DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
keputusan pindah Mimi


__ADS_3

Mimi yang pingsan langsung di bawa ruang UGD dan di baringkan di atas brankar samping Abizar.


Semua orang bersedih, mas Chalik mengurus kehilangan jenazahnya Abizar. Obqkmkeluaega besar abkzar kjga sidahndi beritahu termasuk emak dan bapak Mimi.


Keluarga Mimi yang mendengar kabar itu turut bersedih. Mereka merasa kasihan akan nasib percintaannya Mimi yang selalu saja ada cobaan.


"Mas" Panggil Mimi saat melihat Abizar duduk di brankarnya. Abizar hanya tersenyum melihat Mimi.


Mimi langsung beranjak dari rebahannya dan memeluk erat tubuh Abizar.


"Mas, kamu baik-baik aja kan?" tanya Mimi yang berada dalam pelukan Abizar.


"Mas," panggil Mimi dengan melerai pelukannya, abkzar hanya tersenyum.


Mimi melihat wajah Abizar yang bercahaya, bersih dengan senyuman yang menyejukkan hati.


"Mas, jangan tinggalkan Mimi ya?" ucap Mimi.


"Maafkan mas ha?" ucap nya, Mimi mengangguk.


"Maafkan mas, doakan selalu mas ya dek?" ucapnya.


deg


mendengar Abizar berkata seperti itu, membuat Mimi teringat akan kejadian sore tadi.


"Mas, ini bukan mimpi kan? mas baik-baik aja kan?" ucap Mimi dengan deraian air mata.


"Mas, jangan tinggalin Mimi mas." ucap Mimi.


"Maafkan mas tidak bisa menempati janji." Ujar Abizar.


"Nggak mas, Mimi yang minta maaf yang selalu nyusahin mas." ucap Mimi dengan terisak.


"Mas sayang kamu, sw!kga kita dipertemukan di jannahnya"


"Jaga dirimu baik-baik," ucap Abizar.


"Mas, jangan tinggalin Mimi. Maafkan Mimi mas," ucap Mimi.


"Mimk sayang sama mas, Mimi cinta sama mas, jangan tinggalin Mimi" ucal Mimk dengan memeluk Abizar. Saat Mimk memeluk Mimi mencium Abizar sangat wangi, wangi yang Mimk tercium bukanlah wangi dari parfume yang sering Abizar pakai.


"Bersabar lah, Mas juga sayang sama kamu namun ada yang lebih menyayangi kamu." ujarnya.


"Massa" ucap Mimi. perlahan Abizar menghilang dari pelukan Mimi dan meninggalkan wangi yang semerbak.


Bunda Abizar yang menunggu Mimi, melihat Mimk gelisah dengan mata terpejam oun berteriak memanggil suaminya.


"Yaaah" panggil bunda.


"Lihat Mimi yah" ucap bunda.


"Nak, bangun sayang." ucap Bunda dengan berbisik di telinga Mimi, bunda lun bersholawat ditelinga Mimi.


"Ikhlaskan Abizar nak." bisik bunda dengan deraian air mata kala melihat Mimi terlihat gelisah dengan mata tertutup namun mata itu bergerak-gerak cepat.


Bunda terus membaca sholawat di telinga Mimi dan meminta Mimk untuk mengikhlaskan Abizar. Tak lama bunda me!lhat berusaha tenang dengan deraian air mata yang jatuh di kedua pipi Mimi.


Bunda menghapus air mata itu dan terus bersholawat. Tak lama Mimi tersadar dengan memanggil Abizar.


"Maaaassssss, massa Abizar jangan pergi mass." teriak Mimi


"Massss" ucap Mimi dan Mimi pun tersadar dengan deraian air mata. Bertepatan dengan sadarnya Mimi, ruangan itu pun tercium selama wangi yang semerbak.


"Bundaa, mas Abizar bund." ucap Mimi, bundanya abjAr memeluk Mimi.


"Ikhlaskan dia nak." ucap bunda.


"Bund huhuhu" ucap Mimi dengan tangisan nya yang pecah.


Semua irisan telah selesai, jenazah Abizar lu. di bawa pulang. Sepanjang jalan tak hentinya air mata Mimi ngalir bak aliran sungai.


Walau mulut berkata ikhlas namun entah mengapa hati Mimi belum bisa menerima semua ini. Mimi merasa ini hanyalah mimpi dan Mimk berharap segera tersadar dari mimpi itu.


Di LA, Syahril menerima pesan video disaag malam pertunangan Mimi dan dimana video itu adalah video pertunangan Mimi dengan Abizar. Terlihat Mimk sangat bahagia di dalam video itu.


"Semoga kau bahagia dek, dia orang yang baik." ucap Abizar ketika melihat video itu.


Semenjak dia menerima video itu entah mengapa Syahril selalu bermimpi jika ada seorang pria memberikan tangan seorang gadis padanya.


Syahril hanya menganggap itu bunga tidur semata, gali mimpi itunterus hadir dalam tidurnya sampai malam sebelum terjadinya kecelakaan Abizar.


Dan di malam sebelum terjadi kecelakaan itu, Syahril bermimli kembali dengan mimpi yang sama.


Lelaki itu melegakan tangan seorang gadis ke tangan Syahril dan laki-laki itu tersenyum.


"Terimakasih, aku kembalikan dia padamu " ucap sinlelaki itunintuk lertma dan terakhir kali nya.

__ADS_1


Syahril semenjak mendapatkan mimpi itu terus berpikir siapa laki-laki itu, dia seperti mengenali nya gali dimana dia lupa.


"Riil kamu kenapa?" tanya Ryan.


"Nggak apa-apa Yan." ucap si Syahril.


"Apa masalah mimpi itu lagi?" tanya Ryan dan Syahril pun mengangguk.


"Hanya bunga tidur saja itu Riil." ucap Ryan.


"Ya semoga saja Yan, tapi?" ucal Syahril ragu untuk mengatakan.


"Emm ala kamu lihat siapa laki-laki dan perempuan dalam mimpi mu?" tanya Ryan lagi.


"Huuum huh, hanya wajah laki nya saja, gali tidak dengan perempuannya." ucap Syahril.


"Apa kau mengenalnya?" tanya Ryan lagi dan syahril ragu-ragu menggeleng.


"Aku tidak mengenai nya tapi akunsepeti pernah melihat wajahnya " jawab Syahril.


"Dan semalam baru dia mengatakan terimakasih dan dia mengembalikannya pada ku " ucapnsayhril lagi


"Terimakasih? mengembalikan apa?" tanya Ryan.


"Iya dia mengucapkan terimakasih dan dia mengatakan aku kembali akan dia kepadamu, dan dia menyerahkan tangan peemeluan itu ke tangan ku." ucap Syahril.


Syahril dan Ryan pun mencoba membuka teka-teki. Keesokan harinya Syahril menerima kabar dari Irsyad KA!AU tunaanagn Mimi telah meninggal.


"Innalilahi wainna illaihi roji'un." ucap Syahril.


"Siapa yang meninggal Riil?" tanya Ryan, Syahril gak menjawabnya dengan kata melainkan Syahril memberikan ho nya ke Ryan dan Ryan lun membaca peran itu.


"Innalilahi wainna illaihi roji'un." ucap Ryan.


Syahril maupun Ryan ikut bersedih mendengar kabar itu. Secara mereka berdua melihat bagaimana Mimi bahagia bersama atunangannya saaat makaam pertunangan itu.


"Yang sabar ya dek" gumam Syahril.


Sahabat-sahabatnya Mimi dinkkta ink maupun di Jambi ikut bersedih kala mendengar berita tersebut. Bapak yang sudah mendaftakan Mimi dan Abizar akhirnya membatalkannya.


Orang tua Mimi ingin pergi ke Semarang gali mimkvtidak mengizinkannya, Mimk takut terjadi apa-apa sama kedua orangtua nya di jalan.


Tahlilan dilakukan dirumah Abizar hingga sampe hari ketujuh. Selama itu pula Mimi berada di rumah Abizar dan Mimi tidur di kamar Abizar.


Tiap tidur Mimi selalu memeluk pakaian Abizar untuk meluapkan rasa rindu nya.


"Seharusnya Mimi mas, bukan mas.." ucap Mimi lagi dengan isakan tangis.


"Mimi kangen mas." ucap Mimi dengan terus memeluk pakaian Abizar hingga Mimk tertidur akibat kelelahan menangis.


Bunda giqo malam selalu mengecek Mimi di kamarnya, bunda ikut berserakan air mata kala melihat Mimi tertidur dengan memeluk pakaian serta foto Abizar dengan dirinya saat malam pertunangan.


Tak hanya bunda, sang ayah pun selalu melihat Mimi seperti itu tiap malam.


"Yah" ucap Bunda, ayah memeluk bunda dan mengajak bisa keluar dseinkame Abizar.


"Apa Mimi masih menangis bun?" tanya Adam, bunda pun mengguk.


"Kasian Mimi mas " ucap sang istri.


Keluarga dari Carla saat mengetahui Abizar meninggal tidak hadir karena mereka lun sedang berduka karena anaknya Carla juga meninggal saat berusaha kabur dari kantor polisi. Carla meninggal di tempat saat sebuah mobil melaju kencang menabrak dirinya.


Mimi di temani Selfia menginap di rumah Abizar hingga 40 hari Abizar. Yah hanya Selfia sahabat Mimi yang tinggal di Semarang yang lain setelah lulus langsung pulang ke kampung halaman.


Tahlilan 40hari Abizar sangat ramai bahkan kedua orang tua Carla datang di malam itu. Mereka meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada ayah dan bundanya Abizar atas perbuatan almh Carla anaknya.


Orang tua almh Carla juga mejnga maaf kepada Mimi, mereka juga meminta agar Mimi memaafkan Carla. akarwna sifatkeras kepala anaknya itu membuat semua orang berduka termasuk mereka sebagai orang tuanya yanbbjjga berduka kehilangan putrinya.


"Nak, maafkan Carla ya nak." ucap mamahnya Carla.


"Iya nak, maafkna atas segala kesalahan nya." ucap palah Carla. Mimi terdiam, Mimi tidak tau harus menjawab apa. Ada rasa marah di hati Mimi, karena Carla Mimi kehilangan calon suaminya.


"Tidak apa Lak buk, semua sudah takdir." hanya kata itu yang terlontar di bibir Mimi.


"Ampuni segala kesalahan nya nak." uacl mamahn Carla lagi.


"Sudah lah Bu, ini sudah takdir dari Allah " ujar Mimi.


Keesokan harinya, Mimi menatap undangan yang sudah tercetak. Undangan untuk dinjambi semua tercetak dan rencana saat itu akan segera dikirim namun semua hanya mimpi..


"Mas, harusnya hari ini hari bahagia kita mas." ucap Mimi dengan memegang kartu undangan itu.


Yah seharusnya hari ini adalah hari bahagianya yaitu hari pernikahannya dengan Abizar. Namun kenyataan hari ini adalah hari ke 40 kepergian Abizar ke pangkuan illahi.


Mimi membawa kartu-kartu undangan itu turun. Mimi akan membakar kartu undangan itu.


"Maafkan Mimi mas." ucap Mimi.

__ADS_1


"Mi." panggil mas Chalik.


"Ya mas." jawab Mimi.


"Itu apa?" tanya mbak Aida.


"Kartu undangan mbak, mau Mimk bakar aja." ucap Mimi dengan suara serak.


"Yang sabar ya dek, ikhlas kan Abizar." ucap !bak aida dengan memeluk Mimi.


"I iya mbak insya Allah." jawab Mimi. Mimi lun berjalan ke arah belakang dan membakar semua jd angan itu dengan deraian air mata.


Setelah 40 hari ini Mimi akan kembali berkerja karena ini tidak ingin berkarir dalam kesedihan.


Namun ala ha g Mimk jalankan tak sesuai ekspektasi nya, selama di rumah sakit Mimi merasa sedih. Tali Mimk berusaha untuk. tegar dan profesional karena pasien-pasien nya sangat membutuhkan dirinya.


Rekan kerja Mimi turut berduka atas meninggalnya pemimpin mereka, bahkan mereka juga kehikanag sosok hangat lemimlkn mereka dan mereka juga kehikanag sosok hangat dari Mimi.


Sebelum 100 harinya Abizar sang ayah mengumpulkan semua anak-anaknya termasuk Mimi.


Ayah menyampaikan perihal kepemimpinan di rumah sakit jantung itu. Ayah meminta Mimi untuk memimpin karena mereka telah menganggap Mimi sebagai anak nya oengganti Abizar.


Mas Chalik dan mas Padam lun menyetujui hal itu, karena mereka berdua sudah memiliki tanggung jawab sendiri


"Maaf yah, mas.. Mimk tidak bisa" tolak Mimi.


"Tapi kenapa nak?, Ayah sangat mempercayai rimahnsakkt itu ditangan kamu." ucap si ayah


"Tapi yah, Mimi tidak mempunyai hak disana. Mimi bukan siapa-siapa nya kalian." ucap Mimi.


"Tidak dek, bagi kami kami adalah adek kami. Kamu adalah pengganti abizae di keluarga ini." ucal mas Chalik.


Mimi yang mendengar nama Abizar di sebut membuat hati Mimi bersedih. Jujur Mimi sanhat merindukannya.


"Pikirkan lagi nak?" ucap ayah, Mimk hanya diam.


"Nak, ayah harap kamu mau meneruskan im💘pian Abizar di rumah sakit itu." ucap ayah.


"Iya Mi, yang dikatakan ayah benar. Begitu banyak impian Abizar di rimah sakit itu. Profesi kalian sama, tentunya sangat mudah untukmkmua melanjutkan impian-impian nya untuk membantu penderita jantung." ucal mas Chalik.


"Mas, kenapa bukan mas saja )yang leganag rumah sakit jantung itu juga." ujar Mimi.


"Tidak bisa Mi, mas susah ada tanggung jawab di rumah sakit berasalin" ucal mas Chalik.


Yah mas Chalik seroang dokter spesialis kandungan dan anak dan istrinya mbak Aida juga sama.


"Pikirkan lagi nak?" ucap bunda dan Mimi lun mengangguk.


Malam ini Mimi kembali menginap di rumah Abizar. Mimi akan memikirkan kembali permintaan ayah Abizar.


Mimk terus memikirkan permintaan itu, tapi hati Mimi menolaknya karena Mimi bukanlah bahkan keluarga itu. Mimi tidak ingin ada kecemburuan sosial nantinya.


Mimipun mengatakan hal itu lada keluarga Abizar saat di 100 harinya Abizar. aora g gua Abizar serta kakak Abizar memaklumi hal itu dan mereka Kun tidak bisa memaksa Mimi.


Mimi pun berencana akan pindah dari kkta Semarang. Bunda Retno yang mendengar Mimi akan pindah ikut sedih apa lagi bunda Retno sudah mengganggap seperti putrinya sendiri.


Barang-barang Mimi di kosan sudah Mimi packing yang penting-penting. Senangnya Mimi mendapatkan tawaran di rumah sakit daerah dan swasta di kota pedang.


Mimi pun menemui ayah Abizar dan yang lain untuk menyampaikan keputusannya untuk keluar dari rumah sakit jantung itu dan akan lindahnke kita pedang


"Kenapa kamu tidak kerja disini saja Mi?" tanya mas Chalik.?


"Iya Mi, kenal mesti pindah." ucap mbak Aida dan mbak Rita


"Maaf mas, mbak. Huuum huh, Mimi ingin memcoba mandiri. Kebetulan rumahnsakkt daerah dan salah satu rumah sakit swasta di kota pedang sedang membutuhkan spesialis jantung." ucap Mimi.


"Mi, apa kamu tidak ambil saja beasiswa kamu di Harvard nak?" tanya Abi menanyakan perihal beasiswa nya.


"Emm sebenarnya Mimi ingin yah tapi, Mimi ingin berkerja dulu nanti kalau ada rezekinya insya Allah pasti Mimi akaan kesana juga." ucap Mimi.


"Baiklah nak, nanti jika ada penelitian khusus ahli jantung ke liaeh negeri akan ayah masukkan nama kamu." ucal ahaah Abizar.


"Iya yah, makasih." Jawab Mimi.


Setelah perundingan itu, beberapa hari kedepan Mimi pun beranjak berangkat ke kota pedang. Namun barang-barang Mimi, Mimi tinggal dulu, Mimi akan pastikan dulu tempat tinggal Mimi, setelah itu nanti Mimi akan meminta tolong bunda Retno untuk !mengirim barang-barang Mimi via ekspedisi.


Setelah di kota pedang, keesokan paginya Mimi langsung pergi ke rumah sakit daerah dan menemui direktur rumah sakitnya.


Setelah jadwal Mimi ditentukan dengan pasti di rumah sakit daerah, Mimi juga langsung pergi ke rumah sakit swasta yang di pimpin oleh Dr Rayhan.


Yah saat seminar di Semarang Mimi bertemu dengan Dr. Rayhan dan Dr. Rayhan menawarkan Mimi untuk berkerja sama di rumah sakit nurani bunda.


Disini Mimi juga sudah menyepakati jadwal Mimi dan saat nya Mimi pun mencari kontrakan yang berada gak jauh dari rumah sakit daerah.


Mimi pun mendapati rumah kontrakan sederhana yang tak jauh dari rumah sakit daerah dan rumah sakit nurani bunda. Setelah itu pun Mimi menghubungi bunda Retno untuk mengirim barang-barang Mimi kenkkga aledang melalui ekspedisi.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2