DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
murka dan posesif


__ADS_3

Mimi kembali tertidur karena di beri obat penenang, semua orang merasa sedih dengan keadaan Mimi bahkan sudah dua hari Mimi dirawat masih belum menunjukkan perubahan.


Trauma yang di alami Mimi membuat semua orang berwaspada untuk kedepannya.


Setiap Mimk tersadar dari tidurnya, di ingatannya hanya kejadian sewaktu dia hampir dilecehkan oleh orang yang tak pernah dia kenal.


Afnan dan Afkar terus mencari senior yang telah merencanakan swmua ini dengan matang. Mario hingga saat ini masih diam tak ingin memberitahu siapa dalang dari semuanya.


"Kau katakan atau nyawamu habis saat ini juga" ucap Afkar uang sudah geram dengan Mario.


"Lebih baik kau bunuh saja aku." jawab Mario dengan lantang.


"Oo itu mau mu, baiklah aku kabulkan sekarang juga permintaan mu itu." ucap Afkar yang sudah memilin kepala Mario.


"Afkar, hentikan." Abi yang baru masuk bersama Afnan mencegah tindakan Afkar yang hampir mematahkan leher Mario.


"Hentikan dek, kalau dia mati maka dua cewek itu akan merajalela menyakiti Mimi." ucap Afnan menghentikan Afkar agar tidak berbuat bodoh.


Afkar ataupun Afnan dari luar mereka berdua terlihat lembut namun di dalam mereka bagaikan singa yang sedang lapar.


Sifat mereka bila orang baik maka mereka pun akan baik, namun jangan sampai bila ada yang menyakiti ataupun menyenggol orang yang mereka hormati atau mereka sayangi. Tak segan-segan untuk menghabisi nyawa seseorang pun mereka sanggup tanpa harus memandang siapa orangnya.


Abi berjalan mendekati ranjang Mario, dan menatap Mario dengan intens.


"Kamu masih muda, tali kelakuan kamu begitu sangat hina dan bejat."


"Apa kamu berpikir sebelum bertindak, apa kamu memikirkan kedua orangtuamu?"


"Aku tau siapa kedua orangtuamu bahkan sanak saudaramu. Akibat ulah mu mereka menerima ganjarannya."


"Ayahmu yang baru saja merintis perusahaan nya harus mengalami gulung tikar akibat ulah mu ini." ucap Abi, Mario tercengang aat mendenagr usaha orangtuanya harus gulung tikar.


"Maafkan saya pak." ucap Mario.


"Maaf saja tidak akan bisa mengembalikan psikis yang dialami anakku. Lebih baik kau katakan siapa lagi yang ikut andil dalam perbuatan kalian ini." ucap Abi.


"Hukum saya saja pak, jangan libatkan mereka. Hukum saya saja pak saya mohon." Mario terus memohon pada Abi tetapi Abi tidak menggubrisnya.


Siang hari di rumah sakit, Muthia dan ketiga sahabatnya tergesa-gesa menuju ruangan Mimi. Saat sampai dalam ruangan semua orang sedang berkumpul.


"Assalamualaikum" ucap mereka bertiga.


"Waalaikum salam" jawab mereka semua.


Muthia dan dua sahabatnya melihat ada sepasang suami istri yang tidak mereka kenali.


"Ummi" ucap Muthia dan dua sahabatnya sembari bersalaman pada Ummi Fatmah dan umi Fatimah.


"Ummi dah lama?" tanya Muthia.


"Baru saja nak." jawab Ummi Fatimah.


"Mbak Reva, apa kabar?" ucap Muthia.


"Iya Muth, alhamdulillah baik." jawab Reva.


"Kak Revan nya mana mbak?" tanya Irma.


"Lagi keluar sama Irsyad dan yang lain." jawab Reva


"Yah, dah keluar mereka." ucap Selfia lesu.


"Emang ada apa Fi?" tanya nbak Reva.


"Rencana kita mau ngajak Irsyad atau yang lain pergi ke kabupaten sebelah." jawab Selfia.


"Emang ada apa nak? oh ya kenali ini Babah sama Umma nya Mimi." ucap Ummi Fatmah dengan memperkenalkan Babah dan Umma nya Syahril.


"Babah, Umma. Maksudnya?" ucap Muthia.


"Iya mereka berdua orang tua Syahril." jawab Ummi Fatimah.


"Oo apa kabar pak, buk." ucap Muthia sembari menyalami mereka berdua.


"Alhamdulillah baik, panggil saja Umma dan Babah sama seperti Mimi." ucap Umma dengan senyum namun dari matanya terlihat sangat sedih dan masih ada sisa air mata di pipinya


"Alhamdulillah, kapan Umma datang?" tanya Muthia.


"Bari saja nyampe dan langsung kesini. Apa sudah ketemu orang yang melakukan semua ini?" tanya Umma pada intinya.


"Emm kalau yang melakukan pelecehan sudah Umma tapi siapa dalang sebenarnya kota belum tau." mbak Aish yang menjawab.


"Ya Allah, begitu malangnya kamu nak." ucap Umma dengan deraian air mata yang kembali jatuh.


"Umma tenang saja, Abi bang Afnan sama bang Afkar sesnb menyelidiki nya." ucap mbak Aish dengan merangkul Umma dan Umma mengelus tangan mbak Aish.


"Ya Allah Mi, begitu baik mereka padamu. Walau dirimu tidak jadi menantu mereka, kamu selalu ada di hati mereka." ucap Irma dalam hati.


"Beruntungnya Mimi mendapatkan Mertua seperti mereka, eh mantan maksudnya." ucap Selfia dalam hati saya!BIL tersenyum malu sendiri.


"Andaikan kau berjodoh dengan kak Syahril Mi, Tia yakin kau tak hanya dianggap menantu melainkan kau lebih di anggap Putri mereka." gumam Muthia.

__ADS_1


Di LA, Syahril juga sudah mengerahkan mencari dua orang gadis yang tertangkap di CCTV itu.


Mereka masih mencoba mencari identitas mereka, mereka begitu profesional dan telah merencanakan semua dengan baik dan sangat apik sehingga mereka tidak menampakkan wajah mereka d CCTV.


Syahril, Ryan serta Rudi dan Andri mencoba mengumpulkan beberapa orang yang sering membuat ulah pada Mimi di kampus nya. Bahkan mereka sudah !mengantongi nama-nama mereka dan foto mereka yang akan mereka covokin dengan gadis yang di CCTV.


"Aku rasa bukan dua orang yang berperan dalam perencanaan mereka itu." ucap Ryan.


"Aku rasa juga, " sahut Rudi.


"Menurut kami siapa Riil di antara beberapa kandidat ini?" tanya Andri. Syahril diam dan memperhatikan bentuk tubuh dari foto sama yng di CCTV.


"Riil" panggil Ryan.


"Hmm." jawab Syahril yang maaih fokus mengotak ngatik


layar netbook nya untuk mencocokkan antara gambar di foto dan CCTV.


"Aku rasa yang berada o CCTV mereka berdua." ucap Syahril dengan memberikan dua foto pada ketiga sepupunya.


"Emm. Veronica, Angela." ucap meraka bertiga.


"Iya, lihatlah..( Syahril menunjukkan layar netbooknya) postur di dalam foto dan di CCTV semuanya sama hanya membedakan tinggi karena di foto mereka tanpa sepatu berhak dan di CCTV mereka memakai sepatu berhak tinggi." terang Syahril.


"Dan mereka berdua adalah anak dari pengusaha-pengusaha yang sedang berkerja sama bang Afnan dan Abi." ucap Syahril lagi.


"Dan mereka juga merupakan keluarga dari pengusaha yang mengadakan acara pesat tunangaannserta ulang tahun anaknya itu yang tak lain Riska temanbswkelas Mimi." ucal Syahril dengan segala identitas yang telah dia temukan.


"Apa teman Mimk Riska ini juga ikut andil?" Andri bertanya-tanya karena semua terjadi di waktu acara nya dia.


"Hmm itu kkta tidak tau, hanya perlu menekan kan saja sama dia." jawab Syahril.


"Intinya kita harus mencari Angela dan Veronica ini." ucap Ryan.


"Iya, aku sudah kasih tau Irsyad untuk menemui mereka di rumahnya. " jawab Syahril.


"Tapi aku rasa Riil, mereka pasti sudah kabur." sahut Andri.


"Itu tentu pasti Ndri, tapi setidaknya kita mengetahui kemana mereka pergi." ucap Rudi.


"Ok kita save da oeang ini, gali yang sekarang menjadi pertanyaannya. Apa hubungan mereka dengan si Mario ini?" ucap Ryan.


"Iya juga, apa hubungannya sama mereka." ucap Rudi.


"Sedari yang aku tau, Mario menyukai Mimi sedari awal Mimi masuk kampus, bahkan mereka, dia bersama temannya mengadakan taruhan untuk mendapatkan Mimi." ucap Syahril.


"Terus?" tanya Andri.


"Hmm bisa jadi. Tapi bukan hanya itu, dia merasa tertantang karena Mimk sekarang di dekati seniornya." ucap Syahril dengan helaan nafas panjangnya.


"Aku heran, kenapa mereka begitu mpbenvinoada Mimi. Padahal Mimk tidak pernah berbuat yang merugikan mereka." ucap ansri dengan merubah duduknya ke posisi santai.


"Mimi tidak pernah melakukan hal itu, hanya mereka nya saja yang iri dan dengki pada Mimi sehingga membuat dirinya merugi sendiri." ucap Ryan.


"Mereka iri dan dengki, emmm apa yang mereka irikan. Secara dari materi Mimi tidak sebanding dengan mereka." Ada-ada aja cewek zaman sekarang." ucap Rudi dengan meneguk capuchino nya.


"Siapapun akan iri Rud, Mimk yang berpenampilan sederhana tali banyak dilirik oleh para lelaki di kampusnya, nah mungkin salah satu cowok mereka juga tertarik sama Mimi sehingga mereka menaruh benciada Mimi." jawab Andri.


"Emm iya juga, Mimk walau sederhana dan pendiam begitu dia memiliki kharisma tersendiri senphingga banyak orang kagum dan sayang sama dia. Ya termasuk seniornya itu." ucap Rudi dengan sedikit menyentil Syahril.


"Iya, aku saja dukunjuga pernah naksir samaa Mimi." ucap Ryan jujur.


"Hahaa iya betul sampe Syahril marah sama kamu." ucap Andri.


Dillah dan yang lain keluar ternyata pergi mendatangai alamat Veronica dan Angela. Mereka berbagi tugas untuk mendatangi alamat tersebut


Setelah sampai alamat tersebut teenyata oeangnyang mereka cari susah tidak ada di rumahnya.


"Sial, mereka sudah kabur." ucap Dimas.


"Emm, merak begitunp sempurna menyusun rencana." sahut Riko.


"Mana art nya nggak tau lgi si Veronica pergi." ucap Saridi.


"Emm kira-kira kak Dillah ketemu ngak ya sama Angela?" tanya Riko.


"Semoga saja." ucap Saridi.


Tak hanya Saridi dan kawan-kawan yang tidak mendapatkan sosok yang mereka cari, Dillah dan kawan-kawan nya pun sama namun setidaknya mereka mengetahui kemana mereka pergi.


"Berarti mereka merencanakan swmua dengan matang Dil?" ucap Reno.


"Sepertinya begitu Ren, awas saja kalau aku menemuinya." jawab Dillah.


"W!angbkamu mau cari dia di Korea Dil?" tanya Yogi.


"Iya." jawab Dillah.


"Terus Mimi?" tanya Satria.


"Emm iya juga ya." ucap Dillah yang seketika ragu.

__ADS_1


Sebaiknya kita kasih saja info ini sama Abi nya Irsyad, biar mereka yang mencari keberadaan dua nenek lampir ini. " ucap Yogi.


"Iya betul itu Dil, emang kamu mau kalah Mimi balikkan sama mantan?" ucap Satria dengan memanasi Dillah.


"Nah betul itu Sat, apa lagi tadi sebelum kita pergi orang tua nya si mantan datang" sahut Yogi yangbikjt memanai juga.


"Ah sduahlah Ayok kita balik kerumah sakit." ucap Dillah dan mengajak merak pulang kembali kerumah sakit.


"Kita pulang ke apartemen suku lah Dil, mandi. Gerah aku " ucap Satria.


"Iya kita pulang ke kosan dulu lah." sahut Yogi.


"Emm iya juga, yaudah kita pulang ke apartemen dulu." ucap Dillah menyetujui dan mereka pun pulang ke apartemen serta kosan Yogi.


Malam hari seperti biasa mereka akan menginap di rumah sakit menjaga Mimi.


Mereka juga berdiskusi tentang bagaimana caranya menemukan Veronica dan Angela.


Rencana mereka besok pagi mereka akan berbagi tugas kembali. Rencana Reno dan Yogi akan pergi ke alamat Syifa yang diberi Muthia.


Para sahabat Mimi tidak bisa pergi karena mereka harus kuliah begitu pula Irsyad.


Saat pagi hari mereka semua telah terbangun, lara sahabt Mimi dan Irsyad harus pulang ke kosan karena mereka harus ke kampus.


Reno, Yogi dan Satria juga harus pulang terlebih dahulu sebelum mereka berangkat ke kabupaten sebelah.


Dillah masihnaeyia menemani Mimi hingga, mbak Aish tiba untuk bergantian jaga Mimi.


Mimi mengerjap kan matanya, dia begitu merasa haus. Perlahan Mimi duduk, terlihat sepi dalam ruangan nya. Karena mbak Aish sedang keluar dan Dillah lagi berada di dalam kamar kecil.


"Eh dek, tunggu " ucap Dillah yang baru keluar dari kamar kecil dan berlari mendekati Mimi.


"Kami mau apa?" tanya Dillah.


"Minum kak." jawbaa Mimi.


"Bentar kakak ambilkan." jawab Dillah dan mengambil air mineral dalam botol.


Ya mereka menyediakan air mineral botolan di dalam ruangan ini karena Mimk tidak ingin minum air dalam gelas, apa lagi jika air sudah berada di dalam gelas. Mimi seolah trauma tidak mau meminum air hangbsduah dituang dan diam lama dalam gelas.


Mimk meneguknya hingga habis.


"Makasih kak.'' ucap Mimi.


"Iya sama-sama, kamu mau makan apa? bair aku belikan." ucap Dillah.


"Atau kamu mau coklat?" tanya Dillah, Mimi yang mendengar coklat langsung menggeleng.


"Dek mau sudah bangun?" ucap mbak Aish yang baru masuk ke dalam dengan membawa beberapa bungkus makanan.


"Kamu mau nggak? nihbmbak tadinbeki nasi goreng seafood." ucap mbak Aish, Mimi pun mengangguk


"Sini biar mbak suapin ya?" ucap mbak Aish namun Mimi menggeleng.


"Nggak usah mbak, Mimi bisa sendiri kok.'' elak Mimi, sembari mau turun dari ranjangnya


"Kamu mau kemana dek?" tanya Dillah.


"Mau ke kammae kecik kak, Mimi mau cuci muka dulu." jawab Mimi.


"Sini biae aku bangu." ucap Dillah namun di elak oleh mbak Aish.


"Biar Aku aja Dil, kamu sarapan aja dulu." ucap mbak Aish dan langsung memegang infuse Mimi. Dillah pun menyetujuinya


Mbaknaosh mengantar Mimi ke kamar mandi, Dillah melanjutkan sarapannya.


"Mau mbak antar sampai dalam dek" tanya mbak Aish setelah ampai di depan pintu.


"Ndak usah mbak, sampai sini aja." jawab Mimi.


"Dek apa kamu mau sekalian mandi? nih tadi mbak juga sudah bawakan pakaian ganti." ucap mbak Aish.


"Boleh juga mbak, Mimi juga sudah gerah rasanya mana bau obat saja rambut Mimi." ucap Mimi menyetujui.


"Yaudah tunggu mbak ambilkan baju ganti sama handuk dan perlengkapan mandinya." ucap mbak Aish dengan segera mengambil pakaian ganti.


"Ini dek, apa perlu mbak bantu dek secara kan imous kami masih terpasang." ucap mbak Aish.


"Nggak usah mbak, makasih. Insya Allah Mimi bisa." jawab Mimi.


"Yaudah kalau lerlu bantuan panggil mbak ya?" ucap !bak Aish dengan memegang lengan Mimi.


"Iya mbak." jawab Mimk dan langsung menutup pintu kamar mandi.


Saat Mimi membuka pakaian dan menaruhnya di atas westafel, Mimk melihat dirinya di cermin.


Sekejap Mimi terdiam melihat dirinya terutama bagian leher dan dada nya masih terlihat lebam kebiruan bekas kecupan Mario, walau sudah mulai pudar namun masih tercetak jelas di dua area itu.


Perlahan Mimi mendekati kaca dan melihat dengan jelas bekas-bekas kecupan itu, tak terasa air mata Mimi kembali menetes. Mimi mengambil handuk kecil dan Mimi mulai mengosokkan handuk tersbut di leher dan dada sambil menangis.


tbc

__ADS_1


Assalamualaikum, mohon maaf up nya ditengah malam karena seharian otak authore ngeblank bingung mau nulis apa.. selamat beristirahat semua


__ADS_2