DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
jika Allah merestui maka kita dipertemukan kembali


__ADS_3

Syahril, Ryan, dan bapak pergi ke masjid untuk sholat isya sekalian taraweh.


Mimi dan teman-temannya masih mengumpul di rumah Manda. Novi pun ikut serta, Rendi uang melihat ada Mimi sangat terkejut, Rendi diam-diam mengambil foto Mimi dan dia juga memvideokan aktifitas para sahabat yang temu kangen itu


"Kamu kerja dimana sekarang mi?'' tanya Rendi.


"Di sini aja kok kak.'' jawab Mimi.


''Ya sini nya dimana?' jawab Rendi.


''Masih di Sumatra kak.'' ucap Mimi, Rendi menghelakan nafasnya.


"Pelit amat mi, nggak mau kasih tau." ucap Rendi Mimi hanya tersenyum. Rendi pun bertanya-tanya lada Novi tali Novi juga tidak mengetahui nya.


Yang mengetahui Diaman Mimi berkerja hanya Emma, Sila, Di'ah dan Manda. Mimi sengaja tidak memberitahu Novi dan Mimi juga ngelarang ke empat sahabatnya agar tidak memberitahu Novi atau yang lainnya.


Mimi lakukan itu agar dirinya tidak terlacak oleh Ryan ataupun Syahril.


"Di'ah" panggil Mimi.


"Iya Mi," jawab Di'ah.


"Em nanti tidur di rumah Mimi aja ya." ajak Mimi.


''Em boleh, aku telpon orang rumah dulu." jawab Di'ah dan langsung menelpon kerumahnya.


Rendi yang sudah m ngantongi foto serta video yang ada Mimi segera dia kirim ke nomor Syahril.


Novi izin pulang terlebih dulu karena anaknya rewel ingin tidur dan sang anak nggak terbiasa tidur di rumah yang belum dikenalnya.


"Eh guys aku balik duluan ya" ucap Novi.


"Mi, aku balik dulu ya. Dapat salam dari kak Syahril." ucapnya dengan candaan.


"Waalaikum salam." jawab Mimi.


''Ndak salam balik mi?" tanya Novi.


"Ndak terimakasih.'' jawab Mimi ketus.


"Ckk segitunya, ntar Novi kasih tau dia ya kalau Mimi kirim salam." ucap Novi.


"Jangan sembarangan Nov, dia ada istri jaga perasaan isterinya." ucap Mimi.


"Tapi mi kak Syahril dia.." ucap Novi tali di celah sama Rendi karena anaknya semakin merengek.


"Ayo Bun, nih dah nangis anaknya." ucap Rendi.


"Iya yah, yaudah ya aku balik dulu


assalamualaikum'' ucap Novi dan berlalu menyusul sang suami.


"Emm bentar Nov, nih buat si kecil' ucap Mimi dengan memberikan amplop buat anak Novi.


"Makasih mommy, aku pulang dulu ya." ucap Novi dan menerima amplop buat anaknya.


"Iya sama-sama,hati-hati." ucap Mimi dan Novi pun mengangguk.


Setengah jam setelah Novi pulang, Mimi dan yang lain juga ikut pamit.


''Nda, kita pulang dulu ya, Syifa." ucap Mimi dan memanggil Syifa anak Manda.


"Iya mom" jawab Syifa yang memanggil Mimi dengan mommy, sebenarnya dia memanggil Mimi atau mami karena dia kalau manggil Mimi Mimi takutnya nanti dia manggil nama dan di bilang tidak sopan.


"Ini buat Syifa." ucap Mimi dengan memberikan amplop pada Syifa sebagai THR.


"Makasih mommy." jawabnya dengan menyalami Mimi. Tak hanya Mimi, Emma dan yang lain pun sama memberikan THR pada anak Manda dan Novi.


"Manda kita balik dulu ya assalamualaikum." ucap Mimi dan diikuti yang lain.


"Iya, makasih ya, waalaikum salam. hati-hati." ucap Manda.


Diah dan Mimi pulang kerumah Mimi sedang Sila dan Emma pulang kerumah mereka masing-masing. Mereka berbeda arah, jadi keluar dari gerbang perumahan Manda mereka pun berpisah.


Sesampainya Mimi di balik rumah terlihat ada mobil parkir di depan rumahnya.


"Siapa mi?" tanya Diah saat mereka berdua sedang memarkirkan motor di rumah sebelah.


"Ndak tau Di'ah. Yaudah yok masuk.'' Ucap Mimi dan mengajak Di'ah masuk.


"Assalamualaikum." ucap Mimi.


"Waalaikum salam." jawab Ay dan emak.


"Eh ada Ayuk Di'ah." ucap Ay sembari menyalami Di'ah begitu pula Di'ah menyalami emak dan ayu.


"Emm Di'ah mau sholat di kamar aku atau Ay?" tanya Mimi pada Di'ah.


"Dikamar Mimi saja lah." jawab nya..


"Yaudah yok, ambil wudhu." ucap Mimi mengajak Di'ah ambil wudhu di dapur.


Mimi dan Di'ah pun masuk kedalam kamar, mereka berdua sholat bergantian, Mimi terlebih dulu sholat.


Saat attahiyat akhir, jantung Miki berdegup dengan kencang. Setelah selesai sholat, Mimi berdoa sejenak dan istighfar, setelah itu gantian Di'ah yang sholat.


Tak lama terdengar suara salam dari luar. mendengar suara itu membuat jantung Mimi berdetak tak karuan.


"Ya Allah, astaghfirullah." ucap Mimi dengan beristighfar.


Tak hanya Mimi yang jantungnya berdetak tak beraturan, Syahril yang masih berada di luar pun sama, Syahril sempat berhenti sejenak itu menetralisir detak jantungnya. Istighfar acak kali diucapkannya.

__ADS_1


Saat masuk ke dalam rumah, entah mengapa Syahril melihat ke arah kamar depan, perlahan. Syahril melangkahkan kaki menuju kamar itu.


"Riil" panggil Ryan dengan menepuk pundak Syahril.


"Ada apa?" tanya Ryan yang matanya juga melihat ke arah kamar itu, Ryan juga merasa ada sebagian hatinya disana.


"Emm ndak apa." jawab Syahril dan dia kembali duduk dekat emak an bapak.


Di'ah yang telah selesai sholat mendengar suara yang sangat dirindukannya saat sholat membuat dirinya sedikit tidak khusuk.


Berulang kali Di'ah beristighfar, begitu pula dengan Mimi.


"Mi" panggil Di'ah.Mimi mengangguk. Mimi dan Di'ah hanya berdiam diri di kamar.


Siapa yang sangka bila mereka berdua akan mendengar suara yang telah lama terbenam di dalam hati mereka.


"Mak, apa Mimi sudah pulang?" tanya Ryan kada emak.


"Sudah tadi dia juga pulang sama Di'ah." jawab emak dengan jujur, Mimi dan Di'ah mendengar ucapan mereka di luar karena posisi kamar juga hanya ber skat dinding dan tirai.


Syahril hanya diam namun matanya selalu menuju kamar yang tertutup itu. Mimi di dalam kamar selain detak jantung yang belum normal dia juga melihat ponselnya, sudah tiga hari Dillah tak menghubungi nya bahkan kirim pesan pun tidak ada jika bukan Mimi yang duluan mengirim nya.


"Terus dia kemana Mak?" tanya Ryan.


"Tadi masuk kamar buat sholat, mungkin sudah selesai." jawab emak.


Mimi menghelakan nafas nya, terkadang Mimi merasa dia yang terlalu berharap dan mengemis perhatian dari Dillah.


"Ay panggilan yuk Mimi." ucap emak. Di'ah maupun Mimi yang mendengar itu saling pandang.


tok tok tok


"Yuk, dipanggil mamak." ucap Ay. Mimi menghelakan nafas sebelum membuka pintu kamarnya, tak lupa dia mengenakan hijabnya lagi.


''Ada apa ay?'' tanya Mimi sebelum membuka pintunya dan seolah tidak mendengar percakapan mereka.


"Di panggil mamak." jawab Ay.


"Hemm" jawab Mimi dan membuka pintu dan keluar kamar. Di'ah masih tetap di dalam kamar.


Miki melihat Ryan dan Syahril, Mimi juga melihat ada laki-laki satu lagi yang tidak Mimi kenal.


Miki menyalami kak Ryan terlebih dulu dan cowok yang duduk di samping Ryan.


"Apa kabar kak.'' tanya Mimi dengan senyum, Baiq yang melihat Mimi dari keluar hingga bersalaman sampai melongo.


"Alhamdulillah baik mi." jawab Ryan.


"Huss'' ucap Ryan dengan menyenggol ponakannya yang melongo.


"Om kalau om mau sama Ay Baiq sama yang ini aja ya." ucap Baiq yang tak berkedip.


Mimi melihat ke arah Syahril dan Syahril juga melihat ke arah Mimi. Terlihat rona kerinduan di pelupuk mata Syahril maupun Mimi.


Mimi berusaha biasa saja walau hatinya tak biasa-biasa saja saat ini.


"Kak." panggil Mimi dan menyalami Syahril dengan menyiumi tangannya.


Syahril tersenyum melihat Mimi yang tak pernah melupakan kebiasaannya.


"Apa kabar kak?" tanya Mimi.


"Alhamdulillah baik, kamu apa kabar dek?" tanya Syahril.


"Alhamdulillah baik juga.' jawab Mimi.


sewaktu pulang Syahril yang melihat kearah kamar Mimi, sekarang giliran Ryan yang melihat ke arah sana.


Manik Ryan selalu memandang ke arah kamar Mimi berharap orang yang disebut emaknya Mimi juga ikut keluar.


Emak melihat ada kecanggungan antara Mimi dan Syahril pun berinisiatif menyuruh mereka keluar untuk sekedar mengobrol.


"Bagaimana kalau kalian jalan-jalan cari angin." ucap emak yang mengerti kalau Syahril ingin berbicara banyak dengan Mimi.


"Iya, sana pergilah selagi masih sore ucap emak yang melihat jam baru menunjukkan jam delapan malam.


Syahril dan Ryan mengangguk semangat, tentunya mereka tidak akan membuang waktu hari ini dengan sia-sia.


"Em Mi, Di'ah nya mana?" tanya Ryan kepada Mimi.


"Ada kak di kamar." jawab Mimi.


"Em dek, kita keluar yuk." ajak Syahril. Mimi melihat ke arah emak dan emak mengangguk.


"Emm.. Bentar Mimi ganti baju dulu." ucap Mimi dan berlalu pergi masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian karena sebelumnya Mimi telah berganti pakaian tidur.


"Di'ah, ganti bajunya." ucap Mimi pada Di'ah yang sedang bermain hp.


"Emang mau kemana mi?" tanya Di'ah.


"Kita keluar, emm emak nyuruh kita keluar sama mereka." ucap Mimi dan duduk di atas kasur nya.


"Terus kita ngapain Mi?" tanya Di'ah.


"Yah Ndak tau Di'ah, ikut aja kemana mereka bawa kita." jawab Mimi yang sebenarnya enggan keluar.


"Em aku malu mi." jawab Di'ah.


"Sama lah Di'ah, canggung jadinya. Tapi yaaa cuek aja lah. Ayok ganti bajunya." ucap Mimi dan segera berganti bajunya yang tadi.


Syahril membuka ponselnya disana dia membuka wa dari Rendi. Syahril tersenyum kala Rendi mengirim foto Mimi yang sengaja di ambil Rendi berbagai pose, ketawa, cemberut dan banyak lagi.

__ADS_1


"Kenapa Riil?" tanya Ryan Kaka melihat Syahril tersenyum sendiri.


"Ndak apa-apa, cuka lihat ini." ucap Syahril dengan menunjuk isi wa Rendi di hp nya kada Ryan.


"Ckk niat hati Rendi mau manasi kamu tu Riil, nggak tau dia kalau Syahril sudah ketemu langsung sama orangnya." ucap Ryan.


"Hahaa iya." jawab Syahril.


"Om, kalau om pergi. Baiq gimana?" tanya Baiq.


"Ya kamu tinggal ajalah disini." ucap Ryan.


"aye enak di om nggak enak di Baiq." jawab Baiq.


"Ay, kita ikut keluar juga yuk" ajak Baiq. Ay melihat ke arah Mak dan bapak nya.


"Pergilah Ay, jawani Ayuk." ucap emak.


"Iya, ay ganti baju dulu." jawab Ay dan langsung beranjak menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


Mimi dan Di'ah pun keluar dari kamarnya,Bryan dan Syahril menatap kedua gadis pujaan hati mereka masing-masing.


Di'ah hanya diam dan menunduk, Mimi menyenggol lengan Di'ah dan Di'ah melihat ke arah mimi.


"Ndak salaman." bisik Mimi.


"Oh emm" jawab Di'ah dan dia lun menyalami Ryan, Syahril dan cowok yang belum pernah dilihatnya.


"Apa kabar dek?" tanya Ryan pada Di'ah.


"Alhamdulillah baik." jawab Di'ah.


"Pa kabar Di'ah?" tanya Syahril.


"Alhamdulillah baik kak, kakak apa kabarnya?" jawab Di'ah.


"Alhamdulillah seperti yang Di'ah lihat." jawab Syahril dengan senyum namun matanya melirik ke arah Mimi yang sibuk dengan hpnya.


Tak lama Ay pun siap, mereka pun semua pergi. entah kemana mereka akan membawa Mimi, Di'ah dan Ay pergi.


Mimi membuka pintu belakang supir dan di tekuk satu kursinya karena Baiq akan duduk di bagian belakang.


"Ay kita duduk berdua ya?" ajak Baiq. Ay diam dan melihat ke arah Mimi. Mimi menganggukkan kepala dan Ay pun mengangguk tersenyum.


"Di'ah kita duduk berdua ya" ajak Mimi.


"Eh ndak-ndak" ucap Syahril.


"Yan, kamu bawa mobil ya. Em Di'ah kamu duduk di depan." ucap Syahril.


Mimi terdiam, Syahril sudah masuk dulu dan duduk di dalam mobil. Di'ah melihat Mimi dan Mimi pun terpaksa mengangguk menyetujui nya.


Ryan merasa senang bisa duduk berdua dengan Di'ah. Begitu pula dengan Syahril, dia tersenyum mereka dan puas.


sepanjang jalan Mimi maupun Di'ah hanya diam. Ryan dan Syahril melihat dua gadis yang kayak lem ini diam hanya menghelakan nafasnya.


Baiq yang melihat ke empat orang itu diam ikut diam memperhatikan.


"Om" panggil Baiq dan menepuk pundak Syahril.


Mimi mendengar cowok yang duduk bersama Ay memanggil Syahril dengan km pun ikut menoleh.


"Jadi om ini pacarnya kakak ini ya?" tanya Baiq dengan menunjuk ke Mimi dengan dagunya.


"Hemm, kenapa?" tanya Syahril.


"Kakak ini kan kakaknya kamu kan Ay?' baik tidak menjawab pertanyaan Syahril melainkan beralih ke Ay.


"Iya, kenapa Iq?" tanya Ay.


"Kalau dia kakak kamu, terus aku panggil apa?" tanya Baiq bak anak kecil yang kebingungan.


"Ya kamu bisa panggil kakak atau ayuk Mimi." jawab Ay.


"Iya sih cuma kan dia bakal jadi calon dari km Syahril. Masa iya aku panggil Ayuk." ucap Baiq.


"Ya apa salahnya." jawab Ay.


"Yah nggak asik dong Ay, kamu panggil om aku dengan kakak, masa iya aku panggil om lawannya Ayuk.'' jawab Baiq.


"Om Yan" seru Baiq.


"Hemm kenapa? bingung juga mau panggil apa." tanya Ryan.


"Ye ge er, Baiq itu cuma mau tanya kakak di sebelah itu siapa nya Om?" tanya Baiq.


"Menurut kamu?" tanya Ryan.


"Menurut Baiq, kakak di sebelah Om bukan siapa-siapa nya om." jawab Baiq cuek.


"Sial ni bocah." sungut Ryan, tersungging senyum kecil di bibir Di'ah kaalla mendengar perdebatan keponakan dan omnya itu.


"Oh ya nama kakak siapa?" tanya Baiq dari belakang.


"Badriah " seru Di'ah.


"Oo kok di panggil Di'ah?" ucap Baiq yang selalu ada dijadikannya pertanyaan.


"Itu nama panggilan Iq, sama kan dengan Baiq dipanggil Iq." seru Di'ah yang akhirnya mengeluarkan suara nya.


tbc

__ADS_1


__ADS_2