya." Ucap Mimi yang langsung beranjak menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Setelah berwudhu Mimi segera melaksanakan sholat subuh, menghadap kiblat Mimi mengangkat tangan dan bertakbiratul ihram maka Mimi menjalankan kewajiban nya kepada sang khalik.
Anne melihat ke arah Mimi, dia melihat setiap gerakkan yang Mimi lakukan. Anne memperhatikan hingga Mimi selesai melaksanakan sholat subuh, tak hanya gerakan dalam sholat, Anne juga melihat bagaimana Mimi setelah selesai sholat dan lagi-lagi dia melihat Mimi berdiri mendekat dan duduk di atas ranjang baby twins dan lagi-lagi Mimi membaca kitab nya kembali di dekat baby twins.
Tak lama Mimi pun selesai mengaji, Anne masih memperhatikan apa lagi yang dilakukan Mimi.
Yah setiap selesai Mimi mengaji,Mimi mencium baby twins menyalami tangan baby twins dan mencium tangan baby twins. Tak lupa Mimi juga membaca apa yang tidak di ketahui oleh Anne saat Mimi mencium ubun-ubun baby twins.
Mimi yang melihat Anne masih memperhatikan nya hanya bisa tersenyum, bukan Mimi tidak mengetahui jika sedari tadi Anne memerhatikan nya.
Setelah membuka mukenanya, Mimi memberikan ASI-nya kepada twins segera dengan bergantian.
Setelah twins puas dan kenyang, Mimi memandikan mereka bersama Anne.
Setelah baby siap mandi dan selesai memakai pakaian dan mungkin sudah kenyang perlahan mata twins terpejam.
"Anne, saya permisi dulu ya." Ucap Mimi setelah menaruh si Abang ke atas ranjangnya.
"Iya dok, makasih dah bantuin saya." Ucapnya
"Seharusnya saya yang berterima kasih karena kamu menjaga twins." Jawab Mimi.
"kalau gitu saya permisi ya, titip twins dan jangan lupa beritahu teman mu itu." Ucap Mimi.
__ADS_1
"Baik dok." Jawab nya.
Mimi keluar dari kamar twins menuju ruangannya, pagi ini Mimi berencana akan menyelesaikan perkejaan dengan dokumen yang tertumpuk di atas mejanya.