
Hari-hari Mimi lalui dengan kesibukan di kampus dan rumah sakit untuk riset tentang jantung. Dengan kesibukan itu Mimi tak memiliki banyak waktu untuk bersantai sehingga waktu untuk menghubungi keluarganya pun telah berkurang.
Mimi sangat beruntung di temani dengan mbak Surti, terkadang Mimi juga kasihan dengan mbak Surti yang selalu sendirian di apartemen. Apa lagi akhir-akhir ini Mimi sering pulang malam karena dia juga harus datang ke rumah sakit peninggalan Abizar.
"Huft" ucap Mimi kala masuk lift menuju apartemennya. Hari ini lagi-lagi Mimi pulang malam karena ada pasien yang harus dilakukan tindakan.
Lelah itu yang Mimi rasakan namun dia juga tidak bisa berleha-leha karena semua orang menaruh harapan pada dirinya.
Tak hanya Mimi yang sibuk dengan kegiatan kuliah, riset seraya menjadi dokter di rumah sakit. Syahril pun akhir-akhir ini juga menyibukkan dirinya, dia harus segera menyelesaikan tugasnya di rumah sakit milik keluarganya, dia ingin memajukan rumah sakit ini agar bisa setaraf internasional.
Syahril juga berencana agar rumah sakit ini kelak bisa berkerja sama dengan rumah sakit yang dia kelola bersama sahabatnya di LA.
Tak hanya Syahril, Ryan pun turut turun tangan untuk memajukan rumah sakit ini. Selain disibukan dengan pengembangan rumah sakit, Ryan juga sedang disibukkan dengan persiapan pertunangannya dengan Di'ah.
Awalnya Ryan tak ingin memakai acara tunangan-tunangan, rya ingin segera menikahi Di'ah tanpa ada acara tunangan. Namun Di'ah tidak ingin langsung menikah, Di'ah ingin jika mereka menikah Mimi ikut turt hadir di hari bahagia dan bersejarahnya.
Di'ah juga telah memberitahu Mimi perihal nkat Ryan padanya, Mimi kecewa dengan Di'ah yang masih ingin memundurkan waktu.
"Di'ah, kenapa harus begitu?" tanya Mimi di balik telpon. Yah Di'ah menghubungi Mimi siang hari namun di LA telah malam hari.
"Aku ingin semua berjalan lancar Mi, aku ingin adik-adik aku juga tetap menikah tanpa mereka mengalah demi aku." jawabnya.
"Ya mereka mengalah sedikit kan ndak masalah Di'ah," ucap Mimi sembari mengerjakan tugasnya.
"Apa ada yang Di'ah risaukan?" tanya Mimi.
"Emm" ucap Di'ah.
"Apa lagi yang Di'ah risaukan? bukannya semua sudah sepakat?" tanya Mimi.
"Aku tau Mi, cuma kalau aku nikah duluan siapa yang akan membantu adik-adik aku. Aku ndak enak kalau aku duluan, aki jadi merepotkan kak Ryan." ujarnya.
"Malu aku Mi, jika nanti nikahan adik-adik aku pakai duit dia." ucap Di'ah lagi.
"Aku tau diri Mi, aku bukan seperti mereka. Babah yang sakit juga butuh biaya berobat yah walau Ayuk Ummu juga ikut membantu biaya Babah, tapi kan Mimi tau sendiri makan di rumah kalau bukan dari aku siapa lagi." ujarnya.
"Walau gaji aku tidak besar tapi setidaknya aku bisa mengeluarkan uang aku sendiri buat bantu orang tua aku." ucapnya.
Mimi hanya diam mendengarkan curhatan hati Di'ah, Mimi tau di keluarganya dia seolah menjadi tulang punggung, kedua adiknya juga telah berkerja namun semua selalu dia yang di andalkan.
Ayuk Di'ah yang pertama juga tidak memiliki perkerjaan tetap, dia seorang janda anak empat yang mana kini dia dan anak-anak nya juga tinggal di rumah orang tuanya.
Ayuk Di'ah yang kedua seorang bidan dan suaminya seorang polisi militer, hanya dia yang juga bisa membantu perekonomian keluarganya namun tak sebanyak Di'ah.
"Jadi kapan kalian bertunangan?" tanya Mimi.
"Insya Allah bulan depan Mi, doakan aku ya. Kalau bisa Mimi bantu aku bicara sama kak Ryan agar dia tidak meminta aku untuk berhenti berkerja." ucapnya.
"Hmm kalau itu Mimi tidak bisa Di'ah, itu adalah hak dia atas diri Di'ah. Emm tapi nanti akan Mimi coba biacra dengan kak Ryan dan bagaimana solusi terbaiknya." jawab Mimi.
"Tolong Mi," ucapnya.
"Insya Allah, emm bagikan akalau Di'ah berhenti di rumah sakit polisi terus Di'ah mjnta masukan lagi kerja di rumah sakit kak Syahril." ucap Mimi dengan memberi usul.
"Tapi apa dia mau gitu Mi?" tanya Di'ah.
"Emm ya Di'ah coba tanya dan bicara baik-baik sama kak Ryan, nanti Mimi akan bantu bicara juga."
"Dengan dia berkerja di rumah sakit Umma, Di'ah juga bisa selalu bersama kak Ryan tiap hari." ucap Mimi.
"Hemm iyalah nanti akan aku coba bicara sama dia." ucapnya.
"Ohnya Di'ah, kalau kalian bertunangan terus jeda waktu berapa lama kalian menikah nya?" tanya Mimi.
"Humm huh, itu dia Mi.. Aku juga belum tau, aku ingin sewaktu aku nikah ada Mimi disini." ucapnya.
"Jangan nunggu Mimi Di'ah, kalau Mimk disini dua atau tiga tahun lagi masa iya selama itu kalian menundanya."
"Kalau bisa ya jarak dua atau tiga bulan, jangan lama-lama, kasian kak Ryan." ucap Mimi.
"Emm Mimi lebaran pulang ndak?" tanya Di'ah.
"Kok malah mengalihkan pembicaraan, apa hubungannya miminouoang lebaran dengan Di'ah nikah." ucap Mimi.
"Ya kalau Mimi pulang, nanti aku planning kan habis lebaran aja nikah nya. Mimi pulang ndak?" jawab Di'ah dan kembali bertanya.
"Belum tau Di'ah, insya Allah pulang. Tali tidak bisa lama." ujar Mimi.
"Yah pokonya Mimi harus ambil cuti lah, emm tapi biasanya kan kalau kuliah ada liburan lebarannya Mi, biasa liburannya berapa mingubmi disana?" tanya Di'ah.
"Emm kalau itu Mimi kurang tau Di'ah, bukan masalah lama nya libur annya Di'ah. Saat ini Mimi juga harus mengontrol dan berkerja di rumah sakit." jawab Mimi.
"Emm atau Di'ah kerja disini aja gimana? jadi Mimi ada kawannya." ucap Mimi.
"Emang ada lowongan?" ucap Di'ah terkekeh.
"Masalah ada ndak nya gampanglah.. Bisa di atur, mau ndak? kalau mau Mimi bicarakan dengan staf kepegawaian dan sama ayah Brata." ucap Mimi dengan girang.
"Emm bagaimana ya?" Ucapnya.
"Kan di Jambi sudah ada Ayuk Fa jadi ada yang jaga wakte. Maunya Di'ah, apartemen yang Mimi tempati besar Di'ah, isinya cuma Mimk sama mbak Surti." ucap Mimi.
__ADS_1
"Aku pikirkan lagi ya Mi, yang pasti akibatnya kak Ryan dulu hehee." jawabnya.
"Ya juga ya hahaa Di'ah kan bukan single lagi." ujar Mimi dengan candaan.
"Mimi lagi apa sekarang jam berapa disana?" tanya Di'ah.
"Lagi buat tugas rangkuman hasil riset tadi sama tugas kuliah Di'ah, sekarang disini sudah jam 10 malam." jawab Mimi.
"E!m dah malam ya, Mimi jangan banyak begadang harus jaga kesehatan." ucapnya.
"Iya Di'ah, Di'ah juga jangan banyak pikiran harus rileks anggap aja Di'ah sedang menghadapi ujian, ujian hidup hehee" ucap Mimi.
"Hahaa iya juga ya, oh ya katanya Emma juga mau nikah sama cowok yang kemaren ya Mi." ucap Di'ah.
"Hah iya apa? emm kalau itu Mimi kurang tau Di'ah, lama sudah ndak telponan sama Emma." jawab Mimi.
"Iya katanya gitu tapinkata dia habis lebaran ini juga." jawabnya.
"Wah ketinggalan berita Mimi, kalau lebaran tahun ini jangan sampe waktunya sama dengan Di'ah." ucap Mimi.
"Ejbiya juga ya, Aisss harus kroscek duku nih sama Emma." ucap Di'ah.
"Hahaaa kalian ini" ucap Mimi.
"Emm Mimi sama kak Syahril kalan?" tanya Di'ah.
"Hah em.. Mimi belum tau Di'ah, Mimi selesai kan dukunkukiqh Mimi, do'a kan saja ya. Do'a kan juga Mimk bisa cepat menyelesaikan kuliah Mimk dalam waktu dua tahun." ucap Mimi yang memang menargetkan kuliahnya hanya selalu dua tahun saja.
"Amin ,aku yakin Mimi bisa kok ngejar target dua tahun." ucap Di'ah
"Em Di'ah jangan lupa bicarakan baik-baik Samma kak Ryan ya, dan tanyakan juga apa dia bleh Di'ah kerja disini." ucap Mimi.
"Emm iya nanti aku bicarakan sama dia, tali kalau disana pakai bahasa Inggris lah Mi?" ucapnya.
"Ya iyalah Di'ah masa iya Kakek bahasa Jambi." ucap Mimi.
"Aiss kau tau sendiri Mi, bahasa Inggris ku bagaimana. Belepotan." ujarnya.
"Hahaaa ndak apa lah Di'ah balepotan nanyinswkalian pakai bahasa isyarat." ujar Mimi.
"Emm udah dulu ya Mi.. aku mau lanjut kerja." ucapnya
"Oke semangat ya.. assalamualaikum." ucap Mimi.
"Waalaikum salam" jawab Di'ah. Mereka pun mengerjakan perkerjaan mereka masing-masing di dia negara berbeda.
Tiga bulan sudah Mimi di negeri orang, selama sebulan ini dia dan syahril jarang berkomunikasi karena kesibukan masing-masing. Saat selesai bicara dengan Di'ah, masuk panggilan via video call dari Syahril.
"Waalaikum salam, Kaka lagi free?" jawab Mimi dan bertanya.
"Emm free sebentar dek, kamu lagi apa yank." ucapnya
"Lagi buat tugas hoam." ucal Mimi sambil menguap karena rasa kantuk mulai menyerangnya.
"Dah ngantuk ya dek? kakak masih kangen." ucapnya.
"Iya kak, cuma tugas maaih banyak nih." jawab Mimi dengan menunjukkan tumpukan buku di atas meja.
"Adek nggk kangen sama kakak?" tanya nya.
"Tadinya iya tapi sekarang ndak." jawab Mimi.
"Kog gitu." ucapnya.
"Kan dah lihat kakak sekarang hehe" ucap Mimk sembari mengedipkan matanya.
"Ckk jangan menggoda kakak, nanti kakka terbang kesana awas aja adek nanti." ucapnya.
"Hahaa, siapa yang nggoda" jawab Mimi.
"Emm pengen peluk dek, kakak capek." ucapnya.
"Sini-sini Mimi peluk." ucap Mimi dengan merentangkan tangan nya.
"Hmm, insya Allah buka. depan ada waktu senggang Kaka kesana, yah habis acara Ryan. Kamu sudah tau belum?" ucap Syahril
"Emm iya barusan tadi tellnan sama Di'ah dan dia juga sudah kasih tau." jawab Mimi.
"Tumben adek pakai baju keg itu." ucap Syahril, Mimk yang bdru nyadar hanya mengerucut bibirnya.
"Syeksyii," ucap Syahril.
"Ckk jangan liatin napa." ucap Mimi, yah Mimi sedang mengenakan piyama berlengan pendek dengan leher berbentuk V
"Yah kalau nggak di liat mubazir dek, tapi ingat cuma kakak yang boleh liat." ucapnya.
"Hmm, emm benaran njh bukan depan kakak kesini?" tanya Mimi.
"Kenapa kangen ya??" ucapnya.
"Emm ndak juga" jawab Mimi angkuh.
__ADS_1
"Heleh, bilang aja kangen sok-sokan buang muka." ucap Syahril.
"Iya iya, emm kalau kesini kak Ryan ikut ndak?" tanya Mimi.
"Dia itu pasti ikut dek, ala lagi kamu ada di LA jangan harap kakka bisa pergi sendiri, dah jeg setan aja dia gangguin kkta berdua aja nanti." ucap Syahril.
"Hahaa ya baguslah dia ikut biar kakak ndak kemasukan setan nanti." ucap Mimi.
"Ckk gitu amat bilangin calon suaminya setan, kalau kakak setan berarti adek ratu nya dong hahhaa." ucapnya.
"Yeee ya ndak lah." ucap Mimi.
"Kakak itu hanya sama kamu kesetanan dek, kalau sama yang lain liatnya aja ogah."
"Berapa lama kakak di LA, berlalu banyak cewek pakaian kurang bahan, sobek sana sini, belah sana sini, ndak nafsu kakak liatnya yang ada jijik." ucapnya.
"Tali beda sama adek, kalau adek pakek baju kayak mereka cukup sama kakak aja " ucapnya.
"Lah katanya loat cewek kurang bahan jijik, kalau Mimi pakek gitu emang ndak jijik?" ucal Mimi.
"Kalau adek ya ndak lah, malah tambah nafs* kakak. Beuh kita nikah aja yok dek, ndak tahan kakak lama-lama dekat dengan adek." ucapnya.
"Ya udah kalau gitu.." be!JM selesai Mimj berucap lambang disambar Syahril.
"Benaran mau?" tanya Syahril.
"Mau apa?" tanya Mimi.
"Nikah dek." jawabnya.
"Siapa bilang mau." ucap Mimi.
"Ckk kata adek tadi yaudah gitu ala maksudnya." tanyanya.
"Makanya dengarin dulu jangan main nyambar aja." jawab Mimi.
"Makanya adek tu kalau ngomong jangan setengah-setengah." ucap Syahril menyalahi Mimi.
"Yee siapa juga yang ngomong setengah-setengah, maksudnya Mimi tadinyaudah kakak nsakmusah dekat-dekat Mimi bjar nggak nafsongan." ucap Mimi.
"Emm tapi dek, masa iya kkta kalah sama Ryan dan Di'ah."
"Aisss masa iya mereka berdua nanti enak-enak an kkta masih begini aja dek" ucapnya.
"Ya biatin lah, kalau mereka dah halal ya terserah mereka mau jungkir balik pakek gaya apa pun terserah." jawab Mimi yang tanla sengaja memanas-manasi Syahril.
"Yaudah kalau gitu kita juga dek, biar enak-enak nya serempak." Jawab Syahril.
"Sabar ya kak, pasti kalau allah izin kan kita pun akan kepelaminan. Yah walau nanti kita numpang duduk aja dulu di pelaminan kak Ryan dan Di'ah hehee." ucap Mimk dengan candaan.
"Ckk ndak lucu dek numpang sama mereka, kita buat pelaminan sendiri aja lah." Jawab Syahril.
"Iya iya buat sendiri." jawab Mimi.
"Benaran?" tanya Syahril.
"Ckk iya, tali bukan tahun ini." jawab Mimi.
"Ckk kelamaan dek, kalau bisa tuh ya puasa tahun ini kita berdua, sahur dan berbuka puasa berdua." ucap Syahril penuh angan-angan.
"Ya mana bisa, kalau saat ini yang ada kita LDR an." jawab Mimi.
"Hmmm iya juga sih, tugas kakkak disini belum selesai juga. Dulu rencana cuma sebulan dua bulan kakak dijambi dan setelah itu kakak akan fokus di rumah sakit di LA." ucapnya.
"Tapi kakak teringat kata Bang Alzam katanya kakak harus memajukan rumah sakit ini dan setelah itu baru akan di kerjasamakan dengan rumah sakit LA. Ya semacam jika ada penyakit darurat dan butuh penanganan lebih maju bisa dirujuk ke LA." Ucap Syahril.
"Emm semoga impian kakak segera tercapai." ucap Mimi.
"Iya dek, semoga impian kita yang tertunda juga disegerakan." ucap nya.
"Amin ya rabbal alamin." jawab Mimi.
"Emm yadah ya dek, kakak mau ke ruang operasi lagi." ujarnya sambil melihat jam.
"Disana pasti sudah larut, adik lanjut tugasnya besok aja lagi jangan terlalu di porsir, jaga kesehatan." ucaonya menasehati Mimi.
"Iya kak, Mimi juga udah ngantuk." jawab Mimi dengan mengucek matanya yang sudah sepat.
"Hmm yaudah kamu istirahat sekarang, i love you honey." ucap Syahril.
"Iya kak, love you too " jawab Mimi.
"Assalamualaikum" ucap Syahril.
"Waalaikum salam" jawab Mimi dan panggilan video pun berakhir.
Mimi membereskannsemua buku-bukunya dan laptopnya, setelah itu dia pun beranjak menuju kamar mandi untuk skjatbgigj, cuci muka dan berwudhu baru setelah itu dia pun tidur dengan nyenyak.
tbc
Good night
__ADS_1