DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
133


__ADS_3

Tepat jam tiga dini hari mereka sampai di rumah, kak syahril mengantar keluarga Mimi ke kamar masing-masing.


Mimi seperti biasa kamarnya di atas disampingnya kamar kak Syahril, Mimi tidur dengan ay.


Kedua orang tua Mimi tidur di kamar atas juga di samping kamar Mimi, Pakcik beserta anak istrinya di kamar tamu di bawah bagitu pula bisa dan Tante Zia beserta anak-anaknya. Nyaintidur bersama BI Ida.


Mereka langsung beristirahat kembali di dalam kamar hingga terbangun saat suara adzan berkumandang untuk kau! muslimin dan muslimah untuk menunaikan perintah Ilahi Rabbi.


karena sampai dini hari kak Ryan dan kak Rendi tidur di rumah kak Syahril yaitu tidur satu kamar dengan kak Syahril.


Sehabis subuh emak pergi ke dapur untuk a!bil air minum dan disaat itulah emak bertemu dengan amak Imah dan uniang Sari dan uniang Santi.


Emak Mimi langsung akrab dengan amak Imah dan uniang Sari dan uniang Santi.


Dan akhirnya mereka membuat sarapan lagi bersama, dan tak lama kemudian bicik Tante Zia dan BI Ida ikut gabung.


Yang lain jangan ditanya sehabis subuh mereka kembali tidur, apa lagi kak Syahril dan kak Ryan serta kak Rendi hari ini mereka jadwal mata kuliahnya di siang hari.


Hari Senin dan Selasa mereka hanya berekreasi di sekitaran kota pedang itupun mereka pergi disaat kak Syahril dan yang lain sepulang dari kampus.


Disore Rabu mereka berencana akan pergi ke Painan karena di hari Kamis adalah tanggal merah.


Kak Syahril dan yang lain hanya ada beberapa mata kuliah di hari Rabu ini, jam tiga sore mereka pun mulai melajukan kendaraan mereka menuju Painan.


Kak Rendi sangat senang karena saat ini dia tak hanya untuk ikut berwisata namun dia juga akan menemui Novi.


"Cieee yang lagi berbunga-bunga." sindir kak Rudi.


"Rend... Entar Lo mau langsung ke tempat saudara Novi atau gimana?" tanya kak Syahril.


"Emm liat sikon aja lah Riil." jawab kak Rendi.


"Oke kalau gitu nanti kita langsung ke penginapan aja ya? oh ya Yan sudah di boking kan kamar nya?" ucap kak Syahril dan menanyakan sewa penginapan.


"Sudah Riil, tenang aja." jawab kak Ryan.


"Oke kalau gitu kita berangkat sekarang aja dah ja! tiga nih." ajk kak Syahril.


"Oke" sahut mereka dan akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanannya.


Beberapa jam kemudian mereka sampai ke penginapan di daerah Painan, karena telah malam dan lumayan menempuh perjalanan yang lama maka malam ini mereka beristirahat terlebih dahulu dan akan melanjutkan wisata nya esok pagi.


Disaat yang lain memilih menginap di penginapan kak Rendi setelah mengantar kami diapun melajukan mobilnya menuju ke daerah keluarganya Novi.


Iya Novi meminta kak Rendi untuk datang ke kediaman keluarga nya. jarak dari penginapan ke kewilayah keluarga Novi mamakan waktu kurang lebih 2.5 jam.


Pagi Rabu Mimi dan keluarga menghabiskan waktu untuk berwisata di Painan. Painan terletak di Pesisir Selatan yang merupakan bagian dari daerah Sumatera Barat yang menyimpan berbagai keindahan menakjubkan.


Kebanyakan orang mungkin masih merasa asing dengan daerah satu ini karena letaknya yang tidak terlalu populer. Namun, bagi para pelancong, Pesisir Selatan adalah surge tersembunyi.


Kak Syahril pertama-tama dia mengajak Mimi dan keluarga ke pantai Carocok.


p



Pantai carocok berlokasi: Painan, Kec. IV Jurai, Kab. Pesisir Selatan. – gambar via Google. ( foto asli dari authore di HP yang rusak πŸ˜…)


Keindahan yang ditawarkan oleh Pantai Carocok akan membius siapa saja yang melihatnya. Pantai satu ini berbeda dengan pantai lainnya yang justru terlihat tidak terurus. Hal tersebut karena pantai ini dikelola dengan sangat baik hingga tersedia banyak spot foto menarik.


Biasanya banyak pengunjung yang memanfaatkan pantai ini sebagai tempat piknik. Menikmati gulungan ombak yang tidak terlalu besar ditambah lagi dengan angin sepoi-sepoi yang berhembus, menjadikan pantai ini tempat sempurna untuk melepas penat.


Mungkin karena hari libur sekolah di pantai ini walau pun lagi telah ramai oleh pengunjung.


Setelah berpuas diri di pantai Carocok kami mencoba untuk pergi ke destinasi wisata lainnya. Masih di kecamatan IV jurai ini kami mengunjungi pantai salido.



Pantai Salido


berlokasi Kec. IV Jurai, Kab. Pesisir Selatan. – gambar by google


Bukan menjadi rahasia lagi jika Pesisir Selatan memiliki cukup banyak destinasi wisata berupa pantai. Yang membuat pantai Salido tampak menarik dikalangan pengunjung adalah dominasi pohon pinus yang ada di sepanjang pantai.


Selain itu, pada hamparan pantainya terdapat batu kerikil kecil yang katanya bisa menjadi sarana terapi bagi Anda yang suka kambuh asam uratnya. Sayangnya di pantai ini tidak tersedia warung makan sehingga setiap wisatawan dihimbau membawa sendiri dari rumah.


Sebelum kami ke pantai ini kak Syahril mampir terlebih dahulu di kedai nasi Kapau dan dia pun membeli beberapa bungkus nasi untuk makan siang kami disini.


Kami semua menikmati pemandangan yang ada di pantai ini, setelah puas menikmatinya kami pun menyantap makan siang kami di pinggiran pantai.


Sehabis menyantap makan siang, kami segera kembali keluar dari area pantai salido untuk menuju destinasi wisata lainnya.


"Nyai capek?" tanya kak Syahril ketika melihat Nyai yang berjalan beriringan dengannya.

__ADS_1


"Ndak Riil, mau kemana lagi kita?" jawab Nyai dan Nyai kembali bertanya kepada kak Syahril.


"Mumpung kota masih di daerah ini kita mau ke bukit langkisau Nyai." jawab kak Syahril sambil menuntun Nyai hingga sampai ke mobil.


"Hah ke bukit? tinggi lah tu" ucap Nyai.


"Iya Nyai tapi tenang kita ndak jalan kaki naik kesananya hehe." jelas kak Syahril.


Ya namanya orang tua mungkin dallam pemikirannya bukit itu kita harus mendaki.


"Oo gitu,jangan lupa cari masjid kita sholat Dzuhur dulu nanti." ucap Nyai.


"Iya Nyai." jawab kak Syahril dannka!i pun melaju menuju ke bukit Langkisau yang masih berada di wilayah salido ini.


Beberapa menit kemudian kami pun sampai disini,



bukit langkisau berlokasi: Jl. Langkisau, Salido, Kec. IV Jurai, Kab. Pesisir Selatan. –gambar by Google.


Berbeda dengan bukit Bendera Bayung, Langkisau lebih banyak terdapat tumbuhan bunga yang mempesona. Hal yang menarik adalah bukit ini letaknya tak jauh dari Pantai Carocok sehingga Anda bisa menyaksikan keindahan ombak yang bergulung.


Selain itu, suasana alam yang dihadirkan sangatlah sejuk. Hamparan hijau yang membentang juga sangat bersih karena di setiap sudut sudah disediakan tempat sampah. Anda bisa berpiknik ria bersama keluarga sambil menunggu datangnya sunset.


Kami tak begitu lama di bukit sini karena waktu Dzuhur pun telah tiba, kami segera keluar dari destinasi kami disini dan mencoba mencari musholla dekat di area sini.


Beberapa menit kami keluar dari sini kaminoun menemukan musholla dan kami pun semua turun menuju musholla tersebut untuk menjalankannya ibadah Dzuhur.


Setelah selesai sholat kami akan melanjutkan ke destinasi lainnya.


"Kak kita kemana lagi?" tanya Mimi ketika sudah berada dekat mobil."


"Emm rencana Kaka mau ajak ke pulau setan nanti tali kota ke taluak sikulo dulu bentar." jawab kak Syahril.


"Hah pulau setan? seram dong kak." ucap Mimi sedikit ngeri mendengar nama pulau tersebut.


"Ya ndak lah,janga terkecoh dengan namanya entar sampai disana minta honeymoon disanaa lagi." ucap kak Syahril dengan !mengedipkan sebelah matanya menggodanya Mimi.


"Iss kaakak apaan sih." jawab Mimi tersipu malu.


"Yaudah masuk kita lanjut kesana." jawab kaak Syahril, Mimi pun masuk kedalam mobil dan kami pun melanjutkan destinasi kami ke tempat wisata selajutnya.


Setelah sampai di ampana pulai ternyata rencana kami ubah, untuk !menuju pulau setan tersebut KA!i harus menyeberangi lautan maka kami menuju ke pulau setan terlebih dahulu baru ke taluak sikulo


"Seharusnya sudah Fan, coba tanya Rudi." jawab kak Ryan.


"Udah yok tuh kappalnya sudah nungguin." sahut kak Rudi menghampiri kami semua.


"Kita mau kemana Riil?" tanya Mamak.


"Kepulauan setan Mak." jawab kak Syahril.


Seperti Mimi sebelumnya semua orang pun kaget dan terperangah mendengar nama pulau tersebar.


"Hah" ucap mamak, BI Ida, bicik dan Tante Zia.


"Yang benar Riil, mau ngajak kami kesana." ucap bicik.


"Iya Syahril nih ngajka ke tempat yang tidak-tidak pula." sahut ta te Zia.


"Ndak ada tempat lain Riil." sahut Bi Ida. kak Syahril hanya tersenyum melihat raut kecemasan bibi-bibinya Mimi itu.


"Tenang Mak, Nyai, bicik, BI Ida dan Tante Zia itu cuma namanya saja, kaallau tempat nya di jamin elok." jawab kak Syahril menenangkan mereka semua.


Setelah sampai di pinggiran pelabuhan kami pun segera naik ke kapal dan melaju menuju pulau setan ini. Kurang lebih setengah jam kami pun sampai di pulau sini.


kapal berhenti tak seberapa jauh dari pulau dan untuk !menuju pulau kami menggunakan perahu karet yang telah disediakan oleh pihak pulau.



Pulau setan berlokasi: Ampang Pulai, Kec. Koto XI Tarusan, Kab. Pesisir Selatan. – gambar by Google.


Anda tidak boleh terkecoh dengan nama pulau satu ini karena faktanya, keindahan yang dimiliki pantai ini sangat mempesona. Diantara pulau lain yang ada di Pesisir Selatan, Pulau Setan adalah yang paling banyak dikunjungi.


Tak hanya disuguhkan dengan pemandangan yang indah, Anda bisa menyaksikan deretan nelayan dengan perahunya yang unik. Jika beruntung, Anda bahkan bisa melihat berbagai hasil ikan


Satu setengah jam kami menikmati pulau ini, Ay dan sepupu-sepupu Mimi asik bermain di pinggiran pantai di pulau ini, disini kami juga menikmati hasil tangkapan nelayan yang masih fresh. Kami pun membakar ikan dengan bumbu seadanya yang mana ternyata sudah disiapkan oleh kak Rani dan kalk Siska.


Setelah puas disini kami kembali dengan menaiki kapal yang kami sewa dan setelah itu kami langsung menuju taluak sikulo.



taluak sikulo berlokasi di Ampang Pulai, Kec. Koto XI Tarusan, Kab. Pesisir Selatan. – gambar by Google.

__ADS_1


Tidak banyak orang yang mengetahui tempat wisata Taluak Sikulo karena akses atau rute perjalanan yang ditempuh memang cukup sulit. Anda perlu menikmati medan yang terjal dan curam ditambah lagi adanya bebatuan yang membuatnya semakin sulit.


Disini kami ketemu kak Rendi dan Novi, mereka menyusul kami disini, keluarga Novi berada tak jauh dari daerah sini.


"Eh kak Rendi ma Novi dah sampai aja." ucap Mi!i ketika melihat duo sejoli tersebut asik berswafoto.


"Emang sudah selesai acaranya nov?" tanya kak Rani.


"Belum kak," jawab Novi.


"Lah kalau belum kok Novi sudah melala kesini, apa ndak dicariin ma ibu nanti?" tanya bicik.


"Tadi sudah izin sama ibu cik, ini pun kami cuma bentar" jawab Novi.


"Oh ya cik, Mak, Bi Ida, Tante Zia dan yang lain ayo singgah dulu tempat makwo Novi." ucap Novi mengajak kami semua.


"Emang nya dimana tempatnya Vi?" tanya Pakcik.


"Di daerah Mandeh cik." jawab Novi.


"Kalau gitu boleh lah sekalian kita nanti ke wisata disana." sahut kak Rudi.


"Iya juga, yaudah kita berangkat sekarang aja." seru kak Syahril.


"Yaudah ayo." ucap kami semua dan kami pun berangkat menuju tempat keluarga Novi.


Sesampainya disana kami disambut oleh ibunya Novi dan keluarganya yang lain. Kami juga disuguhi makanan namun sebelumnya kami menumpang untuk !menunaikan sholat ashar.


kami disini tak lama jam lima sore kami pun izin pulang dan sebelumnya kami mampir di wisata baru di apdaerah mandeh ini.



Wisata ini berlokasi: Mandeh, Kec. Koto XI Tarusan, Kab. Pesisir Selatan. – by Google.


Tempat wisata ini bu dibuka, destinasi wisata satu ini sudah banyak menarik para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Pemandangan yang disajikan memang tampak sangat menawan. Kita juga bisa menyaksikan hamparan laut biru yang sangat menggoda.


Pada sisi pulaunya terdapat beberapa batuan karang yang tidak terlalu besar. Menjadi tempat wisata yang cukup diperhitungkan, kita bisa menikmati spot surfing yang sangat menantang di pulau cantik ini.


Kami disini juga nggak lama karena kami akan pulang ke kota pedang, sebenarnya masih banyak destinasi wisata di Painan ini namun karena keterbatasan waktu kami pun hanya mendatangi beberapa destinasi saja dan kami juga memburu oleh-oleh tentunya.


Karena perjalanan kami masih panjang kami pun mencari masjid terdekat untuk melaksanakan sholat Maghrib dan setelan itu kami mencari restoran untuk makan malam.


Kami sampai di kota pedang telahnlarut malam dan kami langsung pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat sedangkan kak Arfan, kak Rendi, kak Rudi serta kak Rani dan kak Siska pulang ke rumah mereka masing-masing.


Pagi hari nya kami beraktivitas seperti biasanya dan di sore harinya kami sekeluarga akan makan malam dipinggiran pantai kota pedang menikmati masakan laut.


"Kak, kami pulang besok aja ya." ucap Mimi disela-sela makan ikan bakar.


"Kenapa nggak minggu aja dek?" tanya kak Syahril.


"Emm kalau Minggu capek nian kak, kan mamak sama bapak juga harus pulang ke tebing." jawab Mimi.


"Iya juga sih, yaudah besok jam sepuluh kita berangkat ya?" ucap kalk Syahril.


"Emm apa kakak ndak capek kalau bolak balik antar kami." tanya Mimi.


"Ndak dek, insya Allah. Oh ya adek tunggu disini ya." ucap kak Syahril seraya berlalu pergi.


"Mau kemana kak?" tanya Mimi.


"Nggak kemana-mana, cuma bentar kok tunggu disini ya?" ucapnya.


Kak Syahril mendekat ke arah kak Ryan dan dia membisikan ke kak Ryan dan mereka pun pergi berdua.


...*****...


Assalamualaikum Alhamdulillah bisa update lagi walau tertatih-tatih karena sinyal hilang timbul.


Semoga para riders DOKTER JANTUNGKU tak pernah bosan buat selalu menanti cerita terbaru nya ya.


Jangan lupa selalu beri dukungannya berupa:


FAVORIT


VOTE


RATE


LIKE


KOMEN


...🌹TERIMAKASIH🌹...

__ADS_1


__ADS_2