
Sesampainya di stand pakaian Mimi langsung memilih pakaian-pakaian Tunik lengan panjang dan jangan tanya lagi sebelum mengambil Mimi melihat tag harga terlebih dahulu, ya walau diskon 50% Mimi tetap harus memilih sesuai budget yang Mimi mampu.
Yah sebelum mereka berangkat tak lupa Mimi membawa uang dari salah satu celengan yang telah di bukanya. Ya Mimi memiliki dua celengan yang satu Mimi targetkan untuk membeli barang jika suatu hari nanti impiannya terkabul dia pastinya akan membeli beberapa pakaian baru untuk kuliah dan satu Mimi targetkan untuk biaya cari kosan, Dan tak hanya celengan Mimi juga memiliki tabungan di bank dan itu dia targetkan untuk biaya kuliahnya.
Dalam celengan yang di targetkan untuk membeli pakaian ternyata isinya juga lumayan ada sekitar 4jt kurang. Uang yang dimasukkan kedalam celengan-celengan ini Mimi dapatkan dari pemberian orang-orang terdekatnya seperti pemberian jajan dari Pakcik, Om Yan, pakngah dan pakdo tiap bulan atau tiap minggunya.
Itu Mimi lakukan sedari SMP semenjak Mimi mengikuti bimbel di Widya gama. Sedangkan uang jajan dan ongkos dari orang tuanya juga Mimi tabung sebagian dari jatah uang jajannya dan ongkosnya kesekolah ( biaya ojek ).
Uang jajan tersebut Mimi masukkan kedalam tabanasnya dan di Tabanas itu tak hanya dari uang jajan saja, ketika Mimi menerima uang beasiswanya Mimi masukkan juga kedalam tabungannya.
Uang yang Mimi dapatkan juga dari hasil keuntungan dari pembuatan kerupuk. Ya sewaktu Nyai atau bicik alkan membuat kerupuk dan mereka lagi kekurangan uang maka mereka meminjam uang Mimi namun akhirnya bibi menawarkan pinjam modal untuk buat kerupuk dan nanti hasilnya dibagi dua.
Mimi melihat satu-satu pakaian yang terpajang, akal Syahril yang melihat Mimi berkali-kali ambil lihat tag dan akhirnya tak jadi ambil pun merasa jenuh.
"Dek, kalau mau ambil aja kasian bajunya dari tadi di pegang lohat harga terus dak jadi." ucap kak Syahril dengan candanya.
"Iya kak, cuma kan harganya masih mahal walau dah diskon." jawab Mimi.
"Emang jadi berapa sih harganya?" tanya kak Syahril.
"Masih dua ratusan kak." jawab Mimi.
"Yaudah ambil saja." ucap kak Syahril.
"Nanti aja liat yang lain dulu." jawab Mimi dengan terus menelusuri pakaian-pakaian yang terpajang.
Tanpa sepengetahuan Mimi kak Syahril mengambil!bil pakaian yang Mimi pilih dan tak jadi di ambilnya.
Mimi melihat beberapa blazer dan outer, Mimi melihat tag harganya dan namanya pakaian di jual di mall walaupun di diskon tetap harganya sama dengan harga yang di jual di toko-toko baju diluar.
Mimi pilih masing-masing dua buah blazer dan outer nya, setelah itu Mimi menuju ke tempat bagian celana dan Mimi pun melihat-lihat dan Mimi pun hanya mengambil dua buah celana span. setelah Mimi merasa cukup Mimi pun langsung menuju mbak-mbak SPG nya dan setelah Mimi mendapatkan nota nya Mimi langsung menuju kasir.
Disaat ke kasir Mimi tak melihat kalk Syahril lagi. " Eh kak Syahril kemana." gumam Mimi sambil melihat keliling.
Sedangkan Syahril dia mengambil setiap pakaian yang dilihat mimi sebelumnya dan setelah dia !mendapatkan nota kak Syahril pun menuju kasir untuk membayar belanjaannya.
Mimi telah selesai melakukan transaksi nya di kasir dan mi!k mencari keberadaan kak Syahril. Mimi mencari di setiap stand pakaian yang dikunjunginya tadi namun Mimi tetap nihil, Mimi tak menemukan keberadaan kak Syahril.
Disaat Mimi merasa lelah mencari akhirnya Mimi mengambil HP nya dan ingin menelpon kak Syahril, setelah menelpon kak Syahril tak lama kak Syahril pun muncul dengan membawa beberapa kantong.
"Kakak dari mana? kok menghilang." jawab Mimi dengan cemberut.
"Iya kakak tadi juga lagi belanja, kakak cari adek juga sudah tak kelihatan." jawab kak Syahril dengan beralasan.
"Kak, nanti kita ke bawah ya? ke bagian tempat pakaian anak-anak." ucap Mimi.
"Iya yaudah ayok kita langsung ke bawah aja." jawab kak Syahril dan mengajak Mimi langsung turun ke lantai bawah, ke lantai bagian pakaian anak-anak.
"Tapi kak Ryan sama Di'ah." ucap Mimi.
"Mereka masih di atas, biarin aja mereka menghabiskan waktu berdua." jawab kak Syahril.
Sesampainya di lantai bawah bagian pakaian anak-anak Mimi memilih pakaian untuk Ay, Ghofur, Reza Rizki, dll. Yah Mimi tak akan pernah melupakan adik-adiknya apa lagi orang tua mereka sangat berjasa pada diri Mimi.
"Dek, kita beli koper yuk?" ajak kak Syahril.
"Koper? buat siapa kak?" tanya Mimi kembali.?
"Buat adek lah," jawabnya dan langsung menarik Mimi menuju ke tempat bagian tas dan koper dan mereka berdua pun berjalan m
bersama menuju koper-koper.
"Kak, yang kecil saja." ucap Mimi ketika melihat Syahril memilih koper yang besar.
"Mana cukup kalau yang kecil ini dek." ucap kak Syahril.
"Dah yang ini aja." ucapnya dengan memutuskan pilihan koper yang berukuran sedang.
Setelah memberikan barang ke mas SPG dan mendapatkan nota nya Syahril dan Mimi langsung ke kasir untuk membayar nya.
"Dek, kita susun akan langsung bajunya kedalam koper biar nggak banyak tentengan." ucap kak Syahril.
"Iya juga ya kak, ayokmkita masukkan." jawab Mimi.
Mereka berdua pun memasukkan belanjaannya menjadi satu kedalam koper.
"Nah, kan jadi satu bawaan." ucap kak Syahril.
"Yok kita ke cafe bawah." ajak kak Syahril.
"Tapi kak Ryan dan Di'ah gimana?" tanya Mimi.
"Udah kakak chat Ryan kalau kita nunggu mereka di bawah." jawab kak Syahril.
"Emm, dek kita ke toko buku dulu yok, mana tau ada yang mau adek beli." ajak kak Syahril.
"Mimi ngikut aja kak, Mimi juga nggak tau apa aja yang di butuhkan saat kuliah nanti selain buku dan pena." jawab Mimi.
__ADS_1
Setelah turun ke lantai dua mereka berdua menuju toko buku dan tak lupa mereka menitipkan barang bawaan mereka terlebih dahulu.
Kak Syahril memilih buku tentang kedokteran karena Syahril yakin jika di kampus Mimi pastinya juga akan memakai buku tersebut sama seperti halnya dia dulu. Disaat cukup mereka berdua pun kelasir untuk membayar.
"Ada yang mau dibeli lagi dek?" tanya kak Syahril.
"Ndak ada kak, Eh tapi Mimi belum beli jilbabnya." jawab Mimi dan seketika Mimi melupakan kalau dia belum membeli jilbab.
"Jilbab?" ucap kak Syahril tak mengerti.
"Iya kak, rencana Mimi pas kuliah nanti mau berhijab." jawab Mimi
"Beneran dek?" tanya kak Syahril antusias.
"Iya kak." jawab Mimi dengan senyum.
"Yaudah gok kita ke atas lagi, kita cari hijab." ajak kak Syahril semangat.
Ya Syahril merasa senang dengan keputusan Mimi untuk mengenakan hijab, dengan mendengar rencana Mimi saja Syahril sangat bahagia.
"Tapi kak, masa iya kakak akan membawa koper lagi ke atas." ucap Mimi.
"Sayang, kopernya kita biarin dulu di penitipan barang, yok sekalian kita titip buku-bukunya." ucap kak syahril seraya memencet hidung Mimi gemes.
Setelah menitipkan barang belanjaan, mereka berdua kembali ke lantai tiga. Sesampainya di sana mereka berdua langsung !menuju stand khuasus hijab.
Syahril sangat antusias memilih hijab buat Mimi.
"Dek, ini cantik, ini juga dannini juga" ucapnya dengan menenteng pasmina instan, hijab segi empat serta hijab sorong.
"Hemm iya sih, cuma.." ucap Mimi terpotong dengan !elihat lebel harga yang tertera.
"Huh.. jangan bilang karena harga nya." ucap kak Syahril.
"Dah sekarang adek pilih yang mana? yang segi empat ini, yang panjang ini atau ini tinggal sorong dek ndak ribet nanti adek pakainya." ucapnya.
"Segi empat, sama yang ini aja kak." jawab Mimi dengan menunjuk, hijab yang modelnya ada di tangan kak Syahril.
"Oke kita ambil ini, emm adek tadi beli baju warna apa aja? kota beli juga jilbab yang sa!a dengan warna bajunya tadi, biar sepadan." ucap kalk Syahril dengan memilih-milih model jilbab serta warna yang sesuai dengan warna baju yang belum tadi.
Ya Syahril mengingat semua warna baju yang dipilih mimintaco sehingga dengan!uda pula Syahril memilih warna jilbab nya.
"Kak, udah jangan banyak-banyak." ucap Mimi ketika melihat Syahril begitu banyak mengambil beberapa jenis jilbab.
"Iya bentar." ucap nya dengan terus memilih model jilbab.
Setelah selesai mi!i da Syahril langsung !menuju kasir dan!membayarnya.
"Oh ya dek, ini jilbab segi empat, samaa yang panjang gimana pakek nya?" ucapnya ketika teringat kalau model jilbab itu tak bisa langsung sorong saja.
"Iya nanti pakek jarum pentul kak." jawab Mimi.
Setelah selesai membayar mereka berdua kembali rurun kebawah ke toko buku untuk mengambil barang yang dititipkan sebelumnya.
"Bentar kak Mimi masuk ke dalam dulu ya, Mimi mau beli nros sama jarum pentul nya." ucap Mimi.
"Hmm bentar kakak titipin barang dulu, kita pilih berdua." ucapnya danndia langsung menuju penitipan barang dan menitipkan hijab-hijab yang dibelinya tadi.
Mimi dan Syahril langsung menuju kebagian accesoris dan lagi-lagi Syahril yang paling antusias dak pada akhirnya pula Mimi mengikuti pilihannya yangntak bisa di ganggu gugat.
Setelah memilih accesoris buat hijab Mimi dan membayar nya mereka berdua langsung turun ke lantai dasar/lobi menuju cafe dan ternyata kak Ryan dan Di'ah yang akhirnya menunggu Mimi dan Syahril.
"Ngeborong Lo Riil, pakek koper segala." ucap kak Ryan yang melihat kak Syahril dan Mimi tiba di sebuah cafe yang berada di mall ini.
"Iya bro, gue borongn isi mall." jawab kak Syahril sambil nyeruput minuman kak Ryan.
"K*mpr*t Lo, minum nggak kira-kira." ucap kak Ryan sambil menepuk tangan kak Syahril ketika kak Syahril menghabiskan minumannya.
"Ah segitumaja pelit Lo, gih pesan lagi aja." ucap kak Syahril.
Mereka berempat pun menikmati malam Minggu terakhir mereka dengan canda tawa namun kali ini mereka berkumpul tak selengkap biasanya.
Karena sudah malam mereka pun pulang, kak Ryan mengantar Di'ah sampe rumahnya dan kak Syahril mengantar Mimi sampe rumah dan ternyata orang rumah Belu! ada yang tidur.
Sebagaimana biasanya setiap pergi jalan-jalan kak Syahril tak pernah lupa membawa buah tangan buat keluarga Mimi.
"Dek, kakak pulang ya, besok jam setengah tujuh kita berangkatnya,." ucap kak Syahril.
"Iya kak." jawab Mimi.
"Mak, pak, pakdo, Om, pakngah, Syahril pulang dulu." ucap kak Ryan pamit kepada semua.
"Oh ya Riil jadi besokmjam berapa berangkat nya." tanya emak.
"Berangkatnya jam delapan Mak, tapi dari rumah setengah tujuh." jawab kak Syahril.
"Oh gitu ya " ucap emak lirih.
__ADS_1
"Iya Mak, makmyang sabar dan do'akan Mimi supaya Mimi berhasil dengan cita-cita nya." ucap kak Syahril yang seakan tak ada rasa sedih di hati emaknya Mimi.
"Iya Mak selalu mendo'akannya." jawab emak. "Makasih ya Riil." ucap Mak kembali.
"Sama-sama Mak." jawab Syahril.
Mimi mengantar kak Syahril sampe tangga bawah dannmimi menyalaminya serta mencium tangan nya.
"Hati-hati kak," ucap Mimi.
"Iya adek langsung tidur ya." jawab kak Syahril dengan mengelus rambut panjang milik Mimi.
"Iya." ucap Mimi.
"Yaudah kakak pulang dulu assalamualaikum." pamitnya Syahril.
"Waalaikum salam." jawab Mimi.
Setelah kak Syahril pergi dan mobil nya sudah tak kelihatan Mimi segera naik ke atas.
Mimi kembali berkumpul dengan keluarganya.
"Itu koper siapa Mi?" tanya emak.
"Oh ini koper Mimi Mak, tadi kak Syahril belikan buat Mimi." jawab Mimi seraya !mengambil koper dan ingin mengeluarkan belanjaannya tadi.
Setelah koper terbuka Mimi mengambil pakaian buat adik-adiknya dan Mimi langsung menyerahkan kepada orang tua mereka masing-masing.
Mimi membawa koper nya kedalam kamar dan Mimi kembali menyusun pakaian-pakaian yang akan dibawanya. Pakaian yangbtelahnmimi masukkan kedalam tas sebelumnya Mimi bongkar lagi dan Mimi pilih kembali.
Mimi melihat pakaian hasil belanjaannya tadi namun Mimi melihat pakaian yang dibelinya menjadi banyak.
"Perasaan tadi beli ndak sebanyak ini, kenapa jadi berlebih ginjal." gumam Mimi dan Mimi lihat satu-persatu pakaian tersebut.
Mimi mengingat kembali kalau pakaian satu kantong adalah pakaian yang dilihatnya dan dikembalikan kembali ke tempatnya.
"Loh inikan baju, celana, blazer dan outer yang ndaknjadi Mimi ambil, Kom ada di dalam koper." gumam Mimi.
"Apa jangan-jangan.." ucap Mimi terputus sendiri ketika dia !wnebak kalau itu pasti kerjaan Syahril.
"Jangan-jangan apa Mi?" tanya emak yang ternyata sudah berada di belakang Mimi...
"Eh Mak, ini Mak tadi Mimi beli beberapa baju yang diskon, terus ada baju yang Mimi lihat namun walau did iskon teg mahal jadi Mimi ndak jadi ambil tali ternyata baju itu ada di dalam koper ini." terang Mimi.
"Terus maksud Mimi apa?" tanya emak kembali.
"Ya jangan-jangan kak Syahril yang pelukannya, soal
nya tadi dia menyuruh Mimi ambil tapi Mimi bilang kalau harga nya masih mahal dan mi!i cadi yang agak murahan dikit." ucap Mimi.
"Bagus baju-bajunya dan harganya juga mahal." ucap emak
"Iya Mak makkanya tadi Mimi ndak jadi beli." jawab emak
"Apa semua ini Syahril yang beli Mi?" tanya emak.
"Kaalqj yang itu iya Mak, tapi kalau ini Mimi sendiri beli pakek dukt tabungan Mimi." jawab Mimi dengan menunjukkan baju-baju yang dibelinya dan yang di beli kak Syahril.
"Begitu banyak Syahril membelikan Mimi selama ini, begitu banyak juga kita memakan budinya Mi." ucap emak yang duduk di samping Mimi.
"Iya mak, Mimi sudah sering menolaknya tapi Mak tau sendiri kak Syahril gimana, apa yang dia lakukan tidak bisa di tolak. Seperti ini jilbab dan accesoris nya sw!ya dia yang pilih dan beli Mak." ucap Mimi.
"Miming tidak tau harus bayar kebaikannya dengan apa Mak," ucap Mimi lagi dengan jujur.
"Cukup bayar dengan jaga kepercayaan nya Mi." jawab e!ak sa!bil mengelus pumdak Mimi.
"Iya Mak insya Allah, Mimi akan menjaga diri Mimi, menjaga hati Mimi untuk dia." jawab Mimi dengan memeluk mamaknya.
"Iya nak, jaga hati dan kepercayaan yang diberikannya, lihatlah dia tahan memperjuangkan cita-cita Mimi, dia juga ada datang ke rumah, dia menjelaskan segalanya sama Mak, bapak, BI Ida, Om Yan dan pakdo, dia begitu tulus menyayangi dan!mencintai Mimi, jagalah diri Mimi buatnya nak." ucap emak.
"Iya Mak, Mimi akan menjaga semuanya. oh ya !ak ini tadi Mi!i juga ada beli buat Mak, bapak, dan Ari. Nah ini buat Om Yan, Bi Ida, bicik, Pakcik, pakngah, Bingah dan Tante." ucap Mimi dengan mengeluarkan kantong yang berisi pakaian buat keluarganya.
"Makasih nak." ucap Mak.
"Mak cuma berpesan jaga diri baik-baik, jaga kesehatan disana nanti, Mak dan bapak berupaya lebihngiat lagi disini untuk biaya Mimi disana." ucap emak dengan meneteskan air mata.
"Iya Mak, Mimi juga banyak terimakasih sama Mak, bapak dan yang lain. Insya Allah Mimi akan buktikan kepada orang-orang yang menghina kita." ucap Mimi dengan penuh keyakinan.
"iya nak, yaudah ayok Mak bantu. Apa semua baju ini mau dibawa?" tanya Mak.
"Emm yang ini ndak Mak, nanti Mak tolong bawa balik ya." ucap Mimi.
"Iya, berkas-berkas nya masukkan kedalam koper saja." jawab ak mengingatkan.
"Iya Mak." ucap Mimi,jadilah malam ini anak dan Mak menyusun pakaian bersama sambil mengenang masa kecil Mimi dahulu.
-----tbc-----
__ADS_1