DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
137


__ADS_3

Hari terus berlalu, Dillah masih setia menanti balasan paket dari setiap peserta bimbelnya, hingga batas akhirpun telah berlalu.


Reno dan Dita masih merahasiakan kalau mereka sudah menemukan apa yang dicari oleh sahabat mereka selama kurang lebih tiga tahun ini


Dillah sudah pupus harapannya dan dia pun akhirnya beranggapan kalau cewek yang di sukai sesaat tersebut tak mengikuti bimbel yang diadakan oleh kampus ini.


Dita merasa kasian terhadap Dillah dan hendak memberitahukan kepada Dillah bahwa pencariannya selama ini gak sia-sia namun dilarang oleh sang kekasihnya Reno.


Disaat mereka beriringan akan menuju kantin di kampus ini, Dita melihat Dillah semakin dingin semenjak dirinya tak menemukan biodata cewek tersebut.


"Yank" ucap Dita dengan menyenggol lengan Reno.


"Hemm" jawab Reno sambil melirik ke arah Dita dan Dita menunujuk ke arah Dillah dan Renopun ikut melihat ke arah tangan Dita.


"Udah biarin aja, biar jadi surprise nya dia kelak." ucap Reno dengan senyum dan memainkan matanya.


"Tapi kasian." Ucap Dita.


"Hallah, kasian apaan, dia cowok. Gak perlu dikasiani.'' jawab Reno enteng dan terus melangkahkan kakinya ke kantin.


Disaat persimpangan menuju kantin, tiba-tiba datang Amora dan Anggita, Amora yang melihat ada Dillah, dia begitu gesit dan agresifnya langsung mendekatkan diri ke Dillah dan langsung merangkul lengan Dillah.


Anggita yang melihat sepupunya yang agresif begitu hanya menghelakan nafasnya kasar, Anggita tak tau harus bilang apa lagi kepada sang sepupu, semua nasihat yang bisa diberikannya sudah disampaikannya, namun Amora tetap dengan keras kepalanya.


Dillah yang merasa lengannya di rangkul tiba-tiba melihat ke arah sampignya dan dilihatnya si perangkul dan Amora tersenyum dengan manisnya, setelah tau siapa yang merangkulnya, Dillah dengan murkanya langsung memegang tangan Amora dengan kencang dan menatapnya tajam disertai jijik.


Amora yang awalnya melihat Dillah memegang tangannya merasa senang namun seketika dia meringis kesakitan ketika tanggannya di pegang dengan kuat oleh Dillah.


Semua mahasiswa yang berada disana hendak menuju kantin juga melihat tingkah Amora menggelengkan kepalanya dan langsung menatap Amora dengan sinis.


"Dasar cewek tak tau malu." ucap sang mahasiswi yang lewat.


"Mamp*s Lo jadi cewek ganjen amat" timpal mahasiswi lainnya.


"Rasain tuh, biar kapok.'' ucap yang lain dan banyak lagi ucapan-ucapan yang lain.


Frisca dan gengnya yang melihat itu tersenyum melihat Dillah mencengkram tangan Amora dengan kuat dan dengan tatapan tajamnya.


"Berani-beraninya dia mendekati Dillah Ku." ucap Frisca kepada teman-temannyaa.


"Sepertinya dia anak baru." ucap teman Frisca.


"Iya dia anak baru pindahan dari amrik." sahut teman frisca satunya.


"Saingan baru Lo Fris." sahut teman satunya dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Frisca.


Ya Frisca adalah cewek yang sejak lama menyukai Dillah dari awal mereka masuk ke kampus ini dan Frisca juga sudah terang-terangan menyatakan perasaannya kepada Dillah namun Dillah dengan terang-terangan pula menolak Frisca namun Frisca tak pantang menyerah hingga kini dia masih mengejar Dillah.


Hari terus berlalu dan ujian UAN juga tunggal beberapa bulan. Ujian UAN akan dilaksanakn setelah hari raya idul fitri.


Bulan Ramadhan pun tiba, anak smanju masih melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya ya lebih tepatnya dinamakan pesantren kilat.


Para siswa diwajibkan mengenakan pakaian muslim. Para siswa mengenakan pakaian teluk belango atau sejenis pakaian koko sedangkan para siswi mengenakan pakaian kurung atau baju sya'ri dan bagi non muslim di wajibkan memakai pakaian yang sopan bagi siswa siswi non muslim juga bisa mengenakan pakaian teluk belango dan kurung.


Karena siswa kelas tiga sebentar lagi akan menghadapi ujian UAN, disekolah kami membahas mata pelajaran berupa soal-soal sebagai penunjang para siswa untuk menghadapi UAN.


Hari raya idul fitri orang tua Mimi berencana akan merayakannya di jambi. Syahril pun di hari raya ini dia akan pulang ke jambi.


Hubungan jarak jauh Mimi dan Syahril berjalan lancar. Bagi mereka hubungan jarak jauh tidak menjadi persoalan selagi saling percaya dan menjaga hati masing-masing dan terutama komunikasi juga adalah hal yang terpenting dalam menjalankan hubungan jarak jauh.


Hubungan Di'ah dan Ryan pun berjalan lancar begitu pula dengan sahabat-sahabat Mimi yang lain kecuali Amanda.


Mimi dan teman-temannya mengisi waktu luang selama Ramadhan nya dengan belajar dan mereka juga membeli buku- buku penunjang untuk menghadapi UAN berupa buku-buku kumpulan soal-soal UAN di tahun sebelumnya.


Sambil belajar mereka juga membahas langkah mereka selanjutnya akan melanjutkan kemana. Ya seperti saat ini mereka sedang berkumpul di rumah Emma.


"Oh ya, kalian kelak mau melanjutkan kemana?" Tanya Emma.


"Aku rencana mau lanjut di kota pedang kalau ndak ya di jambi aja." jawab Novi.


"Aku di jambi aja." jawab Manda.


"Sama aku juga mau dijambi aja." sahut Sila. "Kau dimana Ma?" tanya Sila


"Aku juga di jambi." Jawab Emma.


Disaat mereka sedang membicarakan tentang lanjutan pendidikan mereka, Mimi dan Diah hanya diam karena mereka berdua tak tau harus menjawab apa.


Mimi berharap dia mendapatkan beasiswa serta mendapatkan undangan di salah satu bimbel yang diikutinya karena impian Mimi berkuliah di luar dari daerahnya sedangkan Di'ah dia ingin masuk ke Akper atau kebidanan.


"Mimi sama Di'ah mau lanjut kemana?" tanya Emma.


"Emm aku penginnya sih di bidang kesehatan." ujar Di'ah.


"Iya aku juga sama." jawab Mimi. "Tapi aku sangat berharap dapat menjadi mahasiswa undangan di salah satu bimbel yang aku ikuti." ujar Mimi.


"Amin." mereka semua mengaminkan Mimi.


Mereka belajar sambil mengangankan cita-cita mereka kelak. Novi ingin menjadi guru agama, Sila juga ingin menjadi seorang guru begitu pula dengan Amanda.


Emma ingin menjadi wanita karir yang sukses, Di'ah dan Mimi ingin menjadi tenaga kesehatan seperti dokter ya minimal perawat ataupun bidan


Mereka sibuk dengan belajar dan diselingi candaan, waktu pun terus bergulir sehingga senja pun tiba. Mimi dan yang lainpun berpamitan.

__ADS_1


"Ma dah sore kita pulang dulu ya." ucap kami semua.


"Nanti aja, sekalian berbuka disini." sahut emaknya Emma yang baru tiba dari arah belakang.


"Lain waktu aja wak." ucap Mimi.


"Iya wak lain waktu aja kami berbuka disini." sahut Manda.


Novi dan Sila dia pulang tak begitu jauh jaraknya bahkan mereka hanya berjalan kaki sampai menuju rumahnya. Sedangkan Mimi, Di'ah dan Manda jauh.


Mimi dan Di'ah menggunakan motor vespa milik abahnya Di'ah dan Amanda menggunakan motor ayuk Niningnya.


Sampai rumah telah jam lima sore, Mimi langsung segera mandi dan berwudhu dan segera menunaikan sholat ashar.


Bulan ramadhan tinggal terhitung hari, sepuluh sebelum hari raya pihak sekolah meliburkan siswa siswinya.


Syahril dua minggu menjelang ramadhan telah sampai di jambi.Karena menjelang hari raya libur Mimi berencana akan pulang ke rumah orang tua dan sebelumnya Mimi membicarakannya terlebih dahulu sqma Syahril.


Malam minggu Syahril akan mengajak Mimi untuk berbuka di rumahnya atas permintaan Ummanya.


"Riil, ajak Mimi berbuka disini ya? sudah lama Umma tidak melihat dia.'' ucap Umma ketika mereka sedang duduk santai di ruang keluarga.


"Iya Umma, nanti Ariio jemput Mimi. " jawab Syahril dengan pandangan masih ke depan tv dan tangan memegang stik PS nya.


Iya dirumah Syahril semua anak-anak umma berkumpul. Abang Afnan dan abang Afkar abangnya Syahril sudah berada di jambi.


"Siapa Mimi Umma?" tanya bang Afkar.


"Calon adik ipar abang lah." sahut Syahril.


"Oo." ucap abang Afkar dengan terus fokus ke permainan yang sedang mereka mainkan.


"Terus bagaiaman dengan rencana kakek bah?" tanya bang Afnan.


Babah dan Umma menghelakan nafas nya. Afnan yang melihat reaksi kedua orang tuanya tau jika kedua orang tua nya pasti tidqk menyetujuinya


"Entah lah bang, Babah tak ingin maksakan kehendak kepada anak-anak babah. Kau tau sendiri Syahril itu gimana orangnya.'' jawab Babah.


"Babah tolak saja Bah, dan bilang ke kakek kalau Babah tidak ingin memaksakan kehendak kepada anak-anak babah, cukup aunty Fatimah dan Fatmah mereka gagal berumah tangga karwna dipaksa." terang bang Afnan.


"Babahmu sudah berulang kali menolak hal itu bang, cuma kakekmu masih tetap padq pendiriannya karena dia menaruh janji sama sahabatnya yabg kini tinggal di kairo itu." ucap Umma menimpali.


"Huuh, kenapa harus main jodoh-jodohan. Kenapa bukan Ryan atau Andri atau Fachri." Ucap Abang Afnan.


"Alasan kakek mu karena dulu Babah tidak mau jodohkan dulunya." jawab babah.


"Jadi karena Babah dulu tidak mau dijodohkan sama kakek terus anak-anak Babah harus mau dijodohkan gitu!" ucap Afnan sedikit meninggi karena merasa kesal dengar cerita Babah.


Flasback on. 30tahun lalu.


Syarif besar di keluarga lingkungan pesantren, Abahnya Syarif adalah anak satu-satunya pemilik pesantren di jambi ini sehingga Abahnya Syarif merupakan penerus dari pesantren yang didirikan oleh abahnya padahal Abahnya Syarif ini merupakn seorang dokter.


Mau tak mau Abahnya Syarif selain menjadi dokter dia juga menjadi pengurus pesantren yang telah dipercayakan kepadanya.


Oh ya namanya abahnya Syarif adalah Syech Abu Bakar Al jufri dan nama ayahnya adalah Syech Abdul Qadir Al jufri.


Abahnya Syarif Abu bakar dijodohkan dengan sahabat Syech Abdul qadir yang tinggal di salah satu kota kembang teraebut. Nama anak dari sahabtnya tersebut adalah Siti khadijah.


Mereka menikah dan dikaruniai keturunan 7 Orang. Dan abah Syarif adalah ank pertama mereka yang kedua abahnya Ryan, yang ketiga Abahnya Andri dan mereka bertiga inilah yang menetap di kota jambi.


Sedangkan kerua orang tua nya beserta keempat anaknya menetap di kota kembang.


Syarif yang sewakru itu masuk kuliah di jurusan kedokteran akan dijodohkan dengan sahabat Abah Abu bakar namun Abah Syarif menolak dan sampai-sampai abah Syarif lama tak pulang kerumah.


Kehidupan babah Syarif terus di uji setelah dia memutuskan menikah muda dengan Umma disaat mereka masih kuliah.


Babah Abu bakar tidak merestui Babah Syarif dengan Umma bahkan Babah Abu bakar sampai mengusir dan tak mengakui Babah Syarif anaknya.


Karena Babah Syarif juga keras kepala dia pun tak ingin pukang kerumah nya. Semenjak ida menikah dengan Umma Babah dan Umma tinggal di jakarta dirumahnya Kakek Umma.


Entah apa yang membuat Babah Abu bakar tak merestui babah Syarif dengan Umma, usut punya usut Babah Abunbakar ada masa lalu dwngan orang tua Umma.


Falsback off.


Atas permintaan Umma, Syahril pun segera menghubungi Mimi ketika permainannya kalah oleh abnag Afkar.


Syahril langsung berlari ke kamarnya mengambil HP nya dannlangaung menghubungi Mimi.


Tuttuttut Dering hp masuk dan Mimi yang maaih terlelap dalam tidur siangnya pun terbangun. Dilihatnya sipemanggil adalah Syahril langsung di angkatnya.


"Halo Assalamualaikum." ucap Mimi dengan mata masih merem melek karena masih merasa kantuk.


"Waalaikum salam, adek baru bangun ya?" jawab Syahril dan bertanya kepada Mimi.


"Hemm." jawab Mimi.


"Dek, adek masih tidur atau dah bangun?" tanya Syahril karena Mimi hanya menjawab dengan deheman.


"Masih tidur tapu kebangun." jawab Mimi dengan suara khas bangun tidur.


"Udah sholat dzuhur belum?' tanya kak Syahril.


"Sudah kak." jawab Mimi.

__ADS_1


"Oh ya dek, Umma ngajak adek buat buka disini." ucap kak Syahril.


"Kapan kak?" Tanya Mimi


"Malam ini." jawab kaka Syahril.


"Emm.. Apa!! malam ini." ucap Mimi yang baru sadar dari tidurnya.


"Hemmm kebiasaan pasti masih pejam tuh mata." ucap kak Syahril dengan tepat.


"Hehehe maaf, habisnya Mimi ngantuk berat kak." Jawab Mimi.


"Oh ya kak, mumpung Mimi masih ingat mimi mau kasih tau kalau besok Mimi mau pulang." Mimi mengutarakan niatnya yang akan pulang di liburan sisa ramadhan ini.


"Kok baru kasih tau kakak sekarang. Sama siapa pulang?" Kak Syahril menjaqab dan bertanya


"Emm maaf baru keingat mau kasih tau kakaknya. Mimi pulang rencana sama Dewi." Jawab Mimi.


"Emm jangan pulang dulu ya besok, besok temani kakak dulu." ucap nya.


"Emang mau kemana kak? terus gimana dengan tiket nya, nanti sudah dipesan sama Dewi lagi." ujar Mimi.


"Kasih tau Dewinya kau adek ndak jadi pulang besok." Ucap kak Syahril.


"Emm." jawab Mimi. "Emang mau kemana besok kak?'' tanya Mimi kembali.


"Jalan-jalan." jawab kak Syahril.


"Oo, terus kqkqu Mimi ndak jadi pulang besok, berarti senin Mimi pulang sendirian naik travelnya." ucap Mimi yang baru keingat masalah dirinya pulang esok.


"Ya gitu, kaj adek sudah besar." ucap kak Syahril dengan senyum di kamarnya habis ngerjain Mimi.


"Hemm, kalau gitu Mimi ndak ikut temani kakal jalan aja ya besok, kakak kan tau kalau Mimi ndak pernah pulang naik travel sendirian." ujar Mimi.


"Ndak bisa gitu, pokonya bwsok adek harus temani kakak. Kakak ndak mau tau." ucao Kak Syahril terkesan memaksa.


"Sekalian belajar mana tau impian adek kuliah di pulau jawa tercapai." ucapnya kembali.


"Atau adek ikut aja tes beasiswa di kampus kakak jadi kita selalu bersama." Syahril mengutarakan usulnya.


"Emm boleh juga lah sebagai batu loncatan." jawab Mimi sekenanya.


"Nah gitu dong, ntar kakak ndaftat via email." ucao Kak Syahril.


"Oke, emm kak Mimi bawa apa nanti." jawab Mimi dan kembali bertanya


"Bawa diri adek aja Umma audah senang." jawabnya


''Tapi kan ndak wnak kak, Mimi datang melenggang kangkung tanoa buah tangan." ucap Mimi.


"Ndak apa nanti kita neli takjil aja." ucapnya.


"Oh gitu. yaudah Mimi matukan dulu ya. Mimi mqu bantu bicik masak." ucao Mimi.


"Oke yank, masak yang enak ya ntar bungkusin buat kakak." ucapnya.


"Hemm oke. Dah ya kak assalamualaiakum." jawab Mimi dan mengakhiri obrolannya.


"Waalaikum salam." jawab kak Syahril dan hubungan telpon pun usai.


Sehabis telponan Mimi segera keluar kamar untuk membantu bicik masak dan Mimi menceritakan kalau kak syahril mwngajak Mimi buka bersama keluarganya dan bicik menyuruh Mimi untuk membuat agar-agar sebagai buah tangan dan bicik dan Nyai juga telah membuat kue kapal alias kue padamaran khas jambi yang biasa dijumpai saat ramadhan seperti saat ini.


Mimi memulai meracik bahan untuk buat agar-agar dan setelah semua selesai di adon dan dimasak Mimi kasih pewarna dan di tuang ke dalam cetakan agar-agarnya.



Mimi membuat dua loyang agar-agar pelanginya yang satu akan dibawanya sebagai buah tangan dan satu lagi Mimi juga akan membawa kue kapal atau kue pedamarannya.


Sambil menunggu kue pedamaran matang, Mimi pun pergi untuk berwudhu karena adzan ashar telah bwekumandang.


Setelah sholat Mimi melanjutkan memasak kue pedamarannya dan setelah semua selesai, sambil menuggu dingin Mimi segera mandi agar ketika Syahril tiba Mimi telah siap.



Kue pedamaran khas jambi


Sehabis mandi dan bwrsiap mimi memasukkan kue pedamaran serta agar-agarnya kedalam mika kue dan taknlama kak Syahril tiba dan takenunggu lama mimi dab kak Syahril pun pamit untuk pergi ke rumahnya.


Assalamualaikum alhamdulillah dokter jantungku bisa update di malam hari.


Terimakasih yang masih setia dan sabar menunggu update terbarunya, jangan lupa terus beri dukungan berupa


FAVORITE


RATE


VOTE


LIKE


KOMEN


...TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2