DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
123


__ADS_3

"Ckk malah diketawain." ucapnya.


"Udah lah ayo pulang." ajaknya lagi yang enggan melanjutkan ceritanya lagi kepada ke empat sahabatnya.


"Eh tunggu bro..!


Sang mahasiswa tak menggubris teriakan dari para sahabat, ia terus melangkahkan kaki melewati tiap koridor di kampusnya.


Di luar kampus dia langaung menuju ke arah parkiran dan dia ambilnya kendaraan yang terpakir di sana.


"Hoh hoh hoh, gila langkah lo makin panjang aja kalau lagi ngambek gini hahhahaa." ucap sahabat1 dengan ngos-ngosan mengejqr sqhabtnya yang lagi ngambek namun dia tetao mengetawainya.


"Ah bro ngejar langkah lo bikin gue haus dan lapar." ucap sahabat2 yang baru sampai di parkiran.


"Iya nih cowok kok ambekan." ucap sahabat3 yabg juga baru sampai parkiran.


"Laper gue kw cafe aja yok." ajak sahabat4.


"Ckk, yaudah ayo kita ke cafe seklin gue mau ngecek juga." ucap si mahasiswa.


Mereka pun menaiki kendaraan masing-masing menuju cafe yang tak jaub dari area kampus.


Karena posisi cafe bersebrangan maka mereka harus berputar arah mengikuti jalur lalu lintas untuk menuju cafe nya.


Sesampainya di cafe mereka langsung menuju ruangan khusus buat mereka. Yah di cafe ini telah dirancang khusus buat mereka jika mereka makan kemari, ruang yang berada di lantai tiga dekat dengan ruangan manager dan direktur nya ( pemilik cafe ).


Sebelum mereka naik mereka telah memesan makanan untuk makan siang mereka semua dan pastinya semua karyawan cafe ini tentu sudah tau harus kemana akan mengantar pesanan mereka.


"Oh ya bro, jadi dari cerita lo tadi, lo fall in love tuh ma cewek sumatra." ucap sahabat1


"Sepertinya gitu bro teman kita sedang fall in love pada pandangan pertama nih kayaknya." ucap sahabat 4.


"Oh ya bro ceritain dong tentang tuh cewek." pinta sahabat3.


"Siapa namanya bro, cantik nggak?" tabya sahabt2 antusias.


"Fuhhhh, aku nggak tau namanya." ucap sang mahasiswa lirih namun masih terdengar oleh para sahabat.


"Hah." ucap para sahabat terperangah tak peecaya akan ucapan sang sahabat yang sedang galau.


"Lah terus gimana bisa Lo jatuh cinta ama dia padahal lo ngagak tau tuh cewek.


"Yah gue nggak tau, apa ini dinamakan jatuh cinta atau bukan." ucapnya dengan mengusap mukanya dengan kedua tangannya.


"Yang pasti setelah itu gue selalu teringat dengan wajahnya yang tersenyum, senyumannya manis." imbuhnya lagi dengan raut yang sedang membayangkan sesosok gadis sumatra.


"Hem kalau gitu Lo jatuh cinta pada pandangan pertama namun pupus di hari yang sama dong." gumam sahabat3 yang manggut-manggut dengan bibir yang dimiring-miringkan dan telunjuk di ketuk-ketuk di bibirnya.


"Apa dia ikut jadi peserta bimbel kita bro? coba lo cek data-data peserta yang ikut tapi lo cek di data-data siswi dari kota jambi." Sahabat4 memberikan usulnya.


"Udah gue cek berulang kali salama dua tahun ini tapi gak gue temuin." ucapnya yang mulai frustasi.


"Hah udah dua tahun lo cek, ckk gila jatuh cinta lo bagai bayangan aja." celetuk sahabat2.


"Emang lo udah cek satu-satu foto pesertanya?'' sahut sahabat1.


"Udah, nggak ada yang sama wajahnya dengan wajah tuh cewek." Ucapnya lagi.


"Emm tuh cewek kan sekolah di SMU seberang kota jambi kan, coba cek melalui alamat ada nggak yang beralamat di kecamatan seberang gitu." ucap sahabat 3 dwngan analisanya.


"Nah betul juga tuh bro coba kita cek sesuai dengan alamat yang berkecamatan di seberang kota itu dan terus baru kita cocokkan wajah di poto dengan wajah cewek yang lo lihat itu." sahut sahabat 2.


Disaat mereka sedang asik membahas pesananan mereka pun tiba, mereka memakan makan siang mereka lahap dengan pemikiran masing-masing.


"Emm oh ya materi bimbel untuk th ajaran dua tahun lalu tinggal berapa kali materi bro?'' ucap sahabat4 ketika makan siang mereka telah selesai


"Ya tinggal 4 materi lagi lah bro kan satu semester dua kali kita kirim, nah untuk yang kemarin ya seperti biasa ntar mereka kirim beserta laporan dan foto copy hasil raport mereka." ucap sahabat1.


"Tinggal 3 kali modul lagi bro, karena terakhir mereka kan akan uan kalau yang bimbel dua tahun lalu." Ucap sang mahasiswa.


"Emm gimana di modul berijutnya kita lampirkan biodata lengkap tak hanya alamat nya namun juga si siswa-siswi bersekolah di mana." usul sahabat1.


"Bagus juga ide lo bro karena itu bisa ngebantu kita mencaei sesosok yang telah bersemayam di hati es balok antartika." sahut sahabat4 dengan candaan.


"Hahahahaha." mereka ketawa dengan ucaoan sahabat mereka yang menyebutvsi mahsiswa galau ini dengan sebutan es balok antartika.


"Ckkk si*lan lo awas aja kalo lo jatuh cinta sama cewek yang lo taksir pada pandangan pertama, gue balas lo.!" ucap sang mahasiswa dingin.


"Oh ya bro lo belum cerita secara detai tebtangbtuh cewek ceritain ding cantik nggak?" tabya sahabat1 yang masih penasaran.


"Kalqu menurut gue dia paket komplit bro cantik dan manis ada sama nih cewek." ucapnya dengan senyum-senyum sendiri.


"Wah kalau seandainya dia kuliah disini bakal ada yang bucin akut nih." ejek sahabat3.


"Ah yaudah lah kita shilat dzuhur dulu tuh dah kedengeran suara adzan." ajak sang mahasiswa untuk mengalihkan pertanyaan lebih lanjyt dari oara sahabat nya.


"Yaudah ayook, eh ntar habis sholat kita ke kampus lagi ya buat pelepasan anak ospek." ucao sahabat4.


"Hahahaha emang anak ayam di lepas." sahut sahabat1.


Sesampainya di musholla mereka segera menunikan shokat dzuhur. Setelah shokatbmereka kembali ke kampus karena ini adalah hari akhir ospek maba.


...***...


Sehabis maghrib kak Syahril tiba di rumah Mimi bersama Ryan dan Rendi.


"Assalamualaikum." ucap mereka serentak.


"Waalaikum salam." jawab pakcik seraya membukakan pintu.


"Eh Riil, Ryan, ayo masuk." ucap pakcik dan mengajak mereka untuk masuk.


"Iyo cik," Jawab kak Syahril dan mereka mengikuti pakcik masuk ke rumah.


"Nah ini siapa Riil?" tanya pakcik sambil melihat ke arah kak Rendi.


"Saya Rendi Cik." Kak rensi langsung memperkenalkan diri.


"Oo kawan Mimi juga." ucap pakcik.

__ADS_1


"Eh iya Cik." ucap kak Rendi.


"Mimi lagi kerumah Di'ah, tunggu aja dulu." ucap pakcik kepada semua.


"Oh ya Riil, jadi yang nikah besok itu Rudi?" tanya pakcik.


"Nqh Riil, minum dulu." Ucqp bicik yang baru tiba dari dapur membawa 4 gelas air teh.


"Makasih cik." ucap kak Syahril dan yang lain.


"Rudi dapat mana Riil?" tanya bicik.


"Sama orang Olak cik," jawab kak syahril.


"Dijodohkan atau emang sudah pacaran Riil?" tanya bicik yqng kepo.


"Rudi sudah lama cik pacaran sama ceweknya." kak ryan yang menjawab pertanyaan dari bicik.


"Oo kenapa dia mau nikah muda? dia ndak bikin ulah kan?" tanya bicik lagi. ( Biasalah ya emak-emak kepo apa lagi kalau dengar yang nikah baru tamat sekolah).


"Hahahaha ya indak lah cik, Rudi tu mau nikah muda karena ceweknya juga kuliah di kota pedang sama kami-kami besok nah orang tua si cewek sama orang rua Rudi yang minta supaya mereka nikah saja sebelum kuliah di mulai." jelas kak Ryan.


"Oo gitu, baguslah tu dari pada berbuat hal yangbtak diinginkan nantinya apa lagi jauh dari orang tua mending ya nikah saja apa lagi kalau kuliah satu kampus. Jadi enaah Rudi ada yang ngurusnya besok." ucap bicik.


"Iyo cik, itu salah satunya Rudi mau nikah muda biar dia ada yqng ngurus nanti di kotq pedang." celetuk Rendi.


"Hahahaha." bicik ketawa. "Nah terus kalian ndak ada niat ikut jejak si Rudi?" tanya bicik lagi.


"Ais bicik kalau ada yang mau di ajak nikah muda rensi juga mau cik." jawab Rendi yang sudah merasa dekat keluarga Mimi.


"Kalau Syahril ya tergantung Mimi cik." jawab Syahril.


"Hahaha kalau Syahril paati sudah tau jawabannya kan, nah kalau Ryan macam mana?" ucap pakcik dan pakcik kembali bertanya kepada kak Ryan.


"Tuh pakcik tau." jawab kak Syahril.


"Kalau Ryan mau berkarir dulu lah cik." jawab Ryan


"Hmm bagus lah Yan kalau punya niat gitu biar matang dulu dari karir dan umur dulu." jawab pakcik.


"Jadi diantara kalian Rudi yang duluin kalian semua berarti." ucap bicik.


"Iyo cik." jawab mereka serentak.


"Eh bentar dia nih kayak pernah bicik lihat." ucap bicik ketika melihat dengan teliti wajah Rendi.


"Dimana cik?" tanya kak Ryan.


"Dia ni pacar nya Novi cik." ujar kak Syahril.


"Nah iyo bicik oernah lihat dio boncengan dengan Novi kemarin sore kalau dak salah." ucap bicik setelah mengingat kapan dia bertemu dengan kak Rendi.


"Yang benar cik? dimana?" tanya kak ryan antusias karena kemarin sore mereka mengajak Rendi kerumah Rudi Rendi beralasan mau keluar ketemu sama teman-temannya.


"Pakcik sama bicik melihatnya di daerah telanai pas di lampu merah." ucap bicik dan Rendi sudah menahan malu dan mempersiapkan diri bakal di omeli sama sahabat-sahabatnya.


"Salah orang kali cik." ucap Kak Syahril.


Disaat mereka mengobrol Mimi dan Di'ah pun tiba dan masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum." ucap mimi dan Di'ah.


"Waalaikum salam." jawab yang didalam serentak.


"Eh kak dah lama ya?" Mimi berbasa basi karena sebenarnya Mimi yang kelamaan di rumah Di'ah.


"Lumayan sudah mau isya lagi." sindir kak Syahril.


"Heheb maaf, yaudah kita langsung aja yok." ajak Mimi dan kak Syahril pun mengangguk.


Mimi langsung maauk kedalam kamarnya untuk mengambik tas yang akan dibawanya ke rumah kak Rani.


"Pakcik, Bicik, Nyai kami mau kerumah kawan dulu kami tidur disana ya." pamit Mimi swmabri menyalami dan menvium ounggung tangan mereka satu persatu


"Iya hati-hati." jawab pakcik, bicik,dan Nyai.


"Cik, nyai Ariil antar Mimi dulu." pamit Syahril sembari menyalami dan mencium punggung tangan mereka dan diikuti oleh sahabatnya.


"Iyo Riil, hati-hati." jawab pakcik dan kami semua langsung beranjak keluar dan diikuti oleh Pakcik Bicikdan Nyai.


"Assalamualaikum." ucao kami sembari turun dari rumah.


"Waalaikum salam." jawab pakcik bicik dan nyai.


Sesampainya di kampung rumahnya kak Rani tepat adzan isya berkumandang, sebelum masuk ke lorong rumah kak Rani kami mampir terlebih dahulu di masjid olak untuk menunaikan shokat isya.


Sehabis sholat isya kami langsungasuk ke lorong rumahbkak Rani dan sampainya sana ternyata rombongan Novi telah tiba dulu disana.


"Assalamualaikum." ucap kami serentak.


"Waalaikum salam." jawab mereka yang berada di ruang tamu.


"Maaf kami terlambat." ucap Mimi kepada Novi Emma Sila Manda dan kak Jeni karena tatapan mereka seolah mengisyaratkan sedang marah.


"Wajar lah terlambat pakek pacaran dulu." Tuding Manda dengan sinis karena melihat Mimi dan Di'ah datang bersama kak Syahril dan kak Ryan serta kak Rendi. Mimi hanya membalasnya dengan senyum.l dan berlalu masuk ke ruang tengah.


"Assalamualaikum." ucap mimi dan diah ketika sudah berada di ruang tengah.


"Waalaikum salam" jawab mereka yang ada di ruangan ini.


"Oh ya kak belum di mulai nih acara malam bainainya? maaf kami baru datang." ucap Mimi.


"Bentar lagi Mi orang tua-tuanya bwlum menyiapkan." jawab kak Rani.


"Pengajian tadi lancar kak?" tanya Di'ah.


"Alhamdulillah lancar Di'ah, oh ya kalian sama siapa?" tanya kak Rani.


"Kami di antar kak." jawab Mimi.

__ADS_1


"Lah Syahril nya mana Mi? tanya kak Rani.


"Ada di luar kak, melihat orang lagi latihan kompangan." jawab Mimi.


Di Jambi bika ada acara nikahan seminggu sebelum hari H akan diadakan latihan kompangan dan tarian oleh pemuda dan anak-anak yang mengikutinya dan pada malam jum'at nya akan diadakan malam bainai dan malam sabtubserta malam minggu akan ada acara malam batangas.


Saat kak Rani menanyakan kak Syahril, tiba-tiba Kak Syahril nongol.


"Ada yang carikah?" tanya nya dengan tersenyum.


"Eh ada Syahril, oh ya Riil nanti tunggu bentar ya sekalian bawa innai buat Rudi." ucap Ayuk Hindun Ayuknya dari kak Rani.


"Iya yuk." jawab kak Syahril.


"Dek, mau nitip apa?" tanya kak Syahril yang bertanya secara berbisik kepada Mimi.


"Emang kakak mau kemana?" tanya mimi lagi.


"Kakak, mau ke toko simoang jembatan mau beli minuman buat anak-qnqknlqtihan kompangan." bisiknya lagi.


"Emm beliin camilan aja ya." ucap Mimi.


"Ada lagi ndak?" tanya kak Syahril.


"Emm ya kalau ada camilan ya sekalian minumannya kak hehe." jawab Mimi.


"Adek mqu minuman apa?" tanya nya lagi.


"Beli aja minuman soya." jawab Mimi.


"Yaudah kakak oergi dulu ya, mau ikut ndak?" ucapnya.


"Ndak mimi disini aja." jawab mimi.


"Yaudah ya jangan keluar-kelyar banyak cowok." ucapnya dengam mengelus rambut Mimi.


"Hemm iya." jawab Mimi, syahril pun beranjak dan berlalu pergi.


Tak lama para tetua pun masuk dengan membawa innai yang digiling. Setelah itu para orang tua tersebut menginnai tangan kak Rani dan setelah itu Kak Rani di suruh masuk di kamarnya karena akan di innai kaki dan telapak kaki kak Rani.


Karena ini pakai innai buatan sendiri yang emang dari daun innai yang digiling maka innai ini akan kering esok pagi.


Setelah selesai menginnai kak Rani sisah innai darinkak rani di bagikan kepada kami para gadis katanya sih supaya cepat nular menyusul, tak hanya innai yang dipercaya oleh masyarakat bisa membuat anak gadis menyusul untuk menikah, bedak bahkan makan pinang sirih dari antaran juga dipercaya bisa membawa anak yang lama menggadis menyusul.


"Oh ya Mi mana syahril tadi?" tanya ayuk Hindun.


"Lagi keluar yuk." jawab Mimi.


"Ih kalau gitu ayuk titip ke Mimi ya, nih innai nya tolong kasih ke Syahril dan nanti bilang kedia tolong dipasangkan ke jari Rudi juga." Ucqonya dan berpesan kepada mimi


"Oh ok yuk, nanti mimi sampaikan, swmua jari kak Rudi ya yuk?" ucap mimi dannkembali bertanya.


"Swmua nya juga boleh kalau ndak syaratnya aja tiga jari tangan kanan atau kiri jari jempol tengah dan kelingking." ucap ayuk Hindun.


"Oh iyolah," ucap mimi dan menyingkirkan innai tersebut ke pinggir dekat tas Mimi.


"Makasih ya Mi, ayuk nak kebelakang lagi." ucapnya.


"Iya yuk sama-sama." jawab mimi dan ayuk hindun oun kembali ke arah dapur.


Tak lama kak syahril tiba dengan membawa satu dus minuman soya dan beberapa kanting camilan,l.


"Dek nih camilannya dan ini minumannya." ucap kak Syahril.


"Makasih yank." jawabbl Mimi.


"Beuh ada maunya aja baru panggil kakak yank." ucapnya.


"Adek pakai innai?" tanyanya


"Iya tapi sebelah aja," jawab Mimi.


"Kenpa ndak semua?" tanyanya lagi.


"Kalau semua mimi ndak bisa makan camilan hehehe." jawab Mimi.


"Yaudah dek kakak pulang kerumah Rudi ya." ucapnya "jangan nakal." bisiknya dannmiki habya cemberut.


"Iya, ih yq ini innai buat kak Rudi tadi kata yuk Hindun tolong pasangkan ke jarinkak Rudi." ucap Mimi dengan menyerahkan innai yang dibungkus pakai daun.


"Semua jarinya ya?" tanya kak Syahril.


"Boleh semua kakau ndak syarat aja tiga jari tangan kanan atau kiri." jawab Mimi.


"Oke yaudah kakak pulang dulu ya, jangan bergadang dek besok sekolah kakak antar." ucapnya.


"Oke, mimi menerima ukuran tangannya dan mencium punggung tangannya.


"Hati-hati." ucao Mimi


"Iya yank." jawab nya dan berlalu pergi.


Setelah selesai berinnainkedua tangan Mimi, dan setelah di anggao sedikit keeing Mimi pun mulai tidur bersama yangvlain di ruang tengah.


...****...


Alhamdulillah kelar juga nulis nya walau tersendat-sendat ntar kalau ada ku revisi kata jangan heran kadang ada kata yang terlupakan.


Jangan lupa terus dukung sellau karya author DOKTER JANTUNGKU dengan cara tinggalkan jejak kalian


FAVORIT


RATE


VOTE


LIKE


KOMEN

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2