DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
227


__ADS_3

Ujian dilaksanakan pada Mahasiswa dengan suka cita, ujian hari ini tidak sepenat ujian Minggu lalu.


Pagi-pagi Mimi dan ketiga sahabatnya berjalan menelusuri bebeap lorong untuk !menuju gerbang samping kampus.


Sesampainya kampus Mimi dan ketiga sahabat tak langsung pergi ke kelas mereka melainkan langsung ke antin Bu ruminah untuk menitipkan kue.


"Assalamualaikum ibu." ucap Mimi.


"Assalamualaikum Bu Rumi." ucap ketiga sahabatnya


"Waalaikum salam." jawab bu Ruminah dan berhenti sejenak dari menyusun piring di dalam kantinnya.


"Wah kalian ternyata, kangen ibu nggaknlihatbkalian swla!a seminggu ini " ucap Bu Ruminah.


"Hehee sama Bu, Fia juga kangen dengan moe ayam baksonya Bu Rumi.'' jawab Selfia dengan bercanda.


"Ckk kamu nih Fi, kangen sa!a mie ayam baksonya aja." komentar Muthia.


"Lah emang iya kok, ya nggak bu. Daripada kamu " ucap Selfia dan Bu Ruminah jantan tersenyum akan candaan mereka.


"Yeee siapa bilang aku nggak kangen, aku juga kangen kok SMA SOP dagingnya Bu Ruminah di tambah pentol bakso dan cabe yang pedas hmm yummy." ucap Muthia dengan membayangkan SOP daging olis pentol bakso pedas.


Bugh Selfia memukul serbet yang dia pegang ke badan Muthia yang tengah berhayal.


"ISS Fia, ganggu aja. Bu adakan SOP daging hari Ini?" tanya Muthia.


"Ada. Mau ibu buatkan?" tanya Bu Ruminah.


"Emmm boleh buk mumpung masih ada waktu. Daripada nanti ndak konsen ngisi soal." jawab Muthia yang langsung duduk di bangku yang tak jauh dari Kangin Bu Ruminah.


"Eh Fia juga bu, mie ayam bakso tapimkasih dikit tetelan dagingnya ya Bu." ucap Fia.


"Rebes lah." ucap Bu Ruminah dengan senyum.


"Mimi ma Irma mau pakek apa?" tanya Bu Ruminah.


"Sama dengan Muthia Bu, cuma pakek In Mi dikit ya." ucap Mimi.


"Irma juga Bu." sahut Irma.


"Oke tunggu bentar ya." jawab bu Ruminah.


"Oh ha Mi, buat berapa hari ini?" tanya bu Ruminah pada Mimi yang masih menata kue-kue nya.


"Hari ini lebih dari biasa Bu, tali besok mungkin ya seperti biasa atau mungkin bisa kurang." jawab Mimi.


"Hmm iya nggak apa, soalnya banyak yang nanya. Terus kemarin ada ibu-ibu yang pernah pesan itu dia juga nanyain kue Mimi. Ibu nggak berani ambil karena ibu tau Mimi pasti sedang sibuk-sibuknya kemaren " jawab bu Ruminah dengan tangan yang terus meracik pesanan Mimi dan teman-temannya.


"Emm iya Bu, mungkin waktu libur aja Mimi bisa ambil Bu. Ya seperti biasa liburan kali ini Mimi ndak pulang." ucap Mimi.


"Emm Mi,." panggil ibu.


"Iya Bu." jawab Mimi.


"Kalau libur kan otomatis ibu juga libur. Kalau Mimi pas liburan banyak pesanan boleh nggak ibu bantu-bantu Mimi ya setidaknya ada juga pemasukan buat ibu Dala! sebulan itu." ucap Bu Ruminah.


"Emm boleh bh, Mimi malah senang. Tapi nanti kalau dah ada list pesanan nya baru Mimi kabari ibu ya." jawab Mimi dengan senyum


"Iya Mi, makasih." jawab bu Ruminah dengan tangan yang masih beraktifitas menaruh pesanan Mimk dan yang lainnya ke atas nampan.


"Sini Bu, Mimi bantu." ucap Mimi dengan mengambil satu nampan dan di bawa ke meja di mana ketiga sahabatnya sudah duduk.


Hari ini menjelang ujian pertama ujian tertulis mereka sarapan double, sarapan kue olus sarapan berat untuk mengisi daya.


Taknlaama 3 SDR oun bergabung dengan Mimi dan ketiga sahabatnya.


"Makan sendiri aja." sindir Riko.


"Eh yank, hehe sorry." jawab Irma kaget.


"Ehem, dah yank yank aja nih." ejek Selfia.


"Ye biarin dari pada kamu masih aja jalan di tempat." sindir Muthia.


"Yah Muth, nggak apa lah jalan ditempat dari pada di tinggal pergi tanpa kabar." ucap Selfia yang berniat !menyinggung Muthia namun tanpa disadari dirinya juga !menyinggung Mimi.


Muthia memelototi Selfia dengan ucapannya, Selfia yang!melihat Muthia memelototi dirinya dengan bola mata yang e!ang sudah besar menjadi besar pun mendadak diam, dia mencerna akan apa yang di ucapkan barusan.


Selfia melihat ke arah Mimi yang hanya diam dengan menyantap SOP daging pentol bakso sedikit mie nya. Selfia menghelakan nafasnya dan menepuk mulutnya.


Semua teman Mimi melihat ke arah Mimi yang sedang menikmati SOP dagingnya dengan tenang tanpa bicara, atau pun melihat ke arah mereka.


Para sahabat !menjadi berasumsi sendiri, mereka takut kalau Mimi tersinggung akan ucapan Selfia. Begitu pula dengan Selfia yang terlihat sangat merasa bersalah.


"Mi ." panggil Selfia, Mimk belum menggubrisnya.


Bukan Mimi tidak mendengar maupun merasa tersinggung, namun apa yang dikatakan Selfia ada benarnya. Maka dari itu dia lebih baik diam untuk menetralkan perasaannya. Mimi hanya ingin melupakan sejenak tentang percintaannya, dia ingin fokus ke ujiannya.


"Mi.." panggul Selfia dengan nada sedih karena merasa bersalah.


"Iya Fi, ada apa?" tanya Mimi dengan tersenyum.


"Maaf." ucap Selfia.


"Maaf kenapa?" tanya Mimi seolah tidak ada yang terjadi.


"Suerrrr deh Fia nggak maksud nyinggung Mimi, Fia hanya mengejek Muthia kok sueerr deh." ucap Selfia dengan menunjukkan kedua jarinya.Mimi hanya tersenyum.


"Mimi marah ya sama Fia." ucap Selfia.


"Maafin Fia ya?" ucap Selfia dengan menautkan kedua tangannya ke kedua tangan Mimi.


"Kenapa Mimi harus marah Fi?" tanya Mimi.

__ADS_1


"Ya karena ucapan Fia barusan." ucap Fia.


"Udahlah, ayo kita ke kelas nanti telah lagi." ajak Mimi kepada mereka tak lupa membayar makanan na terle uh dahulu.


Mereka semua berjalan menuju kelas mereka yang tak jauh dari Kangin Bu Ruminah. Selfia masih berusaha meminta maaf kepada Mimi sambil berjalan.


"Mi,,"panggil Selfia.


"Apa lagi Fia." jawab Mimi.


"Maaf." ucap nya.


"Nggak ada yang harus dimaafin Fi, Mimi nggak merasa Fia buat salah kok, so its ok lah. Dah ayo buruan lihat tuh dosennya dahnjalan menuju kelas." ucap Mimi sembari meenunjuk ke arah koridor seberang yang mana pada dosen telah berjalan menuju kelas-kelas masing-masing.


Mereka berjalan cepat agar cepat sampai masuk kelas, karena dosen yang mengawasi ujian mereka hatinini adalah dosen siperfeksionis.


Ujian hari ini berjalan dengan lancar, sehabis ujian pun mereka langsung pulang.


Sampe kosan seperti biasa mimimmulai menyicil membuat kue khusunya yang panggang karena lebih tahan lama.


Mimi sambil mengadon bahan sambil pula membaca buku yang berada tak jauh dari duduknya.


"Mi, emang bisa masuk belajea seperti itu?" tanya Irma.


"Emm bisa." jawab Mimi.


"Gimana cara nya?" tanya Selfia yang ingin tau.


"Niat paling utama." jawab Mimi dengan senyum.


"Hmm niat sih emang harus Mi, tapi kita dari tadi kok nggak ada yang nyangkut ya? malah kue yang udah matang yang nyangkut di mulut." ucap Muthia dengan mengambil satu kue.


"Heleh itu dasar nya kamu Muth, maunya ngunyah mulu." sungut Selfia.


"Bisa kok, kalau niaat kalian ingin belajar. Nih caranya saat ada celah kalian baca dan terus kalian resapi apa yang kalian baca, lakukan berulang-ulang membacanya terus kalian coba deh ingat. Nah sewajgunkota selesai buatnkue kita ulangi lagi. Heheee." jawab Mimi asal.


"Hmm." ucap mereka bertiga.


Kue yang di panggang pun telah selesai semua, di saat menjelang adzan Maghrib.


"Yaudah yok, mandi terus segera wudhu." ajak Mimi dan mereka pun mulai beranjak pergi ke kamar.


Mimi sudah melarang mereka agarbtak membantu nya, Mimk tidak ingin waktu belajar mereka jadi terganggu, namun mereka tidak ingin mendengarkan Mimi.


Di kantor Polda kota ini, seorang pemuda sedang duduk santai bersama sahabat seperjuangannya. Sahabat nya dulu juga ikut melanjutkan pendidikannya ke Akpol namun mereka setelah lulus hanya mengabdi beberapa bukan di kota ini dan setelah itu mereka ditugaskan di daerah-daerah lain di negara ini.


"Bro." ucap sang sahabat.


"Hmm." jawab si pemuda.


"Perasaan hari ini cerah amat wajahnya. Lagi dapatblotre atau dapat janda kembang." kelakarnya.


"Sembarangan kalau ngomong." jawab si pemuda tidak terima.


"Hmm iya bisa si bilang gitu." jawabnya.


"Wahhh dimana? cantik nggak?" ucap si sahabat.


"Cantik banget bro, dua lagi bidadari nya tapi di himpit bidadara hahaa." kelakar sahabtbyang satu angkatan lainnya.


"Kamintau juga Jo?" tanya sang sahabat kepada sahabatnya yang bernama Jordy.


"Hmm kayaknya sih, si bidadari yang itu deh. Semenjak sore itu bawaan cerah mulu." ucap IPDA Jordy.


"Waahhh, e!yang kalian kemana kok bisa ketemu bidadari itu." tanya sang sahabat.


"Emm waktu melihat istrinya komandan kemarin." jawab Jordy.


"Wah nyesel aku nggak bareng kalian." ucap sang sahabat yang bernama Rio ini.


"Kalian ini kalu mengghibahi kok tepat pada orang nya." ucap si pemuda.


"Hahaaa ghibah halal Dit." ucap Rio.


"Mana ada ghibah halal, ada-ada aja kamu. Udah ah ayo kita absen setelah itu pulang." ajak si pemuda yang tak lain adalah Adit.


"Siap komandan." ucap Rio dan Jordi.


"Heleh." jawab Adit dengan mata malas dan terus berjalan tegap ke arah luar.


Di kosan Mimi, setelah selesai sholat mereka berempat bersiap-siap karena Dimas akan mengajak !mereka makan di luar karena hari ini Dimas ulang tahun.


"Udah pada siap?" tanya Riko yang baru sampe.


"Udah." jawab Irma.


"Emm yaudah yok, berangkat sekarang biar nggak kemalana. pulang, soalnya harus belajar lagi nanti hehee." ucap Dimas.


"Yaudah ayok." ajak Irma dan yang lain.


"Emm ngomong-ngomong kita !alam dimana nih?" tanya Muthia.


"Enak nya tu ya dengan suasana alam di pinggir pantai." seru Riko.


"Yaudah kita kesana aja lagi gimana Dim?" tanya Muthia.


"Emm boleh, tapi.." jawab Dimas namun dia ragu, takut jika Mimi mengenang sang kekasih ya g tanpa kabar.


"Nggak apa, ayo.." ucap Mimi yang mengerti akan ucapan Dimas.


"Emang nggak apa Mi?" tanya Dimas.


"Iya, nggak apa. ayok lah ntar rame nggak dapat tempat dengan view yang indah." jawab Mimi.

__ADS_1


Akhirnya dengan kesepakatan bersama Mimi, mereka pun pergi ke rumah makan pinggir pantai tersebut.


Sesampainya disana kami langsung memesan makanan terlebih dahulu.


"Em kak Mimi." ucap mbak Asih.


"Ya mbak, mbak seperti biasa ya, oh ya kalian gimana?" Mimk pesan menu favorit nya dan bertanya kepada para sahabat.


"Emm aku aamajn aja Mi," sahut Dimas.


"Aku cari tempat dulu ya." ucap Dimas.


"Emm maaf mas kalau temkat di luar udah penuh." ucap mbak Asih ketika melihat Dimas hendaknmelangkah pintu samping untuk turun ke bawah.


"Yah, mbak penuh ya?" tanya Muthia.


"Iya mbak, maaf." jawab mbak Asih.


"Yah nggak bisa lihatnseburan ombak dong." ucap Muthia lirih.


"Emm di belakang aja kak, bisa juga kok lihat ombak." ucap Asih dengan menunjuk tempat yang disediakan di bagian belakang dengan suasana yang sama namun bedanya dia berada di area resto. ( miminluoa namanya hehee)


"Emm boleh juga mbak, lewat mannaa mbak?." ucap Dimas yang bertanya arah mana mereka lewat.


"Lewat samping juga bisa mas, mau lurus aja juga bisa." ucap mbak Asih menerangkan.


"Oh ok mbak." jawab Dimas yang langsung berjalan menuju arah dimana mbak Asih tunjuk tadi.


"Oh ya kak Mimi, minuman nya biasa juga ya?" tanya Asih.


"Iya mbak, kalau gitu saya kesana dulu ya?" ucap Mimi.


"Oh ya guys kalian sah pesan?" tanya Mimi pada yang lain.


"Udah Mi, ayo kita susul 3SDR ( Saridi, Dimas, Riko )" jawab Irma.


"Yaudah ayo.." ajak Mimi.


"Mari mbakmkami kesana dulu." pamit Mimi kepada mbak Asih an mbak Asih mengangguk.


Warung makan bergaya resto itulah yang bisa dinamakan warung ini. Di samping resto juga terdapat motel atau resort dengan nuansa klasik.


Disini sebenarnya menu utamanya adalah seafood, tapi juga disediakan ikan bakar, ayam bakar dengan sambal ayam geprek


Saat Mimk dan ketiga sahabatnya berjalan, dibalik kaca ada seseorang yang melihat ke arah Mimi. Terbitlah senyum yang dari semalam selalu mereka semakin merekah.


"Hey bro.. Lo kesambet?" tanya sang sahabat.


"Kayaknya gitu deh bro." ucap Jordi.


"Kacau nih anak, kesambet setan laut." ucap Rio asal.


"Ckk si alan.'' ucap Adit yang merasa terganggu dengan suara-suara dua sahabatnya.


"Emang lagi liatin siapa si?" tanya Jordi.


"Liatin nenek mu." jawab Adit


"Senyummu dek dek." Gumamnya dalam hati sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Nah parah nih anak." seru Rio.


"Dit, Dit sadar Lo." ucap Jordi dengan menggoyangkan badan Adit yang masih di mabuk kepayang.


"Ckk si alan Lo Jo, emang nya aku kenapa." ucap Adit dengan mengeplak lengan Jordi.


"Lah kami sendiri yang kenapa, senyum-senyum sendiri, pakek geleng-geleng kepala lagi. Candu Lo." ucap Jordi.


"Enak aja jaga tuhn mulut." ucap Adit tak terima.


"Hahaaa" Rio hanya ketawa lepas.


"Nah Lo lagi Yo, ketawa renyah Lo." ucap Adit.


"Ya lucu aja seorang komandan candu." ucap Rio.


"ISS kalian ini " sungut Adit.


"Dahlah ayo makan." ajak Adit ketika pesanan mereka telah terhidang.


Sedangkan Mimi dan para sahabatnya menikmati semilir nya angin malam. tanpa disengaja Mimi duduk berdua dengan Dimas di pinggir pagar penghalang.


"Emm indah ya Mi.." ucap Dimas dengan mata melihat ke arah kerlap kerlip lampu di kapal.


"Iya Dim, enak kali ya kalau tinggal di pinggiran pantai gini." ucap Mimi.


"Iya, nyaman, tenang." jawab Dimas.


Mereka berdua menikmati suasana pantai dari arah atas, dengan taburan bintang tanpa bulan sambil bercerita satu sama lain.


Saridi melihat ke arah Mimk dan Dimas hanya menatap sendu.


"Mereka sebenarnya serasi ya bang." ucap Selfia yang juga ikut memperhatikan Mimk dan Dimas.


"Hmm." Jawab Saridi.


"Nasib nasib, hanya Tia yang sorang diri." ucap Muthia melihat ke arah Selfia duduk di samping Saridi, sedangkan Irma duduk bersama Riko.


"Hahhaaaa" Irma, Selfia dan Riko ketawa tetapi tidak dengan Saridi.


"Kalian emang serasi." gumam Saridi lirih dalam hatinya.


tbc

__ADS_1


__ADS_2