
Sehabis bersilaturahmi dari rumah Abi Arsyad dan ummi Fatmah mereka pun kembali kerumah karena waktu mereka tak lagi banyak.
Saat sampai rumah besar keluarga Abizar, Mimi dan yang lain pun segera membersihkan diri karena waktu Maghrib telah tiba.
Sambil menunggu isya mereka semua makan malam bersama yerlbehih dahulu, mereka berencana akan pergi ke Jepang nya di malam hari ini.
Pesawat pribadi keluarga Abizar mendapat izin take off malam ini di jam 10.00 PM.
Sholat isya telah mereka kerjakan dan saat nya pula mereke bersiap-siap, tetapi semua gagal karena telah terjadi hujan badai di kota ini.
"Yah, nggak jadi lagi ya eyang kita ke Jepang nya?" tanya Soraya yang kebetulan duduk di samping ayah Brata.
"Iya nak, kan sedang hujan deras di luar." jawab ayah Brata.
"Kan cuma hujan eyang, kita kan naik pesawat jadi ndak bakal kehujanan." sahut Haifidz.
"Iya cuma hujan, tapi kali ini ada hujan badai. Hujan yang disertai angin serta petir dan itu sangat berbahaya jika melakukan penerbangan." terang ayah Brata.
"Eyang kenapa bisa terjadi badai petir eyang? Dan kenapa itu berbahaya?" tanya Soraya.
"Emm" sang eyang menjadi bingung akan menjelaskannya bagaimana terhadap cucunya yang baru berusia lima tahun itu.
Jika tidak di jelaskan secara detail maka cucu-cucunya itu akan terus bertanya samalai mereka merasa puas.
"Iya eyang, apa hujan petir itu ada macam nya eyang?" imbuh Hafidz.
Ayah Brata memijit pangakl hidungnya, mencoba mencari jawaban yang dapat di mengerti oleh mereka. Ini baru anak-anak dari mas Chalik belum lagi nanti akan muncul pertanyaan dari anak mas Adam.
Mas Chalik dan mas Adam berusaha menahan senyum, kalau bisa mereka berdua akan lari mencari aman.
"Eyang jawab dong?" pinta Aqira anak dari mas adam., Yazid hanya diam sembari bertopang dagu di kedua tangannya.
Kedua bumil mbak Aida dan mbak Rita pun menahan senyum, mereka tau jika ayah Brata tidak menjawab dengan benar atau menjawab dan tidak membuat mereka paham maka pertanyaan demi pertanyaan akan terus di lontarkan oleh ke empat anak itu.
"Em gini, dengerin ya." ucap ayah Brata yang akan menjelaskan tentang hujan badai petirseta angin itu, mereka semua mengangguk-angguk.
"Badai petir sering terjadi saat musim hujan itu karena ketika ada lapisan udara hangat yang lembab dan naik dalam arus besar yang deras ke daerah atmosfer yang lebih dingin, maka badai petir ini akan terjadi."
"Presitipasi terjadi ketika ada kandungan yang mengembun dan membentuk awan kumulonimbus yang menjulang tinggi."
"Selanjutnya, udara dingin akan jatuh ke bumi dan menghantam tanah dengan aliran angin horizontal yang kuat. Kemudian pada saat yang sama muatan listrik terakumulasi dengan partikel awan yaitu tetesan air dan es."
"Tahukah nggak kalian bahwa petir memanaskan udara?" tanya ayah Brata dan mereka menggeleng, ayah Brata tersenyum dan mengusap kepala Aqira.
"Petir memanaskan udara yang melaluinya dengan sangat kuat dan cepat hingga memunculkan gelombang kejut yang terdengar seperti tepukan tangan dan gulungan guntur."
"Kok Bisa eyang?" tanya Yazid penasaran.
"Seperti dilansir dari Britannica, Jumat (13/11/2020), bahwa pelepasan petir sebenarnya terjadi ketika ada akumulasi muatan listrik yang besar.
Ketika ada badai petir, maka biasanya akan ada tornado, hal tersebut akan terjadi jika badai tersebut terjadi cukup ekstrem dan disertai dengan adanya pusaran udara yang berputar-putar dengan konsentrasi yang kuat.
Badai petir diketahui terjadi di hampir setiap wilayah di dunia, meskipun jarang terjadi di wilayah kutub dan jarang terjadi pada garis lintang yang lebih tinggi dari 50° LU dan 50° LS. Oleh karena itu, daerah beriklim sedang dan tropis di dunia adalah yang paling sering muncul badai petir.
Formasi dan struktur badai petir yaitu berupa gerakan atmosfer vertikal, gangguan yang paling sebentar tapi sangat hebat yang melibatkan area udara yang naik dan turun.
Badai petir memang tidak stabil dengan gerakan vertikal. Setiap kali mulai hangat, maka hal tersebut akan muncul dikarenakan udara ringan ditimpa oleh udara yang lebih dingin dan berat.
Hingga udara yang lebih dingin cenderung tenggelam dan memindahkan udara yang hangat keatas.
Jenis badai petir menurut klasifikasinya Badai petir diklasifikasikan berdasarkan tempat terjadinya.
Misalnya, badai petir lokal, frontal, atau orografis yang dimulai dari wilayah pegunungan. Namun, secara umum klasifikasi badai petir didasarkan pada karakteristik badai itu sendiri.
Karakteristik tersebut bergantung pada lingkungan meteorologi tempat badai berkembang, di antaranya sebagai berikut.
1. Badai petir terisolasi Badai petir terisolasi cenderung terjadi di mana ada angin sepoi-sepoi yang tidak berubah secara dramatis dan terdapat kelembapan yang melimpah di tingkat atmosfer yang rendah dan menengah. Badai ini terkadang disebut badai massa udara atau badai lokal. Strukturnya sebagian besar vertikal, berumur relatif pendek, dan biasanya tidak menghasilkan cuaca yang ganas di lapangan.
Badai petir multiple sel Multiple-cell thunderstorm atau badai petir multiple sel dan sistem konvektif mesoscale terjadi saat cuaca ekstrem yang terjadi di daratan.
Biasanya disebabkan oleh badai multiple sel yang terorganisir, garis badai, atau supercell. Semua ini cenderung dikaitkan dengan gangguan mesoscale yaitu sistem cuaca dengan ukuran sedang, yaitu antara 10 sampai 1.000 km secara horizontal.
Badai multiple sel memiliki beberapa arus naik dan turun yang berdekatan satu sama lain. Mereka terjadi dalam kelompok sel dalam berbagai tahap perkembangan yang bergerak bersama sebagai satu kelompok.
Di dalam cluster, satu sel mendominasi untuk beberapa saat sebelum melemah, dan kemudian sel lain mengulangi siklus tersebut.
Badai multi sel yang parah sering dikaitkan dengan MCS, yakni saat curah hujan yang dihasilkan oleh sistem ini biasanya mencakup curah hujan dari awan konvektif dan dari awan stratiform, yaitu lapisan awan dengan luasan horizontal yang besar.
Badai supercell Badai ini terjadi ketika angin lingkungan mendukung, arus naik dan turun badai menjadi teratur dan berputar serta saling menguatkan. Hasilnya adalah badai supercell yang berumur panjang.
Badai supercell adalah jenis badai petir yang paling kuat. Di Amerika Serikat bagian tengah, supercell storm biasanya memiliki arus udara yang luas dan intens yang masuk dari arah tenggara dan membawa udara permukaan yang lembab ke dalam badai.
__ADS_1
Updraft naik, berputar berlawanan arah jarum jam, dan keluar ke timur, membentuk landasan. Kecepatan updraft dalam badai supercell bisa melebihi 40 meter per detik dan mampu menahan hujan es sebesar jeruk bali. Supercell bisa bertahan dua hingga enam jam.
Mereka adalah badai yang paling mungkin menghasilkan angin spektakuler dan kerusakan hujan es serta tornado yang kuat. Dapatkan."
"Nah begitu penjelasannya" ucap ayah Brata.
"Ooo" jawab mereka sambil manggut-manggut.
"Paham! ngerti?" ucal ayah Brata seketika merek menggelengkan kepala.
"Enggak." jawab mereka serentak, ayah Brata melongo seketika terus menepuk keningnya.
"Bhuhaaaahaa" mas Adam dan mas Chalik seketika terbahak.
"Terus kenapa kalian manggut-manggut tadi?" tanya ayah Brata.
"Nggak ada eyang habis eyang jawab nya terlalu detail." jawab Soraya.
"Iya eyang, kita kan bukan mahasiswa jadi ya tidak begitu mengerti heehhee" sahut Hafisz.
"Hemm, yaudah kalian belajar yang rajin biar jadi profesor dan jadi ahli BMKG." ucap ayah Brata,.
"Siap komandan." ucap mereka berempat serentak lagaknya pasukan bersenjata.
"Yaudah dah malam, sana kalian tidur, besok kalau nggak ada halangan baru kita berangkat." ucap ayah Brata. Mereka pun semua menurut dan semua penghuni pun mengakhiri malam nya dengan beristirahat.
Keesokan paginya, pesawat ayah Brata baru mendapatkan izin yake off kembali di sore hari. Jadi hari ini Mimi akan pergi ke rumah Muthia yang kebetulan dia tidak pulang ke Aceh.
Mimi berencana pergi bersama Ay menggunakan taxi online namun ayah Brata tidak mengizinkan sehingga Mimi dan Ay pergi pakek mobil dan sulit pribadi rumah itu.
Karena kebetulan pakek mobil pribadi jadi Mimi akan sekalian ke rumah bunda Retno, ibu kosnya dahulu.
"Assalamualaikum." ucap Mimi ketika sampai di rumah Muthia.
"Waalaikum salam " jawab art Muthia.
"Eh ini kan mbak Mimi ya?" ucap Bi Karsih art Muthia.
"Iya Bi, apa kabar Bi?" jawab Mimi dengan menyalami Bi Karsih dan menanyakan kabarnya.
"Alhamdulillah baik mbak, mari masuk." ucap si Bi Karsih, Mimi pun mengangguk dan mengikuti bi Karsih maauk ke dalam.
"Muthia nya mana Bi?" tanya Mimi.
"Ada mbak, bentar bibi panggilkan mbak Muthia nya." jawab bi Karsih.
Tak lama muncullah Muthia dengan muka bantal, Mimi hanya menggeleng melihat tingkah sahabatnya itu.
"Hai Mimi." ucap nya sembari berlari, namun langsung dicegah Satria suaminya.
"Eh jangan lari-lari." cegah Satria, Muthia pun berjalan pelan.
Satria mencegah itu karena Muthia sedang hamil, Satria tidak ingin kejadian lalu terulang kembali. Yah dulu aqalmpeenikahan mereka, mereka cepat diberi kepercayaan sama Allah SWT, namun baby mereka meninggal di dalam kandungan, itu dikarenakan Muthia terjatuh saat dia berlari kecil mengejar Mama mertuanya datang kerumah mereka.
Setelah kejadian itu mereka baru diberi kepercayaan kembali saat ini, maka dari itu Satria sangat posesif pada Muthia.
"Mi.. dibawa kan pesanan aku?" tanya Muthia, ya sebelum kerumahnya Mimi menghubunginya untuk menanyakan keberadaan nya, setelah tau Fia tidak pulang maka Mimi akan bersilaturahmi ke rumahnya, namun Muthia meminta Mimi membawakan mangga muda sama nanas matang.
"Ada nih, jawab Mim dengan menunjukkan mangga muda satu kantong plastik plus nanas matang.
"Wah banyak amat Mi, mangga mudanya?" tanya Muthia dengan mata berbinar.
''Iya kebetulan rumah ayah buahnya lagi berbuah, nahnkalau nanas ya terpaksa kita cari dulu tadi. " jawab Mimi.
"Oo gitu, mamak kenapa ndak ikut Mi?" tanya Muthia.
"MA!ak ada di rumah mas Abi, kamu lah yang kesana masa iya orang tua yang jambangj lebih muda." jawab Mimi.
"Iya, entar sore aku kesana." jawab Muthia.
"Kalau sore kami ndak ada Muth." jawab Mimi.
"Lah emang kalian sore ini pulang ke Jambi?" tanya Muthia.
"Enggak, sore ini rencana KA!i mau ke jepang." jawab Mimi.
"Ay sudah kelas berapa sekarang?" tanya Muthia.
"Kelas satu kak." jawab Ay.
"O dah SMA ya? emm besok kuliah disini aja Ay, masalah kosan jangan dipikirin, tidur di rumah kak Tia aja." ucap Muthia.
"Makasih kak, rencana Ay kuliah di Jambi aja, Mamak ndak ada temannya." jawab Ay.
"Yah.." jawab Muthia dengan manyun.
"Kenapa manyun yank?" tanya Satria.
"Emm ya jadi Tia nggak ada teman nya." jawab Muthia.
__ADS_1
"Hallah sendiri apanya, tiap hari kerumah sakit juga." ucap Satria.
"Hemm" jawab Muthia.
Muthia meminta Mimi untuk membuat kan bumbu rujak dan akhirnya mereka mengobrol sambil menikmati rujak.
Satria tampak diam, tapi tidak dengan Muthia.
"Mi, kapan rencana kang mas rencana melamar?" tanya Muthia. Mimi hanya tersenyum getir, perasaannya bercampur dengan rasanya mangga muda yang sedang dikunyah nya.
"Nggak tau." jawab Mimi.
"Kok nggak tau? bukannya katanya sehabis lebaran ini dia mau ngelamar ya, ya kan yank." ucap Muthia sn meminta kebenaran Satria. Mimi melihat ke arah Satria namun Satria hanya tersenyum.
"Emm rencananya sih gitu kata dia." jawab Satria.
"Nah kan Mi, masa iya kangmasnya nggak kasih tau." jawab Muthia dengan terus menyesap kuah sambal rujak.
mimi yang melihat ada air minum, akhirnya Mimi meminta Ay untuk mengambil kedalam.
"Ay, ambil air minum dek." ucap Mimi pada Ay.
"Eh nggak usah Ay biar Bi Karsih aja nanti yang antar kemari." ucap Muthia mencegah Ay masuk ke dalam rumah.
Yah mereka saatvini sedang di belakang rumah Muthia, di taman kecil Muthia, mereka menikmati rujak di gazebo taman.
"Nggak apa kak, biar Ay yang mabil " ucal Ay yang tau kalau sang kakaknya akan berbicara serius.
Setelah Ay berlalu mimj baru menjawab pertanyaan Muthia sebelumnya.
"Emm dia ngak pernah cerita Muth, bahkan akhir-akhir ini dah nggak ada kabarnya lagi." ucap Mimi.
"Ah masa sih? Yank kamu sebelum lebaran ketemu dia kan?" ucap Muthia dan kembali bertanya pada Satria. Satria menghelakan nafasnya. Mimi juga ikut melihat ke arah Satria.
"Kalau kangmas nggak ngubungi sampe kini ke kamu berarti dia nggak ada ngucapin selamat lebaran atau apa gitu?"
"Wah parah kalau gitu Mi,"
"Heran aku, dia itu serius atau nggak sih? duku juga gitu ujung-ujungnya dia ninggalin kamu tanla kabar"
"Sekarang. Mau apa lagi alasan dia.. Sumlah lama-lama gedek juga aku di buatnya."
"Kalau seandainya dia nggak serius ya nggak usah kasih harapan lah, lepaskanlah jangan keg ini." ucap Muthia berapi-api karena kesal.
"Yank, ingat kamu lagi hamil. Jaga emosi." ucap Satria menenangkan Muthia.
"Awas aja kamu yank kalau seperti dia." ucap Muthia yang ngos-ngosan karena masih berasa kesal dengan Dillah.
"Lah emang aku kenapa sih yank, kkta dan suami istri juga." ucal Satria.
"Iya ya, ya pokoknya awas aja dengan alasan perkerjaan kamu ninggalin aku sama anak kamu. Kalau sampe itu terjadi liat aja ntar." ucap Muthia.
"Apa, ya nggak lah kamu dan anak tetap prioritas utama lah yank." jawab Satria dengan mengelus perut buncit Muthia.
"Ya mana tau kan, kalau itu terjadi jangan harap kamu bisa ketemu aku sama anak kamu lagi." ucap Muthia mengultimatum Satria sejak dini.
"Eh, nggak boleh gitu yank." ucap Satria,
"Ya pokonya jangan sampe." jawab Muthia.
Mimi melihat kedua pasangan tersebut cekcok akhirnya Mimi mencoba menawar yakan perihal Dillah kepada Satria.
''Kak Sat." panggil Mimi, Satria dan Muthia lun berhenti berdebat dan melihat keadaan arah Mimi.
"Iya Mi." jawab Satria.
"Kakak ketemu dia dimana?" tanya Mimi.
"Di kota pedang dua hari sebelum lebaran Mi," jawab Satria.
"Oo, em kok HP nya nggak aktif ya kak?" tanya Mimi, seketika Muthia terlihat mendidih lagi.
"Tenang." ucap Satria menenangkan sang istri yang mulai akaan berucap.
"Kemarin sih katanya HP nya ilang Mi, dia belum sempat beli lagi." jawab Satria.
"Halah alasan." sungut Muthia.
"Kalau hilang bagaimana dia menghubungi rekannya, nggak masuk akal." sahut Muthia lagj yang mewakili unek-unek Mimi.
"Ya nggak tau yank, dia yang bilang gitu. Emang sih waktu itu aku liat dia sedang sibuk banget sama teamnya." ucap Satria.
"Kata Dillah dia ingin mempercepat menyelesaikan proyek yang sedang ditangani nya itu dengan segera, kata dia kalau sudah selesai dia akan segera melamar kamu dan membina rumah tangga dan dia juga bilang kelak dia tinggal memantau saja kalau ada yang jasih proyek lagi sama dia, akan diterimanya namun dia akan memantaunya saja." ucap Satria.
Mimk hanya diam, Satria mpbeeukang kali menghelakan nafasnya, Satria dptidak sepenuhnya menjawab dengan jujur kepada dua wanita yang berada di depan mereka.
Karena sudah siang, mimj dan Ay pun berpamitan kepada Muthia dan Satria. Mimi dan Ay tak langsung pulang ke rumah melainkan mereka berdua ke rumah Bu Retno sebentar.
tbc.
__ADS_1