DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
jika Allah merestui maka kita dipertemukan kembali 2


__ADS_3

Baiq yang selalu banyak bicara terkadang membuat Ryan pusing apa laginjika pertanyaan itu mentelak dirinya.


"Om" panggil Baiq.


"Hem" Ryan hanya berdehem.


"Ck, semahal apa sih om suaranya, di panggil hanya ham hem." jawab Baiq, Mimi, Di'ah, Syahril dan Ay hanya dengan senyum.


"Ada apa Iq? mau tanya apa lagi?" ucap Ryan.


"Emm, beneran nggak kakak sebelah Om itu ceweknya Om Ryan? soalnya kan Baiq ndak pernah lihat kakak itu kerumah." ucap Baiq.


"Emang kenapa Iq?" tanya Syahril.


"Yah bukan kenapa-kenapa Om, padahal nihnya Baiq mau ngenalin Om Ryan sama Om Syahril sama guru Baiq."


"Ada guru kimia, fisika dan MTK baaiq yang kayaknya masih Jomblo, dan orang nya beuhhh cantik Om." ucap Baiq.


Ryan melihat Baiq dari kaca spion dengan menatap tajam.


"Emang siapa Iq?" tanya Ay yang ikut penasaran.


"Itu Ay, Bu Dira guru fisika yang rambutnya selalu di gerai dan berpenampilan se*y, nah terus Bu Siska Amran guru MTK yang pendiam menghanyutkan itu " ucap Baiq.


"Terus guru kimia yang mana?" tanya Ay.


"Bu lihu." jawab Baiq.


"Maksud kamu Bu Hajira lihu?" tanya Ay


"Iya, emang kenapa?" tanya Baiq.


"Hahaaaa mau kamu kak Ryan di bejek sama lakinya." ucap Ay.


"Eh emang Bu Lihu dah punya laki?" tanya Baiq.


"Udah, nggak lihat kamu setiap pulang kesekolah Bu Mira di jemput." jawab Ay.


"Yaudah kalau gitu Bu Tini aja, Bu Suhartini Tini belum kan Ay?" tanya Baiq.


"Emm kayaknya belum." jawab Ay.


"Nah Om Ryan sama Om Syahril mau pilih yang mana?" tanya Baiq.


"Kamu kira Om kamu ini nggak laku Iq?" ucap Ryan dingin.


"Ya kemungkinan bisa jadi Om, kan om nggak pernah bawa cewek makanya ammi selalu ingin jododhin Om Ryan." seru Baiq.


"Ckk kenapa bahas jodoh-jodohan sih." celetuk Di'ah tanla sadar. Ryan mendengar celetukan Di'ah tersenyum tipis.


"Emm ada gunanya juga nih bocah banyak omong." gumam Ryan dalam hati. Ryan melihat ke arah Di'ah yang terlihat cemberut.


"Kalau Bu Tini sama Bu Siska orang nya gimana Iq?" tanya Ryan yang sengaja ingin melihat reaksi Di'ah, Di'ah yang mendengar Ryan bertanya seperti melihat cemberut ke Ryan lalu membuang mukanya melihat ke arah luar.


"Kena juga nih." ucal Ryan dalam hati dan senyum senyum sendiri.


Sedangkan Mimi hanya diam dan cuek, walau ada sedikit rasa tidak suka Baiq menjodoh-jodohkan Syahril dan Ryan, tapi Mimi berusaha bersikap biasa saja.


"Om." panggil Baiq.


"Ada apa Iq?" tanya Ryan.


"Kita mau kemana sih?" tanya Baiq.


"Udah diam bentar lagi sampe. Ndak capek apa nyerocos terus." ucap Ryan.


"Emm dari pada diam-diam bae kan jadi horor Om." jawab Baiq.


Tidak lama mereka pun sampe tujuan, Baiq yang melihat mobil belok ke arah mall menjadi semangat.


"Wah Baiq dapat THR lagi ya om." ucap Baiq.


"Enak aja, semalam sudah." jawab Ryan, mereka pun telah sampai di parkiran dan mereka pun turun dari mobil.


Mimk dan Di'ah hanya diam, mengikuti langkah orang yang mengajak mereka


"Dek," panggil Syahril ketika melihat Mimi jalan berdua denagn Di'ah, Baiq sudah melesat masuk bersama Ay.


Mimi berhenti dan menoleh ke arah Syahril dan Ryan yang berjalan di belakang mereka.


"Jalan sama kakak dong." ucap Syahril.


"Emm inginkan sudah jalan bersama." jawab Mimi.


Ryan dengan sigap memegang tangan Di'ah dan membawa Di'ah kabur.


"Eh kak" ucap Di'ah yang hendak melepas tangan Ryan namun Ryan memegangnya dengan erat. Tanpa berontak Di'ah lun mengikut saja.


Ryan tak melepas tangan Di'ah, Di'ah merasa canggung. Di'ah takut jika nanti ketemu orang-orang asrama provost.


Mimi berjalan beriring dengan Syahril, sampailah mereka di stand pakaian wanita.


"Pilihlah dek, buat emak dan Ay sekalian." ucap Syahril.


"Emm ndak usah kak, makasih." jawab Mimi menolak.


"Dek, kalau adek tidak mau itu hak adek. Tapi tolong pilihkan buat emak dan Ay. Kakak mau belikan mereka kalau adek ndak mau." ucap Syahril.


"Ndak usah kak, emak dan Ay sudah belinbaju semalam." jawab Mimi yang masih menolak.


"Itu dari adek bukan dari kakak. Yaudah kalau adek ndak mau


pilihkan biar kakak sendiri yang pilih buat emak." ucap syahril dan meninggalkan Mimi di stand pakaian anak muda.


Syahril berjalan mencari pakaian muslim buat emak, Syahril merasa kecewa melihat Mimi yang telah berubah menurut-nya.


Saat Syahril memilih pakaian syari, Syahril melihat Ay bersama Baiq sedang memilih baju.


"Ay" panggil Syahril dan ayblun menoleh dan mendekat setelah mengetahui siapa yang memanggilnya.


"Iya kak, ada ala?" tanya Ay.

__ADS_1


"Em inincocok ndak sama emak?" tanya Ay, Ay tak !menjawab melainkan mencari keberadaan Mimi.


"Ayuk Mimi mana kak?" tanya Ay. Syahril menghelakan nafasnya.


"Ini bagus ndak buat emak?" tanya Syahril lagi.


"Emm itu bagus, cuma semalam emak sduah beli yang model itu." jawab Ay.


"Beneran?" tanya Syahril.


"Iya kak, bahkan tiga model yang kakak pegang itu semalam di beli sama ayuk Mimi buat emak." jawab Ay.


"Oo, Ay pilihlah nanti biar Kaka bayar, THR buat Ay." jawab Syahril dengan mengacak rambut Ay.


"Oke berapapun boleh?" tanya Ay.


"Iya." jawab Syahril.


"Oke, Iq yang ini Baiq kan yang bayar?" tanya Ay dan Baiq pun mengangguk.


"Makasih ya Iq, yok kawanin Ay cari yang lain." ucap Ay dengan menggandeng tangan Baiq.


Mimk berjalan mendekati Syahril. sannmelihatboakaian yangbseruoa dibelinya sw!alam bersama orang tuanya.


"Itu emak sudah ada kak." ucap Mimi, Syahril mendengar suara Mimi dibelakang nya lun membalikkan badannya.


"Hemm iya, Ay sudah bilang tadi. Jadi buat emak yang Kayakmana yang belum ada?" tanya Syahril.


"Kalau kakak mau belikan emak, belikan yang setelan begini saja bisa di pakek buat berpergian juga." ucap Mimi dengan menunjukkan setelan celana dan baju Muslim ke arah Syahril.


"Yaudah kalau gitu ambil yang itu" jawab Syahril.


"Adek ndak beli?" tanya Syahril.


"Emm ndak kak,makasih." jawab Mimi.


"Kenapa adek berubah?" tanya Syahril. mimi berhenti dan melihat ke arah Syahril.


"Mimi ndak pernah berubah kak, Mimi tetap Mimi yang dulu. Cuma status kita yang berubah. Seharusnya Kakak ajak istri kakak berbelanja untuk lebaran, bukan mengajak Mimi." ucap Mimi kemudian berbalik badan dan melangkah pergi.


"Dek." panggil Syahril denagn tangan yang mengambang di udara.


Setelah berbelanja di bagian wanita, Syahril mengajak Mimi ke stand pakaian laki-laki. Syahril memilih pakaian buat bapak dan Anas adik Mimi.


Semua sudah terpilih, Syahril juga me!belum untuk dirinya, untuk Babah dan Umma nya lun sudah dibelinya dengan pilihan dari Mimi.


Syahril perginke bagian pakaian anak-anak. Mimk hanya mengikuti saja. Ada rasa sesak di hati Mimi kala Syahril masuk ke stand bagian pakaian anak-anak.


"Sek ini bagus ndak?" tanya Syahril pada Mimi dengan menunjukkan pakaian anak laki-laki.


"Bagus." jawab Mimi.


Syahril terus memilih pakaian buat Adam anak abangnya Afnan. Mimi mengira Syahril memilih pakaian-pakaian anak laki-laki itu buat anak Syahril.


"Ya Allah hilangkan perasaan ini," ucap Mimi dalam hati.


Setelah semua terbeli dan semua telah berkumpul kembali, Mimi melihat Di'ah membawa kantong belanjaan, Mimi yakin kalau Di'ah dibelanjakan Ryan.


Ay dan Baiq selalu berdua, mereka langsung menuju ke penjual-penjual makanan. Ryan dan Di'ah pun entah kemana amerekaa berdua berada. Kini tinggallahnmijindan Syahril.


"Kita duduk disana yuk" ajak Syahril dan Mimi pun mengangguk.


Mimi melihat disekelilingnya taman tugu ini, banyak juga pengunjung yang membawa anak-anak mereka jalan kesini.


"Dek" panggil Syahril. Mimipun menoleh ke arah Syahril


"Emm" jawab Mimi.


"Dek" ucap syahril lagi tapi kali ini dia memegang kedua tangan Mimi.


"Kak, jangan." ucap Mimi dan hendak melepaskan tangan Syahril.


"Adek ingat sumpah kakak? sumpahnitu masih berlaku hingga kini."


"Hati, cinta kasih sayang kakak hanya buat kamu seorang." ucapnya, Mimi hanya diam.


"Bahkan jantung ini ( Syahril memegang ke arah jantungnya) jantung ini hanya berdetak untukmu. Saat jantung ini berdetak dengan kencang baru kakak sadari jika jantung ini memberi tanda jika ada kamu di sekitar kakak."


"Dek, mari kita menikah. Mari kita raih lagi impian-impian kita yang tertunda." ucap Syahril.


Mimi melepaskan ngenggaman Syahril dan melihat ke mata Syahril yangbtakmleenahnada kebohongan disana.


"Mimi tidak bisa," ucap Mimi.


"Tidak bisa kenapa? apa karena Said?" tanya Syahril.


"Iya, itu salah satunya." jawab Mimi denagn menjeda.


"Kakak sudah menjadi kepala rumah tangga, jangan kakak sakiti hati seorang wanita, karena kakak terlahir dari seorang wanita juga."


"Jangan mementingkan ego, ingatlah anak dan istri kakak dirumah. Lupakan Mimi." ucap Mimi yang terasa sesak saat dia mengatakan anak dan istri.


"Kakak belum punya anak, bahkan kakak tidak pernah menyentuhnya." ucap Syahril.


"Kenapa? Apa itu karena Mimi?" tanya Mimi.


"Ya, karena Kakak telah berjanji pada diri kakak sendiri. Kakak akan selalu menjaga mata dan hati serta perasaan kakak hanya untuk Kamu seorang " jawab Syahri! Dengan bersungguh-sungguh.


"Jangan begitu, Eka wanita tentu akan merasa sakit hatinya bila suaminya masih menyimpan nama gadis lain dihatinya."


"Lupakan Mimi kak, jangan membuat Mimi merasa bersalah karena ada wanita yang terluka dibalik semua ini." ucap Mimi.


Tak jauh dari Mimi dan Syahril, Ryan pun sedang membujuk Di'ah agar mau kembali padanya.


"Dek" panggil Ryan pada Di'ah. Di'ah hanya melihat Ryan.


"Kakak serius, kakak ingin kita kembali seperti dulu." ucap Ryan, Di'ah hanya diam.


"Dek," panggil Ryan lagi.


"Kali ini, kakak tidak akan menyerah dek. Kakak juga tidak mau mengorbankan perasaan lagi. Cukuplah yang lalu." ucap Ryan.

__ADS_1


"Dek, kembalilah bersama kakak." ucap Ryan lagi.


"Tidak bisa kak. Status kita sudah berbeda." jawab. Di'ah.


"Emang kenapa dengan status? kakak tidak peduli dengan status. Yang kakak inginkan kkta kembali merajut asa kita yang tertunda." ucap Ryan.


"Maaf kita tidak bisa bersatu kak." ucap Di'ah dengan matanya melihat ke arah Mimi.


"Apa karena Mimi lagi?" ucap Ryan yang melihat kemana mata Di'ah memandang.


"Lihatlah, Syahril juga sedang memperjuangkan cintanya kembali. Kakak yakin mereka juga bakalan bersatu kembali." ucap Ryan, Di'ah melihat ke arah Ryan.


"Itu tidak mungkin " jawab Di'ah.


"Kenapa tidak" ucap Ryan.


"Karena Mimi akaan dilamar sama cowok nya." ucap Di'ah.


"Kakak berani taruhan, kalau Mimi akan bersatu kembali " ucap Ryan. Di'ah hanya diam dan melihat ke arah Mimi dan Syahril.


"Ya Allah sesungguhnya aku juga meyakini jika mereka berdua akan kembali bersatu." ucap Di'ah dalam hati.


"Dek, kakak yakin kamuboun sependapat dengan kakak bahaw mereka berdua akaan bersatu kembali." ucap Ryan.


"Entahlah, yang pasti cowok Mimi akan segera melamar Mimi." jawab Di'ah.


"Kalau begitu, mari kita bersatu kembali. Toh mijimjjga akan menikah kan?" ucap Ryan.


"Itu tidak mungkin kak." jawab Di'ah.


"Kenapa tidak mungkin? kasih tau kakak apa nya yang tidak mungkin." ucap Ryan.


"Kita berbeda kak, aku bukan lah Di'ah yang dulu, status ku juga bukan seperti dulu. Carilah perempuan lain." ucal Di'ah.


"Status apa hah! status apa yang membuat dirimu tidak mungkin bersatu denganku Di'ah." ucap Ryan.


"Kita berbeda kak," jawab Di'ah lagi.


"Berbeda apanya? berbeda status!" ucap Ryan


"Berbeda status karena kau janda gitu!!" ucap Ryan yang emosi.


"Aku tidak peduli bagaimana status mu itu." ucal Ryan lagi


"Kakak yang tidak peduli, tapi aku peduli. Kehormatan keluarga kita terutama keluarga kakak." ucap Di'ah yang mulai luruh air matanya.


"Kakak sudah tau semua tentangmu dek. Ummi dan abinoun susahnkakak ceritakan, mereka juga sama. Mereka tidak peduli dengan status mu, yang mereka inginkan kebahagiaanku dan kebahagiaanku adalah kamu " ucap Ryan dengan suara yang melemah.


"Dek, katakan kalau kamu masih mencintai ku. Katakan dek?" ucap Ryan.


"Katakan dek, katakan kalau di hatimu masih ada aku disana, katakan kalau kamu masih mencintai ku." ucal Ryan dengan mendesak Di'ah.


"Iyaaa. hiks hiks " ucap Di'ah dengan isakan tangis.


"Katakan dek." ucal Ryan.


"Iya, aku masih mencintai mu kak, dari dulu hingga kini hati ini masih ada kaaamuu uuuu" ucap Di'ah dengan deraian air mata. Ryan yang mendengar itu langsung memeluk Di'ah erat.


"Kakak juga masih mencintaimu, kakak cinta kamu sayang " ucap Ryan denagn menciumi wajah Di'ah.


Di'ah merasa plong setelah mengutarakan rasa isi hati yang dipendamnya selama ini.


Tapi beda Di'ah dan Ryan beda lukan Mimi dan Syahril.


"Yank." panggil Syahril.


"Maaf kak, Mimi tidak bisa." jawab Mimi yangnmasihnmnolak Syahril.


"Kenapa? apa hatimu sudah diisi oleh Said?" tanya Syahril.


"Iya, Mimi harus menjaga kepercayaan nya." jawab Mimi.


"O okelah, tapi kita masih bisa berteman kan" ucap Syahril.


"Lebih baik Jangan." ucap Mimi.


"Kenapa?" tanya Syahril.


"Karena kakak juga harus menjaga hati istri kakak. Jangan jadikan Mimi benalu di dalam rumah tangga kakak." ucap Mimi.


"Dek, kakak sama dia sudah tidak punya hubungan lagi, sudah lama kakak mengakhiri semua itu." ucap Syahril jujur.


"Kenapa? kenapa kakak begitu? bagaimana dengan anak kakak?" tanya Mimi.


"Anak?? kakka belum punya anak, bahkan kakak sajaantisak pernah menyentuh nya, bagaimana kakak punya anak." ucal Syahril.


"Pakaian yang kakak beli tadi!" tanya Mimi.


"Pakaian?" ucap Syahril dan berpikir sejenak.


"Ooo jadi kamu kira itu buat anak kakak? ha-ha-ha" ucal Syahril dengan tertawa tidak nyangka jika Mimi berpikiran sampai sejauh itu tentang dirinya.


"Emang sih buat anak kakak, tapi anak keponakan. Anaknya bang Afnan." ucap Syahril, mimj tercengang dan melongo. Yah Mimi lupa jika Syahril punya dua abang yang kemungkinan besar mereka bedua sudah berumah tangga.


"Bagaimana?" tanya Syahril.


"Tinggalkan dia dan kembali lahnsama kakak." Ical Syahril dengan keseriusan.


"Maaf tidak bisa kak," jawaban Mimi. Syahril hanya menghelakan nafas nya panjang.


Syahril tidak bisa memaksa Mimi, apa lagi dia tau Mimi adalah tipe cewek yang setia.


"Baiklah terserah adek, namun sampai kapanpun hanya kmau ada di hati kakak" ucap Syahril.


"Samalainkappanoun kakak tisak akan peenah pudar cinta kakka untuk kamu dek, kakak yakin jika Allah merestui maka kita dipertemukan kembali suatu saat nanti." ucap Syahril.


"Amin" ucap Mimi dalam hati.


"Yaudah dah malam kkta pulang yuk " ucap Syahril dan Mimi lun mengangguk, mereka pun pulang kerumah Mimi. Setelah mengantar Mimi Syahril, Ryan dan Baiq pulang kerumah mereka. Dengan perasaan yang beda-beda.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2