DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
165


__ADS_3

Kamipun berbincang-bincang masalah kuliah yang akan Mimi jalani hingga sholat ashar selesai kak Syahril pamit dan pinjam mobil untuk balik ke kosan Mimi, membantu Mimi beres-beres namun ternyata Ummi dan Abi pun ikut serta dan akhirnya kami semua kembali menuju kosan Mimi,


Tak lupa Ummi membawa bekal buat sekalian makan mallam di kosan pnya Mimi.


Sesampainya di kosan Mimi, Ummi melihat disekitarnya.


"Riil, sini amankan?" tanya Ummi was-was.


"Insya Allah aman Ummi." jawab kak Syahril sembari !membuka pagar kosan Mimi.


Setelah membuka pintu kosan ternyata Barang-barang Mimi sudah tersusun pada tempatnya.


"Loh kak, kok udah disusun." ucap Mimi ketika melihat barang-barang nya udah pada tempat semestinya, kecuali kasur dan lemari karena pintu kamar Mimi kunci karena sebelum pergi barang bawaan Mimi dimasukkan kak Syahril kedalam kamar dan langsung dinkuncinya.


"Mungkin pak Tejo sama mbok Parni membantu nyusunnya dek." jawab kak Syahril.


"Loh udah lengkap isi nya Mi? ini lihalmkosa yang lengkapi atau gimana?" tanya Ummi.


"Nggak Ummi, tadi kak Syahril yang belanjaan semua." jawab Mimi.


"Oh baguslah kalau udah lengkap gini jadi kan nggak susah lagi buat Mimi beli nanti." jawab Ummi.


"Hehhe iya ummi, emm ayo Ummi duduk, aduh maaf Mimi kelupaaan karpet nya.


" Udah ngak apa kita duduk lesehan di lantai aja,." jawab Abi sedangkan Ummi langsung pamit ke bekamar mandi karena kebelet.


"Eh pakai kasur santai aja Bi, bentar Aril ambilkan mungkin dintaruh pak Tejo kamar belakang." ucap kak Syahril dan berlalu menuju kamar belakang dan mengambil kasur karakter yang ternyata tanpa sepengetahuan Mimi di belinya.


"Nah Bi,Abi duduk di sini aja." ucap kak Syahril dengan membenatngw kasur karakter tersebut.


"Loh kappan kakak belinya? perasaan tadi nggak ada." ucap Mimi.


"Iya pas, mau keluar ruko kakak melihat ada kasur karakter ini jadinya kakak beli aja sekalian." ucapnya.


"O gitu." jawab Mimi.


Kak Syahril membuka pintu kamar dan memasukkan kasur serta lemari, meja belajar dan box kedalam kamar Mimi. Kak Syahril menaruh kasur dan lemari sesuaimleongin Mimi.


Setelah semua sudah pada tempatnya Mimi segera menyusun pakaiannya kedalam lemari pakaian, sedangkan kak syahril membuka tas yang dia tahu itu berisi peralatan tulis dan buku-buku yang dibelinya bersama Mimi sebelumnya. Kak Syahril menysun buku-buku tersebut ke dalam lemari yang ada di meja belajar.


Ummi melihat Mimi dan kak Syahril yang berada dalam kamar ummi melihat Syahril menyusun buku-buku Mimi sedangkan Mimi menyusun pakaiannya.


"Semoga kalian dipersatukan oleh Allah SWT, begitu kompak kalian menjalani suatu pekerjaan." gumam Ummi dalam hatinya.


"Ya Rabb jangan kau pisahkan mereka, hamba tak tau apa jadinya jika !mereka berpisah nanti." Ummi berdoa dalam hatinya.


Ya Ummi tau pastinya bagaiama sifat ayah nya apapun kehendaknya harus diikuti tanpa melihat atau bertanya dahulu kepada orang yang dilibatkan nya.


"Ummi." panggil Abi ketika melihat Ummi berdiri di pintu kamar


"Ya Bi." jawab Ummi sembari !mendekat kee arah Abi.


"Ummi kenapa?" tanya Abi.


"Ummi hanya melihat mereka Bi, kompak dalam menjalani sebuah pekerjaan kecil." jawab Ummi.


"Ummi khawatir kepada mereka Bi." ucap Ummi kembali.


"Kita do'a kan saja semoga mereka diberi jodoh sama Allah." ucap Abi.


"Iya Bi, Ummi ndak bisa bayangkan bagaimana kelak perjodohan itu diharuskan sama Babah. Ummi ndak sanggup melihat Syahril akan kembali merundung dirinya sendiri." ucap Ummi sendu.


"Apa Babah sudah memutuskan?" tanya Abi.


"Ummi ndak tau Bi, kata bang Syarief Babah terus menghubunginya dan menanyakan hal itu." jawab Ummi.


"Apa kata bang Syarief Mi?" tanya Abi.


"Abang tidak mau memaksakan kehendak kepada anak-anak nya, Abang sudah berapa kali menolak hal itu dan Abi tau sendiri Babah bagaimana belum kita selesai bicara Babah selalu marah-marah ndak jelas." jawab Ummi.


"Udahlah Mi, kita cukup bantu do'a saja semoga !mereka berdua di bukakan pintu jodoh nya sama Allah SWT." ucap Abi mengakhiri obrolan singkat mereka.


"Iya Bi, semoga saja. Amin ya Rabb alamin." jawab Ummi.


"Abaaang." Irsyad teriak dari arah dapur menuju kamar.


"Ada apa sih dek, teriak-teriak ndak jelas " ucap kak Ryan yang sedang rebahan di atas kasur.


"Iya ada apa dek?" tanya mbak Aish.


"Abang Syahril tuh gimana sih." ucapnya


"Gimana apanya?" tanya kak Syahril tak mengerti.


"Abang semua barang dan peralatan Abang ingat tapi airnya ndak Abang ingat." jawab Irsyad.


"Air?" ucap kak Syahril bingung dan seketika dia teringat kalau


emang mereka tadi tidak membeli air.


"Eh iya lupa , yaudah kita ke market depan, ayo dek." ucap kak Syahril mengajak Mimi.


"Emm kakak aja, Mimi masih mau nyusun-nyusun." ucap Mimi.

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu kakak kedepannya dulu ya sama Irsyad." pamitnya.


"Iya kak hati-hati." jawab Mimi sembari !menutup lemari pakaiannya.


"Riil, jangan lupa Snack ya?" seru kak Ryan.


"Oke." jawab kak Syahril.


"Loh kalian mau kemana?" tanya Ummi.


"Mau kedepannya Mi, Abang semua barang ingat tapinair nggak ingat." jawab Irsyad.


"Oh yaudah hati-hati." jawab Ummi dan kembali menonton breaking news di TV.


Mimi beranjak menuju dapur untuk mencuci piring, mangkuk, gelas dan peralatan masaknya. Setelah semua tercuci Mimi lap bersih dan susun di rak piring. Sedangkan mixer sama oven Mimi taruh di kamar belakang.


Tak terasa waktu Maghrib pun tiba, para cowok pergi ke masjid yang berada tak jauh dari kosan, Ummi, Mimi dan mbak Aish sholat di rumah.


Setelah sholat Mimi membuat brownis atas permintaan kak Syahril. Yah saat mereka pergi ke market depan kak Syahril membeli bahan-bahan untuk brownis dan setelah kak Syahril meminta di buatkan brownis Mimi langsung mengetim dcc dan maegarinnya sehingga saat selesai sholat dcc alias coklatnya dan margarin sudah dingin.


"Mimi membuat apa?" tanya Ummi.


"Mau buat brownis Ummi," jawab Mimi.


"Oh pasti Aril yang minta buatin." ucap Ummi


"Iya Mi, katanya dia mau bawa pulang ke pedang." jawab Mimi dengan sambil mengaduk adonan. Setelah adonan siap Mimi


langsung memasukkan satu loyang ke oven dan memanggangnya dan satunya Mimi masukkan kedalam kukusan yang sudah di panaskan sebelumnya


Setelah itu Mimi memanasi masakan yang Ummi bawa dari rumahnya dan Mimi menyiapkannya dengan menaruhnya ke piring-piring.


Para cowok telah pulang dari masjid, Mimi dan mbak Aish menyiapkan makan malam untuk makan malam mereka malam ini.


"Hemm wanginya brownis nih." celetuk Irsyad.


"Iya kakak iparnya buat brownis bhat Abang." jawab kak Syahril.


"Udah-udah kita makkan dulu." ucap Abi dan mereka pun !akkaan bersama dan bersamaan brownis nya pun matang.


Mimi yang selesai duluan makannya pamit kebelakang untuk mengangkat brownis nya. sesampainya di belakang Mimi membuat satu adonan brownis lagi untuk Ummi dan keluarganya.


Mbak Aish dan Ummi membereskan piring-piring kotor dan ketika Ummi sampai belakang terkejut melihat Mimi masih mengadon brownis.


"Loh Mimi buat brownis lagi?" tanya Ummi.


"Eh Ummi, dah selesai makannya?." Mimi tak menjawab Ummi melainkan bertanya kembali.


"Iya udah, Mimi buat lagi untuk siapa?" tanya Ummi.


"Nah ini satunya?" tanya Ummi.


"Buat kita makan." jawab Mimi dengan mengeluarkan satu loyang brownis kukus nya ke dalam wadah.


"Mbak Aish biar Mimi aja yang cuci." ucap Mimi menghentikan mbak Aish yang akan mencuci piring.


"Ndak apa Mi, cuma dikit kok. Sini bawa sini tuh yang kotor." ucap mbak Aish dan Mimi pun menaruh peralatannkotornya ke wastafel.


Sambil menunggu brownis masak Mimi kembali bergabung sama yang lain tak lupa Mimi membawa teh hangat dan brownis kukus sebagai camilannya kehadapan semua.


Setelah brownis nya masak Mimi segera mengeluarkan nya dari oven dan mendinginkan nya sejanak, sambil menunggu brownis dingin Mimi sholat isya terlebih dahulu.


Setelah sholat Mimi memasukkan brownis ke dalam mika kue, satu Mimi beri buat Ummi dan satunya Mimi masukkan kedalam tas kak Syahril.


"Kak,." panggil Mimi ketika kak Syahril hendakmle dalam kamar !mandi.


"Iya dek." jawabnya


"Browniesnya Mimi masukkan ke dalam tas kakak ya " ucap Mimi.


"Iya." jawabnya dari dalam kamar mandi.


Disaat Mimi sedangkan memasukkan brownis kedalam tasnya di dapur kak Syahril yang sudah keluar dari kamar mandi tiba-tiba memeluk Mimi dari belakang.


"Kak." ucap Mimi.


"Biarkan kakak memeluk adek." jawabnya, Mimi pun membiarkannya.


"Adek jaga diri ya, jangan gampang percaya sama orang kallau adek sakit atau ada apa-apa jangan sungkan minta bantuan Ummi." ucapnya dengan terus memeluk Mimi.


"Iya kak." jawab Mimi lirih.


"Eh kok nangis." ucap kak Syahril seraya membalikkan badan Mimi dan menghapus air mata Mimi.


"Kenapa nangis?" tanya kak Syahril.


"Ndak tau." jawab Mimi dengan suara serak menahan isakan.


"Udah ndak usah nangis, ingat tujuan adek disini jauh dari keluarga untuk mengejar cita-cita adek, maafkan kakak ndak bisa ngantar besok." ucapnya.


"Iya kak." jawab Mimi dengan mengangguk.


"Kakak sayang sama adek, rasanya kakak ndak bisa jauh dari adek." ucapnya gombal.

__ADS_1


"Idih gombal." jawab Mimi.


"Serius dek, apa kakak pindah kampus aja ya." ucap kak Syahril.


"Ndak usah kak, kita saling jaga aja. Mimi jaga hatimmimimbuat kakak dan bagitu juga kakak jaga hati kakak buat Mimi." ucap Mimi.


"Kakak berjanji akaan selalu !menjaga hati kakak buat adek sampe maut memisahkan." ucap kak Syahril dengan sumpah janjinya.


"Ndak boleh gitu, kita kan ndak tau jodoh kita kelak siapa, cukup kakak jaga hati kakak sampai Allah memberikan jodoh nya kepada kita." ucap Mimi.


"Tapi kakak serius dengan janji kakak dek." ucapnya


"Ehem." terdengar suara deheman dari belakang Mimi dan Syahril.


"Kalian ini di tungguin ndak tau nya." ucap kak Ryan mengagetkan kami berdua.


"Lo Yan keg jailangkung aja." ucap kak Syahril.


"Tuh dah di tungguin Ummi dan Abi, ayo buruan ntar kita telat lagi." ucap kak Ryan.


"Iya ayo." jawab kak Syahril.


Akhirnya kami bertiga pun menuju ke depan dan bergabung dengan yang lain.


"Jam berapa Riil berangkatnya?" tanya Abi.


"Penerbangan jam sepuluh Bi." jawab kak Syahril.


"Yaudah ayok ntar telat. tadi siang udah langsung check In nggak? tanya Abi.


"Iya Bi udah." jawab kak Syahril dan kamipun berangkat menuju bandara untuk mengantar kak Syahril dan kak Ryan. sesampai disana kak Syahril dan kak Ryan langsung berpamitan kepada kami dan dia juga menitipkan Mimi kepada Ummi dan Abi nya.


"Mi, Bi, Cad mbak Aish, Aril titip Mimi ya." ucapnya


"Iya." Jawabbummi dan Abi.


"Tenang bang bro akan Icad jaga." ucap Irsyad.


"Iya gampanglah bang." ucap mbak Aish.


"Makasih." jawab kak Syahril, Syahril mendekat kearah Mimi.


"Kakak berangkat ya jaga diri jaha hati Jaga mata." ucap kak Syahril seraya memegang tangan Mimi dan memandangi wajah Mimi yang berurai dengan air mata.


"Udah, ndak usah nangis, kita sama-sama berjuang meraih cita-cita kita. Ingat pesan Mak, bapak dan yang lain ya." ucapnya sa!bil menghapus air mata di pipi Mimi''.


"Iya kak,." jawab Mimi dan Syahril memeluk erat Mimi begitupula Mimi membalas pelukan itu seakan mereka tak ingin terpisah.


"Kakak maauk dulu, assalamualaikum." Pamitnya dan mengecup kening Mimi.


"Waalaikum salam." jawab Mimi dengan !menyalami serta mencium punggung tangannya.


"Bi, Ummi, Cad, mbak Aish Aril dan Ryan berangkat assalamualaikum." ucapnya kak Syahril dan kak Ryan.


"Waalaikum salam.Hati-hati jangan lupa baca do'a.." ucap Abi seraya memeluk kedua lonakaan dari sang istri.


"Iya Bi,." ucap kak Syahril dan kak Ryan. Mereka berdua pun masukkan menuju boarding Room. Mimi melihat mereka sampai tak terlihat dimatanya.


"Ayo Mi, kita pulang." Ajak Ummi.


"Eh iya Mi,." jawab Mimi.


"Oh ya Icad sama Aish ngantar Mimi ya, Ummi sama Abi pulang duluan." ucap Abi


"Iya Bi beres." ucap Irsyad dan kami pun pulang menuju rumah masing-masing.


Sesampainya di kosan mbak Aish dan Irsyad langsung pamit pulang,.


"Mi kami langsung pulang ya. Jnagn lupa kunci semua pintu." pamit Mbak Aish dan mengingatkan Mimi buat mengunci pintu.


"Iya mbak, makasih." jawab Mimi saat Mimi akaan membuka pagar Mimi teringat akan brownis buat Ummi.


"Oh ya kak, tunggu bentar." ucap Mimi sembari berlari ke kosan dnan Mimi langsung membuka pintu dan langsung berlari !menuju dapur mengambil brownis yang lupa di bawanya tadi.


Setelah itu Mimi kembali berlari menuju ke depan dan teenyata mbak Aish sudah berada di depan pintu.


"Ada apa Mi?" tanya Mbak Aish.


"Eh mbak, ini tadi lupa ngasih ke Ummi dan lupa bawanya juga." jawab Mimi sambil menyerahkan browniesnya ke mbak Aish.


"Wah brownis, !makasih ya Mi." ucap mbak Aish.


"Iya mbak sama-sama." jawab Mimi.


"Yaudah mbak pulang dulu, assalamualaikum." pamitnya


"Waalaikum salam." jawab Mimi dan mengantar mbak Aish sampai ke mobil. Setelah mobil melaju Mimi mengunci pagar dan Mimi segera masuk kedalam kosan dan tak lupa mengunci pintu.


Setelah semua terkunci Mimi menuju kamar mandi untuk cuci muka dan setelahnya Mimi maauk kedalam kamarnya. Setalah semua tidak ada di kosan Makka kosan Mimi pun terasa sunyi.


"Hemm sunyinya." ucap Mimi dan Mimi pun merebahkan badannya segera mengarungi alam mimpi takmlupa doa sebelum tidur dibacanya.


flasback off

__ADS_1


Dan hari ini pula Mimi menginjakkan kakinya di kampus idamannya sebagai mahasiswa undangan dan beasiswa.


---tbc---


__ADS_2