DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
kebenaran


__ADS_3

"Kenapa kakak tidak suka? Emang dia berbuat apa sama kakak?" tanya Mimi


"Mereka tidak berbuat apa-apa sama kakak waktu itu tapi kakak tidak suka karena mereka menjadikan adek sebagai taruhan?" ucap Syahril dengan terus memegang tangan Mimi dan menatap mata Mimi.


"Maafkan kakak." ujarnya lagi dengan mata sendu.


"Maafkan kakak yang udah berprasangka buruk sama adek, seharusnya kakak lebih percaya sama adek ketimbang dengan isi wa itu." ucapnya lagi, Mimi mengerutkan keningnya karena Mimi tidak tau masalah isi wa yang dikatakannya.


"Isi wa apa kak?" Mimi akhirnya penasaran dan bertanya sama Syahril.


"Emang adek tidak membuka hp?'' tanyanya.


"Emm Mimi malas buka hp, karena hp itu bukan punya Mimi lagi." jawab Mimi ketus.


"Dek, maaf bukan maksud kakak menahan hp adek. Sungguh kakak lupa untuk mengembalikannya." ucap Syahril.


"Ah udah lah tidak usah di bahas, sebaiknya kita keluar tidak enak berada di kamar berduaan." ucap Mimi dan hendak berdiri namun naas tangan nya masih dalam genggam Syahril.


"Kak lepas." pinta Mimi tapi tak digubris oleh Syahril dan Mimi pun memaksa untuk melepaskan tangannya dengan kasar.


Setelah tangan terlepas Mimi langsung berjalan ke arah pintu dan Syahril dengan sigap menarik tangan Mimi dan seketika Mimi tertarik ke arah Syahril yang masih duduk di atas ranjang.


Tubuh Mimi menimpa ke atas tubuh Syahril dengan bertumpu kedua tangan Mimi di atas dada Syahril dan mata saling bersitatap membuat debar jantung kedua insan berdetak dengan kencang.


Beberapa detik Mimi tersadar dan dia berusaha untuk berdiri namun Syahril menghalanginya dengan memeluk pinggang Mimi sehingga tubuh mereka saling bersentuhan dengan cepat kilat Syahril mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Disaat adegan tersebut Andri yang akan ke kamar mandi tak sengaja melihat ke arah dalam kamar Mimi yang memang pintu tidak di tutup.


"Ya tuhaaan.. Syahril.." ucap Andri dengan suara lantang sehingga mengagetkan Syahril dan Mimi serta ketiga manusia lainnya yang berada di ruang tamu langsung menuju masuk.


"Apa-apaan kalian," ucap Andri degan gaya tegas nya.


"Eh kak, ini ndak seperti yang Kakak liat." ucap mimiembela diri.


Ryan Rudi dan Di'ah sampai ke depan kamar Mimi.


Mimi menatap Syahril dengan tatapan tajam dan kecewa atas perlakuan nya berusan.


"Mi, ada apa lagi?" tanya Di'ah.


"Ada apa Ndri?" tanya Ryan.


"Mereka berpelukan." jawab Andri.


Ternyata Andri tidak sempat melihat Syahril mencium Mimi dan paling naas nya ciuman itu posisinya yang sangat intim.


Syahril hanya diam dan menyungging kan senyumannya.


"Apa-apaan Lo senyum-senyum gitu." tanya Ryan mengintimidasi.


"Nggak kenapa-napa." jawab Syahril enteng seolah tak pernah ada kejadian yang membuat spot jantung.


"Udah lah ayo keluar." ujarnya kembali dan berlalu pergi keluar dengan senyum yang terus mengembang.


Ryan menaruh curiga pada Syahril dan diapun mengikuti kemana Syahril berlalu.


"Mi, Mimi Ndak apa-apa kan?'' tanya Di'ah tanya Di'ah.


"Mimi Ndak apa Di'ah, yok keluar" ajak Mimi dengan merangkul bahu Di'ah.


"Dasar Syahril, awas aja ndak akan ku maafkan." Mimi ngebatin ada rasa marah di hatinya atas kelakuan yang dibuat Syahril barusan.


"Mencuri kesempatan dalam kesempitan pula achhhh." Mimi terus ngebatin sampai-sampai dia tak tau kalau sudah berada di ruang tamu.


"Mi, mau kemana?" tanya Di'ah dengan menarik tangan Mimi saat Mimi terus saja melangkahkan kakinya menuju teras.


"Hem eh." jawab Mimi.


Yang lain melihat Mimi penuh keheranan kenapa Mimi bisa melamun gitu kecuali Syahril yang selalu tersenyum disimpul.


Mimi tanpa sengaja menatap ke arah Syahril dan mereka bersitatap, Mimi menatapnya tajam dengan cemberut sedangkan Syahril selalu tersenyum.


"Hem Lo kenapa Riil, kesambet!" ucap Rudi yang selalu memperhatikan Syahril dengan senyum sendiri.


"Iya dari keluar kamar Lo dengan senyum ndak jelas." jawab Ryan.


"Iya Ndri Lo tadi liat mereka lagi apaan? sampe- sampe nih anak kesambet." tanya Ryan dengan melirik ke arah Syahril.


"Gue gak sengaja liat Syahril meluk Mimi dan gue kira Mimi akan keluar terus Syahril meluk Mimi dari belakang dan Syahril ngucapin maaf." jawab Andri.


Iya Andri melihat ketika Mimi menjauhkan diri dari atas tubuh Syahril dengan marah Mimi akan keluar kamar namun syahril meraih Mimi dari belakang dan memeluknya dan berucap maaf.


"Apa kalian dah baikan?" tanya Di'ah. dan di tunggu oleh yang lainnya.


"Udah dong." jawab Syahril dengan PD nya.


mereka semua .elihat ke arah Syahril lalu melihat kembali ke arah Mimi karena Mimi hanya diam tanpa komentar.


"Apa udah baikan Mi? tanya Di'ah kembali.


"Ndak." ucap Mimi ketus semua melongo melihat ke arah Mimi begitu pula dengan Syahril.


"Maksudnya mi?' tanya Ryan.


"Mimi ndak baikan sama dia." ucap Mimi masih ketus.


"Maksudnya apa dek?'' tanya Syahril.

__ADS_1


"Ya seperti yang kakak dengar, siapa bilang kita baikan." ucap Mimi sinis dengan menaikkan satu alisnya.


"Mi.." panggil Di'ah.


"Dek, apa kurang dengan penjelasan Kakak tadi?" ucap Syahril.


"Kakak belum menjelaskan keseluruhannya kan? atau jangan-jangan kakak mengada-ngada." jawab Mimi


"Udah lah kak, untuk sementara lebih baik kita tak usah bertemu dulu, biarkan mimi sendiri dulu." ucap Mimi.


"Dek, kakak minta maaf karena kakak sudah berprasangka buruk sama adek, kakak akui kakak cemburu dek." Syahril mencoba menjelaskan kembali.


"Riil, gue mau tanya ama Lo? cerita yang jujur kenapa elo sampe marah dan cemburu buta gitu sama Adit." ucap Rudi.


"Karena gue gak suka sama dia Rud, gue gak suka dia menyukai Mimi." ujar Syahril.


"Kalau dia hanya suka itu hak dia Riil buat menyukai siapa aja, toh Mimi juga gak nerima dia kan." ucap Rudi.


"Kalian mau tau, dia itu taruhan sama teman-temannya buat mendapatkan dan buat bisa memacari Mimi." jelas Syahril.


"Maksud Lo?'' tanya Andri.


"Iya mereka taruhan jika Adit berhasil mendapatkan hati Mimi mereka akan memberi Adit 10jt/orang." jawab Syahril.


"Dari mana Lo tau Riil? atau jangan-jangan betul kata Mimi, ini hanya akal-akalan Lo aja." Rudi belum mempercayai Syahril.


"Emang Lo kenal gue berapa tahun hah Rud! sejak bayi aja kita dah kenal." Syahril menjawab dengan ketus.


"Coba Lo ceritain Riil, ceritain yang sebenarnya sama kita-kita." pinta Andri.


Sebelum Syahril menceritakan Syahril melihat ke arah Mimi yang masih diam.


"Dek, kapan pun kakak tidak akan melepaskan adek." ucapnya penuh penekanan.


"Ceritakan Riil." pinta Ryan.


"Lo pada ingat nggak waktu pagi-pagi Minggu gue ajak Mimi ke rumah buat bertemu Umma dan Babah pertama kali?" tanya Syahril dan mereka pun mengingatnya.


"Iya." jawab mereka semua.


"Adek ingat kenapa kakak pagi-pagi udah di rumah ini dan ngajak adek ke rumah Kakak?" tanya nya pada Mimi.


"Hmm, iya" jawab Mimi


"Nah kenapa kakak lakukan itu karena kakak sebelumnya mendengarkan dari Adit dan teman-teman nya tentang taruhannya itu."


flashback on


Sore kamis Syahril yang baru bangun tidur siangnya dia merasa sangat merindukan bakso racikan Mimi, karena tak ingin menyakiti perasaan Mimi dengan kenyataan yang tengah dihadapinya, dia mencoba menjauhkan diri dari orang yang sangat di cintainya.


Kurang lebih sebulan setengah dia mendiamkan diri dari Mimi dan selama itu pula tanpa disadari dia telah menyakitinya dan menyakiti dirinya sendiri.


"Kaka sangat menyayangi dan mencintai adek, Sampai kapan pun cuma adek di hati kakak, maafkan kakak." gumam nya lagi.


"Kakak rindu bakso racikan adek." gumamnya dengan membayangkan memakan bakso hasil racikan Mimi.


Dak akhirnya Syahril pergi menuju kedai bakso yang ada di simpang tiga dekat rumahnya.


Dekat kedai ini juga ada lapangan untuk badminton sehingga setiap sore anak-anak muda di kampung ini selalu main badminton disini.


Syahril memesan bakso dan disaat menunggu pesanannya tiba dia membuka galeri hp nya untuk melihat foto-foto Mimi.


"Maafkan kakak." gumamnya dalam hati dengan terus mengelus layar hp dan mata terus memandang foto Mimi.


Tak berapa lama datang rombongan pemuda di kedai itu dan mereka juga memesan bakso sambil menunggu pesanan, mereka duduk tepat di depan meja Syahril yang mana Adit duduk membelakangi Syahril.


Awalnya Syahril melihat rombongan pemuda tersebut dan dia melihat salah satunya Adit namun dia rada tak ingat wajah Adit dan Syahril pun tak memperdulikan mereka.


Disaat salah seorang teman Adit mengatakan bagaimana kabarnya hubungan Adit dengan seseorang di sanalah Syahril terperanjat ketika nama Mimi yang disebutkan.


"Eh Dit, gimana hubungan dengan cewek langganan yang kau ceritakan itu." ujar salah seorang teman Adit. ( Sofyan)


"Iya Dit, Emm siapa ya namanya?" ucap yang satunya sambil mengingat nama dengan mengetuk jarinya ke bibirnya.(Arul)


"Oh ya namanya Mimi, iya kan Dit? tanyanya lagi ketika telah ingat.(Arul)


"Iya Dit gimana? berlanjut ndak?" ucap yang satunya lagi.


"Yah masih begitu saja." jawab Adit.


Pesanan Syahril telah tiba di atas mejanya dan dia pun meracik seperti yang sering Mimi lakukan, setelah meracik dia menyantap nya sambik mendengarkan rombongan Adit berbicara.


"Emang kau belum nyatakan perasaan sama dia?" tanya Sofyan.


"Sudah, tapi dia belum menjawabnya." Adit beralasan.


"Dit katanya kau ada foto tu cewek, boleh lah kita liat." ujar teman satunya.


"Ada nih." jawab Adit dan menunjukan foto Mimi kepada teman satunya yang memang waktu itu dia belum ada ketemu.


"Orangnya tak hanya cantik tapi juga manis, baik lagi." ujar Sofyan pada teman nya itu dan temannya itu melihat foto-foto di galeri Adit.


"Wah Dit, kau suap-suapan bakso sama nih cewek? ini waktu kapan?" tanya temannya itu.


"Oh itu waktu Adit ultah dan pertama kali Adit mengenalkan Mimi kepada kami." ujar si Arul.


"Iya orangnya cantik, manis lagi. kalau di pandang-pandang ndak jemu." puji sang teman dan itu membuat Syahril mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Emm tapi sayang dia menolak mu Dit hahaha." ejek temannya itu.


"Eh gimana kalau kita taruhan Dit?" ajak teman yang telah mengejeknya tadi.


"Taruhan!" jawab Adit Sofyan dan Arul.


"Iya taruhan" jawab temannya ini.


"Apa taruhannya?" tanya Sofyan.


"Emm kalau Adit berhasil memacarinya aku kasih uang 20jt." tantang teman yang mengejeknya tadi.


"boleh juga Dit, aku kasih kau 10jt." ujar Arul


"Aku juga 10jt." sahut Sofyan.


"Hemm kalau aku gagal gimana?" ucap Adit mempertimbangkan.


"Kalau kau gagal, kau yang buat skripsi kita." ucap teman yang mengejeknya.


"Setuju" sahut Arul dan Sofyan.


"Gimana Dit?" tanya temannya itu.


"Oke.. Deal" jawab Adit dengan menjulurkan tangan nya ke depan.


"Oke Deal." ucap mereka semua.


Disaat kesepakatan telah ditetapkan dan pesanan telah berada di atas meja mereka pun mulai menyantap nya dan sambil membuat rencana untuk Adit.


Syahril yang mendengar di belakang mereka mukanya telah merah padam dan tangan terus mengepal menahan amarahnya.


"Emm jadi kapan Dit, kau akan menyatakan secara langsung sama Mimi?" tanya Arul.


"Iya Dit, kapan rencananya?" tanya Sofyan.


"Emm gimana malam Minggu ini Lo ajak dia keluar Dit, sekalian malam Minggu dan kita nongkrong di car free day." usul teman yang mengejek nya tadi.


"Boleh juga, nanti aku coba ajak dia." jawab Adit.


"Oke kita tunggu di malam Minggu ini." ucap Sofyan.


Pas di hari sabtunya Adit mengajak Mimi makan bakso yang mana waktu itu dia ketemu sama Syahril. Adit mengajak Mimi waktu itu ingin mendengarkan dan memastikan apa jawabnya dari Mimi. Iya Adit sudah memberitahu Mimi kalau dia akan mengajak Mimi malam mingguan.


Malam Minggu pun tiba, Syahril sejak sore sudah membuat keputusan kalau dia akan memperbaiki hubungan nya dengan Mimi dan dia telah mempersiapkan diri sedari sore untuk kerumah Mimi segera sebelum keduluan si Adit.


Tapi malang tak bisa di hindari mulai dari siang Sabtu hujan terus mengguyur deras di kota Jambi. Hujan deras tak hentinya sampai subuh Minggu.


Karena kecemburuan telah merasuki jiwa Syahril, setelah sholat subuh Syahril telah bersiap-siap untuk menuju rumah Mimi, Syahril juga sudah mengatakan kepada kedua orang tuanya kalau dia akan mengajak calon mantu mereka kerumah pagi ini.


Iya Syahril meminta kepada Babah nya untuk melihat dari sisi Mimi secara langsung agar Babah nya tlbisa menilai sendiri bagaimana Mimi dan yang pasti agar Babah bisa membantunya untuk memberitahukan kepada sang kakek untuk membatalkan perjodohan yang tak diinginkannya itu.


Syahril membujuk kedua orang tuanya setelah dia mendengar perbincangan Adit dan teman-teman nya saat itu dan sukurnya kedua orang tuanya pun mengiyakan.


Adit yang juga telah memberitahu dan Mimi pun menerima ajakannya waktu itu. Adit sedari sore Sabtu juga telah bersiap-siap tapi segala rencana tinggallah rencana karena hujan tak kunjung jua berhenti.


Adit pun menelpon teman-temannya karena dia tidak jadi malam mingguan dan teman-teman nya masih melanjutkan rnacan mereka itu dan mereka tetap memberikan tantangan kepada Adit.


Ya teman-teman Adit sebenarnya tau jika Adit tulus menyukai Mimi karena selama mereka mengenal Adit, mereka tak pernah melihat Adit jalan bahkan jatuh cinta pada seseorang.


Teman-teman Adit tetap memberikan tantangan itu, yaitu Adit harus bisa mengajak Mimi di hati minggunya.


Karena hujan tak jua berhenti hingga subuh hari Adit yang tertidur lelap bangun kesiangan sehingga dia pun telat untuk menemui Mimi di pagi Minggu itu karena Syahril telah lebih dahulu mengajak Mimi kerumah orang tuanya.


Flashback off.


"Nah gitu ceritanya, maka gue kalau liat muka dia itu rasanya mendidih." ujar Syahril.


"Emm tapi, Mimi liat bang Adit baik kok orangnya." ucap Mimi yang masih memuji Adit di depan Syahril dan membuat Syahril menatap tajam ke arah Mimi.


Mimi yang sadar akan tatapan dan apa yang di omongkan barusan hanya cengir kuda.


"Terus kalian gimana? tanya Ryan.


"Gimana apanya kak?" tanya Di'ah.


"Ya maksudnya Mimi dan Syahril gimana gitu yank?" jelas Ryan kepada Di'ah dengan mengacak rambut Di'ah dan Di'ah mencebikan mulutnya.


"Iya Mi, gimana apa Mimi sudah memaafkan kak Syahril?' tanya Di'ah.


Mimi hanya diam dan sesekali melihat ke arah teman-temannya dan melihat ke arah Syahril, mereka semua penuh harap akan jawaban Mimi.


"emmmmm kita gantung lagi aja dulu ya😉😉😉


ASSALAMUALAIKUM ALHAMDULILLAH BISA UP LAGI.


MAAF TELAT UP KEMAREN UDAH NULIS KARENA SINYAL NGADAT DAN HP DI PEGANG SIKECIL DI PAGI HARI NGECEK EH KATA-KATA NYA BANYAK BERUBAH.


SEMOGA NDAK ADA TYPO LAGI.


JANGAN LUOA TERUS BERI DUKUNGANNYA YA DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA JUGA


VOTE


RATE


LIKE

__ADS_1


KOMEN


🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆


__ADS_2