
Sepulang dari Jepang Mimi dan keluarga pun berencana akan pulang ke Jambi.
Namun Mimi tidak ikut dengan emak dan bapaknya pulang karena Mimi akan langsung terbang dari Semarang ke Padang.
"Kamu jadi nak pulang langsung ke Padang besok?" tanya ayah Brata kala kami semua kumpul di ruang keluarga.
Yah mereka tiba di tanah air pada sore hari selwapas ashar telah mendarat di bandara Ahmad Yani Semarang.
"Iya yah, karena cuti Mimi tinggal beberapa hari lagi. Jadi waktu dua hari itu mau Mimi gunakan untuk bersih-bersih kontrakan." Jawab Mimi dengan menjelaskan maksdunya pulang ceotar dari waktu cutinya.
"Em yaudah kamu hati-hati disana nanti Ya."
"Kalau ada apa-apa segera hubungi ayah atau mas mas mu." ucap ayah Brata.
"Iya yah, insya Allah Mimi akan baik-baik aja." jawab Mimi.
"Iya ayah tau, cuma jangan seperti kemarin-kemarin." ucap ayah Brata.
"Iya ayah." jawab Mimi dengan senyum tak enak karena disana ada kedua orang tuanya. Mimk tidak pernah menceritakan kepada kedua orangtuanya apa yang terjadi padanya saat itu.
Muthia yang sudah tau Mimi sudah pulang dari jelang dan besok pagi emak akan pulang ke Jambi, malam ini pun dia kerumah ayah Brata.
Oleh-oleh yang sduah Mimk siapkan buat Muthia pun sudah Mimi berikan kepada-nya malam ini. Karena dia lagi hamil muda maka dia tak samle larut malam di rumah ayah Brata.
Oleh-oleh buat Selfia dan yang lain pun sudah Mimi siapkan dan besok pagi akan Mimi kirim via ojek serta ekspedisi.
Oleh-oleh buat sahabatnya di Jambi dan keluarganya dinjambi juga sudah Mimk sipakn dan semua sudah Mimi bungkus serta sudah Mimi kasih nama. Oleh-oleh itu akan Mimk titipkan kepada emaknya.
Keesoakan pagi, emak, bapak dan Ay sudah dukuan ke bandara karena pesawat milik ayah Brata mendapat izin take off lada pukul sembilan pagi, sedangkan Mimi pesawat !menuju Padang di siang hari nya.
Mimi ikut mengantar emak, karena setelah mengantar emak Mimi akan mengirim paket ke Selfia serta Saridi dan Mimi juga mengantar oleh-oleh ke bunda Retno, kedua Ummi dan abinya, mbak Aish seta mbak Reva dan Revano.
Sebelum Mimi berangkat begitu banyak petuah yang dikeluarkan bunda maupun ayah.
"Nak, jika dia tidak serius dengan kamu maka lepaskanlah." ucap ayah.
"Iya sayang, banyak kok yang mau sama kamu. Jangan mengharapkan yang tidak pasti." sahut bunda.
"Iya bun, Yah. Mimi akan melihat dan memberinya kesempatan sekali lagi." jawab Mimi.
"Kesempatan yang kamu beri itu bukan sekali lagi ini udah yang kedua kali nak. Jangan menghaeprapkan tidak pasti namun kamu meninggalkan dan mengabaikan hal yang pasti di depan mata kamu." ucap Bunda. Mimi hanya tersenyum getir.
"Do'a kan Mimi ya Bun, yah, do'a kan Mimk agar Allah memberikan jalan terbaik buat Mimi." jawab Mimi.
"Bunda dan ayah selalu mendoakan yang terbaik buat kamu. Kalau nggak kamu ambil beasiswa yang di Harvard kamunkuliah aja lagi mumpung masih muda." jawab bunda, Mimi mengangguk.
"Iya nak, mungkin akhir tahun atau awal tahun ini ada riset khusus jantung ke LA, nama kamu sudah ayah daftar kan mengatasnamakan rumah sakit kita. Nah nanti ayahnkabarin ke kamu kapan berangkat ke sananya. Kalau bisa kamu manfaatkan juga untuk berkuliah lagi disana." ucap ayah Brata.
"Iya yah, inya Allah nanti mimi pikirkan lagi." jawab Mimi.
"Yaudah, ingat pesan ayah kallau ada apa-apa jangan hadapi sendirian. Kasih tau ayah atau mas-mas mu, atau kedua Abi mu jangan buat kami khawatir." ucap ayaah Brata.
"Iya ayah." jawab Mimi dengan bergelayut manja di lengan bunda.
"Jangan hanya iya iya saja lo nduk, andai masmu Abi ada dia juga akan bertindak tegas sama orang-orang itu." ucap Bunda.
"Iya bunda akaan Mimi ingat selalu." jawab Mimi.
"Yaudah ya Bun, Mimi berangkat dulu. Ayah sama bunda harus jaga kesehatan." ucap Mimi berpamitan.
"Mbak Aida, mbak Rita Mimi pamit dulu ya, insha Allah kalau mbakmaida lahiran Mimi akan datang kesini lagi." ucap Mimi kepada kedua iparnya.
"Iya kamu hati-hati disana ya dek." ucap mbak Aida, Mimi mengangguk sembari menyalami serta menciumi punggung tangan mereka satu persatu tqknluoa peluk sayang serta cipika-cipiki nya.
"Assalamualaikum" ucap Mimi
"Waalaikum salam" jawab mereka. Miminoun berangkat !menuju bandara dengan di antar supir.
Ada rasa berat untuk meninggalkan keluarga besar itu, Mimi sudah menganggap mereka semua sebagai keluarganya. Mimi juga menyayangi mereka sepenuh hatinya.
Saat menuju bandara, mobil yang di tumpangi melewati TPU dimama Abizar dimakamkan. Ingin Mimi berhenti namun Mimi takut ketinggalan peswat namun hatinya menginginkan dirinya untuk berhenti sejenak.
"Pak, berhenti ke makam mas Abi dulu ya." ucap Mimi pada Supir.
"Iya mbak." jawab supir dan berhenti di TPU itu.
Mimi memasuki area makam dengan mengucapkan salam, Mimi masuk hingga sampai lah pada makam Abizar.
"Assalamualaikum" ucap Mimi. Berulang kami Mimi menarik nafasnya. Mimi membaca alfatihah, Al ikhlas dan ayat-ayat lainnya.
"Mas, Mimi pulang ke Padang hari ini. Semoga Allah senantiasa memberikan tempat jannah terindahnya untukmu, semoga Allah melapangkan kuburmu." ucap Mimi dalam hati.
__ADS_1
"Mimi pamit mas.Assalamualaikum." ucap Mimi dan Mimi pun membalikkan badannya dan melangkah keluar dari area pemakaman. Mimi melanjutkan perjalanan nya menuju bandara.
**
"Pak makasih ya."ucap Mimi pada supir yang mengantarnya.
" Iya mbak, sama-sama. Mari saya antar sampe kedalam Mbak. " ucapnya.
"Nggak usah pak, biar Mimi sendiri.Bapak pulang aja langsung." ucal Mimi menolak di antar sampai kedalam.
"Ok iya udah kalau gitu bapak langsung pamit, mbak Mimi hati-hati ya." ucap pak supir.
"Iya pak, bapak juga hati-hati." jawab Mimi
"Iya mbak mari, assalamualaikum " jawab pak supir.
"Waalaikum salam." jawab Mimi, setelah mobil berjalan Mimk lun berjalan langsung menuju boarding pada karena Mimk sudah melakukan check-in saat mengantar emak.
Beberapa jam kemudian Mimk sampai di bandara Minang kabau. Mimi langsung memesan taksi online. Tak lama Mimi oun sampai di kontrakannya.
Lelah itu yang Mimi rasakan, sebelum memasuki rumah kontrakannya tak lupa Mimi mengucapkan salam.
Saat masuk rumah Mimi melihat didalam bersih, Mimi tersenyum Mimi tau siapa yang melakukan hal itu.
"Benar-benar tuh anak kelewat rajinnya. Apa dia sudah pulang dari kampung ya?" ucap Mimi.
Sebelum Mimi membersihkan kamarnya, Mimi membuka kulkasnya dan mengeluarkan cumi-cumi dari dalam freezer. Yah sebelum Mimk cuti Mimi belanja terlebih dulu lauk pauk agar kapan dia pulang tidak bingung mau masak apa.
Setelah cumi direndam air, Mimi mulai membersihkan dan menyapu kamarnya karena kamarnya sewaktu dia pulang di kunci sehingga tidak ada seorangpun bisa masuk ke tempat privasinya.
Setelah bersih-bersih kamar Mimi pun segera memasak untuk makan malamnya.
Saat malam tiba tak lupa Mimi mengirim pesan ke Andre dan mengajaknya untuk makan malam bersama. Tak lama Andre pun tiba dengan Yudi serta Aji. Mimi pun makan malam bersama bersama ketiga cowok yang sudah dianggapnya adik.
Sehabis makan tak lupa pula Mimk memberikan oleh-oleh kepada mereka bertiga.
Keesokan harinya Mimi terpaksa masuk kerja dinrumah sakit nurani bunda karena sng direktur akan cuti beberapa Minggu karena dia akan menikah.
Saat samlai rumah sakit Mimi memberikan oleh-oleh pada suster-suster serta bebepa dokter yang selalu membantunya.
Buat dokter Reyhan pun Mimi menyiapkan oleh-oleh serta kado pernikahan untuknya.
tok tok tok Mimi mengetuk ruangan dokter Rayhan.
"Assalamualaikum" ucap Mimi ketika pintu sudah Mimi buka.
"Waalaikum salam." jawab dokter Rayhan.
"Eh mi, ayo masuk." ucapnya dan menghentikan sejenak pekerjaannya. Mimi masuk dan langsung mendekat ke arah dokter Rayhan.
"Minal Aidin walfaidzin Da." ucap Mimi sembari bersalaman dengannya.
"Sama-sama Mi, mohon maaf lahir batin. Maaf ya Uda nyuruh Mimi masuk sekarang." jawabnya.
"Iya ndak apa Da, oh ya ini oleh-oleh buat Uda dan ini kado pernikahan buat Uda." ucap Mimi dan memberikan oleh-oleh serta kado pada dokter Rayhan.
"Makasih Mi, ndak usah repot-repot. Kamu nanti datang ya." ucapnya.
"Nanti serempak aja sama yang lain." imbuhnya.
"Emm makasih Da, kayaknya ndak bjsa. Apa lagi pas resepsi Uda itu Mimi dah mulai aktif kerja dan ada jadwal operasi juga." jawab Mimi
"Izin aja dan cancel operasi nya." ucap Dr.Rayhan.
"Ya ndak bisa gitu Da, itu jadwal sebelum Mimi cuti mimi jadwalkan. Uda juga kenapa ngabarin dekat-dekat hari." jawab Mimi.
"Kam sudah ada udau bilang jauh-jauh hari, masa ndak ingat." ucap Dr.Rayhan.
"Mana ada, Uda cuma bilang akan menikah tahun ini habis lebaran. Uda ndak ada bilang kalau nikahnya habis lebaran idul Fitri, bahkan Uda juga ndak bilang bukan, hari dan tanggal nya. Baru kemarin Uda bilang, Untung waktu itu Mimk masih di Jepang jadi bisa beli kado buat Uda." jawab Mimi.
"Emm, jadi watunuda nellon itunkamu lagi di Jepang, sama siapa? samaa kangmasnya ya?" tanyanya.
"Iya lagi di jelang tapi bukan sama dia." jawab Mimi.
"Lah terus sama siapa?" tanya nya lagi.
"Sama ayah Brata em maksdunya Mimi sama profesor Brata dan keluarga besarnya." jawab Mimi.
"Oo, apa kabarnya profesor Brata?" tanya Dr.Rayhan.
"Alhamdulillah sehat. Udah dapat slam juga dari ayah Brata." ucap Mimk dan menyampaikan salam profesor Brata pada Dr.Rayhan.
__ADS_1
"Waalaikum salam." jawab nya.
"Em.. Uda bilo barangkek?" tanya Mimi
("Em..Uda kalan berangkat?").
"Beko sore." jawabnya.
("Nanti sore")
"Oo iyolah, hati-hati dan salam buat uni Airin." ucapnya.
"Iyo nanti disampaikan " jawabnya.
"Em Uda berpa lama cutinya?" tanya Mimi.
"Kenapa? belum tau berapa laamma nya karena Uda akan langsung berangkat honeymoon nanti.'' jawabnya.
"Oo, ndak kenapa-kenapa. Emm cuma gini Da, nama Mimk sudah didaftarkan sama ayah Brata ke penelitian jantung di LA, ya semacam penelitian riset gitu. Emm Mimi cuma mau ngasih tau jauh hari ke Uda kalau nanti Mimi akan mengajukan pengunduran diri." jawab Mimi, seketika Rayhan menatap Mimi dengan wajah datar.
"Kenapa harus mengundurkan diri? kapan itu dilaksanakan? paling riset itu hanya makan waktu paling lama satu tahun. Kamu ambil saja cuti dan nanti potong gaji 50%." ucap dokter Rayhan.
"Ya belum tau, bisa akhir tahun ini atau awal tahun. Emm itu tidak mungkin dapat, masa iya Mimi makan gaji buta.Apa kata yang lain." jawab Mimi.
"Ndak usah dengar omongan orang lain, pasien kamu itu banyak Mi,kalau awal tahun ini tinggal empat bulan lagi berarti habis idul adha." ucapnya.
"Iya, tapi kan tetap ndak enak Da. Apa lagi rencananya Mimi mau melanjutkan pendidikan Mimi disana." ujar Mimi.
"Ndak mungkinkan mimj ambil cuti bertahun-tahun." imbuh Mimi.
"Nanti kkta bicarakan dengan Kelvin." ucapnya dengan menyebut nama bos besar yang angkuh menurut Mimi.
"Ckk kenapa mesti dia sih Da, cukup Uda sendirilah " ucap Mimi yang malas berjalan dengan bks besar yang mulutnya keg mulut perempuan.
"Nggak boleh gitu, kita minta pendapat dia dulu bagaimana. Gitu-gitu dia itu bos kamu juga Mi." ucap Dr.Rayhan dengan senyum mengejek.
Rayhan sangat tau jika Mimi paling malas bertemu dengan Kelvin. Kalau sudah bertemu maka Mimi maupun Kelvin akan berperang dingin.
"Ckk malas benar nkaah Da, menghadap dia itu." ucap Mimi dengan menyandarkan punggungnya disandaran kursi dan menghelakan nafasnya.
"Nggak boleh gitu, gitu-gitu dia itu memperhatikan kinerja kamu Lo. Di depan kamu ya begitu dia orang nya, tidak hanya sama kamu saja, dengan yang lain juga. Tapi dibelakang kamu dia salut dengan kinerja kamu Mi."
"Dia itu ya gitu mulutnya tidak pernah di saring dulu asalmkeluar saja. Namun hatinya baik dia itu, ya baiknya sihnsama orang yang juga baik di dia aja." ucap Dr.Rayhan.
"Hemm Uda saja lah yang ngomong sama dia, malas nian lah Mimi ketemu apa lagi melihat wajah dia itu.
"Iya nanti Uda yang ngomong sama dia, tapi nanti pada akhirnya kamu juga akan menghadap ke dia." ucap Dr.Rayhan.
"Hemm, yaudah Mimi mau keruangan Mimi dulu." ucap Mimi yang tiba-tiba hilang mood nya.
"Oh ya Mi, swlaam Uda cuti Uda titip rumah sakit ya." ucap Mimi.
"Iya Da." jawab Mimi dan langsung berlalu pergi.
Siang ini Mimi melakukan visit ke pasien-pasien nyang dititipkan dia karena dokter nya baru bisa ambil cuti. Baru beberapa visit pasien, datang pasien baru yang mengalami kejang dan Mimi di panggil suster untuk segera membantu pasien tersebut.
"Dokter Mimi." panggil suster yang berpapasan dengannya.
"Iya sus, ada apa?" tanya Mimi.
"Ini dok, ada pasien baru masuk kejang." ucapnya.
"Kejang? " Mimk mengulangi ucapan si suster.
"Iya dok," Ucaonya.
"Em yaudah ayok kita kesana." ucap Mimi dan langsung melangkah lebar menujnruang UGD.
"Bagaimana?" tanya Mimi steelah sampai di UGD.
"Tensi nya ya tinggi dok." ucap dokter jaga.
Mimi melihat pasiennya tersengal-sengal karena sesak di dadanya.
"Pasangan oxygen pada pasien." ucap Mimi memerintahkan perawat yang ada di ruangan itu dan perawat denagn sigap langsung memasang oxygen pada pasien.
"Pasien di antar siapa ke sini?" tanya Mimi.
"Sama keluarganya dok." jawab perawat laki-laki.
"Em yaudah saya ingin bertemu dengan keluarganya.'' ucap Mimi dan keluar bertemu dengan keluarga pasien. Namun sebelumnya Mimi memerintahkan untuk di beri injeksi lenjrjn tensi pada pasien.
__ADS_1
Mimi pun bertemu dengan keluarga pasien dan dari riwayat yang Mimi ketahui jika pasien memiliki kelainan jantung, maka dari itu Mimi pun segera melakukan tindakan lanjutan.