
Lima orang lelaki tampan yang berada di pulau Jawa sedang memeriksa jawaban-jawaban dari peserta bimbel yang mereka adakan. Satu persatu mereka periksa berharap Bika ada disalah satu peserta tersebut adalah gadis yang sedang di tunggu oleh salah satu cowok tersebut.
"Gimana apa udah kamu periksa Dil?" tanya sahabat1
Oh ya nama si mahasiswa yang sedang terpesona akan gadis sumatra itu adalah Dilla begitulah sahabat-sahabatnya memanggilnya.
"Masih sama tidak ada." jawabnya.
"Sabar bro, untuk kedepannya kita masukkan syarat akhir nya masukkan foto terbaru." ucap sahabat3 dengan !memberikan usul.
"Betul tuh." sahut sahabat 2.
"Emm atau jangan-jangan dia nggak ikutan bimbel ini bro." ucap sahabat3.
"Hemm entahlah." jawabnya.
"Yaudah yok kita masuk kelas hari ini dosen killer masuk." ucap sahabat4.
"Ayoo, oh ya tugas dari dosen killer dah pada di buat nggak nih?" tanya sahabat1
"Udah dong." jawab keempat cowok tersebut dan mereka pun menuju k eruang kelas mereka.
Disepanjang jalan setiap berpapasan dengan cewek-cewek selalu kehebohan yang terdengar karena pesona mereka berlima. Para cewek berlomba-lomba mencari perhatian mereka namun tak sedikit pun mereka tergoda akan penampilan yang di tampilkan para cewek-cewek tersebut.
Di pulau sumatra Mimi sedang berupaya menyelesaikan soal-soal modul bimbel nya dengan secepatnya karena waktu yang diberikan tak lama.
Mimi selalu membawa modul-modul tersebut kesekolah dan Mimi setiap jam istirahat dia selalu pergi ke perpustakaan untuk mengisi setiap soal-soal bimbel nya.
keluarga darinkak Rudi pun telah mengadakan unduh mantu untuk kak Rani dan kak Rudi tak kalah ramainya undangan di acara unduh mantu ini, karena ini keluarga besar kak Rudi dan rekan kerja kedua orang tua dan keluarga pada datang.
Setelah acara unduh mantu Minggu depannya mereka akan segera berangkat ke kota pedang karena telah tiba aktivitas perkuliahan mereka. Sebelum mereka pergi kami semua berkumpul kembali untuk perpisahan.
Semenjak kak Syahril tak lagi bersekolah di SMU ini Mimi merasa hari-harinya hampa, yang biasa setiap jam istirahat bahkan tiap harinya mereka selalu bertemu dan setelah mereka lulus Mimi kembali kepada sahabatnya seperti sebelum dia mengenal kak Syahril.
Mimi selalu mengisi waktu kosongnya di perpustakaan dan semenjak tak lagi selalu bersama kak Syahril disekolahkan ini banyak cowok yang selalu berusaha mendekat ke Mimi namun Mimi adalah Mimi yang tak memperdulikan para cowok yang mendekati dirinya sehingga mereka selalu beranggapan kalau Mimi orang yang sombong apa lagi anak-anak baru.
Beberapa hari Mimi mengerjakan soal-soal bimbel nya da akhirnya tugas itu pun selesai, Mimi segera memfotocopy persyaratan tiap awal semester berupa memfotocopy raport hasil ujian semester nya.
Sebelum Mimi kirim balik tugas-tugas tersebut Mimi memeriksa kembali takut-takut tertukar karena Mimi mengikuti dua bimbel yang satu bimbel Widya gama dan yang satu Widya persada.
Setelah semua sesuai dengan tujuannya dan SE!ua persyaratan juga telah di masukkan Mimi masukkan semua lembaran jawaban masing-masing kedalam stopmap dan Mimi akan mengirimnya sepulang sekolah.
Sebelum kak Syahril berangkat ke kota pedang kak Syahril msih mengantar jemput Mimi. Sepulang sekolah Mimi meminta kak syahril mengantarnya ke kantor pos dan kak Syahril pun menyetujui nya.
***
Malam minngu ini adalah malam Minggu terakhir Mimi bisa pergi bersama kak Syahril karena esok pagi mereka akan berangkat ke kota pedang.
Malam Minggu ini kami semua jalan menikmati malam di pinggiran sungai Batang hari di!Anna lagi kalau bukan di ancolnya Jambi. Kami sengaja pergi ke ancolnya lewat jembatan perindustrian Gentala Arasy.
Malam yang terang akan sinar rembulan dengan lampu kerlap kerlip sepanjang jembatan dan biasanya kami lengkap kali ini kurang satu yaitu tiada Manda di rombongan kami kali ini.
Seperti biasa Mimi dan kak Syahril berjalan di paling belakang, Syahril selalu menggandeng tangan Mimi dan sekali-kali dia akan merangkul Mimi, di pertengahan jembatan Syahril memberhentikan langkahnya.
"Dek, tak terasa ini malam Minggu kita terakhir dan mungkin bisa kita jallan lagi beberapa bulan kemudian " ucapnya sembari berdiri menghadap arah sungai pinggir tiang jembatan.
"Iya kak." ucap Mimi kali ini Mimi tak banyak bicara karena Mimi merasa tak sanggup bila lama tak melihat sang kekasih kelak
"Adek hati-hati ya, jaga diri baik-baik karena kakak tak bisa anatr jemput adek lagi." ucapnya Mimi hanya diam.
"Adek mau ndak berjanji untuk menjaga hati adek buat kakak." ucapnya sembari melihat kearah Mimi dan memegang kedua tangan Mimi.
"Insya Allah." jawab Mimi.
"Kakak berjanji sama adek sampai kapan pun hati kakak tetap milik adek." ucapnya.
"Gimana kalau kita tak berjodoh." tanya Mimi tiba-tiba karena mengingat kak Syahril yang telah dijodohkan.
"Kakak selalu berdoa di setiap sholat dan sepertiga malam kakak kalau kakak hanya ingin jodoh kakak adalah adek." ucapnya.
"Bagaimana kedepannya nanti hati kakak hanya buat adek hingga nyawa ini lepas dari raga kakak." ucapnya lagi.
Mimi yang mendengar itu tak kuasa menahan air matanya sehingga lolos lah air mata itu, Syahril yang melihat nya langsung memeluk Mimi erat.
"Kakak hanya menginginkan adek sampai kapanpun hati kakak hanya untuk adek, itulah janji kakak." ucapnya dengan suara parau menahan Isak tangisnya juga.
"kakak sangat menyayangi dan mencintai adek." ucapnya dan melepaskan pelukannya dan menatap ke wajah Mimi, dihisapnya air mata dengan jari jempolnya.
__ADS_1
"Mimi berjanji akan selalu menjaga hati mimi sampai kakak sendiri yang akan melepaskannya." jawab Mimi.
"Ini kakak ada sesuatu buat adek." ucapnya dengan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
Diambilnya sebuah kotak yang berada di saku celana dan dia membukanya.
"Ini buat adek." ucapnya sembari mengeluarkan isi dari dalam kotak tersebut.
Dikeluarkannya sebuah kalung emas putih berliontin love denga. batu permata biru, di kalunginya keleher Mimi dan tak hanya kalung Syahril juga membuka satu kotak lagi yang mana dalam kotak tersebut ada sepasang cincin.
Syahril mengambil satu cincin dan dimasukkan nya kedalam jari manis Mimi dan dia juga meminta Mimi untuk !memasukkan satu cincin lagi ke jarinya.
"Emm ini maksudnya apa kak?" tanya mi!k tidak mengerti dengan permintaannya yang meminta mi!i juga memasukkan cincin ke jarinya.
"Tidak ada maksud apa-apa dek, kakak hanya ingin kita saling mengingat bahwa dengan. melihat cincin ini kita bisa mengingat akan hati kita ini buat siapa." ucapnya.
"Maaf bukan maksud kakak untuk mengikat adek, kalau untuk mengikat adek nanti kalau kita sama-sama sudah !mendapatkan gelar cita-cita kita." ucapnya lagi.
"Ayo masukkan cincin ini dijari kakak, di dalam cincin ini terukir nama kita berdua." ucapnya lagi dan mimipun !mengambil cincin tersebut dan memasangkannya di jarinkal Syahril.
"Makasih sayang." ucapnya dengan !mencium tangan Mimi yang tersemat cincin darinya.
"Malam ini di jembatan gentala ini yang menjadi saksi ketulusan cinta kita." ucapnya lagi sembari memegang tangan Mimi
"Ayo kita susul yang lain." ucapnya dengan. merangkul Mimi.
Sesampainya di pinggiran ancolnya jambi kami memesan mie ayam bakso ada juga yang memesan ayam geprek, kami !menyantap nya dengan berpasangan kecuali kak Andri.
"Ndri, Lo gak segera cari oengganti Manda?" tanya Arfan.
"Gak kepikiran gue." ucapnya ketus.
"Move on lah bro dia aja udah langsung dapat." ucap Rendi
"Entar aja cari anak Minang." jawab nya asal.
Malam Minggu ini pun kami lalui suka cita karena maalam Minggu ini juga merupakan malam perpisahan kami dengan. mereka ya g akan pergi melanjutkan studinya di ranah Minang kota pedang.
"Udah malam kota pulang yuk." ajak bang Idho.
"Ah iya ndak terasa waktu terus berjalan aja." ucap kak Rendi.
***
Pagi hari kak Syahril sudah berada di rumah Mimi bersama yang lain, mereka akan berpamitan kepada pakcik, bicik dan nyai.
"Assalamualaikum." ucap mereka.
"Waalaikum salam " jawab kami serentak. Yah Mimi dan teman-temannya sedang duduk santai di teras rumahnya.
"Naik kak, ucap Mimi sembari mencium punggung tangan kak Syahril.
"Mana Pakcik, bicik dan nyai dek?" tanya nya setelah duduk di kursi teras.
"Ada kak di dalam. Apa kakak akaan berangkat sekarang?" tanya Mimi dengan raut wajah yang sedih.
"Iya kakak akan berangkat jam sembilan pagi ini." jawabnya dengan tatapan sendu.
"Bentar Mimi panggilkan mereka." ucap Mimi dan beranjak akan !asuk kedalam rumah namun di tahan sama kak Syahril.
"Ndak usah biar Kakak yang !menghampiri mereka di dalam. Ayo kita masuk." ajaknya dan kami semua pun masuk.
Sesampainya didalam syahril pun langsung menyalami Pakcik, Bicik dan Nyai dan dia pun mengutarakan maksudnya.
"Pakcik,Bicik, Nyai Aril kesini mau pamit karena ariil harimomi berangkat ke kota pedang." ucapnya.
"Apa sudah dimulai perkuliahannya Riil?" tanya Pakcik
"Iya Cik hari Senin sudah di mulai." jawab Syahril.
"Kalau gitu hati-hati di tempat orang, jaga sikap dan perangai." ucap Nyai dengan nasihatnya.
"Iya Nyai, terimakasih." jawabnya
"Jam berapa berangkatnya Riil?" tanya bicik.
"Jam sembilan ini cik." jawabnya.
__ADS_1
"Oh dak lama lagi in sudah jam setengah sembilan." ucap bicik.
"Iyo cik, kalau gitu kami pamit cik." ucapnya sembari menyalami dan mencium pungung tangan mereka masing-masing.
Setelah berpamitan mereka pun pulang dan sebelum dia turun dia memeluk erat tubuh Mimi dengan derai air mata begitu pula dengan Mimi yang tak bisa menahan air matanya.
"Adek hati-hati jaga diri ha " ucapnya dengan menghapus air mata Mimi.
Mimi tak kuasa untuk berucap Mimi hanya mengangguk kan kepalanya, dia berusaha kuat untuk menjalani hubungan jarak jauh kelak.
"Kakak berangkat ya, assalamualaikum" pamitnya.
"Waalaikum salam, hati-hati kak." jawab Mimi dan kak syahril serta yang lain pun pergi dari rumah Mimi.
Kepergian kak Syahril hari-hari Mimi terasa sunyi walau kak Syahril selalu bersabar via video call tiap harinya. Jika disekolah pun Mimi selalu mengisi jam istirahatnya di perpustakaan.
Minggu berganti bulan dan di kelas tiga ini kegiatan Mimi pun semakin banyak menjelang ujian semester, Mimi selalu belajar dan belajar agar bisa mencapai target nilai yang memuaskan.
Ujian semester pun tiba Mimi dan yang lain menjalani ujian ini dengan baik, hingga tak terasa ujian pun berakhir.
"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga ujiannya." ucap Emma.
"Iya Ma, alhamdulillah." jawab Mimi.
"Semoga nilai kita nanti bagus-bagus ya?" ucap Novi.
"Aamiin." jawab kami semua.
"Emm dah lama kota ndak makan bakso, kota ngebakso yok." ajak Sila.
"Iya sudah lama kita ndaknkumpul di warung bakso langganan " ucap Di'ah.
"Manda ikut kami ndak?" Tanya Emma.
"Kayaknya Manda ndak bisa ikut kita MA, tuh lihat saja sudah ada yang nungguin " ucap Novi.
"Ooo" jawab Emma.
Yah semenjak Manda menjalin hubungan dengan bang Fadli dia jarang ikut kumpul bersama kami semua, apa lagi kalau hari Jumat dan sabtu bang Fadli selalu berada di Jambi.
Kami semua melakukan langkah kaki kami !enunu warung bakso langganan kami dan sesampainya di sana kami langsung memesan bakso dan kamipun langsung duduk di !meja te lat yang biasa kami duduki.
Kami menyantap bakso dan sambil bersenda gurau dan tak lama muncullah duo sejoli yang sedang dimabuk asmara siapa lagi kalau bukan Manda dan bang Fadli ternyata mereka juga hendak makan bakso disini juga.
Kami semua berlagak seolah ndak lihat dan Manda pun tak ada sedikit pun berniat untuk menegur kami. Setelah selesai makan kami langsung membayar bakso kami dan kami pun pulang kerumah masing-masing.
Dipulau Jawa kelima cowok tersebut mengisi waktu kosong mereka dengan memeriksa jawaban dari modul bimbel dengan teliti dan setelah semua rampung mereka dan panitia yang lain segera memasukkan lebar kertas hasil nilai nya beserta modul-modul berisi soal-soal kembali untuk dikirim! ke alamat masing-masing peserta.
Kali ini mereka !e!masukkan syarat akhir dengan menyelipkan syarat pas foto terbaru. Setelah semua terkirim maka tugas mereka kini lengang sambil menunggu kembali jawaban-jawaban dari para peserta.
"Semoga kali ini Lo bisa melihat wajah gadis itu bro." ucap sang sahabat1.
"Iya aku juga penasaran bagaimana wajah gadis yang telah !e!porak porandakan hati si kutub." ejek si sahabat2.
"Sama aku juga penasaran sampe bertahun-tahun dia mengecek data-data ndak juga ketemu." sahut sahabat 3.
"Ya kita doakan aja misi kali ini berhasil." ucap sahabat4.
"Aamin" ucap mereka semua.
Dalam benak si Dillah ini penuh harap semoga gadis yang di dambanya masuk dalam peserta bimbel ini dan dia juga berharap semoga gadis pujaan hatinya kelak juga akan berkuliah di universitas ini sukur-sukur gadis pujaan hatinya bisa mendapatkan beasiswa atau minimal sebagai mahasiswa undangan.
"Semoga kau termasuk di salah satu target beasiswa dan mahasiswa undangan di universitas ini, amiin." doanya dalam hati.
Assalamualaikum alhamdulillah bisa up lagi semoga berkesan di hati para riders.
Jangan lupa terus beri dukungannya ya dan tinggalkan jejak kalian berupa
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
TERIMAKASIH