DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
143


__ADS_3

Di alun-alun kota Dillah telah samapaindahukundaeinkedua sahabatnya, Dillah mencari keberadaan kedua sahabat namun tak jua ketemu dan akhirnya dia pun menelpon Reno dan Bryan.


Dicari nya kontak Reno di ponselnya dan dia langsung menelpon sang sahabat.


tut tut tut tut


tut tut tut tut


tut tut tut tut


Hingga tiga kali nada dering ponsep tersebut tersambung namun tak di angkat oleh Reno.


"Kebiasaan nih bocah pasti lagi ngorok." gumamnya. Tanpa di duga oleh Dillah ada dua orang yang mendengarkan gumamannya.


"Siapa yang ngorok." ucap seseorang yang berada di belakang Dillah, Dillah yang mendengar ada yang berkomentae dengan gumammannya membalikkan badannya.


"Siapa yang ngorok hah!" ucap seseorang tersebut yang tak lain adalah sang sahabat Reno.


"Ckk siapa lagi kalau bukan kamu." jawab Dillah ketus, Bryan yang mendengarnya hanya senyum simpul.


"Yo wes to, yok kita ke sana liat anak-anak main skateboard." ajak Bryan dengan menunjuk ke arah area belkang alun-alun yang terdapat ada sebuah temlat wahana untuk anak-anak bermain skateboard.


Mereka betiga pergi ke arah sana dan sesampainya disana tak hanya anak kuliahan atau anak berusia tanggung yang bermain bahkan anak-anak berusia sekitar lima atau enam tahun pun ada yang bermain, anak seumur segitu tak hanya bermain sendiri melainkan dalam pengawasan pelatih.


Ternyata anak-anak tersebut merupakan peserta salah satu komunitas skateboard yang ada di kota itu yang di khususkan untuk anak-anak neekisar usia lima tahun ke atas.


Dillah dan kedua sahabatnya terkagum-kagum melihat anak-anak tersebut telah pandai mengusai tekhnik dalam bermain skateboard.


Disaat asik melihat-melihat anak-anak yang sedang memperlihatkan kemampuan dalam teknik bermain mereka Bryan menanyakan masalah cewek yang di cari-cari oleh Dillah tersebut.


"Dil." Bryan memanggil Dillah yang masih fokus ke arah anak-anak yang bermain skateboard itu.


"Hemm." jawabnya.


"Kira-kira tuh cewek yang kamu cari itu beneran ikut bimbel widya persada nggak sih?" tanya Bryan yang ternyata dirinya juga penasaran dengan sosok cewek yang selalu di cek ricek oleh Dillah.


"Perasaan aku sih mengatakan kalau dia ikut Bry." jawab Dillah dengan pandangan masih ke arah anak-anak yang bermain.


"Kenapa kamu bisa seyakin itu Dil?" tanya Reno dengan selidik.


"Entahlah, hatiku sangat yakin kalau tuh cewek ikut bimbel." jawabnya Dillah dengan keyakinan hatinya.


"Tapikan Dil, kamu sudah mengeceknya berulang kali dari hampir tiga tahun Loh, tapi hasil nya tetap nihil kan?" ucap Bryan dan Dillah hanya menarik nafasnya kasar.


"Iya, tapi... Emmm entah mengapa hatiku mengatakan kalau dia ikut, namun yah mungkin mata ku masih dikelabui." ucapnya Dillah, Reno yang mendengarkan hal itu hanya tersenyum kecil.


"Sebegitu ngebetnya dirimu Dil ma cewek yang baru ketemu sepintas itu." ejek Reno.


"Ya aku juga ndak tau Ren, walau hanya melihatnya sepintas itu, tapi wajah dan senyumnya mengusik isi kepalaku." ucap Dillah.


"Hemm dah mendalam kehatimu berarti. Seandainya nih ya Dil seandainya dia ikut, menurut hatimu nih ya, apa dia termasuk dalam kandidat sebagai mahasiswa undangan dan beasiswa?'" ucap Reno dan bertanya.


Dillah menarik nafasnya panjang dan memejamkan matanya sejenak sebelum dia menjawab pertanyaan dari Reno.


"Hemm, hatiku berkata iya. Dia termasuk disalah satu kandidat penerima undangan mahasiswa dan beasiswa itu." jawab Dillah dengan penuh keyakinan pada hatinya.


Bryan dan Reno hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan mereka berdua terheran dengan keyakinan hati seorang Said Abdillah.


"Hem baru kali ini aku lihat kamu begitu yakin akan seorang cewek." ujar Bryan.


"Betul tu Bry, aku juga heran sebegitu yakinnya dengan hatimu Dil. Padahal kamu hanya melihat wajahnya sepintas doang.'' timpal Reno.


"Yah, aku juga gak tau Ren, Bry. Aku hanya mengikuti kata hatiku saja." ucap Dillah.


"Yah kita lihat aja nanti pas penerimaan maba, apa tuh cewek ada di antara cewek-cewek maba nantinya." ucap Bryan.


"Yah semoga aja." sahut Reno namun di dalam hatinya dia bergumam "Sebegitu besar keyakinanmu bro, Dan kelak kamu akan mendapatkan jackpotmu itu hehehe."


Bryan melihat Reno senyum-senyum sendiri merasa heran dan Bryan langsung menepuk bahu Reno.


"Kesambet opo koe Ren, pakek senyam-senyum dewe." celetuk Bryan dan Dillah pun melihat ke arah Reno yang masih cengengesan.


"Ngak kesambet aku Bry, cuma emm ya gitu. Aku heran dengan si kutub yang sebegitu yakinnya kalau gadis manis dari sumatra akan bertemu sama dia lagi." jawab Reno dengan senyum sertqa geleng-geleng kepala.


"Emm kalau seandainya dia ada Dil, tapi kenyataan dia dah ounya cowok gimana Dil?" tanya Reno dengan segala kemungkinan yang ada kelak.


"Nah betul juga tuh Ren. Gimana tuh Dil kalau dia punya cowok? terus nih ya gimna juga kalau dia juga nggak ada di maba kelak." Bryan juga menuetujui apa yang dikatakan Reno.


"Selagi janur kuning belum melengkung aku akan berusaha untuk memilikinya dan jika dia nggak ada di dalam penerimaan maba kelak, maka aku akan pergi ke sumatra untuk mencarinya." jawab Dillah dengan keyakinan dan membuat kwuda sahabatnya terperangah dengan perkataannya yang terakhir.


"Whatt!!!" kata yang terucap oleh kedua sahabat yang kaget akam pernyataan Dillah.


"Yakin kamu Dil?" tanya Bryan.


"Iya Dil ampe segitunya, kamu yakin akan ke sumatra mencarinya? sumatra itu lumayan luas juga Dil?'" Reno memborong pertanyaan kepada Dillah.


"Iya, aku akan kembali ke sumatra dan akan mencarinya." ucao Dillah.


"Yakin! aku nggak salah dengar kan Dil?" tanya Bryan yang maaih tak percaya.


"Nggak Bry, kamu nggak salah dengar. Aku sudah membulatkan tekad ku, jika nanti dia nggak ada di antara maba khusuanya maba di program bimbel kita aku akan pergi ke jambi dan aku akan mencarinya." Ucap Dillah dengannsegala tekadnya.


"Ya tuhan Dil, gila kamu. Ampe segitunya kamu. Hmm gimana kamu akan mencarinya." ucap Bryan tak percaya.


"Iya Dil, gimana kalau pas kamu dapatkan eh ternyata dia dah bersuami." ucao Reno.

__ADS_1


"Bukan gitu aja Ren, mau cari dimana? walau jambi kota kecil lumayan juga kalau mencari orang yang hanya terekam di otaknya itu." sahut Bryan.


"Hmm betul juga Bry, terus gimana juga kita akan mencarinya sedangkan namanya aja nggak tau." ucap Reno dengan argumennya.


"Ckk kalian ini terlalu banyak andai-andainya. Yang jelas aku akan mencarinya ke sekolahan yang kita datangi waktu itu dan bertanya sama oihak sekolahnya lah. Ah udah lah kita pulang yok dah sore." ucap Dillah dengan mengajak kedua sahabatnya untuk pulang.


"Kita nggak berbuka di luar aja Dil?" tanya Reno.


"Nggak Ren, ibu Siti dah masak masakan kesukaan aku. Nggak enaklah kalau aku nggak jadi menyantap masakannya." ucap Dillah seraya beranjak dari duduknyla dan diikuti oleh kedua sahabat nya.


"Besok aja kita bukber pas Irwan dan yogi dah nyampe sini. Emm tapi ngomong-ngomong tuh bocah jadi nggak ya ke sini.'' ucap Dillah dan menanyai kedua sahabatnya lagi sambil berjalan menuju ke aeea parkir.


"Katanya sih jadi." jawab Reno dan tak lama mereka sampai ke area parkir dan mereka pun berpisah untuk pulang kerumah masinh-masing.


Dillah puoang ke rumah orang tuanya dan disepanjang jalan di otaknya hanya lah gadis sumatra tersebut.


"Aku yakin kamu mengikuri bimbel ini, tapi kenapa aku tak menemukan juga data-datamu." ucap Dillah dengan dirinya sendiri.


"Kalau aku tak menemukan di peserta maba nanti aku akan mencarimu di kotamu itu. Ya aku akan mencarimu." ucapnya lagi.


"Achhh... Kenapa bisa gini ya tuhaan." ucapnya frustasi dengan menghentakan kedua tangannya di setir.


"Jika dia jodoh untukku pertemukan aku denganya dengan segala kemungkknan yang ada tuhan, agar aku tak mati penasaran gini." Dillah berdoa memohon kepada rabbnya.


"Siapa kamu sebenarnya? kenapa kamu selalu mengusik hati dan pikiranku." tanya Dillah pada dirinya sendiri dan tak terasa dia telah sampai di rumahnya.


"Huh, enth kenapa aku malas pulang kerumah ini." ucapnya setelah berada di halaman rumahnya dan masih berada dalam mobil nya.


Dengan terpaksa dirinya keluar dari mobil dan segera memasuki rumah yang enggan untuk di injaknya kembali.


Saat akan membuka pintu ternyata mbok Siti juga tengah membuka pintu akan membuang sampah.


"Eh copot copot copot." ucao mbok Siti kaget dengan latanya saat pintu yang akan dia buka ternyata terbuka dengan sendirinya.


"Oalah ternyaya kamu toh Le." ucaonya setelah mengetahui siapa dalang membuka pintu.


"Lah emang ibu sangka siapa?" tanya Dillah.


"Hantu, eh ya hantu." ucapnya latah.


"Ibu mau kemana?'' tanya Dillah.


"Ini ibu mau buang sampah di depan," jawabnya.


"Sini biar Said yang buang." Dillah menawarkan dirinya untuk membuang sampah.


"Ndak usah Le, biar ibu aja. Kamu sana mandi bentqr lagi waktu buka tiba." tolak mbok Siti dan menyuruh Dillah agar beraihkan diri.


"Nggak apa bu, sini biar Dillah yang buang." ucap Dillah dengan merebut kresek yang berisi sampah rumah tangga tersebut dan dia langsung menuju ke temlat sampah yang berada tak jauh dari rumahnya.


Mbok Siti merasa terharu akan kebaikan hati anak asuhnya itu.


Sang ayah yang tanpa sengaja melihat interaksi antara sang anak dengan art yang telah lama mengabdi padanya itu juga ikut terharu di tambah mendengar gumaman mbok Siti.


"Kau benar mbok, sifaynya sangatlah mirip dengannya." gumam sang ayah di dalam hati.


Said yang telah selesai membuang samapah tersenyum ketika dilihatnya wanita yang mengasuhnya sedari bayi itu masih belum beranjak dari tempatnyq berdiri sedaei tadi.


"Ayo bu kita masuk, bentar lagi waktu nya kita berbuka." ucap Dillah dengan merangkul pundak mbok Siti dan mengajaknya masuk.


Sesampainya di dalam mbok Siti segera menuju dapur untuk membantu art lain menyiapkan menu berbuka sedangkan Dillah langaunh menuju kamaenya di lantai dua.


Dikamarnya Dillah tak lantas langsung mandi tapi dia merebahkan tubuhnya di atas king bad nya dan menatap langit-langit kamarnya.


Dillah senyam senyum sendiri bila mengingat swnyuman sang gadis sepintasnya itu.


"Kau telah mencuri hati dan pikiranku, maka jika kau benar termasuk di dalam kandidat mahasiswa pilihan itu, aku akan memperjuangkan untuk mendapatkanmu." Gumamnya dengan senyum sendiri.


"Aku yakin kau ikut serta di bimbel itu, tapi kenapa hampir tiga tahun aku mengecek data-data peserta dari jambi tak menemukan bioadatamu." ucap Dillqh dengan keheranan terhadap dirinya sendiri.


"Apa aku akan bertemi denganmu?" gumamannya dan lqlamumannya tersadar ketika terdengar suarabsirine daei sebuah masjid yang tak jauh dari rumahnya yang menandakan waktu berbuka telah tiba.


Dillah langsung mengambil air yang berada di nakasnya untuk menyegerakan membatal puasanya.


Dengannmembaca bismillah dan doa berbuka puasa Dillah langsung meneguk air yang telah berada di dalam gelasnya.


"Alhamdulillah." ucapnya dan Dillah segera beranjak memuju kamar mandinya untuk mandi.


Setelah mandi dan berwudhu Dillah segera keluar dari kamarnya dan turun ke bawah, dilihatnya kedua orang tuanua sedang menyantap takjil buatam mnok Siti.


"Kamu nggak berbuka dulu nak." tegur sang papi ketika melihat Dillah tak menghampiri merela di meja makan.


"Sudah Pi, maaf Dillah mau ke masjid dulu." pamitnya dengan menyalami keuda orang tuanya dan setelah itu dia mencari keberadaan mbok Siti untuk beroamit pula.


Setelah sampai di belakang Dillah melihat mbok Siti sedang berbuka bersama yang lain. Mbok Siti yang melihat Dillah mendekat ke dirinya diapun tersenyum.


"Apa Said sudah berbuka?" tanya mbok Siti.


"Sudah bu. Said mau pamit ke masjid dulu." ucapnya dan Dillah juga berpamit dengan yang lain.


"Pak Yanto, pak Budi yok kita ke masjid." ajak Dillah kepada supir serta tukang kebun dirumahnya.


"Mari den." ucap mereka berdua dan mereka pun pergi ke masjid bersama.


Sesampainya di masjid semua orang tengah berdiri mengatur saff karena sholat jamaah maghrib akan mereka mulai. Sholat berjamaah memiliki keutamaan dan berpahala 27 derajat hingga masuk surga.

__ADS_1


Salat menjadi bagian yang paling pokok dalam ibadah kita. Dan merupakan amal yang paling awal dihisab oleh Allah SWT.


Salat berjamaah ialah peningkatan dari salat munfarid (salat yang dikerjakan sendirian). Pahala salat berjamaah lebih besar, terutama jika dilakukan di masjid. Secara syariah jamaah atau berjamaah adalah salat bersama-sama lebih dari satu orang. Ada yang bertugas menjadi imam, seorang lagi jadi makmum.


Rasulullah SAW bersabda:


Dari Abu Umamah, ia berkata: "Seseorang datang dan tidak mendapatkan salat. Maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, 'Salatlah' Lalu bersabda, 'Adakah seseorang yang hendak bersedekah, salatlah bersamanya?' Maka berdirilah seseorang dan salat bersamanya. Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Inilah jamaah." Ath-Thabrani, Al-Mu'jam Alkabir, VII: 285, no. 7091.


Lalu apa saja keutamaan salat berjamaah dan tepat waktu? Mengenai keutamaan salat berjamaah. Rasulullah SAW menetapkan ukuran dengan kelipatan, kemudahan, jumlah yang berjamaah, hingga jarak pejalanan menuju berjamaah semua dinilai pahala dan keutamaan termasuk dari semua pekerjaan yang akan melancarkan dan mengkhusyukkan salat berjamaah.


Berikut ada beberapa keutamaan salat berjamaah:



Menjadi syiar bagi masyarakat



Keutamaan salat berjamaah di masjid salah satunya adalah dapat bersilaturahmi dengan muslim saleh lainnya. Salat berjamaah merupakan lembaga pendidikan atau lebih tepat disebut laboratorium pendidikan yang sangat besar manfaatnya.


Kita akan berkembang bersama orang-orang yang memiliki tradisi yang saleh. Yakni orang-orang yang memiliki tanggung jawab yang besar kepada Allah SWT. Maka, kita pun akan menjadi orang saleh yang sejati.



Meningkatnya kualitas salat



Kualitas salat terdiri dari dua tahap yaitu sahnya salat dan diterimanya salat. Rasulullah SAW bersabda:


"Barang siapa membeli baju seharga sepuluh dirham, sedangkan padanya terdapat satu dirham berupa uang haram, Allah tidak akan menerima salatnya selama ia mengenakan baju tersebut," (HR. Ahmad dari Ibnu Umar)


"Barang siapa meminum seteguk khamr, ia tidak akan diterima salatnya selama empat puluh hari." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Darimi).


Tentu salat berjamaah harus dilakukan pada awal waktu dan di masjid. Seorang Muslim harus mempelajari kekhusyuk-an dalam salat.



Pahala Salat Berjamah



Keutamaan salat berjamaah dibandingkan salat sendirian adalah pahalanya lebih besar. Dalam buku Mutiara Shalat Berjamaah: Meraih Pahala 27 Derajat oleh M. Nurkholis menyebutkan bahwa salat sendirian diibaratkan seperti domba yang terpisah dari kawanannya sehingga serigala dengan mudah dapat menerkam dan memangsanya.


Sedangkan seseorang yang melaksanakan salat jamaah, ibarat kawanan domba yang kompak sehingga serigala tidak berani menyerangnya secara langsung.


Berikut hadist yang menjelaskan keutamaan salat berjamaah dibandingkan dengan salat sendirian yang dikutip dari Islam.nu.or.id:


صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً


Artinya: "Salat berjamaah melampaui salat sendirian dengan (mendapatkan) 27 derajat." (HR. Bukhari)



Dijauhkan dari sifat munafik



Keutamaan shalat berjamaah adalah dijauhkan dari sifat munafik. Karena diantara sifat orang munafik adalah yang bermalas-malasan dalam salat. Seperti yang tertuang dalam surat An-Nisa ayat 142:


إنَّ المُنَفِقِيْنَ يُخَدِعُوْنَ اللهَ وَهُوَ خَدِعُهُمْ وَإذَا قَامُوا إلىَ الصَّلاَةِ قَامُوْا كُسَالَى يُرَاءُوْنَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ إلاَّ قَلِيْلاً


Artinya: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah. Dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (An-Nisa: 142)


Dan dalam sebuah hadist Nabi bersabda:


"Tidaklah ada salat yang lebih berat bagi orang-orang munafik melebihi salat Shubuh dan Isya'. Dan seandainya mereka mengetahui pahala pada keduanya, niscaya mereka akan datang (berjama'ah) meskipun dengan merangkak." (Muttafaqun 'Alaih)



Diampuni Dosanya oleh Allah SWT



Keutamaan salat berjamaah bagi wanita dan laki-laki sama-sama diampuni dosanya oleh Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah bersabda:


إِذَا قال اْلإِمَامُ (غَيْرِ اْلمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضّآلّين) فَقُوْلوُا : آمين, فَإِنَّهُ مِنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلُ اْلمَلاَئِكَةِ غَفِرَ لَهُ ماَتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ -- رواه البجارى و مسلم


"Jika imam mengucapkan "Ghoiril maghdhubi 'alaihim waladhdholliin", maka ucapkan amin, karena sesungguhnya siapa yang mengucapkan amin bersamaan dengan ucapan malaikat maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."


...***...


Alhamdulillah bisa update kembali, ayo para riders sudah pada sahur?


Selamat menunaikan ibadah puasa semoga puasa hari ini menjadi barokah bagi kita semua.


Jangan luoabterus beri dukungan dan tinggalkan jejaknya di karya authore berupa


FAVORITE


RATE


VOTE


LIKE

__ADS_1


KOMEN


... TERIMAKASIH...


__ADS_2