DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Back to School


__ADS_3

Setelah selesai makan Syahril berpamitan pulang tak lupa pula Mimi memberikan buah tangan untuk orang tua Syahril, walau buah tangan berupa pisang dan kelapa dan tak lupa pula Mimi memberikan keripik pisang yang di buat oleh emaknya.


"Mak, Nyai, sayo pulang dulu." Pamit Syahril sambil menyalami emak dan Nyai dan menciumi punggung tangan emak dan juga Nyai.


"Oh iyolah makasih sebelumnya ya Rill." Jawab emak dan menerima salaman emak.


"Mi, ambil yang ada dalam sangkek tu!" ucap mak mentitahkan Mimi untuk mengambil kresek yang telah Disiapkannya tanpa menjawab mili langsung mengambilnya.


"Nah Riil, ini buat orang di rumah Syahril, maaf cuma ini yang ada." ucap mak lagi dan memberikan kresek tersebut.


"Makasih mak, Syahril jadi dapat oleh-oleh." gurau nya. "Kalau gitu Syahril pulang dulu, assalamu'alaikum." lanjutnya.


Mimi pun mengantar Syahril sampai bawah dan tak lupa kebiasaan Mimi yang menyalaminya dan mencium punggung tangannya.


"Kakak pulang dulu ya?" Ucapnya sambil tersenyum dan mengelus rambut Mimi.


"Iya kak, makasih ya hati-hati." Jawab Mimi Syahril pun masuk ke dalam mobil dan segera menstarter mobilnya dan sebelum melakukan mobil sekali lagi Syahril mengucapkan salam.


"Assalamualaikum." ucapnya dan memundurkan kendaraannya untuk memutar arah,setelah berputar arah Syahril membunyikan klakson tanda dia akan segera pergi.


"Tiiit.."


"Iya hati-hati." sahut Mimi dengan senyuman setelah mobil telah berbelok arah dan tak tampak lagi Mimi segera naik rumah.


***


Rona langit yang telah berubah dari warna jingga ke warna gelap dan hanya tampak sedikit cahaya kerlipan bintang menghiasinya dan pantulan-pantulan lampu setiap rumah warga.


Mimi beserta keluarga seperti biasa berkumpul di ruang keluarga / ruang tengah hanya sekedar bercengkerama dan menonton tv. Karena hari telah mulai larut dan rasa kantuk telah mulai menyerang Mimi sekeluarga kembali ke bilik masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh.


Terdengar sayup suara adzan mnadandakan muadzin membangunkan para kaum muslimin dan muslimah untuk segera menjalankan perintah illahi.


Karena hari ini adalah pertama masuk ke sekolah Mimi tidak membawa buku pelajaran dia hanya membawa sling bag nya yang berisi 1buah buku dan pena.


Sebelum berangkat ke sekolah Mimi menghampiri sahabatnya terlebih dahulu setelah Di'ah bersiap mereka berdua bersiap menapakkan kaki sepanjang jalan menuju gedung ilmu.


Tiap hari Mimi selalu pergi dan pulang bersama Di'ah semenjak SD hingga saat ini mereka telah duduk di jenjang pendidikan sekolah menengah atas, kadang banyak terdengar cibiran orang mengatakan bahwa kami berdua tidak memiliki teman hanya karena selalu jalan kemana pun berdua.

__ADS_1


Kami berdua tak pernah menggubris cibiran tersebut, walaupun kami selalu berjalan berdua bukan berarti kami takemiliki teman. Apa lagi diriku orangnya cuek tak menghiraukan omongan tersebut.


Bagiku buat apa banyak teman kalau hanya berteman disaat kita senang saja namun pergi disaat kita berduka.


Mimi banyak memiliki teman laki-laki dari pada perempuan, entah kenapa Mimi lebih nyaman berteman dengan laki-laki dari pada perempuan.


Sesampainya di gerbang sekolah sangat membara menuntut ilmu kembali menggelora. Tak hanya untuk semangat belajar saja yang pastinya semangat bisa bertemu dengan teman-teman dan yang terutama semangat ketemu do'i pastinya.


"Welcome back to school." Ucap ku dengan Di'ah serentak ketika bertemu dengan teman-teman ku si biang rusuh.


"Welcome back to school too." sagita si biang rusuh.


Kami pun berjalan menelusuri koridor-koridor sekolah menuju kantin.


"Wah rindu nih tekwan mang Udin." Ucap Emma menggebu.


"Iya aku juga." Ucap Manda.


"Kalau gitu Ayoo kita serbu.." ucapku dan di sahuti dengan gelak tawa mereka.


"Come on lestari go girl." jawab Emma dengan mengangkat tangannya.


Sesampainya kantin kami lihat gerobak tekwan mang Udin telah stay di sana dan telah di kerubuti oleh anak-anak yang mungkin juga merindukan tekwan ya.


Rombongan ku ikut mengantri karena ramainya siswa-siswi yang telah bergerombolan di sisi kiri kananang Udin.


Karena ramai kami pun berbagi tugas sebagian dari kami mengantri untuk memesan dan sebagian mencari tempat duduk. Aku, Emma dan Di'ah mendapatkan giliran mengantri sedangkan Manda, Sila dan Novi mencari kursi kosong untuk kami makan nanti.


Mang Udin berjualan dengan herobaknya tanpa ada yang membantu sehingga kadang dia kualahan melayani siswa-siswi bila sedang ramai gini.


Aku yang sedang asik mengantri tak tau jika rombongan kak Syahril juga sudah berada di kantin dan ternyata dia juga telah berada di belakang ku.


Aku lihat sesudah sedikit lengang di sekitarang Udin, akupun mendekat ke mang Udin dan segera memesan.


"Mang tekwan pakek mie seperti apa biasa ya 6." ucapku kepada mang Udin dan di jawab dengan anggukan dan jempol oleh nya.


"Sekalian mang buat kami ya seperti biasa." Ucap seseorang di belakang ku dengan suara yang sangat familiar siapa lagi kalau bukan Syahril.

__ADS_1


Aku yang mendengar suaranya sontak menghadap kebelakang.


"Eh kak, sejak kapan ada di belakang Mimi." tanya ku.


"Sejak orang yang hanya fokus mengantri dengan mata selalu menghadap ke hp." Sindirnya.


"Hehe maaf Mimi kan dak tau kalau kakak ada disini." Ucap ku dan langsung memasukan hp kedalam sling bag.


"Lah Emma sama Di'ah kemana?" Tanya ku ketika melihat dua teman ku sudah tak berada di belakangku.


"Mereka lagi pesan minuman disebelah." Jawabnya dan aku pun melihat ke kedai sebelah tapi tak terlihat dua temanku itu.


"Ndak ada." Gumam ku.


"Tuh di sana sedang bawakan minuman ke tempat duduk di bawah pohon mangga." Ucapnya dan aku pun seraya mengikuti arahan tangannya dan mereka ternyata sudah pada ngumpul di sana.


"Lagi apa tadi dek asik bener mandangin hp pakek senyum-senyum segala sampai-sampai kakak di belakang tak dihiraukan." Ucapnya.


"Eh.. Oh tadi lagi baca novel kak dari pada suntuk nunggu antrian lebih baik kan sbil baca-baca novel." Jawab Mimi.


Tak lama pesanan ku dan kak syahril telah siap dan kak Syahril pun memanggil teman-temannya untuk mengambil makanan kami.


"Hay guys nih dah siap nih tolong jemput." ucapnya kepada teman-teman nya yang sedang asik bercengkrama dan tak la mereka pun datang, disaat diriku alanemanghil teman-teman ku kak Syahril tak mengizinkan.


"Ndak usah biar nanti di bawakan saya mereka." Ucapnya dan tak hayalereka pun mebawa satu persatu pesanan ku dan teman-temanku menuju ke bawah pohon mangga.


Setelah semua makanan sampai kami pun melahapnya sambil Senda gurau dan bercerita dimasa-masa liburan.


**


Assalamualaikum selat siang sobat dokter jantungku, makasih yang masih setia di dokter jantungku. mohon maaf sebelumnya jika jarang up karena authore nyambi memperbaiki kata-kata di bab-bab sebelumnya.


JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN DAN JEJAKNYA YA GUYS


VOTE


RATE

__ADS_1


LIKE


KOMEN


__ADS_2