DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
chapter 14 Cemburu Dua Insan part3


__ADS_3

**Kamar tidur pakai kelambu,


Hendak tidur datang tamu. 


Malam minggu terasa kelabu,


Dokter Jantungku update terbaru


Buah Keduduk buah rambutan


Anak gadis di tapian sungai


Ayo segera beri dukungan


Dokter Jantungku selalu menanti**


**Anak daro menunggu marapulai


Duduk bersanding di pelaminan


jikok ado nan dinanti


Iyo nan lamak jejak dari kalian


__________💓next💓**________


Mimi dan kak Syahril sudah sampai di tempat dimana teman-temannya akan memulai baku hantam.


Kak Syahril langsung menarik tangan Rudi dan Ridho sedangkan bang Idho menarik tangan bang Erwan dan Mimi hanya diam melihat mereka dengan tatapan mengintimidasi.


"Kalian ini ada apa kok sampai mau main tonjok gitu, kayak anak kecil saja." ucap Mimi ketus.


Semua yang ada pada diam, Mimi melihat mereka satu persatu dengan penuh pertanyaan.


"Kak Rudi, bang Ridho ada apa sebenarnya hah..! ( dan melihat ke arah bang Erwan) "Bang Erwan ada apa ini!" tanya Mimi kepada mereka yang akan adu jotos.


"Abang juga ndak tau, tiba-tiba mereka main tuduh seenak perut mereka." jawab Erwan dengan esmosi masih meliputi diri.


"Halah.. Jangan sok-sok an dak tau kau." Ucap Rudi dengan menunjuk ke arah Erwan.


"Sebaiknya kau ngaku saja Wan, jangan pagar makan tanaman." ucap Ridho.


"Emang apa yang harus ku akui, apa yang kalian tuduh ke aku itu tidak benar adanya." Erwan membela diri.


"Sudah sekarang kita cari tempat dan kalian jelaskan yang sebenarnya, jangan sampai gara-gara hal yang tidak benar merusak persahabatan kita." bang Idho ambil suara dengan meninggikan suara.


"Emang ada apa sih sebenarnya, tuduh menuduh, pagar makan tanaman, maksudnya apa! Tanya Mimi terheran dan menunggu jawaban.


"Sudah kita ke warung mangcek tekwan aja dulu nanti kau Rudi dan Ridho jelaskan semuanya." ucap bang Idho melerai semua.


Akhirnya kami pun berjalan bersama, kak Syahril berjalan bersama kak Rudi dan bang Ridho, dan aku berjalan bersama bang Idho dan bang Erwan.


Di ujung jembatan sebelum warung mangcek Di'ah dan kak Ryan sudah menunggu kami.


Setelah sampai kami langsung masuk ke warung mangcek dan kami langsung mencari meja di pojokan.


Di'ah dan kak Ryan melihat kami dengan keheranan apa lagi melihat ketiga sahabatnya yang masih dengan tatapan tak bersahabat.


"Hemm ada apa nih, kenapa wajah kalian bak habis tempur gitu." tanya Ryan kepada kami semua.


Kami semua hanya diam, dan fokus pada pemikiran diri sendiri.

__ADS_1


"Ya udah kita pesan makanan dulu kalian mau pesan apa, kali ini aku yang traktir." ucapnya.


Kami semua masih dalam mood diam, dan kak Ryan langsung memesan tekwan dan jus jeruk.


"Ayo Rudi, Ridho jelaskan sekarang." titah bang Idho.


"Tanya saja sama Erwan." ucap Rudi ketus.


"Lah emang nya ada apa? kenapa bertanya dengan aku, bukannya kalian yang buat ulah tadi?" ucap Erwan tak terima.


"Kak Rudi emang ada apa dan tolong jelaskan semuanya." kali ini Mimi yang bertanya pada Rudi.


Akhirnya Rudi pun menjelaskan panjang lebar perihal kenapa dia jadi marah sama Erwan


**flasback on**


Sewaktu jam istirahat Syahril cs berada di kantin dan duduk di tempat biasa mereka makan di bawah pohon mangga yang rindang.


Beberapa menit sampai makanan telah habis Syahril belum juga melihat Mimi ada di kantin, dia pun akan beranjak dan kembali ke ruangan OSIS untuk mengecek schedule buat acara 17 an yang tinggal beberapa minggu lagi, dan sewaktu itu Erwan menawari diri yang pergi ke ibu kantin buat bayar pesanan mereka semua.


Syahril cs sudah jalan duluan menuju ruangan OSIS, sedangkan Erwan dia menuju ke ibu kantin buat bayar, di saat akan bayar Erwan bertemu dengan Manda dan Novi yang sedang membeli camilan dan minuman.


Erwan yang melihat Manda dan Novi pun dia bertanya perihal dimana Mimi berada.


"Eh Manda, kalian berdua saja mana yang lain?" tanya Erwan.


"Iya bang yang lain lagi di dalam kelasnya Mimi." jawab Manda seadanya.


"Manda... Mimi kemana kok gak keliatan dari pagi." Tanya Erwan kembali.


"Ada kok bang di dalam kelas dia, nih makanya kami beli camilan dan minuman.." Jawab Manda.


"Kok kalian beli banyak camilan dan minuman." tanya Erwan dan melihat ke arah tangan Manda dan Novi yang membawa beberapa kantong plastik.


"Oo.. Oke. " jawab erwan sambil mengacungkan jempolnya.


Manda dan Novi pun berjalan menuju kembali ke kelasnya Mimi dan Erwan masih di kantin buat membayar pesanan dia dan teman-temannya.


Setelah membayar Erwan berniat langsung ke kelas Mimi buat menyampaikan kalau Syahril galau gak ada ketemu sama Mimi, sebenarnya dia juga ingin melihat calon gebetannya Emma ☺☺☺.


Namun rencana tinggallah rencana, sesampai di depan kelas Mimi, Erwan langsung memanggil mimi.


"Mimi.." Erwan memanggil Mimi di balik pintu kelas Mimi.


Mimi pun menoleh dan langsung menghampiri nya, tidak menyangka kalau


Mimi langsung menyerangnya dengan pertanyaan intimidasi yang langsung kena pada tujuan lainnya yaitu sekedar melihat wajah Emma.


Dengan berawal dari pertanyaan-pertanyaan konyol akhirnya mereka larut dan saling bercanda satu sama lain.


Syahril yang semula akan pergi ke kamar kecil tanpa sengaja melihat Mimi dan Erwan sedang berbicara bersenda gurau dengan akrabnya, itu membuat dia mengurungkan niat nya untuk ke kamar kecil dan dia berdiri di salah satu tiang penyangga yang berada di depan ruangan OSIS sambil melipat kedua tangannya di perutnya.


Rudi, Ryan dan Ridho yang berada dalam ruangan OSIS melihat Syahril hanya berdiri di luar mereka pun ikut keluar dan melihat kemana muka Syahril yang sedang memendam api cemburunya.


Akhirnya Rudi, Ryan dan Ridho melihat kemana arah mata Syahril memandang, dan di ujung sana lah tepatnya di depan kelas Mimi mereka melihat bagaimana Erwan dengan luwes nya ketawa-ketawa dengan Mimi.


Rudi yang melihat itu pun ingin menghampiri Erwan namun di cegah oleh Ryan dan Ridho, khirnya Syahril pun angkat bicara.


"Sepertinya mereka sangat dekat, apa mereka memiliki hubungan ya?" Syahril bertanya kepada kedua sahabatnya namun mata tetap memandang ke arah depan tepatnya ke arah Mimi dan Erwan.


"Setau ku mereka gak ada hubungan tapi tidak tau juga di belakang kita." ridho menimpali.

__ADS_1


"Mungkin mereka sudah berhubungan sebelumnya, ( diam sejenak) makanya Mimi tidak mau membaca surat ku waktu itu." ucap Syahril sendu.


"Jika memang Erwan menyukai Mimi seharusnya dia bilang jangan seperti ini." gerak Rudi.


"Iya ini malah dia yang memberikan ide game surat cinta itu." Ridho menimpali omongan Rudi.


"Hem Entah lah." Syahril pun berlalu meninggalkan dua sahabatnya dan menuju ke kamar kecil sebelum bell berbunyi."


** flasback off **


Setelah Rudi menjelaskannya, tiba-tiba Di'ah ketawa renyah karena mendengar penjelasan itu.


Kami semua pun melihat ke arah Di'ah dan Di'ah menutup mulutnya dan bilang maaf.


"Sorry guys.. Kelepasan Hem." Di'ah berucap sambil nahan tawa.


"Jadi karena kesalahan pahaman saja kan, dan itu hampir akan membuat persahabatan kita tercerai berai." ucap bang Idho dengan melihat ke arah Rudi dan Ridho.


"Maaf jika ini semua membuat kalian ikut salah paham." ucap Syahril meminta maaf.


Ryan yang sedari tadi diam pun ikut bicara.


" Tenang aja bro dikau takkan bertepuk sebelah tangan hahaa." ucap Ryan tiba-tiba ketawa renyah.


Syahril yang mendengar ucapan Ryan hanya menautkan kedua alisnya dan dia pun berucap.


"Jika Erwan juga menyukai Mimi gak apa, jangan sampai persahabatan kita tercerai berai hanya memperebutkan satu cewek, toh Aku dan Mimi juga belum pasti." ucap Syahril sok tegar tapi ada nada kegetiran.


Mimi yang mendengarnya merasa bersalah dan ada rasa sedih, semua nya hening dan pesanan kami pun tiba..


Dalam keheningan kami semua menyantap pesanan kami, namun aku sudah hilang selera. Erwan yang melihatku langsung angkat bicara.


"Riill.." Panggil Erwan, Syahril dan semua melihat ke arah Erwan "Maaf sebelumnya.. ( diam sejenak) Jujur aku juga menyukai Mimi" lanjutnya. Syahril dan yang lain terkejut tak percaya dan ada kemarahan di diri Rudi Ridho dan Ryan.


Erwan menarik nafas lalu menghembus nya pelan dan melihat ke arah kami semua.


"Iya Aku menyukai Mimi tapi sebatas sahabat dan sebagai adik tidak lebih." Kata Erwan dan dia menunduk


"Sebenarnya aku menyukai orang lain ya dia itu Emma temannya Mimi." Erwan berucap lagi.


Semua kelihatan kaget kecuali aku dan ada ketenangan di wajah Syahril cs.


Akankah Mimi mengutarakan perasaanya juga, dan bagaimana dengan Emma apa dia masih menaruh cemburu kepada Mimi??


Next ya guys..


Burung balam merdu suaranya


Kayu jati di pahat terukir indah


Selamat malam wahai semua


Selamat beristirahat mimpi yang indah


_________________**TBC_________________


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA


VOTE


LIKE❓❓❓

__ADS_1


RATE ⭐⭐⭐⭐⭐


KOMEN**


__ADS_2