DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
go jalan-jalan


__ADS_3

Seperti rencana sebelumnya mereka hari ini akan melanjutkan penjelajahan mereka dan rencana hari ini adalah hari terakhir mereka menjelajahi destinasi yang ada di ranah Minang ini, ah jika tak ingat waktu ingin mereka menghabiskan waktu liburan ini untuk menjelajahi setiap sudut destinasi wisata.


Siapa yang tak ingin menjelajahi seluruh destinasi yang memilikinya panorama pemandangan yang sangat menyejukkan. mata ini, namun apalah daya waktu liburan harus dibagi khususnya Mimi.


Mereka pergi liburan ini pun mereka ambil waktu classmetingnya, karena liburan kenaikan kelas maka liburan kali ini lumayan panjang yaitu selama dua Minggu.


Subuh hari kami semua bangun untuk menjalankan perintah illahi terlebih dahulu dan setelah itu para cewek langsungenuju dapur untuk membuat sarapan seadanya.


Mereka semua membuat sarapan yang simpel yaitu mie goreng, namun hanya Mimi yang berbeda yaitu Mimi membuat mie goreng direbus dengan telur ceplok rebus.


Kami semua menyantap rezeki lagi ini dengan sangat lahap, setelah itu kami pun segera membereskan serrtaencuci semua yang kotor, Karena kami akan langsung pulang ke kota pedang maka keponakan serta adik dari amak Imah tidak ikut jalan-jalan dengan kami lagi.


Amak meminta kepada adik dan keponakan nya untuk membersihkan rumahnya karena dia juga akan ikut kbali ke kota pedang.


Kami melanjutkan perjalanan penjelajahan kami dan rencana kami akan menuju ke Pagaruyung.


"Jadi gimana nih?" tanya Syahril sebelum kami melakukan mobil."


"Maksudnya Riil? tanya Andri.


"Iya kita mau ke Pagaruyung dulu atau danau kembar?" tanya Syahril.


Yah untuk kedua tempat ini memiliki arah yang berlawanan karena danau kembar berada di kabupaten Solok sedangkan Pagaruyung berada di kabupaten batu sangkar.


"Terserah mau yang mana dulu?" jawab Ryan.


"Kalau jauh danau kembarnya pending aja kak, kita langsung ke Pagaruyung saja nah setelah itu baru ke Carocok." usul Mimi.


"Sama aja dek Carocok juga. Efa kabupaten. kalau mau nambah sehari gak apa kita kesana sebelum pulang." ucap Syahril.


"Yah terserah saja mana yang banyak wahana nya." sahut Rani.


"Amak, apa Ndak capek Mak ngikutin kami." ucap Rudi yang baru ingat kalau kami menawarkan orang gaek disini.


"Amak ikut saja."Jawab amak.


Mimi yang merasa ada rasa kasihan terhadap amak akhirnya memberi usul satu destinasi wisata saja untuk akhir dari jalan-jalan ini karena kasian sama amak pasti sangat lelah tubuhnya.


"Emm, kak gimana kalau kita kepagaruyung saja hari ini, apa lagi hari ini Jum'at kak dan kasian amak." ucap Mimi dan mereka pun merenungkan nya dan akhirnya mereka pun setuju kalau kami membatalkan dua destinasi wisata dari list kami.


"Betul juga apa kata Mimi." ucap Farhan.


"Iya kalau kita mungkin masih kuat untuk jalan jauh." sahut Rudi.


"Ndak apa kalau kalian masih mau jalan-jalan jangan pikirkan amak, ini juga sekali-kali." ucap amak.


"Ya Mak sekali-kali tapi nguras tenaga Mak hehe." sahut Rani.


"Yaudah jadi deal ya kita kepagaruyung saja." ucap Andri.


"Iya deal." jawab Syahril, Ryan ,Rendi dan Rudi.


Dan akhirnya kami pun melakukan perjalanan ke Pagaruyung, untuk disini saja kami harus memakan waktu kurang lebih 4jam.


Tempat wisata di Batusangkar (Kabupaten Tanah Datar - Sumatera Barat) berikut ini lagi hits dikunjungi wisatawan. Perlu diketahui, Batusangkar adalah ibukota Kabupaten Tanah Datar di Provinsi Sumatera Barat.


Kota Batusangkar dan sekitarnya diketahui mempunyai beragam tempat wisata yang lagi hits dikunjungi oleh wisatawan, seperti wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, dan tempat wisata lainnya.


Karena sampai sini sudah siang para lelaki langsung menuju ke masjid yang berada dekat Pagaruyung untuk menunaikan sholat Jum'at, sedangkan kami para cewek duduk-duduk di kedai yang berada di depan Pagaruyung untuk menunggu mereka.


Sehabis mereka selesai sholat Jumat kami mencari kedai untuk makan siang kami. setelah menyantap makan siang kami langsung menuju ke Pagaruyung tak lupa membeli tiket masuknya.



Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung, adalah sebuah istanayang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. istano Basa ini berjarak lebih kurang 5 kilometer dari pusat kota Batusangkar. Istana ini merupakan objek wisata budaya yang terkenal di Sumatra Barat.


Istana Pagaruyung (Istano Basa) adalah sebuah replika istana yang pernah terbakar habis akibat kerusuhan pada tahun 1804 silam diatas Bukit Batu Patah.



Kami memasuki halaman istana Pagaruyung, disini jika yang ingin menaiki kuda juga tersedia dan begitu pula jika ingin memakai adat Minang juga telah disediakan disini.


Kami terus menjelajahi setiap sisi istana hingga sampailah ke area belakang istana disana juga tak kalah menariknya.





Area bagian belakang istana


Disamping bisa menikmati kemegahan arsitektur istananya, kita juga bisa melihat benda-benda peninggalan Kerajaan Pagaruyung, yang bernilai sejarah tinggi di Istana Pagaruyung (Istano Basa) ini.


Jika hari libur begini istana padat akan pengunjung dari berbagai daerah, kami juga mencoba menyewa baju-baju adat dari Minang ini dan berswafoto, Mimi memakai baju adat minang Bundo kandung dan pakaian adat Minang beragam jenisnya.


Sehingga kami satu sama lain saling mengejek yahnseakan kami sedang merayakan pernikahan.


"Wah Mimi sama Syahril dah cocok nih." ejek Rendi.


"Beuh kakak juga cocok sama Novi hahahaha" Mimi mengejek balik Rendi.


"Yaudah ayok kita cari penghulu kita nikah massal saja sekalian disini." ucap Ryan.


"Yaudah ayok." jawab Syahril.


"Hahahaha" kami semua ketawa.


Terakhir authore kesini sebelum istana Pagaruyung kebakaran, nah buat kalian yang telah pergi liburan kesini belum lengkap jika belum menginjakkan kaki kesini.


Di batusangkar ini tak hanya destinasi istana Pagaruyung saja yang bisa kita kunjungi disini juga banyak destinasi lain juga seperti batu basurek dan batu ampek angkek dan banyak lainnya.


Hari ini kami akan menghabiskan waktu untuk menjelajahi wisata di tanah datar ini.

__ADS_1


selain melihat keindahan istana basa kami juga pergi ke rumah adat rumah gadang kamlai nan panjang.



Rumah Gadang Kampai Nan Panjang


Rumah Gadang Kampai Nan Panjang adalah sebuah rumah berarsitektur khas Minang dengan atap bergonjong empat terbuat dari ijuk. Lokasinya di Nagari Belimbing, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.


Konon katanya, rumah yang diketahui dibangun oleh Datuk Penghulu Basa dari Suku Kampai Nan Panjang ini sudah berumur kurang lebih 300 tahun. Sehingga tidak heran jika rumah ini dianggap sebagai salah satu bangunan bersejarah di Kabupaten Tanah Datar. 


Setelah dari sini kami menuju ke tempat bersejarah lainnya.



Benteng Van Der Capellen


Benteng Van Der Capellen merupakan sebuah benteng peninggalan belanda di Kota Batusangkar, atau lebih tepatnya lagi di Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Keberadaan Benteng Van Der Capellen ini erat sekali hubungannya dengan Perang Padri di Kabupaten Tanah Datar, yaitu perang antara kaum padri (kaum agama) dengan kaum adat yang terjadi pada tahun 1821 silam.


Selain Benteng Van Der Capellen, ada satu bangunan peninggalan belanda di Kota Batusangkar yang menarik dikunjungi yaitu Gedung Indo Jolito. Lokasinya berada di Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Bangunan bernilai seni " sangat " tinggi ini dibangun pada tahun 1822 hingga tahun 1824 silam. Dan kini, Gedung Indo Jolito sudah ditetapkan sebagai salah satu benda cagar budaya di Provinsi Sumatera Barat.


Selain kegdung bersejarah tersebut kami menuju ke cagar budaya wisatanya.



Cagar Budaya Batu Batikam


Tempat wisata di Batusangkar (Sumatera Barat) yang lagi hits berikutnya yaitu Cagar Budaya Batu Batikam. Cagar Budaya Batu Batikam adalah sebuah cagar budaya seluas kurang lebih 1.800 meter persegi.


Cagar Budaya Batu Batikam ini dulunya merupakan sebuah tempat yang berfungsi sebagai tempat untuk bermusyawarah para kepala suku. Konon katanya, tusukan di tengah batu di tempat ini adalah bekas tusukan keris milik Datuak Parpatiah Nan Sabatang.


Bekas tusukan di tengah batu tersebut merupakan lambang atau simbol perdamaian masyarakat Minangkabau. Dan cagar budaya ini merupakan salah satu bukti keberadaan Kerajaan Minangkabau pada jaman neolitikum


Tak hanya batu batikan kami juga menuju ke batu basurek.



Batu Basurek


Batu Basurek adalah sebuah objek wisata berupa batu bertuliskan bahasa jawa kuno dan sansekerta. Lokasinya berada di Nagari Limo Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Batu ini diperkirakan merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar. Dan batu yang mempunyai lebar sekitar 25 cm, tinggi 8 cm, tebal 10 cm, dan berat 50 kg ini diperkirakan sudah berusia kurang lebih 6 abad.


Dari mengunjungi tempat wisata di kecamatan lima kaum kami menuju ke kecamatan lintau untuk menuju ke gua ngalau pangkuan dan puncak pato



Ngalau Pangian


Kabupaten Tanah Datar di Provinsi Sumatera Barat juga mempunyai sebuah tempat wisata alam berupa gua, yaitu Ngalau Pangian. Lokasinya berada di Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Di dalam gua ini terdapat air yang konon katanya terus mengalir disepanjang musim, baik itu pada musim penghujan maupun pada musim kemarau. Selain itu, stalaktit dan juga stalakmit juga cukup indah.


Beranda / Sumatera


12+ Tempat Wisata di Batusangkar (Sumatera Barat) Yang Lagi Hits!!


Tempat wisata di Batusangkar (Kabupaten Tanah Datar - Sumatera Barat) berikut ini lagi hits dikunjungi wisatawan. Perlu diketahui, Batusangkar adalah ibukota Kabupaten Tanah Datar di Provinsi Sumatera Barat.


Kota Batusangkar dan sekitarnya diketahui mempunyai beragam tempat wisata yang lagi hits dikunjungi oleh wisatawan, seperti wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, dan tempat wisata lainnya.


Tanpa perlu banyak basa-basi lagi, berikut adalah sejumlah tempat wisata di Batusangkar (Kabupaten Tanah Datar - Sumatera Barat) yang lagi hits dikunjungi wisatawan. Mari kita simak ulasannya berikut ini.


Inilah Beberapa Tempat Wisata di Batusangkar (Sumatera Barat) Yang Lagi Hits


#1. Istana Pagaruyung


Istana Pagaruyung


Tempat wisata di Batusangkar (Sumatera Barat) yang lagi hits pertama yaitu Istana Pagaruyung atau dikenal juga dengan nama " Istano Basa ". Lokasinya berada di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Istana Pagaruyung (Istano Basa) adalah sebuah replika istana yang pernah terbakar habis akibat kerusuhan pada tahun 1804 silam diatas Bukit Batu Patah.


Disamping bisa menikmati kemegahan arsitektur istananya, para wisatawan juga bisa melihat benda-benda peninggalan Kerajaan Pagaruyung, yang bernilai sejarah tinggi di Istana Pagaruyung (Istano Basa) ini.


BACA JUGA: 22+ Tempat Wisata di Payakumbuh (Sumatera Barat) Yang Bagus Dikunjungi!!


#2. Cagar Budaya Batu Batikam


Cagar Budaya Batu Batikam


Tempat wisata di Batusangkar (Sumatera Barat) yang lagi hits berikutnya yaitu Cagar Budaya Batu Batikam. Cagar Budaya Batu Batikam adalah sebuah cagar budaya seluas kurang lebih 1.800 meter persegi.


Cagar Budaya Batu Batikam ini dulunya merupakan sebuah tempat yang berfungsi sebagai tempat untuk bermusyawarah para kepala suku. Konon katanya, tusukan di tengah batu di tempat ini adalah bekas tusukan keris milik Datuak Parpatiah Nan Sabatang.


Bekas tusukan di tengah batu tersebut merupakan lambang atau simbol perdamaian masyarakat Minangkabau. Dan cagar budaya ini merupakan salah satu bukti keberadaan Kerajaan Minangkabau pada jaman neolitikum.


Jika kamu penasaran dengan Cagar Budaya Batu Batikam ini? Kamu bisa mengunjunginya di Jalan Jenderal Sudirman No.160, Dusun Tuo, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


#3. Benteng Van Der Capellen


Benteng Van Der Capellen


Benteng Van Der Capellen merupakan sebuah benteng peninggalan belanda di Kota Batusangkar, atau lebih tepatnya lagi di Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Keberadaan Benteng Van Der Capellen ini erat sekali hubungannya dengan Perang Padri di Kabupaten Tanah Datar, yaitu perang antara kaum padri (kaum agama) dengan kaum adat yang terjadi pada tahun 1821 silam.


Buat kamu yang suka dengan sejarah bangsa Indonesia, kamu wajib mengunjungi Benteng Van Der Capellen ini. Pasalnya, selain bisa berfoto-foto, kamu juga bisa mempelajari tentang sejarah di benteng ini.


#4. Gedung Indo Jolito

__ADS_1


Selain Benteng Van Der Capellen, ada satu bangunan peninggalan belanda di Kota Batusangkar yang menarik dikunjungi yaitu Gedung Indo Jolito. Lokasinya berada di Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Bangunan bernilai seni " sangat " tinggi ini dibangun pada tahun 1822 hingga tahun 1824 silam. Dan kini, Gedung Indo Jolito sudah ditetapkan sebagai salah satu benda cagar budaya di Provinsi Sumatera Barat.


#5. Air Terjun Lembah Anai


Air Terjun Lembah Anai


Diantara banyaknya tempat wisata di Kabupaten Tanah Datar, Air Terjun Lembah Anai adalah yang paling terkenal. Bahkan, air terjun setinggi kurang lebih 35 meter ini dijadikan sebagai salah satu maskot pariwisata Provinsi Sumatera Barat.


Menariknya, di tempat wisata yang berada di Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ini terdapat 3 buah air terjun dengan pemandangan alam yang mempesona.


Salah satunya adalah yang terletak di pinggir jalan dengan nama " Air Terjun Lembah Anai ". Sedangkan dua air terjun lainnya berada di dalam hutan sehingga belum banyak diketahui oleh para wisatawan.


#6. Danau Singkarak


Danau Singkarak


Tempat wisata di Batusangkar (Sumatera Barat) yang lagi hits dikunjungi wisatawan berikutnya yaitu Danau Singkarak. Danau Singkarak berada di dua kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.


Danau seluas kurang lebih 107,8 kilometer persegi ini merupakan danau terluas kedua di Pulau Sumatera setelah Danau Toba. Disamping itu, di danau dengan pemandangan alam yang " super " indah ini juga terdapat 19 jenis ikan.


#7. Panorama Tabek Patah


Panorama Tabek Patah mempunyai pemandangan yang indah, khususnya ketika cuaca sedang cerah. Dan di tempat wisata ini juga terdapat dua buah danau yang cantik yakni Danau Aie Taganang dan Danau Pakih.


Panorama Tabek Patah terletak di lereng Gunung Berapi diantara Kota Bukittinggi dan Kota Batusangkar, atau lebih tepatnya di Nagari Tabek Patah, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


#8. Rumah Gadang Kampai Nan Panjang


Rumah Gadang Kampai Nan Panjang


Rumah Gadang Kampai Nan Panjang adalah sebuah rumah berarsitektur khas Minang dengan atap bergonjong empat terbuat dari ijuk. Lokasinya di Nagari Belimbing, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.


Konon katanya, rumah yang diketahui dibangun oleh Datuk Penghulu Basa dari Suku Kampai Nan Panjang ini sudah berumur kurang lebih 300 tahun. Sehingga tidak heran jika rumah ini dianggap sebagai salah satu bangunan bersejarah di Kabupaten Tanah Datar. 


#9. Ngalau Pangian


Ngalau Pangian


Kabupaten Tanah Datar di Provinsi Sumatera Barat juga mempunyai sebuah tempat wisata alam berupa gua, yaitu Ngalau Pangian. Lokasinya berada di Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Di dalam gua ini terdapat air yang konon katanya terus mengalir disepanjang musim, baik itu pada musim penghujan maupun pada musim kemarau. Selain itu, stalaktit dan juga stalakmit juga cukup indah.


Tempat wisata di Batusangkar (Sumatera Barat) yang juga lagi hits dikunjungi wisatawan selanjutnya yaitu Puncak Pato. Lokasinya berada di Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Tempat wisata yang satu ini menawarkan sebuah tempat wisata yang nyaman, lengkap dengan pemandangan persawahan yang hijau, pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi, dan udara yang begitu sejuk.


Disamping itu, Puncak Pato juga merupakan saksi bisu dari peristiwa bersejarah yang menjadi puncak kesepakatan antara kaum agama dan kaum adat yang disebut " Sumpah Satiah Bukit Marapalam.


Untuk mempersingkat waktu kami langsung menuju ke Nagari Tanjuang, Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat untuk melihat batu ampek angkek



Batu Ampek Angkek atau lebih dikenal dengan nama " Batu Angkek-Angkek " adalah sebuah batu unik di Kabupaten Tanah Datar. Dikatakan " unik ", karena konon katanya berat batu ini bisa berubah-ubah bila diangkat berulang kali.


Selain itu, sebagian masyarakat di Kabupaten Tanah Datar juga percaya bahwa jika ada orang yang bisa mengangkat dan meletakan batu ini dipangkuannya, maka semua cita-cita dan keinginannya akan terkabul.


Batu Angkek-angkek salah satu contohnya, sebuah situs sejarah yang menjadi objek wisata di Nagari Balat Tabuh, Sungayang, Batusangkar Tanah Datar, Sumatera Barat. Batu ini mirip logam seperti kuningan atau tembaga, berwarna kuning agak kecoklatan dan di beberapa bagian terlihat mengelupas berwarna hitam. Bentuknya mirip seperti punggung kura-kura.


Uniknya, sampai sekarang orang-orang tidak tahu pasti berapa berat batu tersebut, beratnya selalu berubah-rubah. Tidak sembarang orang bisa mengangkat batu tersebut, sekalipun dia berotot besar. Sebab, jika batu ini mampu terangkat, itu konon cita-cita atau keinginan orang terkabul. Yup, batu ini dianggap mampu membaca masa depan seseorang.


Tak hanya sampai disitu kami juga menelusuri tempat wisata yang membuat kami penasaran yaitu kuburan panjang yang terdapat di tanah datar Sumatera barat ini, konon kenapa di bilang kuburan panjang setiap kali kita mengukur maka tak akan menemukan ujungnya. ( ini cerita dari teman authore yang pernah kesini ya guys, authore belum sampai sini padahal dekat kampung suami )




Kuburan Panjang adalah salah satu makam tua yang terdapat di Nagari Pariangan yang panjangnya lebih kurang 25 Meter dan lebarnya 1,2 Meter. Makam ini adalah kuburan dari Tantejo Gurhano yang merupakan utusan Raja Sulthan  Iskandar Zulkarnain  yang ditugaskan untuk mencari anaknya yang bernama Sulthan Suri Maharajo Dirajo. Pencarian Tantejo Gurhano berbuah hasil setelah melakukan perjalanan yang panjang, dia bertemu dengan Sulthan Suri Maharajo Dirajo di suatu tempat yang bernama Pariangan.


    


Keindahan Pariangan membuat Tantejo Gurhano tidak kembali lagi ke negri asalnya yaitu Banuruhun akan tetapi dia diberi tugas oleh Sulthan Suri Maharajo Dirajo untuk membuat tempat tinggal (rumah), rumah yang menyerupai Perahu yang dia bawa untuk berlayar dan disempurnakan dengan gonjoang. Kepintarannya dalam membuat rumah tersebut membuatnya dinobatkan sebagai arsitek Rumah Gadang pertama di Minangkabau.


Kuburan Panjang ini memiliki keunikan tersendiri dimana apabila diukur berulangkali maka ukurannya tidak akan sama panjangnya, pengukuran tersebut tidak lebih dari tiga kali dan pengukuran dilakukan dengan cara terbalik, awalnya dari ujung paling atas ke ujung paling bawah dan kemudian memutarnya dari ujung bawah ke ujung paling atas. Ini menurut keterangan orang yang pernah mengukurnya, Ini pernah diungkapkan langsung oleh bapak wakil Gubernur Sumatera Barat (Bapak Drs. Nasrul Abit pada tanggal 14-10-2016) sewaktu melakukan kunjungan ke Pariangan, Desa Terindah di Dunia.


    


Situs cagar budaya Kuburan Panjang ini berdiameter 25,5 Meter x 7 Meter dan terletak di tepi jalan utama pariangan, tepatnya kira-kira 5 meter setelah persimpangan jalan menuju Aia Angek atau Masjid Ishlah Pariangan yang merupakan masjid tertua di Minangkabau. Disini juga terdapat bekas-bekas batu Sandaran sebanyak 8 buah yang menandakan bahwa tempat ini pernah berfungsi sebagai tempat bermusyawarah yang dikenal dengan medan nan bapaneh,


Karena hari semakin mendekati senja sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk sholat ashar yang sudah kelewat dari waktunya di masjid batu sangkar.


di masjid ini juga ada keunikan tersendiri yang mana sebekum menuju bangunan masjid terdapat dua kolam yang berisi ikan-ikan dan air nya juga jernih dan alami tak hanya itu air ini dingin sedingin es.


Banyak wisatawan jika ke masjid ini untuk mandi atau sekedar berendam. Untuk berwudhu tempat berwudhu nya ada di bawah ( ah bingung authore jelasin, maafkan authore ya karena authore lupa nama masjidnya buat cari di google..)


Sehabis sholat dan sebelum pulang ke kota pedang kami berburu oleh-oleh juga di pasar batu sangkar.


Setalah berburu oleh-oleh kami pun segera pulang ke kota pedang sehabis sholat Maghrib dan makan malam terlebih dahulu di batu sangkar ini.


Assalamualaikum Alhamdulillah update kali ini masih seputar jalan-jalan, maafkan bila putaran tempat nya tak beraturan ya karena authore juga tak tau antara satu kecamatan mata yang terdekat maupun terjauhnya.


Sebenarnya masih banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di ranah Minang ini dan bagi riders dokter Jantungku jika ingin berlibur destinasi yang authore sebutkan bisa dimasukkan ke salah satu list liburan kalian.


Jangan lupa beri dukungan selalu di karya authore dan jangan lupa beri juga Krisan di kolom komentar, dukungan dari kalian adalah semangat buat authore.


vote


like


rate


komen..

__ADS_1


🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆


__ADS_2