
"Buruan jawab napa sih Riil!" ucap kak Rendi gemes.
"Iya, ntar sepulang dari kampus aku langsung pulang ke Jambi jemput calis ma camer." jawab kak Syahril sembari duduk di sofa sambil memakan camilan pagi yang di buat kak Reni dan kak Sinta.
"Waw beneran Riil! kakak gitu gue langsung hubungi Novi." ucap kak Rendi dengan senang dan antusias, kak Rendi langsung lari menuju kamarnya dan menghubungi sang kekasih.
"Iya." jawab kak Syahril dengan sedikit teriak.
"Nah Lo Yan, nggak hubungi Di'ah?" tanya kak Rudi.
"Hemm gue nggak yakin dengan ucapan Syahril jangan-jangan cuma ngeprank doang." ucap kak Ryan.
"Yaela Yan, sejak kapan gue bohong. Buruan sana Telpon Di'ah." seru kak Syahril sembari beranjak menuju kamar untuk mandi.
Sehabis mandi kak Syahril kembali turun ke bawah dan langsung menuju meja makan untuk sarapan.
Baru beberapa menit kak Syahril duduk muncul kak Rendi dan kak Ryan dengan muka kusut.
"Napa Lo Rend, Yan?" tanya kak Arfan.
"Iya napa kalian, kusut amat tuh muka." sahut kak Rudi.
"Halah palingan gaggal ngajak ayank embeb tu." sahut kak Andri.
"Kenapa?" tanya kak Syahril ketika kak Rendi dan kak Ryan telah duduk.
"Huh, Di'ah nggak bisa." jawab kak Ryan dan SE!ua mata beralih ke kak Rendi.
"Sama Novi juga nggak bisa." jawab kak Rendi lusa.
"Ha-ha-ha betulkan filling gue." sahut kak Andri.
"Kenapa?" tanya kak Rani.
"Di'ah sekarang lagi di rumah sakit," jawab kak Ryan.
"Abah Di'ah subuh tadi pingsan sewaktu ambil wudhu dan langsung di bawa ke rumah sakit." sambung kak Ryan.
"Sakit apa Abah nya Di'ah?" tanya kak Syahril.
"Abah Di'ah terkena stroke." ucap kak Ryan lesu dan sedih.
"Innalilahi." ucap mereka semua.
ucapan innalilahi tak hanya untuk ucapan sebagai bela sungkawa atas meninggalnya seseorang namun kata Innalillahi wa innailaihi raaji'un memiliki arti sesungguhnya kita adalah milik Allah dan semuanya akan kembali pada Allah SWT. Maksud dari arti tersebut bahwa semua hal yang ada di dunia, baik harta benda dan manusia, semua itu tidak ada yang abadi sehingga manusia juga tidak bisa menuntut apa-apa atas semua yang telah dimiliki. Allah SWT yang memiliki segala hal dan kehendak.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 155-156 yang artinya:
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"."
Jadi, ucapan innalillahi wa innailaihi raaji'un tidak hanya diucapkan saat ada yang meninggal saja, tetapi terhadap segala musibah yang datang. Seperti gempa bumi, banjir bandang, kebakaran, tsunami, dan bentuk musibah lainnya.
"Tidaklah seorang hamba terkena musibah kemudian ia berdoa, “sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali pada-Nya, ya Allah berilah pahala dalam musibah ini dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya,” kecuali Allah akan memberikan pahala dalam musibahnya dan Allah memberi ganti yang lebih baik daipadanya." (HR Muslim)
Mengucapkan innalillahi wa innailaihi raaji'un pula memiliki makna yang dalam, seperti bersabar atas ujian hidup yang dihadapi dan mencegah terjadinya emosional berlebihan.
Maka dari itu, biasakan untuk mengucapkan innalillahi wa innailaihi raaji'un ketika sedang menghadapi ujian hidup, ya guys.
"Hem semoga segera disembuhkan Abah nya Di'ah." ucap kak Sinta.
" Dan Lo Rend kenapa?" tanya kak Arfan.
"Ayang beb gue ada acara besok Minggu ini keponakan ayahnya menikah habis itu dia juga kan pergi ke Painan." jawab kak Rendi.
"Ngapain Novi ke Painan?" tanya kak Rudi.
"Ada keluarga dari ibu nya juga menikah Kamis besok dan dia malah nyuruh gue datang, hmm." ucap kak Rendi.
"Ya datang aja lah Rend kenapa di buat pusing sih." sahut kak Andri.
"Lo enak kalau ngomong Ndri, iya kalau kita nggak ada jam kuliah, nah itu kan kita masih waktu kuliah bukan hari libur, kalau Minggu iya gue sempet sempetin datang ini malah hari biasa." jawab kak Rendi dengan lesu.
"Ckk dasar udah di buat budak cinta amoe kalender aja nggak ingat, nih Lo Lita kalender hari Kamis besok itu hari apa." ucap kak Andri.
"Emang elo yang nggak bisa move on, anak SD aja tau Ndri Ndri ya hari Kamis tetap hari kamis lah." jawab kak Rendi tak kalah sewot.
"Beugh ni budak cinta nih pantengin kalender nya dodol, Lo buka mata Lo lebar-lebar, hari Kamis ntu hari libur." ucap kak andri dengan melemparkan tisu makan ke arah kak Rendi.
"Hemm iya kah?" ucap nya dengan cuek.
"Iye dodol." ucap kak Andri.
"Ah udah-udah buruan makan." ajak kak syahril yang sarapannya sudah hampir habis.
"Riil, beneran orang tua Mimi ikut juga?" tanya kak Ryan memastikannya.
"Iya, kenapa?" jawab kak Syahril.
__ADS_1
"Hemm berarti gue nggak bisa nebeng Lo dong.
" Hemm." ucap kak Syahril.
"Oh ya Riil, Lo ngajak kedua orang tua Mimi otomatis mereka ke Jambi dulukan ya? apa kata Pakcik sama bicik kalau mereka nggak Lo ajak." ucap kak Andri.
"Emm, bener juga kata Lo Ndri, emmm coba gue hubhgi Pakcik apa dia mau ikut juga atau nggak." ucap kak Syahril sembari beranjak dan langsung menuju ruang keluarga karena dia telah selesai sarapan.
Di ruang keluarga kak Syahril menghubungi Pakcik dan dia pun menanyakan maksud dan tujuannya dan ternyata Pakcik lagi di rumah sakit dan Pakcik juga mengatakan kalau di rumah nyai lagi kumpul ada Tante Zia dan pakdo serta BI Ida dan omadrian serta anak-anak mereka.
Akhirnya entah mengapa kak Syahril mengajak mereka semua dan terpaksa kak syahril membawa kak Ryan dan kak Rendi.
"Gimana Riil?" tanya kak Rendi
"Pakcik lagi di rumah sakit, dia jenguk Abah Di'ah." ucap kak Syahril.
"Emm Yan, Rend, kalian mau nggak ikut ke Jambi tapi kalian bawa mobil masing-masing." ucap kak Syahril dengan ide nya.
"Lah ngapain kita ke Jambi pakek bawa mobil !masing-masing lagi " jawab kak Rendi.
"Gini Rend, kata Pakcik tadi di rumah lagi kumpul ada pakdo dengan Tante Zia dan Om Adrian dengan BI Ida serta anak-anak nya." ucap kaak syahril.
"Jadi maksud Lo, Lo mau ngajak mereka juga gitu!" sahut kak Ryan .
"Nah bener kata Lo Yan hehe. kan nggak enak mereka lagi kumpul terus gue cuma. gajak orang tua Mimi aja atau juga ngajjaak bicik Pakcik tapi mereka nggak di ajak." jelas kak Syahril.
"Emm boleh juga sih ide Lo Riil, jadi gue bisa jenguk anaknya Di'ah." jawab kaak Ryan.
"Emm boleh lah, gue juga mau ketemu a!a ayank embeb aku." sahut kak Rendi.
"Jadi deal ya? kalau iya kalian sekalian bawa pakaian ganti kalian, kita habis mata kuliah pagi ini langsung out." ucap kak Syahril dan mereka pun. hanya mengangguk kepalanya.
"Ayo, berangkat ke kampus lagi kita." ajak kak Rudi dan mereka pun segera berangkat ngamlus tak lupa pula kak Syahril memberitahukan kepada amak Imah.
Di pulau Jawa para cowok yang sedang di gandrungi para cewek sedang mengecek tugas-tugas dari para peserta bimbel yang baru mereka terima pagi ini.
Seperti sebelumnya si doi sangat bersemangat mendengar kalau ada kiriman balik paket peserta bimbel, setelah kakinya menginjakkan lantai kampus dia langsung menyusul lara sahabatnya menuju ruangan khusus bagi mereka untuk mengecek serta membuat soal-soal modul.
"Assalamualaikum." ucap si Dillah.
"Waalaikum salam." jawab teamnya.
"Gimana? paket balik dari tahap beberapa yang sudah sampai?" tanya nya.
"Tahap satu dua dan empat." jawab salah satu teamnya.
"Iya Dil, mana tau bisa kita bantu." ucap ayang lain.
"Oh ya dit, kamu ingat nggak waktu kita di Sumatra khusunya di Jambi, kamu masuk kekelas berapa aja memberikan form kita?" tanya Dillah.
"Aku kebagian membagikan form di kelas satu, kenapa Dil?" tanya Dita.
"Di kelas yang kamu kasih form ada yang ikut?" tanya Dilla lagi.
"Ada satu sih yang antusias bertanya waktu itu, karena dia ternyata juga ikut bimbel dari universitas sebelah." ucap Dita.
"Cewek atau cewek?" tanya Dillah antusias entah mengapa dia baru kepikiran menanyakan hal ini sekarang bukan dari dua tahun Islam.
"Emm kalau nggak salah cewek." ucap Dita sa!bil mengingat-ingat.
"Emm kamu ingat nggak ciri-ciri nya dit?" tanya sahabat1 nya Dillah.
"Emm kalau yang nanya itu kalau nggak salah rambtnya panjang dan anaknya manis. Emm kalau nggak salah sih, lupa aku. Emang ada apa sih?" ucap Dita ingat-ingat lupa dan menanyakannya kepada Dillah.
"Dillah lagi kesambet ma cewek sumatra Dit!" sahut sahabat4 nya Dillah.
"Oh, pantesan selama ini kamu sering bolak balik ngecek data itu mencari data tu anak?" tanya Dita dengan asumsi-asumsi nya.
"Kamu tau yank?" tanya sahabat2 nya Dillah. iya Dita adalah kekasih dari Reno sehabatbkedua nya Dillah.
"Iya tau lah, aku selalu memperhatikan Dillah selalu ngitak ngatik komputer dan selalu menolak balik kertas data di agenda juga. aku kira dia nyariin siapa, emm gak taunya si kutub es lagi nyariin data cewek toh." ucap Dita namun dia mendapatkan tatapan tajam dari Dillah.
"Sorry bos, tuh mata biasain aja lagi." ucap Dita dengan candanya.
"Kamu tau nggak namanya siapa yank?" tanya Reno sahabat kedua Dillah.
"Lupa, dah lama gitu dan dah banyak peserta mana mungkin aku ingat" jawab nya dan langsung beranjak akan menuju kelasnya.
"Dah ya aku duluan, ada kelas." ucapnya pamit kepada sang sahabat dan teamnya.
Dita adalah mahasiswa kedokteran di universitas ini, sedang Reno sahabat kedua si Dillah adalah mahasiswa fakultas ekonomi.
Bryan sahabat1 nya Dillah anak dari fakultas hukum.
Yogi sahabat ketiga Dillah anak fakultas kimia.
Irwan sahabta ke empat Dillah sama dengan Dillah anak management bisnis.
__ADS_1
Walau mereka beda jurusan mereak selalu kompak satu sama lainnya.
Di rumah Nyai Mimi, semua orang lagi pada heboh dengan anak-anak kedua dari masing-masing yang memiliki karakter tersendiri.
Di keluarga besar Mimi, cucu cewek dari Nyai yang cewek ada tiga yaitu Mimi, Ay dan Ayuni anak dari pakngah Mimi selebihnya cowok.
Sore hari orang tua Mimi sampai di rumah Nyai, Mimi belum mengetahui rencana dari Syahril dan orang tua Mimi karena kaak syahril melarang orang tua Mimi agar tak memberi tahu ke Mimi.
"Assalamualaikum." ucap emak dan bapak.
"Waalaikum salam." ucap kami semua yang sedang duduk-duduk di teras.
Semua terkejut ketika melihat emak dan bapak yang datang dan emak pun terkejut jika adik-adiknya ternyata sudah ada di Jambi.
"Nah Zia, Da kapan ke Jambi?" tanya Emak.
"Semalam kami ke Jambi." jawab Tante Zia.
"Nah Ayuk sendiri tumben ke Jambi berdua dengan kakak." tanya Bi Ida.
"Emm iya mau kasih kejutan sama Mimi saja." jawab Emak.
"Kejutan apa?" tanya Mimi penasaran.
Akhirnya emakpun menceritakan rencana syahril yang mengajak mereka buat liburan kepada mereka semua.
"Wah enak lah yang mau liburan." ucap pakdo.
"Oh iya aku lupa tadi syahril juga nelpon mau ngajak aku sama emak Eza juga dan tadi aku bilang kalau di rumah lagi kumpul nah syahril juga bilang kalau kalian juga harus ikut dia sudah bawa mobil tiga." ucap Pakcik memberitahu.
"Emm aku ndak bisa Senin masuk kerja, entah kalau Zia sa!a anak-anak kalau mau pergilah sekali-kali." jawab pakdo.
"Iya aku juga masuk besok Senin." sahut Om Adrian.
"Nah buk, kalau ibu mau ikut, ikutlah." ucap pakdo begitu pula dengan Om Adrian.
Karena anak-anak mereka merengek ingin ikut karena Ay bercerita kaallau Ay mau ikut liburan bersama Mimi dan bersama emak dan bapaknya. Akhirnya mereka pun ikut serta kecuali pakdo dan Om Adrian.
Masalah rumah bicik minta tolong bang Idho untuk menjaganya.
Malam hari rumah nyai sangat ramai dengan cucunya yang beraneka ragam karakter dan sifat.
Sedangkan kak Syahril, kak Rendi dan kak Ryan telah berada di rumah mereka masing-masing. Sebelumya mereka telah memberitahukan kepada orang tua mereka masing-masing.
Malam ini kak Ryan akan menemani Di'ah di rumah sakit untuk menjaga abahnya.
Esok harinya kak Rendi akan ikut serta menjadi pengiring pengantin dari pihak keluarga Novi, sedangkan Kak syahril menyempatkan diri pergi ke cafe dan resto nya untuk mengecek.
Di rumah Nyai, semua telah berpacking ria, rencana mereka akan berangkat setelah sholat Dzuhur.
Sebelum sholat Dzuhur tiba kak Ryan dan kak Syahril sudah berada di rumah Mimi, kak Ryan juga berpamitan kepada Di'ah dan emaknya kalau hari ini dia akan kembali pulang ke kota pedang.
Karena jam makan siang tiba keluarga Mimi beserta kak syahril dan kak Ryan makan siang bersama dengan menu seadanya. Suasana makan siang ini sangat dirindukan oleh kak Syahril.
Sehabis makan siang waktu dzuhurpun tiba, dan mereka PU. segera menunaikan sholat Dzuhur.
Sehabis Dzuhur, sekali lagi kak Syahril menanyakan kepada pakdo dan Om Adrian untuk memastikan.
"Be eran nih Om sama pakdo ndak ikut?" tanya kaak Syahril sembari membawa tas-tas pakaian Mimi dan keluarga.
"Ndak Riil, kau buat rencana mendadak." ucap Om Adrian dengan canda.
"Iya Om maaf," hanya kata maaf yang bisa syahril ucapkan.
"Ndak apa Riil kalau ada jodoh kita bisa pergi liburan bersama-sama tapi harus di buat planningnya." ucap pakdo.?
"Iya Riil maklum lah kami kerja dengan orang." sahut Om Adrian.
"Iya pakdo, Om insya Allah kita liburan bersama." Jawa kak Syahril.
Semua tas sudah dintaruh di dalam bagasi mobil dan saatnya mereka pun berangkat, pakdo dan Om Adrian menumpang ke Simpang jembatan aurduri karena mereka siang ini juga pulang dan mobil karyawan akan menjemput mereka di gapura.
Assalamualaikum selamat siang, alhamdulillah DOKTER JANTUNGKU update lagi, mohon maaf jika ketemu kata yang typo dan mohon maaf jarang up ya, do'ain aja HP authore cepat sembuh😊😊.
Jangan pernah bosan untuk selalu menanti up terbarunya ya? dan jangan lupa terus beri dukungannya berupa.
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
KOMENTAR
...🌹TERIMAKASIH🌹...
__ADS_1