
Keesokan pagi, Syahril dan para sahabatnya mulai beraktivitas seperti biasa.
Hari ini Ryan mulai aktif berkerja kembali karena kemaren pengajuan cuti nya di cancel.
"Oh ya Rill, hari ni kau kemana?" Tanya Rudi sambil meminum teh hangat nya.
"Aku mau ke dusun sebelah, ada posyandu. Kau serempak aku Bae lah Yo." Jawab Syahril.
"Oke lah." Jawab Rudi.
"Nah kalau kau jadwal dusun dekat kecamatan kan Fan ke sekolahan SD." Ucap Syahril.
"Hmm, Iyo. Imunisasi campak anak-anak SD." Jawab nya.
"Yaudah, Ryan standby di puskesmas berarti." Ucap Syahril, namun tidak ada tanggapan dari Ryan.
Ryan tampak melamun, dari semalam dia kepikiran dengan sang istri yang menurutnya berubah, hingga membuat tidurnya tidak nyenyak.
"Yan.. are you oke?" Tanya Syahril sambil menepuk pelan bahu Ryan.
"Emmm." Ucapnya.
"Ada apa lagi? Bukannya sudah telponan semalam." Tanya Rudi.
"Entahlah." Jawabnya. Ketiga sahabat hanya saling pandang dan mengangkat kedua bahu mereka.
"Masalah lagi?" Tanya Syahril, Ryan hanya mengangkat kedua bahunya.
"Entahlah." Jawabnya lagi
"Entahlah entahlah, jawaban apaan tu?" Tanya Farhan.
"Ya entah, aku bingung." Ucapnya.
"Aiss udah lah, nanti aja kita diskusikan. Nih waktu terus berjalan." Ucap Farhan.
"Ah iya, ayok bro kita berangkat." Ucap Syahril dengan memegang pundaknya.
Mereka pun berangkat ke puskesmas serempak, Rudi satu mobil dengan Syahril , sedangkan Farhan satu mobil dengan Ryan.
Sesampainya di puskesmas mereka semua langsung absen, setelah itu mereka memulai aktifitas masing-masing.
Farhan akan pergi ke desa yang searah ke kecamatan menggunakan ambulance.
Farhan tak sendirian, dia pergi bersama supir ambulance.
Sedangkan Syahril dia pergi bersama Rudi menuju desa sebelah bukit kiri, hari ini kegiatan Syahril yaitu penyuluhan tentang kesehatan anak, ibu hamil dan menyusui.
Tak lupa pula Syahril membawa Snack buat ibu hamil dan anak. Selain diadakan penyuluhan, disana juga diadakan posyandu.
Masyarakat sangat berantusias datang ke puskesmas pembantu di sana.
Mereka antusias karena pikiran mereka sudah terbuka bagaimana pentingnya kesehatan buat ibu hamil dan menyusui.
Tak hanya itu mereka juga antusias dengan kesehatan anak dan balita, apa lagi yang memberikan penyampaian tersebut adalah dokter ahli di bidang nya.
Selama ini di sana lebih percaya dengan dukun beranak. Semenjak dari pemerintahan diturunkan perintah bahwa dukun beranak bisa berkerja sama dengan dokter.
Semenjak itulah saat ini yang biasa membantu melahirkan di dusun itu atau dukun beranak ikut serta pelatihan yang akan diadakan seminggu tiga kali.
Dukun beranak juga berantusias untuk mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan ini di upayakan untuk menjalin kerja sama antar paraji atau dukun beranak dengan pihak medis.
Pelatihan ini akan diadakan selama tiga bulan, setelah itu para peserta akan mendapatkan sertifikat dari Dinkes bahwa mereka para paraji atau dukun beranak ini lulus tes dalam penanganan membantu kelahiran.
Menjelang maghrib, mereka sudah berkumpul di rumah. Mereka semua merasa kekenyangan sehabis makan mie ayam bakso dan sate kambing.
Mie ayam bakso di bawa oleh Arfan seeangkan sate kambing ri bawa oleh Syahril dan Rudi.
"Huh gila, kemaruk kita." ucap Rudi sbil bersandar di batas sofa.
"Iya Rud, lama-lama di sini bisa buncit nih perut." sahut Farhan.
"Beli dimana Riil sate kambingnya?" tanya Farhan.
"Di perbatasan dusun sebelah yang arah jalan pintas mau ke kecamatan." ujar Syahril.
"Gila, sate nya enak. Bumbu nya itu terasa sampai ke dalam dagingnya." ucap Farhan.
"Yap betul Han, tak hanya bumbu pada daging, potongan daging juga besar sangat memuaskan." timpal Rudi.
"Betul Rud, bumbu kacang sama bumbu kecap nya juga mantul mantap betul.'' ucap Farhan.
"Baru ya Riil?" tanya Ryan.
"Lah emangnya sebelum nya ndak ada Yan?" tanya Rudi.
"Iya Yan, Rud baru beberapa hari ini buka. Aku tadi juga yang rekomendasiin bidan Arini." ucap Syahril.
"Oh pantes, selama ini yang ada sate ya di dekat gapura masuk." ucap Ryan.
"Nah malah yang di gapura itu sudah ndak ada. Pindah kata nya." jawab Syahril.
Setelah berbincang-bincang mereka bersiap akah pergi ke mushola. Mereka berada di mushola hingga waktu isya.
Sepulang dari mushola mereka duduk sambil menonton tv.
"Oh ya Yan, jadi?" tanya Rudi.
"Jadi apa Rud?" tanya Farhan.
"Ya itu Ryan jadi bagaimana? apa ndak mau berbagi cerita gitu?." jawa Rudi.
__ADS_1
"Oo masalah pagi tadi.. Terus bagaimana Yan?" ucap Farhan, Ryan menarik nafasnya nafas nya dalam sebelum menjawab nya.
"Ndak ada yang bagaimana bagaimana. Cuma.... Emm aku bingung bae dengan sikap Di'ah semalam." ucap Ryan.
"Bingung kenapa?" tanya Syahril dengan membawa nampam berisi teh panas.
"Ya aku bingung Riil, tiba-tiba dia berubah." ucap Ryan.
"Berubah? maksudnya?" tanya Farhan dengan mengambil cangkir teh dan menyeruput dikit teh panas tersebut.
"Ya berubah, saat telponan suara dia serak.." belum Ryan selesai Rudi langsung memotong nya.
"Ya elah Yan, kayak itu bae bingung. Mungkin dio lagi panas dalam atau lagi flu." jawab Rudi.
"Tidak Rud, aku juga nyangka juga gitu tapi kata dia lagi ndak flu." jawab Ryan.
"Lah terus!" ucap Rudi.
"Kata dia cuma rindu aku." jawab Ryan, sontal Rudi dan Farhan ketawa.
"Ya ela.." ucap Rudi.
"Terus apa yang bikin kau bingung?" tanya Farhan di sela ketawa nya.
"Ya aku bingung Fan, kau tau sendiri hari-hari kami selalu banyak pertengkarannya. Bahkan malam sebelum keberangkatannya pun kami masih bertengkar." ucap Ryan. Ryan melihat ke arah ketiga sahabatnya yang masih menunggu kelanjutannya.
"Humm huh, sangking dia ingin melihat wajah aku dia minta di alihkan ke video call, berulang kali aku bilang kalau disini gelap dia malah nangis."
"Jadi ya aku masuk kedalam mobil dan hidupkan lampu setelah itu aku alihkan lah ke video call."
"Terlihat muka nya sembab, sampe mata pun jadi sipit.."
"Saat video call baru lah dia senang dan berhenti menangis dan lama-lama dia terlelap. Ntah berapa lama dia menangis." ucap Ryan.
"Terus apa yang kau bingungkan?" Tanya Rudi.
"Ya aku bingung bae Rud, ndak biasanya dia begitu." ucap Ryan.
"Ya Yan, mungkin memang dia lagi rindu sama kau. Mungkin dia merasa bersalah mungkin.." ucap Farhan.
"Emm entah lah." jawab Ryan.
"Emm menurut kau gimana Riil?" tanya Rudi yang melihat Syahril hanya diam saja.
"Maksudnya?" tanya Syahril.
"Yah menurut prediksi kau bagaimana?" tanya Rudi.
"Ndak gimana gimana." jawab Syahril.
"Ckk kau nih, oh ya Yan. Sorry ni ya selama dia disini kalian main kan?" tanya Rudi kepada Ryan ketika tidak dapat jawaban yang memuaskan dari Syahril.
"Emm ya main lah Rud, idak idak bae kau ni." ucap Ryan.
"Jadi maksud kau tadi prediksi itu prediksi hamil?" tanya Syahril.
"Lola kau Riil, iya maksud aku itu. Apa mungkin kalau Di'ah lagi hamil gitu. Secarakan dari cerita Ryan tadi kayak Rani waktu hamil dulu Riil." jawab Rudi.,
"Oo, nah Yan waktu selama disini ada ndak Di'ah datang bulan?" Tanya Syahril.
"Waktu hari pertama datang itu dia terakhir masa mensnya. Masa iya bisa langsung jadi Riil." ucap Ryan.
"Ya tuhan, nih budak lugu apo oon." ucap Rudi.
"Hei Yan bisa jadi bae lqngsung jadi apa lagi selama disini dia itu pada selasai haid dan masa subur." ucap Rudi.
"Sotoy" jawab Ryan
"Ckk ndak percayo nian. Taruhan kito payo.." ucap Rudi dengan bahasa daerah jambi.
"Apo la kau ni Rud." ucap Farhan.
"Kesal pula aku dengan budak sikok ni.. Dio bunyi bae dokter hal macam tu bae dak tau." ucap Rudi. Ryan hanya menatap Rudi malas.
"Jadi menurut kau bagaimana Riil?" tanya Farhan.
"Yah bisa jadi apa yang dikatakan Rudi itu benar." ucap Syahril sambil menyeruput teh nya.
"Pembuahan bisa cepat terjadi bila sel telur dan sel sperm* nya sama-sama bagus."
"Itu pun waktunya tergantung masa ovulasi dan seberapa cepat sperm* itu berkerja untuk mencapai sel telur.*:
"Apa lagi Di'ah dalam masa menjelang nasa ovulasi dan kalian pun dah melakukan hubungan intim. Jadi jemungkinan besar cepat hamil itu pasti ada."
"Tapi kan, jarang Riil. Apa lagi.. Ah kau tau sendiri." ucap Ryan.
"Yan, seperti yang aku bilang tadi. Pembuaham dapat terjadi bila sel telur dan sel sperm* bagus."
"Jadi walau hanya sekali kau berhubungan intim dan sperm* kau keluar kan di dalam tetap bisa terjadi kehamilan. Itu jika sperm* kau bagus."
"Kok bisa walau cuma sekali Riil?" tanya Farhan.
"Ya bisa Han, walau hanya sekali sel telur serta sel sperm* bagus karena ****** itu dapat hidup di saluran reproduksi wanita selama kurang lebih 5 hari, setelah berhubungan **** dapat berlangsung hingga satu minggu sebelum ovulasi. Sementara itu, sel telur hidup selama 12 hingga 24 jam setelah ovulasi."
"Pasti lah Ryan walau lagi ribut pasti adalah kan minta jatah." ucap Syahril swngan melirik ke Ryan.
"Ckk." ucap Ryan.
"Ya mudahan bae Di'ah memang hamil Yan. Emang kau dak senang?" ucap Rudi.
"Iya Yan, semoga dengan adanya anak Di'ah berubah." ucap Farhan.
__ADS_1
"Ya semoga." jawab Ryan.
"Gitu amat jawab nya Yan, keg ndak senang punya anak." ucap Rudi.
"Siapa yang ndak senang Rud, siapa pun pasti senang begitu pun aku." jawab Ryan.
"Cuma.. Aku berpikir bagaimana dia disana, bagaimana dia melewati masa kehamilannya. Apa lagi kebanyakanasa awal ada morning sickness." ucap Ryan.
"Do'akan saja dia baik-baik saja dan bisa melewati masa itu." ucap Rudi.
"Kalau kau khawatir, semoga hal itu kau yang jalani nya Yan." celetuk Syahril.
"Nah betul tu Riil, semoga ya allah." ucap Rudi.
Setiap jam tiga subuh penghuni rumah ini selalu bangun untuk menjalankan sholat sunnah.
Setengah jam menjelang adzan subuh berkumandang Ryan masuk kamar mandi untuk mandi.
Pada saat dia akan menggosok gigi dan odol yang berada di sikat gigi akanasuk ke dalam mulutnya, tiba-tiba Ryan muntah sejadi-jadinya.
Hwek hwekkk hweek
Hweel hweek hwwek
Rudi yang menunggu di luar mendengar Ryan muntah-muntah langsung memanggil dan menggedor pintu.
Brak brak brak brak
"Yan Ryan brak brak brak" panggil rudi dengan terus menggedor pintu.
"Yan Ryan brak brak brak"
"Yan kau kenapa Yan brak brak brak" Rudi terus memanggil bukannya di jawab Ryan malah semakin inrens terdengar suara Ryan muntah.
Rudi terus manggil menggedor pintu hasilnya tetap sama.
Aksi yang dilakukan Rudi membuat Syahril dan Farhan keluar dari kamar.
"Rud, apa apaan subuh-subuh bikin gaduh." ucao Syahril Rudi tak menanggapi ucapan Syahril dia masih terus memanggil Ryan dan menggedor pintu.
"Oii Rud, kau ni dak sabaran nian. Kalau mau mandi, mandi di luar sana." ucap Farhan.
"Ckk kalian ni, coba kalian dengar dari tadi Ryan muntah di panggil dak nyahut nyahut." jawab Rudi kesal dan dia kembali memanggil Ryan.
Syahril dan Farhan pun masang telinga mereka dan apa yang dikatakan rudi benar apa adanya.
"Astaghfirullah" ucap Syahril dan Farhan
Perlahan suara Ryan muntah telah berhenti namun Ryan tak kunjung keluar membuat ketiga sahabatnya khawatir.
"Sudah kita dobrak saja." ucap Farhan.
"Ya sudah aku hitung sampe tiga ya." ucap Rudi. Rudi pun mulai berhitung.
Satu
Dua
Tiga bruaaak namun tak juga terbuka mereka ulangi lagi hingga ketiga kali dan akhir nya pintu pun terbuka.
"Astaghfirullah" ucap Syahril
"Ya Allah'' ucap Farhan.
"Astaghfirullah Ryan." ucap Rudi.
Mereka bertiga beristighfar ketika melihat Ryan terduduk di balik bak mandi.
Mereka langsung masuk dan mulai mengangkat Ryan yang pingsan. Setelah Ryan di letakkan di atas kasur, mengambil pakaian Ryan.
Syahril memakaikan pakaian Ryan di bantu Rudi. Farhan mengambil minyak kayu putih di kamarnya setelah dapat dia kembali ke kamar Ryan.
Farhan menggosok perut, tengkuk Ryan, telapak kaki dan tangan Ryan.
"Ya allah, Ryan." ucap Farhan dengan menaruh minyak kayu putih di hidung Ryan.
Tak lama Ryan pun membuka matanya.
"Alhamdulillah." ucap ketiga sahabat Ryan.
"Kamu kenapa Yan? ada yang sakit?" tanya Farhan Ryan menggeleng.
"Terus kenapa sampe pingsan gitu?" tanya Rudi.
"Ya mana aku tau.". jawab Ryan.
"Apa!! aku pingsan, terus." ucap Ryan dengan melihat dirinya sudah berpakaian lengkap.
"Ckk jangan lebay.. Mana mungkin kita nafsu sama Lo" ucap Rudi dengan menoyor kepala ryan ketika melihat reaksi Ryan yang kaget dan melihat dirinya sendiri.
"Kita yang pasangi bajunya mustahil kita biarin kau pakai handuk basah." ucap Syahril.
"Tenang yang rahasia aset terjamin hahahaha." ucap Rudi sambil tertawa karena dia yang memakai cd Ryan.
"Pantang kau" ucap Ryan sambil memijit pelipis nya.
"Tadi emang kau kenapa bisa muntah?'' tanya Farhan.
"Tadi itu aku mau gosok gigi, waktu naruh odol ke aikat gigi aku audah mual tapi dak aku hiraukan. Pas wqktu sikat gigi mau masuk ke dalam mulut perut akubtambah mual dan kepala pusing langsung lah muntah."
"Awal aku kira katak biasa mungkin karena perut kosong tetap mau aku lanjuti buat gosok gigi tapi tambah jadi muntahnya. Huk.." ucap Ryan dia langsung beranjak daei laaur dan berlari ke kar mandi.
__ADS_1
Lagi-lagi Ryan mengeluarkan isi perut nya, bukan bukwn iso perut nya namun air ludah yang sudah berwarna kuning dan pahit.
##tbc##