
Malam semakin larut mereka berempat asik mengobrol membahas program ala yang akan di ambil oleh Di'ah kedepannya, Mata ngantuk dan lelahnya Mimi tadi menjadi segar kembali saat bertemu dengan orang-orang yang dia sayangi.
"Mi, kamu ndak kuliah besok?" tanya Ryan.
"Ndak kak kebetulan besok hari Mimi libur kuliahnya, tapi rencana besok mau ke rumah sakit." jawab Mimi.
"Ya kalau gitu tidur lagi sana." ucap Ryan menyuruh Mimi tidur.
"Nanti aja, sudah gila g rasa ngantuk Mimi." ucap Mimi.
"Emm jadi rencana kalian kalan kak?" tanya Mimi.
"Rencana yang mana?" tanya Ryan dengan menyesap mie cup nya.
"Ya rencana nikahnya. Jangan lama-lama, lebih baik sebelum puasa jadi kalian berdua puasa dah berdua." ucap Mimi.
"Ckk nasehatin orang dan nyuruh orang cepat bisa." sindir Syahril, Mimi melihat ke arah Syahril denagn senyum tak enak.
"Hehee iya juga ya." jawab Mimi.
"Ya kan mereka sudah bertunangan kak, ndak enak kan lama-lama." ucap Mimi yang lagi-lagi menjebak dirinya sendiri.
Syahril duduk dari rebahannya dan menatap Mimk intens.
"Terus kita qpa namanya?" ucap Syahril.
"Hah" ucap Mimi.
"Nih, cincin tunangan kkta aja masih !melingkar indah di jari adek. Yaudah Ahok kita nikah ndak enak lama-lama." ucap Syahril.
"Ehh." ucap Mimi. Ryan dan Di'ah saling pandang dan menggeleng.
"Emm kok malah bahas kita sih kak. Kan kita lagi bahas mereka berdua." ucap Mimi.
"Yaudah kita bahas kita juga dong. Ndak enak dek lama-lama." ucapnya.
"Emm tahan dulu ya hehee." jawab Mimi.
"Oh ha jadi Di'ah kapan kak mulai kerja nya? Apa kakak sudah membawa Di'ah kerumah sakit yang kakaak sebut itu?" tanya Mimi.
Ryan, Di'ah dan syahril diam namun mereka tersenyum.
"Tadi kita sudah kesana Mi, emm.." jawab Diah namun Di'ah melihat ke arah Ryan yang menggeleng agar tidak !e!beritahu tempat dimana dia akan kerja.
"Oo rumah sakit mana Di'ah? padahal Mimi juga mau ajak Di'ah kerja di rumah sakit mas Abi tapi Di'ah ndak ada jawaban sampe kemarin." ucap Mimi.
Yah sebelumnya Mimi sudah membicarakan niatnya kepada ayah Brata jika dia ingin memasukkan Di'ah di rumah sakit yang mendiang kelola, ayah Brata setuju namun hingga kemarin Mimi belum mendapatkan jawaban dari Di'ah.
"Iya Mi maaf. Habis kak Ryan sewaktu aku ajak ngobrol dan minta izin juga ndak kasih jawaban eh baru tiga hari lalu dia bilang dan nyuruh aku mendadak berhenti kerja di rumah sakit polisi." ucap Di'ah.
"Oo, emang Di'ah sudah sah berhenti?" tanya Mimi.
"Emm sudah ya walau rada susah juga buat mengundurkan dirk mendadak gitu." jawab Di'ah.
"Terus Di'ah masih alasan apa?" tanya Mimi.
"Humm huh, ya alasannya aku mau lanjut kuliah dan ikut kak Ryan kesini." jawab Di'ah.
"Terus kenapa ndak lasihbgah Mimi." ucap Mimi dengan tatapan tajam nya.
"Kan buat surprise Mi.." bukan Di'ah yang !jawab namun kak Ryan menjawab.
"Hmm, jadi di rumah sakit mana Di'ah kerjanya kak? jauh ndak dari sini, kalau jauh kan kasian Di'ah nanti." cerocos Mimi.
"Ndak jauh kok, dekat-dekat sini aja." jawab Ryan.
Yah Mimk belum mengetahui jika rekan kerja sama mendiang Abizar adalah Syahril dan Ryan. Bahkan dua orang ini juga merupakan pemilik sebagian persen saham di rumah sakit ini.
Namun Syahril, Ryan serta Di'ah sudah mengetahui dimana rumah sakit yang Mimi maksud. Yah mereka juga baru mengetahui hari ini ketika datang kerumah sakit itu terlihat foto Mimi serta Abizar terpampang di dinding rumah sakit.
Flasback on.
Lagi hari jam delapan pagi Syahril, Di'ah dan Ryan baru tiba di LA. Mereka bertiga dari bandara langsung ke apartemen untuk bersih-bersih dan kembali sarapan dengan mie instan yang dibawa Ryan.
Yah Di'ah di boyong Ryan langsung ke apartemen nya, sedangkan Syahril langsung menuju apartemennya yang bersebelahan dengan apartemen Mimi.
Saat setelah makan mereka pun langsung menuju rumah sakit karena mereka tau jika Mimi tidak berada di apartemen nya.
Rumah sakit yang di bangun Abizar ini tak sepenuhnya biaya Abizar semata, Syahril dan Ryan juga ikut sumbangsih dalam pembangunan itu. Maka dari itu kepemilikannya di atas namakan Abizar karena 60% dana milik Abizar sendiri yah walau ada ikut andil dari keluarganya namun dua rekannya itu juga ikut andil dalam kepemilikan itu dan semua itu sudah diketahui oleh ayah Brata dan yang lain.
Saat Syahril, Di'ah dan Ryan menginjakan kaki di rumah sakit itu dia langsung disambut oleh Jonathan yang merupakan sahabat nya juga yangbdi percaya untuk menghandle segala sesuatu nya bila dia maupun Abizar tidak ada di tempat.
Jonathan adalah sahabat Abizar yang mana dia merupakan tulang punggung keluarga nya dan Jonathan juga bukan dari kalangan berada namun nasib ya mujur bisa berkuliah di Harvard.
Abizar mempercayai Jonathan karena Jonathan di kandang Abizar anaknya cerdas, cekatan dan paling utama anaknya jujur dan tidak neko-neko dalam bertindak.
__ADS_1
Jonathan memiliki tiga adik perempuan dan ketiga adiknya ini ternyata menyukai Abizar, Syahril dan Ryan. Namun ketiga oeiabtamkan ini tak pernah menganggapi ketiga adik Jonathan.
Dua adik Jonathan berkerja di rumah sakit ini juga berkat bantuan Abizar. Jonathan sangat berhutang budi pada ketiga sahabtnya ini, di juga sadar diri siapa dirinya dan dia juga paham kenapa ketiga sahabatnya ini tidak pernah melirik adik-adiknya.
Saat Syahril, Ryan serta Di'ah masuk, Jonathan langsung mengajak mereka bertiga masuk.
"Baik brother Syahril." seru Jenny adik Jonathan nomor dua.
"Hai Jen." sapa Syahril.
Jenny seorang dokter umum yang baru saja lulus, yah selama ini dia berkerja di rumah sakit ini sambil kuliah. Dari dulu Jenny menyukai Syahril. Syahril maaih lah Syahril yang dulu yang sangat cuek dengan perempuan lain.
"Emm Brother Syahril kembali kerja disini kan?" tanya Jenny dengan bahasa inggris sambil mencari perhatian Syahril.
"Hemm." jawab Syahril cuek.
"Waww jadi kita bisa kerja bersama, emm aku sekarang sudah jadi dokter juga Lo " ucap Jenny.
"Oo selamat ya." ucap Syahril cuek, tak lama masuk adik Jonathan ketiga dan langsung mendekati Ryan.
"Hai." sapa Carol. Ryan hanya melihat tanpa berkata.
"Apa kabar mu?" tanya Carol, dengan mata melihat ke arah tangan Ryan yang merangkul pinggang Di'ah.
Di'ah melihat tatapan tidak suka dari Carol ketika Ryan langsung merangkul pinggangnya.
"Dia siapa?" tanya Carol, sontak Jenny, Jonathan serta Syahril !melihat kearah Ryan.
"Dia calon istriku." jawab Ryan ketus,
"Ayo Jo, kita langsung ke ruangan saja." ucap Ryan yang malas berhadapan dengan adik-adiknya Jonathan.
Kalau bukan karena kebaikan Jonathan pada dirinya dengan Abizar mungkin sudah dia depan adik-adiknya Jonathan sejak dulu.
"Yaudah ayo." ucap Jonathan yang mengerti jika Ryan merasa tidak suka dengan kedua adiknya itu.
"Jo." panggil Carol saat Jonathan akan melangkahkan kaki nya.
"Carol, jaga sikap kamu. Ingat kenakalan mereka pada kita." ucap Jonathan yang sebenarnya tidak menyukai sifat adiknya itu.
Cukup sudah kejadian dengan adik pertamanya yang tidak menerima Abizar akan menikahi Mimi waktu itu. Padahal Abizar tertarik atau dekat dengan dia pun tidak.
Jessika adik pertama Jonathan sekarang telah !menikah dengan pengusaha dan Jessika juga sudah tidak kerja di rumah sakit ini lagi apa lagi saat dia melihat Abizar dengan sengaja memasang foto dirinya bersama Mimi di rumah sakit itu.
Jessika dulu selalu bersaing dengan Clara untuk mendapatkan Abizar, Clara yang melihat Abizar memasang foto Mimi beserta Abizar di dinding rumah sakit itu dan Abizar juga mengumumkan pada semua pegawai kalau wanita yang berada di dalam foto itu adalah calon isterinya.
Carol dan Jenny mengikuti kemana Syahril serta Ryan berjalan, saat mereka berjalan menuju ruangan khusus staf terlihat foto Mimi dan Abizar.
Syahril berhenti dan menatap foto itu, foto yang mana Mimk dan Abizar mengenakan Almamater berwanaa putih dan stetoskop berada dileher mereka.
"Kau mengenalnya Riil?" tanya Jonathan yang menatap Syahril tersenyum melihat pigura foto itu.
"Hmm itukan bang Alzam." jawab Syahril.
"Yah itu memang Alzam dan cewek disebelah itu adalah calon istrinya." ujar Jonathan.
"Kapan foto ini di pasang disini?" tanya Ryan yanbbjjga mewakili pertanyaan Syahril.
"Emm foto itu terpasang setelah kalian berdua pulang ke tanah air kurang lebih dua bulan kalian pulang untuk terakhir kalinya.." jelas Jonathan.
"Oo" jawab Ryan.
Foto yang terpajang itu adalah foto saat Mimi masih mengenyam bangku kuliah dan berkerja di rumah sakit abizar yang mana waktu itu Mimi dan Abizar baru dalam masa pdkt.
"Tali Riil, aku seperti pernah melihat wajah dokter Mimi sebelumnya." ucap Jonathan sambil mengingat-ingat. Saat dia ingat, Jonathan langsung mendekati Syahril dan langsung menggeledah sakunsyahril untuk !mengambil dompet Syahril.
"Hei apanyang kau lakukan brother Jo." ucap Syahril sambil mengelak namun Jonathan tak menghiraukan dan terus berusaha mengambil dompet Syahril. Saat dompet Syahril telah beralih tangan, Jonathan langsung me!bukanya dan mengambil sesuatu di dalamnya.
"Oh my goddd sudah aku duga." ucap Jonathan, Ryan dan Di'ah saling pandang begitu pula dengan Jenny dan Carol.
"Ada ala Jo?" tanya Jenny dan Carol serentak tali Jonathan tidak menggubris pertanyaan sag adik.
"Jadi.." ucap Jonathan dan Syahril mengangguk, ya Syahril pernah bercerita lada Jonathan serta Abizar dan sahwabtnya yang lain bahwa dia sudah mencintai seorang gadis dan dia tidak akan pernah mencintai gadis lain.
Sahabat-sahabatnya Syahril yang berada di negara ini selalu
"Apa Alzam mengetahuinya?" tanya Jonathan, Syahril hanya menggeleng.
"Oh tuhan, begitu sempit dunia ini " ucap Jonathan. Jonathan ingin tau lebih banyak dan Syahril mengajak Jonathan ke dalam ruangannya.
Jenny dan Carol sangat kesal karena Abang mereka tidak menggubris mereka bahkan Jonathan mengusir mereka berdua.
Di dalam ruangan Syahril, Syahril terkejut melihat ruangan yang telah lama tak di kunjungi nya ini terlihat berbeda. Mereka berempat duduk bersama membahas tentang Di'ah yang akan masuk kerja disini, Ryan juga meminta bantuan sama Jonathan untuk menjaga Di'ah swlama dia tidak ada di negara ini.
Setelah membahas pekerjaannya Di'ah, Jonathan kembali meminta penjelasan Syahril.
__ADS_1
"Soo, sekarang bagaimana dengan kalian?" tanya Jonathan pada Syahril.
"Alhamdulillah insya Allah kami bersatu kembali." jawab Syahril.
"Huh," Jonathan menghelakan nafasnya.
"Dunia terlihat sangat sempit." ucap Jonathan.
"Apa ini arti dari perkataan Alzam tiga bukan sebelum dia berencana menikah dengan dokter Mimi." ucapnya yang mengingat akan ucapan Alzam.
"Emang apa yang bang Alzam katakan bro?" tanya Ryan.
"Dia pernah berkata, dia minta tolong padaku untuk menjaga Mimi suatu saat nanti jika Mimi berada disini."
"Dia juga pernah mengatakan kalau suatu saat nanti tak hanya fotonya bersama Mimi yang akan terpajang disana namun suatu saat nanti di sebelah yang sengaja dia kosongkan itu adalah foto kamu dan dokter Mimi." ujar Jonathan dengan mengusap muka nya.
"Riil apa Alzam mengetahui cewek dan cinta pertamamu yang selalu kamu ceritakan itu adalah calon istrinya juga?" tanya Jonathan.
"Tidak brother Jo, dia tidak pernah mengetahui nya bahkan dia juga belum pernah melihat foto Mimi di dompet ku. Itu setau Aku." ucap Syahril.
"Ya tuhan, apa kau tau jika dokter Mimi juga sudah sah menggantikan alam di rumah sakit ini?" tanya Jonathan.
Syahril diam dan menggeleng, Ryan serta Di'ah saling pandang.
"Aku tidak mengetahui hal itu. Aku juga baru mengetahui jika mendiang calon suami Mimi yang telah tiada itu adalah Alzam juga baru beberapa bulan lalu sebelum dia berangkat kesini." ucap Syahril.
"Hmm jadi selama ini?" tanya Jonathan penasaran.
"Selama ini dia hanya bercerita mendiangnya itu Abi dan baru bebepa bukan itu dia menyebutkan nama aslinya Abizar Alzam." Ucap Syahril.
"Ya Tuhan, apa Alzam sudah mengetahui hal itu ya Riil?"
"Dari ucapan terakhirnya itu seolah dia menitipkan dokter Mimi kepadamu." ucap Jonathan.
"Aku tidak tau brother Jo." ucapnya Syahril.
Jonathan diam, dia memikirkan adiknya yang selalu menantikan Syahril selama ini, berulangkali dia menghelakan nafasnya. Dia juga tidak tau harus bagaimana, dia juga heran kenapa adik-adiknya !menyukai ketiga cowok berasal dari Indonesia ini dan yang jintahan serta ketiga adiknya tau ketiga cowok ini tidak pernah menggubris mereka, usahakan dekat dengan mereka bahkan ketiga cowok ini terkesan dingin serta cuek dan ketua bila berbicara dengan cewek.
"Brother Jo, aku dan Ryan di sini tidak lama. Aku harap kau tetap membantuku mengawasi Mimi."
"Seperti bang Alzam yang memintamu untuk menjaga Mimi, aku pun begitu."
"Aku tidak ingin secuil pun terjadi apa-apa pada Mimi."
"Kurasa kau juga tau bagaimana keluarga bang Alzam." ucal Syahril.
"Ya, brother Jo. Walau Mimi tidak menjadi menantu mereka namun Mimi adalah putri bagi mereka." sahut Ryan.
"Tak hanya keluarga Alzam, keluarga besar kami pun begitu." sahut Syahril.
"Ya aku lihat begitu," ucap Jonathan.
"Satu lagi brother Jo." ucap Ryan, Jonathan melihat ke arah Ryan, Jonathan taubaoa yang hendak dikatakan Ryan.
"Aku tau, aku akan menjaga ratu kalian." ucap Jonathan.
"Tak hanya itu brother Jo, aku harap jika nanti Di'ah mulai aktif berkerja disini, jangan sampai ada yang berbuat curang dengannya." ucap Ryan, Jonathan mengangguk.
Jonathan sangat senang Syahril, Ryan dan keluarga Alzam masih mempercayai nya hiinga kini namun dia akng di bhat bingung kembali dengan situasi saat ini yang mana dia akan dihadapkan dengan adik serta persahabatan nya.
flasback off
"Emm jadi kak, kapan Di'ah berkerja?" tanya Mimi lagi.
"Besok Di'ah akan ikut kakak kerumah sakit untuk melihat sekitar nya.'' ucap Ryan.
"Emm, oh gitu." jawab Mimi manggut-manggut.
"Yaudah Di'ah tinggal disini aja tai di kame tamu ya soalnya di kamar atas sudah ada yang punya, Mimi tak enak." ucap Mimi merasa tidak enak, karena Mimi lupa membahas masalah tempat tinggal Di'ah jika jadi kerja disini sama ayah Brata.
"Ndak usah Mi, Di'ah akan tinggal di apartemen kakak." ucap Ryan.
Mimi menelisik ke Di'ah, Di'ah hanya mengangguk.
"Tidak enak Mi kalau-kalau nantinkeluaega besar Alzam datang, apartemen kakak telat didepan apartemen ini kok." ucap Ryan, Mimi pun mengangguk.
"Yuadah tidur yuk, Di'ah tidur sama Mimi di atas dan kak Ryan sama kak Syahril di kamar tamu aja." ucap Mimi.
"Yah dek, Kakak sama kamu aja." ucap Syahril.
"Jangan macam-macam, ayo Di'ah kita kekamar." ucap Mimi dan mengajak Di'ah.
Mimj Da Di'ah menuju kamarnya, Syahril dan Ryan menuju kamar tamu, mereka oun tidur bersama di apartemen Mimi namun beda kamar.
tbc
__ADS_1
Alhamdulillah akhirnya HP ini bisa kebuka lagi setelah satu jam setengah.