
Disudut kantin sekelompok anak pemuda sudah duduk disana sedari tadi hanya menunggu makanan kesukaannya tiba.
Namun apa yang dilihatnya hari ini di luar dugaannya. Dia melihat orang yang disukainya sedang berjalan. Dengan bahagia dengan kekasihnya. Yah dia adalah Dilla dan sahabatnya.
Dillah menatap nanar ke arah Mimi beserta teman-teman nya terutama pada Mimi dan Syahril.
"Dil, Lo nggak apa-apa kan?" tanya Reno.
"Hmm." jawabnya namun matanya masih melihat ke arah Mimi.
"Sabar ya Dil." ucap Yogi.
"Huuh" Dillah mendegus.
"Mereka sangat serasi ya?" celetuk Satria sontak ketiga sahabatnya menoleh ke arah Satria.
"Lah kenapa lada liagin aku?" ucap Satria dengan menunjuk ke dirinya sendiri.
"Huhhh" ketiga sahabatnya hanya mendegus.
"Emang salah ya." tanya nya yang sedikit oon itu.
Plak Yogi menampar lengan nya.
"Lo nggak liat tuh teman Lo." ucap Yogi dengan menunjuk ke arah Dillah.
"Upssss sorry hehee" jawab Satria.
"Tapi memang mereka sera.." ucap Satria yang langsung dapat sorotan mata tajam dari kedua sahabatnya Reno dan Yogi.
"Hmm." ucap Yogi dan Reno dengan menatap Satria horor.
Mimi yang masih bercengkerama dengan sahabatnya lagi-lagi mendapat cemoohan dan bahkan mendapatkan isu baru lagi.
"Wahhh Mimi anak kedokteran, hebat ya.. Kali ini berani bawa gandengannya ke kampus." ejek mahasiswa senior disini.
"Hey cowok, kamu dibayar berapa sama Mimi sampe mau di ajak ke kampusnya?" tanyanya pada Syahril, Syahril masih bersikap cuek dan tenang.
"Hebat kamu Mi, sekali bawa ketiganya disini." sahut teman si julid. Mimi hanya diam.
"Hay kenalin aku Veronica anak farmasi." ucap Veronica dengan mengulurkan tangan nya ke Syahril namun Syahril tak menggubrisnya.
"Mending sama aku aja daripada sama dia." ujar Veronica
"Oh ya ternyata gandengan kamu akur ya." ucap satunya lagi kepada Mimi
"Dan kamu, kamu Irsyad kan. Mau maunya kamu sama Mimi, dijadiin yang keberapa kamu." ucap teman si julid.
Si julid yang bernama Veronica, dia anak farmasi Yang mana kampusnya berada di samping kantin ini. Mimi hanya diam mendengar segala ocehan mereka.
"Emm dan kamu, sepertinya bukan anak kampus ini, kok bisa kenal sama Mimi, atau kamu teman ranjangnya Mimi ya hahaa." ucap si julid Veronika karena kesa l sedseintadi Syahril ngak menggubrisnya.
"Hahhaaaa" teman-temannya ikut menertawakan.
"Kamu tau, kalau Mimi ini tidak hanya jalan sama yang muda tapi sama yang om-om pun pernah, Oh ya Mi emangnkamu pasang tarif berapa sampe menggaet yang ganteng-ganteng gini." ucapnya lagi.
"Lebih baik kamu sama aku aja.." jawabnya dengan terus mengelilingi badan Syahril dan Ryan.
Syahril dan Ryan berusaha tenang karena dia takmingin ada keributan.
"Kenapa diam Mi, jilbabmu hanya kedok.. Sok suci" ucap nya...
"Heyy diam kamu." ucap Muthia yang sudah geram.
"Lebih baik kamu ngaca sana, sebelum menjelekkan orang lain." seru Selfia.
"Heyy, wawww bodyguardnya ngamuk cuyy" ucap si julid pada teman-temannya.
Dillah yang dipojokan juga merasa geram cuma dia tidak bisa mengambil tindakan karena dia juga tidak mau ada kesalahan pahaman nantinya.
"Hey kenapa kamu selalu bela dia hah!! atau kalian semua sama aja dengan nya." ucap teman si julid.
"Jaga ucapan mu itu." ucap Syahril.
"Hey ganteng, buat apa aku jaga. Apa yang aku katakan benar adanya kok bahkan nih ya aku masih simpan foto yang beredar beberapa bulan lalu saat dia bersama om-om dan tak hanya itu di hari yang sama dia juga gandeng yang lain." ucap nya, yah apa yang di ucapnya benar adanya kalau Mimi sedang bersama om-om yang tak lain adalah Abi saat mereka makan bersama di pantai itu.
"Oh itu, apa kamu tidak memiliki kerjaan lain selain bergosip?" tanya kak Syahril.
"Waaw, hebat kamu membela dia yang sok suci itu.. Ha-ha-ha kamunbayar dia berapa Mi?" tanya nya kepada Mimi.
"Apa urusan kamu?" kak Ryan tak ingin berdiam diri lagi.
"Waww perfec, ketiga lelaki mu Mi" ucapnya, entah kenapa dia selalu bikin ulah ke Mimi.
"Wah pakai pelet apa kamu hah!!" seru teman si julid.
"Jaga ucapan mu itu!! seru Dimas.
"Seharusnya kamu malu dengan ucapan mu itu." imbuh Dimas.
__ADS_1
"Dim, udah." Mimi melerai Dimas yang maju mendekati Veronica.
"Maaf kak, maunya kakak apa? dan kenapa kakak selalu membuat masalah sama saya?" tangan Mimi.
"Hahhaaaa prok Prok prok" Veronica ketawa dan bertepuk tangan.
"Kesalahanmu adalah karena kamu merebut rang yang aku sukai, dan kamu tau gara-gara kamu ayahku diberhentikan tanpa hormat di universitas ini." ucapnya emosi dengan mencengkram dagu Mimi.
"Kamu itu aok suci mwensing buka saja jilbabmu ini."ujarnya yang hendak menarik jilbab Mimi dan secepat kilat Syahril menggengam tangan Veronica dan menghempasnya kasar.
"Sekali lagi aku mengetahui kamu membuat masalah sama Mimi, aku pastikan kamu di DO dari kampus ini." ucap Syahril.
"Hah apa urusan mu, mau membela dia? oh ya alunluoa kalau dia ayammu.'' ujar Veronica.
"Apa kau bilang?? Ayam?" ucap Syahril dengan muka merah padam.
"Iya dia adalah ayam kampus, apa kau tidak tau hahaa mirisnya kamu jia di bohongi sama dia." ucap Veronica yang masih memprovokasi Syahril.
"Asal kamu tahu, orangbyangbkau hina itu adalah tunangan ku, dan ala kamu bilang lebih baik denganmu. Ciih melihatmu saja aku jijik. Dan apa kamu bilang!! dia ayam kampus? justru yang aku lihat kau yang seperti itu." ucap Syahril dengan menelisik jijik ke arah Veronica yang berpakaian super ketat itu hanya di tutupi almamater nya.
Semua yang mendengar disana tercengang saat Syahril mengucapkan dirinya adalah tunangan Mimi.
"Waaw kaau pun ngaku tunangannya, bagus berarti kamu tau kalau tunanganmu itu bukan gadis baik-baik." ucapnya.
"Jaga ucapanmu, emang buah tidak jauh dari pohonnya. Sifatmu sama saja dengan ayahmu, pantas saja dia di pecat tanpa hormat" ucap Irsyad.
"Apa kau masih mau menuduhku, aku Irsyad yangnkauntuduh sedari tadi, aku adalah adiknya." ucap Irsyad.
"Dan dia adalah abang-abang ku." ucap Irsyad kembali.
"Ternyata surat peringatan tempo hari yang diberikan le saidaea mu itu belum menyadari mu, atau kamu mau juga di skors seperti kakakmu." ucap Irsyad.
"Udah kak, Syad.. Mending kamu masuk kelas kamu syad bentar lagi jam masuk. Kak.." ucap Mimi menenangkan Syahril dan Irsyad.
"Emm baiklah, kamu juga segera masuk kelas kamu gih. Dim, Rik, Saridi, Kaka titip Mimi dan teman-temannya ya.. " ucap kak Syahril kepada ketiga sahabat cowok Mimi.
"Siap kak." ujar mereka bertiga.
"Dan kami dek, lain kali jangan hanya diam, sesekali kasih mereka pelajaran." ucap kak Syahril kepada Mimi.
"Emm.'' jawab Mimi.
"Yaudah kelas kalian dimana,biar sekalian kakak antar Mimi." ucapnya.
"Ck tadi nitipin Mimi sama mereka eh malah mau antar juga.'' ucap Mimi.
"Yaudah kalau gitu kakak mau antar Irsyad dan nanti sekalian mau langsung tempat Ummi," ucap Syahril.
Tak hanya Dillah, Rangga yang melihat itu pun ada rasa sakit dihatinya. "Begitu besar cinta kalian berdua." ujarnya lirih sa!BIL !melihat ke arah Mimi.
"Emm kenapa kamu selalu beruntung Mi." ujar seorang gadis yang gak jauh dari mereka. Dia selalu iri dengan Mimi yang selalu dikagumi setiap mahasiswa di kampus ini.
"Yaudah kak, kalau gitu Mimi langsung ke kelas." ucap Mimi.
"Iya baca do'a dulu sebelum isi soal." ucap Syahril.
"Iya" jawab Mimi, Mimk dan yang lain pun beranjak menuju kelasnya.
Syahril, Ryan dan Irsyad juga akan kembali ke parkiran, nmaun sebelumnya dia melihat ke arah Veronica.
"Urusan kita belum selesai, lihat saja nanti." ucap Syahril dan berlalu !meninggalkan Kangin taknljpa mereka pamit sama Bu Ruminah.
Setelah kepergian Syahril dan kedua sepupunya, Bu Ruminah mendekati Veronica.
"Lain kali jaga ucapan, apa yang kamu lihat itu gak seperti yang kamu pikirkan " ujar Bu Ruminah sembari membereskan piring serta gelas yang kotor.
Veronica hanay berdecak dan pergi dari Kangin Bu Ruminah setelah membayar apa yang dia makan.
Semua kejadian tadi akan Syahril laporkan ke abinya nanti sewaktu sudah berada di rumah abinya. Tapi pucuk di cinta ulam pun tiba sang Abi sedang berada di universitas ini akan bertemu dengan rektor.
"Abi," panggil Syahril saat memberhentikan mobil.
"Riil, Yan, kalian?' ucap Abi.
"Iya bi, habis ngantar Mimi dan ini tadi juga barusan antar Icad." ucap Syahril.
"Hmm, apa baik-baik saja?" tanya Abi.
"Huh, ada insiden dikit Bi." ucap Ryan.
"Insiden?'' ucap Abi dengan menautkan keningnya.
"Iya tadi ada anak farmasi bergosip dan.." ucap Syahril terputus karena abi nya mengerti.
"Pasti anaknya dia..'' ucap Abi.
"Udah ndak usah di gubris, selagi dia tidak bertindak seperti kakaknya menyebar luaskan foto-foto yang tidak-tidak." ujar ABK.
"Yaudah Abi mau masuk dulu, sudah janjian ama rektornya." ucap Abi.
__ADS_1
"Oh ok Bi, kalau gitu kami mau langsung pulang aja.'' ujar Syahril.
"Ya pulang kerumah, Ummi mu sudah menunggu itu." ucap Abi.
"Baik Bi, kami pulang dulu assalamualaikum." ucap Ryan dan Syahril.
"Waalaikum salam." jawab Abi.
Syahril dan Ryan langsung melanjutkan perjalanan mereka ke rumah ummi Fatmah dan Abi juga langsung !melanjutkan langkahnya keruang rektor.
Sesampainya di rumah Ummi, Syahril dan Ryan dipeluk hangat oleh Ummi Fatmah.
"Assalamualaikum Ummi." ucap Syahril dan Ryan.
"Waalaikum salam." Jawab Ummi Fatmah
"Gimana keadaan mu nak?" tanya Ummi pada Syahril.
"Alhamdulillah baik Ummi." jawab Syahril.
"Ayo masuk, kamu istirahat dulu." ucap Ummi dan mereka pun masuk dan duduk di ruang keluarga.
"Bentar lagi Ummi Fatimah datang." ujar Ummi Fatmah. Tak lama terdengar suara salam dari luar.
"Assalamualaikum" ucapnya.
"Waalaikum salam." jawab Ummi Fatmah dan yang lain.
"Sayang gimana keadaan kamu?" tanya Ummi Fatimah dengan memeluk Syahril dengan fachruq si gendongannya.
"Alhamdulillah Mi, Aril baik-baik aja." jawab Syahril.
"Kenapa bisa begitu nak? Kamu tau Ummi mendapat kabar itu cemas disini cuma kami tidak bisa langsung terbang kesana." ucap Ummi Fatimah.
"Heii sudah besar kamu dek." ucap syahril dengan !encium gemas Fachruq.
"Jadi gimana Riil?" tanya Ummi Fatmah dengan membawa nampan berisi jus alpukat.
"Syahril belum bicara sama Mimi Ummi." jawab Syahril.
"Kenapa belum? waktunya dah nggak banyak nak." ucap Ummi Fatimah.
"Iya nak, bicarakan segera dengan Mimi." ucap Ummi Fatmah.
"Iya Ummi rencana Syahril setelah Mimi selesai ujarnya.'' ucap Syahril.
"Terus kamu gimana Yan?" tanya Ummi Fatimah.
"Hukum huh.." kak Ryan hanya menarik nafasnya kasar.
"Ditanya malah narik nafas." ejek Ummi Fatimah.
"Ryan itu tergantung dia Ummi." ucap kak Ryan.
"Loh kok gitu?" tanya Ummi Fatmah.
"Ya gitu, cewek Ryan kan sahabatnya Mimi bahkan tetangganya. Emm mereka berdua itu bagaikan perangko. Yah nasib Ryan tergantung dia." jelas Ryan dengan lirih.
"Apa cwek mu tau?" tanya Ummi Fatmah dan Ryan mengangguk lesu.
"Kok dia bisa tahu?" tanya Ummi Fatimah.
"Ya tau Ummi, Kakek selangkah lebih maju, mungkin seluruh kampung sudah tau." ujar Syahril.
"Kalau gitu kamu buruan Riil, setelah itu kamu urus perpindahan Mimi, kami semua setuju dengan usul Umma dan Babah mu itu." ucap Ummi Fatimah.
"Iya Riil, apa yang dibilang Ummi Imah mu betul." ucap Ummi Fatmah.
"Itu yang Ariil bingung, kalau diajak pindah Mimi pasti tidak mau." ujar Syahril.
"Hmm iya juga sih, apa lagi melihat perjuangan dia sampe dapat beasiswa dan saat izin kuliah disini." ucap Ummi Fatimah yang juga sudah mengetahui cerita tentang Mimi.
"Hmm aku ndak habis pikir kak sama Babah, kenapa dia masih saja begitu." ucap Ummi Fatimah kepada kakaknya Ummi Fatimah.
"Huumm iya dek padahal sudah ada korban dari perjanjian konyol itu, tapi dasar Babah keras kepala. Entah apa yang dicarinya." ujar Ummi Fatmah.
Ryan rebahan di atas ambal tebal s!abil memainkan ponselnya lebih tepatnya dia berusaha menjelaskan kepada Di'ah. Hubungan Ryan dan Di'ah yang di uung tanduk, gali Ryan meras bersyukur, karena Di'ah tidak langsung bercerita atau memberitahu langsung lada Mimi.
Berulang kali Ryan menarik nafasnya kasar bila chat nya hanya dibaca oleh Di'ah.
"Ya Allah, kenpanhububganku jadi bergantung pada anak manusia berdua itu." gumam Ryan lirih di hatinya.
"Aku mohon ya Allah lancarkan lah usaha kami ini, agar hubungan hamba juga lancar." doanya dalam hati.
"Apa pun keputusan Mimi nanti hamba harap tidak berdampak pada hubunganku." Gumamnya lirih "Hummm huh." Ryan menarik nafas dalam nya.
Terkadang ada rasa iri di hatinya bila melihat sepupunya yang lain bisa menikah dan tetap berkuliah. dia juga ingin seperti mereka dan dia berniat jika rencana Syahril ini berhasil di juga akan melamar Di'ah dan langsung ajak menikah.
Dia juga sudah membuat planing, akan mengajak Di'ah ke Amerika kelak, tali dia juga ragu karena bahannya Di'ah sakit kurang lebih dua tahun ini, dan hanya diam anak perempuan yang single.Adik-adiknya lelaki semua.
__ADS_1
"Ya Allah persatukan lah Syahril dan Mimi, karena kebahagiaan dia juga merupakan kebahagiaanku." doanya di dalam hati sambil melihat ke arah Mimk dan kedua umminyakaupm