
''Ndri, bangun." kak Syahril membangunkan kak Andri dan Mimi melihat Manda mulai cuek dengan kak Andri.
"Udah sampai ya?" ucap Andri.
"Belum kak kita harus berjalan kaki lagi untuk ke sana nya." jawab Mimi.
Kurang lebih 20 menit kami pun sampai ke air terjun bukit bawah tanjung bojo.
"Nah kak ini destinasi wisata pertama yang bisa kita kunjungi di sini di Tanjung Jabung Barat adalah Air Terjun Bukit Bawah," ucap Mimi setelah kami Sampai ke area air terjun.
"Ini lokasi nya dimana dek?'' tanya Ryan .
"Air terjun bukit bawah ini berlokasi di Desa Tanjung Bojo, Kecamatan Tungkal Ulu, atau sekitar 5 km dari jalan Lintas Timur Jambi-Pekanbaru. Karena lokasinya yang cukup jauh dari jalan utama, kita harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk bisa sampai di Air Terjun Bukit Bawah. Namun jangan khawatir kak, lelah kita akan langsung dibayar lunas dengan keindahan yang disuguhkan iya kan?" ucap Mimi
"Iya dek, subhanallah, sepertinya belum banyak yang tau ya dek air terjun ini?" tanya Rudi.
"Iya kak, banyak belum tau paling ya orang sekitar sini aja yang tau." ucap Mimi.
Kami pun mulai berswafoto disini dan ada pula bermain air di bawah air terjun.
airterjun bukit bawah tanjung bojo sorry foto pakai pic cool nutupin paksu.
"Udah yok kita ke air terjun satunya setelah itu baru kita cari masjid buat sholat ashar dan langsung ke distrik." ajak Mimi.
"Ayok." ucap semua.
Mimi melihat Manda dan Mimi masih enggan berbicara sama Manda, dan Mimi juga melihat sepertinya mereka sedang tak akur.
Tak lama kami pun sampai di parkiran mobil dan kami melanjutkan nya kembali ke desa sebelahnya yang masih satu kecamatan batang asam yaitu desa lubuk bernai.
Sesampainya disana kami pun langsung menuju ke air terjunnya di air terjun ini berbeda dengan air terjun sebelumnya, disini kita bisa langsung membawa kendaraan roda empat.
Air terjun Calista Irawan.
"Wah ini namanya air terjun apa Mi? tanya Emma.
"Ini namanya air terjun Calista Irawan Ma." jawab Mimi.
"Ah masa iya itu namanya Mi?" tanya Rendi.
"Iya kak, itu namanya. Sekilas nama Air Terjun ini seperti nama yang tersemat pada diri seseorang yaitu Calista Irawan. Namun taukah kak Air Terjun ini merupakan salah satu tempat wisata di Tanjung Jabung barat yang paling menarik untuk dikunjungi. Meskipun Air terjun ini belum terlalu terkenal, tapi pada saat liburan tempat ini akan ramai dikunjungi para warga setempat." jelas Mimi
"Wah keren ya." ucap Erwan.
"Iya bang, karena keindahan yang tersajikan di Air Terjun Calista Irawan ini terletak pada pesona air terjun yang memiliki 7 tingkatan yang sangat mempesona. Ditambah lagi lingkungan Air Terjun ini masih asri sehingga akan sangat nyaman berada di tempat ini. Pengunjung bisa berenang dan bermain air." terang Mimi kembali.
"Air terjun ini letaknya di desa apa?" tanya kak Andri dengan terus menatap ke arah air terjun tapi terdengar sesekali desahan nafas beratnya seolah ingin mengeluarkan sesak di dadanya..
"Air Terjun Calista Irawan ini terletak di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Tanjung Jabung Barat. Untuk mencapai lokasi air terjun sangatlah mudah kak kita bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat tidak seperti air terjun sebelumnya." jelas Mimi
"Iya kalau tadi kita pakek acara jalan kaki tapi seru juga, masih ada lagi ndak Mi tempat wisata disini?" tanya kak Arfan.
"Ada kak di Kuala tungkalnya dan ada juga danau hijau dan air terjun lagi tapi Mimi kurang paham daerah mana." jawab Mimi sambil mencuci muka di bawah air terjun Calista.
"Hemm kita kesana yok?" ajak kak Siska.
"Wah www waktunya kak tidak.memadai. Senin kami sudah masuk sekolah." jawab Mimi.
"Iya juga ya." jawab Kaka Siska. "Coba kemarin kalian itu kasih tau cepat jadi kita bisa jalan-jalan." ucapnya lagi.
"Hehehe iya ya kak, kami yang duluan disini aja Ndak kepikiran." ucap Di'ah.
"Eh Diah ashar nih kita cari masjid yok." ajak kak Ryan setelah salah satu aplikasi yang ada suara adzan dari hp nya berbunyi.
"Yaudah, kita balik lagi, cari masjid atau kita sholat di distrik?" ucap Mimi.
"cari masjid aja dek." ucap kak Syahril.
"Yaudah ayok lah buruan pengap aku." ucap Andri dengannlangsung berlalu menuju ke mobil dan membuat orang terheran dengan ucapan yang terlontar dari kak Andri kecuali Mimi.
"Eh ada apa sih dengan Andri, perasaan dari bangun tidur pagi tadi sudah masak aja tuh muka." ujar bang Erwan.
"Ndak tau juga seperti ada beban yang lagi di pendamnya." ujar Ridho.
"Yaudah ayo segera ke mobil tambah ngamuk nanti Andri." canda kak Arfan dan Kami pun segera ke mobil.
Mimi selalu memperhatikan Manda namun Manda masih menutupinya dan seolah dia pun menjauh dari kak Andri.
Saat akan masuk mobil kak andri meminta tukar posisi.
"Mi, kakak duduk depan ya?" pintanya.
"Iya kak," jawab Mimi dan langsung masuk ke bangku penumpang belakang supir dan diikuti oleh Manda.
"Eh enak aja Lo Ndri misahin gue ama Nini gue." ucap Syahril yang tak ingin Mimi pindah duduk.
"Gue lagi pusing Riil pliss sekali ini aja." ucapnya.
"Udah kak, Ndak apa sekali-kali." jawab Mimi meminta agar kak Syahril menyetujui nya.
"Makasih ya Mi." ucap Andri dan dia langsung masuk dan duduk di dalam mobil.
Kak Syahril merasa heran dengan sikap kak Andri dan diaelihat ke arah Mimi melalui spion seolah dia meminta penjelasan dari Mimi.
Mimi yang melihat lal Syahril lewat spion hanya tersenyum dan kak Syahril hanya mendengus kan nafasnya dan menggelengkan kepalanya.
"Kak, masih ingat kan simpang yang Mimi tunjuk tadi." tanya Mimi mencairkan suasana.
__ADS_1
"Iya." jawabnya dengan kesal.
"Ketus amat kak." ucap Mimi dengan canda.
"Hemm." jawabnya lagi.
Setelah itu Mimi duduk diam dan seseksi memperhatikan Manda. Karena Mimi orangnya kadang kurang suka bertele-tele akhirnya pun menanyakan kebenaran terhadap Manda maupun kak Andri.
"Oh ya Kak Andri dan Manda kenapa? Ada masalah kah?" tanya Mimi dan itu memuat kak Syahril, bang Idho dan kak Jenni kaget.
"Maksudnya apa dek?" tanya Kaka Syahril.
"Iya dek, maksdunya apa?" tanya kak Jenni.
"Ya tanya aja sama orang yang lagi diaman." jawab Mimi.
"Dari pada terus berdiaman tanpa ada solusi mending diutarakan." ucap Mimi lagi dan lagi-lagi membuat mereka terperangah.
"Manda, sekarang maunya apa?" tanya Mimi terus terang kepada Manda.
"Apa Mimi tau?" tanya kak Rudi.
"Tau apa kak?" tanya Mimi balik kepada kala Rudi dan hanya di jawab dengan dengus nafasnya.
"Emang ada apa nih?" tanya kak Syahril.
"Manda," panggil Mimi dan Manda hanyaenoleh dan diam.
"Katakan kalau ada yang mau Manda ungkapkan. Ndak baik lama-lama berdiaman gini, jadi risih mimi lihatnya." ucap Mimi yang sudah enek dengan tingkah keduanya.
"Emang ada apa Ndri?" tanya kak Syahril.
"Tanya saja sama dia." jawab kak Andri ketus.
"Jika jadi beban lepaskan Manda." ucap Mimi.
"Dan jika sudah lepas Mimi minta kelak jangan ada permusuhan dan jangan kasih no hp Mimi kesembarang orang.'' ucap Mimi tegas.
"Huhh lebih baik kita putus aja dek." ucap kak Andri dengan dengusan nafas yang berat.
Mimi melihat Manda menitikkan air matanya.
"Kenapa Manda? jangan bimbang kalau mau bilang keputusan." ucap Mimi lagi.
"Ini sebenarnya ada apa sih!" ucap kak Syahril semakin tidak mengerti.
"Emang ada apa sih Ndri? kalau bisa diselesaikan baik-baik ya selesaikan baik-baik pula." ucap bang Idho.
"Kau tau aku kan Dho pantang bagi aku untuk berbohong atau pun di bohongin." ucap kak Andri.
"Emang siapa yang berbohong dan di bohongin?" tanya kak Jenni.
"Huh entah lah capek aku." jawab kak Andri ketus.
"Sekarang terserah sama kamu maunya apa!" ucap kak Andri ketus.
"Dan menurut aku lebih baik kita akhiri saja karena bagiku sekali di bohongi aku takkan percaya lagi." ucap kak Andri lagi.
"Maaf." ucap Manda.
"Emang ada apa Ndri?" tanya kak Syahril.
"Lo ingat Fadli mahasiswanya yang gabung sama kita di bukit batu Riil?" tanya kak Andri.
"Iya kenapa sama bang Fadli? kayaknya dia baik dan ramah gitu." ucap kak Syahril.
"Iya baik karena ada maksud lain." jawab kak Andri ketus.
"Maksudnya?" tanya bang Idho.
"Ffuuhh, mereka berdua diam-diam bertemu di belakang tenda." ucap kak Andri.
"Hah!" ucap mereka serentak kecuali Mimi karena Mimi sudah merasa curiga sama Manda.
"Iya mereka diam-diam bertemu." ucap kak Andri.
flashback on
Karena malam sudah larut para cewek kembali ke tenda namun Manda masih berada di samping kak Andri begitu pula Mimi.
Tak lama Mimi beranjak Manda ikut beranjak dan buru-buru menuju tenda, karena sweater Manda ketinggalan di samping kak Andri, kak Andri pun berniat akan mengantarkan sweater tersebut namun saat akan samlai di tenda manda bukannya masuk kedalam tenda namun langsung menuju ke belakang tenda yang mana di belakang tenda itu dekat dengan tenda rombongan mahasiswa.
Yang semula kak Andri akan memanggil Manda di urungkan dan dia mengikuti kemana Manda akan pergi.
Kak Andri melihat Manda mendekati seseorang dan ternyata itu adalah Fadli. Kak Andri mendekati tenda itu dan mendengar percakapan mereka.
"Gimana dek, apa jawabnya?" tanya Fadli
"Maaf bang aku sudah punya cowok." jawab Manda dan membuat Andri lega.
"Abang ndak masalah kalau Manda sudah punya cowok, terus terang pertama kali kita jumpa sore tadi Abang suka sama adek." jelas Fadli.
"Kalau suka itu biasa bang." ucap Manda.
"Emm ya tapi Abang bukanhanya sekedar suka sama adek, oh ya cowok adek udah lulus kan?" tanya Fadli
"Iya bang dan dia akan kuliah di kota pedang." terang Manda dan itu mulai membuat Andri was-was apa maksudnya Manda menjelaskan hal itu.
"Oo pasti itu jauh, gimana kalau kita saling tukar no hp dek," ucap Fadli.
"Buat apa bang?" tanya Manda yang sudah merasa tak enak karena dia sudah lumayan lama berada disini.
"Biar kita saling chat dan kita saling mengenal satu sama lainnya. Abang serius dek." ucapnya lagi.
__ADS_1
"Untuk sekarang abang rela jadi kedua karena seiring waktu Abang yakin Abang akan jadi no satu di hati adik." ucap Fadli.
Fadli melihat Manda hanya terdiam entah apa yang dipikirkan ol h Manda hanya dia dan tuhanlah yang tau.
"Kalau adek mau nih hp Abang silahkan ketikkan no adek." ucap Fadli dengan menyerahkan hp nya ke Manda.
Manda ragu apakah dia akan menerima ajakan dari Fadli, yang dipikirannya apa yang dikatakan Fadli ada benarnya Andri akan jauh dari dia apakah dia bisa menjalani hubungan jarak jauh.
"Gimana dek?" tanya Fadli.
"Emm." ucap Manda dengan mengambil hp Fadli dan dia segera mengetik no nya ke dalam hp Fadli dan dia call ke no nya agar dia juga tau no hp Fadli.
"Makasih ya dek, Abang tau adek pasti akan menerima Abang." ucap Fadli.
"Oh ya dek, kau Abang ke Jambi kota bisa ketemuan ndak?" tanya Fadli.
"Abang kasih tau saja kalau aku ada waktu kita bisa ketemuan di luar." jawab Manda dan itu merupakan jawaban yang bikin hati Andri meradang.
"Oke makasih ya." ucap Fadli dan langsung memeluk Manda dan membisikkan ke tinga Manda. "I love you sweat heart."
"Udah sana segera istirahat jangan lupa mimpikan Abang ya sayang." ucap gak dan Manda hanya tersenyum dan berlalu.
Setelah Manda pergi dan Andri masih dipersembunyiannya, ketika Manda telah dekat ke tendanya dan akan masuk Andri memanggilnya.
"Manda.." panggilnya seraya mendekat dananda ku kaget karena melihat Andri berjalan dari arah belakang tenda.
"Ini sweater nya dan aku menunggu penjelasan darimu." ucap Andri dengan melempar sweater Manda ke arah muka Manda.
Flashback off.
"Jadi Nda, apa keputusanmu?" tanya Mimi setelah mendengarkan cerita dari kak Andri.
"Aku.. Aku.... "Manda menjawab terbata namun langsung di skak sama kak Andri.
"Sudahlah tak perlu penjelasan lagi dengan sikapmu itu sudah menjadi sebuah jawaban lebih baik kita putus dan kau terserah bebas mau menjin hubungan dengan siapa." ujar Kaka Andri yang sudah merasa kesal.
Tak terasa kami pun sudah masuk ke kawasan distrik dan Mimi pun melapor ke pos security dan kami pun diizinkan masuk.
Sampai distrik telah menjelang maghrib para cowok langsung ikut pakdo ke masjid yang berada di area distrik untuk ikut sholat berjamaah di masjid.
Karena kami sebelumnya sudah memberitahukan bahwa kami akan membeli makan di luar. Ya sebelum masuk ke persimpangan menuju distrik kami berhenti ke warung bakso dan disini tak hanya bakso disini juga ada nasi ikan bakar,nasi ayam bakar / goreng dengan lalapan dan sambal terasi.
Kami membeli nasi ayam bakar, nasi ikan bakar, serta bakso untuk anak pakdo.
Setelah lara cowok pulang dari masjid kami langsung makan malam yang kami beli sebelumnya. Setalah makan kami pergi kebelakang tempat Acik udang.
Kak Syahril ke belakang membawa mobil dan berhenti di pintu pagar penghubung karena nanti tak jauh mengangkat Styrofoam berisi udangnya nanti.
Sesampainya disana ternyata Acik belum naik kami semua menunggu disana sambil menikmati malam di pinggiran sungai pengabuan.
Tak lama Acik pun tiba dan mengangkat tempat ikan yang berupa jaring namun seperti karung.
"Eh Riil, sudah sampai disini?" tanya Acik.
"Iya pak, banyak kak dapat nya?" jawab Syahril dan bertanya kembali.
"Alhamdulillah rezeki Syahril nampaknya." ucap Acik dengan mengeluarkan hasil tangkapannya ke atas terpal yang sudah di bentang nya.
"Jadi punya Ariil sudah semua ya Cik?' sudah tinggal yang A kurang nah ini kayaknya lebih." ucap Acik.
"Lebihnya ndak apa cik di hitung sekalian Ariil ambil semua." ucap Syahril yang ternyata dia menambah udang lagi.
"Kalian ndak pada beli buat bawa pulang besok?' tanya kak Syahril kepada yang lain.
"Kah kita kan pulang Minggu Riil, jadi apa ndak busuk?" ucap Rendi.
"Ya rutin dikasih es Rend nih aku akan Eli sampe dua Styrofoam.'' ucap kak Syahril.
"Kamu buat apa Riil beli samalainbanyak gitu?" tanya ridho.
"Mau buat oleh-oleh sekalian buat resto dan cafe Dho." jawab kak Syahril dan dengan terus memilih udang-udang yang ada.
"Kalau kalian ndak mau beli mau aku beli semua ini." ucap kak Syahril.
"Enak aja aku mau Riil, pak ada Styrofoam lagi ndak?" tanya Rendi.
"Tuh ada tiga kemarin sengaja dilebihkan beli takut kalau udangnya ndak cukup tempat kemarin." jawab Acik.
"Syukurlah pak jadi punya kami ini nantinadek tempat penyimpanan nya juga.'' ucap Arfan
"Riil yang besar Lo bilang semua ya?" tanya Arfan.
"Ndak itu masih banyak, gue cuma nambah 10kg aja." jawab kak Syahril.
Setelah bertransaksi dan semua hasil tangkapan Acik habis diborong oleh kami semua. kami pun langsung pulang ke rumah pakdo terlebih dahulu.
Seperti biasa kak Syahril selalu membelikan. Tante Zia udang dan ikan. Sehabis sholat isya kami pun pulang lewat pabrik karena air pasang di jam 12 jadi kami lun menunggunya dari pada kami pulang lewat keliling.
...****...
Jangan lupa terus dukung karya authore ya insya Allah beberapa hari lagi kita akan masuk ke penggalan cerita lelaki yang berada di pulau Jawa.
Jangan lupa tinggalkan jejak nya
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
TERIMAKASIH