DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
SYAHRILL POSESIF 2


__ADS_3

"Kenapa kakak harus marah kalau Mimi dekat dengan orang lain waktu itu, toh kakak sendiri yang mengabaikan Mimi."


"Karena kakak tidak suka adek dekat laki-laki lain," jawabnya


"Kakak egois dong, hanya memikirkan perasaan kakak sendiri tanpa memikirkan perasaan Mimi waktu itu dan satu kakak belum memberi penjelasan sama Mimi sampe saat ini." Jawab Mimi tak mau kalah.


"Ok kakak emang egois tapi tetap aja kakak tak ingin adek bersama laki-laki lain apa lagi sampe memberikan racikan bakso dan menyuapinya." Ucaonya dengan sorot mata tajam.


"Udahlah, berarti waktu itu kakak cemburu dong? Ucap Mimi.


"Emm" Syahril tak ingin menjawab emang kenyataan dirinya cemburu.


"Kalau cemburu dan tak ingin bakso Mimi dimakan laki-laki lain kenapa kakak tak menghampiri Mimi waktu itu." Mimi memancing agar Syahril menceritakan permasalahannya dengan mulut nya sendiri.


"Kalau kakak tak cemburu maka kakak sekarang ndak ada dekat sama adek lagi sekarang." Ucapnya mengalihkan pembicaraan.


"Kok bisa?" Tanya Mimi.


"Iya bisa lah." jawabnya angkuh.


"Hemm" Ucap Mimi.


Haripun semakin sore lembayung senja telah redup, Syahril pun pamit pulang namun dia berjanji akan menjemput Mimi lagi besok pagi.


"Dek kakak pulang dulu ya, besok pagi kakak jemput kita kesekolah bareng." Ucapnya dan mengalami Mimi.


"Hem, Mimi berangkat sama Di'ah besok." jawab Mimi dengan menerima tangan Syahril dan menciumnya.


"Ndak boleh, besok pagi serempak kakak ke sekolahnya," ucapnya "ndak pakek nolak." imbuhnya lagi waktu Mimi akan menjawab.


"Yaudah kalau gitu." jawab Mimi dengan manyun.


"Yaudah kakak pulang dulu, jangan chat² an sama dia" ancamnya. "Assalamu'alaikum" ucapnya lagi.


"Waalaikumsalam" jawab Mimi dan berlalu masuk.


"Ah gara-gara kak Syahril cemburu buta jadi telat mandinya, dasar.." umpat Mimi.


Mimi segera mandi karena adzan maghrib berkumandang.


**


Keesokan paginya, pagi-pagi sekali Syahril sudah berada di rumah Mimi bukan hanya dirinya 3 orang sahabatnya pun juga ikut dengan membawa motor masing-masing.


"Loh kak, dah sampe aja." ucap Mimi yang baru keluar ke teras hendak menjemur pakaian.


"Iya, adek belum siap-siap?" tanya Syahril ketika melihat Mimi masih hendak menjemur.


"Belum kak, ini baru jam berapa, kakak kepagian datangnya." jawab Mimi.


"Iya nih Mi, Syahril rese." sahut Ryan.


"Tumben kalian pagi-pagi udah berangkat?" tanya Mimi sambil menjemur.


"Nih cowokmu yang rese nyuruh kita berangkat pagi-pagi." ucap Rudi.


Gimana nggak kepagian, mereka di minta oleh Syahril semalam agar jam 6 pagi harus sudah bisa ada di rumah Mimi, entah apa yang dipikirkan Syahril memaksa sepupunya ikut serta.


Ryan dan Andri menguap karena masih merasa ngantuk, Mimi yang melihat Ryan dan Andri pun menyuruh mereka masuk.


"Kak Ryan sama kak Andri masih ngantuk?" tanya Mimi.


"Hemm iya Mi, semalam tidur jam3 nonton bola." ujarnya.


"Lah kalau jam segitu baru tidur kenapa harus pagi-pagi kesini" Jawab Mimi sambil mengambil ember bekas cuciannya tadi.


"Tuh gara-gara Ariil mengharuskan kita ikut." sahut Andri kesal.


"Ya udah kakak masuk gih, tidur aja dulu bentar di dalam" Jawab Mimi sembari masuk ke dalam rumah.


Setelah mengantar ember ke dapur, Mimi mengambil bantal di kamar dan di bentangnya Ambal di ruang tengah dan Mimi pun menyuruh kak Andri dan kak Ryan tidur.


Mereka yang emang dasarnya masih ngantuk lihat bantal langsung lanjut ke alam mimpi. Nyai yang melihat bertanya kepada Mimi.


"Nah mi kenapa anak orang bisa pagi-pagi sampai sini dan langsung tepar?" tanya Nyai.


"Dak tau Nyai, lagi semangat mau kesekolah tapi dak tengok jam lagi." jawab Mimi asal.


Syahril yang melihat sepupunya tidur dia pun ikut rebahan dan terlelap.


"Dasar egois dah tau tidur larut dan masih ngantuk masih aja dipaksakan." gumam Mimi setelah melihat semua cowok tertidur lelap.


Mimi pergi ke dapur melihat Nyai lagi masak diapun membantu.


"Nyai buat apa?" tanya Mimi.


"Nih buat nasi tumis sekalian buat sarapan kalian." jawab Nyai.


"Coba giling cabe Mi, sambalnya ndak ada" ucap Nyai dan Mimi pun mengambil bahan-bahan buat sambal setelah itu Mimi blender karena Mimi malas pakek giling tangan.


Setelah cabe selesai di blender Mimi panaskan wajan dan masukkan minyak untuk memasak telor ceplok untuk lawan makan nasi tumisnya dan selesai telor ceplok Mimi tumis cabe yang sudah di blender tadi sampai matang.


Mimi lihat jam telah menunjukkan pukul 6:25 Mimi bergegas untuk mandi karena Mimi emang belum mandi pagi dan tak lupa langsung membawa seragam ke dalam kamar mandi.


Habis Mimi bersiap, para cowok belum juga bangun sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 6:40 akhirnya Mimi pun membangunkan mereka semua.


"Kak bangun." Mimi membangunkan Syahril dan yang lain.


"Hemm" jawab Syahril.


"Iss kak bangun dah siang ini." Mimi masih membangunkan. "kalau nggak bangun Mimi duluan ya sama Di'ah."


Kebetulan Di'ah juga ada dirumahnya karena Mimi menyuruh Di'ah untuk menunggu Mimi dan Mimi juga menceritakan kalau ada kak Ryan dan yang lain.


Syahril mendengar kau Mimi akan berangkat duluan dia pun terbangun tapi belum dengan ketiga sepupunya.


Syahril melihat jam dan karena hampir jam tujuh diapun membangunkan mereka semua.


"Hei Yan,Ndri, Rud bangun" ucapnya dengan menggoyangkan badan mereka satu persatu.


"Apa sih Riil." jawab Ryan yang masih enggan bangun.


"Kak bangun dah siang nih, Mimi mau kesekolah." ucap Mimi dan Ryan pun duduk sambil mengucek mata.


"Sana gih cuci muka gak malu apa diliat ama Di'ah." Godaku untuk kak Ryan, Ryan mendengar nama Di'ah di sebut pun langsung membukakan mata dan melihat Di'ah sudah berdiri di depan nya.


"Eh yang sudah ada disini" ucapnya dengan mengharukkan kepala. "Bentar Kakak cuci muka dulu." ujarnya dan berlalu pergi ke kamar mandi untuk cuci muka.


Mimi membawa nasi tumis beserta sambal dan telor ceplok ke ruang tengah dan tak lupa kerupuk pun juga ada dan teh hangat

__ADS_1


Setelah semua beres cuci muka kami semua sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Karena sudah siang Mimi tak sempat untuk mencuci piring bekas sarapan tadi jadi dia pun langsung pamit sama Nyai.


"Nyai, kami berangkat kesekolah dulu." pamitku dengan menyalami dan mencium punggung tangannya.


"Iyo hati-hati." jawabnya sembari menerima salaman dari kami semua.


"Assalamualaikum." ucap kami semua


"waalaikum salam" jawab Nyai.


Mimi dan yang lain pun menaiki motor masing-masing dan berangkat ke sekolah, untung naik motor sehingga Mimi dan Di'ah tidak telat masuk kelas.


Karena hari Sabtu, jadi kami semua pulang di jam 11 siang dan ternyata Syahril dan temannya masih stay di sekolah nungguin Mimi pulang.


"Lah kak emang ndak pulang lagi tadi."


"Ndak sengaja nungguin adek dari pada di culik orang" Ucapnya.


Semua orang melongok mendengar Syahril mengatakan hal itu.


"Alah Riil biasanya Mimi juga pulang sendiri ma teman-teman nya." sahut Erwan dari belakang.


"Iya apa lagi kemaren kan, Mimi pulang sama Abang ojek tampan" Canda Ridho.


"Maka dari itu sekarang harus extra." jawabnya sambil melengos dan menarik tangan Mimi untuk naik ke atas motor.


Sebelum Mimi naik motor, Mimi melihat bang Adit ada di pintu gerbang luar dan Syahril yang merasa Mimi belum naik motor juga melihat kebelakang dan melihat Mimi yang melihat arah pintu luar diapun ikut melihat dan ternyata ada Adit disana membuat nya meradang dan mengumpat


setelah semua naik motor mereka pun berlalu keluar.


"Ngapain tuh pebinor datang." umpat Syahril.


"Siapa Riil pebinor ucap bang Idho yang berada di samping Syahril.


"Tuh di pintu luar ada pebinor" Ucapnya ketus. Mimi yang mendengar manyun.


"Apaan sih kak,udah ayo jalan." ucap Mimi yang sudah naik di atas jok motor.


Mereka pun melakukan motor beriringan dan mereka rencana nya akan mampir kekedai bakso.


Mimi melihat Adit saat melintas melewati nya dan Mimi menganggukkan kepala serta tersenyum pada Adit dan ternyata apa yang Mimi lakukan di lihat oleh Syahril dari spion.


"Ckk masih juga tersenyum dengan laki lain." Ucapnya.


"Udah ah nggak usah menggerutu gitu." jawab Mimi sambil mencubit pinggang Syahril dengan gemes.


"Awww yang kok malah nyubit sih." Ucap Syahril merasa sakit dan goyang-goyang di atas motor.


"Biarin, udah sana fokus bawa motor nanti jatuh lagi" jawab Mimi.


Mereka semua sampai di kedai bakso dan memesan seperti biasa, Mimi duduk di tempat biasa mereka duduk.


Setelah pesanan sampai Mimi langsung meracik bakso tersebut dan seperti biasa Syahril yang mencicipi nya dahulu dan setelah itu barulah adegan suap menyuap.


Disaat sedang menikmati bakso hp Mimi berdering dan Mimi langsung mengangkatnya namun Syahril langsung bertanya dari siapa.


"Dari siapa yang?" tanyanya dan Mimi hanya memperlihatkan hp nya ke arah Syahril dan Syahril hanya ber oh ria.


"Hallo Mi, assalamualaikum," Ucap sipenelpon.


"Waalaikum salam Wi." jawab Mimi, Yah yang menelpon Mimi adalah Dewi.


"Kayaknya nggak Wi, jadi kapan pulangnya Wi?" tanya Mimi.


"Besok jadinya Mi, Mimi jadi mau nitip?" tanya Dewi balik.


"Jadi Wi, besok Dewi mampir dulu ya ke rumah." Jawab Mimi.


"Ok ok besok akun mampir dulu, yaudah kalau gitu, salamualaikum" Ucapnya


"Waalaikum salam." jawab Mimi.


Syahril yang mendengar sekilas dan Mimi bilang jadi, dia menyangka kalau Mimi jadi akan pulang liburan UAN besok.


"Dek, besok adek jadi pulang ya?" tanya nya dan Mimi hanya tersenyum dan mengangguk.


Syahril langsung mendengus kan nafasnya kasar. Setelah selesai makan kami pun pulang dan Syahril mengantarkan Mimi pulang begitu pula yang lain mengantarkan pasangannya pulang kerumah masing-masing.


"Riil, nanti tunggu di rumah Mimi atau langsung pulang?" tanya Rudi.


"Di rumah Mimi" jawab Syahril.


"Oke akun gantar ayang beb ku dulu ya." ucap Rudi.


"Iya aku juga" sahut Andri yang akan mengantar Manda terlebih dulu.


Sila dan Novi di antar oleh Ridho, mereka boceng tiga.


Sesampainya di rumah, Mimi dan Syahril naik dan duduk di teras sejenak


"Kak, Mimi ganti baju dulu dan sholat, kakak nggak sholat." Ucap Mimi.


"Iya kita sholat bareng ya." ajaknya.


"Yaudah sana Kakak ambil wudhu dulu dan Mimi mau ganti baju dulu." ucap Mimi dan mereka berlalu masuk ke dalam rumah.


Mimi masuk ke kamar dan Syahril langsung menuju kamar mandi untuk buang air kec*l dan setelah itu dia berwudhu.


Mimi telah berganti baju dan membentangkan sajadah di ruang tengah, Syahril sudah selesai berwudhu dia pun duduk di atas sajadah untuk menunggu Mimi.


Setelah Mimi selesai berwudhu mereka pun segera menunaikan sholat Dzuhur, setelah sholat terdengar salam dari luar.


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam." Mimi dan kak Syahril menjawab dari dalam.


Mimi masih mengenakan mukena berlalu menuju pintu untuk melihat siapa yang datang, ternyata yang datang adalah kak Ryan, kak Andri dan kak Rudi sedangkan kak Syahril masih di atas sajadah melanjutkan dzikir dan doa nya.


"Ayo kak masuk, dah pada sholat belum." ucap Mimi dan mempersilahkan mereka masuk.


"Belum Mi, Mimi mau sholat atau dah selesai? tanya kak Ryan.


"Alhamdulillah barusan selesai kak, yaudah sana kakak berwudhu dan sholat." ucap Mimi


Mimi masuk ke dalam kamarnya dan membuka mukenanya di dalam kamar. Kak Syahril juga sudah selesai sholat dan dia bergantian sama ketiga sepupunya.


Mimi memberikan satu sajadah lagi buat mereka dan mereka pun berjamaah.


Kak Syahril rebahan di depan tv sambil bermain game online. Mimi beranjak ke dapur untuk membuat es teh karena cuaca yang lumayan panas jadi es teh adalah minuman yang dapat menghantar dahaga.

__ADS_1


"Nih kak minum dulu." ucap Mimi sbilemuangkan es teh ke dalam cangkir.


"Makasih dek, tau aja kalau Kaka lagi haus." jawab kak Rudi.


"Uh nyaman nya." Ucap kak Ryan sambil merampas bantal yang di pangkuan kak Syahril dan seraya dia merebahkan badannya.


Tak lama Nyai menyerukan Mimi untuk mengajak yang lain makan.


"Mi, ajak Syahril makan.'' ucap Nyai seraya Nyai mendekat ke arah kami.


"Dak usah Nyai, Aril sudah makan tadi." Ucap Syahril.


Mimi yang melihat Nyai memakai baju kurung lengan panjang dan berkain sarung batik lengkap dengan hijab pun bertanya.


"Nyai mau kemano?" Tanya Mimi.


"Nyai mau pergi ke pengajian di seberang." Jawabnya.


"Siang nian Nyai perginya?" tanya kak Ryan.


"Iyo Yan, kalau hari Sabtu rutin pengajian di masjid agung."jawab nya.


"Samo siapo Nyai pegi?" tanya Mimi lagi. ( sama siapa Nyai pergi?)


"Rame dari kampung ni, kumpul di laut." jawab nya. ( di laut maksudnya di depan sanggar )


Tak lama terdengar ada yang memanggil nama Nyai dari bawah.


"O Jah, jadi pegi," panggil seseorang dari bawah dan Nyai pun langsung menuju ke depan dan Mimi pun mengikutinya dari belakang. ( Nama Nyai Mimi Khadijah)


"Nah Mi, rame nian motor?" Tanya nyai yang memanggil nyai Mimi tadi.


"Iyo Nyai ado kak Syahril samo kawannyo." jawab Mimi.


"Siang nian Nyai pergi nyo?" Mimi bertanya basa basi.


"Iyo Mi, pengajiannya jam 3." Jawabnya.


"Yaudah Mi, Riil Nyai pergi dulu, assalamualaikum." pamit Nyai.


"waalaikum salam, hati-hati Nyai." ucap Mimi.


"Iyo, Mimi hati-hati jugo di rumah jago diri." Ucap Nyai Doe menasehati. ( Nyai Do nyai yang manggil Nyai Mimi tadi).


Sepergian Nyai, Mimi jugabturun hendak memanggil Di'ah untuk datang kerumah supaya Mimi ada teman dirumah.


"Kak, tunggu bentar ya Mimi panggil Di'ah." ucap Mimi kepada syahril.


"Iya dek," ucapnya dan Mimi pun turun hendak menuju rumah Di'ah disamping.


Sesampainya Mimi dirumahnya Di'ah Mimi melihat Di'ah duduk di teras.


"Assalamualaikum."


"Waalaikum salam, ada apa Mi?"tanya Di'ah


"Di'ah kerumah yok," ajak Mimi sambil duduk di bangku dekat mamaknya Di'ah.


"Ngapo Mi?" tanya mamak Di'ah yang hendak bersiap pergi ke pengajian juga.


"Dirumah Ado kak Syahril sama kawannya Wak, dak enak kalau kami dewek an di rumah makanya mau ngajak Di'ah."


"Oh yaudah jago diri, Wak nak pergi pengajian dulu, tuh la di tunggu Nyai kau." ucap mamak Di'ah.


"Iyo Wak hati-hati." Ucap Mimi. Mimi dan Di'ah pun berlalu turun dan pergi kerumah Mimi.


Sesampainya di rumah Syahril dan yang lain asik dengan ponsel masing-masing bermain game online.


"Hmm Di'ah kayaknya pada asik orang nya, bakal di cuekin kita"


"Iya Mi, kita hidupkan tv aja." jawab Di'ah dan langsung menghidupkan tv dan di sengajainnya dibesarkan volumenya.


"Aduh yank kecilin ngapa tuh tv." Ucap Ryan yang melirik ternyata Di'ah yang menghidupkan tv.


"Lah kenapa kan Ndak ganggu kakak main juga." Ucap Di'ah.


"Berisik yank jadi Ndak konsen nih." jawab Ryan dengan mata masih fokus ke gamenya.


"Gak ada hubungannya juga kali kak main game dengan suara tv tuh kak Syahril dan yang lain cuek aja." ujar Di'ah.


"Ya iyalah mereka cuek Ndak liat tuh kuping mereka sudah di sumpal." Dengus Ryan, Diah melihat ketiga temannya dan ketawa "hahahaaa ternyata mereka lebih cekatan antisipasi nya kak." jawab Di'ah dan Mimi pun ikut ketawa.


Disaat sedang asik ketawa, Mimi melihat ponselnya lampu kedap kedip yang bertanda ada pesan masuk dan ternyata ada wa dari Dewi dan dia memberitahukan kalau besok pagi jam delapan Dewi mampir untuk ambil titipan Mimi.


Dan Mimi pun baru ingat barang yang mau dititip belum di beli.


"Di'ah pulang gih siap-siap, temani Mimi yok ke pasar." Ucap Mimi.


"Oh iya jadi lupa kita Mi, kan rencana emang mau kepasar kita hari ini, yaudah aku pulang siap-siap dulu." Jawab nya dan berlalu pergi.


"Loh yank mau kemana?" Tanya Ryan.


"Mau pulang." seru Di'ah sambil berlalu.


"Jiahh kalah deh." ucap Ryan dan menaruh hp nya.


Mimi pun berlalu masuk kamar untuk bersiap-siap. Saat Mimi bersiap-siap hp Mimi berdering dan hp tergeletak di samping Syahril.


Ayok siapa kah yang menghubungi Mimi?


__________tbc__________


________________________


Hai hai assalamualaikum riders dokter jantungku, selamatal selat beristirahat .


Alhamdulillah bisa up dimalam hari ini semoga kelak bisa memenuhi keinginan riders bisa up lebih.


AYOO JANGAN LUPA BERI DUKUNGANNYA YA BIAR DIRIKU TAMBAH SEMANGAT UP NYA.


VOTE


RATE


LIKE


KOMEN


đŸ’ đŸ’ đŸ’ đŸ’  TERIMAKASIH đŸ’ đŸ’ đŸ’ đŸ’ 

__ADS_1


__ADS_2