DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
liburan usai rumah Mimi part malmingan di pasar Minggu


__ADS_3

Setelah air terlihat pasang Syahril cs pun pamit kepada si Ayuk karena mereka akan kembali pulang ke rumah bi Ida.


Sesampainya rumah Tante Zia Mimi pun bertanya tentang hasil tangkapan mereka.


"Dapat apa kak?" tanya Mimi ketika melihat mereka dengan membawa pancing di setiap tangan mereka.


"Bawa pancing dek." jawab Syahril dengan senyuman.


"Maksdunya?" tanya pakdo yang baru pulang dari kerja.Ya pakdo hari Sabtu masuk kerja karena piket.


"Ya cuma bawa pancingnya lagi Pakdo." jawab Ryan dengan menggaruk kepalanya.


Kami semua heran akan jawabnya Syahril cs dan akhirnya mereka pun menceritakan sesampainya mereka di rumah Acik dan stelah berdiri di tepian jembatan ruang acin ternyata air nya jauh dan di bawah mereka yang terlihat hanyalah lumpur. Kami yang mendengarnya menjadi ketawa terbahak.


Sebelum pulang ke rumah bi Ida kami semua mandi terlebih dahulu agar setelah sampai rumah bi Ida kami akan menikmati kuliner malam saja.


Karena air pasang nya baru di jam lima maka setidaknya jam 6 atau habis Maghrib air baru sedikit tinggi di dermaga dan peri beroperasi setelah selesai Maghrib.


Maka dari itu kami pun memutuskan pulang setelah habis sholat maghrib, Tante Zia dan anaknya juga ikut kami ke tebing karena besok adalah hari Minggu Tante Zia akan berbelanja kebutuhan rumahnya.


Pakdo tak bisa ikut karena dia besok masih piket dan dia tak. bisa meninggalkan pekerjaannya, apa lagi pupuk baru masuk.


Sesampainya di rumah bi Ida kami menaruh udang dan ikan kami terlebih dahulu sebelum kami pergi makan di luar.


Kali ini kami akan makan di lesehan di km3 ya lesehan warung sate sewaktu Mimi dan yang lain makan disana.


Disaat makan bersama begini Mimi teringat akan kedua orang tuanya dan satu adek nya yang kemaren tak mau ikut.


Terkadang ada rasa tak enak hati Mimi kepada Syahril, karena apa yang di beli apa yang dimakan oleh keluarganya selalu Syahril yang membayarnya. Entah berapa banyak Syahril mengeluarkan uang kepada Mimi.


Emak Mimi selalu berpesan kepada Mimi saat Mimi diizinkan berpacaran bersama Syahril. Mamak seluruh mengatakan jangan terlalu sering menerima apa yang di beri kata emak jangan sampai kita menanam Budi.


Namun sekarang bagaimana lagi, setiap Mimi menolak Syahril selalu memaksa. Sehingga entah berapa banyak Mimi termakan budi yang di beri oleh Syahril.


Tak dengan Mimi Syahril royal, dengan orang tua hingga keluarga Mimi pun dia royal. Tak kan bisa terbayarkan segala kebaikannya.


Yang awal sebelum keberangkatan mereka di rumah Mimi telah mengambil uang tabungannya untuk belanja tapi uang tersebut masih utuh walau tak banyak yang Mimi ambil


Syahril selalu memberikan uang belanja kepada emak setiap paginya, emak telah menolak namun Syahril selalu memaksa sehingga akhir ya emaklun menerimanya.


Syahril orang yang baik, penuh perhatian dan royal. Terkadang jika mengingat akan masa depan, dada Mimi terasa sesak karena tentu sudah pasti masa depan mereka telah ditentukan.


Hanya do'a yang bisa Mimi panjatkan kepada Allah SWT karena hanya Allah lah yang bisa membolak-balik kan hati seseorang.


Sehabis menyantap makan malam, kami langsung balik kerumah bi Ida. BI Ida langsung membentang ambal berbulu dan kasur santainya.


Para cowok langsung merebahkan badannya sambil bercengkerama bersama om Adrian.


Tengah malam depan rumah bi Ida sudah terdengar hiruk-pikuk pedagang yang sudah tiba dan sebagian mereka telah memasang tenda untuk barang dagangan mereka.


Pagi hari minggu pasar Minggu ramai di padati seluruh masyarakat kecamatan tebing dan pagi ini emak Mimi pun pergi kepasar.


Karena ramai mobil kami yang terparkir depan rumah bi Ida belum bisa keluar jika pasar belum selesai.


Jam dua siang pasar pun mulai berangsur sepi dan para pedagang atau tengkulak sudah mulai merapikan barang-barang mereka karena mereka akan pergi ke pasar di daerah lainnya.


Sebelum Mimi dan yang lain pulang kerumah kami mengantar Tante Zia dan naiknya hanya sampai dermaga dan nanti Tante Zia akan naik sampan untuk menyeberang karena peristiwa tak beroperasi bila air surut.


Pakdo sudah menunggu di seberang sana banyaknya air kencing Tante Zia sedang menunggu sampan. Setelah Tante zia Samapi di seberang sana kami pun langsung pulang ke rumah Mimi.


"Wah mi, jadi gini ya rasanya jadi Mimi setiap kali pulang kesini." ucap Ryan ketika kami sudah sampai rumah.


"Iya kak, ini aja masih kurang satu bibi yang di belakang puskesmas." jawab Mimi.


"Oh bibi yang datang ke rumah bisa dengan nyai tadi ya?" ucap Andri.


"Iya kak." jawab Mimi.


"Kenapa Mimi tadi tak mau di ajak kesana?" tanya Rudi.


"Bukan Mimi tak mau kak, ya ndak enaklah kita rame-rame kak, dan emak juga lagi repot ya kalau Mimi kesana kasian emak pulang-pulang masih sibuk mainmasak." jelas Mimi dengan beralasan.


Bukan Mimi tak ingin menginap membawa mereka ke rumah bibi yang di belakang puskesmas. Yah karena kami berbeda dia hanya seorang sepupu di mamak Mimi sedangkan bi Ida dan pakdo adalah adik kandung emak.


Dan Mimi hanya ingin menghindari dari omongan yang kelak akan bikin sakit hati disekitarnya.


"Oh ya dek disini dimana lagi destinasi yang bisa kita kunjungi lagi?" tanya Andri kepada Mimi.


"Sebenarnya ada kak, cuma Mimi Ndak tau jalannya." jawab Mimi.


"Ada apa aja dek?" tanya Rudi.


"Ada air terjun sama di bukit batu yang sudah seing dikunjungi orang. tapi ya.. Mimi Ndak tau dimana." ucap Mimi.


"Wah sayang sekali, ya kalau di bukit batu itu pasti bagus tempatnya." ucap Ryan.


"Iya kak, disana muda-mudi sering berkemah menikmati malam dari atas bukit, bahkan anak-anak dari Jambi pun katanya sering kesana kalau week end gini." jelas Mimi.


"Coba di share lock dek, kita kesana kalau tau tempatnya." ucap Syahril.


Mereka pun mencoba untuk mencari tau dimana keberadaan bukit batu tersebut, destinasi tersembunyi di wilayah ini. Disini ibarat seperti yang dulu viral tentang negeri awan dibagikan pulau Jawa, nah di bukit batu pun demikian jika menjelang pagi hari disekitarnya akan tertutupi kabut.


Bukit batu ini terletak di desa Suban kab Tanjabbar, bukit batu viral baru-baru ini disini, bukit batu adalah tempat wisata alam yang belum direalisasikan sebagai tempat wisata resmi.


Bukit batu saat ini hanya menjadi tempat wisatanya muda-mudi setempat dan tempat wisata kalangan mahasiswa saja untuk menikmati keindahan di pagi hari dan sore hari dari atas bukit.


Tinggi bukit ini sekitar 700 MGPL, diatas permukaan. Untuk menuju kesini hanya bisa dilalui jalan kaki, jalanan yang terjal tinggi menuju ke atas. Untuk ke sini alangkah baiknya memperhatikan cuaca bila hujan maka jalanan akan licin.


"Wah dek, kita coba yok ke sini." ajak Andri yang menjadi penasaran ketika dia sudah searching di Mbah googl*.

__ADS_1


"Yah kalau mau kesini dan menikmati panoramanya ya sore hari kak" jawab Mimi.


"Bagusnya lagi nginap kita dirikan tenda disini." ucap Syahril


"Iya betul itu sambil bakar-bakar disana." sahut Andri.


"Ya habis bakar-bakar harus segera dimatikan kak, karena wilayah ini rawan kebakaran apa lagi cuaca panas gini." ucap Mimi.


Authore tau aja yah, karena ini termasuk wilayah kerjanya suami authore guys. Padahal authore belum pernah kesini, ndak tau kalau kecil-kecil dulu karena kalau di ingat-ingat nih wilayah tempat main authore waktu kecil karena posisi nya di desa rumah orang tua authore sebelum pindah ke desa tebing.


"Ya harus itu dek, jangan sampai karena ulah kita menikmati panorama disana dengan bakar-bakar membuat bencana nantinya." jawab Syahril.


"Jadi gimana nih, jadi ndak kesana?" tanya Rudi yang sudah semangat.


"Emm boleh sih tapi kalau nginap kita ndak ada bawa perlengkapan kemah." ucap Ryan.


Disaat kami sedang asik berdiskusi tentang bukit batu, Hp kak Syahril berdering dan dia pun mengambilnya dari saku danelihat siapa yang sedang menelponnya.


"Siapa kak?" tanya Mimi.


"Rendi." jawab kak Syahril.


"Bentar kakak angkat dulu." ucapnya dan dia pun langsung menerima panggilan via video call tersebut.


📱 "Assalamualaikum Ren." ucap kak Syahril ketika menerima telpon kak Rendi dan terlihat disana kak Rendi tak hanya sendirian.


📱"Waalaikum salam, lagi dimana bro?" jawab kak Rendi dan kak Syahril pun mengarahkan cameranya ke kami satu persatu yang sedang duduk di tepian kolam ikan.


📱"Wah kalian pada ngumpul dimana nih, kok ada sawit-sawitnya." ucap kak Rendi ketika melihat kami sedang santai.


📱"Kami lagi di rumah Mimi bro." sahut kak Ryan."


📱"Maksud Lo pada lagi di daerah Tungkal ya?" tanya kak Rendi.


📱"Iya bro." Sahut kak Andri.


📱"Lihat kita lagi mancing ikan nih." kak Rudi pamer kepada mereka disana dengan mencelupkan pancingnya kedalam kolam.


📱"Ah gak asik kalian pergi gak ngajak-ngajak" sahut kak Arfan.


📱"Kita ajak mendadak taunya bro" ucap kak Ryan yang telah memegang kendali hp nya kak Syahril.


📱"Iya bro kita mendadak ikut Syahril kesini" ucap Kaka Rudi menimpali.


📱"Itu dimana bro, biar kita nyusul." ucap kak Arfan.


📱"wah meneketehe bro gua aja cuma ngikut doang enat gue tanya yang punya nih rumah." jawab Kak Ryan


📱"Lah Syahril nya mana?" tanya kak Rendi.


📱"Dah kabur masuk rumah." ucap kak Andri.


📱"Dasar tuh anak, awas aja kalau ketemu. share lock dong Yan." ucap kak Rendi


📱"Hah, beneran! cepat kian sharelock gue juga kepingin kesana, teman-teman gue udah pada kesana." ucap Rendi.


📱"Iya beneran, kata Mimi kalau ingin menikmati panorama alamnya bagusnya nginap cuma kita gak ada tenda bro." jawab Ryan.


📱"Kalau masalah tenda beres ntar gue bawa dari sini, pokonya segera Lo sharelock atau kasih arahan jalannya." ucap kak Rendi.


📱"Kalau itu ntar gue tanya Mimi dulu ya." jawab Ryan yang sembari berlalu masuk ke dalam.


Didalam rumah Mimi sedang membantu mamak masak, yah kali ini kami akan membuat udang crypy, dan udang saos pedas manis, Syahril juga ikut serta membantu lebih tepatnya ngerecokin.


"Udah kak, biar kami-kami aja yang masak." ucap Mimi ketika Syahril sedang menganggu nya menggoreng udang cryspy nya.


"Sini dek biar kakak yang gorengnya adek bantu mamak yang lain." ucapnya.


"Ye kalau Kaka yang goreng bukannya terkumpul udang gorengnya malah habis yang ada." ucap Mimi sewot karena sedari tadi Syahril selalu memakan udang cryspy yang sudah tergoreng.


"Kakak cuma nyicip dek hehe" jawab Syahril.


"Nyicip apaan, sepiring udang cryspy udah kakak habisin." jawab Mimi cemberut.


"Habis enak dek jadi nyicip ya kebablasan hehe." ucap nya sambil akan mengambil udang cryspy lagi yang baru Mimi angkat dari penggorengan.


"Hem kalau gini gak keluar-keluar masaknya kak, dari tadi ngulang Mulu karena yang sudah masak kakak habisin sama Ay." ucap Mimi sewot.


Gimana gak sewot udah dua piring udang cryspy yang telah masak dihabisin sama dua orang ini. lagi-lagi Mimi mengambil udang baru dan mengupasnya lagi lalu memasak lagi.


"Yaudah ini yang terakhir deh." ucapnya dengan mengambil udang cryspy 3,


''Yah terakhir sekali ambil 3." jawab Mimi.


"Sudah lah Mi, dari tadi debat terus." ucap emak yang mungkin telah jengah mendengar perdebatan Mimi dan Syahril.


"Kak Syahril nih Mak, Ndak sudah-sudah nyicipnya." ucap Mimi dengan raut kesal.


"Ya sudah Mi, kalau habis ya berarti ndak jadi buat lauk nantinya malam." ucap Di'ah menimpali.


Disaat Mimi sedang berdebat muncul Ryan dengan membawa hp.


"Wah kalian lagi debat apaan sih? hmm harumm udang." ucap Ryan ketika telah sampai dapur dan langsung mendekat ke arah Mimi.


"Yah tambah lagi nih pasukan penyicip." ucap Mimi dengan raut kesal dan cemberut.


"Cicip ya Mi." ucap Ryan dengan mengambil satu udang goreng cryspy.


"Hmmm yummy nih enaknya makan di cocol pakek saos sambal nih." ucap Ryan dengan mengambil satu lagi.

__ADS_1


Mimi yang melihat hal itu ingin rasanya menangis kejer, sedari tadi acara masakannya tak ada hasil yang memuaskan.


sudah merah padam muka Mimi menhan sesak karena kesal.


Hal itu malah membuat emak, Di'ah dan Syahril tertawa terbahak-bahak. Ryan yang sedang asik mencomot udang cryspy dengan camera masih on maka mengundang keuletan diseberang telpon.


📱"Woyyy malah makan Lo, pakek disengajain lagi camera ngadap tuh udang." ucap Rendi yang masih menanti dlsrdari tadi.


📱"Hehehe sorry bro lupa kalau udah liat udang Segede ini." ucap Ryan dengan mengambil satu lagi udang cryspy dan menunjukkan ke arah Rendi dan Arfan.


📱"Gila pamer Lo pada, buruan kasih alamat kita mau kesana jangan dihabisin udangnya ya?" ucap Arfan yang ikut ngiler melihat udang yang di kasih unjuk oleh Ryan.


📱"Dah habis kalau Lo kesini." jawab Ryan.


📱"Pokonya tinggalin buat kita, cepat buruan tanyain alamatnya, ah Lo kalau liat makanannya lupa sama temen." sahut Rendi.


📱"Ah Lo ganggu aja Ren gue lagi makan nih." ucap Ryan tanpa merasa bersalah ngambil lagi udang.


📱"Lah tuh kenapa muka Mimi?' tanya Rendi ketika tak sengaja camera menuju arah Mimi.


📱"Mimi lagi kesal bro, hasil masakannya tak berbuah hasil hahahaa." sahut Syahril dan membuat Mimi semakin kesal dan tak terasa pula air mata sudah menggenang di pelupuk mata.


Ryan baru tersadar akan ucapan Syahril dan melihat ke arah piring ternyata sekali lagi masakan Mimi ludes oleh nya.


Seketika Ryan cengir kuda melihat ke arah Mimi dengan menautkan dua jarinya pertanda peace sedangkan Mimi air matanya sudah menetes.


📱"Wah bro sorry gue gak berani nanya untuk saat ini keburu taring keluar." ucap Ryan yang langsung ngibrit lari.


"Kak Riiiiiiyaaaaan hiks hiks hiks hiks" Mimi mengeluarkan segala unek-unek nya dengan memanggil nama kak Ryan dengan keras.


"Sabar dek." ucap Syahril yang masih berada di dapur.


"Bodo." ucap Mimi dengan air mata yang deras turun menahan rasa kesal.


"Yaudah kita kupas lagunya udangnya nanti biar kakak yang ngupas." pujuk Syahril.


"Bodo, Mimi gak mau lagi masak." ucap Mimi merajuk dengannlangsung mematikan kompor dan meninggalkan dapur melasuknkedalam kamarnya.


"Huh," Syahril hanya bisa menarik nafas.


"Biarin aja Riil nanti baikan lagi tuh, dia kalau kesal emang gitu." ucap emak.


"Makanya kak, jangan jahil." ucap Di'ah.


Gimana Mimi tidak kesal tiga piring udang cryspy yang dimasakkan tak lagi tersisah. Secara untuk mengerjakan itu semua butuh proses dari mengulas kulit udang, menggiling lagi bumbu untuk balutan udang terus di celup kembali ke kocokan telur dan aduk lagi dengan tepung.


"Mana Mak udangnya lagi biar Syahril yang ngupas.'' ucap Syahril dan mengambil udang lagi kedalam kulkas dan segera dia mengupasnya lagi.


"Untung kemaren nambah lagi beli udangnya." ucap Syahril.


"Lah kenapa emangnya Riil." tanya emak.


"Yah kalau ndak tambah kemaren sudah habis Mak udangnya tambah merajuk Mimi hehe." ucap Syahril.


Yah sewaktu Syahril akan memancing namun tak jadi Syahril berbasa basi apa udang hasil tangkapan semalam langsung habis, ternyata kata si Ayuk masih ada yang B, nah ketika pulang dari kolam renang dan menunggu air pasang sebelum pulang ke rumah Bu Ida Syahril kembali ke rumah si Acik untuk membeli udang kembali.


"Mungkin dah ada firasat kak, bakal begini kali ya." ucap Di'ah yang sedang menumis sayur.


"Iya mungkin Di'ah." ucap Syahril.


Tak lama udang yang di kupas Syahril pun selesai dikupas.


"Emm Mak bumbunya apa saja biar Syahril yang giling." ucap Syahril kepada Mak.


"Biar emak saja Riil," jawab emak dengan mengulas kembali bahan bumbunya.


Sedangkan Ryan masih ngos-ngosan lari keluar dari dapur dengan posisi hp masih on.


📱"Woyyy Yan ngapain Lo lari-lari, bukanya di tanya alamatnya." ucap Rendi.


📱"Sorry bro gue gak berani Mimi lagi kesal dan marah yang ada gue kena semprot." jawab Ryan


📱"Lah emang Lo apain anak orang Yan?" tanya Arfan.


📱"Nggak gue apain pun cuma gue kebablasan makan udang cryspy yang di gorengnya hingga habis" jawab Kaka Ryan


"Hahahaha" Kaka Andri dan kak Rudi ketawa ngakak.


📱"Hahahaha." Rendi dan Arfan pun ikut ketawa. "Rasain Lo awas aja taring Mimi keluar." ucap Arfan


📱"Makanya dari itu gue langsung ngibrit keluar, itu aja gue di teriakin kencang banget." ucap Ryan "Udah dulu lah yah gue mau mandi gerah." ucap Ryan dan mematikan sambungan telpon sepihak.


"Ayo guys mandi kesumur biar adem badan." ajak Ryan kepada Andri dan Rudi.


"Ayok lah dah sore juga." ucap Rudi dan mereka pun segera mengambil handuk dan peralatan mandi mereka.


Akankah Syahril berhasil membujuk Mimi dan Mimi kembali memasak udang cryspy nya?


Ditunggu next bab ya..


Jangan lupa terus beri dukungannya dan tinggalkan jejak Krisan nya.


FAVORIT


RATE


VOTE


LIKE

__ADS_1


KOMEN


TERIMAKA


__ADS_2