
Sabtu siang kami berangkat dari kota pedang dengan tiga buah mobil, namun kali ini kak Andri ikut pulang ke Jambi.
Jam 11 siang kami berangkat, Jam 11 malam kami sampai di Jambi ( maaf ya kalau sebelumya authore ada bilang jarak tempuh Jambi kota pedang 8-9jam, authore teringat jarak tempuh rumah Mertua authore Jambi-Dharmasraya 😊).
Sehabis mengantar kami kak Syahril dan yang lain langsung pulang ke rumah mereka masing-masing.
Penat yang kami rasakan membawa kami semua langsung terlelap hingga adzan subuh berkumandang.
Sepenat-penat nya badan tak membuat kak Syahril lelah, di hari Minggu dia tetap melajukan langkahnya ke cafe, kedai roti serta restonya bersama kak Andri, kak Ryan, sedangkan kak Rendi dia lebih memilih untuk tidur hingga siang hari.
Sehabis pulang dari mengecek bisnisnya tersebut disiang hari dia berencana akan mengantar orang tua Mimi beserta Bi Ida dan Tante Zia. Entah terbuat dari apa hati seorang Syahril, dia begitu tulus terhadap Mimi beserta keluarganya.
Iya seperti yang dia katakan sewaktu di kota pedang bahwa dia yang akan mengantar kedua orang tua Mimi beserta bibi dan Tante nya ke tebing. Walau Mimi dan yang lain menolak nya namun dia masih tetap bersikukuh untuk mengantar.
Siang menjelang dzhuhur dia, kak Ryan dan kak Andri tiba di rumah Nyai dan tak lupa buah tangan selalu di bawanya.
"Assalamualaikum" ucap mereka dari luar.
"Waalaikum salam." jawab kami semua dari dalam.
Dug dug dug suara lantai berbunyi dari setiap langkah sibocil yang berlarian ( rumah Nyai Mimi itu panggung dan bukan terbuat dari bangunan beton melainkan kayu dan papan buli*an ya guys jadi kalau lari-lari pasti terdengar ).
"Eh ada ka k Ariil," ucap Eza anak bicik sembari bersalaman dan !mencium tangan kak Syahril dan kak Ryan serta kak Andri.
"Kak Syahril, kak Yan, kak Andri mari masuk." Ucap si Fajar anak BI Ida sembari !wnciumi tangan mereka.
"Iya Eza, Ajar,Eki, Ayuk Mimi ada?" jawab kak Syahril dan !menanyakan keberadaan Mimi.
"Ada tak." Eki anak tante zia yang menjawab, " Mali macuk." imbuhnya dengan gaya bahasa cadelnya.
Diantara Ay, Fajar, Eza dan Eki, Eki yang paling muda di antara mereka dan masih cadel.
"Ayuukkk." teriak Eki memanggil Mimi sembari berlarian.
"Iya Ki, ada apa? jangan lari larian nanti jatuh lagi." Ucap Miki mengingatkan Eki karena dia masih let*y jalannya.
"Ada tak Aliil di lual." jawab Eki.
"Kenapa Eki ndak suruh kak Syahril masuk?" tanya Mimi.
"Abang tan pandil Ayuk tedalam." jawabnya Mimi hanya tersenyum dan hendak melangkah keluar namun kak Syahril dan yang lain telah masuk.
"Eh kak, sudah datang?" tanya Mimi berbasa-basi sembari menyalaminya.
"Iya dek, mana bapak sama mamak dan yang lain?" tanyanya setelah melihat tak ada mamak, BI Ida dan Tante Zia.
"Mereka tadi pergi ke pasar, sebentar lagi juga sampai." jawab Mimi.
Tanpa disuruh mereka telah duduk bahkan kak Ryan dan kak Andri langsung rebahan di depan TV. Mimi yang melihat mereka langsung rebahan segera mengambilkan mereka bantal.
"Nih kak bantalnya." ucap Mimi dengan memberi mereka bantal.
"Makasih dek." jawab kak Ryan dan kak Andri.
"Pakcik sama bicik kemana?" tanya kak Syahril lagi.
"Pakcik ke kerambah, kalau bicik tadi turun ndak tau kemana." jawab Mimi. "Bentar ya Mimi buatkan air minum dulu." ucap Mimi dan beranjak menuju dapur untuk !membuatkan mereka minuman.
Setelah selesai membuat minuman hangat Mimi menyajikannya dengan bronis.
"Nih kak, minum dulu." ucap Mimi menawarkan mereka minum.
"Wah brownis, kapan adek buatnya?" tanya kalk Syahril ketika melihat ada brownis di piring.
"Pagi tadi kak, kebetulan ada bahannya jadi ya Mimi buat aja. Tuh lagi manggang lagi buat di bawa emak pulang nanti." Jawab Mimi.
"Kakak ndak di buatin nih!" ucapnya dengan gaya di cemberut - cemberutin.
"Emm, kakak jadi pulang Selasa?" tanya Mimi.
"Iya jadi." jawabnya dengan senyum.
"Emang kakak ndak apa-apa ndak masuk kuliah?" tanya Mimi.
"Ndak apa dek kebetulan Senin dan selasa itu di kelas kakak ada seperti baksos gitu jadi kakak minta izin aja untuk tidak ikut." jawabnya dengan mengunyah potongan bronis yang kedua.
"Oo gitu." jawab Mimi dengan manggut-manggut.
"Kak Ryan, kak Andri nih di makan duku bronis nya." ucap Mimi yang membangunkan mereka.
"Emm nanti aja Mi." gumam kak Ryan dan melanjutkan tidurnya.
"Yah jadi dinginlah nanti tehnya." ucap Mimi kembali namun tak !mendengar gumaman mereka lagi. "Hemm !akan tidur." ucap Mimi kembali setelah melihat kak Ryan dan kak andri tak bangun.
"Eh Eza, fajar, eki y, stooop jangan lari-lari lagi, sini !akan kue nya." ucap Mimi memberhentikan tiga bocil yang sedang berlarian.
"Ay,Ghifari, Afri sama Aaf mana?" tanya kak Syahril yang baru tersadar keempat bicik tak kelihatan.
"Mereka ikut ke pasar." jawab Mimi. "Bentar kak Mimi lihat oven dulu." ucap Mimi sembari menuju dapur dan diikuti oleh kak Syahril.
Tiba-tiba kak Syahril memeluk Mimi dari belakang dan !membuat Mimi kaget karena Mimi tak menyangka kalau kak Syahril mengikutinya.
__ADS_1
"Eh kak," ucap Mimi kaget sembari akan membalikan badannya menghadap ke kak Syahril namun di tahan oleh kak Syahril.
"Ehmm biarkan kakak seperti ini bentar." ucapnya dengan memeluk serta kepala di taruh nya di bahu Mimi.
"Kakak rindu sama adek." ucapnya sambil mengecup pipi Mimi dan terus memeluk Mimi dengan erat.
Entah apa yang sedang dirasakannya saat ini dan sepertinya kak Syahril menyimpan kegundahan hatinya sendiri.
"Ada apa?" tanya Mimi.
"Ndak ada apa-apa cuma pengen peluk adek saja." jawabnya dengan sekali-kali menarik nafasnya.
"Kalau ada masalah cerita kak jangan dipendam." ucap Mimi karena Mimi merasa kalau Syahril sedang ada masalah.
"Ndak ada dek." ucapnya dengan terus memeluk Mimi.
Walau kak Syahril tak ingin menceritakan kepada Mimi namun Mimi merasa jika ini adalah masalah perjodohan tersebut dan itu juga membuat Mimi menarik nafasnya dalam.
"Apa Kakek kak masih ingin melanjutkan perjodohan kakak itu ya?" ucap Mimi namun hanya di dalam hati saja karena sampai saat ini Mimi tak pernah mau bertanya kepada Syahril dan Syahril pun tak ingin berbagi kepada Mimi.
"Ya Rabb, kuatkan hatimu dan kuatkan hatinya juga. Jika kami berjodoh maka kami memohon kepadamu karena sesungguhnya engkaulah yang bisa membolak-balikkan hati Kakek kak Syahril." Do'a Mimi dalam hati, getir itu yang Mimi rasakan saat ini.
Tak lama brownis Mimi pun masak dan Mimi pun segera mengeluarkan nya dari oven.
"Emm kak, lepas brownis Mimi dah masak nih." ucap Mimi meminta kalk Syahril untuk melepaskan pelukannya.
"Emm ya biarin kalau dah masak." jawabnya dengan terus memeluk Mimi.
"Iya tapi lepas dulu, Mimi mau mengeluarkan brownis darinoven dulu." ucap Mimi dan akhirnya kak Syahril pun melepaskan pelukannya sehingga Mimi bisa mengeluarkan brownis dengan segera.
"Banyak amat dek buat brownis?" tanya kak Syahril yang tersadar ada lima loyang brownis yang telah siap.
"iya, ndak mungkin kan Mimi buat untuk mamak saja. Gimana perasaan binida dan Tante Zia nanti." ucap Mimi.
"Oo gitu" ucapnya manggut-manggut "Terus itu sisanya?" tanyanya lagi.
"Emm rencana satu buat Umma, kakak bisa ngantar kerumah Umma dulu ndak hehehe." ucap Mimi dengan sedikit merayu serta cengengesan.
"Yaudah kita berangkat sekarang aja dulu." jawab kak Syahril.
"Kalau sekarang ketiga bocil ini gimana?" tanya Mimi !mengingat dia sedang mengasuh ketiga bocil.
"Dibawa aja." jawabnya.
"Terus dua bocil yang tidur gimana?' tanya Mimi dengan senyum sambil menaruh brownis yang baru masak tadi kedalam mica kue.
"Dua bocil bangkotan dibiarin aja tidur." jawabnya dengan terus menggandeng Mimi.
"Mau kemana yuk?" tanya Fajar.
"Tempat kak Syahril." jawab Mimi.
"Holeeee." ucap Eki dengan girang.
Akhirnya kami pun pergi ke rumah kak Syahril untuk mengantar brownis buat Umma. Mimi sengaja memberi brownis yang baru di angkatnya tadi buat Umma.
beberapa menit kami pun sampai di rumah kak Syahril dan ternyata Umma dan Babah sedang menyantap makan siang.
"Assalamualaikum." ucap kami yang telah masuk kedalam rumah.
"Waalaikum salam." jawab Umma dan Babah.
"Eh ada Mimi." ucap Umma sembari hendak berdiri !ensekatnke Mimi namun Mimi terlebih dahulu mendekat ke arahnya.
"Umma apa kabar?" tanya Mimi dengan langsung menyala dan mencium tangan Umma.
"Alhamdulillah Umma baik, Mimi apa kabar nak?" jawabnya dengan memeluk Mimi hangat.
"Alhamdulillah Mimi juga baik Umma." ucap Mimi.
"Hmmm kok Babah mencium brownis ya?" ucap Babah dengan mengendus-endus hidungnya.
"Iya Bah, Umma juga mencium aroma brownis." sahut Umma.
"Hehhee ini Umma, Babah Mimi bawakan brownis buat Umma dan Babah." ucap Mimi dengan menaruh brownis di atas meja setelah itu Mimi mendekat ke arah Babah untuk menyalaminya.
"Babah apa kabar?" tanya Mimi dengan mencium tangannya.
"Alhamdulillah Babah sehat." jawab Babah dengan mengelus ou dak Mimi.
"Wah, baru tadi Babah meminta Umma untuk membuat brownis Eh ternyata Mimi yang bawa." ucap Umma.
"Rezeki itu Umma." sahut Babah.
"Kalian sudah makan?" tanya Babah kepada kami.
"Belum Bah." ucap kak Syahril.
"Eza, Eki dan Fajar salim dulu sama Umma dan Babah." ucap Mimi dan mereka pun menyalami dan mencium punggung tangan kedua orang tua kak Syahril.
"Kalau belum kita makan dulu." ajak Babah dan kami pun ikut duduk dan menyantap makan siang bersama.
__ADS_1
Dirumah Nyai dua bocil besar masih tertidur dan tak mendengar kedua orang tua Mimi, BI Ida dan Tante Zia sudah sampai rumah.
Saat Ay, Ghifari dan Aaf akan membangunkan nya dikarang sama bapak.
"Ay, Ghifari, Aaf , Afri jangan. Biarkan kak Ryan sama kak andrinya tidur." ucap bapak dengan menaruh telunjuk di mulutnya.
Emak, BI Ida dan Tante Zia sudah berada di dapur namun mereka tak menemukan Mimi serta ketiga bocil yang tinggal.
"Lah kemana yuk ketiga bocil!" tanya Tante Zia kepada mamak Mimi.
"Paling ikut Mimi sama Syahril " jawak emak karena melihat oven masih di atas kompor dan kue-kue sudah berada di dalam mica kue semua.
"Oh, berarti nih anak belum ada yang makan" ucap Tante Zia karena melihat belum ada piring kotor.
"Belum kayaknya Zia." sahut BI Ida.
Mereka bertiga menyiapkan dan menyajikan untuk makan siang dan tak lama masuk bicik dan Pakcik bersamaan. Mereka berdua kaget ketika melihat kak Ryan dan kak Andri tergeletak di depan TV dengan nyenyaknya.
"Capek nian nampaknya mereka." ucap bicik kepada Pakcik.
"Iya, biarin lah dulu jangan dibangunkan." ucap Pakcik sembari masuk kedalam kamar sedangkan bicik langsung menuju dapur membawa kantong plastik berisi ikan dari kerambah.
"Yakin yuk, Syahril yang ngantar nanti? apa. dak capek nian mereka." tanya bicik ketika telah berada di dapur.
"Ya mau gimana lagi kemarin sudah di tolak tapi dia masih tetap mau ngantar." jawab emak.
"Iya ya padahal semalam dah sebagian bawa mobil sekarang mau ngantar kita lagi." ucap BI Ida.
"Tuh yuk, jangan sampe Mimi dak jadi sama Syahril. Lah banyak kebaikan dia sama kita." ucap Tante Zia dengan canda.
"Kalau jodoh Alhamdulillah, kalau tidak itu kuasa Allah lah lagi." jawab emak.
Di dalam hati Mak Mimi juga selalu berdoa buat hubungan Mimi dan Syahril, tak hanya keluarga besarnya yang menyukai Syahril namun dirinya oribadipun menyukai kepribadian Syahril yang tulus menyayangi Mimi.
Setelah semua tersaji emak mengajak bapak dan bicik mengajak Pakcik untuk makan tak lupa Pakcik membangunkan kak Ryan dan kak Andri untuk !mengajak makan siang bersama.
"Yan, Andri bangun." ucap Pakcik membangunkan mereka namun belum ada juga pergerakan dari mereka sehingga Pakcik membangunkan mereka lagi dengan menggoyangkan badan mereka.
"Yan, Andri bangun." ucap Pakcik kembali dan akhirnya mereka pun bangun.
"Eh cik." jawab mereka berdua.
"Sudah bangun dulu, cuci muka terus kita makan siang dulu." ucap Pakcik dan mereka pun mengangguk serta langsung berlalu menuju kamar mandi untuk mencuci muka mereka.
Setelah mencuci muka mereka berdua duduk bersama keluarga Mimi dan mereka pun menyantap makan siang bersama.
Setelah makan siang kak Ryan dan kak andri duduk bersama bapak dan pakcik, mereka mengobrol tentang perjalan mereka nanti dan kapan !mereka akan kembali ke kota pedang.
Sedangkan emak dan BI Ida menyiangi ikan yang dibawa Pakcik dari kerambah. Tante Zia mencuci piring dan bicik membersihkan tempat mereka makan siang tadi.
Dirumah kak Syahril sehabis makan siang Mimi membantu Wak Ainun mencuci piring dan membersihkan meja makan, setelah itu Mimi ikut bergabung bersama Umma, Babah dan kak Syahril. tak lama adzan dhuhur pun berkumandang Babah mengajak kak Syahril untuk sholat ke masjid sedangkan Mimi dan Umma sholat di rumah.
"Mi, sholat dulu. Nih mukenanya, mimi sholat dikamar syahril aja ya." ucap Umma dengan memberikan mukena untuk Mimi sholat.
"Iya Umma, makasih." jawab Mimi dengan menerima mukena dan beranjak menuju kamar kak Syahril.
Sesampainya dikamar kak Syahril Mimi tak langsung ambil wudhu melainkan duduk di depan meja belajar kak Syahril disitu Mimi melihat foto mereka berdua.
Mimi mengambil pigura foto tersebut dan memandangi serta mengelus wajah kak Syahril dinpoto itu.
"Semoga kita selalu bersama ya kak?" gumam Mimi dan memeluk pigura foto tersebut. Mimi teringat belum berwudhu dan Mimi pun langsung menuju kamar mandi yang berada didalam kamar kak Syahril.
Mimi langsung berwudhu dan langsung melaksanakan sholat Dzuhur nya dengan segera, selesai sholat tak lupa Mimi panjatkan do'a buat kedua orangtuanya, keluarganya serta buat kak Syahril dan orang-orang yang menyayanginya.
Sehabis sholat Mimi merasa capek serta gantuk berat dan akhirnya Mimi merebahkan dirinya di atas kasur kak Syahril untuk meluruskan pinggangnya karena sedari sholat subuh dia belum ada istirahag, dengan masih memakai mukena Mimi akhirnya tertidur dengan memeluk guling kak Syahril.
Kak Syahril yang baru pulang dari masjid langsung !enunu kamarnya sesampai nya dikamar kak Syahril melihat ada seseorang yang tertidur di atas kasurnya diapun mendekat dan diapun tersenyum melihat wajah lelah sang kekasih yang amat di sayangi dan dicintainya tersebut.
"Cup" Syahril mengecup kening Mimi dan mengecup semua muka Mimi dari kening, kedua mata,kedua pipi, hidung, dagu dan bibir Mimi.
"Capek bener ya yank, ampe ndak sadar-sadar nih muka dah di entup." ucapnya dengan tersenyum dan akhirnya dia pun ikut me!baringkan tubuhnya di samping Mimi dengan menghadap ke arah Mimi, tak lama diapun ikut terlelap.
Assalamualaikum, alhamdulillah bisa update DOKTER JANTUNGKU pagi ini.
Mohon maaf atas keterlambatan upnya, authore mengucapkan MARHABAN YA RAMADHAN BUAT SOBAT DOKTER JANTUNGKU YANG MUSLIM SELAMAT MENYAMBUT BUKAN SUCI RAMADHAN DI TAHUN INI. SEMOGA RAMADHAN DITAHUN INI KITA SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT DAN SWLALU DIBERI KESEHATAN HINGGA HARI KEMENANGAN TIBA AMIN.
BUAT SELURUH SOBAT DOKTER JANTUNGKU TEEIMAKASIH ATAS SWGALA DUKUNGAN KALIAN DI KARYA AUTHORE SWMOGA KALIAN SEMUA DIBERI KEBERKAHAN DAN LIMLAHAN REZEKI SERTA KESEHATAN.
JANGAN LUPA TERUS BERI DUKUNGANNYA BERUA
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
...🌹TERIMAKASIH🌹...
__ADS_1