
Syahril mengupas udang-udang yang ada hingga tak terasa sudah banyak yang dikupasnya. Mamak menggiling bumbu buat udang cryspy sebelum di celupkan ke kocokan telur dan tepung.
Udang saos pedas manis, tumis kangkung telah siap di masak. Rencana Syharil akan mengambil alih untuk menggoreng udang cryspy namun teman-temannya mengajak untuk mandi ke sumur.
"Riil, yok mandi ke sumur." Ajak Ryan sambil berlalu menuju kamar mandi untuk mengambil ember dan peralatan mandinya.
"Iya Lo pada duluan aja sana gue mau goreng udang cryspy nya dulu." jawab Syahril dengan memasukkan udang yang sudah di balut tepung kedalam wajan berisi minyak panas.
"Yaudah kalau gitu, kita duluan ya. Oh ya gak Lo pujuk Riil Mimi nya?" ucap Ryan dan bertanya kepada Syahril.
"Entar aja setelah selesai goreng udangnya. Gih sana jangan gangguin gue nyar Lo ludesin lagi nih udang." ucap Syahril dan mengusir Ryan yang sudahendekatkan diri ke Syahril.
"Ah Lo Riil gak asik, tunggu bentar." jawab Ryan.
"Nunggu apa!" ucap Syahril ketus sambil membalikkan udang nya.
"Yah nunggu udang yang Lo goreng matang lah." jawab Ryan dengan memainkan matanya.
"Enak aja Lo, sana gak usah ngerecokin gue." Syahril mengusir Ryan denganendotong tubuh Ryan agar menjauh dari nya.
"Sudah Riil, sini biar mamak yang lanjutin." ucap emak setelah habis dari dalam.
"Syahril pergi mandi saja sudah sore ini." jawab emak.
"Emm apa ndak apa Mak?" tanya Syahril.
"Ndak apa sana pergi mandi bentar-bentar Maghrib." jawab emak dan Syahril pun menuruti dan dia pun berlalu masuk ke dalam kamar mengambil handuk dan pakaian gantinya.
Saat Syahril akaasuk ke dalam kamar Syahril melihat Di'ah keluar dari kamar Mimi.
"Di'ah, mimi lagi apa?" tanya Syahril.
"Ketiduran dia kak." jawab Di'ah "Yaudah kak, aku mau mandi dulu." ucap Di'ah dan berlalu pergi ke dapur menuju kamar mandi.
Syahril mencoba masuk kedalam kamar Mimi untuk membangunkan serta membujuk dan meminta maaf kepada Mimi.
Tok tok tok Syahril mengetuk pintu namun tak ada jawab dari dalam Syahril pun mendorong pintu yang tak terkunci tersebut.
Dilihatnya Mimi yang masih tertidur dan Syahril pun masuk dan mendekat ke arah Mimi.
"Dek, bangun sudah sore." syahrilembangunkannmimi dengan berjongkok di pinggiran ranjang dan dengan dekat dia memandang wajah sang kekasih yang masih tertidur.
"Dek, " panggil Syahril dengan menepuk bahu Mimi.
"Hemm." Mimi hanya berdehem dan masih enggan untuk membuka matanya.
"Dek, buruan bangun dah sore.l mandi lagi gih." ucap Syahril dan Mimi pun membuka matanya.
Disaat mata Mimi terbuka, wajah Syahril yang pertama dilihatnya sangat dekat dengan jarak sejengkalnya. Sangking dekatnya deru nafas Syahril pun terasa di wajah Mimi.
Senyuman manis berlesung pipi tatapan mata tajam ciri khas keturunan Arab menambah taraf ketampanan yang menjulang tak tau setinggi apa.
"Udah bangun jangan lihatin muka kakak terus, nanti Kaka cip*k tuh bibir." ucap Syahril dengan menggoda Mimi yang masih terpaku akan ketampanan wajahnya.
Mimi yang mendengar ucapan Syahril langsung membesarkan matanya serta menutup bibirnya dan Mimi pun langsung duduk dari rebahan nya.
"Emm kakak, ngapain dikamar Mimi?" tanya Mimi.
"Kakak mau bangunin adek, kata Di'ah adek masih tidur ya jadi kakak masuk dan bangunin adek lah." jawab Syahril cuek.
"Emm ya udah Mimi kan sudah bangun sana keluar." ucap Mimi ketus.
"Masih marah ya dek?" tanya Syahril
"Menurut kakak?" Mimi balik nanya kepada Syahril.
"Menurut kakak sudah nggak marah." jawab Syahril dengan tersenyum namun Mimi memajukan bibirnya.
"Lah kenapa tuh bibir di majuin gitu, mau minta sun ya." ucap Syahril yang terus menggoda Mimi.
"Maafin kakak ya? Udah kakak ganti kok udangnya." ucap Syahril.
"Beneran?" tanya Mimi.
"Beneran sayang udah kakak ganti tuh lagi di goreng sama mamak." jawab Syahril.
"Yeee itu mah bukan gantiin tapi mamak yang masak juga." ucap Mimi dengan cemberut.
"Iya tadi baru sepenggorengan kakak masaknya, terus mamak nyuruh kakak mandi dannmami yang gantiin kakak." jelas Syahril.
"Jangan marah dan merajuk lagi ya." ucap Syahril dengan mentoel hidung Mimi.
"Isss." jawab Mimi dengan mengusap hidungnya.
"Yaudah bangun terus mandi gih, atau mau mandi sama kakak." Syahril terus menggoda Mimi.
__ADS_1
"Enak aja, belum sah." jawab Mimi dan hendak turun dari ranjangnya.
"Kalau gitu kita sah kan yok mumpung lagi di sini." ucap Syahril.
Mungkin jika ada yang mendengar itu hanyalah sebuah candaan namun bagi Syahril itu adalah keinginan terbesar dalam dirinya.
"Nggak , Mimi masih mau sekolah dan ngejar cita-cita dulu." jawab Mimi yang sudah turun dari ranjangnya.
"Habis nikah bisa kok adek lanjutin sekolah dan mengejar cita-cita adek, kakak ndak larang." Syahril serius dengan ucapannya, Mimi tau hal itu namun Mimi tak ingin itu terjadi dulu.
"Kita kejar cita-cita kita dulu ya kak, kalau jodoh pasti kita disatukan kembali walau apapun itu keadaannya." ucap Mimi dengan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Syahril.
"Tapi kakak ndak tenang kalau kita berjauhan dek." ucap Syahril.
"Ndak tenang gimana?" jawab Mimi.
"Ya kakak ndak tenang nantinadek pasti banyak yang sejatinya kalau kakak sudah ndak ada di jambi lagi." Syahril mengungkapkan keresahan hati nya bila kelak dia telah aktif kuliah.
"Kakak gak usah pikirkan yang macam-macam. Cukup satu macam aja, kakak percaya sama Mimi selagi kakak setia Mimi juga akan setia." jawab Mimi.
"Yaudah kita keluar sekarang dan kakak mandi gih bau.." ucap Mimi dengan menjepit hidungnya dengan dua jari dan mengibaskan tangan satunya.
"Widih macam adek wangi aja, nih masih ada Iler nya." Syahril membalas Mimi.
"Hmm. Yaudah sana kakak keluar dan pergi mandi." Mimi mengusir Syahril keluar dari kamarnya.
Saat Mimi akan menuju pintu kamar hendak keluar Syahril memeluk Mimi erat dari belakang.
"Sampai kapan pun, apapun yang terjadi hati kakak hanya untuk adek." ucapnya dengan mencium pundak Mimi dan masih memeluk Mimi erat.
"Insya Allah kak, semoga Allah meneguk Abah segala apa yang kita inginkan kedepannya." jawab Mimi dengan membalikkan badannya menghadap ke Syahril.
"Yaudah ayo kita keluar ndak ingat kalau nanti ada yang lihat kita berduaan dalam kamar." ucap Mimi dan mengajak Syahril keluar dengan menggandeng tangan Syahril.
Kegundahan, kegetiran dan ketidak percayaan diri selalu menghadiri Mimi. Mimi yang berasal dari keluarga sederhana, Mimi yang lahir di tengah-tengah keluarga biasa-biasa, kedua orang tua Mimi juga bukan orang yang berpendidikan tinggi, semua bagaikan langit dan bumi.
Namun semua harus dikembalikan kepada sang khalik, dialah sang pemilik seluruh isi bumi dan langit ini. Jodoh, maut serta rezeki adalah miliknya, kita insan dunia hanya bisa meminta dan terus berdoa kepada sang pemilik diri.
Sebelum keluar Syahril mencium bibir Mimi dengan lembut, dia curahkan rasa cinta dan kasih sayangnya kepada Mimi. Setelah dia mencium bibir Mimi dia sapu bibir Mimi dengan jempolnya secara lembut.
"Ayoo kita mandi, sudah sore." ajaknya dengan menggandeng tangan Mimi keluar dari kamar.
Syahril langsungenuju ke kamar sebelah untuk mengambil handuk dan baju gantinya sedangkan Mimi langsung menuju dapur.
Saat Mimi menuju dapur Mimi berpapasan dengan Di'ah yang baru habis mandi.
"Iya Di'ah, Di'ah sudah mandi." jawab Mimi.
"Sudah mi, sana gih mandi kamar mandi lagi kosong." ucap Di'ah.
"Oke," Mimi pun berlalu langsung menuju kamar mandi.
Syahril dengan senyuman bmerekahnya langsung menuju sumur segera bergabung dengan ketiga sepupunya untuk menyegarkan dirinya.
"Kirain Lo gak mau mandi Riil." sahut Rudi sambil menggeret tali timba.
"Napa Lo Riil senyam senyum gitu, jadi curiga gue." ucap Ryan yang langsung mencurigai Syahril dengan senyum sendiri.
"Ckk kalian ini suudzon Mulu." jawab Syahril dengan membuka handuknya dan tinggallah boxer yang dikenakan.
Setelah menaruh handuknya di tiang yang ada disana untuk tempat handuk Syahril segera mengambil alih ember timba di Rudi dan dia langsung menimba air tersebut
"Byurrr" Syahril langsung menumpahkan air yang di timbanya keseluruhan tubuhnya dari atas kepala. Karena belum merasa puas Syahril meinba kembali dan melakukan hal serupa hingga berkali-kali.
"Wuih segarnya.." ucap Syahril dengan menikmati air yang telahengakir keseluruhan tubuh dengan menyabuni seluruh tubuhnya tak lupa pula dia memakai sampo.
Tak ada rasa kepuasan bagi mereka menikmati sensasi air yang jernih dan sejuk itu. ingin rasanya nya mereka berendam dan bermain lebih lama namun apalah daya adzan Maghrib pun berkumandang dan mereka pun menghentikan aktivitas mandinya.
Sehabis sholat mereka makan malam dengan menu udang saos pedas manis, tumis kangkung cabe hijau, udang cryspy, sambal bawang, tempe dan tahu goreng pun tersedia.
Sehabis makan mereka pun saling bercengkrama dan ada pula yang bermain game online hingga suara adzan isya berkumandang dan mereka pun segera menjalankan perintah illahi terlebih dahulu.
Setelah perintah illahi ditunaikan mereka keluar rumah untuk sekedar duduk di luar sunyi ya itulah yang ada di pedesaan ini ketika malam hari.
Mereka bercengkerama dengan membuat api unggun di halaman rumah dengan penerangan lampu dan rembulan.
Syahril, bapak dan mamak mereka duduk bersama di teras sambil melihat tingkah Ryan yang sedang memetik gitar milik Ari.
"Oh ya Yan, Lo dah kasih tau belum alamat sini sama Rendi." tanya Rudi.
"Emm gue udah sharelock tapi gak tau mereka nemuin apa nggak." jawab Ryan dengan terus memetik senar gitar.
"Emang Lo belum nanya ma Mimi?' tanya Andri yang sambil menyodok-nyodokkan api unggun mereka, lebih tepat nya tuh api untuk pengusir nyamuk.
"Belum." jawab Ryan dengan memetik nada di gitar.
__ADS_1
Sedang Syahril berbincang dengan mamak dan bapak.
"Oh ya Riil, tahun ini Syahril sudah lulus kan?" tanya bapak.
"Iya pak, alhamdulillah Syahril kukus." jawab Syahril.
"Alhamdulillah kalau gitu, Syahril lanjut kuliah dimana?" tanya bapak pula.
"Alhamdulillah pak Syahril dapat undangan mahasiswa prestasi di universitas kota pedang pak," jawab Syahril.
"Ambil jurusan apa Riil?" tanya mamak.
"Syahril ambil jurusan kedokteran Mak." jawab Syahril.
"Wah bagus itu, ambil dokter apa?' tanya mamak lagi.
"Insya Allah Mak ambil dokter kandungan kelak." jawab Syahril. "Mohon bantu do'anya ya Mak, Pak." ucap Syahril.
"Amiin semoga tercapai cita-cita nya." jawab bapak.
"Oh ya Riil, bapak boleh tanya?" tanya bapak.
"Boleh pak, mau nanya apa?" jawab Syahril.
"Gini Riil, Syahril kan sudah lihat kondisi keluarga Mimi disini ya beginilah keluarga kami, bukan bukan bapak melarang kalian. Cuma apakah orang tua Syahril tau kalau Syahril berhubungan dengan Mimi." ucap bapak.
"Alhamdulillah pak, Umma dan Babah Syahril sudah bertemu dengan Mimi. Mereka juga senang dengan Mimi pak." jawab Syahril. "Alhamdulillah juga Umma dan Babah bukan orang tua yang melarang anaknya untuk berhubungan kepada siapa saja. Bagi Umma dan Babah adalah kebahagiaan anak-anaknya." jelas Syahril.
"Alhamdulillah kalau gitu, bapak cuma Ndak mau kelak melihat Mimi bersedih. Yah walaupun jodoh itu Allah yang menentukan. Apa lagi kami sebagai orang tua tau kalau Mimi tak pernah dekat sama laki-laki." terang bapak.
"Iya Riil, banyak laki-laki sini mencoba mendekati diri mereka kepada Mimi namun Mimi tidak pernah mengubrisnya." mamak menimpali.
"Kami hanya ingin Mimi bahagia, apa pun yang akan dituju ya kami akan berusaha mengabulkannya." terang bapak.
"Iya Pak, Mak, Syahril ngerti. Insya Allah Syahril akan selalu memberikan kebahagiaan buat Mimi." jawab Syahril.
"Pak, Mak, emm kalau Syahril meminta Mimi jadi istri Syahril boleh ndak." jawab Syahri ragu dan deg-degan dengan ucapnya konyol nya.
"Hah, kamu ini Riil. Ada-ada saja." ucap bapak dengan gelak tawa.
"Syahril serius pak, kalau soal sekolah dan cita-cita Mimi, Syahril tak melarangnya dan Mimi boleh melanjutkan pendidikan nya." Syahril mencoba mengutarakan niat yang tak ingin di tundanya lagi.
"Apa lagi beberapa bulan kedepan Syahril akan kuliah di daerah lain, Syahril merasa tak tenang jauh dari Mimi Pak, Mak." ucapnya.
"Kalau Mak dan bapak ngizinkan Syahril mau nikahin Mimi dan Syahril akan bawa Mimi ikut serta ke kota pedang." ucapnya lagi
"Kalau Syahril bawa Mimi bagaimana dengan sekolahnya?" tanya mamak.
"Mimi ya pindah sekolah disana Mak, kalau masalah biaya jangan khawatir alhamdulillah Syahril juga punya penghasilan dan insya Allah Syahril bisa membiayai kehidupan Mimi." jelas Syahril dan setelah mengutarakan keinginannya Syahril merasa plong walau masih ada yang akan di hadapinya selanjutnya.
"Emm bapak bangga dan salut akan niat baik Syahril, tapi bapak tidak bisa memberi keputusan. Apa lagi Mimi tinggal setahun lagi SMA nya dan itu tidak mungkin bisa." jawab. bapak.
"Bukan bapak tak merestuinya, apa Syahril yakin dengan keputusan yang Syahril ambil ini. Bukannya apa kalau orang sudah menikah pasti mereka akan melakukan hubungan yang lebih intim sedangkan Mimi masih sekolah dan bagaimana dengan sekolahnya nanti. Syahril taukan maksud bapak?" bapak menejelaskan secara tak langsung ketidak setujuan nya.
"Iya pak Syahril tau, kalau masalah itu kami akan menundanya. Syahril hanya tidak mau jauh dari Mimi pak." ucap Syahril.
"Apa Syahril sudah bertanya sama Mimi?" tanya mamak.
"Sudah Mak, tapi Mimi tidak mau." jawab Syahril lesu.
"Mamak tau siapa Mimi, dia hanya ingin melanjutkan sekolahnya dan mengejar cita-cita nya, dia ingin membuat kami kedua orang tuanya bangga dan dia ingin menaikkan derajat kami agar tidak ada lagi sindiran serta cemoohan dari orang lain." terang Mamak.
"Iya Mak, Mimi selalu bilang begitu ketika Syahril mengajaknya nikah." jawab Syahril.
"Yah menurut bapak kalian kejar terlebih dahulu cita-cita kalian dan buatlah dahulu kedua orang tua bangga, kalau masalah jodoh kemanapun dan dimana pun kalian berada jika berjodoh pasti di satukan kembali apapun keadaanya kelak." jawab Bapak.
"Dan bila saat itu tiba, kami dengan senang hati menunggunya." ucap bapak kembali.
"Makasih pak, Syahril janji akan kuliah dan mengejar cita-cita Syahril setelah itu Syahril akan datang kembali untuk meminta anak Bapak dan Mak." ucap Syahril sungguh-sungguh dengan memeluk kedua orang tua Mimi.
Saat mereka bertiga sedang berbincang Mimi mendengarkan semua yang diutarakan Syahril kepada kedua orangtuanya karena Mimi masih berada di dalam rumah karena dia sedang asik membuat camilan buat semua
Alhamdulillah bisa up, terimakasih atas dukungan nya dan terimakasih kepada authore-authore senior yang jadi di cerita receh ku.. Insya Allah kita akan selalu mensupport.
Jangan lupa beri dukungan dan Krisan nya di kolom komentar dan tinggalkan jejak berupa
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
TERIMAKASIH