DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
ujian akhir semester


__ADS_3

Sehabis para sepupunya menasehatinya Syahril pun memikirkan omongan para sepupu dan Di'ah.


Dia mengingat saat dirinya memaksakan diri untuk pulang kerumahnya nyai Mimi selama ujian dan dia meminta Mimi menemani nya dan saat itu Mimi juga selalu memasak serta membuat camilan buat mereka.


Yah Syahril baru tersadar kalau waktu itu dia yang ujian Mimi melayani nya terus gimana kalau Mimi yang ujian apakah dia yang akan melayani Mimi seperti waktu dia dan sepupunya belajar di sana atau malah Mimi yang sedang ujian ini yang akan masih melayaninya dengan menyuguhkan makanan kehandalannya.


Syahril menarik kasar rambutnya begitu egoiskah diri nya. dia hnay berniat ingin menemani dan membantu Mimi belajar tapi niat baiknya akan berdampak tidak baik bagi Mimi sendiri.


ARGHHH Syahril frustasi dengan pemikiran nya sendiri "Egois kah aku?" dia bertanya pada dirinya sendiri.


"Kakak hanya ingin membantu mu dek!" gumamnya dengan diri sendiri.


"Yah emang niatku membantu tapi jika aku datang pasti akan merepotkan nya sedangkan orang yang ada dirumah itu aja tidak membiarkan Mimi mengerjakan lain selain belajar, maafkan kakak yang egois ini dek." Syahril terus berbicara dengan dirinya sendiri namun kerugian itu selalu menyelimuti dirinya.


"Tapi kakak, ingin bantu adek belajar. ARGHHH" Syahril selalu frustasi dan selalu membantah gejolak ego dalam dirinya.


Syahrikelihat ke ponselnya dan Syahril melihat kau Mimi tak aktif, "segitunya adek mau belajar" gumamnya dan menghempaskan hp nya di atas kasurnya.


Sedangkan Mimi terus belajar tanpa ada gangguan hingga jam 10 malam baru dia berhenti untuk belajar dan dia pun pergi untuk merehatkan badannya.


Adzan subuh berkumandang Mimi baru terbangun dan dia langsung pergi ke kamar mandi untuk mensucikan diri nya sebelum menghadap illahi Rabbi.


Selesai sholat subuh Mimi kembali membuka buku untuk sekedar mengulang membacanya hingga pukul 6 pagi Mimi beranjak untuk mandi dan bersiap-siap.


Disaat Mimi bersiap terdengar seru derum motor di bawah Mimi mencoba melihat dari arah jendela kamarnya dan ternyata itu adalah Syahril dan Ryan.


"Assalamualaikum." ucap mereka berdua.


"Waalaikum salam ." jawab pakcik yang kebetulan duduk di teras sambil menikmati secangkir teh hangat dan goreng pisang. "Masuk Riil, Yan," ajak pakcik ketika melihat Syahril dan Ryan masih berdiri di ambang anak tangga.


Syahril dan Ryan pun masuk dan langsung menyalami pakcik.


"Mau jemput Mimi?" tanya pakcik.


"Iya Cik." jawab Syahril.


"Tunggu bentar mungkin Mimi lagi bersiap." ucap pakcik.


"Iya Cik." jawab Syahril.


"Nih makan, dulu goreng pisangnya sambil nungguin Mimi" ucap pakcik dan mengajak Syahril dan Ryan makan goreng pisang.


Syahril dan Ryan pun tanpa sungkan langsungengambil gorengan pisang tersebut.


"Oh ya Riil maafkan Mimi ya kau dia mengabaikan telpon dari Syahril." ucap pakcik.


Glekk Syahril tercekat dan buru-buru menelan goreng pisang yang sudah dikunyahnya.


"Mimi kalau ujian dia memang kami suruh untuk fokus belajar Riil." ucap pakcik lagi.


"Iya Cik, Ariil ngerti." jawab Syahril "Tapi Ariil boleh ndak Cik nemani dan membantu Mimi belajar." imbuh Syahril yang masih ingin menemani Mimi.


pakcik hanya tersenyum "lebih baik biarkan Mimi belajar sendiri ya Riil biar dia lebih fokus untuk belajar." pinta pakcik dan Syahril mendengarnya menunduk dan lesu.


"Kalau mau jemput seperti ini pakcik izinkan." ucap pakcik lagi dan Syahril mengangkat wajahnya dan tersenyum.


"Makasih Cik." jawab Syahril.


Mimi pun keluar dan membawakan sepiring goreng pisang dan dua cangkir teh hangat.


"Ini kak, dimakan goreng pisangnya." ucap Mimi dengan senyum.


Mereka pun menyantap pisang goreng dan teh hangat bersama sambil bersenda gurau dan sekali-kali Mimi juga melihat buku yang dipegangnya.


Syahril yang melihat itu pun bergumam dalam hati "Sekeras itu dirimu belajar dek."


Syahrik melihat ke arah jam tangannya dan dia pun segera mengajak Mimi untuk kesekolah.


"Em ayo dek berangkat sekolah nanti terlambat."Ajak Syahril.


"Oh iya kak, ayo." jawab Mimi. "Cik Mimi sekolah dulu." uaco Mimi semabri pamit dan menyalami pakcik dan Bicik serta nyai yang sudah kumpul di teras.


"Iya hati-hati, baca bismillah dulu sebelum baca soal dan pelan-pelan jawab nya jangan tergesa-gesa." bicik memberi nasehatnya.


"Iyo Cik. Assalamualaikum." Pamit Mimi dan diikuti oleh Syahril dan Ryan.


"Hati-hati Riil, Yan bawa motornya." pesan pakcik.


"Iyo Cik." jawab Syahril dan Ryan.


setelah Mimi menaiki motor Syahril kami pun melaju dan berhenti tepat di depan Di'ah karena Di'ah telah bersiap juga diapun langsung naik ke motor Ryan, kami pun melaju ke sekolah.


Sesampainya disekolah, sebelum Mimi masuk, Mimi meminta maaf kepada Syahril.


"Oh ya kak, maafkan Mimi ya kalau semalam Mimi abaikan kakak." Mimi tulus meminta maaf kepada Syahril.


"Iya kakak juga minta maaf kalau kakak sudah ganggu konsentrasi adek belajar." jawabnya.

__ADS_1


"yaudah sana masuk bentar lagi waktunya." imbuh Syahril.


"Iya, do'a in Mimi ya." jawab Mimi dan menyalami nya.


"Iya semangat." ucapnya dengan menyemangati Mimi.


Mimi tersenyum dan berlalu melaju ke arah koridor kelasnya.


Selama ujian Mimi selalu membaca berkali-kali soal dan berhati-hati dalam menjawab soal dan tak lupa dia membaca do'a agar diberi ketenangan dalam dirinya terlebih dahulu.


أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ


Allahumma inni as aluka nafsaan bika muthma innah tu,minu biliqooika watardho biqodoika wataqna'u bi'athoika.


Artinya : "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridha dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu."


Setelah membaca do'a Mimi memulai menjawab tiap lembar soal dengan rasa hati yang tenang.


Tiga jam berlalu ujian di hari pertama Mimi lalui dengan tenang tanpa hambatan dan tak lupa Mimi selaku panjatkan syukur kepada Allah SWT.


"Alhamdulillah." ucap Mimi dan terus melangkah melaju ke koridor sekolah menuju kelas teman-temannya.


Di'ah dan yang lain nya telah berdiri di depan kelasnya dan mi.


"Gimana ujian tadi?" tanya Mimi kepada mereka semua.


"Ughh, susah." jawab Manda dengan lesu.


"Iya mana pakek blank lagi otak ku." sahut Novi.


"Apalagi aku, padahal semalam dan subuh sudah menghafal rumus-rumus eh tadi semua jadi hilang." imbuh Sila.


"Lumayanlah." jawab Emma.


"Iya lumayan susah," imbuh Di'ah.


"Mimi sndiri gimana?" tanya Emma dan diangguki juga sama yang lain.


"Hehehe lumayan juga sih." jawab Mimi.


"Yaudah yok kita pulang," ajak Emma.


Sesampai di gerbang dalam terlihat Syahril dan Ryan sudah menunggu di tambah Andri.


"Beuh kalian bertiga di jemput?" tanya Novi yang melihat ke arah kami satu persatu.


"Hehe iya kalau kami di jemput." jawab Mimi.


"Yaudah lah kalau gitu, kebetulan aku juga bawa motor abnga aku tadi karena kesiangan." ucap Emma.


"Ayo Nov sila kita bonceng tiga tihbkita juga serah." ajak Emma.


"Wah Emma kau aku dak di jemput aku jalan sendiri gitu!" ucap Manda dengan cemberutnya.


"Mustahil Manda Ndak di jemput kalau Mimi sama Di'ah di jemput secara cowok Manda masih satu spesies sama Syahril hahaha." Jawa Emma dengan canda.


"Spesies apa ma? tanya Sila.


"Spesies pithecanthropus erectus kalau Ndak spesies meganthropus paleonjavanicus hahahaha." jawab Emma.


"Pala lo noh parah." ucap Manda ketus.


"Wuih marah eni buk." ucap Emma dengan mentoel dagu Manda.


"Yaudah lah ayok kita keluar." ajak Mimi


"Cie cie Mimi Ndak sabaran ma ayang Ben Ariil Noah." canda Emma kembali.


Mimi tak menghiraukannya dan berlalu keluar dan mendekat ke Syahril.


"Yaudah kita dilain ya Mi, Di'ah Mada meganthropus paleonjavanicus." pamit Emma dan terus mencandai Manda.


"iya." jawab Mimi dan menggelengkan kepala dengan candaan Emma yang di anggap serius sama Manda.


Sebelum naik motor kak Syahril bertanya kepada kami.


"Emm kita ngebakso dulu gimana?" tanya kak Syahril.


"Boleh kak,." jawab Manda dan Di'ah.


"Giman dek?" tanya Syahril pada Mimi.


"Boleh kak, ayok." jawab Mimi dengan senyum.


"Yaudah kalau gitu kita ngebakso dulu ya." Syahril mengintruksikan kepada kedua sahabatnya dan diangguki oleh Ryan dan Andri.


Sesampainya di kedai bakso langganan alami semua memesan dan duduk di tempat biasanya.

__ADS_1


"Gimana dek ujian nya tadi?" tanya Ryan kepada Di'ah.


"Lumayan susah kak." jawab Di'ah.


"Emang susah ya soalnya?" tanya Syahril.


"Ndak juga." jawab Mimi


"Yah kalau Mimi gampang secara dia paling hobi tuh yang namanya berhitung." imbuh Manda.


disaat sedang membahas soal ujian pesanan pun tiba dan seperti biasa Mimi meracik baksonya dan memakan baksonya terlebih dahulu bersama Syahril dan setelah habis baru makan bakso di mangkoknya Syahril.


"Oh ya kakak sendiri gimana urusan administrasi kemaren?" tanya Mimi.


"Alhamdulillah semua beres, tinggal setor nilai nya aja lagi nanti." jawab Syahril.


Ya karena kemaren baru kukusan aja yang di beritahu tapi nilai SKHU dan transkip nilai belum keluar.


"Emm semoga aja nilai nya bagus ya kak." ucap Mimi.


"Iya dek." jawab Syahril.


Bakso dan minuman pun habis dan saat nya mereka pulang, kami semua sengaja lewat dari kampung Manda sekalian ngantar dia terlebih dahulu setelah itu kami langsung pulang kerumah.


Sesampainya di rumah Mimi langsung turun dangdut mengajak kak Syahril dan yang lain untuk mampir terlebih dahulu.


"Emm mampir dulu yok kak." ajak Mimi namun di tolak Syahril karena dia mengingat omongannya dengan pakcik pagi tadi yang meminta agar Mimi belajar sendiri biar fokus.


"Ndak usah dek, kebetulan kakak mau pergi ke cafe." jawabnya.


"Oh yaudah kau gitu Mimi naik ya? kakak hati-hati bawa motornya." ucap Mimi dan di angguki oleh Syahril dan akhirnya mereka pun pergi untuk pulang kerumah Syahril terlebih dahulu.


Hari hari selama ujian Mimi selalu memfokuskan diri untuk belajar apa lagi ini ujian akhir semester karena tiap akhir ujian pihak bimbel akan meminta nilai raport.


Semenjak pakcik menyebutkan perihal Mimi kepada Syahril diapun mengerti, diapun menghubungi hanya sekali-sekali tiapnpagindia selalu menjemput dan mengantar Mimi sekolah begitupula pulangnya diapun akan menjemput kembali.


Dia selalu mensupport Mimi walau sebenarnya dia ingin membantu Mimi tapi apa yang dikatakan teman-teman nya betul adanya.


Hari terus berlalu ujian akhir semester pun telah berakhir semua siswa-siswi seperti biasanya pasti ada rasa was-was terhadap nilai ujian mereka.


SKHU dan transkip nilai Syahril pun dah keluar karena Mimi juga telah selesai ujian dan seminggu adalah waktu tenggang alias waktu classmeting Syahril mengajak Mimi and the gang ikut mereka ke kota pedang sekalian menyerahkan hasil nilainya ke pihak kampus dan liburan.


Syahril meminta izin kepada pakcik dan orang tua Mimi, yang awalnya pakcik dan orang tua Mimi berat melepaskan Mimi karena Mimi merupakan tanggung jawab pakcik disini akhirnya dengan turun tangannya bang Idho pakcik dan emak mimi pun mengizinkan dengan catatan bang Idho harus jaga Mimi.


"Thanks ya bro." ucap Syahril ketika pakcik mengizinkan Mimi.


"Sama-sama tapi ingat biaya di tanggung oleh penyelenggara." jawabnya.


"Beres lah itu, biaya ditanggung tanpa potongan pajak hahahaha." ucap Syahril.


Hari Sabtu hatinya takbir Mimi ujian dan Mimi serta yang lain juga sudah memeprsiapkan segala kebutuhan yang akan di bawa liburan.


Rencana mereka akan berangkat pada hari Sabtu sore agar tidak jenuh selama dalam perjalanan.


karena personil banyak maka Syahril mempersiapkan tiga mobil, kali ini Syahril memakai mobil orang tuanya agar sedikit lapang karena perjalanan jauh begitu pula Ryan dan Andri.


Rudi nggak kebagian bawa mobil karena dia akan menjadi supir ganti Syahril. mereka telah mengatur semua rencana mereka akan kemana saja temkata wisata yang akan mereka tuju.


Syahril menjemput Mimi dan begitu pula geng rusuh juga di jemput pakek mobil Ryan yang dioaki oleh ridho dan yang jelas juga ditemani Erwan yang akan mewakili temannya untuk meminta izin kepada orang tua Emma Novi dan sila.


Rudi, bang Idho dan Andri memakai mobilnya Andri, mereka akan langsung menuju rumah Rani,Jeni dan bibi Manda untuk meminta izin kepada mereka.


Ryan pulang bersama dengan Syahril karena searah jadi Ryan akan langsung meminta izin kepada orang tua Di'ah.


namun sebelum Syahril pulang kerumah Mimi meminta Syahril untuk mengantarkan nya ke pasar loak untuk belanja. ya Mimi berancana. akan memasak untuk bekal mereka dijalan.


Selesai belanja Mimi mengganti pakaiannya sedangkan Syahril berbicara bersama pakcik. Ryan di rumah Di'ah meminta izin taknla Di'ah datang kerumah Mimi karena mereka berdua akan memasak untuk bekal di jalan.


Syahril sudah melarang agar Mimi tidak usah masak dan tak usah bawa bekal biar mereka makan di rumah makan saja tapi Mimi masih kukuh untuk membawa bakal maka Syahril pun mengikutinya.


Mimi memasak rendang ayam, sambal tempe ikan teri kering, dan petai untuk lalapan. karena menu dua itu bisa tahan lama di bawa jalan. Rendang nya Mimi buat rendang kering bukan berkalio sehingga akan tahan hingga esok pagi itupun kalau tidak langsung ludes.


Selesai masak Mimi membiarkan rendangnya agar dingin dan tempe keringnya segera Mimi masukkan kedalam toples.


Jam empat sore mereka semua telah berkumpul di rumah bang Idho kecuali Mimi dan Di'ah masih dirumah nya sendiri.


Semua barang dan bekal telah di susun rapi dibagasi dan mereka pun berpamitan.


Hai assalamualaikum selamat siang selamat beristirahat.


Jangan lupa terus beri dukungannya dan tinggalkan jejak Krisan dikolong komentar.


vote


rate


like

__ADS_1


komen


🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆


__ADS_2